• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 PENGETAHUAN REMAJA USIA 16 – 18 TAHUN TENTANG SENAM OTAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "1 PENGETAHUAN REMAJA USIA 16 – 18 TAHUN TENTANG SENAM OTAK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENGETAHUAN REMAJA USIA 16

18 TAHUN TENTANG SENAM OTAK

Suryono

Dosen Akper Pamenang Pare–Kediri

Gymnastics of brain is connecting an exercise line up of the simple body movement that movement is made for stimulating left-brain and right-brain; lighting or relaxing back brain and part of front-brain; stimulates system which is caught with feeling or emotional, that are middle-brain also big-brain. The purpose of gymnastics of brain is for knowing of describing knowlegment of teenager from 16–18 years old about gymnastics of brain.

Research designwhich is used is deskriptif. The population is all of the teenager at SMK Putra Harapan, are 90 student. The sample is part of the teenager 16 18 years old are 20 respondens.

Taken sample using quesioner then analized using taking data.

The result show that knowlegment of teenager 16 18 years old about gymnastics brain is an

enought knowledge are 14 respondens (70% ).

The knowledge is one of factors that influences the describing knowlegement of teenager about of gymnastics brain. There is a knowledge that good important describing knowledgement of teenager about gymnastics brain will increase a good knowlegment. From the result above, so is advised for teenager in order to increase knowlegment about gymnastics brain by healthy.

Keywords : knowledge, teenager and gymnastics brain.

Latar Belakang

Remaja malas untuk belajar karena disebabkan ketidakmampuan mengemukakan atau mengkomunikasikan segala keinginannya atau ia tidak mampu memusatkan perhatiannya untuk belajar. Kondisi ini akan membuat remaja mengalami kesulitan didalam kelas atau dirumah.Bahkan remaja mungkin akan tertinggal dalam satu atau beberapa mata pelajaran tertentu. Tidak hanya remaja yang merasa tertekan orang tuanya pun mungkin akan merasa kebingungan atas apa yang dihadapi oleh anaknya. Malas belajar yang tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan berbagai gangguan emosional yang akan berdampak lebih buruk lagi bagi perkembangan kualitas hidup remaja dikemudian hari.

Angka kejadian kesulitan belajar mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Angka kejadian pada sekolah umum di Amerika Serikat pada tahun 1976–

1977 sebesar 18% (Lyon dkk, 2001). Pada tahun 1996 diperkirakan 5 – 6% anak usia 6 hingga 18 tahun di Amerika Serikat mengalami kesulitan belajar. Hasil penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa dari 3.215 murid kelas satu hingga kelas enam SD DKI Jakarta terdapat 16,52% siswa yang dinyatakan sebagai murid

kesulitan belajar oleh guru (Abdurrahman,M,1999). Dari studi awal di SMK Putra Harapan Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri pada tahun 2013 yang dilakukan peneliti pada tanggal 03 Oktober 2013 didapatkan data dari 20 responden ada 4 remaja (20%) yang mengerti mengenai pengetahuan tentang senam otak, 6 remaja ( 30% ) lainnya kurang mengerti mengenai pengetahuan tentang senam otak, sedangkan 10 remaja (50 %) tidak mengerti mengenai pengetahuan tentang senam otak seperti pengertian senam otak dan manfaat senam otak.

(2)

demi nilai bukan mengajarkan kepada anak akan kesadaran dan tanggung jawab anak untuk belajar selaku pelajar. Akibat dari tuntutan itu tidak sedikit remaja yang stres dan sering marah–marah (ngambek) sehingga nilai yang berhasil ia peroleh kurang memuaskan. Sikap dari teman juga menjadi faktor remaja malas belajar, ketika seorang remaja berinteraksi dengan teman – temannya disekolah tentunya secara langsung remaja bisa memperhatikan satu sama lainnya. Sikap, perlengkapan sekolah, pakaian dan aksesoris lainnya. Sayangnya tidak semua remaja disekolah memiliki sikap atau perilaku yang baik dengan teman – teman lainnya. Secara tidak langsung membuat iri teman – temannya yang tidak mampu. Pada akhirnya ada remaja yang menuntut pada orangtuanya untuk dibelikan perlengkapan sekolah yang serupa dengan temannya. Bilamana tidak dituruti maka dengan cara malas belajarlah sebagai upaya untuk dikabulkan permohonannya. Dan faktor pergaulan, pergaulan menjadi faktor remaja malas belajar. Sikap seorang remaja dipengaruhi oleh dengan siapa ia bergaul. Kalau bergaul dengan teman–teman yang malas belajar remaja juga bisa berpengaruh sehingga dapat menyebabkan remaja malas belajar, tidak masuk sekolah tanpa alasan dan juga dapat berakibat remaja bisadrop outdari sekolah.

Mengatasi keberhasilan seorang remaja dalam pendidikannya tidak lepas dari campur tangan orangtua sebagai pendidik utama dan guru sebagai pengganti orangtua disekolah. Remaja daalm mengembangkan segala potensi yang dimilikinya membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya, terutama para pendidik maupun orangtua. Oleh karena itu tidaklah berlebihan apabila sering kita jumpai beberapa media masa membahas pentingnya kerja sama guru dengan orangtua dalam membantu anak didiknya untuk mengembangkan semua potensi yang ada semaksimal mungkin. Dengan kata lain dalam proses belajarnya dibutuhkan peranan orangtua maupun guru untuk membantu tercapainya pengembangan itu. Dengan cara mencari informasi mengapa remaja malas untuk belajar yaitu orangtua sebaiknya bertanya langsung kepada anaknya guna memperoleh informasi yang tepat mengenai dirinya. Carilah situasi dan kondisi yang tepat untu dapat berkomunikasi secara terbuka dengannya. Setelah itu ajaklah remaja untuk mengungkapkan penyebab ia malas belajar dan sering tidak masuk sekolah. Dan dengan cara menciptakan kedisiplinan. Orangtua yang sudah terbiasa

menampilkan kedisiplinan dalam kehidupan sehari –

hari akan dengan mudah diikuti oleh anaknya. Orangtua dapat menciptakan disiplin dalam belajar yang dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

Berdasarkan uraian diatas maka maka penulis tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang

“Pengetahuan Renaja Usia 16 – 18 Tahun Tentang Senam Otak Di SMK Putra Harapan Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2013“.

Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian diatas, maka rumusan

masalahnya adalah “Bagaimana Pengetahuan Remaja

Usia 16 – 18 Tahun Tentang Senam Otak Di SMK Putra Harapan Kecamatan Plemahan Kabupaten

Kediri?”

Tujuan Penelitian

Mengetahui Deskripsi Pengetahuan Remaja Usia 16 – 18 Tahun Tentang Senam Otak Di SMK Putra Harapan Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2013.

Desain Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, desain yang digunakan adalah diskriptif, karena peneliti hanya menggambarkan dukungan lansia dalam meningkatkan harga diri lansia.

Variabel dalam peneitian ini menggunakan variable tunggal yaitu Pengetahuan Remaja Usia 16–

18 Tahun Tentang Senam Otak.

Populasi dalam peelitian ini adalah seluruh Remaja Usia 16 – 18 Tahun di SMK Putra Harapan Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri sejumlah 93 siswa.

Tehnik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling yang berarti tehnik pemilihan sampel secara sederhana dimana nama setiap anggota populasi diundi untuk kemudian diambil secara acak dan ditentukan sebagai sampel hingga jumlah sampel terpenuhi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Editing, Coding, Scoring, dan Tabulating.

Hasil Penelitian

(3)

Kediri dengan batas sebelah barat Desa Kedung Malang Kecamatan Papar dan sebelah Timur Desa Kayen Lor Kecamatan Plemahan. Di SMK Putra Harapan jumlah seluruh siswa laki–laki sebanyak 86 siswa dan jumlah siswa perempuan sebanyak 32 siswa jadi jumlah seluruh siswanya 118 siswa dan guru berjumlah 22 orang serta terdapat 7 kelas. Terdapat juga fasilitas seperti ruang laboratorium komputer, ruang praktek motor, ruang praktek listrik.

1. Data Umum

a. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin

Pada diagram lingkaran diatas menunjukkan antara laki – laki dan perempuannya berjumlah sama, yaitu sebanyak 20 responden (50%).

b. Karakteristik responden berdasarkan umur

Diagram lingkaran diatas menunjukkan sebagian besar siswa berumur 16 tahun, yaitu sebanyak 9 responden ( 45% ).

c. Karakteristik responden berdasarkan yang sudah pernah mendapatkan atau belum informasi

Diagram lingkaran diatas menunjukkan hampir seluruh siswa yaitu 16 responden (80%) belum pernah mendapatkan informasi.

2. Data Khusus

Pengetahuan Remaja Usia 16–18 Tahun Tentang Senam Otak Di SMK Putra Harapan Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2014

(4)

Pembahasan

Pengetahuan Remaja Usia 16 18 Tahun Tentang Senam Otak Di SMK Putra Harapan Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri Tahun 2014.

Data penelitian menunjukkan bahwa dari 20 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (70%), responden yang memiliki pengetahuan kurang sebanyak 3 responden (15%) dan responden yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 3 responden (15%).

Pengetahuan merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indra manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya informasi, informasi memberikan pengaruh terhadap pengetahuan seseorang, seseorang yang turut serta dalam penyuluhan bukan mustahil pengetahuannya lebih baik bila dibandingkan dengan yang tidak mengikutinya ( Notoatmodjo, 2003).

Data diatas menunjukkan bahwa pengetahuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah adanya informasi dari orang lain maupun media massa. Seseorang yang turut serta dalam penyuluhan bukan mustahil pengetahuannya lebih baik dibandingkan dengan yang tidak mengikutinya. Asumsi ini dapat dibuktikan dengan hasil kuesioner tentang pengetahuan senam otak usia 16 – 18 tahun yang diberikan kepada responden. Responden yang sudah pernah mendapatkan informasi 4 responden (20%) sebagian besar mendapatkan hasil skor pengetahuan baik yaitu sebanyak 3 responden ( 75% ). Kebanyakan pengetahuan yang paling baik diketahui mereka adalah tentang pengertian senam otak dan penegetahaun yang kurang diketahui adalah tentang gerakan–gerakan senam otak.

Tehnik khusus untuk merangsang dan mengasah otak kanan diantaranya mendengarkan musik, menggambar atau membuat coretan warna–warni dan membaca buku fiksi. Sedangkan tehnik khusus untuk mengasah otak kiri diantaranya adalah tidak tergantung pada kalkulator, pelajari hal yang tidak biasa, mengisi teka – teki silang dan bermain catur. (Gunadi, Tri. 2010). Sementara pengetahuan dipengaruhi oleh salah satunya adalah informasi (Notoatmodjo, 2003), karena

siswa kurang informasi sehingga pengetahuannya kurang.

Sebaiknya siswa mencari informasi khususnya tentang senam otak, sehingga siswa dapat mengerti apa pengertian senam otak dan manfaat senam otak dan untuk tempat penelitian sebaiknya yang bertugas ditempat tersebut memberikan informasi tentang senam otak.

Kesimpulan

Hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang berjudul Pengetahuan Remaja Usia 16 – 18 Tahun Tentang Senam Otak di SMK Putra Harapan Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri pada tanggal 23 April 2014 didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan remaja tentang senam otak dari 20 responden, sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup sebanyak 14 responden (70%), sebagian memiliki pengetahuan cukup sebanyak 3 responden (15%) dan sebagian memiliki pengetahuan baik sebanyak 3 responden (15%). Maka sebaiknya remaja mencari informasi bisa melalui internet dan buku agar pengetahuannya bertambah menjadi baik.

Saran

1. Bagi tempat penelitian

Perlunya penyuluhan kesehatan disekolah–sekolah guna menerapkan ilmu yang didapat sehingga bisa membantu meningkatkan pengetahuan remaja pada khususnya tentang senam otak.

2. Bagi petugas kesehatan

Terus melakukan penyuluhan pada remaja tentang senam otak di sekolah–sekolah.

3. Bagi responden

Meskipun pengetahuan tentang senam otak masuk kategori cukup, remaja harus tetap meningkatkan pengetahuannya.

DAFTAR PUSTAKA

Dennison, Paul dan Gail E. Dennison. Gym ( Senam otak ) Gerakan Sederhana untuk Belajar dengan Keseluruhan Otak. 2002. Jakarta : Penerbit PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

(5)

Halim, Sahda. Senam Otak. 2011. Yogyakarta : Penerbit Cakrawala.

Meliono, Irmayanti, dkk. MPKT Modull. 2007. Jakarta : Lembaga Penerbit FEUI.

Muzakkir, Ahmad dan Sutrisno Joko. Psikologi Pendidikan. 2004. Bandung : Penerbit CV Pustaka Setia.

Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. 2008. Bandung : Alfabeta.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam otak ( brain gym ) pada keseimbangan lansia di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Pasuruan... Mengidentifikasi

Hasil uji beda pengaruh dengan uji Mann Whitney diperoleh nilai p = 0,001 Kesimpulan: Ada pengaruh senam otak terhadap keseimbangan dinamis pada anak usia 7-8 tahun.

Hasil dari penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan pemberian latihan senam otak untuk meningkatkan keseimbangan dinamis anak sekolah dasar usia

pengaruh senam vitalitas otak terhadap daya ingat pada lansia demensia.

PENGARUH KEGIATAN SENAM OTAK TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR ANAK USIA 5-6 TAHUN.. DI TK AL-IHSAN KEC MEDAN PETISAH

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dimana hasil yang didapatkan sebelum senam otak dan setelah senam otak pada kelompok perlakuan dimana p = 0,000 atau p <

Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk dapat melanjutkan penelitian ini dengan membandingkan keefektifan hasil stimulasi dari senam otak maupun senam irama dengan

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Setianingsih, dkk 2016 tentang Peningkatan Kecerdasan Kinestetik Anak Usia 4-5 Tahun Melalui Senam Otak Di Pendidikan Anak Usia Dini Kasih Ibu