• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 1dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

P U T U S A N

Nomor : 17/Pid.B/2018/PN Psw

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Pasarwajo yang memeriksa dan mengadili perkara- perkara pidana dengan acara biasa pada peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Para Terdakwa :

Terdakwa I

Nama : ADAMU Bin LA SINEI ; Tempat Lahir : Soppeng ;

Umur/Tanggal lahir : 55 tahun / 01 Juli 1962 ; Jenis Kelamin : Laki-laki ;

Kebangsaan : Indonesia ;

Tempat Tinggal : Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana ;

Agama : Islam ;

Pekerjaan : Tani ; Pendidikan : - ; Terdakwa I

Nama : TAMIRUDDIN Bin DG PARANI ; Tempat Lahir : Bone ;

Umur/Tanggal lahir : 34 tahun / 07 September 1983 ; Jenis Kelamin : Laki-laki ;

Kebangsaan : Indonesia ;

Tempat Tinggal : Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana ;

Agama : Islam ;

Pekerjaan : Tani ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 2dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Pendidikan : SD (tamat) ;

Para Terdakwa dilakukan Penangkapan tanggal 17 September 2017 ;

Para Terdakwa ditahan dalam Rumah Tahanan Negara (RUTAN) berdasarkan Surat Perintah/Penetapan Penahanan ;

1. Penyidik, sejak tanggal 18 September 2017 sampai dengan tanggal 07 Oktober 2017 ;

2. Ditangguhkan masing-masing sejak tanggal 05 Oktober 2017 ;

3. Penuntut Umum, masing-masing, sejak tanggal 30 Nopember 2017 sampai dengan tanggal 19 Desember 2017 ;

4. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri, masing-masing sejak tanggal 20 Desember 2017 sampai dengan tanggal 18 Januari 2018 ;

5. Hakim Pengadilan Negeri, masin -maisng sejak tanggal 10 Januari 2018 sampai dengan tanggal 08 Februari 2018 ;

6. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri, maisng-masing sejak tanggal 09 Februari 2018 sampai dengan tanggal 09 April 2018 ;

Para Terdakwa dalam persidangan tidak didampingi oleh Penasehat Hukum ;

PENGADILAN NEGERI tersebut ; Telah membaca ;

1. Surat Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Pasarwajo tanggal 10 Januari 2018 Nomor : 17/Pen.Pid/2018/PN Psw tentang Penunjukkan Susunan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa tersebut ;

2. Surat Penetapan Hakim Ketua Majelis tanggal 10 Januari 2018 Nomor :17/Pen.Pid/2018/PN Psw tentang Penetapan Hari Sidang untuk memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa tersebut ;

3. Berkas perkara atas nama Para Terdakwa ADAMU Bin LA SINEI dkk beserta seluruh lampirannya ;

Telah mendengar keterangan saksi-saksi dan Terdakwa didalam persidangan ;

Telah pula melihat dan memperhatikan barang bukti yang diajukan dalam persidangan ;

Telah pula mendengar tuntutan Pidana Umum pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018 yang pada pokoknya agar Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan sebagai berikut ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 3dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

1. Menyatakan Terdakwa I Adamu Bin LA Sinei dan Terdakwa II Tamiruddin alias Taming Bin Dg Parani bersalah melakukan tindak pidana “Dengan terang- terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan sesuatu luka”, sebagaimana tercantum dalam Dakwaan Pertama pasal 170 ayat (1) KUH Pidana ;

2. Menjatuhkan pidana terhadap para Terdakwa maisng-masing dengan pidana penjara selama 6 (enam) bulan dikurangkan selama Para Terdakwa berada daam tahanan dengan perintah agar Para Terdakwa tetap ditahan ;

3. Membebankan kepada Terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp.5.000.- (lima ribu rupiah) ;

Menimbang, bahwa atas tuntutan pidana tersebut, Para Terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan yang pada pokoknya mengaku bersalah dan menyesal atas perbuatannya serta memohon keringan hukuman dari Majelis Hakim ;

Menimbang, atas Pembelaan Para Terdakwa tersebut, Penuntut Umum menyampaikan Replik secara lisan yang pada intinya tetap pada tuntutannya demikian juga sebaliknya Para Terdakwa menyampaikan Duplik secara lisan yang pada intinya tetap pada Pembelaannya ;

Menimbang, bahwa berdasarkan Surat Dakwaan Penuntut Umum tanggal 09 Desember 2017 Nomor Reg.Perk : 15/R.3.20/Ep.2/12/2017 Para Terdakwa telah didakwa sebagai berikut ;

PERTAMA

Bahwa Terdakwa I ADAMU BIN LASINEI bersama-sama dengan Terdakwa II TAMIRUDDIN BIN DG. PARANI, pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 sekira pukul 00.30 WITA atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan September 2017, bertempat di Desa Rompu -rompu, Kec. Poleang Utara, Kab. Bombana, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Pasar Wajo, “Telah Dengan Terang-Terangan Dan Dengan Tenaga Bersama Menggunakan Kekerasan Terhadap Orang Yakni Terhadap Saksi Korban IRWANTO ALIAS IWAN BIN KAMARUDDIN”, yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

• Bahwa pada awalnya pada hari Kamis tanggal 14 September sekitar pukul 21.00 WITA saksi korban IRWANTO menghadiri acara pesta pernikahan keluarga saksi korban di Desa Rompu -rompu, Kec. Poleang Utara kemudian pada sekitar pukul 23.30 WITA saksi korban ikut acara joget dan lulo di tempat pesta tersebut lalu pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 sekitar pukul 00.30 WITA setelah saksi korban capek berjoget dan hendak pulang dari

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 4dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

tempat pesta tersebut dan saat berjalan disekitar tempat masuk tenda acara joget tiba-tiba Terdakwa I ADAMU BIN LASINEI memukul saksi korban dari arah belakang sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan dan mengenai kepala bagian belakang saksi korban, lalu saksi korban langsung balik badan dan berkata “eh ada apa ini?”, tidak lama kemudian Terdakwa II TAMIRUDDIN yang melihat keributan terjadi langsung berlari dari arah depan sambil mengangkat kursi plastik warna merah lalu langsung memukulkan kursi tersebut ke arah kepala saksi korban secara berulang kali dan saksi korban berusaha menangkis hingga mengenai juga tangan kanan dan bagian dada saksi korban sampai kursi plastik tersebut patah -patah dan saksi korban pun langsung mengalami luka-luka hingga berdarah akibat pukulan dari para terdakwa tersebut ;

• Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I ADAMU dan Terdakwa II TAMIRUDDIN terhadap saksi korban IRWANTO mengakibatkan saksi korban mengalami luka-luka sebagaimana hsail pemeriksaan Visum Et Repertum No : 445/649/X/2017 tanggal 11 Oktober 2017 yang diperiksa dan ditandatangani oleh dr. WIWI PRATIWI HANDAYANI selaku dokter pada Puskesmas Poleang Timur, yang menerangkan hasil pemeriksaan sebgai berikut :

- Tampak luka parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi bagian kiri dengan ukuran panjang 2 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 0,4 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 0,5 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada pelipis sebelah kiri dengan ukuran panjang 0,4 cm dan lebar 0,2 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 1 cm dan lebar 0,2 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada alis sebelah kiri dengan ukuran panjang 1 cm dan lebar 0,2 cm;

Kesimpulan :

- Semua luka tersebut diatas diakibatkan oleh persentuhan dengan benda tumpul;

- Umur luka tersebut diatas lebih dari 1 (satu) minggu ;

• Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I ADAMU dan Terdakwa II TAMIRUDDIN terhadap saksi korban IRWANTO juga mengakibatkan aktifitas sehari-hari serta aktifitas pekerjaan saksi korban sebagai petani dan tukang batu menjadi terganggu ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 5dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP ;

ATAU KEDUA :

ahwa Terdakwa I ADAMU BIN LASINEI bersama-sama dengan Terdakwa II TAMIRUDDIN BIN DG. PARANI, pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 sekira pukul 00.30 WITA atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan September 2017, bertempat di Desa Rompu -rompu, Kec. Poleang Utara, Kab.

Bombana, atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang masih termasuk dalam Daerah Hukum Pengadilan Negeri Pasar Wajo, “Telah Melakukan Penganiayaan Secara Bersama-sama Yakni Terhadap Saksi Korban IRWANTO ALIAS IWAN BIN KAMARUDDIN”, yang dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut:

• Bahwa pada awalnya pada hari Kamis tanggal 14 September sekitar pukul 21.00 WITA saksi korban IRWANTO menghadiri acara pesta pernikahan keluarga saksi korban di Desa Rompu -rompu, Kec. Poleang Utara kemudian pada sekitar pukul 23.30 WITA saksi korban ikut acara joget dan lulo di tempat pesta tersebut lalu pada hari Jumat tanggal 15 September 2017 sekitar pukul 00.30 WITA setelah saksi korban capek berjoget dan hendak pulang dari tempat pesta tersebut dan saat berjalan disekitar tempat masuk tenda acara joget tiba-tiba Terdakwa I ADAMU BIN LASINEI memukul saksi korban dari arah belakang sebanyak 1 (satu) kali dengan menggunakan tangan dan mengenai kepala bagian belakang saksi korban, lalu saksi korban langsung balik badan dan berkata “eh ada apa ini?”, tidak lama kemudian Terdakwa II TAMIRUDDIN yang melihat keributan terjadi langsung berlari dari arah depan sambil mengangkat kursi plastik warna merah lalu langsung memukulkan kursi tersebut ke arah kepala saksi korban secara berulang kali dan saksi korban berusaha menangkis hingga mengenai juga tangan kanan dan bagian dada saksi korban sampai kursi plastik tersebut patah -patah dan saksi korban pun langsung mengalami luka-luka hingga berdarah akibat pukulan dari para terdakwa tersebut

• Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I ADAMU dan Terdakwa II TAMIRUDDIN terhadap saksi korban IRWANTO mengakibatkan saksi korban mengalami luka-luka sebagaimana hsail pemeriksaan Visum Et Repertum No : 445/649/X/2017 tanggal 11 Oktober 2017 yang diperiksa dan ditandatangani oleh dr. WIWI PRATIWI HANDAYANI selaku dokter pada Puskesmas Poleang Timur, yang menerangkan hasil pemeriksaan sebgai berikut :

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 6dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

- Tampak luka parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi bagian kiri dengan ukuran panjang 2 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 0,4 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 0,5 cm dan lebar 0,4 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada pelipis sebelah kiri dengan ukuran panjang 0,4 cm dan lebar 0,2 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada dahi sebelah kanan dengan ukuran panjang 1 cm dan lebar 0,2 cm;

- Tampak jaringan parut (bekas luka robek yang tidak dijahit) pada alis sebelah kiri dengan ukuran panjang 1 cm dan lebar 0,2 cm;

Kesimpulan :

- Semua luka tersebut diatas diakibatkan oleh persentuhan dengan benda tumpul;

- Umur luka tersebut diatas lebih dari 1 (satu) minggu.

• Bahwa akibat perbuatan Terdakwa I ADAMU dan Terdakwa II TAMIRUDDIN terhadap saksi korban IRWANTO juga mengakibatkan aktifitas sehari-hari serta aktifitas pekerjaan saksi korban sebagai petani dan tukang batu menjadi terganggu..

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 351 ayat (1) KUHP Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP ;

Menimbang, bahwa atas dakwaan Penuntut Umum tersebut, Para Terdakwa menyatakan telah mengerti isi dan maksud dari Surat Dakwaan tersebut dan tidak mengajukan eksepsi / keberatan ;

Menimbang, bahwa dalam persidangan telah didengar keteran gan Para saksi, dibawah sumpah, yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut : 1. Saksi korban IRWANTO alias IWAN Bin KAMARUDDIN ;

- Bahwa saksi pernah diperiksa oleh Penyidik dan semua keterangan saksi berikan tersebut didalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) adalah benar ; - Bahwa sebelumnya saksi kenal dengan Para Terdakwa, dan saksi tidak ada

hubungan keluarga dan pekerjaan dengan Terdakwa ;

- Bahwa Saksi dihadirkan dipersidangan ini sehubungan dengan masalah pengeroyokan dan penganiayaan yang saksi alami yang dilakukan oleh para Terdakwa ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 7dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

- Bahwa Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kab. Bombana ;

- Bahwa Terdakwa I. melakukan penganiayaan terhadap saksi dengan menggunan tangan kosong sedangkan Terdakwa II. menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

- Bahwa Terdakwa I melakukan penganiayaan terhadap saksi sebanyak 1 (satu) kali kearah belakang belakang kepala saksi sedangkan Terdakwa II.

melakukan penganiayaan terhadap saksi secara berulang-ulang dengan mengenai kepala, wajah, tangan sebelah kanan dan dada sebelah kanan saksi ;

- Bahwa Adapun awal mula dari pada kejadian tersebut yaitu bermula ketika saksi menghadiri undangan pesta pernikahan keluarga di Desa Rompu - Rompu dan sekitar pukul 23.00 Wita saksi keluar dari tempat pesta bersama teman saksi karena kami saat itu mau minum-minuman keras (beralkohol), setelah itu sekitar pukul 23.30 Wita saksi kembali ketempat pesta dan kemudian ikut acara lulo dan joget, namun karena saksi sudah merasa lelah saksi kemudian berhenti joget dan berlajan keluar untuk pulang dan saat berjalan pulang tersebut, tiba-tiba kepala saksi di pukul dari arah belakang oleh Terdakwa I. dengan menggunakan tangan kosong kearah kepala sebanyak 1 (satu) kali sehingga saat itu saksi langsung berbalik dan berkata

“Eh ada apa ini?”, setelah itu saksi melihat Terdakwa II. dari arah depan berlari kearah saksi sambil memegang kursi plastik warna merah kemudian dipukulkan kearah kepala saksi sehingga kaki kursi tersebut langsung patah, namun Terdakwa II. tetap memukul saksi secara berulang-ulang diarah kepala akan tetapi saksi berusaha menangkisnya dengan menggunakan tangan kanan sehingga pukulan tersebut mengenai tangan kanan dan dada sebelah kanan saksi, tidak lama kemudian Terdakwa II. jatuh dan kemudian langsung meninggalkan saksi dan masuk kedalam tempat pesta ;

- Bahwa setelah itu adik saksi bernama Sdr. Yusril masuk ketempat pesta dan bertanya “Siapa yang kasi berdarah kakakku”, dan saat itu ada orang yang tunjukkan kalau Terdakwa II. yang telah memukul saksi, sehingga Sdr. Yusril kemudian langsung pergi kearah Terdakwa II. namun Terdakwa II. malah kembali memukul Sdr. Yusril dengan kursi ;

- Bahwa saksi melihatnya saat itu secara samar-samar karena wajah saksi sudah berdarah ada orang yang memukul Terdakwa II. sehingga Terdakwa II. terjatuh, dan tidak lama kemudian didalam tenda tempat pesta terjadi keributan saling lempar kursi dan oleh petugas Kepolisian yang ada ditempat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 8dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

tersebut saksi kemudian diarahkan ke Kantor Polsek Poleang Timur untuk melaporkan kejadian yang saksi alami tersebut ;

- Bahwa Akibat perbuatan para Terdakwa tersebut, saksi mengalami luka robek pada bagian kepala dan wajah saksi, lengan sebelah kanan saksi terasa sakit dan saksi juga merasakan sakit pada bagian dada sebelah kanan dan mengakibatkan aktifitas saksi sehari-hari terganggu ;

- Bahwa Saksi tidak tahu apa sebabnya para Terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi saat itu ;

- Bahwa kejadian tersebut dilakukan para Terdakwa ditempat umum karena terjadi ditempat pesta (tempat penyambutan tamu) yang dapat dilihat oleh banyak orang ;

- Bahwa Kondisi penerangan ditempat kejadian tersebut dalam keadaan terang ;

Bahwa atas keterangan saksi tersebut Para Terdakwa membenarkannya ; 2. Saksi SARLAN alias ALAN Bin SUBAIR ;

➢ Bahwa saksi kenal dengan para Terdakwa namun saksi tidak ada hubungan keluarga maupun ikatan pekerjaan dengan para Terdakwa ;

➢ Bahwa saksi mengerti saat ini di periksa sehubungan dengan masalah pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami saksi Irwanto ;

➢ Bahwa adapun yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap saksi Irwanto saat itu adalah para Terdakwa ;

➢ Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kec. Poleang Utara, Kab. Bombana ;

➢ Bahwa Terdakwa I. melakukan penganiayaan terhadap saksi Irianto dengan menggunan tangan kosong sedangkan Terdakwa II. menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

➢ Bahwa saat kejadian pengeroyokan dan penganiayaan tersebut saksi sedang berada ditempat kejadian dan hanya berjarak sekitar 7 (tujuh) meter dari tempat kejadian ;

➢ Bahwa yang saksi lihat saat adalah ketika saksi Irwanto berjalan hendak dari tempat pesta, tiba-tiba Terdakwa I. berlari dari arah belakang saksi Irwanto dan kemudian memukul kepala saksi Irwanto dari arah belakang dengan menggunakan tangan kosong sebanyak 1 (satu) kali sehingga saat itu saksi Irwanto langsung berbalik kebelakang, selanjutnya saksi melihat Terdakwa II. dari arah depan berlari kearah saksi Irwanto sambil memegang kursi plastik warna merah kemudian dipukulkan secara berulang-ulang kearah kepala saksi Irwanto akan tetapi saksi Irwanto berusaha menangkisnya dengan menggunakan tangan kanannya namun

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 9dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Terdakwa II. tetap memukuli saksi Irwanto dengan menggunakan kursi sampai kursi tersebut hancur ;

➢ Bahwa karena saat itu sudah mulai banyak orang yang berkerumun ditempat kejadian saksi sudah tidak memperhatikan lagi dimana keberadaan para Terdakwa dan juga karena ditempat pesta yang sudah mulai kacau sehingga saksi hanya berusaha menenangkan saksi Irwanto yang saat itu dalam keadaan emosi dan kepalanya sudah dipenuhi darah ;

➢ Bahwa akibat perbuatan para Terdakwa tersebut, saksi Irwanto mengalami luka robek pada bagian kepala dan wajah, lengan sebelah kanan saksi Irwanto terasa sakit dan merasakan sakit pada bagian dada sebelah kanan dan mengakibatkan aktifitas saksi Irwanto sehari-hari terganggu ;

➢ Bahwa saksi tidak tahu apa sebabnya para Terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi Irwanto saat itu ;

➢ Bahwa kejadian tersebut dilakukan para Terdakwa ditempat umum karena terjadi ditempat pesta (te mpat penyambutan tamu) yang dapat dilihat oleh banyak orang ;

➢ Bahwa saksi masih mengenali barang bukti dalam perkara tersebut ; --- Atas keterangan saksi yang dibacakan tersebut Para Terdakwa membenarkannya ;

3. Saksi FANDI Bin FIRMANSYAH (Keteran gan saksi dibacakan) ;

➢ Bahwa saksi kenal dengan para Terdakwa namun saksi tidak ada hubungan keluarga maupun ikatan pekerjaan dengan para Tdakwa

➢ Bahwa saksi mengerti saat ini di periksa sehubungan dengan masalah pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami saksi Irwanto ;

➢ Bahwa adapun yang melakukan pengeroyokan dan penganiayaan terhadap saksi Irwanto saat itu adalah para Terdakwa ;

➢ Bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kec. Poleang Utara, Kab. Bombana ;

➢ Bahwa Terdakwa I. melakukan penganiayaan terhadap saksi Irianto dengan menggunan tangan kosong sedangkan Terdakwa II. menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

➢ Bahwa saat kejadian pengeroyokan dan penganiayaan tersebut saksi sedang berada ditempat kejadian ;

➢ Bahwa yang saksi lihat saat adalah ketika saksi Irwanto berjalan hendak dari tempat pesta, tiba-tiba Terdakwa I. berlari dari arah belakang saksi Irwanto dan kemudian memukul kepala saksi Irwanto dari arah belakang dengan menggunakan tangan kosong sebanyak 1 (satu) kali sehingga saat itu saksi Irwanto langsung berbalik kebelakang, selanjutnya saksi melihat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 10dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Terdakwa II. dari arah depan berlari kearah saksi Irwanto sambil memegang kursi plastik warna merah kemudian dipukulkan secara berulang-ulang kearah kepala saksi Irwanto akan tetapi saksi Irwanto berusaha menangkisnya dengan menggunakan tangan kanannya namun Terdakwa II. tetap memukuli saksi Irwanto dengan menggunakan kursi sampai kursi tersebut hancur ;

➢ Bahwa saat itu Terdakwa I. sempat ditahan oleh Sdr. Saripuddin (Kepala Desa Rompu-Rompu) dan Sdr. Mustapa, namun tidak berhasil ;

➢ Bahwa karena saat itu sudah mulai banyak orang yang berkerumun ditempat kejadian saksi sudah tidak memperhatikan lagi dimana keberadaan para Terdakwa dan juga karena ditempat pesta yang sudah mulai kacau sehingga saksi hanya berusaha menenangkan saksi Irwanto yang saat itu dalam keadaan emosi dan kepalanya sudah dipenuhi darah dan tidak lama kemudian saksi meninggalkan tempat pesta tersebut karena melihat keadaan yang sudah mulai kacau didalam tempat pesta ;

➢ Bahwa akibat perbuatan para Terdakwa tersebut, saksi Irwanto mengalami luka robek pada bagian kepala dan wajah, lengan sebelah kanan saksi Irwanto terasa sakit dan merasakan sakit pada bagian dada sebelah kanan dan mengakibatkan aktifitas saksi Irwanto sehari-hari terganggu ;

➢ Bahwa saksi tidak tahu apa sebabnya para Terdakwa melakukan pemukulan terhadap saksi Irwanto saat itu ;

➢ Bahwa kejadian tersebut dilakukan para Terdakwa ditempat umum karena terjadi ditempat pesta (tempat penyambutan tamu) yang dapat dilihat oleh banyak orang ;

Terhadap keterangan saksi yang dibacakan tersebut, Para Terdakwa membenarkannya ;

Menimbang, bahwa dipersidangan telah didengar pula keterangan Terdakwa I yang pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa yang melakukan penganiayaan terhadap saksi Irwanto tersebut adalah Terdakwa I. sendiri dan Terdakwa II. Tamirudding ;

- Bahwa Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kec. Poleang Utara, Kabupaten Bombana ;

- Bahwa Terdakwa II memukul saksi Irwanto dengan menggunakan kursi plastik berwarna merah secara berulang kali ;

- Bahwa Adapun awal mula dari pada kejadian tersebut yaitu berawal ketika Terdakwa I. sedang menonton acara joget ditempat pesta, tidak lama kemudian ada orang yang lari dan sepertinya akan terjadi keributan ditempat joget dan Terdakwa I. lihat ada orang yang memakai topi dan sebelumnya

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 11dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Terdakwa I. tidak ketahui dan nanti belakangan Terdakwa I. tahu bahwa orang tersebut adalah saksi Irwanto yang sepertinya sengaja hendak memancing keributan ditempat joget sehingga Terdakwa I. kemudian berusaha menyusul saksi Irwanto yang sudah hendak keluar dari tempat acara joget dan saat itu Terdakwa I. sempat ditahan oleh Sdr. Saripun (Kepala Desa Rompu -Rompu) yang sempat memegang tangan Terdakwa I. namun tidak berhasil, dan selanjutnya Terdakwa I. berhasil mendapatkan saksi Irwanto kemudian Terdakwa I. langsung memukul dari arah belakang kepala saksi Irwanto dengan tangan kosong sebanyak 1 (satu) kali setelah itu Terdakwa I. kembali ketempat Terdakwa I. duduk semula didalam tempat pesta ;

- Bahwa Saat itu Terdakwa I. tidak melihat Terdakwa II. turut melakukan pemukulan terhadap saksi Irwanto dengan menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

- Bahwa Setelah kejadian tersebut, tidak lama kemudian terjadi keributan ditempat acara joget tersebut dimana banyak orang salik melempar kursi namun berhasil diredakan oleh petugas kepolisian dan sekitar pukul 01.00 Wita, Terdakwa I. kemudian pulang kerumah ;

- Bahwa Terdakwa I. tidak tahu apa yang dialami saksi Irwanto saat itu karena setelah Terdakwa I. memukul saksi Irwanto, Terdakwa I. langsung pergi meninggalkannya ;

- Bahwa Adapun sebabnya Terdakwa I. melakukan pemukulan terhadap saksi Irwanto saat itu karena saat itu Terdakwa I. tidak senang dengan perbuatan saksi Irwanto yang sepertinya hendak membuat kacau didalam acara joget ditempat pesta sehingga akhirnya Terdakwa I. kemudian memukul saksi Irwanto ;

Menimbang, bahwa dipersidan gan telah didengar pula keterangan Terdakwa II yang pada pokoknya sebagai berikut :

- Bahwa Adapun yang melakukan penganiayaan terhadap saksi Irwanto tersebut adalah Terdakwa I. Adamu dan Terdakwa II. sendiri ;

- Bahwa Kejadian tersebut terjadi pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kec. Poleang Utara, Kab. Bombana ;

- Bahwa Terdakwa II. memukul saksi Irwanto dengan menggunakan kursi plastik warna merah sebanyak berulang kali ;

- Bahwa adapun awal mula daripada kejadian tersebut yaitu berawal ketika Terdakwa II. sedang menonton acara joget ditempat pesta, kemudian setelah kurang lebih 1 (satu) jam saat acara joget masih berjalan sepertinya ada orang yang hendak mau buat keributan sehingga Terdakwa II. melihat ada orang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 12dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

yang saling dorong dan saat itu Tedakwa II. melihat Sdr. Saripudin (Kepala Desa Rompu-Rompu) memegang Terdakwa I. yang mana tangan Terdakwa I.

dalam keadaan berdarah, kemudian Terdakwa II. melihat saksi Irwanto didorong oleh beberapa orang kearah keluar, sehingga kemudian Terdakwa II.

kemudian mendekati saksi Irwanto sambil memegang kursi, selanjutnya Terdakwa II. kemudian memukulkan kursi tersebut sebanyak 2 (dua) kali kearah bagian kepala dan wajah saksi Irwanto sehingga kursi tersebut akhirnya patah, kemudian ada orang yang Terdakwa II. tidak ketahui siapa, memukuli Terdakwa II. sehingga Terdakwa II. terjatuh dan kemudian leher Terdakwa II. di piting oleh orang yang juga Terdakwa II. tidak ketahui dan membawa Terdakwa II. masuk kembali kedalam tenda tempat acara lulo/joget dan saat itu Terdakwa II. melihat Terdakwa I. sudah duduk dibawa kolong rumah pemilik pesta, tidak lama kemudian masuk Sdr. Yusril marah -marah didalam tenda pesta, sehingga akhirnya kembali terjadi keributan saling baku lempar kursi ditempat tersebut namun kejadian tersebut dapat diamankan oleh petugas Kepolisian yang ada ditempat tersebut, setelah itu Terdakwa II. masih berada ditempat pesta nanti sekitar pukul 02.00 Wita Terdakwa II. baru pu lang kerumah ;

- Bahwa Terdakwa II. tidak tahu apa yang dialami saksi Irwanto akibat pemukulan yang Terdakwa I. dan Terdakwa II. lakukan tersebut ;

- Bahwa Adapun sebabnya Terdakwa II. melakukan pemukulan terhadap saksi Irwanto saat itu karena Terdakwa II. menyangka tangan Terdakwa I. yang merupakan mertua Terdakwa II. yang berdarah tersebut akibat dari perbuatan saksi Irwanto nanti belakang Terdakwa II. ketahui ternyata tangan Terdakwa I. berdarah akibat luka lama yang dideritanya sebelumnya ;

- Bahwa Antara Terdakwa II. dengan saksi Irwanto tidak ada permasalahan sebelumnya ;

- Bahwa kejadian tersebut Terdakwa II. lakukan ditempat umum karena terjadi ditempat pesta (tempat penyambutan tamu) yang dapat dilihat oleh banyak orang ;

- Bahwa Terdakwa II. belum pernah dihukum dalam perkara lain sebelumnya ; - Bahwa Terdakwa II. menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan

mengulangi lagi perbuatannya tersebut ;

Menimbang, bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam persidangan telah dicatat dan termuat dengan jelas dalam Berita Acara persidangan dan untuk mempersingkat uraian putusan ini Majelis Hakim menunjuk pada Berita Acara yang dimaksud yang merupakan bagian dari isi putusan ini ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 13dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi, keterangan Terdakwa dan Barang Bukti serta bukti-bukti lainnya yang antara satu dan dengan yang lainnya saling bersesuaian, maka diperoleh fakta hukum sebagai berikut ;

- Bahwa benar kejadiannya pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu-Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kab. Bombana ;

- Bahwa benar Terdakwa I. melakukan kekerasan terhadap saksi dengan menggunan tangan kosong sedangkan Terdakwa II. menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

- Bahwa Terdakwa I melakukan kekerasan terhadap korban sebanyak 1 (satu) kali kearah belakang belakang kepala saksi sedangkan Terdakwa II.

melakukannya terhadap saksi korban secara berulang-ulang dengan mengenai kepala, wajah, tangan sebelah kanan dan dada sebelah kanan saksi korban

- Bahwa benar awal mula kejadian tersebut yaitu bermula ketika saksi korban menghadiri undangan pesta pernikahan keluarga di Desa Rompu -Rompu dan sekitar pukul 23.00 Wita saksi keluar dari tempat pesta bersama teman saksi korban karena saat itu mau minum-minuman keras (beralkohol), setelah itu sekitar pukul 23.30 Wita saksi korban kembali ketempat pesta dan kemudian ikut acara lulo dan joget, namun karena saksi korban sudah merasa lelah saksi korban kemudian berhenti joget dan berlajan keluar untuk pulang dan saat berjalan pulang tersebut, tiba-tiba kepala saksi korban di pukul dari arah belakang oleh Terdakwa I. dengan menggunakan tangan kosong kearah kepala sebanyak 1 (satu) kali sehingga saat itu saksi korban langsung berbalik dan berkata “Eh ada apa ini?”, setelah itu saksi korban melihat Terdakwa II. dari arah depan berlari kearah saksi korban sambil memegang kursi plastik warna merah kemudian dipukulkan kearah kepala saksi korban sehingga kaki kursi tersebut langsung patah, namun Terdakwa II. tetap memukul saksi korban secara berulang-ulang diarah kepala akan tetapi saksi korban berusaha menangkisnya dengan menggunakan tangan kanan sehingga pukulan tersebut mengenai tangan kanan dan dada sebelah kanan saksi korban, tidak lama kemudian Terdakwa II. jatuh dan kemudian langsung meninggalkan saksi dan masuk kedalam tempat pesta ;

- Bahwa benar Akibat perbuatan para Terdakwa tersebut, saksi korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan wajah saksi lengan sebelah kanan saksi terasa sakit dan saksi juga merasakan sakit pada bagian dada sebelah kanan dan mengakibatkan aktifitas saksi sehari-hari terganggu ;

Menimbang, bahwa Para Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan Dakwaan Alternatif yakni Pertama melanggar pasal 170 ayat (1) KUH

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 14dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Pidana, Atau Kedua melanggar pasal 351 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana ;

Menimbang, bahwa oleh karena dakwaan Penuntut Umum bersifat Alternatif, maka Majelis Hakim akan memilih salah satu dakwaan yang tepat sesuai dengan fakta yang terungkap dipersidangan yakni Dakwaan Pertama yakni pasal 170 ayat (1) KUH Pidana yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Barang Siapa ;

2. Dengan Terang Terangan dan dengan Tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang ;

Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut diatas, Majelis Hakim mempertimbangkannya sebagai berikut :

Ad. 1.Unsur Barang Siapa ;

Menimbang, bahwa yang dimaksud dengan unsur barang siapa adalah subyek hukum yang mempunyai hak dan kewajiban serta mampu mempertanggung jawabkan segala perbuatannya juga mempunyai akal pikiran dan mental yang sehat dalam hal ini adalah subyek pelaku atas siapa telah didakwa melakukan sesuatu tindak pidana yang dimaksud ;

Menimbang, bahwa dipersidangan telah dihadapkan oleh Penuntut Umum, Para Terdakwa yakni Terdakwa I Adamu Bin La Sinei dan Terdakwa II TAmiruddin Bin DG Parani lengkap dengan identitasnya sebagaimana tersebut diatas dan diakui pula oleh Terdakwa tersebut sebagai dirinya sendiri yang diajukan dalam perkara in i sebagai subyek hukum yang mempunyai akal pikiran dan mental yang sehat jasmani dan rohani seperti dalam dakwaan diatas sehingga dalam hal ini tidak terdapat error in person (kesalahan orang) dan Para Terdakwa mampu mempertanggung jawabkan perbuatannya ;

Menimbang, bahwa dengan demikian menjadi jelas bahwa yang dimaksud dengan unsur barang siapa dalam hal ini adalah diri Para Terdakwa, maka unsur

“barang siapa” telah terpenuhi ;

Ad.2.Unsur Dengan Terang Terangan dan dengan Tenaga bersama menggunakan kekerasan Terhadap orang ;

Menimbang, Bahwa yang dimaksudkan dengan Terang-terangan/ atau secara terbuka adalah tindakan itu dapat disaksikan oleh umum dan ditempat terbuka sedangkan yang dimaksudkan dengan “Tenaga bersama menggunakan kekerasan” adalah adanya beberapa kekuatan tenaga (lebih dari 1 orang pelaku)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 15dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

atau kekuatan jasmani yang dipersatukan oleh sipelaku dengan maksud untuk memukul si korban ;

Menimbang, bahwa berdasarkan fakta-fakta dipersidangan dari keterangan para saksi, bukti surat (Visum et Repertum atas nama korban) dan keterangan Para Terdakwa diperoleh fakta bahwa Terdakwa I Adamu pada hari Jumat tanggal 15 Oktober 2017 sekitar pukul 00.30 Wita, bertempat di Desa Rompu- Rompu, Kecamatan Poleang Utara, Kab. Bombana melakukan kekerasan terhadap saksi korban dengan menggunan tangan koson g sedangkan Terdakwa II. menggunakan kursi plastik berwarna merah ;

Menimbang, bahwa awal mula kejadian itu ketika saksi korban menghadiri undangan pesta pernikahan keluarga di Desa Rompu -Rompu, sekitar pukul 23.00 Wita saksi korban keluar dari tempat pesta bersama teman saksi korban karena saat itu mau minum-minuman keras (beralkohol), setelah itu sekitar pukul 23.30 Wita saksi korban kembali ketempat pesta dan kemudian ikut acara lulo dan joget, namun karena saksi korban sudah merasa lelah saksi korban kemudian berhenti joget dan berlajan keluar untuk pulang dan saat berjalan pulang tersebut, tiba-tiba kepala saksi korban di pukul dari arah belakang oleh Terdakwa I. dengan menggunakan tangan kosong kearah kepala sebanyak 1 (satu) kali sehingga saat itu saksi korban langsung berbalik dan berkata “Eh ada apa ini?”, setelah itu saksi korban melihat Terdakwa II. dari arah depan berlari kearah saksi korban sambil memegang kursi plastik warna merah kemudian dipukulkan kearah kepala saksi korban sehingga kaki kursi tersebut langsung patah, namun Terdakwa II.

tetap memukul saksi korban secara berulang-ulang diarah kepala akan tetapi saksi korban berusaha menangkisnya dengan menggunakan tangan kanan sehingga pukulan tersebut mengenai tangan kanan dan dada sebelah kanan saksi korban, tidak lama kemudian Terdakwa II. jatuh dan kemudian langsung meninggalkan saksi dan masuk kedalam tempat pesta ;

Menimbang, bahwa tempat kejadian tersebut yang dilakukan oleh Para Terdakwa dengan terang-terangan karena dapat dilihat oleh banyak orang ;

Menimbang, bahwa dengan demikian menjadi jelas bahwa unsur “dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang”, menurut Majelis Hakim telah terpenuhi ;

Menimbang, bahwa menurut pasal 184 KUHAP, menyatakan bahwa alat bukti yang sah adalah : Keterangan saksi, Keterangan Ahli, Surat, Petunjuk dan Keterangan Terdakwa, dan bila dikaitkan dengan pasal 188 ayat 3 KUHAP menyatakan bahwa Penilaian atas kekuatan pembuktian dari su atu petunjuk dalam setiap keadaan tertentu dilakukan oleh Hakim dengan arif lagi bijaksana,

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 16dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

setelah mengadakan pemeriksaan dengan penuh kecermatan dan kesaksian berdasarkan hati nuraninya, maka tersirat makna bagi Hakim bahwa Hakim memperoleh keyakinan berdasarkan alat-alat bukti sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 184 KUHAP tersebut, menyatakan suatu Tindak Pidana benar-benar terjadi dan Terdakwalah yang bersalah melakukannya ;

Menimbang, bahwa dengan terpenuhinya semua unsur pada dakwaan Pertama diatas, maka terbuktilah dakwaan Jaksa Penuntut umum tersebut ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, Maka Para Terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melanggar pasal 170 ayat (1) KUH Pidana ;

Menimbang, bahwa oleh karena para terdakwa telah dinyatakan bersalah sedangkan selama di persidangan majelis hakim tidak melihat alasan -alasan yang dapat menghapus kesalahannya baik alasan pemaaf maupun alasan pembenar dan para terdakwa sebagai orang yang mampu bertanggungjawab, maka terdakwa harus dinyatakan bersalah dan harus pula dijatuhi pidana ;

Menimbang, bahwa oleh karena terdakwa dinyatakan bersalah, berdasarkan pasal 197 ayat (1) huruf i jo pasal 222 ayat (1) KUHAP, maka patut pula para terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara ini ;

Menimbang, bahwa sebelum majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa, perlu terlebih dahulu mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan sebagai berikut ;

Hal-hal yang memberatkan :

- Perbuatan Para Terdakwa meresahkan masyarakat ;

- Perbuatan Para Terdakwa mengakibatkan korban Irwanto alias Iwan mengalami luka-luka ;

Hal-hal yang meringankan :

- Para Terdakwa belum pernah di hukum ;

- Para Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak men gulangi lagi ; - Para Terdakwa mempunyai tanggungan keluarga ;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan -pertimbangan diatas maka hukuman yang akan di jatuhkan di bawah ini menurut Majelis Hakim telah dipandang “ Patut dan Adil “ sesuai dengan tingkat kesalahannya ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 17dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Menimbang, bahwa tujuan pemidanaan bukanlah sebagai balas dendam akan tetapi untuk membina Para Terdakwa agar kelak menjadi lebih baik di kemudian hari dalam hidup di tengah -tengah masyarakat ;

Menimbang, bahwa dalam perkara ini terhadap diri Para Terdakwa telah dikenakan penahanan yang sah, maka masa penahanan tersebut harus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang di jatuhkan ;

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa di tahan dan penahanan terhadap diri para Terdakwa dilandasi alasan yang cukup dan untuk menjaga agar Terdakwa tidak menghindarkan diri dari hukum yang dijatuhkan, Majelis Hakim memandang perlu agar Para Terdakwa tetap di tahan ;

Menimbang, bahwa terhadap barang bukti dalam perkara berupa 1 (satu) buah kursi plasik warna merah merk Napolly yang sudah dalam keadaan rusak (patah-patah), oleh karena barang bukti tersebut merupakan alat/saran yang digunakan Para Terdakwa untuk memukul korban , maka terhadap barang bukti tersebut haruslah dirampas untuk dimusnahkan, sedangkan barang bukti berupa 1 (satu) lembar baju kaos berkeah warna hijau keabu-abuan dan 1 (satu) buah topi warna biru, oleh karena barang bukti tersebut adalah milik korban yang digunakannya saat kejadian itu, maka terhadap barang bukti tersebut dikembalikan kepada saksi korban Irwanto ;

Menimbang, bahwa oleh karena Para Terdakwa telah dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, maka kepadanya di hukum pula untuk membayar biaya perkara yang besarnya akan di tentukan dalam amar putusan ini ;

Mengingat, pasal 170 ayat (1) ke-1 KUH Pidana, serta peraturan perundang-undangan lainnya yang bersangkutan ;

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa I ADAMU Bin LA SINEI dan Terdakwa II TAMIRUDDIN Bin DG PARANI telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ Telah dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang”

sebagaimana dalam Dakwaan Pertama Penuntut Umum ;

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa I ADAMU Bin LA SINEI dan Terdakwa II TAMIRUDDIN Bin DG PARANI oleh karena itu dengan pidana penjara masing-masing selama 3 (tiga) bulan dan 15 (lima belas) hari ;

3. Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani Para Terdakwa tersebut dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; 4. Menetapkan Para Terdakwa tetap ditahan ;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 18dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

5. Menetapkan barang bukti berupa :

- 1 (satu) buah kursi plastic warna merah merk Napolly yang sudah dalam keadaan rusak (patah-patah) ;

Dirampas untuk dimusnahkan ;

- 1 (satu) lembar naju kaos warna hijau keabu -abuan ; - 1 (satu) buah topi warna biru ;

Dikembalikan kepada saksi korban Irwanto alias Iwan bin Kamaruddin ; 6. Membebankan kepada Para Terdakwa untuk membayar biaya perkara

masing-masing sejumlah Rp.5.000.- (lima ribu rupiah) ;

Demikianlah, diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pasarwajo pada hari Senin tanggal 12 Februari 2018, oleh kami Mukhlassuddin,S.H.,M.H sebagai Hakim Ketua, Christian Yoseph Pardomuan Siregar,S.H., dan Mahmid,S.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan dalam persidangan yang terbuka untuk umum pada hari itu juga oleh Hakim Ketua tersebut, didampingi oleh Hakim- Hakim Anggota tersebut, dibantu oleh Zaminu,S.H., Panitera Pengganti pada Pengadilan Negeri Pasarwajo dan dihadiri oleh Daniar Rasyid Setya Wardhana,S.H., Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Bombana dan Para Terdakwa ;

HAKIM KETUA

MUKHALSSUDDIN,S.H.,M.H.

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

CHRISTIAN.Y.P.SIREGAR,S.H. MAHMID,S.H.

PANITERA PENGGANTI

ZAMINU,S.H.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Hal. 19dari 18 hal.Putusan.No.17/Pid.B/2018/PN Psw

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

Referensi

Dokumen terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe SFAE dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada pokok bahasan Termokimia karena pembelajaran

(35) Adakah anda bersetuju bahawa prosedur yang berkaitan untuk membatalkan atau memotong pendaftaran perniagaan atas alasan bahawa perniagaan itu digunakan atau

Pemberian mikoriza arbuscular menunjukkan pengaruh nyata terhadap panjang akar, dan derajat infeksi akar tanaman kedelai dengan dosis 7,5 g/polybag. Jakarta,

Manfaat perancangan adalah:.. 1) Hasil perancangan eksperimen ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah terhadap pengembangan scanner 3 dimensi dan

Perlindungan hukum tentang keterlibatan masyarakat dalam proses penyusunan AMDAL menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku telah dijamin hak- haknya tapi

Responden dengan tingkat pengetahuan baik paling banyak dimiliki juga oleh responden yang melakukan praktik baik yaitu sebanyak (n=14, 46.7%) responden, hal ini menunjukkan

7DEHO .HJLDWDQ 3HQJDEGLDQ GL 60.0 0XKDPPDGL\DK 0DODQJ 1 R 7DQJJDO 8UDLDQ .HJLDWDQ 7HPXDQ 6HSWHP EHU 6RVLDOLVDVL NH VHNRODK WHUNDLW GHQJDQ UHQFDQD NHJLDWDQ SHQJDEGLDQ .HJLDWDQ

Adapun hipotesis dari penelitian ini yaitu “terdapat perbedaan keterampilan proses sains dan pemahaman konsep antara siswa yang diajar menggunakan media laboratorium virtual PhET