• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

2.1 Teori – Teori Dasar

2.1.1 Teori FriendlyARM Mini2440.

Dalam perkembangan ARM2 yang sekarang sudah mulai banyak

digunakan mulai dari Kalkulator, Handphone, Alat Kontrol, TV, sampai

komputer, akhirnya ARM membuat sebuah board3 yang lebih praktis

penggunaannya yang biasanya digunakan sebagai modul projek yang sudah

dilengkapi berbagai komponen seperti RTC (Real Time Clock), Ethernet

Port(RJ45), Serial Port, GPIO (General Purpose Input/Output), LCD

Konektor, Soket SD Card, USB Port, Stereo Output, dan lain-lain. Semua

komponen tersebut sudah dikemas dalam board FriendlyARM Mini2440 ini.

FriendlyARM Mini2440 Merupakan bentuk efisien dari ARM9 dengan

menggunakan mikroprosesor Samsung S3C2440. ARM memiliki arsitektur

32-bit RISC yang dikembangkan oleh ARM Limited yang dikenal juga

sebagai Advanced RISC Machine.

2 ARM (Advanced RISC Machine) merupakan sebuah prosesor arsitektur RISC 32bit.

(2)

Dibawah ini dapat dilihat gambar dari FriendlyARM Mini2440

dengan LCD 3.5inch serta gambar komponen yang terdapat pada board

tersebut.

(3)

Gambar 2.2 , Komponen FriendlyARM Mini2440

Menurut datasheetnya, spesifikasi dari FriendlyARM Mini2440

sebagai berikut :

• CPU Prosesor : Samsung S3C2440A ARM920T dengan

kecepatan 400MHz – 533MHz.

• SDRAM : 64MB SDRAM, 32 bit BUS, dengan memiliki

frekuensi sampai 100MHz.

FLASH : On-board 64MB / 128MB / 256MB / 1GB NAND

Flash dan 2MB NOR Flash dengan BIOS sudah terinstal

(4)

• LCD : Pada Mini2440 sudah dilengkapi LCD konektor yang dapat mensupport LCD:

o LCD tipe SIN display mensupport black and white, 4

gray-scale, 16 gray-scale, 256-color, 40960-color dari

ukuran 3.5 – 12.1 inch dengan resolusi 1024x768.

o LCD tipe TFT display mensupport black and white, 4

gray-scale, 16 gray-scale, 256-color, 64000-color dari

ukuran 3.5 – 12.1 inchi dengan resolusi 1024x768.

• Interface dan Resource :

o Memiliki 1 interface Ethernet RJ45 support sampai

100MBbps (menggunakan chip DM9000).

o Memiliki 3 Serial port.

o Memiliki 1 USB host.

o Memiliki 1 USB slave (interface B-Type).

o Memiliki 1 channel stereo audio output.

o Memiliki 1 interface 10 pin JTAG.

o Memiliki 4 LED.

o Memiliki 6 push button.

o Memiliki 1 buzzer PWM control.

o Memiliki 1 adjustable resistor, analog-to-digital

converter for A/D test.

o Memiliki 1 I2C bus dengan chip AT24C08.

(5)

o Memiliki real-time-clock baterai pada board.

o Memiliki Power interface (5V).

• Clock Source : Memiliki 12MHz pasif Kristal. • RTC (real time clock).

• Ekspansi interface :

o 34 pin 2.0mm interface GPIO

o 40 pin 2.0mm interface system bus.

• Dimensi : 100mm x 100mm.

• Mensupport Operating Sistem :

o Linux 2.6.29.

o Windows CE .NET 5.0.

o Android.

2.1.1.1. Alokasi Alamat dan penjelasan untuk penempatan sinyal.

Microcontroller S3C2440 mensupport dua mode boot dari

NAND Flash dan juga boot dari NOR Flash. Penjelasan Konfigurasi

(6)

Gambar 2.3 , Alokasi Memori dari Mini2440.

Saat NOR/NAND switch dalam posisi NOR, sistem akan

menyesuaikannya dalam map memori kiri gambar diatas. Jika dalam

posisi NAND memori map akan menyesuaikannya seperti pada bagian

kanan gambar diatas. (SFR area merupakan alamat special control

register)

2.1.1.2. Sistem penyimpanan pada SDRAM

Mini2440 memiliki dua chip external SDRAM dengan total

(7)

untuk kecepatan maksimum. Chip CPU memilih nGCS6 untuk

digunakan sebagai pemilihan tempat pada SDRAM di alamat 0x3000

0000.

Berikut ini gambar dari chip yang digunakan dan konfigurasi

pada SDRAM mini2440 :

Gambar 2.4 , External SDRAM pada mini2440.

2.1.1.3. Sistem penyimpanan pada FLASH.

Mini2440 memiliki dua jenis flash, mode pertama adalah

2MByte Nor Flash, dengan model SST39VF1601 (untuk digunakan

dalam pemprograman JTAG). Mode kedua adalah 64(128,256)MByte

Nand Flash dengan model K9F1208 ( mengecek sebelum flashinf

dengan JTAG) S3C2440 mensupport flash yang mana saja. Switch S2

digunakan untuk memilih mode Nanda tau Nor Flash.

Dibawah ini gambar dan konfigurasi pin dari Nand dan Nor

(8)

Gambar 2.5 , Nand dan Nor Flash pada mini2440.

2.1.1.4. Power Supply / Regulator

Power supply dari Mini2440 sangat simple dan membutuhkan

sumber daya 5V power supply dari sebuah adapter yang disambungkan

ke modul FriendlyARM ini. Dalam modul ini terdapat 3 buah

regulator yang digunakan yakni 3.3V, 1.8V, dan 1.25V.

(9)

Gambar 2.6 , Regulator pada mini2440.

2.1.1.5. Konektor Serial pada mini2440.

Chip Samsung S3C2440 mensupport tiga serial port UART0,

UART1, UART2. Masing-masing memiliki konektor dengan TTL

level signal dan juga terkoneksi ke CON4(GPIO konektor).

(10)

2.1.1.6. Network Interface

Mini2440 menggunakan sebuah chip DM9000 dengan network

transformer dan sebuah RJ45 konektor. Biasanya kabel Cat5e dapat

dihubungkan dari mini2440 ke computer router atau switch.

Konfigurasi IP dapat dilakukan pada software dan diset sesuai

keinginan.

Gambar 2.8 , Ethernet Port pada Mini2440.

2.1.2 Teori Microcontroller AVR ATMEGA16.

Penggunaan Microcontroller AVR ATMEGA16 pada proyek ini

digunakan sebagai elektronik divice untuk menghitung dan mengkalibrasi

data yang dikirim dan diterima dari sensor SHT11 dan juga AVR ini

digunakan untuk mengirimkan data pengukuran dan kalibrasi ke device lain

(11)

Berdasarkan datasheetnya microcontroller AVR ATMEGA16

ini memiliki fitur - fitur sebagai berikut :

 High-performance, Low-power AVR® 8-bit Microcontroller

 Advanced RISC Architecture

131 Powerful Instructions – Most Single-clock Cycle Execution

32 x 8 General Purpose Working Registers Fully Static Operation

Up to 16 MIPS Throughput at 16 MHz

On-chip 2-cycle Multiplier

 Nonvolatile Program and Data Memories

16K Bytes of In-System Self-Programmable Flash : Endurance: 10,000 Write/Erase Cycles

Optional Boot Code Section with Independent Lock Bits : In-System Programming by On-chip Boot Program, True Read-While-Write Operation

512 Bytes EEPROM : Endurance: 100,000 Write/Erase

Cycles

1K Byte Internal SRAM

Programming Lock for Software Security

(12)

Boundary-scan Capabilities According to the JTAG Standard

Extensive On-chip Debug Support

Programming of Flash, EEPROM, Fuses, and Lock Bits

through the JTAG Interface

 Peripheral Features

Two 8-bit Timer/Counters with Separate Prescalers and Compare Modes

One 16-bit Timer/Counter with Separate Prescaler, Compare Mode, and Capture Mode

Real Time Counter with Separate Oscillator

Four PWM Channels

8-channel, 10-bit ADC

8 Single-ended Channels

7 Differential Channels in TQFP Package Only

2 Differential Channels with Programmable Gain at 1x, 10x, or 200x

Byte-oriented Two-wire Serial Interface

Programmable Serial USART

Master/Slave SPI Serial Interface

Programmable Watchdog Timer with Separate On-chip

Oscillator

(13)

 Special Microcontroller Features

Power-on Reset and Programmable Brown-out Detection

Internal Calibrated RC Oscillator External and Internal Interrupt Sources

Six Sleep Modes: Idle, ADC Noise Reduction, Power-save, Power-down, Standby and Extended Standby

 I/O and Packages

32 Programmable I/O Lines

40-pin PDIP, 44-lead TQFP, and 44-pad MLF

(14)

Dibawah ini merupakan konfigurasi pin dan blok diagram dari AVR

ATmega16 :

(15)

Gambar 2.10 , Blok diagram dari ATMEGA16

Berikut ini adalah penjelasan dari pin yang ada pada ATMEGA16 :

 VCC : Merupakan pin untuk tegangan input.

 GND : Merupakan pin untuk tegangan ground.

(16)

fungsi khusus sebagai ADC disetiap pinnya. Ini

merupakan salah satu kelebihan AVR memiliki internal ADC.

 PORTB (PB7 .. PB0) : Merupakan 8bit directional I/O port. Yang memiliki internal pullup resistor. PORT B memiliki

fungsi khusus pada masing – masing pinnya ditunjukkan pada

table dibawah ini:

Pin Fungsi Khusus

PORTB.7 SCK (SPI Bus Serial Clock)

PORTB.6 MISO (SPI Bus Master Input/ Slave Output)

PORTB.5 MOSI (SPI Bus Master Output/ Slave Input)

PORTB.4 SS (SPI Slave Select Input)

PORTB.3

AIN1 (Analog Comparator Negative Input)

AC0 (Timer/ Counter0 Output Compare Match Output)

PORTB.2

AIN1 (Analog Comparator Positive Input) INT2 (External Interupt 2 Input)

PORTB.1 T1 (Timer/ Counter 1 External Counter Inpu )

PORTB.0

T0 (Timer/ Counter0 External Counter Input) XCK (USART External Clock Input Output)

(17)

 PORTC (PC7 .. PC0) : Merupakan 8bit directional I/O

port. Yang memiliki internal pullup resistor. PORT C memiliki

fungsi khusus pada masing – masing pinnya ditunjukkan pada

table dibawah ini:

Pin Fungsi Khusus

PORTC.7 TOSC2 (Timer Oscillator Pin2)

PORTC.6 TOSC1 (Timer Oscillator Pin )

PORTC.5 TDI (JTAG Test Data In)

PORTC.4 TDO (JTAG Test Data Out)

PORTC.3 TMS (JTAG Test Mode Select)

PORTC.2 TCK (JTAG Test Clock)

PORTC.1 SDA (Two-wire Serial Bus Data Input/ Output Line)

PORTC.0 SCL (Two-wire Serial Bus Clock Line)

Tabel 2.2 , Fungsi khusus Port C pada ATMEGA16

 PORTD (PD7 .. PD0) : Merupakan 8bit directional I/O port. Yang memiliki internal pullup resistor. PORT D memiliki

fungsi khusus pada masing – masing pinnya ditunjukkan pada

table dibawah ini:

Pin Fungsi Khusus

PORTD.7 OC2 (Timer/ Counter2 Output Compare Match Output)

PORTD.6 ICP (Timer/ Counter1 Input Capture Pin)

PORTD.5 OC1A (Timer/ Counter1 Output Compare A Match Output)

PORTD.4 OC1B (Timer/ Counter1 Output Compare B Match Output)

PORTD.3 INT1 (External Interrupt 1 Input)

PORTD.2 INT0 (External Interrupt 0 Input)

PORTD.1 TXD (USART Output Pin)

PORTD.0 RXD (USART Input Pin)

(18)

 XTAL 1 : Input yang terhubung ke oscillator amplifier yang dijadikan internal clock operation pada ATMEGA16.

 XTAL 2 : Ouput dari oscillator amplifier.

 RESET : merupakan sebuah fungsi interup pada AVR untuk men-reset.

 AVCC : merupakan pin masukkan tegangan untuk ADC.

 AREF : merupakan pin masukkan tegangan referensi ADC.

2.1.3 Sensor SHT11.

Sumber teori berdasarkan datasheet sensor SHT11. SHT11 merupakan

sebuah sensor suhu dan kelembapan yang memiliki daya tahan baik, kinerja

yang handal dan mudah digunakan sangatlah dibutuhkan untuk menunjang

sebuah aplikasi. Maka dalam projek ini kami menggunakan sensor suhu dan

kelembapan yang diproduksi oleh Sensirion yaitu SHT11.

SHT 11 adalah sebuah sensor single chip yang dirancang untuk

mengukur suhu udara dan kelembapan udara. Sensor ini memiliki keluaran

digital dan sudah terkalibrasi, menjadikan sensor ini tidak perlu melakukan

konversi A/D ataupun kalibrasi data sensor. SHT11 ini memiliki 2 data

(19)

sama seperti I2C 4 tetapi sensor tidak dapat diatasi dengan

menggunakan protocol I2C, bagaimanapun sensor harus digunakan tanpa

campur tangan dengan perangkat lain yang terhubung dalam satu bus.

Berikut ini adalah gambar penampang dari SHT11 dan Rangkaianya :

Gambar 2.11 , hubungan SHT11 dengan microcontroller.

4

(20)

Gambar 2.12, Gambar dan dimensi SHT11.

Berdasarkan datasheet pada SHT11 memiliki kelebihan antara lain :

- Relative humidity and temperature sensors.

- Dew point.

- Fully calibrated, digital output.

- Excellent long-term stability.

- No external components required.

- Ultra low power consumption.

- Surface mountable or 4-pin fully interchangeable.

- Small size.

(21)

Dan Spesifikasi sensor ini adalah :

- Mengukur suhu maksimum dan minimum dari -40°C (-40°F)

hingga +123,8°C (+254,9°F) dan kelembaban relatif dari 0%RH

hingga 100%RH.

- Memiliki ketepatan (akurasi) pengukuran suhu hingga ±0,5°C

pada suhu 25°C dan ketepatan (akurasi) –>pengukuran

kelembaban relatif hingga ±3,5%RH.

- Memiliki antarmuka serial synchronous 2-wire, bukan I2C. Jalur

antarmuka telah dilengkapi dengan –>rangkaian pencegah kondisi

sensor lock-up.

- Membutuhkan catu daya +5V DC dengan konsumsi daya rendah

30µW.

- Modul ini memiliki faktor bentuk 8 pin DIP 0,6″ sehingga memudahkan pemasangannya.

Dari spesifikasi yang dimiliki sensor SHT11 yang ditunjukkan diatas

pada perancangan nanti digunakan hanya pengukuran Suhu, pengukuran

suhu yang dapat dicapai sensor tersebut dapat dilihat pada gambar dibawah

(22)

Gambar 2.13 , Range Suhu dan Kelembapan pada Sensor SHT11.

Sensor SHT11 ini memiliki performa yang ditunjukkan pada gambar

dibawah ini :

Tabel 2.4 , Tabel performa dari Sensor SHT11.

Sensor SHT11 ini memiliki tingkat akurasi yang ditunjukkan pada

(23)

Gambar 2.14 , Tingkat akurasi sensor SHT11.

SHT11 sudah memiliki keluaran digital ini ditunjukkan dari blok

diagram dibawah ini:

Gambar 2.15 , Blok diagram SHT11.

2.1.3.1 Cara komunikasi dengan sensor SHT11.

Pertama yang dibutuhkan untuk memulai komunikasi

dengan SHT11 ini membutuhkan start up sensor yaitu setelah

sensor mendapat sumber tegangan dan setelah aktif sensor

(24)

Setelah keadaan sleep berlangsung untuk memulai

transmisi data dibutuhkan Transmission start” yang ditunjukkan

pada gambar dibawah ini :

Gambar 2.16 , Transmission Start SHT11.

Setelah transmission start dilakukan selanjutnya perintah

yang dikirim merupakan alamat 8 bit 3 bit pertama hanya “000”

dan 5bit perintah untuk menentukan data apa yang dibutuhkan, 5

bit ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

(25)

Jadi untuk mengukur suhu dibutuhkan perintah

“00000011” lalu microcontroller akan menunggu data input

berupa data suhu.

Setelah itu dibutuhkan perinta “connection reset” yang

berfungsi untuk mengulang kembali pengambilan data atau jika

data hilang dapat digunakan kembali untuk mengambil data suhu

ataupun kelembapan sesuai kebutuhan.

Gambar 2.17 , Koneksi reset pada SHT11.

Sensor ini juga dilengkapi CRC 8bit Checksum Calculation

yang berfungsi jika terdapat data yang salah dapat dideteksi dan

dieliminasi.

2.1.3.2 Cara konversi data output dan perhitungannya.

Dalam sensor SHT11 ini dapat menghitung suhu dan

kelembapan sekaligus dengan menggunakan perhitungan sebagai

(26)

linear dan kelembapan relatif, berikut ini formula yang

dibutuhkan dan tabel perhitungan yang dibutuhkan:

Tabel 2.6 , Tabel dan formula untuk menghitung kelembapan.

Untuk temperature sudah dirancang linear dari pabrik

sensirion ini. Dan formula untuk menghitung nilai suhu sebagai

berikut :

Tabel 2.7 , Tabel dan formula untuk perhitungan suhu.

2.1.4 Router TP-LINK type TL-WR340G

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan

(27)

berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat

untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN). Sebagai ilustrasi

perbedaan fungsi dari router dan switch merupakan suatu jalanan, dan router

merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan

yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama,

switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat

memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN. Router sangat banyak

digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP. Internet

merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router

IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke

sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau

untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk

meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga

kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang

menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless).

(28)

Tabel 2.8 , Fitur Hardware dari router TL-WR340G.

Tabel 2.9 , Fitur wireless dari router TL-WR340G.

(29)

Berikut ini gambar dari router :

Gambar

Gambar 2.1 , FriendlyARM Mini2440 dengan LCD 3.5inch.
Gambar 2.2 , Komponen FriendlyARM Mini2440
Gambar 2.3 , Alokasi Memori dari Mini2440.
Gambar 2.4 , External SDRAM pada mini2440.
+7

Referensi

Dokumen terkait

perubahannya, siswa hanya menerima pengetahuan secara pasif. Siswa belum mampu untuk mengkonstruksi sendiri pengetahuan yang diterimanya, sehingga pembelajaran menjadi

Plaxis output dapat dipanggil dengan mengklik toolbar Plaxis output, atau dari start menu yang bersesuaian dengan program plaxis. Toolbar Calculation pada

 sesuatu dimana manusia adalah sesuatu dimana manusia adalah bagian atau milik tanah daraipada bagian atau milik tanah daraipada manusia yang memiliki tanah.. manusia yang

Pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan literasi sains. Keterampilan literasi sains terkait dengan kemampuan untuk memperoleh

Artikel ini disusun dari hasil penelitian dengan tujuan menjelaskan Pengaruh tuton yang mencakup Inisiasi, forum diskusi dan tugas terhadap nilai akhir semester.. Sampel

a) Collaborative Agent : Agent yang memiliki kemampuan melakukan kolaborasi dan koordinasi antar agent dalam kerangka Multi Agent System (MAS). b) Interface Agent :

Tabel 4 menunjukkan hasil residu perhitungan panjang garis pantai menggunakan beberapa sistem proyeksi yang memiliki sifat distorsi minimal pada jarak

DESKRIPSI UNIT : Unit kompetensi ini berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan serta sikap kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pengumpulan data dan