1 1.1 Latar Belakang
Pertumbuhan industri asuransi di Indonesia semakin pesat. Hal ini terlihat dari kinerja industri asuransi yang mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tiga lini yang diprediksi akan mendominasi pada 2015 ini antara lain properti, motor, PA (Personal Accident) dan asuransi kesehatan. Selain itu, diprediksikan ada kemungkinan bertumbuhnya asuransi di bidang perkreditandan juga asuransi di bidang engineering. Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Umum Indonesia, Julian Noor, tahun 2014 lalu, pertumbuhan premi bruto industri asuransi tumbuh 17,9 persen.
(sumber:http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/03/09/368656/tiga-lini- yang-dominasi-industri-asuransi-2015).
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menilai pertumbuhan industri asuransi di Indonesia pada 2015 diperkirakan akan meningkat, seiring dengan tingginya laju pertumbuhan ekonomi.Direktur Eksekutif AAUI, Julian Noor, mengatakan bahwa asuransi umum sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi karena sebagian besar produk asuransi memberikan jaminan terhadap risiko pembangunan ekonomi. Pemerintahan Jokowi-JK pada 2015 menargetkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, sehingga industri asuransi juga diasumsikan akan mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi juga (sumber:http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/15/03/09/nkxlqc- pertumbuhan-industri-asuransi-2015-diperkirakan-meningkat).
Berdasarkan hal di atas, maka dapat disimpulkan bahwa permintaan akan produk asuransi di Indonesia tahun 2015 masih tinggi. Hal ini harus disadari oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang asuransi. Jika tidak, pesaing yang lebih sadar akan mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat dan menyebabkan perusahaan lain tertinggal dalam meraup pangsa pasar. Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang ini di Indonesia adalah PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai- ichiLife yang merupakan anak cabang dari PT PaninDai-ichiLife
PT PaninDai-ichiLife perusahaan asuransi jiwa terkemuka yang telah melayani masyarakat Indonesia selama lebih dari 40 tahun.Merupakan bagian dari Panin Group of Companies yang bergerak di bidang industri jasa keuangan. Didukung jaringan
pelayanan dan pemasaran melalui karyawan, serta berbagai mitra bisnis di kota-kota besar di Indonesia, Panin Life tumbuh dengan kepercayaan nasabahnya melalui reputasi pelayanan yang sangat baik, terutama dalam pembayaran klaim yang cepat dan terpercaya. Dai-ichi Life merupakan perusahaan asuransi jiwa kedua terbesar di Jepang dengan total aset lebih dari USD 300 miliar. Perusahaan ini mempunyai pengalaman lebih dari 100 tahun dalam industri asuransi jiwa dengan jaringan bisnis internasional di berbagai negara di dunia. Dai-ichi Life juga terdaftar sebagai perusahaan publik di Jepang dengan peringkat “A+” dari Fitch dan peringkat “A” dari Standard & Poor’s (pemeringkatan dilakukan pada tahun 2013). Pada tahun 2013, Panin Life dan Dai-ichi Life memasuki suatu era baru untuk membentuk kerjasama joint-venture yang kuat dengan nama PaninDai-ichiLife. Melalui rangkaian produk yang inovatif dan komprehensif, PaninDai-ichiLife menyediakan berbagai pilihan program proteksi yang disesuaikan bagi kebutuhan nasabah individu, terutama produk asuransi jiwa, investasi, dan Syariah.PaninDai-ichiLife berkomitmen untuk menjaga pelayanannya pada standar profesionalisme dan integritas yang tertinggi.
Perusahaan-perusahaan di bidang asuransi ini bersaing dengan ketat.Oleh karena itu, diperlukan perencanaan yang matang untuk dapat bersaing dengan kompetitor.Perencanaan tersebut haruslah mencakup segala aspek bisnis yang ada, khususnya sumber daya manusia.Dalam industri asuransi, aspek sumber daya manusia merupakan aspek yang penting. Tanpa adanya manajemen dan agen asuransi yang kompeten, proses klaim dan sebagainya tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Manajemen sumber daya manusia saat ini sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang asuransi, khususnya PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut harus mencari cara agar sumber daya manusia yang dimiliki dapat memberikan kinerja yang baik. Apabila perusahaan tidak dapat mengatur aspek sumber daya manusianya dengan baik, hal yang akan terjadi adalah buruknya kinerja karyawan dalam bekerja.
Tabel 1.1 Asuransi Jiwa Terbaik 2015
NO NAMA ASURANSI PREMI NETO (%)
1 PT Prudential Lie Assuance
23.721 20.200 17.43
2 PT Asuransi Allianz Life Indonesia
9.219 8.109 13.68
3 PT Axa Mandiri Financial Services
8.135 6,181 31.62
4 PT Indolife Penslontama
7.738 6.248 23.84
5 PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia
7.375 8.463 (12.86)
6 PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG
7,153 9.734 (26.51)
7 PT AIA Financial 6.494 5.495 18.20
8 PT Asuransi Jiwasraya (Persero)
6.181 5.675 8.93
9 Asuransi Jiwa Bersama BumiPutera 1912
5.232 5.287 (1.05)
10 PT Panin Dai-ichi Life 3.629 3.234 12.19 Sumber: Majalah Investor, Juli 2015
Dari tabel 1.1 di atas dapat dilihat bahwa PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife sudah menunjukkan performa yang bagus namun masih bisa belum bersaing dengan perusahaan lainnya walaupun perusahaan PaninDai-ichiLife sudah berdiri sekitar 40 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa memang karyawan divisi marketing dan sales perusahaan PaninDai-ichiLife belum menunjukkan kinerja yang maksimal.
Selain itu ditemukan juga bukti mengenai penurunan hasil penjualan di PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife. Bukti yang ditemukan dapat dijabarkan sebagai berikut:
Tabel 1.2 Annual Premium Income 2015
Bulan Total Pencapaian API(Annual
Premium Income)
Januari 2015 189.624.000 API
Februari 2015 583.857.804 API
Maret 2015 591.844.004 API
April 2015 628.824.000 API
Mei 2015 677.647.910 API
Juni 2015 1.087.832.040 API
Juli 2015 676.342.604 API
Agustus 2015 892.389.028 API
September 2015 870.408.044 API
Sumber: Data Sekunder, PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife 2015
Tabel 1.2 diatasmenunjukkan hasil pencapaian PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife yang terhitung dari bulan Januari 2015 - September 2015.Adapun dari tabel tersebut bahwa terdapat peningkatanAnnual Premium Income dari bulan Januari hingga Juni, dan mengalami penurunan di bulan Juli hingga September.Akan tetapi kenaikan dan penurunan yang dialami PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife membuktikan bahwa kinerja para karyawan belum maksimal, berdasarkan hasil wawancara pada hari Senin, 19 Oktober 2015 oleh President Agency Manager (PAM) Bapak Lukas Kusmana,PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife memiliki target dari Januari hingga Desember 2015 sebesar 16M rupiah. Sedangkan total hasil dari API di atas sebesar 6.198.769.434 rupiah, masih terdapat kekurangan sebesar 9.801.230.566 rupiah. Berarti dengan hasil data di atas dapat diindikasikan bahwa tingkat kinerja karyawan masih rendah sehinga target PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLifebelum dapat tercapai dalam kurun waktu yang singkat yaitu 3 bulan.
Istilah kinerja berasal dari job performance atau actual performance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang), atau juga hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang ingin dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
(Mangkunegara 2007:67).Dari pengertian diatasdapat disimpulkanbahwa kinerja
merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapatdinilai dari hasil kerjanya yang akan berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan.
Kinerja karyawan yang belum maksimal membuat perusahaan berfikir keras untuk dapat meningkatkan kinerja karyawan, namun perusahaan tidak mengetahui faktor yang dapat meningkatkan kinerja karyawan.Terdapat banyak faktor yang sebenarnya dapat meningkatkan kinerja, seperti gaji dan bonus, tetapi hal tersebut sangat umum dibahas. Oleh karena itu dalam penelitian ini dicarifaktor lain yang sudah dipediksikan juga dapat mempengaruhi kinerja karyawan, salah satunya adalah faktor employee engagement. Salah satu tokoh yang menjelaskan employee engagement adalahMarciano (2010) yang mendefinisikan employee engagement sebagai berikut: “the extent to which one is committed, dedicated, and loyal to one’s organization, supervisor, work, and colleagues”. Pengertian dari Marciano (2010)ini dapat diartikan sejauh mana seseorang berkomitmen, mendedikasikan dirinya dan loyal kepada organisasi, atasan, pekerjaan dan rekan kerjanya.
Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan oleh PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife untuk meningkatkan komitmen, keterampilan, loyalitas, dan kinerja karyawan adalah dengan memberikan training secara reguler.Kegiatan training ini ditujukkan kepada karyawan bagian marketingdan pelaksanaannya dilakukan dalam waktu setiap satu miggu sekali guna untuk melatih tingkat animo karyawan PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife dalam melakukan penjualan serta untuk memberikan motivasi karyawan. Berikut ini adalah jumlah karyawan yag melakukan training PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife periode bulan April 2015 - Agustus 2015.
Gambar 1.1 Jumlah Peserta Training 2015
Sumber: Data Sekunder, PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife 2015
Dari gambar di atas dapat dilihat bahwa jumlah karyawan yang datang ke trainingsemakin rendah dan dengan demikian diasumsikan ada faktor yang menyulut rendahnya animo karyawan untuk ikut serta dalam training tersebut. Dengan adanya pengembangan diri yang rendah berarti antusiasme karyawan menurun, motivasi kerja dan kinerja karyawan juga menurun. Hal-hal tersebut yang mengidentifikasikan bahwa tingkat employee engagement yang rendah.Menurut Wellins dan Concelman (dalam Little & Little, 2006) employee engagement adalah dorongan ilusi yang memotivasi karyawan untuk menunjukkan performance yang tinggi.
Bukti mengenai employee enggagement yang menunjukkan adanya penurunan tingkat enggagement bahwa karyawan sudah tidak termotivasi dan mudah menyerah dalam pekerjaannya pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai- ichiLife, berikut adalah Data follow-up nasabah periode bulan Juni 2015 hingga Oktober 2015.
Tabel 1.3 Data Follow-up Nasabah
Bulan Jumlah Prospek Follow-up Non Follow-up
Juni 2015 1217 628 589
Juli 2015 1934 1109 825
Agstus 2015 2495 1400 1095
September 2015 2631 1567 1064
Oktober 2015 2770 1419 1351
Sumber: Data Sekunder, PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife 2015
Dari tabel di atas terlihat bahwa ada banyaknya calon nasabah yang tidak di follow-up secara berkelanjutan oleh karyawan PTBersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.Hal ini menunjukkan bahwa karyawan mudah menyerah dalam melakukan pekerjaannya dan ini merupakan salah satu indikator dari employee engagement.
Selain itu terdapat rumus pengukuran employee engagementyang terdapat pada penelitian yang dijalankan oleh Guntari et al (2014) sebagai berikut:
Employee Engagement Index =
Berdasarkan rumus di atas, perusahaan sudah pernah melakukan perhitungan Employee Engagement Indexemployee engagement dalam PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 1.4 Data Rekapitulasi Engagement Index Divisi Marketing Periode 2014 Kriteria Indeks Jumlah Karyawan
Rendah 1 - < 2 29 karyawan
Sedang 2 - < 3 103 karyawan
Tinggi 3 - 4 62 karyawan
Total 194 karyawan
Note:
- karyawan yang mengisi kuisioner sudah bekerja lebih dari 2 tahun
Sumber: Data sekunder, PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-IchiLife, 2015
Dari tabel di atas, terlihat juga apabila dari total 194 karyawan yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun per 2014, jumlah karyawan yang memiliki tingkat engagement tinggi masih sangat rendah dibandingkan yang memiliki tingkat engagement sedang, dan pastinya perusahaan menginginkan tingkat engagement yang tinggi dari karyawan.
Faktor yang ditemukan yang menyebabkan employee engagement karyawan rendah adalah budaya organisasi di perusahaan yang buruk.Robbinsdalam Umar (2008:208) mendefinisikan bahwa budaya organisasi adalah sebagai suatu sistem makna yang dianut oleh anggota-anggota yang membedakan organisasi tersebut dengan organisasi lain. Budaya organisasi juga didefinisikan sebagai sebuah sistem pemaknaan bersama yang dibentuk oleh anggotanya yang sekaligus menjadi pembeda dengan organisasi lain. Indikator budaya organisasi di PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife yang paling berpengaruh adalah Pertama Stabilitas, karena untuk penjualan dalam PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai- ichiLife tidak mengharuskan sales harus selalu menjual dalam jumlah case yang besar namun lebih berfokus untuk penjualan yang stabil untuk setiap bulannya.
Mereka membentuk agar tingkat stabilitas dalam penjualan lebih maksimal dalam artian untuk menciptakan peningkatan profit. Kedua Agresif, karena kagresifan sebuah perusahaan berhubungan dengan kinerja karyawan mereka. Dimana semakin tinggi tingkat keagresifan perusahaan menunjukkan memiliki banyak ide yang inovatif untuk meningkatkan kinerja karyawan, serta dapat mempengaruhi juga dengan aktifitas penjualan. Ketiga kompetitif, karena jika perusahaan memiliki nilai yang sangat kompetitif maka perusahaan itu akan mudah bertahan di dalam persaingan dengan perusahaan lain dan dengan budaya yang kompetitif akan membuat para pekerja dalam perusahaan tersebut juga lebih dapat bersaing dengan yang lain.
Bukti pendukung lainnya dari hasil wawancara juga dijelskan bahwa sampai saat ini program-program yang dijalankan belum sepenuhnya memenuhi ciri-ciri budaya organisasi yang baik.Salah satu indikator budaya yang belum diterapkan adalah program yang dapat mendorong rasa kompetitif antar karyawan.Hal ini yang menjadi salah satu bukti bahwa budaya organisasi di dalam perusahaan belum maksimal.
Melihat dari permasalahan tersebut, maka penelitian ini akan diberi judul:
“Kontribusi Organizational Culture terhadap Employee Engagement serta dampaknya pada Job Performance Divisi Marketing pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.”
1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah di atas, maka formulasi masalah dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Apakah organizational culture (X) memiliki kontribusi terhadap employee engagement (Y) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife?
2. Apakah employee engagement (Y) memiliki kontribusi terhadap job performance (Z) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife?
3. Apakah organizational culture (X) memiliki kontribusi terhadap job performance (Z) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife?
4. Apakah employee engagement (Y) memediasi kontribusi organizational culture (X) terhadap job performance (Z) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife?
1.3 Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian
Penelitian ini akan difokuskan pada karyawan PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife yang beralamat di Jalan Pantai Indah Selatan I Ruko Elang Laut Boulevard Blok M2 no 18, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara 14470. Penelitian ini hanya terfokus pada aspek sumber daya manusia pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife, yaitu 194 karyawan divisi marketing yang sudah bekerja lebih dari 2 tahun, dan tidak membahas aspek-aspek lain walaupun turut mempengaruhi hasil penelitian.Penelitian ini akan dijalankan dimulai dari bulan September 2015 sampai Januari 2016.
1.4 Tujuan Penelitian
Dari uraian rumusan masalah dan ruang lingkup penelitian di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui kontribusiorganizational culture (X) terhadap employee engagement (Y) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.
2. Untuk mengetahui kontribusiemployee engagement (Y) terhadap job performance pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.
3. Untuk mengetahui kontribusiorganizational culture (X) terhadap job performance (Z) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.
4. Untuk mengetahui perananemployee engagement (Y) dalam memediasi kontribusiorganizational culture (X) terhadap job performance (Z) pada PT Bersatu Menggapai Impian PaninDai-ichiLife.
1.5 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
1. Manfaat bagi perusahaan
a. Sebagai masukan untuk menyelesaikan masalah perusahaan, yaitu rendahnya job performance pegawai.
b. Memberikan rekomendasi kepada pihak manajemen perusahaan untuk meningkatkan organizational culture, dan meningkatkan employee engagement perusahaan sehingga dapat meningkatkan job performance.
2. Manfaat bagi penulis
Dari hasil kegiatan mempelajari, meneliti, serta membandingkan teori-teori yang telah didapat selama di universitas dengan permasalahan yang ada, diharapkan penulis dapat menambah pengetahuan serta memperluas wawasannya.
3. Manfaat bagi pembaca
Sebagai dasar pembanding atau tambahan referensi bagi pembaca yang akan mengadakan penelitian sejenis.
1.6 Penelitian Terdahulu
Berikut Penelitian terdahulu yang menjadi referensi dan dasar konsep dalam penelitian ini:
Tabel 1.5 Penelitian Terdahulu
No Nama
Peneliti Judul Penelitian Variabel
Penelitian Hasil Penelitian 1 Awadh dan
Saad (2013)
Impact of Organizational Culture on Employee Performance
organizational culture, job performance
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational culture berpengaruh secara signifikan terhadap job performance pegawai 2 Jankingthong
dan Rurkkhum (2012)
Factors Affecting Job Performance:
A Review of Literature
transformational leadership, work engagement,job performance
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa work engagement berpengaruh secara signifikan terhadap job performance
3 Naidoo dan Martins (2014)
Investigating the relationship between organizational culture and work engagement
organizational culture, work engagement
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational culture berpengaruh secara signifikan terhadap work engagement
4 Jackson (2014)
The Work Engagement and Job Performance Relationship:
Exploring the Mediating Effect of Trait Emotional Intelligence
Work
engagement, job performance
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat work engagement memiliki pengaruh terhadap job performance.
Dan dengan variableemotional intelligence, pengaruh yang dihasilkan semakin besar.
No Nama
Peneliti Judul Penelitian Variabel
Penelitian Hasil Penelitian 5 Agwu (2014) Organizational
Culture and Employees
Performance in the National Agency for Food and Drugs
Administration and Control (NAFDAC) Nigeria
Organizational Culture, Employee Performance
Hasil penelitian menunjukkan bahwa organizational culture berpengaruh secara signifikan terhadap employee performance.