• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR Kata Pengantar dari Rektor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR Kata Pengantar dari Rektor"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

(1)Departemen Pendidikan Nasional  Universitas Brawijaya  Malang ‐ 2008 .

▸ Baca selengkapnya: kata kata izin keluar dari organisasi

(2) KATA PENGANTAR  Kata Pengantar dari Rektor  Dewasa  ini,  seiring  dengan  perubahan  pesat  pada  konstelasi  komunitas  global,  Universitas  Brawijaya  (UB)  menghadapi  banyak  permasalahan  yang  berkaitan  dengan  manajemen  keuangannya.  Sistem  keuangan  yang  ada  sekarang  tidak  sesuai  dengan  tuntutan upaya  perkembangan  sistem  yang  transparan  dan akuntabel  yang  sangat  penting  dalam  rangka  membangun  organisasi  yang  efektif  dan  efisien,  memperoleh  dukungan  masyarakat,  dan  mendapatkan  posisi  sebagai  kekuatan  moral  yang  diperhitungkan.  Kesimpulan  umum  tentang  keadaan  organisasi  tersebut  di  atas  adalah  sebuah  hasil  dari  kajian evaluasi diri yang dipakai sebagai landasan utama bagi UB untuk mengajukan sebuah  perubahan  dalam  sistem  keorganisasian  dan  telah  disetujui  oleh  Direktorat  Jendral  Pendidikan  Tinggi  menjadi  Perguruan  Tinggi  BHMN  melalui  SK  Dirjen  Dikti  Nomor:  4022/D/T/2007  tertanggal  29  Nopember  2007.  Namun  demikian  karena  permasalahan  Perundangan tentang BHMN yang tidak kunjung selesai, maka UB melalui Rapat Pleno Senat  pada  17  Maret  2008,  menetapkan untuk  membuat usulan  menjadi  Badan  Layanan  Umum  (BLU)  yang  telah  memliki  dasar  hukum  yang  lebih  jelas.  Pada  dasarnya,  usulan  ini  merupakan  upaya  UB  memperoleh  status  hukum  sebagai  Badan  yang  lebih  otonom  khususnya dalam pengelolaan keuangannya.  Badan  Layanan  Umum  pada  prinsipnya  adalah  Enterprising  the  government  yang  merupakan  paradigma  baru  yang  menjadi  jiwa  pengelolaan  keuangan  sektor  publik.  Undang‐Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang menekankan basis  kinerja  dalam  penganggaran,  memberikan  landasan  yang  penting  bagi  orientasi  baru  tersebut  di  Indonesia.  Selanjutnya,  Undang‐Undang  Nomor  1  Tahun  2004  tentang  Perbendaharaan  Negara  membuka  koridor  baru  bagi  penerapan  basis  kinerja  ini  di  lingkungan  instansi  pemerintah.  Dalam  pasal  68  dan  pasal  69  Undang‐Undang  Nomor  1  Tahun  2004  disebutkan  bahwa  instansi  pemerintah  yang  tugas  pokok  dan  fungsinya  memberikan  pelayanan  kepada  masyarakat,  termasuk  pelayanan  pendidikan  yang  diselenggarakan  oleh  UB,  dapat  menerapkan  pola  pengelolaan  keuangan  yang  fleksibel  dengan  menonjolkan  produktivitas,  efisiensi,  dan  efektivitas.  Instansi  demikian,  dengan  sebutan  umum  sebagai  Badan  Layanan  Umum,  diharapkan  menjadi  implementasi  konkrit  dari  sistem  penerapan  manajemen  keuangan  berbasis  kinerja.  Dengan  pengelolaan  keuangan  dalam  pola  BLU,  fleksibilitas  diberikan  dalam  rangka  pelaksanaan  anggaran,  termasuk  pengelolaan  pendapatan  dan  belanja,  pengelolaan  kas,  dan  pengadaan . i .

(3) barang/jasa.  Seiring  dengan  itu,  perlu  sistem  kendali  ketat  dalam  perencanaan  dan  penganggarannya, serta dalam pertanggungjawabannya.  Sehubungan dengan hal‐hal tersebut di atas, UB bermaksud menerapkan Pengelolaan  Keuangan  Badan  Layanan  Umum  (PK‐BLU)  dengan  menyusun  dokumen  Pola  Tata  Kelola  sebagaimana  dipersyaratkan  dalam  pasal  4  ayat  4  Peraturan  Pemerintah  Nomor  23  Tahun  2005  tentang  Pengelolaan  Keuangan  Badan  Layanan  Umum.  Untuk  ini  UB  menyatakan diri  untuk  bersedia  menjalani  audit  keuangan  oleh  auditor  independen  sesuai dengan  standar  Sistem Akuntansi Indonesia.  Pola  Tata  Kelola  juga  telah  dibenahi  untuk  diseuaikan  dengan  harapan  bahwa  penerapan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum tidak sekedar sebagai format baru  dalam pengelolaan keuangan UB, tetapi diharapkan dapat menyuburkan perwadahan baru  bagi  pembaharuan  manajemen  keuangan  sektor  publik  demi  meningkatkan  pelayanan  UB  kepada masyarakat.  Selaku Rektor UB, saya menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada segenap pihak  yang  telah  terlibat  dalam  persiapan  dokumen‐dokumen  tersebut.  Saya  juga,  sangat  menghargai  partisipasi  segenap  elemen  Universitas  dan  juga  dukungan  mereka  dalam  rencana perubahan organisasi ini.    Malang, 25 Juli 2008  Rektor Universitas Brawijaya,    Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito   .  .  .  .  .  .  .    NIP. 130 704 136 .                    . ii .

(4) DAFTAR ISI   . KATA PENGANTAR ________________________________________________ i  Kata Pengantar dari Rektor _________________________________________________________ i . DAFTAR ISI _____________________________________________________ iii  BAB I.  A.  B.  C.  D. . PENDAHULUAN  __________________________________________ 1 . Pengertian Tata Kelola  _______________________________________________________ 1  Prinsip Tata Kelola yang Baik __________________________________________________ 1  Tujuan Penerapan Tata Kelola _________________________________________________ 2  Klausula Tentang Perubahan Tata Kelola_________________________________________ 2 . BAB II. . ORGANISASI DAN TATA LAKSANA____________________________ 3 . A.   Struktur Organisasi UB Saat Ini_________________________________________________ 4  1.  Dewan Penyantun __________________________________________________________________ 6  2.  Senat ____________________________________________________________________________ 6  3.  Pimpinan Universitas  _______________________________________________________________ 8  4.  Fakultas __________________________________________________________________________ 9  5.  Jurusan atau Bagian  _______________________________________________________________ 10  6.  Program Studi ____________________________________________________________________ 11  7.  Laboratorium dan Studio  ___________________________________________________________ 11  8.  Lembaga  ________________________________________________________________________ 11  9.  Direktur Pasca sarjana______________________________________________________________ 12  10.  Biro  ____________________________________________________________________________ 12  11.  Unit Pelaksana Teknis ______________________________________________________________ 12  12.  Pusat Jaminan Mutu _______________________________________________________________ 12  B.   Perubahan Struktur Organisasi UB Setelah Menjadi BLU ___________________________ 13  C.  Tugas Pokok dan Wewenang dalam Organisasi BLU _______________________________ 15  1.  Dewan Pengawas  _________________________________________________________________ 15  2.  Unsur Pimpinan ___________________________________________________________________ 17  3.  Senat Universitas__________________________________________________________________ 22  4.  Unsur Pelaksana Akademik __________________________________________________________ 24  5.  Lembaga  ________________________________________________________________________ 29  6.  Unsur Pelaksana Administrasi ________________________________________________________ 30  7.  Unsur Pelayanan Administrasi  ________________________________  Error! Bookmark not defined.  8.  Unsur Penunjang __________________________________________________________________ 34  9.  Institusi Fungsional ________________________________________________________________ 39  10.  Unsur Pelayanan Umum ____________________________________________________________ 42  D.  Prosedur Kerja _____________________________________________________________ 42  E.  Ketersediaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia ___________________________ 43  1.  Ketersediaan Sumberdaya Manusia ___________________________________________________ 43  2.  Pengembangan Sumberdaya Manusia _________________________________________________ 47 . BAB III.  AKUNTABILITAS _________________________________________ 51  iii .

(5) A.  1.  2.  3.  4. . B.  1.  2.  3.  4. . C. . Akuntabilitas Program  ______________________________________________________ 51  Bidang Akademik __________________________________________________________________ 51  Bidang Administrasi Umum__________________________________________________________ 52  Bidang Kemahasiswaan _____________________________________________________________ 52  Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kerjasama _____________________________________ 52  Akuntabilitas Kegiatan  ______________________________________________________ 54  Bidang Akademik __________________________________________________________________ 54  Bidang Administrasi Umum__________________________________________________________ 54  Bidang Kemahasiswaan _____________________________________________________________ 54  Bidang Pengembangan Kelembagaan dan Kerjasama _____________________________________ 55  Akuntabilitas Keuangan  _____________________________________________________ 57 . BAB IV. TRANSPARANSI ___________________________________________ 63  A.  Penyelenggaraan Sistem manajemen berbasis TIK untuk peningkatan Transparansi_____ 64  B.  Penyebarluasan Informasi melalui Website dan Media Cetak _______________________ 65  C.  Penyebarluasan Informasi melalui Sosialisasi, Rapat Periodik, Brosur, Selebaran dan  Media Massa  __________________________________________________________________ 67  D.  Audit Internal  _____________________________________________________________ 67 . BAB V.  ETIKA DAN INTEGRITAS ___________________________________ 69  A.   B.  C.  D.  E.  F.   G.   H.   I.   J.   K.   L.  . Menjaga Komitmen Etika Akademik  ___________________________________________ 69  Pengertian Integritas Akademik _______________________________________________ 69  Pengertian Kebebasan Akademik dan Otonomi Keilmuan __________________________ 69  Pengertian Loyalitas kepada Universitas ________________________________________ 70  Pengertian Gratifikasi _______________________________________________________ 70  Kewajiban Menghindari Suap _________________________________________________ 71  Perlindungan Aset dan Informasi ______________________________________________ 71  Kesadaran terhadap Efisisensi Biaya  ___________________________________________ 71  Membangun Integritas Pelaporan _____________________________________________ 72  Larangan Aktivitas Politik ____________________________________________________ 72  Pemeliharaan Nama Baik Universitas  __________________________________________ 72  Pengenaan Sanksi __________________________________________________________ 73 . BAB VI. DAFTAR REFERENSI RUJUKAN _______________________________ 74  BAB VII. PENUTUP _______________________________________________ 75  Lampiran 1. Statuta UB ___________________________________________ 76  Lampiran 2. Organisasi dan Tata Kerja UB ____________________________ 93 . iv .

(6) BAB I.  PENDAHULUAN  A.  Pengertian Tata Kelola  Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 119/PMK.05/2007 pasal 5, pola tata  kelola merupakan peraturan internal universitas yang menetapkan:  1.. 2.. 3.. Organisasi  dan  tata  laksana,  mencakup  struktur  organisasi,  prosedur  kerja,  pengelompokan  fungsi  yang  logis,  ketersediaan  dan  pengembangan  sumberdaya  manusia, serta efisiensi biaya.  Akuntabilitas, mencakup kebijakan, mekanisme/prosedur, media pertanggungjawaban,  dan  periodisasi  pertanggungjawaban  program,  kegiatan,  dan  keuangan  dalam  rangka  mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  Transparansi,  dengan  menerapkan  asas  keterbukaan  yang  dibangun  atas  dasar  kemudahan memperoleh informasi bagi yang membutuhkan. . B.  Prinsip Tata Kelola yang Baik . 1. 2.. 3. 4.. 5.. Transparansi,  yaitu  mengikuti  asas  keterbukaan  agar  informasi  mengenai  Universitas  secara langsung dapat diterima bagi pihak‐pihak yang membutuhkan.  Akuntabilitas,  yaitu  mempertanggungjawabkan  pengelolaan  sumberdaya  serta  pelaksanaan  kebijakan  yang  dipercayakan  kepada  Universitas  dalam  mencapai  tujuan  yang telah ditetapkan secara periodik.  Responsibilitas,  yaitu  kesesuaian  pengelolaan  Universitas  terhadap  peraturan  perundang‐undangan yang berlaku dan prinsip‐prinsip organisasi yang sehat.  Kewajaran,  yaitu  keadilan  dan  kesetaraan  dalam  memenuhi  hak‐hak  stakeholder  Universitas  yang  timbul  berdasarkan  perjanjian  maupun  peraturan  perundang‐ undangan yang berlaku.  Kemandirian, yaitu keadaan pengelelolaan Universitas tanpa benturan kepentingan dan  pengaruh/tekanan  dari  pihak  manapun  yang  tidak  sesuai  dengan  kepentingan  organisasi maupun peraturan perundang‐undangan.    . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Dalam  sebuah  Badan  Layanan  Umum  pengelolaan  organisasi  berbasis  kinerja  hanya  dapat  dilakukan  bila  organisasi  dilaksanakan  atas  dasar  prinsip‐prinsip  Tata  Kelola  yang  menjamin terselenggaranya praktek‐praktek baik (good Practices) sebagai berikut: .   1.

(7) C.  Tujuan Penerapan Tata Kelola  Tata  Kelola  UB  diupayakan  memenuhi  prinsip‐prinsip  Tata  Kelola  yang  menjamin  terselenggaranya  praktek‐praktek  baik,  agar  dapat  mendorong  pengelolaan  Universitas  menjadi  lebih  profesional,  berdaya  dalam  mengemban  fungsi  misi  dan  visinya.  Dalam  hal  Implementasi  sistem  Tata  Kelola,  setiap  pihak  dalam  organisasi  UB  harus  dapat  secara  mudah  didorong  agar  memiliki  kesadaran  atas  adanya  tanggung  jawab  sosial  Universitas  terhadap  stakeholder.  Dalam  struktur  pengelolaan  UB  sebagaimana  saat  ini,  terdapat  beberapa  potensi  yang  memungkinkan  terjadinya  inefisiensi  pengelolaan  sumberdaya.  Perbaikan  perlu  dilakukan  terutama  menyangkut  kejelasan  prosedur  dan  kewenangan  administrasi  dengan  posisi  pengelolaan  kegiatan  akademik.  Dalam  hal  pengelolaan  arus  informasi,  pengendalian  kegiatan  maupun  pengelolaan  asset  khususnya  keuangan  dan  sumberdaya  manusia  terdapat  sejumlah  titik‐titik  pokok  yang  memerlukan  perbaikan  mendesak.  . D.  Klausula Tentang Perubahan Tata Kelola  Pola  Tata  Kelola  Universitas  ini  akan  direvisi  apabila  terjadi  perubahan  terhadap  Statuta  Universitas  Brawijaya  (UB)  maupun  perundang‐undangan  yang  terkait  dengan  pola  tata  kelola universitas,  serta  disesuaikan  dengan  fungsi,  tanggung  jawab,  dan  kewenangan  organ universitas serta perubahan lingkungan universitas.  . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Perubahan  Tata  Kelola  Universitas  untuk  memperbaiki  mekanisme  kerja  khususnya  terkait  dengan  isu‐isu  krusial  tersebut  di  atas,  UB  memerlukan  landasan  hukum  untuk  melakukan transformasi keorganisasian. Status sebagai BLU diharapkan dapat memberikan  peluang  lebih  baik  bagi  UB  untuk  melakukan  pembenahan  Tata  Kelola  yang  mendorong  peningkatan  kualitas  layanan  dengan  menumbuh‐kembangkan  efisiensi,  relevansi,  transparansi,  akuntabilitas.  Diharapkan  dengan  menjadi  BLU,  leadership  dapat  tumbuh  di  semua  jenjang  posisi  dalam  organisasian.  Untuk  tujuan ini  perbaikan  sistem  informasi  dan  kejelasan  Manual  Keja  mutlak  diperlukan  agar  dapat  mendorong  organ‐organ  Universitas  memiliki  kapasitas  dan  kecepatan  yang  memadai  dalam  membuat  perencanaan  dan  keputusan.  Outcome  yang  diharapkan  adalah  ketercapaian  misi  dan  visi  UB  serta  peningkatan  peran  UB  dalam  mendukung  kemajuan  bangsa  dan  negara  serta  mampu  mengangakat  kualitas  kinerja  akademik  yang  diperhitungkan  pada  tataran  persaingan  global.  .   2.

(8) BAB II. ORGANISASI DAN  TATA LAKSANA . Pengusulan  menjadi  BLU  dilakukan  dengan  memperhatikan  situasi  internal  maupun  eksternal UB termasuk semua sistem perundangan yang terkait dengan UB. Saat ini, sebagai  sebuah  instansi  pemerintah,  hal‐hal  yang  menyangkut  penyelenggaraan  UB  secara  fungsional dibina oleh Menteri Pendidikan Nasional cq. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.  Untuk bidang kepegawaian di bawah pembinaan Menteri Aparatur Negara, dan pembinaan  di bidang pengelolaan keuangan dilaksanakan oleh Menteri Keuangan. Usulan menjadi BLU  ini dikemas dengan memperhatikan ketentuan‐ketentuan pemerintah terkait dengan fungsi  ketiga  departemen  pemerintahan  tersebut  diatas.  Semua  perubahan  sistem  organisasi  termasuk  tata  Kelola  harus  memperoleh  persetujuan  dari  ketiga  departemen  tersebut  di  atas.  Langkah  pertama  adalah  mendapatkan  ijin  dari  Menteri  Pendidikan  Nasional,  dilanjutkan  ke  perolehan  ijin  Menteri  Keuangan  untuk  asapek  keuangan,  dan  Menteri  Pendayagunaan Aparatur Negara untuk aspek SDM. . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Saat  ini  UB  adalah  Perguruan  Tinggi  Negeri  (PTN)  yang  berada  di  lingkungan  Departemen  Pendidikan  Nasional.  UB  dipimpin  oleh  Rektor  yang  berada  di  bawah  koordinasi, dan bertanggung jawab kepada Menteri Pendidikan Nasional. Dalam organisasi  UB saat ini segala hal menyangkut pengelolaan keuangan diatur selayaknya sebuah instansi  (jawatan)  pemerintah  yang  seringkali  tidak  bersesuaian  dengan  tuntutan  situasi  eksternal  sehingga  sering  mengalami  berbagai  kesulitan  dalam  memenuhi  kepentingan  pengelolaan  universitas dalam menjalankan misinya. Perkembangan pengelolaan ke arah organisasi yang  lebih  otonom  merupakan  tuntutan  situasi  yang  tidak  terhindarkan.  Untuk  ini  UB  berusaha  melakukan  berbagai  pembenahan  Tata  Laksana  (sistem  pengelolaan)  dengan  terlebih  dahulu  melakukan  evaluasi  diri  secara  menyeluruh.  Berbagai  usulan  perubahan  sistem  pengelolaan  organisasi  tersebut  dikembangkan  dengan  mengacu  pada  ketentuan  perundangan  yang  berlaku.  Upaya  pembenahan  telah  diupayakan  sejak  sepuluh  tahun  terakhir,  dan  pada  tahun  2003,  UB  mengusulkan  ke  pemerintah  untuk  menjadi  Perguruan  Tinggi  BHMN,  dan  pada  tahun  2007,  telah  berhasil  memperoleh  ijin  dari  Direktorat  Pendidikan  Tinggi  (DIKTI),  Departemen  Pendidikan  Nasional  untuk  berubah  status  menjadi  Perguruan  Tinggi  Badan  Hukum  Milik  Negara  (PT  BHMN).  Namun  demikian  surat  ijin  dari  Direktur  Jendral  DIKTI  tersebut  belum  dapat  direalisasikan  karena  sistem  perundangan  untuk  itu  belum  memungkinkan.  Untuk  itulah  UB,  atas  saran  dari  Direktur  Jendral  DIKTI,  mengusulkan  menjadi  Badan  Layanan  Umum  yang  telah  memiliki  landasan  hokum  yang  memadai  untuk  melakukan  berbagai  perubahan  keorganisasian  sesuai  dengan  perkembangan yang dikehendaki seperti tersebut di atas.   .   3.

(9) A.   Struktur Organisasi UB Saat Ini   Organisasi  UB  saat  ini  ditetapkan  berdasarkan  atas  Keputusan  Menteri  Pendidikan  nasional no: 080/0/2002 tentang Statuta UB. Organisasi Universitas  Barwijaya (lihat gambar  1) terdiri dari:  a.  b.  c.  d.  e.  f.  g. . Dewan Penyantun  Unsur pimpinan: rektor dan pembantu rektor  Senat universitas  Unsur pelaksana akademik: fakultas dan lembaga  Unsur pelaksana khusus: program pasca sarjana  Unsur pelaksana administrasi: biro  Unsur penunjang: unit pelaksana teknis (UPT) . Selama  ini,  Universitas  Brawijaya  telah  berupaya  meningkatkan  mutu,  relevansi  dan  efisiensi  layanan.  Salah  satunya  adalah  sebuah  Tata  Kelola  untuk  mengembangkan  sistem  penjaminan  mutu.  Awal dari upaya  yang dilakukan  adalah  ketika  pada  tahun  2002,  Rektor  membentuk  Tim  Monitoring  dan  Evaluation  (Monev)  dengan  tugas  melaksanakan  sistem  pembinaan dan pemantauan Program Hibah Kompetisi (PHK) yang diperoleh pendanaannya  dari  Dirjen  DIKTI.  Kemudian,  karena  kegiatan  Tim  Monev  internal  dirasa  masih  terbatas,  maka  pada  tahun  2003  dibentuk  Tim  Benefit  dan  Monitoring  Evaluation  (BME)  dengan  SK  Rektor  No.  022/SK/2003.  Implementasi  dari  SK  Rektor  ini  telah  mendorong  upaya‐upaya  penyehatan institusi dengan mendorong perluasan ruang lingkup sistem penjaminan mutu.  Dari  kegiatan  implementasi  Monev  PHK  yang  lebih  bersifat  quality  control,  berkembang  menjadi  kegiatan  yang  lengkap  dengan  quality  assurance  dan  quality  improvement  bidang  akademik  termasuk  akreditasi  program  studi  (PS).  Untuk  selanjutnya  untuk  lebih  memantapkan  sistem  jaminan  mutu,  diterbitkanlah  SK  Rektor  No.  017A/SK/2005  tentang  Pusat  jaminan  Mutu  (PJM),  yang  kelembagaan dan  tugasnya  direvisi  kembali pada  tanggal  13 Pebruari 2006, melalui SK Rektor nomor: 023A/SK/2006.   . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Rincian  tugas,  fungsi  dan  hal‐hal  lain  yang  menyangkut  detail  rinciannya  ditetapkan  dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 080/0/2002 tentang Organisasi  Tata  Kerja  (OTK).  Melalui  persetujuan  rapat  Senat  Universitas,  OTK  diusulkan  kembali  setelah  ada  bagian  yang  diperbaharui  sesuai  dengan  perkembangan  yang  terjadi  di  UB.   Secara  garis  besar,  struktur  organisasi  UB  dipaparkan  dalam  Gambar  1.    Untuk  itu,  Universitas  Brawijaya  sedang  memproses  draft  naskah  usulan  pembaharuan  OTK  yang  nantinya  akan  disampaikan  kepada  Menteri  Pendidikan  Nasional  sesuai  dengan  tuntutan  penyempurnaan struktur organisasi UB PK‐BLU.  .   4.

(10) Senat Universitas. R E K T O R. Dewan Penyantun. Pembantu Rektor : I.      Bidang Akademik II. Bidang Administrasi dan Keuangan III. Bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Pusat Jaminan Mutu. Unit Pelaksana Teknis (UPT) 1. 2. 3. 4. 5.. Biro. Bahasa Perpustakaan Mata Kuliah Umum (MKU) Pusat Komputer (Puskom) Unit Pengkajian dan Penerapan Teknologi Informasi  (UPPTI) 6. Pusat Pengembangan E‐Learning (PPE) 7. Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH). Program P ascasarjana. 1. Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan  (BAAK) 2. Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) 3. Biro Administrasi Perencanaan, Kerjasama dan  Sistem Informasi (BAPSI). Fakultas/Program. Lembaga. Fakultas Hukum (FH) Fakultas Ekonomi (FE) Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Fakultas Pertanian (FP) Fakultas Peternakan (FPt) Fakultas Teknik (FT) Fakultas Perikanan  dan Ilmu  Kelautan (FPIK) 8. Fakultas Kedokteran (FK) 9. Fakultas Matematika dan Ilmu  Pengetahuan Alam (FMIPA) 10. Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) 11. Fakultas  Ilmu Sosial (FIS) 12. Program Bahasa dan Sastra. 1. Lembaga Penelitian (Lemlit) 2. Lembaga Pengabdian kepada  Masyarakat (LPM) 3. Lembaga Pengkajian dan  Pengambangan Pendidikan (LP3). 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7..  . Gambar 1. Struktur Organisasi UB  yang ada saat ini (2008) . Di bidang administrasi umum, Universitas saat ini sedang merencanakan pembentukan  Satuan  Pengendali  Internal  (SPI)  yang  merupakan  aparat  intern  Universitas  untuk  membantu Pimpinan Universitas dalam mendukung terciptanya sistem pengendalian kinerja  administrasi  yang  efektif  di  lingkungan  Universitas.  Untuk  menginisiasi  ini  sudah  ditunjuk  staf ahli Pembantu Rektor II untuk mengembangkan SPI di lingkungan UB. Meskipun hal‐hal  semacam  ini  memiliki  dasar  pemikiran  yang  benar  dari  prinsip‐prinsip  keorganisasian,  namun  ternyata  tidak  sepenuhnya  memiliki  landasan  dalam  statuta  terkait  dengan  statusnya  sebagai  PTN.  Selain  itu,  masih  banyak  aspek  lain  khususnya  aspek  pengelolaan  keuangan  dan  asset.  Kedua  hal  ini  mengalami  berbagai  kendala  dalam  implementasi  perbaikannya.  Sistem  penganggaran  yang  harus  dilakukan  dengan  mekanisme  tata  kelola  sebagai instansi pemerintah tidak lagi sesuai dengan tuntutan kinerja UB yang menghadapi  persaingan  global.  Setiap  perubahan  dalam  pola  tata  kelola  harus  dikonsultasikan  kepada . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008.  .   5.

(11) Mendiknas  dan  harus  memenuhi  ketentuan  peraturan  kepegawaiaan  dari  Kementerian  Aparatur  Negara  (Menpan)  menyebabkan  kapasitas  UB  dalam  merespon  tuntutan  jaman  dan perubahan masyarakat menjadi kurang cepat.  . 1.. Dewan Penyantun  Dewan  Penyantun  adalah  dewan  yang  beranggotakan  tokoh‐tokoh  masyarakat.  Anggota  dewan  penyantun  diangkat  dan  diberhentikan  oleh  rektor  atas  persetujuan  senat universitas.   Organisasi Dewan Penyantun   Dewan  penyantun dipimpin  oleh  seorang  ketua  dan  dibantu  oleh  seorarig  sekretaris  yang dipilih dari para anggotanya. Masa jabatan Dewan Penyantun adalah 4 tahun dan  dapat diangkat kembali untuk masa jabatan 4 tahun berikutnya  Tugas Dewan Penyantun    a).   Membina  dan  meningkatkan  hubungan  baik  antara  masyarakat,  instansi  pemerintah dan badan swasta dengan universitas;  b).   Membantu memecahkan permasalahan universitas;   c).  Menampung  aspirasi  dan  pengembangan universitas. . partisipasi . masyarakat . dalam . Senat   Senat  merupakan  badan  normatif  dan  perwakilan  di  Universitas  yang  menjalankan  fungsi  membangun  dan  menjaga  penegakan  nilai‐nilai  dan  etika  akademik.  Senat  Universitas  adalah  perwakilan  tertinggi  di  tingkat  Universitas,  sedangkan  Senat  Fakultas adalah perwakilan tertinggi di tingkat Fakultas.  a) Organisasi Senat   1). 2). 3) 4). Senat  Universitas  terdiri  atas  wakil  Guru  Besar,  Rektor,  Pembantu  Rektor,  Dekan,  Ketua  Jurusan,  dan  wakil  dosen.  Senat  Fakultas  terdiri  dari  Guru  Besar,  Dekan,  Sekretaris  atau  Pembantu  Dekan  Fakultas,  Ketua  Jurusan  dan  Wakil Dosen   Senat  baik  di  tingkat  Universitas  maupun  Fakultas  diketuai  oleh  salah  satu  anggota,  didampingi  oleh  seorang  Sekretaris  yang  dipilih  diantara  para  anggota Senat.  Tata cara pemilihan serta persyaratan Perwakilan unsur Guru Besar dan wakil  dosen non guru besar ditetapkan dengan surat Keputusan Senat Universitas  Pemililihan  wakil  dosen  dilakukan  dengan  pemilihan  langsung  oleh  seluruh  dosen biasa pada fakultas atau jurusan yang bersangkutan. . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. 2.. mendorong .   6.

(12) 1). 2) 3). 4) 5) 6). 7) 8) 9). 10). 11) 12). 13) 14). 15). Mengusulkan  perubahan  statuta  Universitas  kepada  Menteri  Pendidikan  Nasional  dan  memberikan  persetujuan  mengenai  hal‐hal  yang  belum  diatur  dalam statuta dengan peraturan tersendiri yang ditetapkan oleh Rektor.  Merumuskan kebijakan akademik dan pengembangan Universitas.  Memberikan pertimbangan teknis terhadap pelaksanaan kebijakan akademik  dan  pengembangan  Universitas,  termasuk  akreditasi  internal  Universitas  dalam hal pembukaan dan/atau penutupan jurusan/program studi yang telah  ditetapkan  oleh  Senat  Universitas,  serta  penambahan  dan/atau  penutupan  laboratorium/studio pada setiap jurusan.  Merumuskan  kebijakan  penilaian  prestasi  akademik  dan  kecakapan  serta  kepribadian sivitas akademika.  Merumuskan norma dan tolok ukur penyelenggaraan perguruan tinggi.  Memberikan  pertimbangan  dan  persetujuan  atas  program  kerja  selama  periode  jabatan  dan  program  kerja  tahunan  Universitas  yang  diajukan  oleh  Rektor atau Dekan.  Menetapkan  aturan  mengenai  tata  tertib  pelaksanaan  pencalonan  dan  pemilihan Rektor atau Dekan.  Melaksanakan  pemilihan  Rektor  atau  Dekan  berdasarkan  tata  tertib  pemilihan yang telah ditetapkan.  Senat Universitas memberikan pertimbangan atas calon Rektor yang diajukan  kepada  Menteri  Pendidikan Nasional  untuk diangkat oleh  Presiden  Republik  Indonesia  menjadi  Rektor.  Senat  fakultas  memberikan  pertimbangan  atas  calon Dekan untuk diajukan kepada Rektor untuk diangkat menjadi Dekan  Senat  Universitas  memberikan  pertimbangan  atas  para  calon  Pembantu  Rektor atau Pembantu/sekretaris Dekan untuk Senat fakultas, yang kemudian  diajukan kepada Rektor untuk diangkat menjadi Pembantu Rektor.  Memberikan  pertimbangan  terhadap  calon  Direktur  dan  Kepala  Lembaga  yang akan diangkat dengan penetapan SK Rektor  Senat  Universitas  memberikan  persetujuan  mengenai  pendirian  lembaga‐ lembaga  nonstruktural  serta  memberikan  pertimbangan  atas  pengangkatan  pejabat lembaga non‐struktural yang dilakukan oleh Rektor.  Senat  Universitas  menetapkan  penjabaran  pelaksanaan  prinsip  manajemen  berbasis kinerja dan tata kelola Universitas yang baik.  Mengusulkan  kepada  Rektor  mengenai  program  perkembangan  dalam  jabatan  dan  kriteria  untuk  promosi  serta  menetapkan  prioritas  pembinaan  tenaga kependidikan dengan memperhatikan pengembangan kelembagaan.  Menetapkan ketentuan mengenai laporan dan akuntabilitas pejabat/pegawai  yang  berada  di  bawah  pejabat  yang  bertanggung  jawab  secara  langsung  kepada Rektor. . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. b) Tugas Senat  .   7.

(13) 16) Menilai pertanggungjawaban  Rektor atau  Dekan  atas  pelaksanaan  kebijakan  yang telah ditetapkan.  17) Merumuskan  peraturan  pelaksanaan  integritas  akademik,  kebebasan  akademik, dan otonomi keilmuan pada Universitas.  18) Menetapkan  kode  etik  Universitas  dan  kepengurusan  Dewan  Kehormatan  Kode Etik.  19) Menetapkan  ketentuan  mengenai  prosedur  Pengendalian  dan  sanksi  bagi  mahasiswa,  dosen,  atau  pegawai  yang  diduga  melanggar  ketentuan  dalam  kode etik.  20) Mengukuhkan pemberian  gelar  Doktor  Kehormatan  oleh  Universitas  kepada  seseorang yang memenuhi persyaratan.  21) Menjabarkan  Statuta  Universitas  ke  dalam  rincian  tugas  unit  dan  uraian  jabatan di semua jenjang struktur organisasi Universitas.  22) Membentuk  komisi‐komisi  yang  beranggotakan  anggota  Senat  dan  apabila  dianggap perlu dapat ditambah dengan anggota lain.  23) Menetapkan  lebih  lanjut  tugas‐tugas  dan  kewenangan  lainnya  dari  Senat  sepanjang tidak bertentangan dengan jiwa dan semangat Statuta Universitas.  c). Tanggung Jawab Senat   Senat  baik  di  tingkat  Universitas  maupun  Fakultas  mempunyai  tanggung  jawab  menjaga nilai‐nilai dan etika akademik serta menetapkan standar mutu akademik  . d) Masa Tugas anggota Senat  Masa tugas anggota Senat dari unsur wakil guru besar dan wakil dosen adalah 4  (empat) tahun. . 1). 2) 3) f). Senat  Universitas  maupun  Fakultas  dapat  menyelenggarakan  rapat‐rapat  khusus sesuai dengan bidang/pokok pembahasan tertentu yang dihadiri oleh  anggota Senat Universitas tertentu pula.  Pengambilan  keputusan  dalam  rapat  Senat  dilakukan  dengan  musyawarah  untuk mencapai mufakat atau melalui pemungutan suara.  Senat bersidang sekurang‐kurangnya 2 (dua) kali dalam satu tahun. . Pembiayaan  Segala  biaya  yang diperlukan  dalam  rangka pelaksanaan  tugas  Senat  dibebankan  pada anggaran Universitas.  . 3.. Pimpinan Universitas  Pimpinan Universitas terdiri dari Rektor yang dibantu oleh beberapa orang Pembantu  Rektor.  Rektor  adalah  pimpinan  dan  penanggung  jawab  utama  Universitas.  Rektor . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. e) Penyelenggaran Rapat/Sidang .   8.

(14) diangkat  dan  diberhentikan oleh Menteri  Pendidikan  Nasional  melalui  pertimbangan  Senat  Universitas  dengan  cara  pungutan  suara  dalam  forum  Pleno  Rapat  Senat  Universitas. Masa jabatan Rektor adalah 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali  dengan ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut‐turut. Rektor  dalam  melaksanakan  tugas  bertanggung  jawab  di  bidang  akademik  kepada  Menteri  Pendidikan Nasional, di bidang administrasi dan keuangan kepada Menteri Pendidikan  Nasional, Menteri Lain atau pimpinan Lembaga Pemerintah lain.   Rektor  dalam  melaksanakan  tugas  sehari‐hari  dibantu  oleh  Pembantu  Rektor  Bidang  Akademik,  Pembantu  Rektor  Bidang  Administrasi  Umum,  dan  Pembantu  Rektor  Bidang  Kemahasiswaa.  Bilamana  Rektor  berhalangan  tidak  tetap,  Pembantu  Rektor  Bidang Akademik bertindak sebagai Pelaksana Harian Rektor.  Tugas  a) Memimpin   penyelenggaraan   pendidikan,   penelitian   dan   pengabdian  kepada  masyarakat, serta hubungan dengan lingkungannya ;  b) Membina   dan   melaksanakan   kerja   sama  dengan  instansi, badan  swasta dan  masyarakat    untuk    memecahkan    persoalan    yang    timbul,    terutama    yang  menyangkut bidang tanggung jawabnya. . Fakultas     Fakultas adalah unit pelaksana akademik meliputi kegiatan Pendidikan, Penelitian dan  Pengabdian Masyarakat.  Organisasi fakultas terdiri dari:  a).   Unsur pimpinan: Dekan dan Pembantu Dekan  b).  Senat Fakultas  c).    Unsur  pelaksana  akademik:  jurusan,  laboratorium,  bengkel,  studio,  kelompok  dosen  d).   Unsur pelaksana adminlstrasi: bagian Tata Usaha.   e).   Unsur  penunjang:  ruang  baca,  kebun  percobaan,  tambak,  taman,  ternak,  rumah  sakit,  fasiiitas  kesehatan  lain,  dan  bentuk  penunjang  lainnya  yang  diperlukan  fakultas.  a) Pimpinan Fakultas   Dekan adalah  pemimpin  dan  penanggung  jawab uiarna  fakultas.    Dekan  mempunyai  tugas  mengatur  penyelenggaraan  pendidikan,  penelitian,  pengabdian  kepada  masyarakat,  dan  melakukan  pembinaan  kepada  mahasiswa,  dosen  dan  tenaga  kependidikan  fakultas.  Dekan  dan pembantu  dekan diangkat dan  diberhentikan  oleh  rektor melalui pertimbangan senat fakultas. Masa jabatan dekan dan pembantu dekan  adalah 4 tahun, dan dapat diangkat kembali dengan ketentuan tidak boleh lebih dari  dua kali masa jabatan berturut‐turut.   . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. 4..   9.

(15) b) Senat Fakultas . Senat fakultas mempunyai tugas pokok:  a).   Merumuskan  baku  mutu  pendidikan,  kebijakan  akademik  dan  pengembangan  fakultas;   b).   Merumuskan  kebijakan  penilaian  prestasi  akademik,  kecakapan  dan  kepribadian  sivitas akademika;   c).  Merumuskan norma,   etika   dan   tolok ukur penyelenggaraan fakultes;   d).   Menilai pertanggungjawaban  dan  pelaksanaan  kebijakan  yang  telah  diditetapkan  oleh dekan;   e).   Memberikan  pertimbangan  atas  dosen  yang  dicalonkan  memangku  jabatan  fungsional akademik lebih tinggi;   f).    Mengusulkan  pemberian  gelar  doktor  kehormatan  bagi  seseorang  yang  memenuhi  persyaratan      sesuai      dengan      peraturan      atau  ketentuan  yang  berlaku.   g).   Memberikan    pertimbangan    dan    persetujuan    rencana    anggaran  pendapatan  dan  belanja  fakultas  yang  diajukan  oleh  dekan  h.  Memiiih  dan  memberikan  pertimbangan  atas  dosen  yang  diusulkan  mendapat  tugas  tambahan  sebagai  dekan,   i).    Memberikan  pertimbangan  untuk  dosen  yang  diangkat  sebagai  pembantu  dekan,ketua jurusan/bagian  dan sekretaris jurusan/bagian;   j).    Tatacara  pertimbangan  senat  fakultas  dalam  hal  pengangkatan  dan  pemberhentian  Dekan,  pembantu  dekan,  ketua  dan  sekretaris  jurusan/bagian   serta  pengusulan  kenaikan  jabatan  fungsional  akademik  diatur  dalam  keputusan  senat universitas. . 5.. Jurusan atau Bagian  Jurusan  atau  bagian  merupakan  unit  peiaksana  akademik  yang  melaksanakan  pendidikan  akademik  pada  program  sarjana  dan  program  pascasarjana  pendidikan  profesi,  dan  pendidikan  profesional  (vokasional).  Jurusan  atau  bagian  dipimpin  oleh  seorang  ketua  dan  didampingi  seorang  sekretaris  yang  diangkat  dan  diberhentikan  oleh  rektor  atas  usul  dekan,  serta bertanggung jawab langsung  kepada  dekan.  Ketua . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Senat  fakultas  merupakan  badan  normatif  tertinggi  di  fakultas.  Keanggotaan  senat  fakultas terdiri atas dosen tetap dengan jabatan guru besar, pimpinan fakultas, ketua  jurusan  dan  sepuluh  orang  wakil  dosen.  Keanggotaan  s  Ketua  senat  fakultas  adalah  dekan dan didampingi  oleh‐  seorang  sekretaris  yang  dipilih  dari  para  anggota  senat.  Dalam  melaksanakan  tugasnya,  senat  fakultas  dapat  membentuk  komisi‐komisi  yang  beranggotakan  anggota  senat.  Tatacara  pengambilan  keputusan  dalam  rapat  senat'  diatur  dalam  tatatertib  rapat  senat.  Senat  fakultas  diangkat  dan  diberhentikan  oleh  Rektor atas usulan Dekan selaku Ketua Senat.   .   10.

(16) jurusan/bagian mengkoordinasikan semua program siudi terkait untuk menjamin baku  mutu  pendidikan.  Jurusan  atau  bagian  dalam  melaksanakan  tugasnya  membentuk  bengkel,  laboratorium/studio,  program  studi  akademik,  profesi  dan  profesional  (vokasional),  serta  bentuk  lain  yang  dianggap  perlu  untuk  menyelenggarakan  pendidikan  oleh  fakultas.  Tatacara  pembentukan  bengkel,  laboratorium/studio,  program  studi  reguler  dan  ekstensi,  serta  bentuk‐bentuk  lain  yang  dianggap  perlu  seperti dimaksud pada ayat (4) diatur melalui Keputusan Rektor. . 6.. Program Studi  Program studi merupakan penyelenggaraan program‐program pendidikan tinggi yang  diselenggarakan  atas  dasar  suatu  kurikulum.  Program‐program  pendidikan  tinggi  berupa:  program  studi  diploma,  sarjana  dan  pascasarjana  serta  profesi,  dapat  diselenggarakan  di  fakultas/jurusan  yang  memenuhi  syarat.  Program  studi  pascasarjana  yang  bersifat  lintas  jurusan  dapat  diselenggarakan  di  bawah  fakultas  yang  memiliki/menggunakan  sumber  daya  terbanyak  dan/atau  berada  di  bawah  tanggung jawab program pascasarjana selaku unit pelaksana khusus. . Laboratorium dan Studio  Laboratorium  atau  studio  adalah  wadah  bagi  sivitas  akademika  melakukan  pengembangan ilmu melalui penelitian dan melakukan praktek belajar. Laboratorium  atau studio dipimpin oleh seorang ketua laboratorium/studio yang ditunjuk atas dasar  kompetensi  bidang  ilmunya  serta  kemampuannya  melakukan  pengembangan  ilmu.  Tugas  seorang  ketua  laboratorium  atau  studio  adalah  melakukan  pengelolan  laboratorium atau studio, melakukan koordinasi serta memimpin pengembangan ilmu  pada bidang kajian tertentu melalui kegiatan penelitian. Laboratorium beranggotakan  kelompok dosen. Dalam satu laboratorium  dapat dibentuk lebih  dari  satu  keiompok  dosen.  Laboratorium  didukung  oleh  tenaga  penunjang  akademik  yang  terdiri  dari  peneliti, teknisi, laboran, dan tenaga adrninistrasi. . 8.. Lembaga  Lembaga  merupakan  unsur  pelaksana  akademik  di  universitas  yang  melakukan  koordinasi, memantau, dan menilai pelaksanaan kegiatan tri dharma perguruan tinggi  yang  diselenggarakan  oleh  pusat‐pusat  pengkajian,  penelitian  dan/atau  pusat  pelayanan,  serta  ikut  serta  mengusahakan  dan  mengendalikan  administrasi  sumber  daya  yang  diperlukan.  Di  dalam  lembaga  dibentuk  pusat‐pusat  secara  fungsional  sesuai  dengan  kebutuhan.  Pimpinan  lembaga  bertanggung  jawab  kepada  rektor.  Pimpinan lembaga diangkat untuk masa 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali  untuk sebanyak‐banyaknya dua kali masa jabatan. . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. 7..   11.

(17) Lembaga terdiri atas:  a).   Pimpinan yang terdiri dari ketua dan sekretaris   b).   Tenaga ahli, dan   c).    Tenaga kependidikan . 9.. Direktur Pasca sarjana  Direktur  program  pascasarjana  diangkat  dan  diberhentikan  oleh  rektor  setelah  mendapat  pertimbangan  senat  universitas.  Direktur  program  pascasarjana  bertanggung  jawab  kepada  rektor.  Direktur  program  pascasarjana  diangkat  untuk  masa 4 (empat) tahun dan dapat diangkat kembali untuk sebanyak‐banyaknya dua kali  masa  jabatan.  Direktur  program pascasarjana  melakukan  koordinasi  terhadap  semua  program studi pascasarjana untuk menjamin baku mutu pendidikan. . 10. Biro  Biro adalah unsur pelaksana administrasi universitas yang bertugas menyelenggarakan  pelayanan  teknis  administrasi  yang  terdiri  dari  administrasi  akademik,  keuangan,  umum,  kemahasiswaan,  perencanaan  dan  sistem  informasi.  Biro  dipimpin  seorang  kepala yang diangkat dan diberhentikan oleh Rektor serta bertanggung jawab kepada  Rektor.  Di  dalam  biro  dibentuk  bagian‐bagian  sesuai  dengan  perkembangan  administrasi.  . Unit Pelaksana Teknis adalah unsur penunjang dan merupakan perangkat pelengkap di  bidang  pendidikan,  penelitian,  dan  pengabdian  kepada  masyarakat  yang  berada  di  tingkat  Universitas  dan  fakultas.  Unit  Pelaksana  Teknis  (UPT)  dipimpin  oleh  seorang  Kepala  yang  diangkat  dan  diberhentikan  serta  bertanggung  jawab  kepada  Rektor  dengan  masa  jabatan  adalah  4  (empat)  tahun,  dapat  diangkat  kembali  dengan  ketentuan tidak boleh lebih dari dua kali masa jabatan berturut‐turut. Unit Pelaksana  Teknis  dapat  terdiri:  Perpustakaan,  Pusat  Komputer,  Pusat  Pembinaan  Agama,  dan  unsur  atau  bentuk  penunjang  lain  yang  diperlukan  guna  menyelenggarakan  pendidikan di Universitas.  . 12. Pusat Jaminan Mutu  Pusat Jaminan Mutu (PJM) adalah unit pelaksana penjaminan mutu penyelenggaraan  kegiatan  akademik.  PJM  merupakan  unit  yang  tidak  tercantum  dalam  statuta  universitas,  dan  dibentuk  atas  instruksi  Direktorat  Jendral  Pendidikan  Tinggi.  PJM  memiliki  tugas  melaksanakan  monitoring  dan  evaluasi  kegiatan  akademik  yang  diselenggarakan  oleh  Universitas.  PJM  diketuai  oleh  seorang  Ketua  dibantu  seorang  sekretaris.  . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. 11. Unit Pelaksana Teknis  .   12.

(18) B.  P erubahan Struktur Organisasi UB Setelah Menjadi BLU  Organisasi  UB  BLU dikembangkan dari  organisasi  yang  saat  ini ada.  Perubahan paling  mendasar  dilakukan  untuk  membenahi  aspek  pengelolaan  keuangan,  pengawasan,  monitoring dan evaluasi. Sedangkan bagian lain hanya akan berubah secara minor atau tidak  dilakukan  perubahan  sama  sekali.  Penguatan  dalam  akuntabilitas  dan  transparansi  organisasi  menjadi  tujuan  utama  dalam  pembenahan  organisasi.  Dalam  hal  ini  akan  dilakukan  penguatan  pada  posisi  pejabat  keuangan,  dengan  demikian  Biro  Administrasi  Umum dan Keuangan akan dipecah menjadi Biro Administrasi Umum dan Biro Administrasi  Keuangan.  Perubahan  ini  sudah  dikonsultasikan  dan  disetujui  oleh  Senat  Universitas  dan  dalam  tahap  diajukan  ke  Biro  Hukum  dan  Organisasi  Sekretariat  Jenderal  Departemen  Pendidikan  Nasional.  Untuk  selanjutnya,  akan  dimintakan  pengesahannya  ke  Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara.  Dalam  rangka  implementasi  Pengelolaan  Keuangan  Badan  Layanan  Umum  (PK‐BLU),  maka  organisasi  UB  perlu  disesuaikan  berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  Republik  Indonesia  Nomor  23  Tahun  2005  tentang  Pengelolaan  Keuangan  Badan  Layanan  Umum,  sebagai  berikut: . Struktur Organisasi  UB PKBLU Senat  Universitas. Dewan  Pengawas. REKTOR PR‐I. PR‐II. PR‐III. Pemimpin BLU Ka. PJM. Ka. SPI. Institusi Fungsional Ka. BAU Ka. LPPM. Ka. LP3. Ka. BAAK. Ka. BAPSI. Ka. BAK. Biro, Unsur Pelaksana Administrasi. Lembaga Ka Penerbitan. Ka PPA. Ka. LSIH. Ka. UTIK. Ka. InBis. Ka. LMKU. Ka. Pusat Bahasa. Unsur Penunjang. Ka. Pusat Usaha Komersial. Unsur Pelayanan Umum Dekan FH. Dekan FE. Dekan FIA. Dekan FP. Dekan FT. Dekan FPt. Dekan FK. Dekan FPIK. Dekan FMIPA. Dekan FTP. Dekan FIS. Kaprog Bahasa. Fakultas /Program, Unsur Pelaksana Akademik Telah ada saat ini. Ditata sesuai kebutuhan BLU. Dir. prog Pasca sarjana. Baru dibentuk pada saat BLU.   Gambar 2. Struktur Organisasi Badan Layanan Umum UB (BLU‐UB)  Keterangan:  PR‐I:  Pembantu  Rektor  Bidang  Akademik;  PR‐II:  Pembantu  Rektor  Bidang  Administrasi  Umum;  PR‐III:  Pembantu  Rektor  Bidang   Kemahasiswaan;  Ka.PJM:  Kepala  Pusat  Jaminan  Mutu;  Ka.SPI:  Kepala  Satuan  Pengendali  Internal;  Ka.BAU:  Kepala  Biro  Administrasi  Umum;  Ka.BAAK:  Kepala  Biro  Administrasi  Akademik  dan  Kemahasiswaan;  Ka.BAPSI:  Kepala  Biro  Administrasi  Perencanaan  dan  Sistem  Informasi;  Ka.BAK:  Kepala  Biro  Administrasi  Keuangan;  Ka.  LPPM:  Kepala  Lembaga  Penelitian  dan  Pengabdian  kepada  Masyarakat;  Ka.  LP3:  Kepala  Lembaga  Pengkajian  dan  Pengembangan  Pendidikan;  Ka.  LSIH:  Kepala  Laboratorium  Sentral  Ilmu  Hayati;  Ka.  UTIK:  Kepala  Unit Teknologi  Informasi  dan  Komunikasi;  Ka.  UIBPM:  Kepala Unit Inkubator Bisnis dan Pelayanan Masyarakat; Ka. LMKU: Kepala Unit Layanan Mata Kuliah Umum; Ka.PPA: Kepala Pusat Pembinaan Agama. . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Ka Asrama. Ka. Perpus takaan.   13.

(19) Unit‐unit  yang  secara  khusus  dibuat untuk  mengawasi  jalannya organisasi  atas  nama  stake  holder  adalah Dewan  Pengawas.  Satuan  Pengendali  Internal  (SPI)  dan  Pusat  Jaminan  Mutu  (PJM)  adalah  unit  di  bawah  pimpinan  untuk  membantu  melakukan  monitoring  dan  evaluasi.  Unit‐unit  tersebut  diharapkan  dapat  membantu  penguatan  akuntabilitas  dan  transparansi untuk membangun kesehatan organisasi dan perbaikan layanan. Pembenahan  di bidang pengelolaan keuangan dirancang dengan memperkuat Biro Administrasi Keuangan  sebagai  penanggung  jawab  utama  pengelolaan  keuangan.  Di  harapkan  organisasi  UB‐BLU  nantinya mampu secara cermat melakukan Rancangan Bisnis Anggaran. Selain unit‐unit baru  tersebut yang merupakan perubahan mendasar dibandingkan organisasi UB lama, ada pula  perbaikan minor untuk tujuan peningkatan efektivitas kinerja.  . a. b. c. d.. e.. f.. g.. h.. Dewan Pengawas   Unsur Pimpinan (Rektor dan Pembantu Rektor)  Senat Universitas  Unsur Pelaksana Akademik  1) Fakultas  2) Pascasarjana  3) Lembaga  Unsur Pelaksana Administrasi  1) Biro Administrasi Keuangan  2) Biro Administrasi Umum  3) Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan  4) Biro Administrasi Perencanaan dan Sistem Informasi  Unsur Penunjang  1) Perpustakaan  2) Laboratorium Sentral Ilmu Hayati  3) Unit Teknologi Informasi dan Komunikasi  4) Unit Inkubator Bisnis   5) Unit Layanan Mata Kuliah Umum  6) Pusat Bahasa  7) Pusat Usaha Komersial  Institusi Fungsional  1) Pusat Jaminan Mutu  2) Satuan Pengendali Internal  Unsur‐unsur lain  1) Unit Pembinaan Agama  2) Unit Penerbitan  3) Asrama  4) Unit‐unit lain yang diperlukan . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. Organisasi  UB  yang  baru  seperti  yang  digambarkan  di  atas  memperlihatkan  bahwa  pejabat dalam organisasi Universitas terdiri atas enam penggolongan jabatan yaitu: .   14.

(20) C.  Tugas Pokok dan Wewenang dalam Organisasi BLU  Pemisahan  fungsi  dan  tugas  pokok  yang  tegas  antara  unsur  Dewan  Pengawas,  Senat  dan Pejabat Pengelola Universitas sangat perlu. Demikian pula pemisahan fungsi dan tugas  pokok pengelola yang terdiri atas Pemimpin, Pejabat Keuangan, Pejabat Teknis dan Pejabat  Fungsional. . Dewan Pengawas  Dewan  Pengawas  adalah  Satuan  Fungsional  yang  bertugas  melakukan  pengawasan  terhadap pengurusan BLU.   Pembentukan  Tata  cara,  tugas  dan  fungsi  serta  pembentukan  Dewan  Pengawas  ditetapkan  dalam  Statuta  Universitas  dengan  mengacu  pada  ketentuan  Peranturan  Menteri  Keuangan  nomor:  109/PMK.05/2007.  Pembentukan  Dewan  Pengawas  dilakukan  karena  UB  telah  memenuhi  ketentuan  minimum  realisasi  nilai  omzet  tahunan dan nilai aset menurut neraca (lihat buku RSB).    a) Tugas dan Kewajiban  1) Dewan  Pengawas  bertugas  melakukan  pengawasan  terhadap  pengurusan  Universitas yang dilakukan oleh Rektor mengenai pelaksanaan Rencana Bisnis  dan  Anggaran  Universitas,  Rencana  Strategis  Universitas,  sesuai  dengan  ketentuan peraturan perundang‐undangan yang berlaku.  2) Dewan Pengawas berkewajiban:  ƒ Memberikan  pendapat  dan  saran  kepada  Menteri  Pendidikan  Nasional  dan  Menteri  Keuangan  mengenai  Rencana  Bisnis  dan  Anggaran  yang  diusulkan oleh Rektor;  ƒ Mengikuti  perkembangan  kegiatan  Universitas,  memberikan  pendapat  dan  saran  kepada  Menteri  Pendidikan  Nasional  dan  Menteri  Keuangan  mengenai  setiap  masalah  yang  dianggap  penting  bagi  pengurusan  Universitas;  ƒ Melaporkan kepada Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Keuangan  apabila terjadi gejala menurunnya kinerja Universitas; dan  ƒ Memberikan  nasihat  kepada  Rektor  dalam  melaksanakan  pengurusan  Universitas.   ƒ Memberikan masukan, saran, atau tanggapan atas laporan keuangan.  3) Dewan  Pengawas  melaporkan  pelaksanaan  tugasnya  kepada  Menteri  Pendidikan  Nasional  dan  Menteri  Keuangan  secara  berkala  paling  sedikit  1  (satu) kali dalam satu semester dan sewaktu‐waktu apabila diperlukan.     . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. 1..  .   15.

(21) b) Keanggotaan  1) Anggota  Dewan  Pengawas  diusulkan  oleh  Senat  Universitas  dan  ditetapkan  dengan keputusan Menteri Pendidikan Nasional dengan Persetujuan Menteri  Keuangan.  2) Anggota Dewan Pengawas sebanyak 5 (lima) orang terdiri atas unsur pejabat  Departemen  Pendidikan  Nasional,  Departemen  Keuangan,  dan  tenaga  ahli  yang sesuai dengan kegiatan Universitas.  3) Masa  jabatan  anggota  Dewan  Pengawas  ditetapkan  selama  5  (lima)  tahun  dan  dapat  diangkat  kembali  untuk  masa  jabatan  berikutnya,  dan  sebanyak‐ banyaknya dua kali masa jabatan.  4) Dewan  Pengawas  dipimpin  oleh  seorang  Ketua  dan  dibantu  oleh  seorang  Sekretaris yang dipilih dari para anggotanya. . d) Pemberhentian  1) Anggota  Dewan  Pengawas  diberhentikan  oleh  Menteri  Pendidikan  Nasional  sesuai  dengan  kewenangannya,  setelah  masa  jabatan  anggota  Dewan  Pengawas berakhir.  2) Anggota  Dewan  Pengawas  dapat  diberhentikan  sebelum  habis  masa  jabatannya  oleh  Menteri  Pendidikan  Nasional  atas  persetujuan  Menteri  Keuangan.  3) Pemberhentian  anggota  Dewan  Pengawas  sebelum  habis  masa  jabatannya  dilakukan apabila anggota Dewan Pengawas terbukti:  4) Anggota  Dewan  Pengawas  dapat  diberhentikan  dari  jabatannya  karena  hal‐ hal sebagai berikut:  ƒ Berhenti atas permintaan sendiri;  ƒ Tidak dapat melaksanakan tugas secara terus‐menerus;  ƒ Tidak melaksanakan tugas dengan baik;  ƒ Melakukan tindak pidana; . Pola Tata Kelola Universitas Brawijaya 2008. c) Pembentukan/Pengangkatan  1) Dewan  Pengawas  Universitas  dibentuk  dengan  keputusan  Menteri  Pendidikan Nasional atas persetujuan Menteri Keuangan.  2) Anggota  Dewan  Pengawas  Universitas  terdiri  dari  unsur‐unsur  pejabat  dari  Departemeni  Pendidikan  Nasional  dan  Departemen  Keuangan,  serta  tenaga  ahli yang sesuai dengan kegiatan Universitas.  3) Keanggotaan  Dewan  Pengawas  diusulkan  oleh  Senat  Universitas  dan  ditetapkan  oleh  Menteri  Pendidikan  Nasional  setelah  memperoleh  persetujuan Menteri Keuangan  4) Masa  jabatan  anggota  Dewan  Pengawas  ditetapkan  selama  5  (lima)  tahun  dan dapat diangkat kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.  5) Pengangkatan anggota Dewan Pengawas tidak bersamaan waktunya dengan  pengangkatan Pejabat Pengelola Universitas. .   16.

Gambar

Gambar 8. Jumlah Dosen UB Tahun 2003‐2008 
Gambar 11. Jumlah Dosen berdasarkan golongan kepangkatan  
Tabel 2.  Perkembangan  Tenaga  Kependidikan  (termasuk  Tenaga  Administrasi,  Laboran, Teknisi dan Pustakawan) berdasar pendidikan  No
Tabel 4.  Proyeksi jumlah MABA, jumlah lulusan dan jumlah total mahasiswa UB Tahun  2009-2013  Tahun  2009  2010  2011  2012  2013  Mahasiswa Baru  7.755  8.015  8.351  8.685  8.765  •  Diploma  300  250  250  250  250  •  Sarjana  6.410  6.500  6.751  7.0

Referensi

Dokumen terkait

Aplikasi penelitian ini dimasa yang akan datang disarankan agar Hotel Grand Duta Syariah Palembang dapat membedakan fungsi penjualan dan fungsi kas agar tidak

Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 1961 tentang Pendaftaran Tanah yang?. menjadi dasar untuk mengatur lebih lanjut kegiatan

Dengan kata lain, pemilik sertifikat Berkaitan dengan sertifikat sebagai tanda bukti hak yang bersifat kuat,. sertifikat yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan

Tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di desa penulis (desa Bakalan Kalinyamatan Jepara) dan juga di masyarakat Jawa pada umumnya dalam menghadapi peristiwa kematian, hampir

[r]

Al-Ghazali telah mengubah atau paling tidak telah berusaha merubah istilah-istilah yang sulit menjadi mudah bagi pemahaman orang awam.Melalui pendekatan sufistik, al-

[r]

- Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang.. Undang-Undang