• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN TERHADAP NOTARIS DAN KEWENANGANNYA DALAM UNDANG-UNDANG JABATAN NOTARIS A. Karakteristik Notaris - Kekuatan Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Dikaitkan Dengan Kewenangan Notaris Dalam Legalisasi Dan Waarmerking Berdasarkan UU No. 30 Tahun 20

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB III TINJAUAN TERHADAP NOTARIS DAN KEWENANGANNYA DALAM UNDANG-UNDANG JABATAN NOTARIS A. Karakteristik Notaris - Kekuatan Pembuktian Akta Di Bawah Tangan Dikaitkan Dengan Kewenangan Notaris Dalam Legalisasi Dan Waarmerking Berdasarkan UU No. 30 Tahun 20"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Notaris dan PPAT diberi kewenangan untuk membuat surat kuasa membebankan hak tanggungan (SKMHT) berdasarkan pasal 15 ayat (1) Undang-undang Nomor 4 Tahun 1996. Dengan

Akta di bawah tangan yang telah memperoleh legalisasi dari notaris membantu hakim dalam hal pembuktian karena dengan diakuinya tandatangan tersebut maka isi akta pun

Kekuatan pembuktian akta di bawah tangan sebagai alat bukti dalam proses persidangan di pengadilan yang dihubungkan dengan wewenang notaris dalam

Kewenangan notaris dalam hal me-register ( Waarmerrking) suatu akta dibawah tangan hanya sebatas mendaftarkan akta dibawah tangan yang telah dibuat oleh para pihak

Kekuatan pembuktian akta di bawah tangan sebagai alat bukti dalam proses persidangan di pengadilan yang dihubungkan dengan wewenang notaris dalam

Akta di bawah tangan yang telah memperoleh Waarmerken , dari Notaris memiliki kekuatan hukum yang sembuprana karena diakuinya tandatangan dan tanggal akta, maka isi

Fungsi dari legalisasi notaris atas akta dibawah tangan ialah untuk menjamin kepastian tanggal dan tanda tangan para pihak, dan isi akta tersebut dijelaskan oleh

Jika dimungkinkan ada kekurangan pada akta dibawah tangan sebagai bukti tertulis segera untuk melengkapi alat bukti lainnya, karena suatu akta yang dibuat dibawah