• Tidak ada hasil yang ditemukan

DATA POKOK PENDIDIKAN KEBUDAYAAN (DAPODIK)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DATA POKOK PENDIDIKAN KEBUDAYAAN (DAPODIK)"

Copied!
43
0
0

Teks penuh

(1)

DATA POKOK PENDIDIKAN – KEBUDAYAAN (DAPODIK)

Disampaikan

Dalam Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Tendik Dikdasmen Hotel Fairfield by Marriot Surabaya,

07— 10 Maret 2017

PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017

KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAN PEDAYAGUNAAN

DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK)

(2)

MATERI SAJIAN

B C

PENGINTEGRASIAN & PENDAYAGUNAAN SISTEM PENDATAAN DATA PENDIDIKAN

DATA TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN KEWENANGAN PDSPK, PEMERINTAH

DAERAH, DAN SATUAN PENDIDIKAN D

A LATAR BELAKANG

(3)

LATAR BELAKANG

A

(4)

4 4

UNDANG-UNDANG NOMOR 23/2014

Lampiran

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014

Tentang Pemerintahan Daerah

(5)

5 5

PERMENDIKBUD NOMOR 1 TAHUN 2017

Tentang

Pelimpahan sebagian urusan pemerintahan bidang pendidikan kepada gubernur dalam penyelenggaraan Dekonsentrasi TA 2017

Pasal 1 (1) dan (2)

Ayat (1) Urusan pemerintah bidang pendidikan dan kebudayaan yang dilimpahkan kepada gubernur dalam penyelenggaraan dekonsentrasi tahun anggaran 2017 meliputi:

a. Program pendidikan dasar dan menengah;

b. Program guru dan tenaga kependidikan; dan

c. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ayat (2)Kegiatan pada program sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:

a. Program pendidikan dasar dan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. meliputi:

1. pembinaan sekolah menengah atas;

2. pembinaan sekolah menengah kejuruan; dan

3. pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus.

b. Program guru dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.

c. … KEMENTERIAN PENDIDIKAN

DAN KEBUDAYAAN

(6)

6 6

1. Penetapan Operator Pendataan Ketenagaan dan Peserta Didik Jenjang Dikmen (SMA/SMK atau Sederajat dan

Pendidikan Khusus (PK) Di Provinsi;

2. Mekanisme Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi

3. Kewenangan Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi

4. Sistem Aplikasi Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi

5. Manajemen Database Dikdas Dan Dikmen KONSEKUENSI

IMPLEMENTASI PERUNDANG-UNDANGAN

Pelimpahan Kewenangan Pengelolaan Jenjang Dikmen dan PK Kepada Dinas Pendidikan Provinsi.

(7)

BATASAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1. Kepala Sekolah/Madrasah 2. Pengawas Satuan Pendidikan 3. Tenaga Administrasi

4. Tenaga Perpustakaan 5. Tenaga Laboratorium 6. Teknisi

7. Pengelola Kelompok Belajar 8. Pamong Belajar, dan

9. Tenaga Kebersihan.

TENAGA KEPENDIDIKAN

Permendikbud Relevan, misalnya:

1. No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.

2. No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.

3. No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah

4. Aturan lainnya

PEDOMAN PENGELOLAAN

(8)

MENGAPA DIPERLUKAN PENDATAAN

1. Alat bantu pengambilan keputusan Pimpinan dalam penetapan kebijakan dan perencanaan;

2. Pedoman dalam pelaksanaan dari implementasi program pembangunan pendidikan;

3. Mencegah terjadinya perencanaan program yang tidak tepat guna dan tepat sasaran;

4. Pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan pendidikan;

5. Evaluasi hasil akhir pelaksanaan program pembangunan pendidikan.

(9)

DATA APA YANG DIPERLUKAN

STRUKTUR DATA

ASPEK WAKTU ASPEK SUMBER

ASPEK BENTUK ASPEK SIFAT

1. INTERNAL 2. EKSTERNAL 1. KUALITATIF

2. KUANTITATIF

1. PRIMER 2. SEKUNDER

1. TAHUNAN

2. BERKALA

(10)

DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan Data Pendidikan yang bersifat Individual, Relational dan Longitudinal, sehingga program-program

pembangunan pendidikan dapat terarah dan akan mempermundah dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran.

Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.

Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan

tersebut dibagi menjadi empat faktor/bidang garapan yaitu:

1. PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) 2. Satuan Pendidikan

3. Peserta Didik, dan 4. Substansi Pendidikan.

Didalam implementasinya keempat faktor pendidikan harus tergambarkan atau didukung dengan Data Pokok Pendidikan yang sama sumbernya.

Acuan Program Pembangunan/Pembinaan

Sumber Data yang sama (DAPODIK)

EMPAT BAGIAN PENTING KONSEP DASAR DAPODIK

Empat Jenis data (Tiga Entitas Data & Substansi Pend.) Program Pembangunan/Pembinaan

KELOMPOK DATA POKOK PENDIDIKAN

(11)

KRONOLOGIS SISTEM PENDATAAN KEMENDIKBUD

Pendataan dilakukan secara manual dan masing2 daerah melakukan pendataan

(belum menggunakan sistem) Pendataan kodifikasi

“DAPODIK” NISN, NPSN, NSS, NUPTK padatiweb

DAPODIK, Padati, LI, PAS, BOS, LIDI

DAPODIK dan Padamu Negeri

DAPODIK

<2006

2006-2011

2008-2012

2013 - 2014

s.d sekarang Kebutuhan data belum

menjadi prioritas

Penomoran Entitas data dan Statistik pendidikan (BPKLN) dan PMPTK

Pengembangan system pendataan Oleh masing- masing Direktorat Mengarah ke data indivdual

Mengkerucut Pada 2 sistem pendataan Satu istem pendataan terpadu

(12)

KETERKAITAN PENGEMBANGAN SISTEM ANTAR UNIT KERJA

(Permendikbud Nomor 79/2015)

(13)

Permendikbud Nomor 79/2015 Bab V, Pasal 12

a. Merancang basis data pendidikan relasional sehingga mampu menghasilkan data longitudinal untuk tiap entitas pendidikan;

b. Merancang satu formulir pendataan yang mencakup semua atribut yang diperlukan untuk tiap entitas pendidikan;

c. Membangun suatu pusat data Kementerian untuk menampung dan mengintegrasikan semua data yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan data;

d. Membangun sistem untuk melakukan verifikasi dan validasi, dengan melibatkan satuan kerja dan institusi lain yang mempunyai kemampuan dan/atau otoritas dalam menentukan validitas data sebagai validator;

e. Menetapkan mekanisme standar bagi sistem/aplikasi lain dalam berintegrasi dengan Dapodik dan mengevaluasi pemenuhan standar tersebut;

f. Memastikan komitmen institusi lain pengguna data dalam ikut menjaga kerahasiaan data pendidikan; dan

g. Mengoordinasi seluruh unit kerja yang terlibat dalam Dapodik guna terciptanya kegiatan pengumpulan Dapodik yang terintegrasi dalam satu sistem pendataan yang efektivitas dan efisien.

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB

(14)

PENGARUH DATA DALAM KEBIJAKAN DI K/L

MENTERI

GUBERNUR

DISDIK PROV

DISDIK K/K

KEP. SEK

OPERATOR

Data analysis

Data

collecteor Information analysis Knowledge analysis Policy analysis Policy decision

OK?

OK?

OK?

OK?

yes yes

yes

yes

no

no

no no

no

Full responsibility All out

Perfectly done Hirarki Struktur Kerja

(15)

PENGINTEGRASIAN & PENDAYAGUNAAN SISTEM PENDATAAN DATA PENDIDIKAN

B

(16)

PENGUMPULAN

PENGELOLAAN DATA

(QUALITY CONTROL) PENDAYAGUNAAN DATA

• Integrasi

• Verifikasi-Validasi

• Kompilasi

• Analisis/Protret Pendidikan Masing-masing

Direktorat Jenderal

• PAUD DAN DIKMAS

• DIKDASMEN

• KEBUDAYAAN

• Perencanaan

Program/Pembinaan Pembangunan Dikbud

• Sertifikasi dan Tunjangan

• Monitoring Program

• Evaluasi Program

• Penelitian Satuan

Pendidikan SUMBER DATA

Feedback (Dalam rangka pembinaan)

Untuk mendapatkan data yang sahih sesuai dengan kondisi di lapangan dan menjaga kualitas data, disusun tiga tahapan yang dikelola oleh unit yang berbeda:

1. Tahapan pengumpulan

2. Tahapan Pengelolaan (Quality Control) 3. Tahapan Pendayagunaan

Didalam alur Data dan Informasi, Data dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal melalui Sekretariat masing-masing, kemudian diintegrasikan dan diverifikasi-validasi oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), yang selanjutnya digunakan oleh unit yang terkait dalam menyusun program- program pembinaan untuk pembangunan.

Dengan penekanan bahwa semua data harus berangkat dari data:

1. INDIVIDUAL LEMBAGA (SATUAN PENDIDIKAN) 2. INDIVIDUAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 3. INDIVIDUAL PESERTA DIDIK.

PUSAT – Provinsi - Kab/Kota

ALUR SISTEM PENGELOLAAN DATA DIKBUD

(17)

KONFIGURASI PENGELOLAAN DATA POKOK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Lembaga (Satuan Pendidikan + Kebudayaan + Kebahasaan)

PAUDdikmas/

GTK Dikdasmen/

GTK

Kebudayaan Bahasa

Data Mart Data Warehouse

Operational Data Store

(ODS)

Referensi

• NPSN

• NISN

• NUPTK

• NPYP

• Wilayah UNESCO dll

K/L Lain Unit Lain

Kab-Kota

• Proses Sinkronisasi

• Proses Integrasi

• Proses Verifikasi

• Proses Validasi Proses Pendayagunaan

• Perencanaan

• Analisis

• Monitoring-Evaluasi

Provinsi+LPMP

(18)

1. DATA BERKUALITAS YANG TERINTEGRASI 2. PENGEMBANGAN BACKBONE KE DAERAH

3. PENGEMBANGAN SIMPUL-SIMPUL SISTEM QUALITY CONTROL DATA YANG TERINTEGRASI

DI PUSAT

DI PROVINSI

DI KABUPATEN KOTA

DI SATUAN PENDIDIKAN

TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS DATA

VERTIKAL

Provinsi

Pusat Kab-Kota Satuan Pendidikan

1. Data Kelembagaan;

2. Data Peserta Didik;

3. Data Ketenagaan;

4. Data Proses Pembelajaran;

5. Data Kewilayahan.

Terintegrasinya Data Warehouse Pusat dan Daerah melalui pengembangan Backbone dapat mewujudkan terintegrasinya program-program

pembangunan Pusat dan Daerah.

(19)

BAN-SM

BIDIKMISI SNMPTN

KEMENAG

UN

BOS

REHAB

KIP

TN2K

TUNJANGAN GURU

Ijasah

Kemendikbud

Data warehouse

Untuk meningkatkan kualitas data dengan mengintegrasikan data transaksi dalam Satu Mekanisme Pengelolaan Data

Lainnya

HORIZONTAL

TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS DATA

(20)

D (incremental)

BIRO KOMUNIKASI DAN LAYANAN

MASYARAKAT (BKLM)

DIREKTORAT JENDERAL TERKAIT

SISTEM JARINGAN (PUSTEKKOM)

SISTEM PENDATAAN PENDIDIKAN

Multi-Snapshot (Periodik)

SISTEM DATAWAREHOUSE

KEMDIKBUD (PDSPK)

ANALYTICAL TOOLS

INFORMASI STRATEGIS & PELAPORAN

INFORMASI STRATEGIS &

PELAPORAN

PENDAYAGUNAAN DAN LAYANAN DATA DAN INFORMASI

1. Melayani kebutuhan data tendik kepada Pimpinan 2. Peningkatan kompotensi tenaga kependidikan;

3. Intervensi program pemberian tunjangan-tunjangan bagi tenga kependidikan;

4. Penyusunan program setiap tahunnya;

5. Alat pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program;

6. Alat evaluasi hasil pelaksanaan

Internal

(21)

C

DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

DIKDASMEN

(22)

Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan Nomor Identitas yang resmi sebagai Nomor Induk bagi seorang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) baik yang berstatus PNS maupun Non-PNS dan memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah ditentukan.

NUPTK sebagai identitas bagi GTK dalam proses eksekusi pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan maupun peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan pada umumnya.

DEFINISI

KEBERMANFAATAN

NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap.

NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.

KARAKTERISTIK NUPTK

PENGERTIAN NOMOR UNIK PENDIDIK DAN

TENAGA KEPENDIDIKAN (NUPTK)

(23)

• Sifat Formula NUPTK:

- Numerik - 16 digit

- unsur formula (diacak):

* tanggal lahir : 2 digit

* bulan lahir : 2 digit

* tahun lahir : 3 digit

* tahun lulus SD : 3 digit

* jenis kelamin : 1 digit

* kode generator : 1 digit (0,1,2,3, dst)

* nomor urutan : 4 digit

FORMULA KODEFIKASI NUPTK

Kemendikbud:

1 = Laki-Laki dan 2 = Perempuan) Di Luar Kemendikbud:

3 = Laki-Laki dan 4 Perempuan

(24)

MEKANISME PENERBITAN NUPTK GTK KEMENDIKBUD

PROV/KAB/KOTA

(25)

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENONAKTLFAN NUPTK 1. Guru Kemendikbud

A. Pemohon mengajukan surat pengnonaktifan NUPTK atas nama sendiri kepada kepala sekolah;

B. NUPTK yang diusulkan untuk dinonaktifan bukan atas nama orang lain;

C. Pemohon menyampaikan alasan penonaktifan NUPTK;

D. Surat pengantar dari Kepala Sekolah;

E. Surat Persetujuan dari Disdik.

MEKANISME PENONAKTIFAN NUPTK KEMENDIKBUD

(26)

1. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, PLB 2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Satuan Pendidikan non formal (KB/TPA/SPS,

PKBM/TBM, Kursus dan UPT)

3. Guru PNS/CPNS, Pengawas PNS, dan Guru bukan PNS

4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal PNS/CPNS dan bukan PNS

5. S1/D4 dari LPTK/PTN yang memiliki prodi terakreditasi atau dari LPTK /PTS yang terakreditasi Kopertis setempat bagi guru dan tenaga kependidikan yang diangkat setelah Januari 2006

6. Guru dan tenaga kependidikan yang aktif dalam dapodik Dikdasmen dan Paud-Dikmas dengan ketentuan:

I. Belum memiliki NUPTK setelah melalui proses verval GTK oleh PDSPK

II. Kandidat guru dan tenaga kependidikan penerirna NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (mang-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:

- Guru dan Tendik PNS --> SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari Dinas Pendidikan - Guru dan Tendik Non PNS

1. di sekolah Negeri: SK Pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur 2. di sekolah Swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus-

menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)

SYARAT DAN KETENTUAN PENERBITAN NUPTK BAGI GTK KEMENDIKBUD

Surat Dirjen GTK Nomor 14652/B.B2/PR/2015, Tanggal 28 Desember 2015

(27)

MEKANISME PENERBITAN/PENONAKTIFAN NUPTK GTK KEMENAG

1. Disdik Kab/Kota dilibatkan untuk

koordinasi kebutuhan/

kelebihan guru

2. Sinkronisasi SIMPATIKA dan DAPODIK dgn Ditjen GTK, setelah itu oleh PDSPK diberi NUPTK

Provinsi

KANWIL AGAMA

KAB/KOTA

DISDIK

KEMENAG PUSAT

Diten GTK

KEMENDIKBUD

SINKRONISASI

(28)

GURU YANG AKTIF TETAPI TIDAK DALAM DAPODIK (GURU KEMENAG) 1. Diajukkan oleh operator Disdik melalui aplikasi verval GTK

2. Belum memiliki NUPTK setelah melalui proses verval GTK oleh PDSPK

3. Kandidat guru penerima NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:

I. Guru PNS  SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari Disdik/Kanwil Kemenag Provinsi II. Guru Non PNS:

1. di sekolah Negeri: SK Pergangkatan dari Bupati/walikota/Gubernur/Kepala Madrasah 2. di sekolah Swasta, SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus

menerus dihitung s.d bulan Januari 2016 (SK tdk berlaku surut) dariKetua Yayasan III. Diverifkasi dokumen persyaratannya oleh Disdik Kab/Kota, Ditjen GTK sesuai

kebijakan yang ada.

PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENONAKTIFAN NUPTK

A. Pemohon mengajukan surat pengnonaktifan NUPTK atas nama sendiri kepada kepala sekolah;

B. NUPTK yang diusulkan untuk dinonaktifan bukan atas nama orang lain;

C. Pemohon menyampaikan alasan dan dokumen pendukung penonaktifan NUPTK;

D. Surat pengantar dari Kepala Madrasah;

E. Surat parsetujuan dari Kandepag Kab/kota;

F. Surat Persetujuan dari Disdik.

SYARAT & KETENTUAN PENERBITAN/ PENONAKTIFAN NUPTK GTK

KEMENAG

(29)

DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

1/2

(30)

DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN

2/2

(31)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(32)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(33)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(34)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(35)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(36)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

http://referensi.data.kemdikbud.go.id/dashboardptk/telusur.php?id=30#

dst…..

(37)

STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN

(38)

KEWENANGAN PDSPK,

PEMERINTAH DAERAH, DAN SATUAN PENDIDIKAN

D

Permendikbud Nomor 79/2015

(39)

Berdasarkan Permendikbud Nomor 79 tahun 2015 diantarnya dinyatakan bahwa, PDSPK diberikan hak pengelolaan tentang:

1. Penerbitkan dan pengelolaan data referensi pendidikan untuk menjamin integrasi data pendidikan.

2. Data referensi sebagaimana dimaksud dalam butir 1 di atas merupakan data yang terverifikasi dan tervalidasi keabsahannya untuk memenuhi kualifikasi sebagai acuan yang terdiri atas referensi data wilayah, referensi data operasional dan referensi nomor identitas.

3. Kualifikasi seperti yang dimaksud dalam butir 2 di atas, wajib memenuhi persyaratan identitas tunggal.

4. Referensi data wilayah sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas adalah merupakan pengkodean yang mengatur kode wilayah dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa.

5. ….

KEBIJAKAN PENGELOLAAN DATA KEMENDIKBUD

1/2

(40)

5. Referensi data operasional sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas adalah merupakan pengkodean yang mewakili semua kisaran atau enumerasi nilai yang valid untuk mengisi atribut Dapodik.

6. Referensi nomor identitas sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas meliputi:

a. Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional yang merupakan pengkodean referensi satuan pendidikan;

b. Nomor Induk Siswa Nasional yang merupakan pengkodean referensi peserta didik;

c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang merupakan pengkodean referensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan

d. Nomor Pokok Yayasan Pendidikan yang merupakan pengkodean referensi yayasan yang memiliki satuan pendidikan.

7. Penerbitan nomor identitas sebagaimana dimaksud pada butir 6 di atas ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan.

KEBIJAKAN PENGELOLAAN DATA KEMENDIKBUD

2/2

(41)

DINAS PENDIDIKAN PROVINSI/KABUPATEN DAN KOTA

a. Melakukan pengisian dan pengiriman data pengawas sekolah.

b. Sosialisasi, bimbingan, dan layanan teknis;

c. Melakukan pengelolaan manajemen pendataan;

d. Melakukan verifikasi dan validasi tingkat provinsi/kabupaten/kota; dan

e. Menginstruksikan kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing untuk melakukan pengumpulan dan pengiriman data melalui Dapodik;

f. Memanfaatkan data yang dihasilkan dari Dapodik untuk mendukung program pembangunan pendidikan di wilayahnya masing-masing; dan

g. Dinas provinsi/kabupaten/kota mengalokasikan anggaran untuk mendukung kebutuhan operasional pendataan Dapodik di tingkat satuan pendidikan maupun tingkat daerah;

h. Memfasilitasi dan menegur kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing yang tidak melakukan pemutakhiran data secara berkala; dan

i. Menyediakan dan memelihara infrastuktur pendataan di tingkat dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.

(42)

SATUAN PENDIDIKAN

a. Melakukan pengisian dan pengiriman data melalui Dapodik;

b. Melakukan pemutakhiran data secara berkala sekurang- kurangnya satu kali dalam satu semester;

c. Memeriksa dampak data yang telah diisikan pada aplikasi Dapodik di sejumlah sistem transaksional Kementerian;

dan

d. Menjamin kelengkapan, kebenaran dan kemutakhiran

data yang dikirimkan.

(43)

SATU NUSA, SATU BANGSA,

SATU BAHASA, DENGAN SATU DATA

Referensi

Dokumen terkait

Seorang pasien laki‐laki berusia 12 tahun menjalani hemodialisis penjagaan (maintenance) dirujuk kepada anda dari rumah sakit lain untuk membantu terapi osteodistrofi renalnya.

siswa cenderung malas dan enggan untuk mengikuti proses pembelajaran tolak peluru gaya ortodoks. Saat proses pembelajaran siswa menunjukkan sikap seenaknya sendiri,

Aplikasi Data Pokok Pendidikan atau Dapodik adalah sistem pendataan skala nasional yang terpadu, dan merupakan sumber data utama pendidikan nasional, yang merupakan bagian

Data Pokok Pendidikan - Kebudayaan KONSEP MONITORING DAN EVALUASI MUTU PENDIDIKAN DENGAN MENGGUNAKAN DAPODIK Proses monitoring dan evaluasi mutu pendidikan dengan

Didalam alur Data dan Informasi, Data dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal melalui Sekretariat masing- masing, kemudian diintegrasikan dan diverifikasi-validasi oleh

Tujuan penulisan makalah ini adalah : Kajian ini untuk mengetahui minat perempuan pada pekerjaan konstruksi pemeliharaan jalan, Kajian ini untuk mengetahui peran

Menurut Wenny Octavia (2011) semakin besar keinginan yang ingin dicapai, maka semakin besar pula usaha yang akan dilakukan agar apa yang diinginkan dapat

1) Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap