BUKU PANDUAN MAHASISWA

Teks penuh

(1)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI

BUKU PANDUAN

MAHASISWA

BLOK 17

(MAKSILOFASIAL II)

(SETARA 3,6 SKS)

(2)

Kata Pengantar

Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga Buku Panduan Blok 17 (Maksilofasial II) dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Buku panduan ini merupakan acuan bagi mahasiswa dan fasilitator dalam mengikuti proses pembelajaran di Blok 17 pada semester 7. Metode pembelajaran yang digunakan adalah Student Centered Learning (SCL) yang terdiri atas tugas mandiri, diskusi kelompok, tugas kelompok dan kuliah pakar. Blok 17 terdiri atas 3 modul yang terintegrasi pada cabang Ilmu Bedah Mulut, Prostodonsia, Ortodonsia, Konservasi Gigi, Ilmu Material Kedokteran Gigi, Periodonsia, Ilmu Kesehatan Gigi Anak, Mata, THT dan Radiologi Umum

Akhirnya kami berharap agar buku ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa maupun fasilitator. Kritik dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas Buku Panduan ini dimasa mendatang.

TIM DEU FKG USU

(3)

T im P enyusun

Ketua Blok : Gostry Aldica Dohude, drg., Sp.BM

Sekretaris Blok : Dr. Olivia Avriyanti Hanafiah, drg., Sp.BM(K) Anggota : 1. Hendry Rusdy , drg., Sp.BM(K)., M.Kes

2. Isnandar, drg., Sp.BM(K) 3. Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K) 4. Rahmi Syaflida, drg., Sp.BM(K) 5. Indra Basar Siregar, drg., M.Kes 6. Aini Haryani Nst, drg., Sp.Perio(K) 7. Lasminda S,drg.,MKes

8. Syafrinani, drg., Sp.Pros(K) 9. Siti Bahira, drg., Sp.Ort(K) 10. Prof. Dr. dr. Farhat,Sp.THT(K)

11. Prof. Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, Sp.M(K) 12. Prof. drg. Tri Murni Abidin, Sp.KG(K)

13. Ami Angela Harahap, drg., Sp.KGA., MSc 14. dr. Elvita Rahmi, Sp.Rad(K)

Anggota DEU

Koordinator : Tanti Derianty, drg., Sp.Ort., MDSc Kurikulum : Siska Ella Natassa M, drg., MDSc Divisi SDM : Gostry Aldica Dohude, drg., Sp.BM Divisi Assesment : Indri Lubis, drg., MDSc

Editor

Nevi Yanti, drg., M.Kes., Sp.KG (K)

(4)

D aftar I si

KATA PENGANTAR ... i

TIM PENYUSUN ... ii

DAFTAR ISI ... iv

MATRIKS KOMPETENSI BLOK 17 (Maksilofasial II) v BAB I INFORMASI UMUM ... 1

A. Nama Blok ... 1

B. Tujuan Blok ... 1

C. Uraian Blok ... 1

D. Metode Pembelajaran ... 2

BAB II MODUL... 3

A. Pembagian Modul ……… 3

B. Topic Tree ... 12

C. Skenario Modul ... 13

BAB III DAFTAR PUSTAKA ... 19

BAB IV JADWAL KEGIATAN BLOK 17 …... 20

LAMPIRAN 1. Petunjuk diskusi kelompok... 26

2. Lembar penilaian mahasiswa (tutorial)... 27

3. Tata cara persiapan penilaian, jenis ujian, waktu pelaksanaan ujian dan pengumuman hasil ujian blok………... 28

4. Petunjuk pembuatan soal ujian blok……… 29

5. Daftar nilai modul Blok 17……….……….. 30

6. Daftar peserta nilai akhir blok semester genap………... 31

7. Jadwal tutorial briefing bagi fasilitator……… 32

(5)

M atriks K ompetensi ( Blok 17 )

MATA AJAR TERKAIT

KOMPETENSI

UTAMA PENUNJANG

- 1. Bedah Mulut - 2. IKGA - 3. Periodonsia - 4. Konservasi - 5. Radiologi - Umum - 6. Prostodonsia - 7. Ortodonsia - 8. IMT - 9. Mata - 10.THT - -

- (Setara dengan - 4 SKS)

. -

1.1 Menerapkan etika kedokteran gigi

5.1 Seorang dokter gigi harus mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan biomedik yang relevan sebagai sumber keilmuan dan berbagai data penunjang untuk diagnosis dan tindakan medik

6.1 Seorang dokter gigi harus memahami ilmu kedokteran klinik yang relevan sebagai pertimbangan dalam melakukan perawatan gigi dan mulut pada pasien medik kompromis

7.1 Seorang dokter gigi harus mampumemahami prinsip ilmu kedokteran gigi dasar yang mencakup : Biologi Oral, Material

& teknologi kedokteran gigi untuk menunjang keterampilan preklinik

& klinik, serta penelitian bidang KG

9.1 Seorang dokter gigi harus mampu melakukan pemeriksaan fisik secara umum dan sistem stomatognatik dengan mencatat informasi klinis, laboratoris, radiologis, psikologis dan sosial guna mengevaluasi kondisi medis pasien

9.3 Menggunakan rekam medik sebagai acuan dasar dalam melaksanakan perawatan gigi dan mulut

10.1 Seorang dokter gigi harus mampu menegakkan diagnosis dan

1.1.1 Mampu menerapkan etika kedokteran gigi secara profesional (C3 ,P3, A4)

5.1.1 Mampu mengintegrasikan ilmu biomedik yang relevan dengan bidang kedokteran gigi untuk menegakkan diagnosis, menetapkan prognosis dan merencanakan tindakan medis kedokteran gigi (C3, P3, A4)

6.1.1 Mampu menghubungkan tatalaksana kedokteran klinik untukmengembali-kan fungsi optimal sistem stomatognati (C4, P3, A4)

7.1.1 Mampu memahami ilmu-ilmu kedokteran gigi dasar untuk pengembangan ilmu kedokteran gigi dasar dan klinik (C2,P4,A4)

7.1.2 Mampu menganalisis hasil penelitian kedokteran gigi dasar yang berkaitan dengan kasus medik dental dan disiplin ilmu lain yang terkait (C4, P3, A4)

7.1.4 Mampu merencanakan material kedokteran gigi yang akan digunakan dalam tindakan

rekonstruksi untuk mengembalikan stomatognatiyang optimal (C4, P3, A4)

9.1.1 Mampu mengidentifikasi keluhan utama penyakit atau gangguan sistem stomatognatik (C1, P2, A2) 9.1.2 Mampu menerapkan pemeriksaan komprehensif

sistem stomatognati dengan memperhatikan kondisi umum. (C3,P3 , A4)

9.1.3 Mampu menentukan pemeriksaan penunjang laboratoris yang dibutuhkan (C4, P4, A4) 9.1.4 Mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan

laboratoris (C4,P3,A3)

9.1.5 Mampu menentukan pemeriksaan penunjang radiologi intra oral dan ekstra oral yang dibutuhkan (C4, P4, A4)

9.1.7 Mampu menginterpretasikan hasil pemeriksaan radiologi intra oral dan ekstra oral secara umum (C4,P3,A3)

9.3.1 Mampu membuat rekam medik secara akurat dan komprehensif (C1,P3,A4 )

9.3.3 Mampu merencanakan perawatan medik gigi berdasarkan rekam medik (C3, P3, A4)

10.1.1 Mampu menegakkan diagnosis sementara dan diagnosis kerja berdasarkan analisis hasil

(6)

penyakit gigi dan mulut melalui interpretasi, analisis dan sintesis hasil pemeriksaan pasien

11.1 Seorang dokter gigi harus mampu menganalisis rencana perawatan yang didasarkan pada kondisi, kepentingan dan kemampuan pasien

11.2 Menentukan rujukan yang sesuai

13.2 Melakukan perawatan penyakit/

kelainan periodontal

13.4 Melakukan perawatan bedah sederhanan pada jaringan keras dan lunak mulut

13.6 Melakukan perawatan kelainan sendi temporo mandibula (TMJ) dan oklusi dental

13.8 Mengelola kegawatdaruratan di bidang kedokteran gigi

13.9 Bekerja dalam tim secara efektif dan efisien untuk mencapai kesehatan gigi dan mulut yang prima

temuan laboratoris, temuan radiografis, dan temuan alat bantu yang lain.(C4,P4,A4) 10.1.6 Mampu menjelaskan kondisi, kelainan, penyakit

dan fungsi kelenjar saliva (C2, P3, A4) 10.1.7 Mampu menjelaskan gambaran klinis proses

penyakit pada mukosa mulut akibat inflamasi, gangguan imunologi, metabolik dan neoplastik (C2,P3,A4)

10.1.15Mampu memastikan kelainan kongenital dan herediter dalam rongga mulut (C3, P4, A3).

11.1.5 Mampu mengembangkan rencana perawatan yang komprehensif dan rasional berdasarkan diagnosis (C3,P3,A3)

11.1. 6 Mampu menjelaskan temuan, diagnosis dan perawatan pilihan, ketidaknyamanan dan resiko perawatan untuk mendapatkan persetujuan melakukan perawatan (C2,P3,A3)

11.1. 8 Mampu bekerjasama dengan profesi lain untuk merencanakan perawatan yang akurat (C4, P3,A3)

11.2.2 Mampu melakukan rujukan kepada yang lebih kompeten sesuai dengan bidang terkait (C3, P3, A3)

13.2.3 Mampu melakukan prosedur operasi flep dan gingivektomi sederhana pada kasus kelainan periodontal dengan kerusakan tulang mencapai tidak lebih dari sepertiga akar bagian koronal (C3, P3, A3)

13.4.2 Mampu melakukan bedah minor sederhana pada jaringan lunak dan keras (C4,P5,A4)

13.4.3 Mampu menjelaskan tindakan bedah prepostetik sederhana (C2,P2, A2)

13.4.4 Mampu menanggulangi komplikasi paska bedah minor (C4,P5,A4)

13.6.3 Mampu melakukan tahap awal perawatan TMJ non bedah (C3,P3,A3)

13.8.3 Mampu mengelola kegawatdaruratan akibat trauma di rongga mulut pada segala tingkatan usia pasien (C3, P3, A3)

13.8.4 Mampu melakukan tindakan darurat medis dental (C3, P3, A3)

13.9.3 Mampu melakukan rujukan kepada sejawat yang lebih kompeten secara interdisiplin dan

interdisiplin (C3, P3, A3)

(7)

BAB I

INFORMASI UMUM

A. NAMA BLOK : MAKSILOFASIAL II B. TUJUAN BLOK

1. Merencanakan penatalaksanaan berbagai multidisiplin pembedahan di rongga mulut.

2. Merencanakan penatalaksanaan kelainan-kelainan maksilofasial.

3. Merencanakan penatalaksanaan trauma maksilofasial.

C. URAIAN BLOK

Dalam blok ini mahasiswa mempelajari falsafah bedah oromaksilofasial, prinsip bedah oromaksilofasial, prosedur bedah pengambilan lesi dalam jaringan lunak dan jaringan tulang, fase perawatan pasca bedah oromaksilofasial yaitu immediate post operatif, intermediate post operatif dan late post operatif dan juga mempelajari.

Komplikasi kasus-kasus bedah oromaksilofasial dan penanggulangannya. Selain itu akan dipelajari juga mengenai multidisiplin bedah yang meliputi bedah endo yaitu apeks reseksi, hemiseksi, amputasi akar; bedah periodonsium meliputi gingivoplasti, frenektomilabialis, flap periodontal, bone graft dan bedah mukogingival; bedah prosto (pre- prosthetic surgery) yaitu alveolektomi, alveoloplasti, vestibuloplasti, augmentasi, ekstirpasi torus palatinus, ekstirpasi torus lingualis, eksisi flabby ridge pada prosessus alveolaris, eksisi jaringan fibrous pada tuber maksila dan frenektomi lingualis; bedah orthognatik yang meliputi kasus-kasus ortodontik yang memerlukan tindakan bedah.

Selain itu pada blok ini juga akan mempelajari mengenai kista pada rongga mulut dan penutupan rongga kista di tulang dengan obturator bedah. Selain itu juga mempelajari kelainan sendi rahang seperti artrosis, artritis, dislokasi, ankilosis, tumor dan perawatan kelainan sendi rahang seperti konservatif, korektif dan suportif serta secara operatif. Lebih lanjut dipelajari mengenai neoplasma pada oromaksilofasial dan perawatannya, syaraf kranial seperti anatomi, fungsi, kelainan yang dapat terjadi dan perawatan kelainan tersebut, anatomi kelenjar ludah minor dan kelenjar ludah mayor, kelainan pada kelenjar ludah yaitu sialoangiektasi, obstruksi papilari, obstruksi duktus, pembesaran glandula dan kista dan tumor, kelainan bawaan yaitu celah bibir dan celah langit-langit dan perawatannya, mempelajari perkembangan/teknologi bedah oromaksilofasial seperti implan, osteodistraksi dan lainnya. Selain itu juga mempelajari komplikasi yang terjadi pada mata akibat perluasan neoplasma pada daerah maksilofasial dan komplikasi yang terjadi pada orofaring akibat perluasan neoplasma pada mata.

Mahasiswa juga akan mempelajari terminologi fraktur, klasifikasi, lokasi, gambaran

klinis dan radiografis; pemeriksaan radiologi sebagai pemeriksaan penunjang untuk

menegakkan diagnosis (MRI, CT Scan/ 3D dan Nuclear Scan), perawatan darurat, perawatan

luka pada jaringan lunak dan perawatan pendahuluan, perawatan definitif dan teknik reduksi

secara terbuka dan reduksi secara tertutup, alat-alat fiksasi dan komplikasi fraktur,

transplantasi gigi, replantasi gigi dan perawatan fraktur dentoalveolar serta perawatan trauma

maksilofasial ditinjau dari ilmu THT. Disamping itu juga akan mempelajari komplikasi

trauma maksilofasial pada mata seperti mechanical direct effect: contusion, concusion,

(8)

D. METODE PEMBELAJARAN 1. Kuliah Pakar

2. Tugas Kelompok 3. Sidang Pleno

4. Laporan Diskusi Kelompok

(9)

BAB II MODUL A.PEMBAGIAN MODUL

Blok 17 terdiri atas 3 modul sebagai berikut:

Modul 1: Multidisiplin pembedahan di rongga mulut Modul 2: Kelainan maksilofasial

Modul 3: Traumatologi

MODUL 1 Multidisiplin pembedahan di rongga mulut A. Tujuan terminal modul

Pada akhir modul ini mahasiswa mampu merencanakan penatalaksanaan berbagai multidisiplin pembedahan di rongga mulut.

B. Tujuan Khusus Modul

1.1 Menjelaskan prinsip bedah oromaksilofasial 1.2 Mampu menegakkan diagnosis yang tepat 1.3 Menjelaskan perawatan bedah

1.4 Menjelaskan tindakan pembedahan dan perawatan pasca bedah

1.5 Menjelaskan rencana perawatan yang terdiri atas observasi, perawatan konservatif serta konsultasi.

Topik : Diagnosis dan rencana perawatan

1.6 Menjelaskan indikasi pengambilan fraktur gigi

1.7 Menjelaskan pengambilan fraktur gigi metode tertutup 1.8 Menjelaskan pengambilan fraktur gigi metode terbuka Topik: Pengambilan fraktur gigi (ekstraksi komplikasi) 1.9 Menjelaskan mengenai klasifikasi gigi impaksi 1.10 Menjelaskan berbagai posisi gigi impaksi

1.11 Mengidentifikasi berbagai lokalisasi gigi impaksi 1.12 Menjelaskan penatalaksanaan tehnik odontektomi 1.13 Menjelaskan perawatan pasca bedah odontektomi 1.14 Menjelaskan penanganan komplikasi odontektomi Topik: Odontektomi

1.15 Menjelaskan definisi, indikasi, kontraindikasi dan tahapan kerja dari kuretase gingiva dan subgingiva

1.16 Menjelaskan modifikasi prosedur perlekatan baru dengan eksisi

1.17 Menjelaskan definisi, indikasi, kontraindikasi dan tahapan kerja dari bedah gingivektomi

1.18 Menjelaskan definisi, indikasi, kontraindikasi dan tahapan kerja dari bedah gingivoplasti

Topik : Perawatan bedah periodontal sederhana (Kuretase, ENAP, MENAP) 1.19 Menjelaskan definisi, tipe-tipe dan tahap kerja dari bedah flap periodontal 1.20 Menjelaskan teknik penjahitan untuk bedah flap periodontal

1.21 Menjelaskan mengenai penanggulangan cacat tulang

(10)

1.23 Menjelaskan bedah tulang rekonstruktif dan perawatan lesi furkasi.

Topik : Bedah flap periodontal, bone graft pada cacat tulang periodontal

1.24 Menjelaskan tujuan dan teknik bedah mukogingiva untuk memperlebar gingiva cekat

1.25 Menjelaskan tujuan dan teknik bedah mukogingiva untuk menutup akar gigi yang tersingkap karena resesi gingiva.

1.26 Menjelaskan tujuan dan teknik bedah mukogingiva untuk penyingkiran frenulum

1.27 Menjelaskan kriteria untuk pemilihan bedah mukogingiva.

Topik : Bedah mukogingiva

1.28 Menjelaskan jenis-jenis material untuk bahan implan 1.29 Menjelaskan indikasi penggunaan material implan 1.30 Menjelaskan sifat material implan

Topik: Material untuk bahan cangkok tulang dan alloy pada fraktur dentoalveolar

1.31 Menjelaskan tujuan tindakan bedah ditinjau dari bidang prosthodonsia

1.32 Pengenalan jenis-jenis gigi tiruan yang berkaitan dengan tindakan bedah mulut 1.33 Menjelaskan kasus-kasus bedah prosthodonsia yang menunjang untuk

pembuatan gigi tiruan

Topik: Kasus-kasus prostho yang membutuhkan tindakan bedah

1.34 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah alveolektomi

1.35 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah alveoloplasti

1.36 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah vestibuloplasti

1.37 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah augmentasi tulang

1.38 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah ekstirpasi torus palatinus

1.39 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah ekstirpasi torus lingualis

1.40 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan flabby ridge

pada prosessus alveolaris

1.41 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan eksisi jaringan fibrous pada tuber maksila

1.42 Menjelaskan mengenai indikasi, kontraindikasi dan teknik perawatan bedah frenektomi

Topik : Bedah pre-prosthetic

(11)

1.43 Menjelaskan pencabutan gigi tertentu dalam perawatan orthodonti 1.44 Menjelaskan waktu perawatan orthodonti pada kasus cleft palate

1.45 Menjelaskan perawatan gigi kaninus impaksi pada perawatan orthodonti 1.46 Menjelaskan indikasi perawatan ortodonti yang berhubungan dengan bedah orthognatik.

Topik: Kasus-kasus orthodonti yang berhubungan dengan perawatan bedah mulut

C. Topik Kuliah NO

.

TOPIK MATA AJAR KODE NARA SUMBER WAKTU ( JAM) 1. Diagnosis dan

rencana perawatan

Bedah Mulut BM 1.1 Gostry Aldica Dohude, drg., Sp.BM

1 jam 1. Pengambilan

fragmen fraktur gigi (ekstraksi

komplikasi)

Bedah Mulut BM 1.2 Hendry Rusdy, drg., Sp.BM(K), M.Kes

2 jam

2. Odontektomi Bedah Mulut BM 1.3 Gostry Aldica Dohude, drg., Sp.BM

2 jam 3. Perawatan bedah

periodontal sederhana

(Kuretase, ENAP, MENAP)

Periodonsia PE 1.1 Armia Syahputra, drg.,Sp.Perio (K)

1 jam

4. Bedah flap periodontal, bone graft pada cacat tulang periodontal

Periodonsia PE 1.2 Rini O. Nst, drg., Sp.Perio(K)., M.Kes.,

S.H

1 jam

5. Perawatan bedah mukogingival

Periodonsia PE 1.3 Aini Hariyani Nasution, drg., Sp.Perio (K)

2 jam 6. Material untuk

bahan cangkok tulang dan alloy pada fraktur dentoalveolar

IMT MT 1.1 Lasminda S,drg.,MKes 2 jam

7. Kasus-kasus prosto yang membutuhkan tindakan bedah

Prosthodonsia PT 1.1 Syafrinani,drg.,Sp.Pros(

K)

1 jam

8. Preprosthetic surgery

Bedah Mulut BM 1.4 Indra Basar, drg., M.Kes

2 jam 9. Kasus-kasus

orthodonti yang berhubungan dengan perawatan bedah mulut

Orthodonsia OR 1.1 Siti Bahira, drg., Sp.Ort(K)

1 jam

Total waktu 15 jam

(12)

MODUL 2 Kelainan Maksilofasial A. Tujuan Terminal Modul

Pada akhir modul ini mahasiswa mampu merencanakan penatalaksanaan kelainan- kelainan maksilofasial.

B. Tujuan Khusus Modul

2.1 Menjelaskan klasifikasi celah bibir dan langit-langit

2.2 Mampu melakukan pemeriksaan dan perawatan pendahuluan: konsultasi psikolog dan feeding plate

2.3 Menjelaskan perawatan komprehensif terintegrasi pre operasi/ saat bayi lahir 2.4 Menjelaskan indikasi dan kontraindikasi bedah celah bibir dan langit-langit 2.5 Menjelaskan persiapan sebelum bedah

2.6 Menjelaskan komplikasi bedah

2.7 Menjelaskan perawatan komprehensif pasca bedah Topik: Kelainan bawaan celah bibir dan langit-langit 2.8 Menjelaskan pengertian kista

2.9 Menjelaskan klasifikasi kista

2.10 Mengindentifikasi simptomatis tanda-tanda klinis 2.11 Menjelaskan pemeriksaan penunjang pada kista 2.12 Menentukan teknik perawatan

2.13 Menjelaskan indikasi dan kontra indikasi teknik ekstirpasi kista pada jaringan lunak dan jaringan keras

2.14 Menjelaskan perawatan pasca bedah 2.15 Menjelaskan komplikasi pembedahan Topik: Kista pada rahang

2.16 Anatomi dan fisiologi TMJ 2.17 Biomekanika gerakan TMJ

2.18 Klasifikasi kelainan TMJ yang berhubungan dengan oklusi dan oklusi

2.19 Menjelaskan perawatan kelainan sendi rahang seperti konservatif, korektif, suportif.

Topik : Kelainan pada sendi temporo mandibular dan perawatannya secara konservatif.

2.20 Menjelaskan kelainan sendi rahang artrosis 2.21 Menjelaskan kelainan sendi rahang artritis 2.22 Menjelaskan kelainan sendi rahang dislokasi 2.23 Menjelaskan kelainan sendi rahang ankilosis

2.24 Menjelaskan perawatan kelainan sendi rahang secara bedah

Topik : Kelainan pada sendi temporo mandibular dan perawatannya secara bedah.

2.25 Menjelaskan defenisi, klasifikasi, etiologi / predisposisi, sistem pemeriksaan untuk mengetahui tingkat/ perluasan neoplasma oromaksilofasial.

2.26 Menjelaskan jenis neoplasma yang sering terjadi di daerah maksilofasial (pada rahang dan jaringan lunak).

2.27 Menjelaskan jenis perawatan neoplasma yang dapat dilakukan sesuai indikasi seperti operatif, radiasi, kemoterapi dan komplikasi penyembuhan

Topik : Neoplasma pada rongga mulut

(13)

2.28 Menjelaskan jenis-jenis tumor rongga mulut yang berhubungan dengan THT 2.29 Menjelaskan etiologi dan patofisiologi tumor rongga mulut yang berhubungan

dengan THT

2.30 Menjelaskan gejala dan tanda klinis tumor rongga mulut yang berhubungan dengan THT

2.31 Menjelaskan penatalaksanaan dan perawatan tumor rongga mulut yang berhubungan dengan THT

Topik: Tumor rongga mulut yang berhubungan dengan kelainan telinga hidung tenggorokan (THT)

2.32 Menjelaskan indikasi dan kontraindikasi penggunaan obturator bedah dan feeding plate untuk pasien sebelum atau setelah tindakan bedah mulut

2.33 Menjelaskan waktu yang tepat untuk menggunakan obturator bedah dan feeding plate pada pasien sebelum atau setelah tindakan bedah mulut

2.34 Menjelaskan cara perawatan obturator bedah dan feeding plate yang digunakan pada pasien sebelum dan setelah tindakan bedah mulut

Topik: Obturator bedah dan feeding plate untuk kasus Bedah Mulut 2.35 Menjelaskan anatomi dari syaraf kranial

2.36 Menjelaskan fungsi dari syaraf kranial

2.37 Menjelaskan kelainan yang dapat terjadi pada saraf kranial 2.38 Menjelaskan perawatan kelainan pada syaraf kranial Topik : Kelainan persyarafan di bidang kedokteran gigi

2.39 Menjelaskan mengenai kelainan kelenjar ludah di oromaksilofasial 2.40 Menjelaskan patofisiologi pembengkakan berulang pada kelenjar ludah 2.41 Menjelaskan gambaran klinis pembengkakan berulang pada kelenjar ludah 2.42 Menjelaskan cara pemeriksaan kelainan pembengkakan berulang pada kelenjar

ludah

2.43 Menjelaskan pembengkakan tetap kelenjar ludah seperti obstruksi, kista dan tumor

2.44 Menjelaskan gambaran klinis pembengkakan tetap pada kelenjar ludah

2.45 Menjelaskan cara pemeriksaan kelainan pembengkakan tetap pada kelenjar ludah

2.46 Menjelaskan penatalaksanaan perawatan kelainan kelenjar ludah 2.47 Menjelaskan komplikasi perawatan kelainan kelenjar ludah Topik: Penatalaksanaan kelainan kelenjar ludah secara bedah

2.48 Menjelaskan komplikasi yang terjadi pada mata akibat perluasan neoplasma pada daerah maksilofasial

2.49 Menjelaskan komplikasi yang terjadi pada orofaring akibat perluasan neoplasma pada mata

Topik: Komplikasi pada mata akibat perluasan neoplasma

(14)

C. Topik Kuliah

NO. TOPIK MATA

AJAR

KODE NARA SUMBER WAKTU

( JAM) 1. Kelainan bawaan celah

bibir dan langit-langit

Bedah Mulut BM 2.1 Hendry Rusdy, drg., Sp.BM (K), M.Kes

2 jam 2. Kista pada rahang Bedah Mulut BM 2.2 Rahmi Syaflida,

drg., Sp.BM

2 jam

3. Kelainan pada sendi temporo mandibular dan perawatannya secara konservatif

Prostodonsia PT 2.2 Ricca Chairunnisa, drg., Sp.Pros (K)

2 jam

4. Kelainan pada sendi temporo mandibular dan perawatannya secara bedah.

Bedah Mulut BM 2.3 Isnandar, drg., Sp.BM (K)

1 jam

5. Neoplasma pada rongga mulut

Bedah Mulut BM 2.4 Dr. Olivia A.

Hanafiah,drg.,Sp.B M(K)

2 jam

6. Tumor rongga mulut yang berhubungan dengan kelainan THT

THT THT 2.1 Prof. Dr. dr. Farhat, Sp.THT-KL(K)

1 jam

7. Obturator bedah dan feeding plate pada kelainan bawaan celah bibir dan langit-langit

Prostodonsia PT 2.1 Syafrinani, drg., Sp.Prost(K)

2 jam

8. Kelainan-kelainan persyarafan di bidang kedokteran gigi

Bedah Mulut BM 2.5 Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K)

2 jam

9. Penatalaksanaan kelainan kelenjar ludah secara bedah

Bedah Mulut BM 2.6 Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K)

2 jam

10. Komplikasi pada mata akibat perluasan neoplasma

Mata MA 2.1 Prof Dr. dr. Rodiah Rahmawaty Lubis,

Sp.M(K)

1 jam

Total 17 jam

(15)

MODUL 3 Traumatologi A. Tujuan Terminal Modul

Pada akhir modul ini mahasiswa mampu merencanakan penatalaksanaan trauma maksilofasial.

B. Tujuan Khusus Modul

3.1 Menjelaskan perawatan kegawatdaruratan, perawatan luka pada jaringan lunak dan perawatan pendahuluan fraktur

3.2 Menjelaskan perawatan definitif dan teknik reduksi secara terbuka 3.3 Menjelaskan perawatan definitif dan teknik reduksi secara tertutup 3.4 Menjelaskan alat-alat fiksasi pada fraktur

3.5 Menjelaskan komplikasi fraktur

Topik: Fraktur maksilofasial dan perawatannya 3.6 Menjelaskan terminologi fraktur dentoalvolar

3.7 Menidentifikasi klasifikasi dan lokasi fraktur dentoalveolar 3.8 Menjelaskan gambaran klinis fraktur dentoalveolar

3.9 Menjelaskan gambaran radiografis fraktur dentoalveolar 3.10 Menjelaskan penatalaksanaan perawatan fraktur dentoalveolar 3.11 Menjelaskan komplikasi fraktur dentoalveolar

Topik: Fraktur dentoalveolar dan perawatannya

3.12 Menjelaskan pemeriksaan radiologi umum untuk menegakkan diagnosis trauma maksilofasial

3.13 Menjelaskan pemeriksaan radiologi dengan MRI

3.14 Menjelaskan pemeriksaan radiologi dengan CT Scan / 3D 3.15 Menjelaskan nuclear scan

Topik: Pemeriksaan radiologi umum sebagai pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa trauma maksilofasial

3.16 Menjelaskan epidemiologi (prevalensi dan insidensi) trauma dentoalveolar pada anak

3.17 Menjelaskan etiologi dan faktor predisposisi trauma dentoalveolar pada anak 3.18 Menjelaskan cara pemeriksaan trauma dentoalveolar pada anak

Topik: Pengantar trauma dentoalveolar dan pemeriksaan trauma dentoalveolar pada anak

3.19 Menjelaskan klasifikasi trauma dentoalveolar berdasarkan WHO

3.20 Menjelaskan klasifikasi trauma dentoalveolar berdasarkan Ellis & Devay Topik: Klasifikasi trauma dentoalveolar

3.21 Menjelaskan penatalaksanaan perawatan trauma pada gigi sulung 3.22 Menjelaskan perawatan trauma pada gigi permanen muda

3.23 Menjelaskan kontrol berkala trauma gigi pada anak 3.24 Menjelaskan tindakan pencegahan trauma gigi pada anak Topik: Perawatan trauma gigi pada anak

.

3.25 Menjelaskan pengertian child abuse

3.26 Menjelaskan etiologi child abused

(16)

3.28 Mengidentifikasi penemuan ciri-ciri child abused 3.29 Menjelaskan diagnosis child abused

3.30 Menjelaskan manajemen pengelolaan child abused Topik: Child abused

3.31 Menjelaskan komplikasi trauma maksilofasial pada mata: mechanical direct effect: contusion, concusion, perforating, non perforatin dan foreign body dental material.

Topik: Komplikasi trauma maksilofasial pada mata

C. Topik Kuliah

NO TOPIK MATA

AJAR

KODE NARA SUMBER WAKTU

( JAM) 1. Fraktur maksilofasial

dan perawatannya

Bedah Mulut

BM 3.1 Isnandar, drg.,Sp.BM(K)

2 jam 2. Fraktur dentoalveolar

dan perawatannya

Bedah Mulut Konservasi

Gigi

BM 3.2

KG 3.1

Rahmi Syaflida., drg., Sp.BM(K)

Prof. drg. Tri Murni Abidin,

Sp.KG(K)

2 jam

1 jam

3. Pemeriksaan radiologi umum sebagai

pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa trauma maksilofasial

Radiologi umum

RU 3.1 Dr. Elvita Rahmi Daulay, MKed Rad, Sp.Rad (K)

1 jam

4. Pengantar trauma dentoalveolar dan pemeriksaan trauma dentoalveolar pada anak

Ilmu Kedokteran

Gigi Anak

KGA 3.1

Ami Angela, drg., Sp.KGA

1 jam

5. Klasifikasi trauma dentoalveolar

Ilmu Kedokteran

Gigi Anak

KGA 3.2

Assoc. Prof.Dr.

Mallineni Sreekanth Kumar -

Ami Angela, drg., MSc, Sp.KGA

1 jam

6. Perawatan trauma gigi pada anak

Ilmu Kedokteran

Gigi Anak

KGA 3.3

Assoc. Prof.Dr.

Mallineni Sreekanth Kumar -

Ami Angela, drg., MSc, Sp.KGA

1 jam

7. Child abused Ilmu

Kedokteran Gigi Anak

KGA 3.4

Ami Angela, drg., MSc, Sp.KGA

1 Jam

8. Komplikasi trauma maksilofasial pada mata

Mata MA 3.1 Prof.Dr.dr.Rodiah Rahmawaty Lubis,

Sp.M(K)

1 jam

Total waktu 11 Jam

(17)

E. Topik Skill’s Lab

No Topik Dosen Mata Ajar Kode Waktu

1. Bedah minor

1.Indra Basar Siregar, drg, M.Kes

2.Dr.Olivia Avriyanti Hanafiah, drg., Sp.BM(K)

3. Hendry Rusdy, drg., Sp.BM (K)., M.Kes 4. Isnandar, drg.,Sp.BM (K)

5. Rahmi Syaflida, drg., Sp.BM (K)

6. Ahyar Riza, drg., Sp.BM (K)

7. Gostry Aldica Dohude, drg.,Sp.BM

IBM BMP 1.1 1 x 2 jam

2. Penanganan fraktur dentoalveolar dengan eyelet fixation

IBM BMP 2.1 1 x 2 jam

3. Penanganan dislokasi TMJ

IBM BMP 3.1 1 x 2 jam

Penanggung jawab skill’s lab:

Mahasiswa dibagi menjadi 12 kelompok. Tempat skill’s lab di ruang multipurpose dan

gedung B Fakultas Kedokteran Gigi USU. Panduan skill’s lab akan diberikan oleh staf

pengajar Bedah Mulut

(18)

B. TOPIC TREE

Modul 1.

Multidisiplin

pembedahan dirongga mulut

1. Diagnosis dan rencana perawatan

2. Pengambilan fraktur gigi (ekstraksi komplikasi) 3. Odontektomi 4. Perawatan bedah

periodontal sederhana (Kuretase, ENAP, MENAP)

5. Bedah flap

periodontal, bone graft pada cacat tulang periodontal

6. Bedah mukogingiva 7. Material untuk bahan

cangkok tulang dan alloy pada fraktur dentoalaveolar 8. Kasus-kasus prosto

yang membutuhkan tindakan bedah 9. Bedah pre-prosthetic 10. Kasus-kasus ortodonti

yang berhubungan dengan perawatan bedah mulut

Modul 2.

Kelainan maksilofasial 1. Kelainan bawaan celah

bibir dan langit-langit 2. Kista pada rahang 3. Kelainan pada sendi

temporo mandibular dan perawatannya secara konservatif 4. Kelainan pada sendi

temporo mandibular dan perawatannya secara bedah 5. Neoplasma rongga

mulut

6. Tumor rongga mulut yang berhubungan dengan THT

7. Obturator bedah dan feeding plate untuk kasus bedah mulut 8. Kelainan persyarafan

di bidang kedokteran gigi

8. Penatalaksanaan kelainan kelenjar ludah secara bedah

9. Komplikasi pada mata akibat perluasan neoplasma

Modul 3.

Trauma

1. Fraktur maksilofasial 2. Fraktur dentoalveolar 3. Pemeriksaan radiologi

sebagai pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosa trauma maksilofasial 4. Pengantar trauma

dentoalveolar dan pemeriksaan trauma dentoalveolar pada anak

5. Klasifikasi trauma dentoalveolar

6. Perawatan trauma gigi pada anak

7. Child abused 8. Komplikasi trauma

maksilofasial pada

mata

(19)

C. SKENARIO MODUL

1. Blok 17 mempunyai 3 pemicu yaitu:

Pemicu 1 : Gusi nyeri dan gigi palsu longgar Pemicu 2 : Tidak bisa menutup mulut

Pemicu 3 : Gigi depan atas patah

Pemicu 1 Nama Pemicu : Gusi nyeri dan gigi palsu longgar

Penyusun : Gostry Aldica Dohude, drg., SpBM, Indra Basar Siregar, drg., M.Kes., Syafrinani, drg., Sp. Pros(K)

Hari/ Tanggal : Rabu / 06 Oktober 2021 Waktu : 07.30 – 09.30 WIB

Seorang pasien wanita usia 50 tahun di rujuk ke RSGM USU, dengan keluhan nyeri pada gusi gigi geraham ketiga bawah sebelah kiri sejak 6 hari yang lalu dan terasa bengkak. Pasien meminum obat yang diberikan oleh drg, namun bengkak tidak berkurang. Pada pemeriksaan klinis, terlihat pembengkakan di gingiva gigi 38, warna lebih merah dari jaringan sekitarnya, nyeri tekan (+), konsisitensi lunak, gingiva sebagian menutupi mahkota gigi 38. Edentulous pada regio gigi 14 s/d 16 dan regio gigi 31 s/d 35. Pada pemeriksaan radiografi panoramik terlihat gigi molar 38, seperti pada foto dibawah ini.

.

Pertanyaan:

1. Dari hasil radiografi, sebutkan klasifikasi gigi molar tiga mandibula tersebut menurut Pell & Gregory dan Winter! (BM)

2. Apakah kemungkinan diagnosa pada kasus tersebut! (BM) 3. Jelaskan etiologi dan patofisiologi dari penyakit tersebut! (BM) 4. Jelaskan rencana perawatan dari kasus tersebut! (BM)

5. Jelaskan komplikasi dari perawatan kasus tersebut! (BM)

6. Tuliskan peresapan rasional untuk kasus tersebut di atas!(BM)

(20)

More information:

Pasien sebelumnya menggunakan gigi palsu lepasan pada sisi kiri bawah sejak sekitar 8 tahun yang lalu. Namun gigi palsu tersebut tidak dapat digunakan lagi karena selalu goyang dan tidak nyaman apabila di pakai. Pasien dirujuk ke RSGM USU juga untuk pembuatan gigi palsu yang baru. Pada pemeriksaan klinis di dapatkan linggir datar pada regio gigi 31 s/d 35. Ketika gigi tiruan dibuka, tampak adanya jaringan gingiva yang berlebih di vestibulum sepanjang 32-34, warna sedikit lebih merah dari jaringan sekitar dan ada sedikit laserasi warna merah keputihan di regio 32-34, serta ada linggir alveolar edentulus yang menonjol pada regio 14 s/d 16, nyeri saat ditekan, warna sama dengan jaringan sekitar.

7. Apakah diagnosis tambahan pada kasus tersebut! (BM-Prosto)

8. Jelaskan rencana perawatan yang sebaiknya dilakukan terhadap kasus tersebut!

(BM-Prosto) Produk:

- Jawablah pertanyaan di atas diketik secara individu lalu dikirim kolektif oleh ketua kelompok kepada fasilitator dalam bentuk pdf via email paling lambat 1 hari sebelum diskusi kelompok.

- Nama file individu yang dikirim mengikuti kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Nama mahasiswa_NIM contoh P1_Blok17_Echa_190600001

- Nama file yang dikirim secara kolektif kepada fasilitator dengan kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Kelompok , contoh: Pemicu1_Blok17_Kelompok1

- Diskusi kelompok dilaksanakan secara daring via zoom meeting dengan link zoom yang sama dengan kuliah.

- Fasilitator memberikan penilaian sesuai dengan jawaban pemicu dan mengisi lembar penilaian pada googlespreadsheet (fasilitator harus memiliki akun google) yang akan dibagikan link nya pada saat tutorial briefing dan tidak memberitahukan link tersebut pada siapapun. Setelah selesai diskusi kelompok, fasilitator wajib melapor kepada divisi SDM dan IT bahwa diskusi kelompok telah selesai, kemudian IT menyampaikan lembar penilaian kepada sekretaris blok 17.

- Disamping tugas individu, mahasiswa diwajibkan membuat laporan kelompok mengenai hasil diskusi kelompok. Laporan tersebut akan dipresentasikan pada sidang pleno.

Sidang Pleno:

- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok sekitar 10- 15 menit dan dilanjutkan diskusi tanggapan oleh kelompok lainnya (10-15 menit)

- Dua atau tiga kelompok yang akan mempresentasikan dan dipilih secara random - Pada akhir sidang pleno, akan ada umpan balik (rangkuman) dari nara sumber

(10-15 menit)

- Hasil diskusi kelompok dalam sidang pleno dibuat rangkuman oleh setiap kelompok dan dikumpulkan paling lambat pada tanggal 12 Oktober 2021 kepada sekretaris blok 17 Dr.Olivia Avriyanti Hanafiah.,drg.,Sp.BM(K) via email olivia_avriyanti@yahoo.com

Bobot Penilaian: Laporan kelompok dari diskusi kelompok sebesar 5%

Learning issue:

a. Gigi impaksi

b. Flabby ridge

c. Eksositosis

(21)
(22)

Pemicu 2 Nama Pemicu : Tidak bisa menutup mulut

Penyusun : Isnandar drg., Sp.BM(K), Rahmi Syaflida, drg. Sp.BM (K), Ricca Chairunnisa, drg. Sp.Pros(K).

Hari/ Tanggal : Jumat / 08 Oktober 2021 Waktu : 14.00 – 16.00 WIB

Seorang laki-laki berusia 65 tahun datang ke RSGM USU dengan keluhan sulit membuka mulut lebar. Berdasarkan anamnesis, pasien pernah mengalami bunyi sendi di sebelah kanan dan terasa nyeri, tetapi pasien tidak mencari perawatan. Kondisi sistemik pasien dari keluarga didapatkan pasien pasca stroke sehingga sulit komunikasi dan sulit mengontrol oral hygiene. Sebulan terakhir pasien semakin sulit membuka mulut lebar.

Pasien memiliki kebiasaan mengunyah makanan di sisi rahang sebelah kanan.

Berdasarkan pemeriksaan klinis, krepitasi (+), terlihat banyak kehilangan gigi terutama gigi posterior kiri dan kanan.

Pertanyaan:

1. Jelaskan tahapan pemeriksaan yang harus dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus di atas! (Prosto)

2. Tentukan diagnosa untuk kasus di atas dan jelaskan alasannya! (Prosto-BM) 3. Tentukan diagnosa banding untuk kasus di atas dan jelaskan alasannya! (Prosto-

BM)

4. Jelaskan kemungkinan etiologi dari kasus tersebut! (Prosto-BM) 5. Jelaskan rencana perawatan dari kasus tersebut! (Prosto-BM)

6. Jelaskan terapi pilihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi gejala gangguan sendi rahang pada pasien tersebut! (Prosto-BM)

More information :

Pada pemeriksaan klinis didapatkan pembengkakan dan peninggian vestibulum yang difus pada regio 24-26, gigi 24 radiks, permukaan licin, warna sama dengan jaringan sekitar, palpasi keras sedikit lunak, tidak ada keluhan sakit, ukuran sekitar 2 x 2 x 1 cm.

Hasil aspirasi biopsi didapatkan cairan warna kekuningan. Berdasarkan pemeriksaan radiografi panoramik di dapatkan lesi radiolusen yang dibatasi garis radiopak dengan batas tegas pada regio 23-26 yang meluas ke arah sinus maksilaris kiri. Tidak di dapatkan resorbsi akar gigi 24.

7. Jelaskan diagnosa dan diagnosa banding dari kasus tersebut! (BM)

8. Jelaskan etiologi dan patofisiologi dari diagnosa pada kasus tersebut! (BM)

9. Sebutkan rencana perawatan pada kasus tersebut! (BM)

(23)

10. Jelaskan komplikasi yang mungkin terjadi pada kasus tersebut! (BM)

Produk:

- Jawablah pertanyaan di atas diketik secara individu lalu dikirim kolektif oleh ketua kelompok kepada fasilitator dalam bentuk pdf via email paling lambat 1 hari sebelum diskusi kelompok.

- Nama file individu yang dikirim mengikuti kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Nama mahasiswa_NIM contoh P1_Blok17_Echa_190600001

- Nama file yang dikirim secara kolektif kepada fasilitator dengan kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Kelompok , contoh: Pemicu1_Blok17_Kelompok1

- Diskusi kelompok dilaksanakan secara daring via zoom meeting dengan link zoom yang sama dengan kuliah.

- Fasilitator memberikan penilaian sesuai dengan jawaban pemicu dan mengisi lembar penilaian pada googlespreadsheet (fasilitator harus memiliki akun google) yang akan dibagikan link nya pada saat tutorial briefing dan tidak memberitahukan link tersebut pada siapapun. Setelah selesai diskusi kelompok, fasilitator wajib melapor kepada divisi SDM dan IT bahwa diskusi kelompok telah selesai, kemudian IT menyampaikan lembar penilaian kepada sekretaris blok 17.

- Disamping tugas individu, mahasiswa diwajibkan membuat laporan kelompok mengenai hasil diskusi kelompok. Laporan tersebut akan dipresentasikan pada sidang pleno.

Sidang Pleno:

- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok sekitar 10- 15 menit dan dilanjutkan diskusi tanggapan oleh kelompok lainnya (10-15 menit)

- Dua atau tiga kelompok yang akan mempresentasikan dan dipilih secara random - Pada akhir sidang pleno, akan ada umpan balik (rangkuman) dari nara sumber

(10-15 menit)

- Hasil diskusi kelompok dalam sidang pleno dibuat rangkuman oleh setiap kelompok dan dikumpulkan paling lambat pada tanggal 13 Oktober 2021 kepada sekretaris blok 17 Dr.Olivia Avriyanti Hanafiah.,drg.,Sp.BM(K) via email olivia_avriyanti@yahoo.com

Bobot Penilaian: Laporan kelompok dari diskusi kelompok sebesar 5 % Learning issue:

1. TMJ disorder

2. Kista rongga mulut

(24)
(25)

Pemicu 3 Nama Pemicu : Gigi depan atas patah

Penyusun : Hendry Rusdy drg. Sp.BM(K), M.Kes, Prof. drg. Tri Murni Abidin, Sp.KG(K), Ami Angela Harahap, drg., Sp.KGA., MSc

Hari/ Tanggal : Jumat / 15 Oktober 2021 Waktu : 14.00 – 16.00 WIB

Seorang laki-laki berusia 18 tahun datang ke RSGMP dengan keluhan mulut berdarah akibat kecelakaan olahraga futsal. Pada pemeriksaan ekstraoral ditemukan vulnus abrasivum pada bibir atas dan bengkak sekitar 10 menit yang lalu. Pemeriksaan intra oral ditemukan gigi 11 terlepas utuh dan gigi disimpan pada wadah berisi air mineral, tidak ditemukan fraktur dentoalveolar secara radiologis dan klinis. Gambaran klinis intraoral (terlampir).

Gigi 21 dari pemeriksaan radiologis terlihat patah pada 1/3 akar, dan bagian gigi 1/3 atasnya telah hilang. Terdapat perdarahan pada regio anterior atas. Pingsan (-), mual (-), muntah (-).

Pada pemeriksaan klinis di dapatkan tulang alveolar regio gigi 21 goyang (+), tampak gigi, gingiva di sekitar gigi 12 s/d 21 hiperemis dan odem.

More info: Adiknya, laki-laki berusia 5 tahun yang ikut menonton abangnya bermain futsal,

terjatuh karena berlari-lari tersandung tas perlengkapan di lapangan futsal. Gigi depan anak

patah. Pemeriksaan klinis: Gigi 61 fraktur mengenai dentin hampir mengenai pulpa pada

daerah distal dan mengenai sampai mesial insisal gigi, tes vitalitas (+), mobility derajat 1,

perdarahan sedikit pada gingiva tidak ditemukan fraktur dentoalveolar. Pingsan (-), mual (-),

muntah (-). Saat akan dilakukan perawatan, pasien tidak kooperatif sehingga saat preparasi

gigi, pulpa terbuka sebesar 2mm

(26)

Pertanyaan :

1. Sebutkan diagnosis kedua kasus tersebut! (BM, Pedo, Konser)

2. Sebutkan klasifikasi trauma pada masing-masing kasus tersebut menurut klasifikasi Ellis dan Davey dan WHO? (BM, Pedo, Konser)

3. Jelaskan rencana perawatan pada masing-masing kasus tersebut di atas! (BM, Pedo, Konser)

4. Jelaskan pemilihan bahan fiksasi apa saja yang dapat digunakan untuk perawatan kasus dari kasus pertama di atas! (BM)

5. Jelaskan pemilihan bahan yang dapat digunakan untuk perawatan endodonti pada kasus gigi 11 dan 61(Konser-Pedo)

6. Jelaskan waktu kontrol dan evaluasi untuk kasus trauma ini? (BM, Pedo, Konser) 7. Jelaskan instruksi pasca tindakan awal pasien tersebut! (BM)

8. Jelaskan komplikasi yang dapat terjadi pada kasus tersebut! (BM, Pedo, Konser) 9. Apabila setelah gigi 11 selesai dilakukan perawatan awal dan dapat dipertahankan,

jelaskan rencana perawatan selanjutnya pada gigi 11! (BM-Konser) 10. Jelaskan rencana perawatan pada gigi 12 (BM)

Produk:

- Jawablah pertanyaan di atas diketik secara individu lalu dikirim kolektif oleh ketua kelompok kepada fasilitator dalam bentuk pdf via email paling lambat 1 hari sebelum diskusi kelompok.

- Nama file individu yang dikirim mengikuti kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Nama mahasiswa_NIM contoh P1_Blok17_Echa_190600001

- Nama file yang dikirim secara kolektif kepada fasilitator dengan kaidah : Nama pemicu_Blok 17_Kelompok , contoh: Pemicu1_Blok17_Kelompok1

- Diskusi kelompok dilaksanakan secara daring via zoom meeting dengan link zoom yang sama dengan kuliah.

- Fasilitator memberikan penilaian sesuai dengan jawaban pemicu dan mengisi lembar penilaian pada googlespreadsheet (fasilitator harus memiliki akun google) yang akan dibagikan link nya pada saat tutorial briefing dan tidak memberitahukan link tersebut pada siapapun. Setelah selesai diskusi kelompok, fasilitator wajib melapor kepada divisi SDM dan IT bahwa diskusi kelompok telah selesai, kemudian IT menyampaikan lembar penilaian kepada sekretaris blok 17.

- Disamping tugas individu, mahasiswa diwajibkan membuat laporan kelompok mengenai hasil diskusi kelompok. Laporan tersebut akan dipresentasikan pada sidang pleno.

Sidang Pleno:

- Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi kelompok sekitar 10-15 menit dan dilanjutkan diskusi tanggapan oleh kelompok lainnya (10-15 menit)

- Dua atau tiga kelompok yang akan mempresentasikan dan dipilih secara random - Pada akhir sidang pleno, akan ada umpan balik (rangkuman) dari nara sumber (10-15

menit)

- Hasil diskusi kelompok dalam sidang pleno dibuat rangkuman oleh setiap kelompok dan dikumpulkan paling lambat pada tanggal 21 Oktober 2021 kepada sekretaris blok 17 Dr. Olivia Avriyanti Hanafiah., drg., Sp.BM(K) via email olivia_avriyanti@yahoo.com

Bobot Penilaian: Laporan kelompok dari diskusi kelompok sebesar 5 %

(27)

Learning issue:

1. Gigi avulsi

2. Perawatan syaraf gigi

3. Trauma dentoalveolar pada anak

4. Gigi sisa akar

(28)

DAFTAR PUSTAKA

BEDAH MULUT

1. Hupp JR, Ellis III E, Tucker MR. Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery. 7th.

Missouri:Mosby Elsevier, 2019.

2. Fragiskos DF. Oral Surgery. Heidelberg: Springer, 2007.

3. Peterson, J.Larry. Contemporary Oral and Maxillofacial Surgery. 4

th

ed. 2003

4. Neville BW, Damm DD, Allen CM, Chi AC. Oral and maxillofacial pathology. 4th ed.

Missouri:Elsevier, 2016.

5. Booth, W. Peter. Maxillofacial Surgery: vol. 1. 2

nd

ed. Churchill Livingstone 2007.

6. Booth, W. Peter. Maxillofacial Surgery: vol. 2. 2

nd

ed. Churchill Livingstone 2007.

7. Thaller, R. Seth and McDonald, Scott W. Facial Trauma. 1

st

ed. Marcel Dekker Inc. NY and Basel. 2004.

8. Harris, P. Jeffrey and Weisman, H.M ichael. Head and Neck Manifestations of Systemic Disease. 1

st

ed. New York: Informa Healthcare 2007.

9. Coulthard, Paul. Oral and Maxillofacial Surgery, Radiology, Pathology and Oral Medicine. Edinburg: Churchill Livingstone 2003.

ILMU KEDOKTERAN GIGI ANAK

1. Andreasen JO, Andreasen FM and Andersson F. Textbook and Color Atlas Traumatic Injuries to the Teeth. 5

th

ed. Blackwell Munksgaard. 2019

2. Tsukiboshi . Treatment Planning for Traumatized Teeth. Quintessence books 2000 3. Mc.Donald RE, Avery DR and Dean JA. Dentistry for the Child and Adolescent, 10

th

ed,

Mosby Elsevier, 2016

4. Koch G., Paulsen S., Espelid I.., Haubek D. Pediatric Dentistry: A Clinical Approach, 3

rd

ed, Wiley Blackwel, 2017

5. Welbury R, Duggal MS, Hosey MT. Pediatric Dentistry, 5

th

ed, Oxford, 2018

6. Nowak AJ, Christensen JR, Mabry TR, Towasend JA, Wells MH. Pediatric Dentistry, Infancy through Adolescent, 6

th

ed, Elsevier, Philadelphia, 2019

7. Neuheus K.W, Lussi A. Management of Dental Emergencies in Children and Adolescents, 1st ed, Wiley Blackwel, 2019

PERIODONSIA

1. Newman Michael G, Takei Henry H, Klokkevold Perry R. Carranza’s clinical periodontology. 11th ed. California: Saunders Elsavier, 2011.

2. Cohen Edward S,Atlas of Cosmetic and Reconstructive Periodontal Surgery. 3rd ed.

2007.

(29)

BAB IV

JADWAL KEGIATAN BLOK 17 MAKSILOFASIAL II

MG PKL Senin

27/09/2021

Selasa 28/09/2021

Rabu 29/09/2021

Kamis 30/09/2021

Jumat 01/10/2021

Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B

I 07.30-08.30

Pengantar Blok 14

(Drg.Gostry Aldica Dohude, Sp.BM)

Kuliah PE 1.1 (Armia Syahputra, drg.,Sp.Perio (K))

08.30-9.30

Kuliah BM 1.1

(Drg.Gostry Aldica Dohude, Sp.BM)

Kuliah PE 1.2

(Rini O. Nst, drg., Sp.Perio(K)., M.Kes., S.H)

09.30-10.30

Mandiri Mandiri

10.30-11.30

Kuliah BM 1.2

(Hendry Rusdy, drg.,Sp.BM(K), M.Kes)

Kuliah PE 1.3

(Aini Hariyani Nasution, drg., Sp.Perio (K))

11.30-12.30

Kuliah BM 1.2

(Hendry Rusdy, drg.,Sp.BM(K), M.Kes)

Kuliah PE 1.3

(Aini Hariyani Nasution, drg., Sp.Perio (K))

12.30-14.00

Ishoma Ishoma

14.00-15.00

Kuliah BM 1.3

(Drg.Gostry Aldica Dohude, Sp.BM)

Kuliah MT 1.1 (Lasminda S,drg.,MKes)

15.00-16.00

Kuliah BM 1.3

(Drg.Gostry Aldica Dohude, Sp.BM)

Kuliah MT 1.1 (Lasminda S,drg.,MKes)

(30)

MG PKL Senin 04/10/2021

Selasa 05/10/2021

Rabu 06/10/2021

Kamis 07/10/2021

Jumat 08/10/2021

Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B

II

07.30-08.30

Kuliah BM 1.4 (Indra Basar, drg.,M.Kes)

Kuliah BM.2.2 (Rahmi Syaflida, drg.,Sp.BM(K))

Diskusi Kelompok Pemicu 1

Kuliah BM 2.5 (Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah BM.3.1 Isnandar, drg.,Sp.BM(K))

08.30-9.30

Kuliah BM 1.4 (Indra Basar, drg.,M.Kes)

Kuliah BM.2.2 (Rahmi Syaflida, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah BM 2.5 (Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah BM.3.1 Isnandar, drg.,Sp.BM(K))

09.30-10.30

Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri

10.30-11.30

Kuliah PT 1.1 (Syafrinani, drg., Sp.Pros(K))

Kuliah PT.2.2

(Ricca Chairunnisa, drg., Sp.Pros(K))

Kuliah BM.2.3 (Isnandar, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah BM 2.6 (Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah KG.3.1

(Prof. drg. Tri Murni Abidin, Sp.KG(K))

11.30-12.30

Kuliah OR 1.1 (Siti Bahira, drg., Sp.Ort)

Kuliah PT.2.2 (Ricca Charunnisa, drg., Sp.Pros(K))

Mandiri Kuliah BM 2.6

(Ahyar Riza, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah RU 3.1

(Dr. Elvita Rahmi Daulay, MKed Rad, Sp.Rad (K))

12.30-14.00

Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma

14.00-15.00

Kuliah BM.2.1 (Hendry Rusdy, drg., Sp.BM(K).,

M.Kes)

Kuliah PT.2.1 (Syafrinani, drg., Sp.Pros(K))

Kuliah BM 2.4 (Dr. Olivia Avriyanti Hanafiah,

drg.,Sp.BM(K))

Kuliah MA.2.1 (Prof.Dr. Rodiah Rahmawaty Lubis,

Sp.M

)

Diskusi Kelompok Pemicu 2

15.00-16.00

Kuliah BM.2.1 (Hendry Rusdy, drg., Sp.BM(K).,

M.Kes)

Kuliah THT.2.1

(Prof. DR. dr. Farhat, Sp.THT-KL(K)

Kuliah BM 2.4 (Dr. Olivia Avriyanti Hanafiah,

drg.,Sp.BM(K))

Kuliah KGA 3.1

(Ami Angela Harahap, drg Sp.KGA, MSc)

(31)

MG PKL Senin 11/10/2021

Selasa 12/10/2021

Rabu 13/10/2021

Kamis 14/10/2021

Jumat 15/10/2021

Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B

III

07.30-08.30

Kuliah BM.3.2 (Rahmi Syaflida, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah KGA 3.4 (Ami Angela Harahap, drg Sp.KGA,

MSc)

Pengantar Skill’s Lab Topik Eyelet Fixation

Skill’s Lab Bedah Minor

(Kelompok 1-6) Skill’s Lab Fiksasi Dislokasi TMJ (Kelompok 1-6)

08.30-9.30

Kuliah BM.3.2 (Rahmi Syaflida, drg.,Sp.BM(K))

Kuliah MA 3.1

(Prof. Dr. Rodiah Rahmawaty Lubis, Sp.M

)

Mandiri

09.30-10.30

Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri

10.30-11.30

Mandiri

Sidang Pleno Pemicu 2

Kuliah KGA 3.2 (Assoc. Prof.Dr. Mallineni Sreekanth

Kumar - Ami Angela Harahap, drg Sp.KGA, MSc)

Skill’s Lab Bedah Minor (Kelompok 7-12)

Skill’s Lab Fiksasi Dislokasi TMJ (Kelompok 7-12)

11.30-12.30

Mandiri

Kuliah KGA 3.3 (Assoc. Prof.Dr. Mallineni Sreekanth

Kumar - Ami Angela Harahap, drg Sp.KGA, MSc)

12.30-14.00

Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma Ishoma

14.00-15.00

Sidang Pleno Pemicu 1

Pengantar Skill’s Lab

Topik Bedah Minor Mandiri Mandiri

Diskusi Kelompok Pemicu 3

15-00-16.00

Pengantar Skill’s Lab

Topik Fiksasi Dislokasi TMJ Mandiri Mandiri

(32)

MG PKL Senin 18/10/2021

Selasa 19/10/2021

Rabu 20/10/2021

Kamis 21/10/2021

Jumat 22/10/2021

Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B

IV 07.30-08.30

Skill’s Lab Eyelet Fixation

(Kelompok 1-6) Ujian Modul I

LIBUR MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Ujian Modul II Ujian Modul III

08.30-9.30

09.30-10.30

Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri

10.30-11.30

Skill’s Lab Eyelet Fixation (Kelompok 7-12)

Mandiri Mandiri Mandiri

11.30-12.30

Mandiri Mandiri Mandiri

12.30-14.00

Ishoma Mandiri Mandiri Mandiri

14.00-15.00

Sidang Pleno Pemicu 3

Mandiri Mandiri Mandiri

15.00-16.00

Mandiri Mandiri Mandiri

(33)

MG PKL Senin 25/10/2021

Selasa 26/10/2021

Rabu 27/10/2021

Kamis 28/10/2021

Jumat 29/10/2021

Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B Kelas A &B

V 07.30-08.30

Ujian Skill’s Lab (Kelompok 1-6)

Ujian Remedial Skill’s Lab (Kelompok 1-6)

08.30-9.30

09.30-10.30

Mandiri Mandiri

10.30-11.30

Ujian Skill’s Lab (Kelompok 7-12)

Ujian Remedial Skill’s Lab (Kelompok 1-6)

11.30-12.30

12.30-14.00

Ishoma Ishoma

14.00-15.00

Mandiri Mandiri

15.00-16.00

Mandiri Mandiri

(34)

29

LAMPIRAN 1

PETUNJUK DISKUSI KELOMPOK

TUGAS MAHASISWA DALAM DISKUSI KELOMPOK:

1. Mahasiswa harus mampu bekerjasama dalam kelompok.

2. Bekerjasama antar mahasiswa di luar diskusi kelompok

3. Ketua diskusi kelompok harus mampu memimpin kelompoknya.

4. Sekretaris diskusi kelompok harus mencatat pendapat/usulan kelompok dan membantu ketua kelompok dalam mengurutkan pendapat kelompok.

5. Setiap anggota diskusi kelompok harus dapat mendengarkan pendapat kawan, mencatat hal- hal yang didiskusikan, menghargai pendapat/pandangan kawan, bersikap kritis terhadap literatur, belajar secara mandiri, mampu menggunakan sumber belajar secara efektif, dan memiliki ketrampilan dalam presentasi.

TUGAS FASILITATOR:

1. Mengikuti seluruh proses diskusi dari awal sampai akhir.

2. Fasilitator harus cakap dalam memfasilitasi kelompok (process expertise) dan bukan cakap dalam subject area (content expertise).

3. Fasilitator tidak dibenarkan memberikan klarifikasi/penjelasan yang berkaitan dengan content blok/ modul pada mahasiswa pada diskusi kelompok. Dengan kata lain, fasilitator berperan sebagai penjaga atau pemelihara proses diskusi kelompok (fasilitator mendengarkan/memperhatikan secara aktif, meningkatkan motivasi, dan refleksi kritis), sekaligus pemandu untuk pencarian dan bukannya sebagai pemberi informasi.

2. Fasilitator harus dapat memastikan apakah mahasiswa telah memanfaatkan masalah (pemicu) secara tepat, untuk memastikan apakah mahasiswa telah merefleksikan atau menjelaskan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dalam diskusi, dan untuk mengetahui apakah kelompok telah memahami apa yang telah mereka pelajari selama diskusi.

3. Fasilitator membantu ketua diskusi kelompok dan juga sebagai time keeper.

4. Hubungan antara mahasiswa dan fasilitator harus dikembangkan sebagai hubungan antar kolega. Sikap fasilitator terhadap mahasiswa harus diubah secara radikal, tidak lagi bersikap paternalistik (boss, cop, judge) melainkan sikap kolegial.

5. Menentukan materi/learning issues yang belum tercapai dalam kelompoknya, melaporkannya pada tim blok dan mengusulkan klarifikasi dari narasumber jika diperlukan.

6. Menyerahkan borang dan daftar hadir mahasiswa dalam kelompoknya kepada tim Blok

(sekretaris Blok) segera setelah diskusi berakhir.

(35)

30

LAMPIRAN 2

LEMBAR PENILAIAN FASILITATOR TERHADAP MAHASISWA TUTORIAL PEMICU Ke- : ...

Nama Blok : ...

No.Kelompok : ... Fasilitator : ...

Hari / Tanggal : ... Pukul : ...

Petunjuk Pengisian : Isilah kolom kualitas kontribusi dengan angka l ( Tally Method ) sesuai dengan kategori kualitas untuk setiap mahasiswa

NO NIM NAMA KUALITAS KONTRIBUSI

Sangat Berarti (skor 4)

Penting (skor 3)

Meragukan (skor 2)

Tidak relevan (skor 1)

TOTAL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

Keterangan :

Sangat berarti : Mengemukakan gagasan baru yang penting dalam diskusi.

Penting : Alasan – alasan penting dalam pendapatannya

Meragukan : Pendapat yang tak didukung oleh data atau informasi lebih lanjut.

Tidak Relevan : Gagasan yang diajukan tidak relevan dengan masalah yang didiskusikan Mengetahui,

Pengelola Tutorial, Fasilitator,

(36)

31

NAMA/NIP._____________________ NAMA/NIP. ____________________

LAMPIRAN 3

TATA CARA PERSIAPAN PENILAIAN, JENIS UJIAN DAN WAKTU PELAKSANAAN UJIAN DAN

PENGUMUMAN HASIL UJIAN BLOK 1. Tata Cara Persiapan dan Pelaksanaan Ujian Blok:

a. Tipe soal ujian modul Blok dapat MCQ test atau essay test dalam bentuk kasus (vignette).

b. Pengampu mata kuliah pada modul menyusun soal ujian modul blok dengan perbandingan jumlah soal : waktu kuliah= 5-7 soal/ 1 jam kuliah.

Jumlah maksimal soal/bobot dalam satu modul adalah 100.

c. Alokasi waktu ujian blok disesuaikan dengan jumlah soal ujian modul blok. Alokasi waktu ujian maksimal dalam satu modul adalah 2 jam d. Soal ujian modul blok diserahkan dalam bentuk hard copy dan soft copy kepada ketua/sekretaris/ divisi Penilaian dan Evaluasi/ Assesment Tim Blok selambat- lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaaan ujian modul blok. Apabila soal ujian diserahkan melalui e-mail, maka alamat e-mail hanya dikirimkan melalui alamat e-mail dari divisi

assessment blok.

e. Soal ujian modul blok diketik/diperbanyak oleh divisi Penilaian dan Evaluasi Tim Blok DEU FKG USU.

f. Jadwal ujian blok diatur oleh divisi Penilaian dan Evaluasi Tim Blok DEU FKG USU.

g. Pelaksanaan ujian modul Blok diawasi oleh semua dosen pengampu Blok dikoordinir oleh divisi Penilaian dan Evaluasi Tim Blok DEU FKG USU. Pengawas ujian wajib hadir 10-15 menit sebelum waktu ujian berlangsung

2. Hasil Nilai Blok terdiri atas nilai:

a. Laporan tugas kelompok diskusi kelompok b. Laporan tugas individu

c. Laporan tugas kelompok makalah

d. Attitude dan keaktifan dalam diskusi kelompok e. Ujian Blok, berasal dari materi kuliah per-modul

3. Waktu pelaksanaan ujian sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh divisi Penilaian dan Evaluasi Tim Blok DEU FKG USU.

4. Pengawas ujian adalah anggota Tim Blok dan atau tim yang ditunjuk oleh divisi Penilaian dan Evaluasi Tim Blok FKG USU.

5. Tata Cara Pengumuman Hasil Ujian Blok.

a. Setelah ujian Blok selesai, penanggung jawab modul dari setiap Blok

menyerahkan nilai masing-masing modul (nilai ujian tulisan), nilai tugas

(37)

32

individual, nilai laporan tugas kelompok, attitude/keaktifan dalam diskusi kelompok, praktikum, skill’s lab kepada Ketua/Sekretaris Tim Penanggung jawab Blok.

b. Ketua dan Sekretaris Tim Penanggung jawab Blok menghitung nilai dari masing- masing modul menjadi nilai Blok.

c. Ketua/Sekretaris Tim Penanggung jawab Blok menyerahkan nilai DPNA Blok yang terdiri atas nilai ujian setiap modul dan nilai Blok, kepada Wakil Dekan I FKG USU selambat-lambatnya 1 (satu) minggu setelah ujian blok berakhir.

d. Sub bagian Pendidikan FKG USU mengumumkan nilai DPNA Blok kepada

mahasiswa.

(38)

33

LAMPIRAN 4

PETUNJUK PEMBUATAN SOAL UJIAN BLOK

1. Ujian Blok terdiri atas soal-soal ujian dari beberapa modul.

2. Jenis soal dapat berupa soal pilihan berganda, essai atau gabungan.

3. Setiap modul menetapkan waktu untuk ujian misalnya 1 jam.

4. Setiap modul merencanakan jumlah soal essai yang dapat dijawab mahasiswa selama 1 jam. Misalnya 5 atau 6 soal.

5. Contoh soal essai, buat soal-soal tersebut dan tentukan skor maksimal setiap soal Caranya :

a. Buat pedoman skoring soal, yaitu kunci jawaban soal

b. Misalnya : soal No. 1 ada 5 jawaban maka untuk setiap jawaban diberi skor 1, atau bila ada jawaban yang penting boleh beri skor 2, sehingga skor maksimal soal menjadi 5 atau 6

c. Lakukan untuk setiap soal, sehingga dapat diperoleh skor maksimum untuk 5/6 soal tersebut.

d. Tuliskan skor maksimum untuk setiap soal dibelakang soal, sesuai pedoman skoring

Contoh : Soal No. 1, ……….... (5)

Soal No. 2, ……… (6)

Soal No. 3, ……… .(4)

Soal No. 4, ……… ...(10)

Soal No. 5, ……… (8)

Jumlah skor maks 33

6. Pada waktu pemeriksaan jawaban, gunakan pedoman skoring jawaban, sehingga dapat diperoleh skor setiap soal, kemudian skor setiap soal dijumlah. Misalnya : diperoleh 27 Maka mahasiswa tersebut memperoleh nilai : 27 x 100 = 81,81 33

7. Bila ujian terdiri atas soal esei dan pilihan ganda maka bobot ujian soal esei dan pilihan ganda adalah 1: 1. Contoh : Nilai ujian essai : 85 Nilai ujian pilihan ganda : 78 Nilai ujian modul : 85 + 78 = 81,5 2

8. Semua angka/nilai mahasiswa yang terdaftar ditulis dan daftar nilai tersebut diserahkan ke sekretaris Blok.

9. Sekretaris Blok akan menjumlahkan angka-angka setiap modul dari seorang mahasiswa dan membagi rata dengan jumlah modul, hasilnya adalah angka ujian Blok

Contoh : Nilai Ujian Modul I : 81,81

Nilai Ujian Modul II : 75,50

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :