• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Berpikir matematik tingkat tinggi (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kerangka Berpikir matematik tingkat tinggi (1)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Kerangka Berpikir

Kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman yang melandasi

pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran selanjutnya.

Untuk mendapatkan sebuah kerangka berpikir akan suatu hal bukan

sesuatu yang mudah, diperlukan suatu pemikiran yang mendalam, tidak menyimpulkan hanya dari fakta yang dapat terindra, atau hanya dari sekedar informasi-informasi yang terpenggal. Selain itu diperlukan sebuah pemikiran yang

cerdas dan mustanir (cemerlang) akan setiap maqlumat tsabiqah (informasi ) yang dimilikinya dan berupaya dengan keras menyimpulkan sesuatu kesimpulan yang

memunculkan keyakinan.

Kemudian bagaimana mengetahui kita telah memiliki kerangka berpikir? Kerangka berpikir adalah pemahaman yang paling mendasar yang mendukung pemahaman selanjutnya. Suatu tolak ukur yang paling mudah adalah

apakah kita telah memahami pemahaman yang paling mendasar tersebut, atau pertanyaan sebelum itu, apakah kita telah mengetahui pemahaman apa yang

mendasari pemahaman-pemahaman selanjutnya. Harus diingat kerangka berpikir pada dasarnya adalah sebuah pemahaman, layaknya sebuah pemahaman maka pemahaman tersebut dapat salah, kurang, atau tidak sempurna. Ini penting karena

kadang terdapat orang-orang yang memiliki kerangka berpikir yang salah yang pada akhirnya melahirkan kesimpulan-kesimpulan yang salah pula.

Sebuah kerangka berpikir yang salah konsekuensinya akan semakin besar dibandingkan pemahaman yang salah, karena kerangka berpikir biasanya akan membentuk pola sikap dan pola pikir bagi yang memiliki kerangka berpikir

(2)

pada saat bekerja dia bertemu fakta permasalahan secara langsung, dia coba

kaitkan dengan teori-teori yang pernah dia pahami, kemudian dari beberapa kali usahanya menyelesaikan permasalahan-permasalahan tersebut barulah dia

mendapatkan pemahaman. Dari pemahaman-pemahaman yang didapatnya itu dia akan memikirkan sebenarnya apa yang mendasari permasalahan-permasalahan tersebut, maka terbentuklah kerangka berpikir dia mengenai permasalahan

tersebut. eecho.wordpress.com/2008/10/.../apa-itu-kerangka-berpikir/

Kerangka berpikir adalah pola pikir yang diterapkan untuk mendapatkan

gambaran / fokus perhatian sebuah penelitian.

5. Langkah - langkah yang ditempuh dalam mengatasi masalah.

6. Hipotesa diajukan jika sudah ditetapkan akar masalah dan cara pengatasan masalah.

7. Desain penelitian : metode dan cara pengumpulan data yang akan dilakukan untuk mendukung hepotesa yang diajukan.

8. Teknik pengolahan data disesuaikan dengan pendekatan yang dilakukan. 9. Penarikan kesimpulan harus tetap konsisten dengan apa yang tertera /

tercantum dalam data, inkonsistensi penarikan kesimpulan akan menghasilkan antithesa alias "penelitian amburadul".http://id.answers.yahoo.com/questionKesalahan-Kesalahan dalam Pembentukan Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir sebenarnya dibuat untuk menghindari kesalahan-kesalahan

dalam berargumentasi (fallacy). Beberapa contoh kesalahan ini antara lain: a) "Inconsistent" sikap yang membenarkan semua pendapat yang pada

kenyataannya jelas-jelas berbeda.

b) "Incomprehensive" Pengetahuan yang partial terhadap hal-hal tertentu akan menyebabkan kesalahan dalam mengambil kesimpulan.

(3)

d) "Generalization" Ini serupa dengan pepatah "Karena nila setitik rusak susu sebelanga". Tidak mengambil kesimpulan dari suatu sampel yg tidak jelas/tdk random

e) "Double-standard" Si A yang beragama Kristen bilang "Islam adalah agama

palsu karena Nabinya berpoligami". Seharusnya si A tahu bahwa Nabi-nabi yang diakui dalam agamanya sendiri berpoligami. Atau si B yang mengutuk

pembunuhan orang-orang tak bersalah sebagai perbuatan terorisme, tapi di lain waktu si B tidak mengutuk pembunuhan serupa malah melabelnya sebagai "collateral damage". Dengan menggunakan standard yang sama,

pembunuhan orang-orang tak bersalah akan selalu dikutuk sebagai tindakan terorisme, tidak peduli siapa korban dan siapa pelakunya.

f) "Straw-man" menyerang argument yang sudah diubah bentuknya (biasanya dicampur "half-truth" atau "twisted-truth"). Misalnya si A menuduh "Al

Qur'an merendahkan status wanita di bawah status laki-laki". Meskipun dalam Qur'an disebutkan "Laki-laki adalah pelindung/pemimpin kaum wanita" ini

tidak berarti di dalam Islam status wanita itu lebih rendah dari status laki-laki karena masing-masing memiliki role yang berbeda dalam pandangan Allah SWT.

g) "Red-herring" mengalihkan subject sehingga bukan membahas argument

yang tengah didiskusikan, tapi argument lainnya. Misalnya, ketika si A ditanya tentang kontradiksi di dalam Bible, bukannya menjawab pertanyaan tsb, si A

malah membawa tuduhan banyaknya kontradiksi di dalam Qur'an.

(4)

yang dipercayainya, tanpa menjelaskan argument si professor yang disebutnya

tadi.

i) "Ad-hominem" (argument to the man): bukan argumentnya yang dibahas, tapi yang diserang adalah pribadi lawan debat yang tidak berhubungan dengan argument yang didebatkan. Misalnya, "Pendapat si A itu sudah pasti salah

karena si A itu tidak pernah sekolah di pesantren", atau "Ah, pendapat si B yang playboy kayak gitu kok dibahas!". Padahal logis tidaknya suatu

argument tidak bisa ditentukan dari pribadi orang yang berargument. Dalam beargumentasi, yang harus dilihat adalah argumentnya, jangan diserang orangnya. http://www.acehforum.or.id/kerangka-berpikir

Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori

berhubungan dengan berbagai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting (Sekaran, 1992). Kerangka berfikir harus menjelaskan pertautan secara teoritis antar variabel yang akan diteliti. Jadi harus dijelaskan hubungan

antara variabel independent dan variabel dependen, dan jika ada kedudukan variabel moderator dan intervening dalam penelitian. Kerangka berfikir perlu

dikemukakan apabila dalam penelitian tersebut berkenaan dua variable atau lebih. Kriteria utama agar suatu kerangka pemikiran dapat meyakinkan sesama

ilmuwan adalah alur pikiran yang logis dalam membangun suatu kerangka berfikir yang membuahkan kesimpulan berupa hipotesis.

Kerangka berfikir yang baik adalah: 1. Variabel-variabel yang diteliti harus jelas

2. Diskusi dalam kerangka berfikir harus menjelaskan hubungan/pertautan antar variabel yang diteliti dan teori yang mendasari

3. Diskusi harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negative, berbentuk simetris, kausal, atau interaktif

(5)

4. Kerangka berfikir tersebut dinyatakan dalam diagram (paradigma

penelitian), sehingga mudah dipahami.

Proses Kerangka Berfikir untuk Merumuskan Hipotesis:

Kerangka pikir merupakan inti sari dari teori yang telah dikembangkan

yang dapat mendasari perumusan hipotesis. Teori yang telah dikembangkan dalam rangka memberi jawaban terhadap pendekatan pemecahan masalah yang

menyatakan hubungan antar variabel berdasarkan pembahasan teoritis.

Perlu dijelaskan bahwa tidak semua penelitian memiliki kerangka

pikir. Kerangka pikir pada umumnya hanya dipruntukkan pada jenis penelitian kuantatif. Untuk penelitian kualitatif kerangka berpikirnya terletak pada kasus

(6)

untuk penelitian tindakan kerangka berpikirnya terletak pada refleksi, baik pada

peneliti maupun pada partisipan. Hanya dengan kerangka berpikir yang tajam yang dapat digunakan untuk menurunkan hipotesis.

Pada proposal penelitian kajian teoritik secara analisis dan konklusif harus membuahkan premis-premis bagi penelitian yang menganut model hipotesis deduktif. Pada kerangka berpikir tersebut, peneliti mengajukan argumentasi

ilmiah yang mengarah pada jawaban permasalahan secara deduktif. Kerangka berpikir mengarah pada perumusan hipotesis. Oleh karena itu kerangka berpikir

disusun untuk setiap rumusan hipotesis. Untuk memperjelas uraian perlu digambarkan kerangka berpikir tersebut pada suatu model sehingga alur pikir peneliti dapat dengan mudah dipahami pembaca.

Hubungan Landasan Teori dan Kerangka Berpikir

Deskripsi/Landasan Teori : merupakan uraian sistematis tentang teori dan

hasil-hasil penelitian yang relevan dengan variabel yang diteliti. Paling tidak berisi tentang penjelasan terhadap variabel-variabel yang diteliti, melalui

pendefinisian, dan uraian yang lengkap dan mendalam dari berbagai referensi yang relevan.

Dari penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa landasan teori dan kerangka berpikir saling berkaitan. Sebab dalam kerangka berpikir berisi variabel-variabel

yang harus diteliti, dan landasan berpikir berisi penjelasan tentang variabel penelitian. Jika keduanya tidak selaras, maka penelitian yang dilakukan akan menghasilkan hasil yang kurang / tidak valid, karena variabel yang diteliti dan

(7)

Landasan Teori

Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkap konsep, definisi, dan proposisi yang disusun secara sistematis. Jadi teori memuat:

Konsep Definisi Proposisi

 Secara umum Fungsi Dari Teori adalah untuk:

1. Menjelaskan (explanation) ruang lingkup variable-variabel yang akan

diteliti.

2. Meramalkan (prediction), yaitu menyusun hipotesis dan menyusun

instrumen penelitian

3. Pengendalian (control), yaitu membahas hasil penelitian dan memberikan

saran.

Deskripsi Teori

Dalam penelitian, dekripsi teori merupakan uraian yang sistematis tentang teori dan hasil penelitian yang relevan dengan variable yang diteliti. Bila dalam

suatu penelitian terdapat tiga variabel independent dan satu variable dependen maka kelompok teori yang perlu dideskripsikan ada empat kelompok teori.

Contoh judul penelitian: Pengaruh Tingkat IQ, motivasi orang tua, dan lingkungan belajar terhadap Kesuksesan anak didik dalam menyelesaikan tugas

akhir. Maka kelompok teori yang harus dideskripsikan adalah tingkat IQ, motivasi, lingkungan belajar, dan tingkat kesuksesan menyelesaikan tugas akhir.

Juga harus dideskripsikan tentang hubungan variable independent dengan variable dependen.

Langkah-langkah dalam melakukan pendeskripsian teori: 1. Tetapkan variable yang akan diteliti

2. Cari sumber bacaan

3. Lihat daftar isi, cari dan pilih topic yang relevan dengan variable yang diteliti

4. Cari definisi setiap variable, bandingkan antara sumber yang satu dengan sumber yang lain. Pilih definisi yang paling sesuai dengan penelitian yang

(8)

5. Baca seluruh isi topic sesuai variable yang akan diteliti

6. Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dengan bahasa sendiri. Sumber

yang dikutip harus dicantumkan. ab-fisip-upnyk.com

Teknik Pengutipan Landasan Teori

Teori yang ditulis orang lain atau temuan penelitian orang lain yang dikutip harus disebut sumbernya untuk menghindari tuduhan sebagai pencuru karya orang lain tanpa menyebut sumbernya. Etika ilmiah tidak membenarkan

seseorang melakukan pencurian karya orang lain. Cara mengutip karya atau sumber tertulis itu sebagai berikut.

A. Kutipan Langsung, ada dua macam, yaitu :

a. Kutipan langsung yang terdiri atas tidak lebih dari 3 baris tau tidak lebih dari 40 kata ditempatkan didalam paragraf sebagaimana baris yang lain, tetapi diapit oleh tanda petik dua (“…”) yang dimulai atau ditutup dengan

identitas rujukan. Contoh : Tolla (1996:89) menegaskan “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya

berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain.”

Cara yang lain adalah “Metode CBSA dalam pengajaran bahasa

berdasarkan pendekatan komunikatif seharusnya berbeda denga metode CBSA dalam bidang studi yang lain.” (Tolla, 1996:89).

b. Kutipan langsung yang terdiri atas lebih dari 3 baris atau lebih dari 40 kata diketik dalam paragraf tersendiri dengan spasi tunggal yang didahului

dan ditutup dengan tanda petik dua (“…”) dan dimulai pada ketukan ketujuh. Contoh : “Perihal perbedaan metode CBSA dalam pengajaran bahasa harus diwarnai oleh aktivitas berbahasa secara dinamis dan kreatif.

Keaktifan secara intelektual tanpa disertai dengan keaktifan verbal tidak dapat dikatakan CBSA dalam pengajaran bahasa karena hakikat bahasa

(9)

dan tulisan. Oleh karena itu, CBSA dalam pengajaran bahasa harus

dimuati dengan kreativitas berbahasa sehingga nama yang poaling tepat adalah CBSA Komunikatif.”

B. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung umumnya tampil bervariasi; bergantung kepada gaya bahasa penulis. Contoh: Tolla (1996) mengemukakan bahwa metode CBSA dalam pengajaran perlu dibedakan dengan metode CBSA dalam bidang studi yang lain

kerena pengajaran bahasa mempunyai karakteristik khusus yang berbeda dengan bidang studi yang lain. Cara Lain : Penerapan metode CBSA dalam pengajaran

bahasa harus dibedakan dengan penerapannya dalam budang studi yang lain dengan alasan bahwa karakteristik pengajaran bahasa adalah penggunaan bahasa secara dinamis dan kreatif (Tolla, 1996).

Langkah-Langkah Menentukan Landasan Teori untuk Bahan Proposal

Untuk melakukan pencarian informasi diperlukan langkah-langkah berikut ini: 1. Mendaftar semua variable yang perlu diteliti.

2. Mencari setiap variable pada "subject encyclopedia".

3. Memilih deskripsi bahan-bahan yang diperlukan dari sumber-sumber yang tersedia.

4. Memeriksa indeks yang memuat variable-variabel dan topik masalah yang diteliti.

5. Selanjutnya yang menjadi lebih khusus adalah mencari artikel-artikel, buku-buku, dan biografi yang sangat membantu untuk mendapatkan bahan-bahan

yang relevan dengan masalah yang diteliti.

(10)

7. Bahan-bahan informasi yang diperoleh kemudian dibaca, dicatat, diatur, dan

ditulis kembali. Untuk keperluan ini biasanya peneliti dapat menggunakan dua macam kartu, yaitu kartu bibliografi (bibliography card) dan kartu catatan

(content card). Agar dapat dibedakan, kedua kartu tersebut dapat berbeda wamanya. Kartu bibliografi dibuat untuk mencatat keterangan tentang judul buku, majalah , surat kabar, dan jurnal. Catatan pada kartu bibliografi

berisikan nama pengarang, judul buku, penerbit, dan tahun penerbitannya. Sedangkan pada kartu catatan atau content card, peneliti dapat menulis kutipan

(quotation) dari tulisan tertentu, saduran, ringkasan, tanggapan atau komentar peneliti terhadap apa yang telah dibaca.

8. Dalam langkah terakhir, peneliti menyusun dan menuliskan kembali informasi-informasi tersebut dalam bentuk essay. Tulisan ini nantinya akan

dimasukkan di proposal penelitian.  Sumber Landasan Teori

Beberapa sumber kepustakaan yang biasanya ada di perpustakaan perguruan tinggi adalah:

1. Ensiklopedi, yang merupakan sumber referensi yang lengkap. Bila akan mencari informasi tentang suatu topik tertentu, peneliti dapat membaca ensiklopedi umum (general encyclopedia); sedang untuk yang lebih

khusus dapat dicari dalam subject encyclopedia.

2. Buku-buku teks dan referensi, yang berisikan pengetahuan tentang berbagai bidang studi.

3. Direktori dan buku pegangan, yang memuat alamat dan data lainnya serta pedoman untuk mengerjakan sesuatu.

4. Laporan hasil-hasil penelitian, yang merupakan hasil penelitian baru atau merupakan kelanjutan penelitian sebelumnya.

5. Tesis, skripsi dan disertasi, yang merupakan karya tulis yang biasanya berkaitan dengan suatu penelitian atau penemuan baru.

(11)

7. Majalah, jurnal dan surat kabar, yang memuat artikel-artikel yang relevan

dengan masalah.

8. Biografi, yang memuat data perorangan antara lain nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, dsb.

9. Indeks, yang memuat daftar karya tulis yang disusun secara alfabetis. Menurut Sutrisno Hadi (1991) ada tiga pedoman untuk pemilihan daftar

pustaka yaitu: relevansi, kemutakhiran dan adekuasi.

 Yang dimaksud dengan relevansi adalah keterkaitan atau kegayutan yang erat dengan masalah penelitian.

Kemutakhiran adalah sumber-sumber pustaka yang terbaru untuk menghindari teori-teori atau bahasan yang sudah kadaluwarsa. (Namun untuk penelitian

histories, masih diperlukan sumber bacaan yang sudah "lama"). Sumber bacaan yang telah "lama" mungkin memuat teori-teori atau konsep-konsep

yang sudah tidak berlaku karena kebenarannya telah dibantah oleh teori yang lebih baru atau hasil penelitian yang lebih mutakhir.

 Di samping sumber itu harus mutakhir, juga harus relevan bagi masalah yang

sedang digarap. Jadi, hendaklah dipilih sumbersumber yang berkaitan langsung dengan masalah yang sedang diteliti, dan inilah yang dimaksud

dengan adekuasi.

Secara garis besar sumber bacaan dapat dibedakan menjadi dua yaitu: a). Sumber Acuan Umum

Kelompok (a) berwujud teori dan konsep, biasanya terdapat dalam buku-buku teks, ensiklopedia, monografi dan sejenisnya.

b). Sumber Acuan Khusus

Kelompok (b) yang merupakan sumber acuan khusus berupa hasil-hasil

penelitian terdahulu yang dapat ditemukan dalam jurnal, bulletin penelitian, tesis dan disertasi.

Masalah penulisan dapat ditemukan dari beberapa sumber, yaitu dari

(12)

bahanbahan pustaka. Setelah masalah penelitian ditemukan, seorang peneliti perlu

melakukan suatu kegiatan yang menyangkut pengkajian bahan-bahan tertulis yang merupakan sumber acuan untuk penelitiannya.

Landasan Teori dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan,

ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik lain.

Hambatan dalam menemukan Landasan Teori :

Studi kepustakaan tidak selalu "mulus" pelaksanaannya. Beberapa hambatan

umum yang sering menyebabkan ketidak lancaran kegiatan ini antara lain:

1. Kurangnya buku atau sumber kepustakaan lain, terutama yang bersifat ilmiah. Sampai saat ini masih terasa sangat kurang bahan kepustakaan ilmiah di

Indonesia. Demikian pula bahan kepustakaan ilmiah dari luar negeri juga sulit diperoleh. Hal ini mungkin disebabkan belum berkembangnya system

dokumentasi, tidak adanya atau kurangnya komunikasi ilimiah antara peneliti, atau mahalnya biaya kirim atau perizinan, serta hal-hal birokratis lain yang menghambat pemanfaatan informasi ilmiah.

2. Kelemahan peneliti untuk memahami tulisan-tulisan dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ketidakmampuan membaca buku referensi dalam

bahasa asing menyebabkan peneliti tidak dapat memanfaatkan informasi ilmiah dari luar negeri. Penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris,

akan sangat membantu peneliti untuk mengikuti perkembangan informasi ilmiah. Hasil-hasil penelitian dan teori-teori yang sudah dikembangkan dan tertulis dalam bahasa Inggris tidak dimanfaatkan oleh peneliti yang mau

(13)

3. Rendahnya minat pada banyak peneliti untuk membaca tulisan ilmiah untuk

dapat mengikuti perkembangan ilmu di bidangnya masing-masing. Kelihatannya kegemaran membaca karya ilmiah masih perlu digalakkan agar

peneliti selalu dapat mengikuti perkembangan ilmu yang ada.

Untuk mengurangi hambatan pertama di atas peneliti dapat menghubungi lembaga lain atau koleganya untuk saling menukar informasi dan meminjam

buku-buku ilmiah yang baru. Selain dari itu, usaha menerjemahkan buku-buku berbahasa asing, terutama yang berbahasa Inggris, perlu digalakkan dan ditangani

dengan sungguh-sungguh.

---Di edit & posting ulang oleh Andy Saiful Musthofa, dalam :

https://saifedia.blogspot.co.id/2018/01/definisi-keragka-berpikir-dalam.html

RUMUSAN MASALAH

1. Apakah landasan teori harus berasal dari sumber tertulis?

2. Mengapa dalam pembuatan proposal penelitian diperlukan kerangka berfikir? Dan bagaimana jika tidak ditulis kerangka berfikirnya?

3. Bagaimana jika dalam pembuatan proposal penelitian terdapat lebih dari satu

kerangka berfikir?

(14)

6. Bagaimana cara memilih teori yang relevan dengan penelitian yang

dilakukan?

7. Jika suatu landasan teori sangat sulit diperoleh, sedangkan dalam proposal penelitian sangat dibutuhkan. Apa ada hal-hal lain yang mungkin bisa dijadikan pedoman / bahan untuk memperoleh landasan teori?

Referensi

Dokumen terkait

Bagi peserta didik, diharapkan dengan penelitian ini dapat meningkatkan kemampuan penalaran ilmiah peserta didik di pembelajaran fisika, khusunya pada materu usaha

Untuk mengatasi hal tersebut H332PO4 yang akan digunakan harus dimurnikan terlebih dahulu ke dalam kolom penukar kation Dowex AG 50 (1 x 8) yang telah dikondisikan dengan HCl

Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai riwayat menyusui yang mem- punyai bayi 6-12 bulan berjumlah 150 orang yang terdiri dari 58 orang ibu yang mem- punyai riwayat

Nilai RMSEP di Stasiun Kemayoran untuk regresi multivariat dengan penanganan kasus residual tidak identik dan independen menunjukkan hasil prediksi suhu maksimum

--- --Ketua apabila berhalangan maka wakil-wakilnya yang diberikan dengan suatu surat kuasa khusus untuk bertindak mewakili FCE ini dalam segala hal dan segala

Berfungsi untuk memfasilitasi transmisi informasi, dimana perlengkapan komunikasi terdiri dari modem yang memfasilitasi transmisi data lewat jaringan telefon pada processor

Pemisahan senyawa atau unsur-unsur yang dikandung sehingga didapatkan berat endapan dapat dilakukan melalui cara pengendapan pada analisis gravimetrik.. Kadar klorida dapat

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Kanrung