DATA POKOK PENDIDIKAN – KEBUDAYAAN (DAPODIK)
DisampaikanDalam Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data Tendik Dikdasmen Hotel Fairfield by Marriot Surabaya,
07— 10 Maret 2017
PUSAT DATA DAN STATISTIK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN 2017
KEBIJAKAN PENGELOLAAN DAN PEDAYAGUNAAN
DATA POKOK PENDIDIKAN (DAPODIK)
MATERI SAJIAN
B C
PENGINTEGRASIAN & PENDAYAGUNAAN SISTEM PENDATAAN DATA PENDIDIKAN
DATA TENAGA KEPENDIDIKAN DIKDASMEN KEWENANGAN PDSPK, PEMERINTAH
DAERAH, DAN SATUAN PENDIDIKAN D
A LATAR BELAKANG
LATAR BELAKANG
A
4 4
UNDANG-UNDANG NOMOR 23/2014
Lampiran
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014
Tentang Pemerintahan Daerah
5 5
PERMENDIKBUD NOMOR 1 TAHUN 2017
Tentang
Pelimpahan sebagian urusan pemerintahan bidang pendidikan kepada gubernur dalam penyelenggaraan Dekonsentrasi TA 2017
Pasal 1 (1) dan (2)
Ayat (1) Urusan pemerintah bidang pendidikan dan kebudayaan yang dilimpahkan kepada gubernur dalam penyelenggaraan dekonsentrasi tahun anggaran 2017 meliputi:
a. Program pendidikan dasar dan menengah;
b. Program guru dan tenaga kependidikan; dan
c. Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Ayat (2)Kegiatan pada program sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah:
a. Program pendidikan dasar dan menengah sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a. meliputi:
1. pembinaan sekolah menengah atas;
2. pembinaan sekolah menengah kejuruan; dan
3. pembinaan pendidikan khusus dan layanan khusus.
b. Program guru dan tenaga kependidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b berupa dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
c. … KEMENTERIAN PENDIDIKAN
DAN KEBUDAYAAN
6 6
1. Penetapan Operator Pendataan Ketenagaan dan Peserta Didik Jenjang Dikmen (SMA/SMK atau Sederajat dan
Pendidikan Khusus (PK) Di Provinsi;
2. Mekanisme Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi
3. Kewenangan Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi
4. Sistem Aplikasi Verifikasi dan Validasi data Ketenagaan dan Peserta Didik Di Provinsi
5. Manajemen Database Dikdas Dan Dikmen KONSEKUENSI
IMPLEMENTASI PERUNDANG-UNDANGAN
Pelimpahan Kewenangan Pengelolaan Jenjang Dikmen dan PK Kepada Dinas Pendidikan Provinsi.
BATASAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1. Kepala Sekolah/Madrasah 2. Pengawas Satuan Pendidikan 3. Tenaga Administrasi
4. Tenaga Perpustakaan 5. Tenaga Laboratorium 6. Teknisi
7. Pengelola Kelompok Belajar 8. Pamong Belajar, dan
9. Tenaga Kebersihan.
TENAGA KEPENDIDIKAN
Permendikbud Relevan, misalnya:
1. No 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
2. No 12 Tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah/Madrasah.
3. No 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah
4. Aturan lainnya
PEDOMAN PENGELOLAAN
MENGAPA DIPERLUKAN PENDATAAN
1. Alat bantu pengambilan keputusan Pimpinan dalam penetapan kebijakan dan perencanaan;
2. Pedoman dalam pelaksanaan dari implementasi program pembangunan pendidikan;
3. Mencegah terjadinya perencanaan program yang tidak tepat guna dan tepat sasaran;
4. Pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pembangunan pendidikan;
5. Evaluasi hasil akhir pelaksanaan program pembangunan pendidikan.
DATA APA YANG DIPERLUKAN
STRUKTUR DATA
ASPEK WAKTU ASPEK SUMBER
ASPEK BENTUK ASPEK SIFAT
1. INTERNAL 2. EKSTERNAL 1. KUALITATIF
2. KUANTITATIF
1. PRIMER 2. SEKUNDER
1. TAHUNAN
2. BERKALA
DAPODIK adalah suatu konsep pengelolaan Data Pendidikan yang bersifat Individual, Relational dan Longitudinal, sehingga program-program
pembangunan pendidikan dapat terarah dan akan mempermundah dalam menyusun perencanaan, monitoring dan evaluasi pembangunan pendidikan dalam rangka peningkatan Mutu Pendidikan yang Merata dan Tepat Sasaran.
Acuan pembangunan pendidikan nasional adalah terpenuhinya SPM dan SNP dalam pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan.
Untuk mewujudkan pembangunan pendidikan
tersebut dibagi menjadi empat faktor/bidang garapan yaitu:
1. PTK (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) 2. Satuan Pendidikan
3. Peserta Didik, dan 4. Substansi Pendidikan.
Didalam implementasinya keempat faktor pendidikan harus tergambarkan atau didukung dengan Data Pokok Pendidikan yang sama sumbernya.
Acuan Program Pembangunan/Pembinaan
Sumber Data yang sama (DAPODIK)
EMPAT BAGIAN PENTING KONSEP DASAR DAPODIK
Empat Jenis data (Tiga Entitas Data & Substansi Pend.) Program Pembangunan/Pembinaan
KELOMPOK DATA POKOK PENDIDIKAN
KRONOLOGIS SISTEM PENDATAAN KEMENDIKBUD
Pendataan dilakukan secara manual dan masing2 daerah melakukan pendataan
(belum menggunakan sistem) Pendataan kodifikasi
“DAPODIK” NISN, NPSN, NSS, NUPTK padatiweb
DAPODIK, Padati, LI, PAS, BOS, LIDI
DAPODIK dan Padamu Negeri
DAPODIK
<2006
2006-2011
2008-2012
2013 - 2014
s.d sekarang Kebutuhan data belum
menjadi prioritas
Penomoran Entitas data dan Statistik pendidikan (BPKLN) dan PMPTK
Pengembangan system pendataan Oleh masing- masing Direktorat Mengarah ke data indivdual
Mengkerucut Pada 2 sistem pendataan Satu istem pendataan terpadu
KETERKAITAN PENGEMBANGAN SISTEM ANTAR UNIT KERJA
(Permendikbud Nomor 79/2015)
Permendikbud Nomor 79/2015 Bab V, Pasal 12
a. Merancang basis data pendidikan relasional sehingga mampu menghasilkan data longitudinal untuk tiap entitas pendidikan;
b. Merancang satu formulir pendataan yang mencakup semua atribut yang diperlukan untuk tiap entitas pendidikan;
c. Membangun suatu pusat data Kementerian untuk menampung dan mengintegrasikan semua data yang dihasilkan dari kegiatan pengumpulan data;
d. Membangun sistem untuk melakukan verifikasi dan validasi, dengan melibatkan satuan kerja dan institusi lain yang mempunyai kemampuan dan/atau otoritas dalam menentukan validitas data sebagai validator;
e. Menetapkan mekanisme standar bagi sistem/aplikasi lain dalam berintegrasi dengan Dapodik dan mengevaluasi pemenuhan standar tersebut;
f. Memastikan komitmen institusi lain pengguna data dalam ikut menjaga kerahasiaan data pendidikan; dan
g. Mengoordinasi seluruh unit kerja yang terlibat dalam Dapodik guna terciptanya kegiatan pengumpulan Dapodik yang terintegrasi dalam satu sistem pendataan yang efektivitas dan efisien.
TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB
PENGARUH DATA DALAM KEBIJAKAN DI K/L
MENTERI
GUBERNUR
DISDIK PROV
DISDIK K/K
KEP. SEK
OPERATOR
Data analysis
Data
collecteor Information analysis Knowledge analysis Policy analysis Policy decision
OK?
OK?
OK?
OK?
yes yes
yes
yes
no
no
no no
no
Full responsibility All out
Perfectly done Hirarki Struktur Kerja
PENGINTEGRASIAN & PENDAYAGUNAAN SISTEM PENDATAAN DATA PENDIDIKAN
B
PENGUMPULAN
PENGELOLAAN DATA
(QUALITY CONTROL) PENDAYAGUNAAN DATA
• Integrasi
• Verifikasi-Validasi
• Kompilasi
• Analisis/Protret Pendidikan Masing-masing
Direktorat Jenderal
• PAUD DAN DIKMAS
• DIKDASMEN
• KEBUDAYAAN
• Perencanaan
Program/Pembinaan Pembangunan Dikbud
• Sertifikasi dan Tunjangan
• Monitoring Program
• Evaluasi Program
• Penelitian Satuan
Pendidikan SUMBER DATA
Feedback (Dalam rangka pembinaan)
Untuk mendapatkan data yang sahih sesuai dengan kondisi di lapangan dan menjaga kualitas data, disusun tiga tahapan yang dikelola oleh unit yang berbeda:
1. Tahapan pengumpulan
2. Tahapan Pengelolaan (Quality Control) 3. Tahapan Pendayagunaan
Didalam alur Data dan Informasi, Data dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal melalui Sekretariat masing-masing, kemudian diintegrasikan dan diverifikasi-validasi oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP), yang selanjutnya digunakan oleh unit yang terkait dalam menyusun program- program pembinaan untuk pembangunan.
Dengan penekanan bahwa semua data harus berangkat dari data:
1. INDIVIDUAL LEMBAGA (SATUAN PENDIDIKAN) 2. INDIVIDUAL PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN 3. INDIVIDUAL PESERTA DIDIK.
PUSAT – Provinsi - Kab/Kota
ALUR SISTEM PENGELOLAAN DATA DIKBUD
KONFIGURASI PENGELOLAAN DATA POKOK PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Lembaga (Satuan Pendidikan + Kebudayaan + Kebahasaan)
PAUDdikmas/
GTK Dikdasmen/
GTK
Kebudayaan Bahasa
Data Mart Data Warehouse
Operational Data Store
(ODS)
Referensi
• NPSN
• NISN
• NUPTK
• NPYP
• Wilayah UNESCO dll
K/L Lain Unit Lain
Kab-Kota
• Proses Sinkronisasi
• Proses Integrasi
• Proses Verifikasi
• Proses Validasi Proses Pendayagunaan
• Perencanaan
• Analisis
• Monitoring-Evaluasi
Provinsi+LPMP
1. DATA BERKUALITAS YANG TERINTEGRASI 2. PENGEMBANGAN BACKBONE KE DAERAH
3. PENGEMBANGAN SIMPUL-SIMPUL SISTEM QUALITY CONTROL DATA YANG TERINTEGRASI
• DI PUSAT
• DI PROVINSI
• DI KABUPATEN KOTA
• DI SATUAN PENDIDIKAN
TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS DATA
VERTIKAL
Provinsi
Pusat Kab-Kota Satuan Pendidikan
1. Data Kelembagaan;
2. Data Peserta Didik;
3. Data Ketenagaan;
4. Data Proses Pembelajaran;
5. Data Kewilayahan.
Terintegrasinya Data Warehouse Pusat dan Daerah melalui pengembangan Backbone dapat mewujudkan terintegrasinya program-program
pembangunan Pusat dan Daerah.
BAN-SM
BIDIKMISI SNMPTN
KEMENAG
UN
BOS
REHAB
KIP
TN2K
TUNJANGAN GURU
Ijasah
Kemendikbud
Data warehouse
Untuk meningkatkan kualitas data dengan mengintegrasikan data transaksi dalam Satu Mekanisme Pengelolaan Data
Lainnya
HORIZONTAL
TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS DATA
D (incremental)
BIRO KOMUNIKASI DAN LAYANAN
MASYARAKAT (BKLM)
DIREKTORAT JENDERAL TERKAIT
SISTEM JARINGAN (PUSTEKKOM)
SISTEM PENDATAAN PENDIDIKAN
Multi-Snapshot (Periodik)
SISTEM DATAWAREHOUSE
KEMDIKBUD (PDSPK)
ANALYTICAL TOOLS
INFORMASI STRATEGIS & PELAPORAN
INFORMASI STRATEGIS &
PELAPORAN
PENDAYAGUNAAN DAN LAYANAN DATA DAN INFORMASI
1. Melayani kebutuhan data tendik kepada Pimpinan 2. Peningkatan kompotensi tenaga kependidikan;
3. Intervensi program pemberian tunjangan-tunjangan bagi tenga kependidikan;
4. Penyusunan program setiap tahunnya;
5. Alat pemantauan dan pengendalian pelaksanaan program;
6. Alat evaluasi hasil pelaksanaan
Internal
C
DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
DIKDASMEN
Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) merupakan Nomor Identitas yang resmi sebagai Nomor Induk bagi seorang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) baik yang berstatus PNS maupun Non-PNS dan memenuhi persyaratan dan ketentuan yang telah ditentukan.
NUPTK sebagai identitas bagi GTK dalam proses eksekusi pelaksanaan program dan kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan maupun peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan pada umumnya.
DEFINISI
KEBERMANFAATAN
NUPTK terdiri dari 16 angka yang bersifat unik dan tetap.
NUPTK yang dimiliki seorang GTK tidak akan berubah meskipun yang bersangkutan telah berpindah tempat mengajar, perubahan riwayat status kepegawaian dan atau terjadi perubahan data lainnya.
KARAKTERISTIK NUPTK
PENGERTIAN NOMOR UNIK PENDIDIK DAN
TENAGA KEPENDIDIKAN (NUPTK)
• Sifat Formula NUPTK:
- Numerik - 16 digit
- unsur formula (diacak):
* tanggal lahir : 2 digit
* bulan lahir : 2 digit
* tahun lahir : 3 digit
* tahun lulus SD : 3 digit
* jenis kelamin : 1 digit
* kode generator : 1 digit (0,1,2,3, dst)
* nomor urutan : 4 digit
FORMULA KODEFIKASI NUPTK
Kemendikbud:
1 = Laki-Laki dan 2 = Perempuan) Di Luar Kemendikbud:
3 = Laki-Laki dan 4 Perempuan
MEKANISME PENERBITAN NUPTK GTK KEMENDIKBUD
PROV/KAB/KOTA
PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENONAKTLFAN NUPTK 1. Guru Kemendikbud
A. Pemohon mengajukan surat pengnonaktifan NUPTK atas nama sendiri kepada kepala sekolah;
B. NUPTK yang diusulkan untuk dinonaktifan bukan atas nama orang lain;
C. Pemohon menyampaikan alasan penonaktifan NUPTK;
D. Surat pengantar dari Kepala Sekolah;
E. Surat Persetujuan dari Disdik.
MEKANISME PENONAKTIFAN NUPTK KEMENDIKBUD
1. Guru, Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah pada jenjang TK, SD, SMP, SMA, SMK, PLB 2. Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Satuan Pendidikan non formal (KB/TPA/SPS,
PKBM/TBM, Kursus dan UPT)
3. Guru PNS/CPNS, Pengawas PNS, dan Guru bukan PNS
4. Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada Satuan pendidikan Non Formal PNS/CPNS dan bukan PNS
5. S1/D4 dari LPTK/PTN yang memiliki prodi terakreditasi atau dari LPTK /PTS yang terakreditasi Kopertis setempat bagi guru dan tenaga kependidikan yang diangkat setelah Januari 2006
6. Guru dan tenaga kependidikan yang aktif dalam dapodik Dikdasmen dan Paud-Dikmas dengan ketentuan:
I. Belum memiliki NUPTK setelah melalui proses verval GTK oleh PDSPK
II. Kandidat guru dan tenaga kependidikan penerirna NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (mang-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:
- Guru dan Tendik PNS --> SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari Dinas Pendidikan - Guru dan Tendik Non PNS
1. di sekolah Negeri: SK Pengangkatan dari Bupati/Walikota/Gubernur 2. di sekolah Swasta: SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus-
menerus dihitung sampai dengan bulan Januari 2016 (SK tidak berlaku surut)
SYARAT DAN KETENTUAN PENERBITAN NUPTK BAGI GTK KEMENDIKBUD
Surat Dirjen GTK Nomor 14652/B.B2/PR/2015, Tanggal 28 Desember 2015
MEKANISME PENERBITAN/PENONAKTIFAN NUPTK GTK KEMENAG
1. Disdik Kab/Kota dilibatkan untuk
koordinasi kebutuhan/
kelebihan guru
2. Sinkronisasi SIMPATIKA dan DAPODIK dgn Ditjen GTK, setelah itu oleh PDSPK diberi NUPTK
Provinsi
KANWIL AGAMA
KAB/KOTA
DISDIK
KEMENAG PUSAT
Diten GTK
KEMENDIKBUD
SINKRONISASI
GURU YANG AKTIF TETAPI TIDAK DALAM DAPODIK (GURU KEMENAG) 1. Diajukkan oleh operator Disdik melalui aplikasi verval GTK
2. Belum memiliki NUPTK setelah melalui proses verval GTK oleh PDSPK
3. Kandidat guru penerima NUPTK melengkapi persyaratan dengan memindai (meng-upload) dokumen persyaratan melalui aplikasi verval GTK:
I. Guru PNS SK CPNS/PNS + SK Penugasan dari Disdik/Kanwil Kemenag Provinsi II. Guru Non PNS:
1. di sekolah Negeri: SK Pergangkatan dari Bupati/walikota/Gubernur/Kepala Madrasah 2. di sekolah Swasta, SK Pengangkatan GTY selama 2 tahun secara terus
menerus dihitung s.d bulan Januari 2016 (SK tdk berlaku surut) dariKetua Yayasan III. Diverifkasi dokumen persyaratannya oleh Disdik Kab/Kota, Ditjen GTK sesuai
kebijakan yang ada.
PERSYARATAN DAN KETENTUAN PENONAKTIFAN NUPTK
A. Pemohon mengajukan surat pengnonaktifan NUPTK atas nama sendiri kepada kepala sekolah;
B. NUPTK yang diusulkan untuk dinonaktifan bukan atas nama orang lain;
C. Pemohon menyampaikan alasan dan dokumen pendukung penonaktifan NUPTK;
D. Surat pengantar dari Kepala Madrasah;
E. Surat parsetujuan dari Kandepag Kab/kota;
F. Surat Persetujuan dari Disdik.
SYARAT & KETENTUAN PENERBITAN/ PENONAKTIFAN NUPTK GTK
KEMENAG
DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1/2DATA PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2/2STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
http://referensi.data.kemdikbud.go.id/dashboardptk/telusur.php?id=30#
dst…..
STATISTIK DATA TENAGA KEPENDIDIKAN
KEWENANGAN PDSPK,
PEMERINTAH DAERAH, DAN SATUAN PENDIDIKAN
D
Permendikbud Nomor 79/2015
Berdasarkan Permendikbud Nomor 79 tahun 2015 diantarnya dinyatakan bahwa, PDSPK diberikan hak pengelolaan tentang:
1. Penerbitkan dan pengelolaan data referensi pendidikan untuk menjamin integrasi data pendidikan.
2. Data referensi sebagaimana dimaksud dalam butir 1 di atas merupakan data yang terverifikasi dan tervalidasi keabsahannya untuk memenuhi kualifikasi sebagai acuan yang terdiri atas referensi data wilayah, referensi data operasional dan referensi nomor identitas.
3. Kualifikasi seperti yang dimaksud dalam butir 2 di atas, wajib memenuhi persyaratan identitas tunggal.
4. Referensi data wilayah sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas adalah merupakan pengkodean yang mengatur kode wilayah dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa.
5. ….
KEBIJAKAN PENGELOLAAN DATA KEMENDIKBUD
1/25. Referensi data operasional sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas adalah merupakan pengkodean yang mewakili semua kisaran atau enumerasi nilai yang valid untuk mengisi atribut Dapodik.
6. Referensi nomor identitas sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas meliputi:
a. Nomor Pokok Satuan Pendidikan Nasional yang merupakan pengkodean referensi satuan pendidikan;
b. Nomor Induk Siswa Nasional yang merupakan pengkodean referensi peserta didik;
c. Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang merupakan pengkodean referensi pendidik dan tenaga kependidikan; dan
d. Nomor Pokok Yayasan Pendidikan yang merupakan pengkodean referensi yayasan yang memiliki satuan pendidikan.
7. Penerbitan nomor identitas sebagaimana dimaksud pada butir 6 di atas ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan.
KEBIJAKAN PENGELOLAAN DATA KEMENDIKBUD
2/2DINAS PENDIDIKAN PROVINSI/KABUPATEN DAN KOTA
a. Melakukan pengisian dan pengiriman data pengawas sekolah.
b. Sosialisasi, bimbingan, dan layanan teknis;
c. Melakukan pengelolaan manajemen pendataan;
d. Melakukan verifikasi dan validasi tingkat provinsi/kabupaten/kota; dan
e. Menginstruksikan kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing untuk melakukan pengumpulan dan pengiriman data melalui Dapodik;
f. Memanfaatkan data yang dihasilkan dari Dapodik untuk mendukung program pembangunan pendidikan di wilayahnya masing-masing; dan
g. Dinas provinsi/kabupaten/kota mengalokasikan anggaran untuk mendukung kebutuhan operasional pendataan Dapodik di tingkat satuan pendidikan maupun tingkat daerah;
h. Memfasilitasi dan menegur kepada semua satuan pendidikan di wilayah kerja masing-masing yang tidak melakukan pemutakhiran data secara berkala; dan
i. Menyediakan dan memelihara infrastuktur pendataan di tingkat dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota.