MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI
BIDANG MANAJEMEN AIR MINUM
BUKU KERJA
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM
BADAN PEMBINAAN KONSTRUKSI DAN SUMBER DAYA MANUSIA PUSAT PEMBINAAN KOMPETENSI DAN PELATIHAN KONSTRUKSI
2009
HUBUNGAN MASYARAKAT
PAM.MM03.002.01
D A F T A R I S I
Halaman
BAB I STANDAR KOMPETENSI 2
1.1. Unit kompetensi yang dipelajari 2
1.1.1. Judul dan kode unit 2
1.1.2. Deskripsi unit 2
1.1.3. Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja 2
1.1.4. Batasan variabel 3
1.1.5. Panduan penilaian 4
1.2. Tingkat / level kompetensi kunci 5
BAB II TAHAPAN BELAJAR 6
BAB III TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA 10
3.1. Tugas tertulis 10
3.2. Lembar pemeriksaaan tugas tertulis 14
3.3. Tugas teori 14
3.4. Tugas unjuk kerja 15
3.5. Lembar pemeriksaan unjuk kerja 15
3.6. Daftar cek unjuk kerja 16
PENYUSUNAN MATERI PELATIHAN DAN KURIKULUM 20
FORMAT PENYUSUNAN MATERI PELATIHAN DAN KURIKULUM 21
BAB I
STANDAR KOMPETENSI
1.1 Unit Kompetensi yang dipelajari
Dalam sistem pelatihan, standar kompetensi diharapkan menjadi panduan bagi peserta pelatohan atau siswa untuk dapat.
• Mengidentifikasikan apa yang harus dikerjakan peserta pelatihan.
• Mengidentifikasi apa yang telah dikerjakan peserta pelatihan.
• Memeriksa kemajuan peserta pelatihan.
• Meyakinkah bahwa semua eleman (sub-kompetensi) dan criteria unjuk kerja telah dimasukkan dalam pelatihan dan penilaian.
1.1.1 Judul dan kode unit
Judul unit kompetensi : Melakukan hubungan masyarakat Kode unit : PAM.MM03.002.01
1.1.2 Deskripsi unit
Unit ini berhubungan dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja yang dibutuhkan dalam melakukan hubungan dengan masyarakat
1.1.3 Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja
Elemen kompetensi yang harus dikuasai dalam unit kompetensi berikut kriteria unjuk kerja terdapat pada tabel 1.1.
Tabel 1.1 Elemen kompetensi dan kriteria unjuk kerja pada unit kompetensi melakukan hubungan masyarakat
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
01. Merencanakan kegiatan pemasyarakatan bisnis air minum
1.1 Kebijakan perusahaan yang terkait dengan peningakatan pencitraan perusahaan, corporate social responsiblity, dan visi dan misi bisnis utama perusahaan diidentifikasi dan dipahami untuk keperluan kehumasan.
1.2 Masalah, kebutuhan dan potensi bisnis air minum dieksplorasi dan dianalisis.
ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA
1.3 Pemangku kepentingan (stakeholder) diidentifikasi.
1.4 Kepentingan dan komitmen para pemangku kepentingan dieksplorasi dan dianalisis.
1.5 Materi bahan sosialisasi atau kehumasan disusun dan dikemas dalam bentuk yang yang komunikatif dengan berbagai media (cetak, audio, video) sesuai dengan kebijakan perusahaan.
02. Mensosialisasikan bisnis air minum
2.1 Kelompok sasaran kehumasan diidentifikasi dan dianalisis karekter dan latar belakang sosbudekon nya.
2.2 Persiapan pelaksanaan kehumasan yang terkait dengan jenis media yang dipergunakan, tempat dan peralatan serta kebutuhan lain dilakukan berdasar pada hasil analisis kelompok sasaran (target group)
2.3 Kegiatan humas dilaksanakan kepada kelompok sasaran dengan menggunakan metode dan perangkat yang komunikatif sesuai dengan tujuan kehumasan.
2.4 Efektivitas pelaksanaan kehumasan dievaluasi tingkat untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan kehumasan yang berkelanjutan. .
03. Melaporkan hasil pelaksanaan
hubungan masyarakat
3.1. Format laporan disiapkan.
3.2. Laporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat dibuat dan dilaporkan.
1.1.4 Batasan variabel
1. Kontek variabel :
Unit ini berlaku untuk merencanakan, mensosialisasikan, melaksanakan, dan melaporkan hasil pelaksanaan jaringan kerjasama bisnis, yang digunakan untuk melakukan kegiatan hubungan masyarakat dalam bisnis air minum
2. Perlengkapan untuk melakukan hubungan masyarakat pada pengelolaan air minum, mencakup :
2.1. Himpunan peraturan perundang-undangan.
2.2. Buku referensi/literatur.
2.3. Jurnal.
2.4. Komputer dan printer.
2.5. Multimedia.
3. Tugas pekerjaan untuk melakukan hubungan masyarakat meliputi : 3.1 Merencanakan kehumasan bisnis air minum
3.2 Mensosialisasikan bisnis. air minum
3.3 Melaporkan hasil pelaksanaan komunikasi bisnis air minum.
4. Peraturan untuk melakukan hubungan masyarakat, adalah:
4.1. Anggaran dasar, anggaran rumah tangga dan ketentuan khusus lain yang berlaku di masing-masing unit pengelolaan air minum
1.1.5 Panduan penilaian
1. Penjelasan prosedur penilaian :
Alat, bahan dan tempat penilaian serta unit kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya yang mungkin diperlukan sebelum menguasai unit kompetensi ini dengan unit-unit kompetensi yang terkait :
1.1 Tidak ada 2. Kondisi penilaian:
2.1 Kondisi penilaian merupakan aspek dalam penilaian yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi tersebut yang terkait dengan penyiapan komunikasi, kontak dengan komunikan, dan pemprosesan informasi dan pelaporan hasil kegiatan pelaksanaan komunikasi.
2.2 Penilaian dapat dilakukan dengan cara : lisan, tertulis, demonstrasi/ praktek, dan simulasi di workshop dan atau di tempat kerja.
3. Pengetahuan yang dibutuhkan:
Pengetahuan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :
3.1 Teori komunikasi.
3.2 Media komunikasi.
4. Keterampilan yang dibutuhkan :
Keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung unit kompetensi ini sebagai berikut :
4.1. Melakukan personal approach.
4.2. Menerima dan memberikan tanggapan.
4.3. Menggunakan media komunikasi.
5. Aspek kritis:
Aspek kritis yang merupakan kondisi kerja untuk diperhatikan dalam mendukung unit kompetensi ini, sebagai berikut :
5.1. Perbedaan persepsi.
5.2. Perbedaan budaya.
5.3. Penggunaan bahasa.
1.2 Tingkat/level kompetensi kunci
Kompetensi kunci dalam mencapai unjuk kerja yang disyaratkan terdapat pada tabel 1.2 di bawah ini.
Tabel 1.2 Kompetensi kunci dalam pencapaian unjuk kerja melakukan hubungan masyarakat
NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT
1 Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3
2 Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 3
3 Merencanakan dan mengorganisir aktifitas-aktifitas 2
4 Bekerja dengan orang lain dan kelompok 3
5 Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2
6 Memecahkan masalah 3
7 Menggunakan teknologi 3
BAB II
TAHAPAN BELAJAR
Langkah-langkah/tahapan belajar :
• Penyajian bahan, pengajaran, peserta dan penilai harus yakin dapat memenuhi seluruh rincian yang tertuang dalam standar kompetensi.
• Isi perencanaan merupakan kaitan antara kriteria unjuk kerja dengan pokok-pokok keterampilan dan pengetahuan.
Tabel 2.1 Tahapan belajar unit kompetensi melakukan hubungan masyarakat
NO KRITERIA UNJUK KERJA
INDIKATOR UNJUK KERJA
TAHAPAN BELAJAR
SUMBER
Elemen kompetensi: Merencanakan kegiatan pemasyarakatan bisnis air minum 1 Kebijakan perusa-
haan yang terkait dengan pening- katan pencitraan perusahaan, corpo- rate social respon- sibility, dan visi dan misi bisnis utama perusahaan diiden- tifikasi dan dipaha- mi untuk keperluan kehumasan
Mampu menjelaskan, visi dan misi, serta kebijakan perusahaan yang terkait dengan peningkatan pen- citraan perusahaan, cor- porate social responsi- bility untuk keperluan kehumasan
Mampu menunjukkan ke- patuhan terhadap kebi- jakan perusahaan dalam kaitan dengan kehu- masan
Mempelajari dan memahami visi dan misi, serta kebijak- an perusahaan untuk keperluan kehumasan
Referensi yang terkait dengan visi, misi, dan kebijakan perusahaan
2 Masalah, kebu- tuhan dan potensi bisnis air minum dieksplorasi dan dianalisis
Mampu melakukan analisis masalah, kebutuhan dan potensi dari bisnis air minum
Memahami dan membuat analisis masalah dalam kebutuhan dan potensi bisnis air minum
Referensi yang terkait dengan potensi bisnis air minum
3 Pemangku kepentingan (stakeholders) diidentifikasi
Mampu mengidentifikasi pemangku kepentingan dari bisnis air minum
Mempelajari dan memahami pe- mangku kepen- tingan bisnis air minum
NO KRITERIA UNJUK KERJA
INDIKATOR UNJUK KERJA
TAHAPAN BELAJAR
SUMBER
4 Kepentingan dan komitmen para pemangku kepen- tingan dieksplorasi dan dianalisis
Mampu melakukan analisis kepentingan para pemangku kepentingan
Memahami dan membuat analisis kepentingan para pemangku kepentingan 5 Materi bahan sosi-
alisasi atau kehu- masan disusun dan dikemas dalam bentuk yang komu- nikatif dengan ber- bagai media (cetak, audio, video) sesu- ai dengan kebijak- an perusahaan
Mampu menyusun materi sosialisasi sesuai kebi- jakan perusahaan.
Mampu melakukan sosi- alisasi kebijakan perusa- haan.
Mampu menggunakan media komunikasi dalam penyampaian materi se- cara komunikatif.
Mampu menunjukkan ke- patuhan terhadap kebi- jakan perusahaan dalam penyampaian materi sosialisasi.
Mempelajari, me- mahami dan mem- buat penyusunan materi sosialisasi Mempelajari dan memahami peng- gunaan media ko- munikasi dalam penyampaian materi secara efektif
Referensi yang terkait dengan kebi- jakan perusa- haan
Referensi yang terkait dengan me- dia komuni- kasi dalam kehumasan
Elemen kompetensi: Mensosialisasikan bisnis air minum 6 Kelompok sasaran
kehumasan diiden- tifikasi dan diana- lisis karakter dan latar belakang sos- bud-ekon-nya
Mampu mengidentifikasi kelompok sasaran kehumasan
Mampu menganalisis karakter dan latar bela- kang sosbudekon dari target group
Mempelajari dan memahami ke- lompok sasaran kehumasan
Referensi yang terkait dengan kelompok sasa- ran kehumasan
7 Persiapan pelaksa- naan kehumasan yang terkait dengan jenis media yang dipergunakan, tem- pat dan peralatan serta kebutuhan lain dilakukan ber- dasar pada hasil analisis kelompok sasaran (target group)
Mampu menangani persiapan pelaksa-naan kehumasan terkait jenis media, tempat, peralatan sesuai dengan target group
Mempelajari dan memahami ka- rakter dan latar belakang sosbud- ekon dari target group
Membuat daftar persiapan pelak- sanaan kehu- masan
Referensi yang terkait dengan sosbudekon kehumasan Referensi yang terkait dengan kehumasan
NO KRITERIA UNJUK KERJA
INDIKATOR UNJUK KERJA
TAHAPAN BELAJAR
SUMBER
8 Kegiatan humas dilaksanakan kepa- da kelompok sasar- an dengan meng- gunakan metode dan perangkat yang komunikatif sesuai dengan tujuan kehumasan
Mampu memilih metode dan perangkat yang komunikatif sesuai dengan target group dan tujuan kehumasan Mampu menyampaikan sosialisasi pada kelom- pok sasaran sesuai de- ngan kebijakan perusa- haan
Mempelajari dan memahami meto- de perangkat yang komunikatif sesuai dengan target group dan tujuan kehumas- an
Referensi yang terkait dengan metode dan perangkat kehumasan
9 Efektivitas pelaksa- naan kehumasan dievaluasi untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan kehumasan yang berkelanjutan
Mampu mengevaluasi pelaksanaan kehumasan untuk mencapai program berkelanjutan
Mempelajari dan memahami eva- luasi pelaksa- naan kehumasan untuk mencapai program berke- lanjutan
Referensi yang terkait dengan pelaksanaan kehumasan
Elemen kompetensi: Melaporkan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat 10 Format laporan
disiapkan
Mampu menjelaskan for- mat laporan hasil kehu- masan
Mampu menunjukkan ke- patuhan terhadap meka- nisme dan prosedur yang ditetapkan dalam pembu- atan format laporan
Mempelajari dan memahami format laporan kehumasan
Referensi yang terkait dengan prosedur dan format laporan kehu-masan
11 Laporan hasil pelaksanaan hubungan
masyarakat dibuat dan dilaporkan
Mampu menjelaskan pro- sedur penyusunan lapor- an hasil pelaksanaan hubungan masyarakat Mampu menjelaskan pro- sedur penyampaian la- poran hasil pelaksanaan hubungan masyarakat Mampu menyusun lapor- an hasil kerja sesuai for- mat dan prosedur yang ditetapkan
Mampu menyampaikan laporan hasil kerja ke- pada pihak terkait sesuai dengan SOP
Memahami dan menggunakan format dan prosedur dalam penyusunan laporan hasil kerja
Referensi yang terkait dengan SOP laporan hasil kerja
NO KRITERIA UNJUK KERJA
INDIKATOR UNJUK KERJA
TAHAPAN BELAJAR
SUMBER
Mampu menunjukkan kepatuhan terhadap prosedur dan format yang ditetapkan dalam
penyusunan laporan dan penyampaian laporan.
BAB III
TUGAS TEORI DAN UNJUK KERJA
3.1 Tugas tertulis
Tugas tertulis ini dimaksudkan sebagai salah satu cara bagi peserta pelatihan untuk menilai diri sendiri apakah ia sudah siap untuk mengikuti ujian kompetensi sebagai ahli bidang manajemen air minum.
Format yang digunakan untuk tugas tertulis ini adalah format yang sudah lazim digunakan di BNSP (Badan Nasional Sertifikat Profesi) dalam menguji kompetensi seseorang untuk suatu unit kompetensi. Namun karena di dalam format tersebut pada kolom terakhir disediakan kolom “penilai asesor “, maka kolom terakhir tersebut tidak perlu diisi oleh peserta pelatihan. Sesuai dengan maksud tugas tertulis ini, diminta kepada peserta pelatihan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan jujur, setelah membaca pertanyaan. Peserta pelatihan diminta mengisikan ke dalam kolom- kolom yang disediakan yaitu jawaban K (kompeten) apabila peserta pelatihan merasa kompeten dan BK (belum kompeten) jika peserta pelatihan merasa belum kompeten.
Jika peserta pelatihan merasa baru pantas menjawab BK, artinya peserta pelatihan harus belajar memahami substansi modul leibih tekun lagi. Sedangkan apabila peserta pelatihan merasa pantas menjawab K, maka ia dapat melanjutkan dengan membuat pertanyaan sendiri yang lebih detail untuk memastikan bahwa dirinya memang sudah memahami seluruh isi modul dan layak mengikuti ujian kompetensi. Dengan demikian pada saat peserta pelatihan mengikuti “assessment” ia dapat membuktikan kepada
“assessor” bahwa dirinya berhak mendapatkan predikat kompeten untuk unit kompetensi yang diikuti ujiannya.
Perlu difahami bahwa mendapatkan hasil kompeten untuk suatu unit kompetensi, tidak berarti peserta pelatihan berhak mandapatkan sertifikasi jabatan kerja ahli bidang manajemen air Minum. Karena ini baru merupakan kompetensi terhadap satu unit kompetensi dari 19 (sembilan belas) unit kompetensi yang ditentukan di dalam SKKNI untuk jabatan kerja dimaksud. Jika peserta pelatihan mendapatkan predikat kompeten untuk 19 (sembilan belas) unit kompetensi tersebut, maka ia berhak mendapatkan sertifikat “Ahli bidang manajemen air minum”.
1. Pelajari seluruh standar kriteria unjuk kerja (KUK) yang dipersyaratkan, batasan variabel, panduan penilaian dan kompetensi kunci serta yakinkan bahwa anda sudah benar-benar memahami seluruh isinya.
Selanjutnya lihat format penilaian mandiri berikut ini ;
Penilaian mandiri (contoh format, disalin dari formulir PKT-2 BNSP)
Nama peserta : Tanggal/waktu : Nama asesor : 1 Tempat :
2
Pada bagian ini, anda diminta untuk menilai diri sendiri terhadap unit (unit-unit) kompetensi yang akan diujikan
2. Laksanakan penilaian mandiri dengan mempelajari dan menilai kemampuan yang anda miliki secara obyektif terhadap seluruh daftar pertanyaan yang ada, serta tentukan apakah sudah kompeten (K) atau belum kompeten (BK).
3. Apabila anda menilai belum kompeten untuk sebagian item pertanyaan yang ada, disarankan untuk melakukan pelatihan terlebih dahulu sampai anda merasa yakin dapat mendemonstrasikan item yang dinilai belum kompeten tersebut.
Unit kompetensi Nomor :
Judul :
Elemen kompetensi
………..
Kriteria unjuk kerja
Daftar pertanyaan (penilaian mandiri / self assesment)
Penilaian Penilaian asesor K BK
Peserta pelatihan dapat menggunakan daftar pertanyaan berikut untuk tugas tertulis :
Unit kompetensi
Nomor : PAM.MM03.002.01
Judul : Melakukan hubungan masyarakat
Kriteria unjuk kerja Daftar pertanyaan (penilaian mandiri / self assessment)
Penilaian Penilaian asesor K BK
Elemen kompetensi :
1. Merencanakan kegiatan pemasyarakatan bisnis air minum 1.1. Kebijakan perusahaan
yang terkait dengan pe- ningkatan pencitraan peru- sahaan, corporate sosial responsibility, dan visi dan misi bisnis utama perusa- haan diidentifikasi dan dipahami untuk keperluan kehumasan
Jelaskan hubungan antara pe- ningkatan pencitraan perusa- haan, corporate social respon- sibility untuk keperluan kehu- masan dengan visi dan misi, serta kebijakan perusahaan
1.2. Masalah, kebutuhan dan potensi bisnis air minum dieksplorasi dan dianalisis
Uraikan masalah yang dihadapi dalam bisnis air minum.
1.3 Pemangku kepentingan (stakeholders) diidentifikasi
Sebutkan para pemangku ke- pentingan dari bisnis air minum 1.4 Kepentingan dan komit-
men para pemangku ke- pentingan dieksplorasi dan dianalisis pada sistem PAM
Uraikanlah kepentingan serta komitmen dari para pemangku kepentingan
1.5 Materi bahan sosialisasi atau kehumasan disusun dan dikemas dalam bentuk yang komunikatif dengan berbagai media (cetak, audio, video) sesuai de- ngan kebijakan perusa- haan
Buatlah materi sosialisasi kehumasan
Jelaskan prosedur dalam sosialisasi bisnis air minum dan kebijakan perusahaan
Jelaskan penggunaan media komunikasi dalam
penyampaian materi secara komunikatif
Kriteria unjuk kerja Daftar pertanyaan (penilaian mandiri / self assessment)
Penilaian Penilaian asesor K BK
Elemen kompetensi :
2. Mensosialisasikan bisnis air minum
2.1. Kelompok sasaran kehu- masan diidentifikasi dan dianalisis karakter dan la- tar belakang sosbudekon- nya
Uraikan dengan jelas kelompok sasaran dari kehumasan ! Uraian karakter dan latar belakang sosbudekon dari tiap target group kehumasan 2.2. Persiapan pelaksanaan ke-
humasan yang terkait de- ngan jenis media yang di- pergunakan, tempat dan peralatan serta kebutuhan lain dilakukan berdasar pa- da hasil analisis kelompok sasaran (target group)
Uraikan dengan jelas persiapan yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan kehumasan !
2.3. Kegiatan humas dilaksa- nakan kepada kelompok sasaran dengan menggu- nakan metode dan perang- kat yang komunikatif sesu- ai dengan tujuan kehumas- an
Jelaskanlah mengenai metode dan perangkat yang komunikatif untuk target group agar tujuan kehumasan tercapai
Uraikan metoda dalam pe- nyampaian sosialisasi pada kelompok sasaran.
2.4. Efektivitas pelaksanaan kehumasan dievaluasi tingkat untuk memperoleh masukan dalam rangka perbaikan kehumasan yang berkelanjutan
Uraikan kegiatan apa saja yang dapat dilakukan guna menge- valuasi pelaksanaan kehumas- an untuk mencapai program berkelanjutan
Elemen kompetensi :
3. Melaporkan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
3.1. Format laporan disiapkan Jelaskan format laporan hasil kegiatan kehumasan
3.2 Laporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat dibuat dan dilaporkan
Jelaskan prosedur penyusunan laporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
Jelaskan prosedur penyampai- an laporan hasil pelaksanaan
Uraikan format laporan hasil kerja bidang kehumasan
3.2 Lembar pemeriksaan tugas tertulis
Lembar ini merupakan hasil pemeriksaan atas jawaban terhadap seluruh daftar pertanyaan yang diberikan pada butir 3.1. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa apabila hasil penilaian mandiri menunjukkan peserta pelatihan dapat menjawab seluruh daftar pertanyaan dengan jawaban K (kompeten), maka berarti peserta pelatihan siap mengikuti uji kompetensi yang akan dilakukan oleh assessor dengan catatan bahwa seluruh pertanyaan dalam daftar pertanyaan yang terdapat pada butir 3.1 sudah dijawab dengan jujur oleh peserta pelatihan.
Namun apabila masih terdapat jawaban BK (belum kompeten) dari penilaian mandiri, peserta pelatihan belum diperbolehkan ikut ujian kompetensi, tapi harus kembali lagi mempelajari buku informasi sampai ia yakin menulis jawabannya K (kompeten).
Selanjutnya materi ujian kompetensi menjadi tanggung jawab assessor.
3.3 Tugas teori
Hasil pemeriksaan tugas tertulis :
Paraf asessor,
1. Apa yang dimaksud dengan hubungan masyarakat?
2. Apakah manfaat humas bagi perusahaan?
3. Jelaskan apa yang harus dilakukan agar calon pelanggan dapat menjadi pelanggan.
4. Siapa saja cakupan publik dalam kehumasan PDAM?
5. Berikan contoh masalah dalam bisnis air minum yang disosialisasikan pada masyarakat.
6. Bagaimana klasifikasi media komunikasi berdasar banyaknya konsumen?
7. Jelaskan jenis media yang dapat digunakan dalam penyampaian pesan 8. Apakah keuntungan dengan menggunakan World Wide Web?
9. Apakah dampak yang dapat ditimbulkan oleh pesan?
10. Apa yang dimaksud dengan komunikasi yang efektif? Bagaimana cara pengukurannya?
3.4 Tugas unjuk kerja
Tugas unjuk kerja merupakan bagian dari asesment terhadap peserta pelatihan untuk menunjukkan bahwa ia mengerti apa yang harus dilakukannya dalam menjalankan tugasnya, tugas yang ia lakukan merupakan komponen dari suatu proses yang mungkin penjelasannya oleh petugas lain, namun ia harus dapat menyediakan data untuk petugas lain tersebut.
Berikut ini adalah contoh-contoh bagaimana peserta pelatihan harus mampu menunjukkan unjuk kerja untuk jenis kegiatan yang penyelesainnya atau keputusannya ada pada orang lain.
Manajemen air minum dilaksanakan berdasarkan hal-hal sebagai berikut :
• Peraturan Pemerintah no.16 tahun 2005 tentang pengembangan SPAM.
• Keputusan Menteri Dalam Negeri no.47 tahun 1999 tentang pedoman penilaian kinerja perusahaan air minum daerah (PDAM).
• Peraturan Menteri PU no.18 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pengembangan SPAM.
Pelaksanaan unjuk kerja dapat dilihat pada checklist berikut ini :
1. Checklist pada pembuatan perencanaan kegiatan pemasyarakatan bisnis air minum 2. Checklist pada sosialisasi bisnis air minum.
3. Checklist pada pelaksanaan pelaporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat.
Lembar ini merupakan hasil pemeriksaan atas jawaban terhadap seluruh tugas yang diberikan pada butir 3.4. Secara teoritis dapat dikatakan bahwa apabila hasil pemeriksaan menunjukkan peserta pelatihan dapat melaksanakan seluruh tugas yang diberikan, maka berarti peserta pelatihan siap mengikuti uji kompetensi yang akan dilakukan oleh asesor dengan tugas-tugas yang lebih rinci yang termasuk kategori ujuk kerja.
Namun apabila masih terdapat tugas yang belum dapat dilaksanakan oleh peserta, peserta pelatihan
3.6 Daftar cek unjuk kerja
belum diperbolehkan ikut ujian kompetensi, tapi harus kembali lagi mempelajari buku informasi sampai ia yakin mampu mengerjakan dengan benar seluruh tugas yang harus dilaksanakan. Selanjutnya materi ujian kompetensi menjadi tanggung jawab assessor.
Demonstrasikan validitas perencanaan berkaitan komponen standar kompetensi
Kode unit : PAM.MM03.002.01
Judul unit : Melakukan hubungan masyarakat No Elemen (bab) Ya Ti-
dak Kriteria unjuk kerja (sub bab) Ya Ti- dak 1. Merencanakan
kegiatan pemasya- rakatan bisnis air minum
1.1. Kebijakan perusahaan yang terkait dengan peningkatan pencitraan perusahaan, corporate social res- ponsibility, dan visi dan misi bisnis utama perusahaan diidentifikasi dan dipahami untuk keperluan kehumasan
1.2. Masalah, kebutuhan dan potensi bisnis air minum dieksplorasi dan dianalisis
1.3. Pemangku kepentingan (stake- holders) diidentifikasi
1.4. Kepentingan dan komitmen para pemangku kepentingan dieksplo- rasi dan dianalisis
1.5. Materi bahan sosialisasi atau kehu- masan disusun dan dikemas dalam bentuk yang komunikatif dengan berbagai media (cetak, audio, video) sesuai dengan kebijakan perusahaan
No Elemen (bab) Ya Ti-
dak Kriteria unjuk kerja (sub bab) Ya Ti- dak 2. Mensosialisasikan
bisnis air minum
2.1. Kelompok sasaran kehumasan diidentifikasi dan dianalisis karakter dan latar belakang sos-bud-ekon- nya
2.2. Persiapan pelaksanaan kehumas- an yang terkait dengan jenis media yang dipergunakan, tempat dan peralatan serta kebutuhan lain dila- kukan berdasar pada hasil analisis kelompok sasaran (target group) 2.3. Kegiatan humas dilaksanakan ke-
pada kelompok sasaran dengan menggunakan metode dan perang- kat yang komunikatif sesuai de- ngan tujuan kehumasan
2.4. Efektivitas pelaksanaan kehumas- an dievaluasi tingkat untuk mem- peroleh masukan dalam rangka perbaikan kehumasan yang berkelanjutan
3. Melaporkan hasil pelaksanaan hu- bungan masyarakat
3.1 Format laporan disiapkan 3.2 Laporan hasil pelaksanaan
hubungan masyarakat dibuat dan dilaporkan
Kondisi unjuk Kerja
Penunjang ketrampilan dan pengetahuan
Aspek – aspek penting dalam pengujian
Hasil pemeriksaan tugas unjuk kerja
1. Buku kerja ini harus digunakan oleh peserta pelatihan untuk memberikan arahan di dalam mencatat setiap pertanyaan dan kegiatan praktek baik dalam pelatihan klasikal maupun pelatihan mandiri.
:
Paraf assessor
Catatan :
2. Buku kerja ini diberikan kepada peserta pelatihan dan berisi :
– Kegiatan-kegiatan yang membantu peserta pelatihan untuk mempelajari dan memahami informasi.
– Kegiatan pemeriksaan yang digunakan untuk memonitor pencapaian / keterampilan peserta pelatihan.
3. Untuk mengetahui daya serap peserta dalam mengikuti pelatihan, setelah selesai pelatihan, peserta pelatihan diminta mengisi formulir penilaian mandiri dan juga contoh-contoh penilaian untuk kerja.
4. Perlu diketahui bahwa yang memberikan pelatihan adalah instruktur dan yang menilai kompetensi peserta adalah asesor, dengan pengertian instruktur untuk modul A tidak boleh jadi asesor untuk modul A. dengan demikian akan terjadi obyektivitas dalam penilaian karena tidak terjadi conflict of interest antara asesor dan instruktur.
5. Kebijakan apakah instruktur diperbolehkan merangkap sebagai asesor, sebenarnya ini tergantung dari pada pihak yang terkait dan menandatangani sertifikat kompetensi. Jika disepakati bahwa instruktur juga dapat ditugasi sebagai asesor.
6. Hasil penilaian mandiri (tugas tertulis) dan tugas unjuk kerja akan mengantarkan seorang peserta pelatihan ke wilayah uji kompetensi, sementara itu yang menyiapkan materi uji kompetensi adalah asesor, bukan instruktur .
7. Dengan sistem ini, seseorang yang belum kompeten dianjurkan untuk belajar mendalami substansi yang ada di dalam buku informasi agar dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi asement untuk jabatan kerja yang diinginkannya.
PENYUSUNAN MATERI PELATIHAN DAN KURIKULUM
NAMA PEKERJAAN : SISTEM MANAJEMEN HUBUNGAN MASYARAKAT
JABATAN : AHLI MANAJEMEN AIR MINUM
JENIS KOMPETENSI : KOMPETENSI KHUSUS
No. JUDUL UNIT KOMPETENSI INTI ELEMEN KOMPETENSI
1. Melakukan hubungan masyarakat 1. Merencanakan kegiatan pemasyarakatan bisnis air minum 2. Mensosialisasikan bisnis air minum
3. Melaporkan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
FORMAT PENYUSUNAN MATERI PELATIHAN DAN KURIKULUM
KODE UNIT : PAM.MM03.002.01.
JUDUL UNIT : Melakukan hubungan masyarakat
NO. ELEMEN (Bab) KRITERIA UNJUK KERJA (Sub Bab)
INDIKATOR UNJUK KERJA K S A BAHAN ALAT
KERJA 1. Merencanakan kegiatan
pemasyarakatan bisnis air minum
1.1. Kebijakan perusahaan yang terkait dengan peningkatan pencitraan perusahaan, corporate social respon-sibility, dan visi dan misi bisnis utama perusahaan diidentifikasi dan dipahami untuk keperluan kehumasan
1.1.1. Mampu menjelaskan, visi dan misi, serta kebijakan perusahaan yang terkait dengan peningkatan penci- traan perusahaan, corpo- rate social responsibility untuk keperluan kehumasan
√ Referensi yang terkait dengan visi, misi, dan kebijakan perusahaan
1.1.2. Mampu menunjukkan ke- patuhan terhadap kebijakan perusahaan dalam kaitan dengan kehumasan
√
1.2. Masalah, kebutuhan dan potensi bisnis air minum dieksplorasi dan dianalisis
1.2.1. Mampu melakukan analisis masalah, kebutuhan dan potensi dari bisnis air minum
√ Referensi yang terkait dengan potensi bisnis air minum
1.3. Pemangku kepentingan (stakeholders)
diidentifikasi
1.3.1 Mampu mengidentifikasi pemangku kepentingan dari bisnis air minum
√
1.4 Kepentingan dan komit- men para pemangku ke- pentingan dieksplorasi dan dianalisis
1.4.1 Mampu melakukan analisis kepentingan para
pemangku kepentingan
√
NO. ELEMEN (Bab) KRITERIA UNJUK KERJA (Sub Bab)
INDIKATOR UNJUK KERJA K S A BAHAN ALAT
KERJA 1.5 Materi bahan sosialisasi
atau kehumasan disusun dan dikemas dalam bentuk yang komunikatif dengan berbagai media (cetak, audio, video) sesuai dengan kebijakan perusahaan
1.5.1 Mampu menyusun materi sosialisasi sesuai kebijakan perusahaan
√ Referensi yang terkait dengan kebijakan perusahaan
Referensi yang terkait dengan media komunikasi dalam kehumasan 1.5.2 Mampu melakukan sosia-
lisasi kebijakan perusahaan
√
1.5.3 Mampu menggunakan me- dia komunikasi dalam pe- nyampaian materi secara komunikatif
√
1.5.3 Mampu menunjukkan kepa- tuhan terhadap kebijakan perusahaan dalam pe- nyampaian materi sosia- lisasi
√
2. Mensosialisasikan bisnis air minum
2.1. Kelompok sasaran kehumasan diidentifikasi dan dianalisis karakter dan latar belakang sos- bud-ekon-nya
2.1.1 Mampu mengidentifikasi kelompok sasaran kehuma- san
√ Referensi yang terkait dengan kelompok sasaran kehumasan
2.1.2 Mampu menganalisis karak- ter dan latar belakang sos- budekon dari target group
√
2.2. Persiapan pelaksanaan kehumasan yang terkait dengan jenis media yang dipergunakan, tempat dan peralatan serta kebutuhan lain dilakukan berdasar pada hasil analisis kelompok sasaran (target group)
2.2.1. Mampu menangani per- siapan pelaksanaan kehu- masan terkait jenis media, tempat, peralatan sesuai dengan target group
√ Referensi yang terkait dengan sosbudekon kehumasan
Referensi yang terkait dengan kehumasan
NO. ELEMEN (Bab) KRITERIA UNJUK KERJA (Sub Bab)
INDIKATOR UNJUK KERJA K S A BAHAN ALAT
KERJA 2.3 Kegiatan humas dilaksa-
nakan kepada kelompok sasaran dengan meng- gunakan metode dan pe- rangkat yang komunikatif sesuai dengan tujuan kehumasan
2.3.1 Mampu memilih metode dan perangkat yang komu- nikatif sesuai dengan target group dan tujuan kehu- masan
√ Referensi yang terkait dengan metode dan perangkat kehumasan
2.3.2 Mampu menyampaikan sosialisasi pada kelompok sasaran sesuai dengan kebijakan perusahaan
√
2.4 Efektivitas pelaksanaan kehumasan dievaluasi tingkat untuk memper- oleh masukan dalam rangka perbaikan kehu- masan yang berkelan- jutan
2.4.1 Mampu mengevaluasi pelaksanaan kehumasan untuk mencapai program berkelanjutan
√ Referensi yang terkait dengan pelaksanaan kehumasan
3. Melaporkan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
3.1. Format laporan disiapkan 3.1.1. Mampu menjelaskan format laporan hasil kehumasan
√ Referensi yang terkait dengan prosedur dan format laporan kehu-masan 3.1.2 Mampu menunjukkan
kepatuhan terhadap mekanisme dan prosedur yang ditetapkan dalam pembuatan format laporan
√
NO. ELEMEN (Bab) KRITERIA UNJUK KERJA (Sub Bab)
INDIKATOR UNJUK KERJA K S A BAHAN ALAT
KERJA 3.2. Laporan hasil
pelaksanaan hubungan masyarakat dibuat dan dilaporkan
3.2.1. Mampu menjelaskan prosedur penyusunan laporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
√ Referensi yang terkait dengan SOP laporan hasil kerja
3.2.2 Mampu menjelaskan prosedur penyampaian laporan hasil pelaksanaan hubungan masyarakat
√
3.2.3 Mampu menyusun laporan hasil kerja sesuai format dan prosedur yang ditetapkan
√
3.2.4. Mampu menyampaikan laporan hasil kerja kepada pihak terkait sesuai dengan SOP
√
3.2.5 Mampu menunjukkan kepatuhan terhadap prosedur dan format yang ditetapkan dalam
penyusunan laporan dan penyampaian laporan.
√