• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seni Relief Karya Sutrisno: Kajian Proses Penciptaan, Nilai Estetis, dan Simbolis.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Seni Relief Karya Sutrisno: Kajian Proses Penciptaan, Nilai Estetis, dan Simbolis."

Copied!
132
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Andi Usman
  • Pengajar:
    • Drs. Syafii, M.Pd.
    • Drs. Nur Rokhmat, M.Pd.
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Seni Rupa
  • Topik: Seni Relief Karya Sutrisno: Kajian Proses Penciptaan, Nilai Estetis, dan Simbolis
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2009
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang penelitian yang berfokus pada seni relief karya Sutrisno, seorang perajin dari Dukuh Krajan Senenan, Jepara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses penciptaan, nilai estetis, dan simbolis dari karya Sutrisno. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini berusaha memberikan wawasan tentang pengaruh karya Sutrisno terhadap perkembangan seni relief di daerahnya. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya pelestarian seni tradisional di tengah tantangan modernisasi.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan pentingnya seni relief di Jepara, yang dikenal sebagai kota ukir. Penelitian ini mengkaji Sutrisno sebagai penggerak komunitas perajin di Dukuh Krajan, serta dampak karyanya terhadap ekonomi lokal. Penelitian ini menyoroti bagaimana Sutrisno tidak hanya menciptakan karya seni, tetapi juga berperan dalam pengembangan industri kerajinan di desanya.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah terdiri dari tiga poin utama: latar belakang Sutrisno sebagai perajin, proses penciptaan relief, dan nilai estetis serta simbolis dalam karya-karya Sutrisno. Pertanyaan ini menjadi panduan dalam penelitian untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang kontribusi Sutrisno terhadap seni relief di Jepara.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menjelaskan latar belakang Sutrisno, proses penciptaan karya seni relief, serta nilai estetis dan simbolis yang terkandung dalam karya-karyanya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pengembangan seni dan kerajinan di Indonesia.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini mencakup penambahan wawasan tentang seni relief, mendorong generasi muda untuk melestarikan seni tradisional, serta memberikan inspirasi bagi perajin pemula. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan pengetahuan akademis di bidang seni rupa.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan menjelaskan struktur skripsi yang terdiri dari lima bab. Bab pertama berisi pendahuluan, bab kedua membahas tinjauan pustaka, bab ketiga menjelaskan metode penelitian, bab keempat menyajikan hasil dan pembahasan, dan bab terakhir berisi penutup serta saran.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka membahas berbagai konsep penting terkait seni rupa, khususnya seni relief. Penjelasan ini mencakup definisi seni, karakteristik seni relief, serta proses penciptaan karya seni. Tinjauan ini memberikan dasar teoritis yang kuat untuk analisis lebih lanjut mengenai karya Sutrisno.

2.1. Pengertian Seni Rupa

Pengertian seni rupa mencakup berbagai definisi yang menunjukkan bahwa seni adalah ekspresi kreatif manusia. Seni rupa, sebagai cabang seni, berfokus pada objek yang dapat dilihat dan diraba. Penjelasan ini penting untuk memahami konteks karya seni relief yang dihasilkan oleh Sutrisno.

2.2. Relief sebagai Karya Seni Rupa

Relief adalah karya seni yang memiliki kedalaman dan dapat dilihat dari satu arah. Penjelasan mengenai jenis-jenis relief dan teknik pembuatannya memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang karya Sutrisno, serta bagaimana ia menerapkan teknik tersebut dalam karyanya.

2.3. Proses Penciptaan Seni

Proses penciptaan seni terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari menemukan gagasan hingga visualisasi. Tahapan ini penting untuk dipahami agar dapat menganalisis bagaimana Sutrisno menciptakan karyanya dan tantangan yang dihadapinya dalam setiap tahap.

2.4. Teknik Pembuatan Karya Seni Relief

Teknik pembuatan karya seni relief mencakup beberapa metode, seperti carving dan modeling. Memahami teknik-teknik ini membantu dalam menganalisis keahlian Sutrisno dan bagaimana teknik yang digunakannya berkontribusi pada nilai estetis dan simbolis karya-karyanya.

2.5. Nilai Estetis dan Simbolis dalam Karya Seni

Nilai estetis berkaitan dengan keindahan dan kualitas karya seni, sedangkan nilai simbolis mencerminkan makna yang terkandung dalam karya. Penjelasan ini penting untuk memahami bagaimana Sutrisno menyampaikan pesan melalui relief yang diciptakannya.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilakukan di Sanggar Sun Rise Art di Dukuh Krajan, Senenan, Jepara. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang semuanya bertujuan untuk mendapatkan informasi yang mendalam tentang Sutrisno dan karyanya.

3.1. Pendekatan Penelitian

Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengeksplorasi fenomena yang kompleks dan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang proses penciptaan seni relief oleh Sutrisno. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk berinteraksi langsung dengan subjek penelitian.

3.2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian berada di Sanggar Sun Rise Art, tempat Sutrisno berproduksi. Penelitian ini dilakukan di lingkungan yang kaya akan budaya dan tradisi kerajinan, memberikan konteks yang relevan untuk memahami karya seni yang dihasilkan.

3.3. Fokus dan Sasaran Penelitian

Fokus penelitian ini adalah pada Sutrisno sebagai perajin seni relief dan proses penciptaan karyanya. Sasaran penelitian mencakup teknik, nilai estetis, dan simbolis yang terdapat dalam karya-karyanya.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi untuk melihat langsung proses penciptaan, wawancara dengan Sutrisno dan karyawannya untuk mendapatkan perspektif pribadi, serta dokumentasi karya-karya yang telah dihasilkan.

3.5. Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Proses ini memastikan bahwa informasi yang diperoleh dapat dianalisis secara sistematis dan memberikan gambaran yang jelas tentang hasil penelitian.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sutrisno memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan berperan aktif dalam komunitasnya. Proses penciptaan seni reliefnya terdiri dari tiga tahapan: persiapan, pembuatan, dan penyelesaian. Karya-karya Sutrisno memiliki nilai estetis dan simbolis yang kaya, mencerminkan cerita rakyat dan budaya lokal.

4.1. Gambaran Umum Desa Senenan

Desa Senenan dikenal sebagai sentra kerajinan seni relief dan ukir. Lingkungan sosial dan budaya di desa ini berkontribusi pada perkembangan seni relief, menciptakan suasana yang mendukung bagi para perajin untuk berkreasi dan berinovasi.

4.2. Sutrisno Sosok Perajin Relief di Dukuh Krajan Senenan

Sutrisno adalah sosok sentral dalam pengembangan seni relief di desanya. Dengan latar belakang pendidikan di bidang kriya kayu, ia tidak hanya menciptakan karya seni tetapi juga menginspirasi perajin lain untuk meningkatkan kualitas produk mereka.

4.3. Proses Penciptaan Seni Relief

Proses penciptaan karya Sutrisno melibatkan tahapan persiapan, pembuatan, dan penyelesaian. Setiap tahap memerlukan keterampilan dan ketekunan, serta kolaborasi dengan karyawan untuk mencapai hasil yang diinginkan.

4.4. Nilai Estetis dan Simbolis Seni Relief Karya Sutrisno

Nilai estetis karya Sutrisno ditunjukkan melalui penggunaan unsur-unsur rupa dan prinsip desain. Nilai simbolisnya mencakup representasi dari cerita rakyat dan elemen-elemen budaya yang mendalam, memberikan makna lebih pada setiap karya yang dihasilkan.

V. PENUTUP

Bagian penutup menyimpulkan temuan penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan seni relief di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti lain dan mendukung pelestarian seni tradisional di Indonesia.

5.1. Simpulan

Sutrisno merupakan perajin relief yang berpengaruh di Dukuh Krajan, dengan proses penciptaan yang sistematis dan hasil karya yang bernilai estetis dan simbolis. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran seniman dalam melestarikan seni tradisional.

5.2. Saran

Diperlukan upaya lebih lanjut untuk mempromosikan seni relief di tingkat nasional maupun internasional. Saran juga mencakup perlunya dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menjaga keberlanjutan seni tradisional di daerah.

Referensi Dokumen

  • Pertempuran Padang Kurusetra ( Taryono )
  • Relief Joko Tarub ( Sutrisno )
  • Relief Pieta ( Yesaya )
  • Relief Perjamuan Terakhir ( Sutrisno )
  • Relief Yesus ( Sutrisno )
  • Relief Desa ( Sutrisno )
  • Relief Dedaunan ( Sutrisno )

Gambar

Gambar 1. Balai Desa Senenan.
Gambar 2. Gapura sentra kerajinan seni relief/ukir  Desa Senenan.
Tabel 1
Tabel 2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat yang ingin disampaikan dalam penciptaan karya seni grafis yang menggunakan objek burung hantu sebagai tema dalam pembuatan karya seni grafis adalah :1. Meningkatkan dan

Metode yang digunakan dalam penciptaan karya adalah: (a) Eksplorasi tema, yaitu metode untuk menemukan ide dalam pembentukan objek mata maupun objek pendukung lain dengan

Proses penciptaan sebuah karya berasal dari sebuah pengamatan seorang seniman pada sebuah obyek, yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya sesuai dengan gagasan

Objek burung cendrawasih biru jantan yang menjadi objek utama dalam karya seni logam ini diletakkan pada bagian kanan atas lembaran logam tembaga dan objek burung

Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan konsep, tema, proses visualisasi dan bentuk karya grafis dengan judul Metafora Gurita Dalam Penciptaan Karya Seni Grafis

Kini relief akan dimunculkan dalam bentuk tekstur tanpa mengurangi kesan indah dan lembut yang menjadi karakter utama pada karya tekstil memanfaatkan serat alam sebagai bahan

Konsep dalam penciptaan karya seni logam ini yaitu menampilkan objek ikan arwana dengan objek pendukungnya yang diekspresikan ke dalam bentuk karya seni logam tembaga

Karya Kriya Seni yang terinspirasi dari fenomena rapa’i merupakan karya yang memvisualkan kesatuan dua idiom terhadap bentuk karya, Objek utama dalam konsep ini yaitu rapa’i sedangkan