• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM INFORMASI PENGADAAN LOGISTIK BENCANA BERBASIS WEB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM INFORMASI PENGADAAN LOGISTIK BENCANA BERBASIS WEB"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

SISTEM INFORMASI PENGADAAN LOGISTIK BENCANA

BERBASIS WEB

Sri Lestari Rahayu

STMIK Potensi Utama, Jl. K.L Yos Sudarso Km. 6,5 No. 3A Tanjung Mulia Medan E-mail: [email protected]

Abstrak

Secara geografis Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng yaitu, lempeng Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia sehingga menyebabkan sebagian wilayahnya rawan terhadap bencana. jumlah bencana termasuk sangat tinggi jika dibandingkan Negara-negara lainnya. Para korban bencana sangat membutuhkan bantuan dari pemerintah ataupun donator-donatur perseorangan atau pun instansi. Selama ini proses pengadaan barang dari pemerintah masih kurang sesuai dengan kebutuhan korban bencana. penyebab kurang sesuainya bantuan antara lain kurang cepat atau akuratnya informasi kebutuhan yang dibutuhkan korban bencana. Hasil penelitian ini adalah merancang aplikasi berbasis Web dalam memberikan informasi tentang kebutuhan korban bencana pada saat bencana terjadi ada Pasca bencana sehingga barang logistik yang masuk sesuai dengan kebutuhan korban baik dari segi jumlah korban, usia dan jenis kelamin korban bencana.

Kata Kunci : Bencana Alam, Logistik, Aplikasi.

1.Pendahuluan

Negara kepulauan Indonesia berada dalam wilayah Pacific Ring of Fire yaitu deretan gunung berapi Pasifik yang bentuknya melengkung dari utara pulau Sumatera-Jawa-Nusa Tenggara sampai ke Sulawesi Utara. Kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng yaitu, lempeng Asia, lempeng Pasifik, dan lempeng Australia. Kedua factor tersebut menyebabkan Indonesia rawan bencana. Bencana yang dimaksud adalah bencana gempa bumi ataupun gunung meletus. Indonesia merupakan kepulauan yang sering terkena bencana. banyaknya jumlah korban bencana menjadi banyak perhatian untuk masyarakat luar yang tidak terkena dampak bancana alam.

Memberikan bantuan adalah usaha untuk menolong korban bencana alam, baik itu bantuan berupa barang ataupun jasa. Proses penganggulangan bencana tentunya memerlukan pengelolaan yang efektif sehingga tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan korban bencana. Pertimbangan tingkat pemenuhan barang yang dibutuhkan menjadi hal terpenting dalam pemenuhan kebutuhan barang di lokasi bencana. Peran sistem manajemen ini menjadi sangat penting agar barang yang masuk sesuai dengan kebutuhan korban. Dalam proses pengadaan barang yang harus dilakukan adalah pertukaran informasi melalui web yang akurat dan sesuai dengan kebutuhan korban terutama informasi mengenai jumlah dan jenis barang bantuan yang akan dibutuhkan.

2.Landasan Teori

2.1. Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial, dan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.[3]

2.2. Logistik

Sebagaimana dipahami, logistik merupakan komponen utama dari rantai pasok. Rantai pasok dalam sistim manajemen logistik bencana terdiri dari lokasi masuknya logistik, gudang utama, gudang penyalur dan gudang penyimpanan terakhir di pos komando. Proses manajemen logistik dan peralatan dalam penanggulangan bencana meliputi delapan tahapan terdiri dari perencanaan dan inventarisasi kebutuhan, pengadaan dan/atau penerimaan, pergudangan dan/atau penyimpanan, pendistribusian, pengangkutan, penerimaan di tujuan, penghapusan dan pertanggungjawaban.[1]

3.Metode Penelitian

(2)

permintaan barang dan pengadaan barang. Oleh karena itu pada penelitian itu akan di sempurnakan dengan melakukan penambahan sistem permintaan dan pengadaan barang.

3.1. Feasibility Analisis

Analisa kelayakan dari analisa diatas adalah sebagai berikut :

1. Kelayakan opersional

a. Permintaan barang yang sesuai dengan kebutuhan korban dapat dilakukan secara cepat karena semua sistem terintegrasi dan dapat di akses secara luas

b. Korban bisa mendapatkan kebutuhan mereka secara cepat

c. Donatur dapat mengetahui barang apa saja yang dibutuhkan korban sehingga barang yang diberikan donator tepat sasaran

2. Kelayakan Culture

a. Kebudayaan bangsa Indonesia pada saat bencana terjadi adalah sering terjadi kekurangan pasokan logistik sehingga korban tidak bisa ditangani secara cepat

b. Seringnya terjadi keterlambatan dalam memberikan logistik kepada korban yang membutuhkan.

3. Kelayakan Teknis

a. Jaringan infrastruktur teknologi yang diterapkan belum memenuhi standar kelayakan pada sistem ini

b. Sumber daya manusia yang terdapat pada posko-posko pengungsian masih banyak yang belum mengerti teknologi dan sistem yang diterapkan

c. Jaringan koneksi internet belum merata pada pedesaan ataupun daerah terpencil. 4. Kelayakan Jadwal

a. Jangka waktu pengaplikasian dan pembangunan sistem yang berjangka 2 tahun atau sampai 2016

b. Metode yang digunakan pada pembuatan sistem ini adalah metode waterfall sehingga membutuhkan waktu yang lama tetapi dokumentasi tercatat dengan baik.

5. Kelayakan Hukum

a. Penyalagunaan penggunaan kewenangan yang dilakukan oleh perusahaan-peusahaan swasta dapat diatasi dengan ada kebijakan hukum yang mengatur.

b. Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 43, Tambahan

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4829);[2]

3.2. Perancangan Database

Gambar 1. Perancangan Database

3.3. Struktur Database

Struktur database terdiri dari penjelasan-penjelasan dari tabel yang ada pada sistem ini.

1. Tabel Donatur

Tabel 1. Struktur Tabel Donatur N Null, update cascade, delete no action, 2 nama_don

atur

Cha r

50 Not null 3 alamat_do

natur

Tabel 2. Struktur Tabel Relawan N

o

Nama Field Typ

(3)

an r 3 tempat_lahir Cha

r

Tabel 3. Struktur Tabel Posko N Null, update cascade, delete no action, 2 nama_posk

o

Cha r

50 Not null 3 tempat_po

sko

Cha r

50 Not null 4 id_kecama

tan

int 10 Foreign Key 5 nama_koor

dinasi

char 50 Not null 6 telp int 15 Not null 4. Tabel Penerimaan

Tabel 4. Struktur Tabel Penerimaan N Null, update cascade,

5. Tabel Detail Penerimaan

Tabel 5. Struktur Tabel Detail Penerimaan N

Tabel 6. Struktur Tabel Distribusi N 1 id_permintaa

n

Tabel 7. Struktur Tabel Permintaan N

1 id_permint aan

Int 10 Primary Key, Not Null, update cascade, delete no action, 2 id_relawan int 10 Foreign Key 3 id_posko int 10 Foreign Key 4 Nama_bara

ng

char 50 Not null 5 tgl date - Not null 8. Tabel Detail Permintaan

Tabel 8. Struktur Tabel Detail Permintaan N

1 id_permint aan

(4)

Sistem Manajemen Pengadaan Logistik

Bencana

Posko Donatur

BPBD Laporan Korban Bencana

Laporan Barang Masuk Laporan Barang Keluar Laporan Stok Barang Laporan permintaan barang Data

Informasi kebutuhan korban

Informasi Donatur

Informasi Bantuan Informasi Kebutuhan Korban Laporan Daftar Kebutuhan

no action, 2 id_barang int 10 Foreign Key 3 jumlah int - Not Null,

CHECK jumlah>= 0 9. Tabel Barang

Tabel 9. Struktur Tabel Barang N Null, update cascade, delete no action, 2 nama_bara

ng

char 50 Not Null 3 id_jenis int 10 Foreign Key 10. Tabel Jenis_Barang

Tabel 10. Struktur Tabel Jenis_Barang N Null, update cascade, delete no action, 2 nama_jenis char 50 Not Null 11. Tabel Detail_Keluar

Tabel 11. Struktur Tabel Detail_keluar N Null, update cascade, jumlah>= 0 3.4. Perancangan Sistem

3.4.1. Diagram Konteks

Gambar dibawah ini merupakan gambar diagram konteks pada sistem ini mempunyai satu proses yaitu proses Sistem Manajemen Pengadaan Logistik Bencana.

Gambar 2. Diagram Konteks

3.4.2. DFD Level I

Gambar dibawah ini merupakan gambar DFD level 1 pada sistem ini proses Sistem Manajemen Pengadaan Logistik Bencana dipecah menjadi 5 proses yaitu : sistem informassi korban bencana, sistem informasi barang, sistem informassi permintaan, sistem informasi kebutuhan, sistem informasi donator.

Gambar 3. DFD Level 1

4. Implementasi Dan Pembahasan

Setelah melakukan analisa terhadap sistem dan perancangan sistem, maka yang selanjutnya yaitu melakukan implementasi sistem. Pada implementasi beberapa inputan masih merujuk ke sistem yang awal yaitu pada Naskah Publikasi di STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berjudul

Posko

Sistem Informasi Korban bencana

Data_korban

Sistem Informasi Barang

Barang_masuk

Barang_Keluar Input data Barang

Input data Korban

Sistem Informasi

Pemintaan Permintaan_Brg

Stok_Brg

Input data permintaan barang

Sistem Informasi Donatur Donatur

Data_Donatur Informasi Kebutuhan korban

Informasi Donatur

Sistem Informasi Kebutuhan BPBD

Informasi Bantuan Informasi kebutuhan korban Laporan Korban Bencana

Laporan Barang Masuk Laporan Barang Keluar Laporan Stok Barang

(5)

“Sistem Informasi Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Alam Berbasis Web pada Paguyuban Jalin Merapi” pada tahun 2012. Pada implementasi ini penulis hanya menampilkan fitur-fitur tambahan yang dianalisa dan dirancang sebelumnya.

4.1. Halaman Input Permintaan

Gambar dibawah ini merupakan gambar untuk menginputkan permintaan barang apa saja yang sesuai dengan kebutuhan korban, baik itu obat-obatan, selimut, susu atau pakaian. Dimana form ini di isi oleh kepala posko yang sebelumnya melakukan survey untuk mengetahui kebutuhan korban sehingga barang yang di inputkan akurat dan sesuai dengan kebutuhan korban.

Gambar 4. Halaman Input Permintaan

4.2. Halaman Detail permintaan

Gambar dibawah ini merupakan gambar untuk menginputkan permintaan

Gambar 5. Halaman Detail Permintaan

4.3. Halaman Output Permintaan

Gambar ini merupakan halaman cetak laporan yang akan di print perperiode. Laporan ini diberikan kepada Posko sehingga mengetahui apa-apa saja permintaan barang perperiode.

Gambar 3. Halaman Output Permintaan

5. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian dan perancangan yang penulis kerjakan dan berdasarkan dari rumusan masalah yang ada pada jurnal sebelumnya yaitu Naskah Publikasi di STMIK AMIKOM Yogyakarta yang berjudul “Sistem Informasi Pendistribusian Bantuan Korban Bencana Alam Berbasis Web pada Paguyuban Jalin Merapi” kesimpulan yang di dapat yaitu:

1. Perancangan sistem ini dapat menghemat biaya dan waktu dalam penyampaian informasi yang dibutuhkan

2. Sistem ini memberikan informasi kepada user sehingga informasi dapat dilakukan secara terbuka

3. Sistem ini menampilkan permintaan barang logistik, pendistribusian barang logistik dan laporan barang logistik sehingga ada transparansi informasi barang logistik.

6. Saran

Beberapa saran untuk sistem yang dirancang ini adalah :

1. Sistem ini harus dilengkapi dengan fitur-fitur terkait sehingga penggunaan sistem ini menjadi lebih optimal.

2. Setiap inputan harus disertai dengan fitur laporan sehingga data diolah secara transparansi dan akurat.

Daftar Pustaka

[1] Faya Mahdia dan Fiftin Noviyanto, 2013, Pemanfaatan Google Maps Api Untuk Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Bantuan Logistik Pasca Bancana Alam Berbasis Mobile Web” Jurnal Sarjana Teknik Informatika Volume 1 Nomor 1, hal 162-171

(6)

Manajemen Logistik Penanggulangan Bencana”

[3] Rika Ampuh Hadiguna Dan Agus Wibowo, 2012, Simulasi Sistim Logistik Bantuan Bencana Gempa–Tsunami: Studi

Kasus Di Kota Padang, Jurnal Teknik Industri, Vol. 13 No.2, hal 116-125 [4] Robert K. Leitch dan K. Roscoe Davis,

Gambar

Tabel 1. Struktur Tabel Donatur
Gambar 4. Halaman Input Permintaan

Referensi

Dokumen terkait

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Ilham Rizky Altarom, menyatakan bahwa skripsi dengan judul: Pengaruh Pemberian Kompensasi dan Motivasi Kerja Terhadap

Kultur bakteri uji ( Enteropathogenic Escherichia coli atau EPEC) yang telah ditumbuhkan dalam media Nutrient Agar (NA) berumur 24 jam disegarkan kembali dengan

Dalam misi ini peserta harus mengangkut beban dan akan mendapatkan poin jika dapat melewati satu rintangan tanpa menyentuh arena atau rintangan, mendapatkan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lele sangkuriang yang dipelihara di drum plastik menghasilkan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 3,51 dan bobot mutlak

Analisis identifikasi wilayah rawan pangan dengan metode deskriptif melui analisis : data pertanian yaitu persentase luas kerusakan areal pertanian (LK), persentase

Hasil analisis sidik ragam pada perlakuan pupuk faeces kambing ditemukan pengaruh sangat nyata (P < 0.01) terhadap kadar protein kasar, lemak kasar, serat kasar,

bahwa basis yang digunakan adalah pendidikan madani yang memberdayakan- membebaskan. Basis pembaruan ini berupa pendidikan dengan fondasi religius, demokasi, membangun

Penggunaan tanda baca yang tidak dapat dibenarkan terdapat dalam kalimat… (A) Sejak masa reformasi sampai kini,.. aksi demonstrasi hampir menjadi tontonan