• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Ekonomi Sosial dan Budaya Amer

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kebijakan Ekonomi Sosial dan Budaya Amer"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Pertama-tama kami panjatkan puja dan puji serta syukur terhadap kehadirat Allah

SWT atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya,

sehingga kami dapat menyelesaikan makalah dengan judul ”"Kebijakan Ekonomi, Sosial, dan

Budaya Amerika Serikat Terhadap Amerika Latin di Masa Pemerintahan Presiden Barack

Obama”.

Dalam penyusunannya, kami memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena

itu kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kedua orang tua dan

segenap keluarga yang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu

besar.

Meskipun kami berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,

namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang

membangun agar makalah ini dapat menjadi lebih baik lagi untuk ke depannya.

Akhir kata, kami berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.

Jakarta, Oktober 2015

(2)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR... 1

DAFTAR ISI... 2

BAB I PENDAHULUAN... 3

1.1. Latar Belakang... 3

1.2. Rumusan Masalah... 4

1.3. Tujuan Penulisan... 4

1.4. Manfaat Penulisan... 4

1.5. Sistematika Penulisan... 5

BAB II KERANGKA TEORI... 6

2.1. Pengambilan Keputusan... 6

BAB III PEMBAHASAN EKONOMI... 8

3.1. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat masa Presiden Barack Obama Terhadap Kawasan Amerika Latin... 9

3.2. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat Terhadap Venezuela... 11

BAB IV PEMBAHASAN SOSIAL BUDAYA... 13

3.1. Kebijakan Obama terhadap Amerika Latin... 13

3.2. Katolik di Amerika Latin... 14

3.3. Gender di Amerika Latin... 14

BAB V PENUTUP... 16

(3)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Memasuki abad ke-20, Amerika Latin menghadapi ketakutan akan intervensi dari

Amerika Serikat lebih dari intervensi yang dilakukan oleh Eropa. Amerika Serikat di bawah

kepemimpinan Presiden Barrack Obama memberikan warna baru terhdap kebijakan luar

negeri Amerika Serikat . Secara umum strategi yang digunakan oleh Presiden Barrack Obama

cenderung soft power yang lebih membahasa perihal ekonomi dan sosial budaya.

Apa yang membuat Amerika Serikat tertarik terhadap Amerika Latin? Kekayan sumber

daya alam yang dimiliki Amerika Latin, yaitu banyaknya pasokan minyak dan gas bumi yang

menguntungkan bagi Amerika Serikat. Sehingga, banyak negara Amerika Latin menjadi

mitra kerja yang kuat bagi Amerika Serikat.

Istilah Amerika Latin menggambarkan kawasan Amerika yang cukup luas merujuk

terdapat 34 negara di dalamnya yang membentang dari pesisir barat dan bagian selatan

Amerika Serikat. Sebuah kesimpulan dari investigasi telah menunjukkan bahwa Amerika

Latin sangatlah penting bagi Amerika Serikat dan akan lebih penting lagi dikemudian hari

seiring dengan sistem internasional yang terus berkembang menjadi kekuatan sentral yang

menyeluruh dan juga uji kompetisi ideologi keseimbangan politik. Sekali terisolasi atau

keluar dari politik internasional umum, Amerika Latin terperangkap dalam arus yang penuh

dengan kompetisi dan konflik tersebut. Amerika Serikat memiliki tonggak penting dalam

membina stabilitas politik, kematangan kelembagaan, dan pembangunan ekonomi

negara-negara Amerika Latin. Dalam rangka pengembangan kebijakan yang dapat berkontribusi

sampai akhir, perlunya konsensus berbasis luas untuk memenuhi kepentingan vital Amerika

Serikat pada Amerika latin.1

Dapat dlihat pada paska Perang Dunia ke I, reaksi Amerika Serikat terhadap intervensi

di Amerika Latin lebih lambat dibandingkan dengan apa yang Amerika Serikat lakukan di

Eropa dan Asia. Sekertaris Negara Charles Evan Hughes kepada yang telah ditugaskan oleh

Presiden Warren G. Harding untuk mengontrol kebijakan Amerika Latin tidak berlebihan

dalam menanggapi urusan Amerika Latin seperti apa yang ia lakukan di Konferensi Angkatan

Laut Washington (Washington Naval Conference). Washington Naval Conference ini

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 1

(4)

merupakan konferensi internasional pertama yang diadakan di Amerika Serikat dengan tujuan

nya yaitu pergerakan pelucutan senjata serta adanya kepentingan khusus di Asia Timur dan

Samudera Pasifik. Ini terlihat mengejutkan semenjak Perang Dunia I menutup segala

kemungkinan yang ada atas intervensi Eropa ke Amerika Latin. Bukan hanya kekuatan Eropa

yang melemah, tetapi banyak negara-negara Amerika Latin telah tumbuh lebih kuat

dibandingkan yang sebelumnya. Amerika Serikat tidak lagi menggunakan kebijakan

Roosevelt Corollary untuk menutupi segala intervensi nya karena terlihat cukup jelas bahwa

intervensi Amerika Serikat paska Perang Dunia I bukan untuk mencegah intervensi dari

Eropa akan tetapi untuk melindungi kepentingan politik dan ekonomi Amerika Serikat. 2

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat disimpulkan bahwa hal yang

menjadiIrumusan masalah dalam makalah ini adalah:

Bagaimana pengaruh kebijakan Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden

Barrack Obama terhadap kawasan Amerika Latin?

1.3. Tujuan

Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah:

1. Memaparkan pengaruh dari kebijakan Amerika Serikat pada masa pmerintahan

Presiden Barrack Obama terhadap kawasan Ameika Latin perihal ekonomi dan sosial

budaya.

2. Mengkritisi kebijakan Amerika Serikat pada masa pmerintahan Presiden Barrack

Obama terhadap kawasan Amerika Latin perihal ekonomi dan sosial budaya .

1.4. Manfaat

Adapun manfaat dari pembutan makalah ini adalah:

1. Memahami pengaruh dari kebijakan Amerika Serikat pada masa pemerintahan

Presiden Barrack Obama terhadap kawasan Amerika Latin perihal ekonomi dan sosial

budaya.

2. Memiliki kritik terhadap kebijakan Amerika Serikat pada masa pemerintahan

Presiden Barrack Obama terhadap kawasan Amerika Latin perihal ekonomi dan sosial

budaya.

"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

(5)

1.5. Sistematika Penulisan BAB I: Pendahuluan

Pada bagaian pendahuluan, penulis memaparkan latar beakang, rumusan

masalah, tujuan, dan manfaat dari makalah ini.

BAB II: Kerangka Teori

Pada bagian kerangka teori, penulis memaparkan tentang teori Pengambilan

Keputusan dalam menganalisa rumusan masalah.

BAB III: Pembahasan Mengenai Ekonomi

Pada bagian pembahasan ini, penulis memparkan kebijakan ekonomi Amerika

Serikat terhadap kawasan Amerika Latin

BAB IV: Pembahasan Mengenai Sosial Budaya BAB V : Penutup

Pada bagian penutup, penulis akan memaparkan kesimpulan dan memberikan

(6)

BAB II

KERANGKA TEORI

2.1. Pengambilan Keputusan

Untuk menganalisa rumusan masalah di atas kami menggunakan Teori Decision

Making atau Pembuat Keputusan. Dalam Decision Making Theory juga didasarkan pada

pemikiran rasional aktor yang terlibat. Dalam proses decision making, yang paling

diperhatikan adalah keputusan atau kebijakan yang dihasilkan oleh pembuat keputusan

karena pembuat keputusan inilah dianggap sebagai aktor yang dapat menghasilkan suatu

keputusan yang paling signifikan dalam hubungan internasional.3

Pembuatan keputusan (decision-making) berada di antara perumusan kebijakan dan implementasi. Akan tetapi kedua hal tersebut saling terkait satu sama lain. Keputusan

mempengaruhi implementasi dan implementasi tahap awal akan memengaruhi tahap

pembuatan keputusan selanjutnya yang pada gilirannya akan memengaruhi impelementasi

berikutnya.4

Adanya hubungan yang saling terkait antara decision making dengan kebijakan luar

negeri dimana segala yang terjadi dalam decision making process akan mempengaruhi

kebijakan luar negeri yang diputuskan, dalam hal ini terdapat dua faktor penting yang

mempengaruhi kebijakan luar negeri yaitu faktor pengaruh internal dan eksternal. Dari sisi

internal yaitu penagruh pengaruh yang berada pada level internal negara seperti kapabilitas

militer, pembangunan ekonomi, sistem pemerintahan sedangkan dari sisi eksternal yaitu

kebijakan luar negeri merupakan aktivitas yang lintas batas negara dan di pengaruhi oleh

faktor di luar negara seperti geopolitik, karakter negara lain, dan lain sebagainya. Tujuan

kebijakan luar ngeri adalah menjamin kelangsungan hidup bernegara, sehingga perhitungan

strategis mengenai keamanan nasional adalah penentu utama pembuatan kebijakan, kesatuan

negara sebagai aktor berasumsi bahwa dengan membuat kebijakan luar negeri, negara

menyesuaikan tekanan tekanan dari sistem dunia. Pilihan rasional bersifat penuh dengan

tujuan terarah yang menyatakan bahwa individu ikut serta dalam panggung pergaulan

internasional.5

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 3

Mintz Alex, Understanding Foreign Policy Decision Making, (New York: Cambridge University Press, 2010), h. 131.

4

A. Etzioni, The Active Society:A Theory Of Societal and Political Processes, (New York: Free Press, 1968), hal. 203.

5

(7)

Dalam proses decision making, seorang decision maker atau pembuat keputusan harus

memperhatikan berbagai aspek yang membentuk suatu tindakan politik agar keputusan yang

dihasilkan nantinya tidak menimbulkan masalah kedepannya. Karena setiap keputusan yang

(8)

BAB III

PEMBAHASAN

EKONOMI

Amerika Serikat telah memasuki abad ke-21 dengan ekonomi yang lebih besar dan

dalam banyak hal lebih sukses dari sebelumnya. Amerika Serikat tidak hanya telah memikul

beban Perang Dunia I dan Perang Dunia II tetapi juga resesi global pada paruh pertama abad

ke-20. Akan tetapi juga telah mengatasi tantangan-tantangan mulai dari Perang Dingin

selama 40 tahun dengan Uni Soviet sampai kepada penderitaan-penderitaan berkepanjangan

seperti inflasi tajam, tingginya tingkat pengangguran, dan besarnya defisit anggaran

pemerintah yang terjadi pada paruh kedua abad ke-20. Bangsa Amerika akhirnya menikmati

masa-masa ekonomi tenang pada dasawarsa 90-an, seperti harga-harga stabil, menurunnya

pengangguran sampai pada level terendah selama 30 tahun, pemerintah berhasil mencapai

surplus anggaran, dan pasar saham mengalami lonjakan yang belum pernah terjadi

sebelumnya.

Namun, seperti pada periode-periode sebelumnya, Amerika Serikat menjalani

perubahan ekonomi besar pada awal abad ke-21. Gelombang inovasi teknologi dalam bidang

komputer, telekomunikasi dan ilmu pengetahuan sangat mempengaruhi cara orang Amerika

bekerja dan berpikir. Pada saat yang sama, runtuhnya komunisme di Uni Soviet dan Eropa

Timur, disusul dengan tumbuhnya kekuatan ekonomi Eropa Barat, sampai munculnya

perekonomian yang kuat di Asia, memperluas kesempatan ekonomi bagi Amerika Latin dan

Afrika, dan meningkatkan penggabungan bisnis dan keuangan global memberikan

kesempatan dan resiko baru.

Melalui pergolakan yang terus menerus, bangsa Amerika telah menganut beberapa

prinsip dasar sebagai pendekatan hubungan ekonomi. Pertama, juga paling penting Amerika

tetap menganut sistem perekonomian pasar. Masyarakat Amerika terus mempercayai bahwa

perekonomian pada umumnya mengusahakan yang terbaik ketika keputusan tentang produk

dan harga barang dibuat melalui mekanisme give and take dari berjuta-juta pembeli dan penjual yang independen, bukan oleh pemerintah ataupun kepentingan pribadi yang

(9)

besar mencerminkan nilai barang yang sebenarnya, sehingga dapat menurunkan ekonomi

dengan sebaik-baiknya untuk memproduksi apa yang paling dibutuhkan.6

3.1. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat masa Presiden Barack Obama

TerhadapKawasan Amerika Latin

Dapat dikatakan bahwa Amerika Serikat dan Amerika Latin memiliki hubungan yang

sangat dekat, selain faktor geografis yang menjadikan hubungan keduanya menjadi dekat,

kerjasama-kerjasama yang di jalin juga merupakan faktor utama kedekatan hubungan

keduanya. Pengaruh ekonomi Amerika Serikat dan Amerika Latin sangat berkembang

tepatnya dimulai sejak berakhirnya perang Amerika-Spanyol tahun 1890-an7. Mulai saat itu

Amerika Serikat mulai aktif menyebarkan nilai-nilai yang di anutnya baik itu politik maupun

ekonomi di Amerika tengah dan Karibia. Kondisi ekonomi negara-negara Amerika Latin

yang membuat dominasi ekonomi dan politik Amerika Serikat berhasil menerapkan ide-ide

mereka dan kemampuan serta efektifitas dari agen-agen ekonomi Amerika Serikat dalam

menyakinkan penerimaan dan pelaksanaanya dan juga banyak pemimpin Amerika Latin yang

didukung AmerikaSerikat.

Dalam konteks hubungan ekonomi antara amerika latin dan Amerika Serikat, dimana

Amerika Latin lebih mengunggulkan Amerika Serikat sebagai induk ekonomi Amerika Latin.

Posisi kompromi mayoritas kekuatan baru tersebut secara regional menempatkan Amerika

Latin pada situasi yang terus diawasi, baik oleh Amerika Serikat. Sebagai kekuatan luar yang

paling berkepentingan terhadap perkembangan ekonomi regional Amerika Latin tersebut,

maupun oleh seluruh unsur anti globalisasi di dunia yang sedang mencari alternatif tatanan

ekonomi dunia yang lebih adil. Bagaimanapun, situasi ini tidak membuat AmerikaSerikat

(AS) merasa cukup nyaman. Terlebih dengan adanya kecenderungan beberapa negara yang

akan menerima proposal Venezuela untuk menjalin kerjasama ekonomi alternatif bagi

negera-negara Amerika Latin (ALBA) mengganti Free Trade Area of the Americas (FTAA)

yang disponsori oleh AS. Didirikannya ALBA, untuk menegakkan kedaulatan ekonomi

bangsa Amerika Latin di hadapan Arogansi Amerika Serikat8.

Salah satu negara bagian Amerika Latin yang mempunyai potensi perekonomian yang

sangat maju adalah Venezuela, negara ini memiliki ladang yang terbaik baik Amerika Serikat

untuk mencapai investasinya, karena dikenal mempunyai sumber daya alam yang melimpah

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 6

Christoper Conte dan Albert R. Kar, “Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat,”(2005).

7

Nurul, “Hubungan Amerika Serikat dengan Amerika Latin,” (2010).

8

(10)

yaitu sebagai penyimpanan cadangan minyak terbesar kelima di dunia dan mempunyai

kwantitas batu bara, biji, besi, bauksit dan juga emas.9 Pelantikan Barack Obama sebagai

presiden baru AS pada awal tahun 2009, menjadi sebuah fenomena politik yang mendapat

perhatian masyarakat internasional. “Perubahan” seperti tema yang diusung oleh Obama yang

mengantarkannya menjadi presiden, memang sangat dibutuhkan bagi rakyat AS maupun

masyarakat internasional untuk menjadi era yang lebih baik. Lengsernya Bush dan terpilihnya

Obama telah membuat Hugo Chavez mulai mengendurkan serangannya menjadi cenderung

lebih lunak dan positif terhadap AS, yang sebelumnya Chavez mempunyai hubungan yang

kurang harmonis seperti memutuskan hubungan diplomatik serta sangat kontroversial

dibawah kepemimpinan George W. Bush. Pada KTT OAS (Organization of American States)

April 2009, Chavez dan pemerintahan Obama telah mencapai kesepakatan untuk

menormalisasi hubungan diplomatik dan akan membangun kemitraan yang setara antara

Venezuela dan AS.10

Munculnya sosok pemimpin seperti Barack Obama telah membuat para pemimpin

negara-negara Amerika Latin memiliki pandangan positif dan menyatakan dukungannya

kepada Obama. Dengan sikap kooperatif dari Barack Obama diharapkan dapat menciptkan

suasana baru bagi hubungan AS dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin.

Sedangkan pendapat lain menunjukanbahwa kesenjangan atau gap sosial yang terjadi

di Amerika Serikat dan Amerika Latin termasuk Bolivia, bukan hanya kesenjangan dalam

segi ekonomi tetapi juga moral. Selain itu, juga terdapat beberapa tinjauan serta analisis

untuk menelaah kesenjangan yang terjadi. Dapat dikatakan kesenjangan yang terjadi

didukung oleh perbedaan sejarah dan budaya.11

Bagi Amerika Serikat, Amerika Latin, Amerika Tengah, dan wilayah Karibia

khususnya merupakan garis pertahanannya baik dalam artian militer, ekonomi maupun

politik terutama dalam menanggulangi perluasan pengaruh komunis. Dengan alasan itulah

yang kemudian Amerika Serikat membantu kawasan Amerika Latin termasuk Bolivia.

Amerika Serikat banyak memberikan bantuan militer misalnya dibawah Marshall Plan

(1949-1952), Mutual Security Act (1953-1961), Foreign Assistanc Act (1962-1964) melalui perjanjian bilateral atau secara tidak langsung melalui lembaga seperti OAS. Tidak dapat

"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""

9 http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=70757 diakses pada 18 Oktober 2015 10

“Venezuela akan Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan AS,” Media Indonesia, diakses pada 18 Oktober, 2015, http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/19/70540/42/6/.

11

(11)

disangkal lagi bahwa juga lembaga-lembaga seperti Dewan Pertahanan Antar Amerika (Junta Intraamerica-na de Defensa) sedikit banyak juga mewakili kepentingan Amerika Serikat.12

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kesenjangan tersebut telah menimbulkan

ketergantungan antar wilayah Amerika Serikat dan Amerika Latin terutama Bolivia. Dalam

kasus ini, Bolivia lah yang sering berketergantungan dengan Amerika Serikat. Dapat dilihat

dari sejarah antara kedua kawasan ini bahkan sampai saat ini pun Amerika Serikat masih

banyak memberikan bantuan baik dalam bidang pertahanan maupun ekonomi.

Ketergantungan negara ini akan kebijakan luar negeri Amerika Serikat pun merupakan suatu

bentuk ketergantungan berkepanjangan yang justru membuat negara Bolivia menjadi relatif

tidak stabil. Hal ini bisa disebabkan karena dalam setiap kebijakan AS terhadap

negara-negara Latin selalu mempunyai kepentingan yang terselubung. Kekayaan-kekayaan alam

yang dimiliki oleh Bolivia menjadi salah satu alasan mengapa sampai pada saat ini AS masih

saja mempertimbangkan banyak bantuan serta kebijakan-kebijakan politiknya terhadap

negara ini.

Dalam keadaan seperti ini, Bolivia seharusnya dapat menyelesaikan sendiri

masalah-masalahnya baik dalam bidang pertahanan, ekonomi, sampai masalah sosial. Kerjasama antar

negara memang dibutuhkan oleh setiap negara demi untuk tetap menjaga keseimbangan

dalam negara serta untuk tetap mempertahankan eksistensi dan menjaga nama baik dalam

dunia internasional, namun usaha untuk membangun dari negara sendiri tetaplah lebih

penting karena tidak ada pihak manapun yang bisa melindungi suatu negara selain negara itu

sendiri.

3.2. Kebijakan Ekonomi Amerika Serikat Terhadap Venezuela

Hubungan antara Amerika yang menganut paham liberal dan Venezuela yang

menganut paham sosialis sudah terjalin sejak lama khususnya pada bulan Juni 1835 ketika

presiden Vargas dari Venezuela dan presiden Andrew Jackson, membuka hubungan

diplomatik formal yang ditandai dengan pembukaan perwakilan AS di Caracas. Namun

dalam perjalanan hubungan yang dijalani keduanya banyak mengalami pasang surut.

Dinamika hubungan keduanya selalu menjadi perhatian Internasional karena banyak isu yang

bermunculan mengenai hubungan kedua negara yang berbeda ideologi ini.

Pada masa pemerintahan George W. Bush, banyak isu-isu bermunculan yang

berkaitan dengan renggangnya hubungan antara Amerika dan Venezuela. Salah satu isu yang

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 12

(12)

muncul adalah terjadinya pengusiran duta besar Amerika Serikat di Caracas pada tahun 2008.

Chavez, pengencam keras kebijakan-kebijakan Amerika Serikat, mengusir duta besar

Amerika Serikat Patrick Duddy dari Caracas dan memberi waktu 72 jam untuk pergi

meninggalkan tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan Chavez sebagai salah satu bentuk

solidaritas terhadap Bolivia. Peristiwa tersebut berlangsung beberapa jam setelah Washington

mengusir dubes Bolivia sebagai alasan atas pengusiran dubes AS dari Bolivia. AS yang pada

saat itu berada di masa pemerintahan Presiden Goerge W. Bush mengambil tindakan dengan

melakukan pengusiran dubes Venezuela di Washington.

Pemilu presiden AS tahun 2008 merupakan sebuah awal perubahan bagi AS dan

internasional dengan adanya seorang kandidat dari Partai Demokrat yang mengusung tema

“perubahan”. Pada tahun 2009 di masa awal pemerintahan presiden Barack Obama, Amerika

dan Venezuela memperlihatkan adanya hubungan yang lebih baik antara satu dengan yang

lain. Namun seiring berjalannya waktu straregi AS dalam menjalankan hubungan dengan

Venezuela mulai mnegalami pergeseran dimana Obama mulai bersikap tegas terhadap

sikap-sikap Chebez yang dianggap selalu

menentang segala kebijakan AS.13

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 13

(13)

BAB IV

PEMBAHASAN

SOSIAL DAN BUDAYA

4.1. Kebijakan Obama terhadap Amerika Latin

Kebijakan Obama terhadap Amerika Latin dalam sistem administrasi yang baru

meliputi isu mendukung sistem demokrasi, penegakan HAM, keadilan sosial dan kedaulatan

nasional di Amerika Latin. Di negara-negara latin masih banyak permasalahan sosial seperti

di negara Kuba yang menganut sistem sosialis. Pasca perang dingin, tidak ada Negara di

dunia barat yang memiliki pengaruh dan juga dominansi seperti yang Amerika Serikat

lakukan secara sosial. Namun, adanya pembekuan hubungan diplomatic Amerika-Kuba

membuat banyak para pemimpin politik revolusioner Amerika Latin mempertanyakan

kebijakan asing Amerika Serikat terhadap kawasan.

Namun, setelah ditutupnya hubungan diplomasi antara Amerika Serikat-Kuba dan

menjatuhkan embargo ekonomi terhadap rezim Castro, akhirnya pada tanggal 17 Desember

2014 lalu dengan pernyataan yang mengejutkan, presiden Barack Obama dengan Raul Castro

mengumumkan bahwa keduanya akan menormalisasikan hubungan diplomatiknya. Presiden

Barack Obama juga mengakui bahwa kebijakan AS terhadap Kuba selama lima dekade ini

hanya menghasilkan kegagalan. Obama mengatakan “ketika apa yang kamu lakukan selama

lima puluh tahun tidak berhasil, inilah waktunya untuk mencoba sesuatu yang baru”.14 Ia juga

menambahkan pergantian kebijakan Luar Negeri AS ini memberi potensi untuk mengakhiri

rasa saling tidak percaya antara Amerika-Kuba, menghilangkan alasan-alasan untuk

melakukan pembatasan/pelarangan di Kuba, berdiri demi nilai-nilai demokrasi dan

mengulurkan tangan persahabatan bagi orang-orang Kuba.

Menormalisasi hubungan diplomatik AS-Kuba ini menegaskan kembali bahwa

Presiden Obama lebih mengutamakan cara-cara diplomasi ketimbang penggunaan kekuatan

untuk memecahkan isu global. Hal ini dapat berdampak secara positif bagi hubungan AS

dengan Negara-negara Latin lainnya, khususnya Negara-negara yang pro terhadap rezim

Kuba seperti Venezuela dan Bolivia. Selain itu, penggunaan dollar di Kuba telah menjadi

bagian dari standar hidup rata-rata penduduk Kuba. Tanpa akses dolar standar hidup nya

dalam level rendah, hal ini dapat menjadi gap antara penduduk yang dapat mengakses dolar

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 14

(14)

dengan yang tidak. Sehingga pekerjaan yang menghasilkan gaji dolar dari turis maupun

bisnis asing saat ini sangat menggiurkan bagi penduduk Kuba.15

4.2. Katolik di Amerika Latin

Amerika Latin secara Tradisional dapat disamakan dengan Gereja Katolik karena

sekitar 90 persen penduduknya adalah penganut Katolik. Namun jumlah penganut Katolik

semakin berkurang karena Kristen mulai berkembang dalam dua dekade terakhir.16 Pada

tahun 1900 hampir seluruh wiayah yang berbahasa Spanyol dan Portugis memeluk agama

Katolik, meskipun kebanyakan bercampur dengan sinkretisme dari agama sukupra-Kolombia.

Sejak saat itu terjadi perubahan dari tradisionalisme yang sempit dan perlawanan yang kuat

terhadap kegiatan misi Protestan, kepada kebabasan beragama dan peningkatan kelompok

Injil yang masih terus berlanjut.17

Eksistensi dari Gereja Katolik serta hubungannya dengan Negara dan hubungannya

dengan masyarakat lebih condong kepada pengaruh terhadap Gereja Katolik itu sendiri.

Dominasi dari Gereja Katolik pada masa itu berpengaruh hingga keranah politik. Karna para

petinggi-petinggi Gereja atau intelek dari Gereja yang memiliki pengaruh kuat serta

dipercayai oleh para pemerintah membuat keberadaan mereka turut serta dalam pembentukan

kebijakan. Hingga pada suatu saat keterlibatan Gereja dalam beberapa pembuat kebijakan

mulai dirasakan oleh masyarakat yang dirasa sedikit menyimpang dari ketentuan yang

seharusnya. Kemudian munculah beberepa gerakan separatis melawan para Gereja yaitu

Protestan. Hingga kini keberadaan Protestan mulai diakui dan cukup memiliki jumlah

penganut yang takkalah banyak dari Katolik di Amerika Latin.

4.3. Gender di Amerika Latin

Ketidakstabilan di Amerika Latin yang terjadi pada tahun 1970an tidak hanya

memberikan dampak-dampak pada masyarakat secara umum saja, melainkan terhadap isu

gender yang kala itu masih didominasi oleh laki-laki yang cenderung bersifat represif

terhadap perempuan. Di Peru, 70% dari angka kriminal yang dilaporkan merupakan tindakan

pemukulan perempuan oleh pasangannya. Hal ini menunjukkan bahwa di struktur yang

patriarkal, kekerasan terhadap perempuan menjadi suatu hal yang endemik sehingga para

""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""""" 15

International Business Publications, “Cuba: Foreign Policy and Government Guide,” (Washington DC: International Business Publications, 2011), hal. 26.

16

Damar, “Gereja Katolik memberi Kesaksian tentang Makua hidup,” (Jakarta: Kanisius, 2010), hal. 54.

17

(15)

perempuan kemudian belajar untuk hidup dalam ketakutan bahwa pada satu titik tertentu,

cepat atau lambat, mereka akan mengalami hal yang sama. Pada mulanya, terdapat jurang

perbedaan gender yang luar biasa di Amerika Latin antara peranan dan kondisi laki-laki serta

perempuan pada masa state of terror di era 1970an. Akan tetapi, sejak transisi demokratis terjadi pada 1980an, kaum perempuan mulai memperoleh tempat dan kesempatan dalam

bidang politik yang berhasil dengan sukses, terbukti dengan terpilihnya empat wanita sebagai

presiden di negara-negara Amerika Latin. Maka dari itu, telah terjadi perkembangan yang

baik dan menguntungkan bagi kaum perempuan dalam isu gender di Amerika Latin. Namun,

masih banyak hal-hal lain yang perlu dikembangkan dan dibenahi dalam aspek gender di

(16)

BAB V

PENUTUP

" Amerika Serikat telah menjadi salah satu kekuatan yang sangat besar Dunia

sejak dahulu kala bahkan hingga sampai saat ini, meski sempat mengalami beberapa kendala

seperti bergejolaknya PD I dan PD II Amerika Serikat tetap menjadi salah satu negara yang

disegani apalagi setelah berakhirnya Perang Dingin antara Blok Barat dengan Blok Timur

yang melibatkan AS dan Uni Soviet yang mengakibatkan Uni Soviet melemah dikarenakan

Terpecahnya mereka menjadi beberapa negara dan mulai runtuhnya Komunisme di negara

tersebut.

Tentunya Amerika Serikat sebagai negara adidaya tidak hanya memperhitungkan

kebijakan dalam negeri mereka saja, kebijakan luar negeri yang diputuskan oleh Presiden AS

saat ini yaitu Barrack Obama haruslah tepat sasaran dan terarah terutama Hubungan Luar

Negeri AS dengan negara-negara Amerika Selatan yang secara letak geografis sangat dekat

dengan AS. Cara kooperatif yang dilakukan Obama dalam mengambil langkah kebijakan luar

negeri dengan negara-negara Amerika Selatan khususnya dalam bidang ekonomi telah

membuat Presiden-presiden negara Amerika Latin memiliki pandangan positif terhadap

kebijakan luar negeri AS tersebut, salah satu negara yang memiliki hubungan erat dengan AS

adalah Venezuela yang telah memiliki hubungan erat dengan AS pada tahun 1835 meski

sempat ada isu merenggangnya hubungan kedua negara, walaupun kesenjangan antara AS

dengan Negara Amerika latin tidak dapat dipungkiri dengan salah satu contohnya yaitu

Bolivia, bukan hanya kesenjangan dalam bidang ekonomi tetapi perbedaan secara moral

perbedaan sejarah serta budaya.

Dalam hal kepercayaan di Amerika Latin, Gereja Katolik menguasai 90% dari

penduduknya. Tetapi seiring berjalannya waktu jumlah penganut Katolik semakin berkurang

karena Kristen (Protestan) mulai berkembang dalam dua dekade terakhir. Pada masa ini

terjadi transisi dari tradisionalisme dan perlawanan kuat terhadap kegiatan misi protestan,

kepada kebebasan beragama dan peningkatan kelompok injil yang masih terus berlanjut.

Pengaruh Gereja Katolik lebih berpengaruh dengan keeksistensian Gereja Katolik itu sendiri

yang berhubungan dengan Negara dan masyarakatnya sehingga ranah politik ikut

(17)

yaitu Kristen (Protestan). Jumlah penganut Protestan kini mulai diakui dan memiliki cukup

banyak penganut.

Pada tahun 1970-an isu gender menjadi gangguan di Amerika Latin yaitu sifat represif

yang didominasi laki-laki terhadap perempuan, contoh kongkrit nya yaitu sebagian besar

tindak kriminal yaitu kekerasan laki-laki terhadap pasangannya. Pada awalnya memang

terjadi perbedaan signifikan antara peranan dan kondisi pria dan wanita pada masa state of

terror di era 1970-an. Kemudian sistem demokratis masuk pada 1980-an yang membuat kaum perempuan mulai memperoleh tempat dan kesempatan dalam bidang politik yang

berhasil positif dengan bukti munculnya pemimpin wanita. Setelah perkembangan itu terjadi

bukan berarti Amerika Latin bisa tenang, masih banyak hal lain yang perlu di kritisi dalam

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Alex, Mintz. Understanding Foreign Policy Decision Making. New York: Cambridge University Press, 2011.

Combs, Jerald A. The History of American Foreign Policy. New York: Alfred A. Knopf, 1900.

Damar. Gereja Katolik memberi Kesaksian tentang Makua hidup. Kanisius, 2010.

Etzioni, A. The Active Society:A Theory Of Societal and Political Processes. New York: Free Press, 1968.

Hayes, Margaret Daly. Latin America and the U.S. National Interest : A Basis for U.S. Foreign Policy. London: Westview Press, 1984.

Krauze, Enrique. Redeemers: Ideas and Power in Latin America. New York: Harper Perennial, 2012.

Mandryk, Jason. Operation World: Panduan Untuk Mendoakan Semua Bangsa di Dunia. Yogyakarta: Katalis Media & Literature - Yayasan Gloria, 2013.

USA International Business Publications. Cuba: Foreign Policy and Government Guide.

Washington, DC: International Business Publications, 2011.

Situs

Global Diplomatic Forum. “DD: US Foreign Policy Towards Latin America,” Diakses pada

24 Oktober, 2015. http://www.gdforum.org/aboutus-68/.

Media Indoneisa. “Venezuela akan Pulihkan Hubungan Diplomatik dengan AS.” Diakses

pada 18 Oktober, 2015.

http://www.mediaindonesia.com/read/2009/04/19/70540/42/6/.

UMY. “Pengambilan Keputusan Luar Negeri.” Diakses 25 Oktober, 2015.

http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t14440.pdf.

Universitas Sumatera Utara. “Hubungan Amerika Serikat Dengan Kuba,” Diakses 27 April,

2015. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/40976/3/Chapter%20II.pdf.

Jurnal & Makalah

Conte, Christoper dan Albert R. Kar. “Garis Besar Ekonomi Amerika Serikat” (2005).

(19)

Retta, Elfionissa. ”Hubungan dan Kerjasama antara Amerika Serikat dan Amerika Latin.”

Universitas Muhamadiyah Yogyakarta, 2014.

Suparny, Eny. “Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat Terhadap Venezuela Di Masa

Referensi

Dokumen terkait

Tes Kemampuan akhir siswa dilakukan untuk melihat hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran materi redoks dengan menerapkan model kooperatif tipe course

Sari, Retno Purnomo, 2012 , Perancangan Database Sistem Pembelian dan Penjualan pada Konveksi Ira Ratna di Tingkir Salatiga, Salatiga: Program Studi Akuntansi FEB Universitas

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui proporsi wanita yang melakukan percobaan bunuh diri pada fase folikular, fase pertengahan atau midcycle , dan fase luteal

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pengetahuan zakat, motivasi dan sosial ekonomi terhadap kesediaan dosen Universitas Tridinanti Palembang (UTP) dalam

Retribusi Daerah dapat diartikan sebagai pungutan yang dilakukan oleh pemerintah sebagai akibat adanya kontra prestasi yang diberikan oleh pemerintah daerah atau

Sedangkan uji coba non fungsional Uji coba metode sinkronisasi data Uji coba ini dilakukan untuk menentukan metode mana yang lebih tepat dalam membangun game

Berdasarkan hasil kajian diperoleh pola penerapan pembelajaran berbasis lesson study pada mata kuliah Praktik Rangkaian Listrik adalah: (1) mewajibkan

Perjanjian kolektif yang telah diperakui oleh mahkamah hendaklah disifatkan sebagai suatu keputusan (award) dan mengikat pihak-pihak dalam perjanjian