• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN WAKTU DALAM BEKERJA suatu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN WAKTU DALAM BEKERJA suatu "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RPI

Ryan Nathanael Sembiring Npk. 179961792

MANAJEMEN WAKTU DALAM BEKERJA

I. PENGERTIAN MANAJEMEN WAKTU

Istilah manajemen berasal dari kata management (Bahasa Inggris), berasal dari kata “to manage” yang artinya mengurus atau tata laksana. Sehingga manajemen dapat diartikan bagaimana cara mengatur, membimbing dan memimpin semua orang yang menjadi bawahannya agar usaha yang sedang dikerjakan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak ahli yang memberikan definisi tentang manajemen, diantaranya:

1). Harold Koontz & O’ Donnel.

dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan, Manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain” (Dayat, n.d,p.6).

2). George R. Terry.

dalam buku dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: Manajeman adalah suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya” (Dayat, n.d,p.6).

3). Thomas

Manajemen perusahaan adalah ilmu dan seni memadukan ide-ide, fasilitas, proses, bahan dan orang-orang untuk menghasilkan barang atau jasa yang bermanfaat dan menjualnya dengan menguntungkan.

4). G.R. Terri.

Manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaran-sasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.

5). James A. F. Stoner.

Manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usaha-usaha) anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

(2)

Manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Pengertian manajemen waktu menurut KBBI merupakan seluruh rangkaian saat ketika proses, pembuatan atau keadaan berada/berlangsung. Manajemen waktu merupakan alat yang efektif untuk membantu seseorang maupun organisasi. Manajemen waktu dapat dibantu dengan berbagai keterampilan, peralatan, dan tekhnik yang digunakan untuk mengelola waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas tertentu, dengan tujuan sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Manajemen waktu meliputi cakupan yang luas dari kegiatan dan ini termasuk perencanaan, mengalokasikan, menetapkan tujuan, delegasi, analisis waktu yang dihabiskan, penentuan, pengorganisasian, penjadwalan, dan prioritas.

II. FUNGSI dan TUJUAN MANAJEMEN WAKTU

Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari manajemennya. Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan.

Pembagian fungsi manajemen menurut beberapa ahli manajemen, di antaranya yaitu :

1. Menurut Dalton E.M.C. Farland (1990) dalam “Management Principles and Management”, fungsi manajemen terbagi menjadi :

• Perencanaan (Planning).

• Pengorganisasian (Organizing). • Pengawasan (Controlling).

2. Menurut George R. Ferry (1990) dalam “Principles of Management”, proses manajemen terbagi menjadi :

• Perencanaan (Planning).

• Pengorganisasian (Organizing). • Pengawasan (Controlling). • Pelaksanaan (Activating).

3. Menurut H. Koontz dan O’Donnel (1991) dalam “The Principles of Management”, proses dan fungsi manajemen terbagi menjadi :

• Perencanaan (Planning).

(3)

• Pengawasan (Controlling). • Pengarahan (Directing).

2.1. Fungsi – Fungsi Manajemen l) Fungsi perencanaan

Pada hakekatrya perencanaan merupakan proses pengambilan keputusan yang merupakan dasar bagi kegiatan-kegiatan/tindakan-tindakan ekonomis dan efektif pada waktu yang akan datang. Pross ini memerlukan pemikiran tentmg apa yang perlu dikerjakan, bagaimana dan di mana suatu kegiatan perlu dilakukan serta siapa yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaannya.

2) Fungsi pengorganisasian

Fungsi Pengorganisasian dapat didefinisikan sebagai proses menciptakan hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, personalia dan faktor fisik agar kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan disatukan dan diarahkan pada pencapaian tujuan bersama.

3) Fungsi pengarahan

Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah dan motivasi pada personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut.

4) Fungsi pengkoordinasi

Suatu usaha yang terkoordinir ialah di mana kegiatan karyawan itu harmonis. terarah dan diintergrasikan menuju tujuan-tujuan bersama. Koordinasi dengan demikian sangat diperlukan dalam organisasi agar diperoleh kesatuan bertindak dalam rangka pencapaian tujuan organisasi.

5) Fungsi pengawasan

Fungsi pengawasan pada hakekatnya mengatur apakah kegiatan sesuai dengan persyaratan-persyaratan yang ditentukan dalam rencana. Sehingga pengawasan membawa kita pada fungsi perencanaan. Makin jelas. lengkap serta terkoordinir rencana-rencana makin lengkap pula pengawasan.

2.2. TUJUAN MANAJEMEN WAKTU

Dengan pengelolaan waktu yang benar/efektif, karyawan/pimpinan akan punya waktu lebih banyak untuk mengerjakan tugas pekerjaan sesuai dengan bidang tugasnya. Tujuan manajemen waktu adalah untuk mengubah perilaku kita dari waktu ke waktu untuk mencapaia apapun tujuan umum yang telah ditetapkan, seperti meningkatkan produktifitas atau mengurangi stres.

Tujuan manajemen yang lainnya adalah :

 Membuat pekerja atau karyawan bekerja menjadi lebih efektif.  Agar tercapai ketentraman dan keseimbangan dalam hidup.  Menyusun jadwal harian agara dapat berjalan dengan baik.

(4)

 Tercapainya tujuan suatu organisasi karena tersusunnya jadwal waktu setiap pelaksanaan kegiatan.

 Menjadikan seseorang lebih disiplin.

 Mendorong terciptanya sikap positif akan perubahan dalam diri.  Berkurangnya penolakan terhadap perubahan.

III. PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN WAKTU

Prinsip manajemen adalah dasar-dasar atau pedoman kerja yang bersifat pokok yang tidak boleh diabaikan oleh setiap manajer/pimpinan. Dalam prakteknya harus diusahakan agar prinsip-prinsip manajemen ini hendaknya tidak kaku, melainkan harus luwes, yaitu bisa saja diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan.

Prinsip-prinsip manajemen terdiri atas :

1. Pembagian kerja yang berimbang.

Dalam membagi-bagikan tugas dan jenisnya kepada semua kerabat kerja, seorang manajer hendaknya bersifat adil, yaitu harus bersikap sama baik dan memberikan beban kerja yang berimbang.

2. Pemberian kewenangan dan rasa tanggung jawab yang tegas dan jelas.

Setiap kerabat kerja atau karyawan hendaknya diberi wewenang sepenuhnya untuk melaksanakan tugasnya dengan baik dan mempertanggung jawabkannya kepada atasan secara langsung.

3. Disiplin

Disiplin adalah kesedian untuk melakukan usaha atau kegiatan nyata (bekerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya) berdasarkan rencana, peraturan dan waktu (waktu kerja) yang telah ditetapkan.

4. Kesatuan perintah

Setiap karyawan atau kerabat kerja hendaknya hanya menerima satu jenis perintah dari seorang atasan langsung (mandor/kepala seksi/kepala bagian), bukan dari beberapa orang yang sama-sama merasa menjadi atasan para karyawan/kerabat kerja tersebut.

5. Kesatuan arah

Kegiatan hendaknya mempunyai tujuan yang sama dan dipimpin oleh seorang atasan langsung serta didasarkan pada rencana kerja yang sama (satu tujuan, satu rencana, dan satu pimpinan). Jika prinsip ini tidak dilaksanakan maka akan timbul perpecahan diantara para kerabat kerja/karyawan. Karena ada yang diberi tugas yang banyak dan ada pula yang sedikit, padahal mereka memiliki kemampuan yang sama (Dayat,n.d,pp.7-9).

Manajemen adalah proses pencapaian tujuan melalui kerja orang lain. Dengan demikian berarti dalam manajemen terdapat minimal 4 (empat) ciri, yaitu:

(5)

3. Ada yang dipimpin (bawahan) 4. Ada kerja sama.

IV. MENENTUKAN URUTAN PRIORITAS

Manajemen waktu yang baik adalah dengan membuata data aktifitas atau pekerjaan dan menentukan skala prioritas dari setiap pekerjaan tersebut. Disini perlu diketahui bahwa setiap pekerjaan pastilah penting namun dari pekerjaan yang penting, ada pekerjaan yang lebih penting, yaitu pekerjaan yang mendesak. Letakkanlah aktifitas yang paling penting pada daftar yang paling atas untuk segera dikerjakan baru diikuti dengan daftar urutan pekerjaan yang lain yang kurang prioritasnya. Kemudan buatlah atau tulis kegiatan yang harus dilakukan. Dengan menulis kegiatan, kita dapat mengetahui dan mengingat kegiatan apa saja yang harus dilakukan. Mengelompokkan kegiatan yaitu menentukan kegiatan mana yang penting dan tidak terlalu penting untuk dilakukan. Mengerjakan pekerjaan yang penting lebih dulu. Tetapkan prinsip-prinsip jika kita bisa lakukan sekarang untuk apa menunggu esok-esok hari. Walaupun deadline pekerjaan kita masih lama, kita sebaiknya jangan menunda-nunda pekerjaan. Jangan berfikir bahwa masih ada waktu. Hindari melakukan hal-hal yang tidak penting.

Kunci dalam menentukan prioritas adalah dengan mengidentifikasikan apa yang penting dari aktifitas kita secara tepat dan menentukannya sebagai prioritas. Cara mengatur prioritas kerja adalah salah satu jenis keterampilan yang harus dimiliki oleh pekerja profesional atau profesi lainnya. Kemampuan ini mesti dimiliki oleh mereka yang berada disemua level dari staff, manajer, sampai ke direktur sekalipun. Kendala yang pasti dihadapi apabila prioritas tidak diterapkan di dunia kerja mungkin terasa berat pekerjaan itu karena banyak yang harus diselesaikan. Konsentrasi semakin buyar dan tak satu pun pekerjaan selesai dengan baik. Demikian hal nya kalu seorang pekerja bisa membagi waktu dan memprioritaskan pekerjaannya dan akan yakin dengan kemampuan diri sendiri dan akan berani mencoba hal/tantangan baru.

Langkah yang harus dilakukan untuk mendapatkan prioritas :

 Tuliskan seluruh kegiatan dan tugas-tugas pada hari ini. Caranya : buatlah daftar segala sesuatu yang ingin dilakukan pada hari ini, bersama dengan batas waktu yang dimiliki, jangan hanya mengandalkan ingatan maka tulislah diatas kertas.

 Berikan nilai ‘’PENGARUH’’ untuk setiap tugas atau kegiatan yang ditulis

diatas. Gunakanlah skala 1-10 dimana nilai 1 artinya kegiatan tersebut ‘’tidak penting’’ dan 10 artinya ‘’sangat penting’’.

 Kelompokkan menurut urutan “kepentingannya”. Tentukan peioritas ‘’A’’ untuk tugas-tugas dengan nilai diatas 7, prioritas ‘’B’’ untuk nilai-nilai antara 4-6, dan prioritas ‘’C’’ untuk nilai dibawah 3.

(6)

Evaluasi merupakan tes atas tingkat penggunaan dan fungsionalitas sistem. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kecocokan dengan permintaan pengguna/tujuan pengguna dan untuk melihat apakah hasil rancangan dengan proses uji coba sistem telah dibuat sesuai dengan penggunaan.

Tujuan adanya evaluasi :

 Melihat seberapa jauh sistem berfungsi.

 Supaya dapat mengukur kinerja dari pengguna untuk melihat keefektifan sistem dalam mendukung tugas.

Mengevaluasi penggunaan waktu berarti penilaian atau penafsiran. Evaluasi adalah proses penilaian, penilaian ini bisa menjaid netral, positif negatif atau merupakan gabungan dari keduanya. Evaluasi pemanfaatan waktu sehari untuk mengenali bagaimana cara memanfaatkan waktu dalam sehari, maka kita dapat mengevaluasi dengan bertanya kepada diri sendiri. Saat waktu dievaluasi biasanya orang yang mengevaluasi mengambil keputusan tentang nilai atau manfaatnya. Jadi, mengevaluasi waktu berarti kita mengevaluasi hal-hal yang telah dan kelak akan dilakukan.

Untuk mengenali bagaimana kita dapat mengevaluasi kegiatan dengan bertanya kepada diri sendiri, antara lain :

 Berapa banyak waktu yang digunakan untuk melakukan perencanaan ?  Berapa banyak waktu yang dimanfaatkan untuk pekerjaan optimal ?

 Berapa banyak waktu untuk membaca, mengevaluasi, dan berbagi atas sesuatu pengetahuan dan pengalaman (belajar).

 Berapa banyak waktu yang dimanfaatkan untuk perjalanan menuju

tempat bekerja dan pulang kembali ke rumah ?

 Berapa banyak waktu untuk beristirahat, berolahraga, dan bersantai (sejenak) ?

 Berapa banyak waktu yang dimanfaatkan untuk keluarga ?

Dengan melakukan evaluasi manajemen waktu, maka kita dapat mengenali bagaimana penggunaan dalm sehari sehingga dapat menemukan hal-hal mana saja yang berlebihan porsi waktunya.

 Evaluasi penerapan jadwal  Tuliskan aktifitas tetap

 Tambahkan waktu belajar tetap  Tambahkan waktu belajar fleksibel

 Tambahkan waktu untuk kegiatan ekstrakulikuler dan kegiatan pribadi

 Tambahkan waktu untuk rileksi

 Buat skala prioritas dari setiap kegiatan

(7)

 Apakah pengerjaannya selama ini sudah efisien ?

 Apakah kita dapat mengerjakannya dengan lebih cepat ?

 Apa yang dapat kita lakukan untuk dapat mengoptimalkan aktifitas tersebut ?

 Alokasikan waktu untuk setiap kegiatan

Evaluasi waktu bisa digunakan dalam sejumlah kelompok, misalnya waktu untuk keluarga, waktu untuk bekarja, dan waktu untuk pengembangan diri.

VI. HAL YANG PENTING DALAM MENGELOLA WAKTU

Berikut ini merupakan hal-hal penting yang harus diperhatikan agar manajemen waktu yang kita lakukan dapat lebih efektif.

1. Mempelajari tujuan, rencana, dan prioritas.

2. Membuat rencana kerja priodik, dapat berupa rencana harian. 3. Menentukan hal yang dapat didelegasikan pada orang lain.

4. Melakukan prioritas (yang terpenting) dan yang paling dekat batas waktunya.

5. Memberi tanda pada hal-hal yang telah selesai.

6. Memindahkan hal-hal yang belum tuntas pada rencana harian berikutnya. 7. Menyiapkan tabel kerja harian di awal atau di akhir hari sebelumnya. 8. Membuat tabel yang praktis agar mudah dibawa.

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan Tata Kerja pada Bagian Tata Usaha Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara bertujuan untuk disiplin kerja, pembagian tugas dan tanggung jawab dalam bekerja,

penempatan pegawai kantor berdasarkan kwalifikasi masing-masing sesuai dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya dalam suatu jabatan atau pekerjaan.. pelatihan bagian

b. Bekerja secara transparan, yaitu setiap Pegawai bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Namun

adalah kompetensi yang diperlukan oleh setiap Pegawai Negeri Sipil yang menduduki jabatan structural sesuai dengan bidang tugas/pekerjaan yang menjadi tanggung

Mahasiswa yang bekerja dengan adanya aktivitas pekerjaan membuat mahasiswa lupa akan tugas utamanya yakitu belajar, hal ini disebabkan mahasiswa merasa sudah

Karyawan CV Mega Jaya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dituntut bekerja sesuai dengan visi dan misi perusahaan, perusahaan juga selalu berusaha untuk

Organisasi dalam menjalankan kegiatannya tidak lepas dari Sumber Daya Manusia yang selalu terikat dalam tugas dan tanggung jawabnya, jika suatu perusahaan telah

 Melaksanakan kegiatan suatu pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan rencana yang telah ditentukan..  Mengajukan permintaan kebutuhan bahan, alat dan