MENINGKATKAN WAWASAN DAN KESADARAN
BERAGAMA MASYARAKAT KAMPUNG PANGKALAN
DESAIN PRAKTIK PROFESI
Disusun Oleh :
Randi Abdurahman
NIM : 1101.0992
Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI)
Al – Masthuriyah Sukabumi
LEMBAR PERSETUJUAN
MENINGKATKAN WAWASAN DAN KESADARAN
BERAGAMA MASYARAKAT KAMPUNG PANGKALAN
Desain Praktik Profesi KPI
Disusun Oleh : Randi Abdurahman
NIM : 1101.0992
Desain Praktik Profesi (DPP) ini telah disetujui oleh Pembimbing Studi :
Nama : H. Ahmad Munawar, Lc. Mengetahui : Dosen Pembimbing Jurusan KPI.
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadhirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan nikmat baik lahir maupun bathin. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada junjunan Nabi Muhammad SAW beserta keluarga para sahabat dan seluruh ummat sampai akhir jaman.
Aktivitas dakwah merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan tugas yang mulia dalam rangka menyebarluaskan ajaran-ajaran agama islam. Pada masa sekarang juru penerang (da’i) diharapkan mampu menggapai tujuan dakwah secara sempurna dengan dibekali berbagai disiplin ilmu sehingga proses dakwah itu sendiri berjalan secara lancar efektif dan efisien dengan demikian materi dakwah yang disampaikan tepat dan terarah pada sasaran sesuai dengan tujuan dakwah itu sendiri yaitu mengajak menusia kembali ke jalan yang diridhoi Allah dengan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran islam di kemudian hari.
Akhirnya dengan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapah Bubuh Syihabuddin, M.ag. selaku Ketua Jurusan Komunikasi dan penyiaran Islam Fakultas Dakwah yang telah memberikan arahan dan pembekalan serta saran-saran, juga kepada Bapak H. Ahmad Munawar, Lc. selaku dosen pembimbing kami yang berupaya keras membimbing praktikan dalam penyusunan Desain Praktek Profesi ini hingga dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Akhir kata dengan senantiasa mengharapkan taufik dan hidayah dari Allah SWT dan melalui limpahan barokah dan karomah dari para Dosen yang telah membantu praktikan ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan setulus hati kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Desain Praktek Profesi ini semoga segala amal baiknya mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.
Sukabumi, Sabtu 17 Januari 2014
DAFTAR ISI
Allah subahanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-Nya, dan salah satu dari ketaatan kepadanya adalah menyambung tali silaturrahmi. Dalam surat ar-Ra’du Allah ta’ala berfirman:...16
B. Pertemuan Kedua...20
1. Nama/Tema dan Tujuan Kegiatan...20
2. Gambaran Kondisi Objek Mad’u...20
3. Langkah-langkah Kegiatan...21
4. Jadwal Kegiatan...21
5. Konsep Materi Pertemuan Kedua...22
BAB I
PENDAHULUAN
Dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan secara continue terhadap objek dakwah. Dari masa ke masa kegiatan dakwah selalu mengalami perubahan-perubahan sesuai dengan kondisi dan situasinya. Dakwah menjadi tugas setiap muslim dalam pengertian yang sederhana (dalam skala mikro) sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Namun dalam pengertian dakwah secara ideal dan makro, baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok (organisasi) harus dilakukan dengan menguasai berbagai aspek, baik methode, materi, media, dan menguasai sasaran dakwah.
Di samping juga pelaksana dakwah harus memiliki integritas, kapabelitas, kredibelitas baik dari segi keahliannya maupun moralitasnya, dan memiliki keperibadian yang sholeh. Di samping itu juga untuk menghasilkan pelaksanaan dakwah secara efektif dan efesien, harus dilakukan secara sistemik dengan menerapkan aspek-aspek manajerial secara baik dan tepat.
kompleks yang dihadapi oleh ummat manusia itu merupakan masalah yang harus dihadapi oleh para pendukung dan pelaksana dakwah.
Untuk menghadapi masalah-masalah dakwah yang semakin meningkat dan berat itu, penyelenggaran dakwah tidak mungkin dilakukan hanya secara indivudual dan sambil lalu saja. Tetapi harus dilaksanakan oleh pelaksana dakwah dengan bekerja sama dalam kesatuan-kesatuan yang teratur rapi, professional dan menggunakan system kerja manajerial yang baik, demi tercapainya tujuan dakwah secara efektif dan efesien.
Desain Praktek Profesi merupakan awal dari kegiatan memperkenalkan Mahasiswa yang bersangkutan terhadap gambaran bidang-bidang atau jenis-jenis profesi yang akan dihadapi di masa yang akan datang.
BAB II
ISI DESAIN PRAKTIK PROFESI
A. Pertemuan Pertama
1. Nama/Tema dan Tujuan Kegiatan
1.1. Nama/Tema Kegiatan “Manfaat Silaturahmi”
1.2. Tujuan Kegiatan
Memberikan siraman rohani kepada mad’u sekaligus memperkenalkan diri praktikan berikut rekan yang dating dengan maksud dan tujuan yang sama yakni bersilaturahmi yang sekaligus kami melaksanakan salah satu tugaswajib yang harus praktikan jalani sebagai mahasiswa untuk melengkapi persyaratan yang telah ditentukan di perguruan tinggi.
2. Gambaran Kondisi Objek Mad’u
Sarana pendukung : Microfon, Mimbar Jenis Kegiatan : Pengajian Mingguan Objek Sasaran : Masyarakat sekitar mesjid Hari/tanggal : Rabu, 21 Januari 2014 Durasi Waktu : 30 sampai 45 Menit
3. Langkah-langkah Kegiatan
a. Persiapan
Praktikan terlebih dahulu mendsikusikan jadwal pengajian mingguan ini dengan kepala desa Mekarjaya dan pengurus DKM Nurul Ikhlas. Kemudian melakukan observasi yakni dengan mengunjungi sekaligus menyaksikan proses pengajian mingguan ustadz dari mesjid Nurul Ikhlas yang dapat dijadikan acuan dalam menerapkan metode dakwah supaya sesuai dengan mad’u. Mengajak mad’u untuk membaca do’a sebelum pengajian dan menyapa mad’u dengan memperkenalkan diri serta menyatakan maksud dan tujuan. Dilanjutkan dengan pembahasan sesuai tema kegiatan, namun diselipkan dalam bahasan tentang maulid nabi yang kebetulan bertepan dengan kegiatan ini.
b. Pelaksanaan
Acara pengajian mingguan ini dilaksanakan pada hari rabu 21 januari 2014 dimulai pukul 20.00 s/d 21.00 WIB
d. Evaluasi
Praktikan bertanya kepada mad’u dan juga kepada perwakilan pengurus DKM perihal kebiasaan sholat berjamaah masyarakat setempat setiap harinya dimesjid ini.
4. Jadwal Kegiatan
Kegiatan pada pertemuan pertama ini dilaksanakan pada hari rabu tanggal 21 januari 2014 pukul 20.00 s/d 21.00 WIB
5. Konsep Materi Pertemuan Pertama
1. Muqadimah
Segala puji mari kita senantiasa sampaikan kehadirat allah ta’alaa, yang mana atas karunia-Nya kita dapat bersama berkumpul dalam
haflah yang allah muliakan ini .Amin
Shalawat bertingkaikan salam mari selalu kita curah limpahkan keharibaan revolusi terbesar dalam sejarah baginda tercinta Nabi kita Muhammad SAW.
2. Prolog
3. Permasalahan
Adat dan budaya atau kebiasaan masyarakat kota yang cenderung individualisme mulai merangkak masuk ke kampung-kampung terpencil bahkan mungkin menuju kebudayaan baru yang kurang positif menuurut agama.
4. Uraian
a. Arti Silaturahmi
Ibnu Manzhur rahimahullah menjelaskan bahwa silah yang berarti menyambung adalah lawan kata dari hujron yang berarti meninggalkan atau memutuskan. (Lisanul ‘Arob 11/726)
Sehingga silaturrahmi dapat diartikan dengan: “Sebuah ungkapan yang menggambarkan tentang perbuatan baik, kasih sayang dan kelembutan yang ditujukan kepada keluarga yang senasab (satu keturunan) dan karib kerabat, serta perhatian terhadap kondisi mereka, sekalipun mereka berada di tempat yang jauh dan berbuat tidak baik kepada kita. (Lisanul ‘Arob 11/728)
perbuatan baiknya itu kepada keluarga senasab atau karib kerabatnya, tidak lebih dari itu.
b. Bagaimana Cara Menyambung Silaturahmi?
Berikut ini beberapa gambaran singkat dari menyambung tali silaturrahmi:
Dan yang paling utama dan terpenting dari itu semua adalah, hendaklah kita bersemangat dan antusias untuk mengajak mereka kembali kepada jalan agama, menasihati mereka, memerintahkan kepada yang ma’ruf dan melarang dari berbuat kemungkaran. Dan jangan lupa pula, doakanlah semoga mereka senantiasa mendapatkan hidayah taufiq dari Allah subahahu wa ta’ala.
c. Keutamaan Menyambung Silaturahmi
Pada sub bahasan ini, akan disebutkan beberapa keutamaan dari menyambung tali silaturrahmi yang begitu beragam, yang dengan membaca beberapa keutamaannya, semoga kita termotivasi untuk menyambung dan menjaga tali hubungan kekerabatan, meskipun ada dari mereka yang tidak suka atau bahkan berusaha untuk memutuskannya. Sebab seorang yang benar-benar menyambung tali silaturahmi adalah sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut ini:
.اههلهصهوه ههمهححره تتعهطحقه اذهإح يتذحللها لهصحاوهلتا نتكحلهوه ،ئحفحاكهمهلتابح لهصحاوهلتا سهيتله
hubungan kekerabatannya diputus ia terus menyambungnya. (HR. Bukhari 1/559)
Berikut, beberapa keutamannya:
Pertama: Silaturrahmi merupakan syiar keimanan kepada Allah ‘azza wa jalla dan hari akhir.
Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.ههمهححره لتصحيهلتفه رحخحلا محوتيهلتاوه هحللهلابح نهمحؤتيه نهاكه نتمهوه
Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah ia menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 6138)
Kedua: Silaturrahmi merupakan sebab umur seseorang dipanjangkan dan rizkinya dilapangkan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
.ههمهححره لتصحيهلتفه هحرحثهأه يفح ههله أهسهنتيهوه هحقحزترح يفح ههله طهسهبتيه نتأه بلهحهأه نتمه
Berkaitan dengan penafsiran dipanjangkannya umur orang yang menyambung tali silaturrahmi, para ulama memiliki dua penafsiran:
Penafsiran Pertama : Maksud dari ditambah atau dipanjangkannya umur adalah bahwasanya Allah ta’ala memberikan keberkahan pada umur, menganugerahkan kekuatan pada diri, dan kejernihan pada akal orang yang menyambung tali silaturrahmi. Sehingga kehidupannya penuh dengan amalan-amalan utama yang bermanfaat bagi dirinya di dunia dan di akhirat.
Penafsiran Kedua : Bahwa penambahan atau dipanjangkannya umur tersebut diartikan sesuai dengan hakekatnya, yakni umurnya akan benar-benar dipanjangkan oleh Allah ‘azza wa jalla. Jadi, orang yang menyambung tali silaturrahmi, Allah akan menambah panjang umurnya.
Ketiga: Silaturrahmi salah satu faktor terbesar untuk masuk surga.
Dari Abu Ayyub al-Anshori radhiyallahu ‘anhu bahwasanya ada seorang laki-laki yang berkata: “Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku akan amalan yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan diriku dari api neraka.” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dengan sabda beliau:
.مهححرلهلا لهصحتهوه ،ةهاكهزلهلا يتحؤتتهوه ،ةهلهصلهلا مهيتقحتهوه ،ائئيتشه هحبح كهرحشتته لهوه ههللهلا دهبهعتته
Engkau beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, menegakkan sholat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturrahmi. (HR. Bukhari 1396 & Muslim 13)
Keempat: Menyambung tali silaturrahmi merupakan bentuk ketaatan kepada Allah ta’ala.
Allah subahanahu wa ta’ala memuji orang-orang yang mengerjakan ketaatan kepada-Nya, dan salah satu dari ketaatan kepadanya adalah menyambung tali silaturrahmi. Dalam surat ar-Ra’du Allah ta’ala berfirman:
. .
لهصهوتيه نتأه هحبح ههللهلا رهمهأه امه نهوتلهصحيه نهيتذحللهاوه قهاثهيتمحلتا نهوتضهقهنتيه لهوه هحللهلا دحهتعهبح نهوتفهويه نهيتذحللها بحابهلتلهات وتلهوأه رهكلهذهتهيه امهنلهإح .بحاسهححلتا ءهوتسه نهوتفهاخهيهوه متههبلهره نهوتشهختيهوه
apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhan-nya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. ar-Ra’du: 19-21)
Begitu mulia orang yang mendapatkan pujian dan sanjungan dari Allah ta’ala, dan begitu celaka orang yang mendapatkan celaan dan cercaan dari-Nya.
Kelima: Allah akan menyambung hubungan dengan orang yang menyambung tali silaturrahmi.
Keenam: Menyambung silaturrahmi mengundang pujian.
Telah disebutkan di atas bahwa akal dan fitrah manusia sejalan dengan perintah untuk menyambung tali silaturrahmi dan mencela orang yang memutuskannya. Dari keterangan singkat ini dapat kita ketahui, bahwa orang yang menyambung tali silaturrahmi, dia akan mendapat pujian di tengah manusia, sedangkan orang yang memutuskannya akan mendapat celaan dari mereka.
Sekiranya kita melihat ada seorang yang begitu perhatian dengan sanak saudaranya, gemar membantu mereka yang kekurangan dan begitu memiliki hubungan yang baik dan dekat dengan mereka, tentu saja kita akan senang dan sangat setuju dengan apa yang dia lakukan serta memuji perbuatannya tersebut.
Ketujuh: Terciptanya kedamaian, kecintaan, dan hubungan baik di tengah-tengah keluarga dan karib kerabat.
Kedelapan: Kemuliaan bagi orang-orang yang menyambung tali silaturrahmi.
Orang-orang yang menyambung tali silaturrahmi, yang saling cinta dan saling mengasihi, kedudukan mereka akan tinggi, nama mereka akan harum, sehingga mereka termasuk orang yang penting di tengah kaumnya, yang mana hal tersebut akan menjadi perhitungan tersendiri. Tidak ada seseorang yang lancang untuk menimpakan sesuatu yang tidak baik kepada mereka, menzhalimi mereka, sehingga mereka adalah orang-orang yang mulia di tengah kaumnya.
5. Kesimpulan
B. Pertemuan Kedua
1. Nama/Tema dan Tujuan Kegiatan
a. Nama/Tema Kegiatan
“10 Manfaatn Sholat Berjamaah” b. Tujuan Kegiatan
Memberikan siraman rohani sekaligus motivasi kepada mad’u untuk senantiasa melaksanakan sholat dengan berjamaah, terutama di masjid.
2. Gambaran Kondisi Objek Mad’u
Mad’u pengajian tradisional ini diisi oleh sebagian masyarakat sekitar yang dikategorikan masyarakat dewasa dan orang tua, namun tak jarang masyarakat muda atau remaja juga ikut dalam pengajian mingguan ini. Tempat kegiatan : Mesjid
3. Langkah-langkah Kegiatan
a. Persiapan
Praktikan terlebih dahulu mendsikusikan jadwal pengajian mingguan ini dengan kepala desa Mekarjaya dan pengurus DKM Nurul Ikhlas. Kemudian melakukan observasi yakni dengan mengunjungi sekaligus menyaksikan proses pengajian mingguan ustadz dari mesjid Nurul Ikhlas yang dapat dijadikan acuan dalam menerapkan metode dakwah supaya sesuai dengan mad’u. Mengajak mad’u untuk membaca do’a sebelum pengajian dan menyapa mad’u dengan memperkenalkan diri serta menyatakan maksud dan tujuan.
b. Pelaksanaan
Kegiatan ini dilaksanakan pada pengajian mingguan hari senin 26 Januari 2014 di mejid
c. Evaluasi
Praktikan berbincang-bincang dengan masyarakat sekitar beserta tokoh masyarakat tentang kebiasaan bersilaturahmi di wilayah tersebut.
4. Jadwal Kegiatan
5. Konsep Materi Pertemuan Kedua
1. Muqadimah
ءاج ىذلا ةمحرلا يبن ىلع ملسلاو ةلصلاو دولوم رهش ءاقلب انيلع معنا ىذلا هلل دمحلا
املسو ةمكحلاب
2. Prolog : memberikan pilihan untuk mad’u antara uang seribu dengan seratus ribu maka mad’u akan memilih yang mana. Bandingkan dengan pahala sholat yang sendiri dengan pahala sholat berjama’ah maka mad’u akan memilih yang mana.
3. Permasalahan
Kemalasan untuk sholat berjama’ah dikarenakan berbagai alasan seperti jarak yang jauh, sibuk, waktu sholanya lama. Dan bahkan bisa jadi sebagia mad’u tidak mengetahui pahala sholat jama’ah sangatlah berlimpah.
4. Uraian
Manfaat ke–1 : Mematuhi Perintah Allah (Al-Baqarah: 43).
"Dan dirikanlah sholatlah dan tunaikanlah zakat dan ruku’lah
bersama orang-orang yang ruku."
Maksud dari ruku bersama orang-orang yang ruku ialah sholat
berjamaah.
Manfaat ke–2 : Sebagai Saksi Keimanan (At Taubah: 18).
Manfaat ke–3 : Mendapatkan Tazkiyah (Pernyataan Kesucian)
dan Anugerah Besar dari Allah (An-Nur: 36-38).
Manfaat ke–4 : Di Antara Sebab Ta'ajub Allah subhanahu
wata'aala Nabi SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah ta'ajub
pada shalat (yang dilakukan) secara berjamaah.” (Shahihul
Jami’ no.1820)
Manfaat ke–5 : Mematuhi Perintah Rasul shallallahu 'alahi
wasallam Nabi bersabda, “Siapa yg mendengar adzan lalu tidak
mendatanginya (untuk shalat berjamaah), maka tidak ada shalat
Manfaat ke–6 : Selamat Karena Mengikuti Rasul shallallahu
'alaihi wasallam (An Nur:54) dan Ali Imran : 31). Dan
Rasulullah bersabda, “Segenap
umatku akan masuk Surga kecuali orang yang tidak
mau...Siapa yang mentaatiku pasti masuk Surga dan siapa
yang mendurhakaiku maka dia tidak mau (masuk Surga).”
(HR. al-Bukhari).
Manfaat ke–7 : Sholat Berjamaah Termasuk Sasaran Islam
yang Agung Banyak nash2 yg menyeru ditegakkan &
dijaganya jamaah (persatuan), sebaliknya melarang perpecahan
& menjauhi jamaah umat Islam.
Manfaat ke–8 : Mengagungkan dan Menampakkan Syi'ar
Allah. (Al-Hajj: 32).
Manfaat ke–9 : Termasuk Sunnah- sunnah Petunjuk
Manfaat ke–10 : Lebih Utama dari Shalat Sendirian Rasulullah
SAW bersabda, “Shalat berjamaah itu lebih utama 27 derajat
dari pada shalat sendirian.” (HR. al-Bukhari).
DAFTAR PUSTAKA
Al-Ghunnyah Karangan Syekh Abdul Qodir al-Jaelani Al-Luma’ Karangan Abu Nashr As-Saraj
Amin sholeh, Ahmad Allampuniy.2011. Kajian Ushul Fiqih dan Kaidah-kaidah Ilmu Fiqih .Bandung: Cahaya ilmu
Al-Minhus Saniyyah Karangan Abdul Wahab Asy-Sya’rani.
Bidayatussalikin karanangan H. Syihabuddin Suhrowardi. Tasikmalaya: PT. Mudawwahamah warohmah
Hadist Arba'in An-Nawawiyah Karangan : Imam An-Nawawi
H. Syihab’jddin Suhrowardi, Bidayatus Salikin”Belajar Ma’rifat kepada Alloh”, Hal,. 13-17.
Tanbihul Ghafilin karangan Imam al-Faqih Abu Laits as-samarqandi Tanwirul Qulub karangan Syaikh Muhammad Amin Al-khurdi
http://dakwahquransunnah.blogspot.com/2013/06/40manfaatsholatberjamaah.html#s
thash.ybpe84j2.dpuf.
http://dakwahquransunnah.blogspot.com/2013/06/perintahuntukmeluruskamerapatk