86 BAB V PENUTUP
Sebagai sebuah organisasi kader di bawah Nahdlatul Ulama, IPNU memiliki peran yang sangat penting untuk mempersiapkan kader-kader muda NU menjadi penerus perjuangan dari para pendahulunya. Selain itu, sebagai sebuah organisasi kepemudaan di Indonesia, IPNU juga memiliki peran penting dalam membangun pemikiran, mental, dan karakter pemuda-pemuda Indonesia yang merupakan calon- calon pemimpin bangsa.
PW IPNU DIY, yang bertanggung jawab dalam pengelolaan kader NU dan pemuda di wilayah Provinsi DIY, merupakan salah satu tonggak penting dalam rangka mencapai tujuan besar itu. Keistimewaan DIY yang juga berarti keistimewaan pada tiap-tiap elemen yang ada di dalamnya, termasuk pelajar dan santri, memiliki karakter khusus yang berbeda dengan daerah lain. Dalam hal ini, PW IPNU DIY sangat diharapkan untuk bisa mengelola itu dengan baik. Dengan artian, pengurus dari PW IPNU DIY harus memiliki semangat, tekad, dan kesungguhan dalam menjalankan organisasi.
Meskipun ditunjang dengan sistem struktur tingkatan yang baik, dalam artian di atas PW IPNU DIY ada Pimpinan Pusat dan di bawahnya ada Pimpinan Cabang hingga Pimpinan Ranting yang siap mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama, yang menjadi kunci adalah pengurus dan pengelolaan organisasi di internal PW IPNU DIY itu sendiri. Akan tetapi pada kenyataannya, dalam pengelolaan timbul masalah dalam komunikasi dan kinerja yang justru muncul dari pengurus atau anggota di internal PW IPNU DIY. Maka dari itu, penelitian mengungkap bagaimana sebenarnya faktor-faktor pengaruh pada iklim komunikasi organisasi PW IPNU DIY ini sehingga permasalahan-permasalahan tersebut dapat terjadi.
A. Kesimpulan
Interaksi antar anggota di internal PW IPNU DIY terjadi secara formal dan informal. Selain itu, terjadi komunikasi dua arah antara anggota yang
87
tergolong atasan dengan bawahan, termasuk ketua dengan seluruh pengurus di bawahnya. Kemudian tinjauan faktor-faktor pengaruh yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya terlihat mendukung kondusivitas iklim komunikasi organisasi di PW IPNU DIY. Meski demikian, terdapat kekurangan dalam satu faktor yaitu perhatian terhadap kinerja yang tinggi. Hal-hal tersebut tampak dalam peristiwa sebagai berikut:
1. Faktor kepercayaan ketua dan atasan ke bawahan maupun sebaliknya, serta kepercayaan antar anggota tergolong tinggi. Dalam memberikan tugas kepada anggota lain, khususnya ketua kepada anggota, masing- masing anggota sudah mendasarkan pemberian wewenang tersebut dengan kepercayaan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan yang matang.
2. Dalam faktor dukungan, ketua menghargai para anggotanya dengan melakukan interaksi terhadap mereka tanpa menonjolkan jabatan struktural. Dalam hal ini anggota dapat berkomunikasi langsung dengan ketua tanpa melalui koordinator maupun atasan di jajaran pengurus harian terutama dalam interaksi informal. Meskipun begitu koordinasi secara struktural tetap dijalankan terutama berkaitan dengan pelaksanaan dan pendelegasian tugas. Selain itu, ketua cenderung selalu memberikan dukungan dan persetujuan terhadap ide dan gagasan anggota selama ide dan gagasan itu baik bagi organisasi dan juga memungkinkan untuk diimplementasi.
3. Dalam faktor keterbukaan, ketua, jajaran PH, maupun anggota cenderung terbuka dalam memberikan informasi mengenai tugas maupun organisasi secara umum melalui berbagai media. Jika ada informasi yang tidak disampaikan, itu demi menjaga suasana kondusif di organisasi dan perasaan anggota. Kontrol yang dilakukan ketua terhadap informasi pun bukan karena ketua tidak terbuka, melainkan karena sasaran informasi bukan anggota secara umum melainkan tertentu saja. Selain berkaitan dengan informasi, ditinjau dari sudut pandang bawahan, ketua maupun atasan merupakan orang yang terbuka dalam menerima kritik maupun saran.
88
4. Dalam faktor penyuluhan, memang intensitas memberikan nasihat oleh ketua maupun anggota organisasi lainnya tergolong sedikit. Akan tetapi pertimbangan-pertimbangan yang digunakan adalah kepercayaan terhadap pribadi anggota dan kenyamanan perasaan anggota yang bisa mempengaruhi pola komunikasi. Meski begitu, ketua maupun anggota dapat terbuka dalam menerima nasihat jika ada yang memberi nasihat kepadanya.
5. Dalam faktor perhatian, sudah cukup bagus terutama dalam perencanaan program kerja yang telah dilakukan dari awal kepengurusan. Selain itu, pemberian informasi mengenai target-target capaian dan tugas-tugas anggota juga sudah baik, didukung dengan pengalaman anggota yang telah berpengalaman di cabang sehingga lebiih mudah memahami tugas masing-masing. Hanya saja sangat disayangkan ketika dalam pelaksanaan program tidak bisa maksimal dan hanya tercapai sekitar 50% hingga 65%.
Hal ini disebabkan karena semangat anggota yang fluktuatif, kehadiran ataupun keaktifan anggota yang fluktuatif juga dan bahkan ada beberapa yang sama jarang serta sama sekali tidak aktif disebabkan kesibukan anggota di luar PW IPNU DIY, dan juga perubahan orientasi dan prioritas hidup dari beberapa anggota.
6. Dalam faktor keterusterangan, transparansi yang ditunjukkan oleh anggota tergolong baik. Laporan-laporan pertanggungjawaban dari setiap kegiatan atau tugas selalu disampaikan baik melalui rapat evaluasi, kepada pribadi yang bersangkutan dengan tugas, maupun sekedar memberitahukan hal yang telah dilakukan kepada anggota lainnya.
7. Dalam faktor partisipasi, ketua menunjukkan bahwa dirinya termasuk pemimpin yang berkarkter demokratis murni. Selain mau mendengarkan ide, saran, nasihat, dan kritik dari anggota, dalam setiap pengambilan kebijakan maupun keputusan, ketua selalu melibatkan anggota dalam rapat maupun pendapat. Dalam rapat pun, proses yang terjadi sangat demokratis, setiap anggota bisa menyampaikan pandangan dan gagasannya untuk kemudian dimusyawarahkan.
89 B. Keterbatasan Penelitian
Selama proses penelitian ini, terdapat beberapa kesulitan pengumpulan data berupa dokumen dikarenakan belum terarsip dengan baik, sehingga informasi mengenai data yang diperlukan dilakukan melalui wawancara dan observasi. Meski begitu, objek penelitian dan informan telah menunjukkan kerjasama dan apresiasi yang baik dan hal tersebut sangat membantu peneliti dalam memperoleh data. Hambatan terbesar yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah waktu. Singkatnya waktu yang peneliti miliki untuk melakukan penelitian dan kompleksitas organisasi, membuat penelitian ini terbatas secara pengumpulan data, analisis, maupun penyajian data.
C. Saran
PW IPNU DIY sudah memiliki faktor-faktor pengaruh iklim komunikasi organisasi yang cukup baik. Hanya saja masih terdapat kekurangan di sisi perhatian terhadap kinerja yang tinggi khususnya dalam pelaksanaan program yang mana merupakan salah satu efek dari perubahan orientasi, kesibukan, dan semangat anggota yang fluktuatif. Dalam hal ini, peneliti menyarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Khususnya kepada ketua dan jajaran PH dan umumnya kepada pengurus PW IPNU DIY ke depan untuk bersikap lebih tegas dalam menyikapi anggota yang sama sekali tidak aktif, dan sudah tidak memiliki niat dan fokus di kepengurusan sehingga tidak menghambat anggota lain.
2. Untuk anggota yang semangatnya fluktuatif perlu dilakukan pendekatan lebih intens dengan mengingatkan kembali akan komitmennya, jika dalam jangka waktu tertentu masih seperti itu maka tindakan tegas bisa dilakukan.
3. Ketua menjadi figur utama dalam organisasi, apabila semangat ketua lemah, maka semangat anggota akan cenderung lemah pula, namun apabila semangat ketua sudah kuat tetapi semangat anggota masih lemah, ketua perlu melipatgandakan semangatnya.
90
4. Dalam penyusunan dan pemilihan anggota kedepannya perlu dipertimbangkan dan ditekankan lagi tidak hanya komitmen untuk ikut mengurusi PW IPNU DIY tetapi juga konsistensi dalam menjalankan program.
5. Dalam penyusunan program kerja kedepannya perlu dilakukan penyusutan dan pemampatan program kerja dengan menghilangkan program-program yang kurang relevan dengan GBPPP maupun GBPK dan bersifat event dan one-time program. Sedikit program tetapi berkelanjutan dan konsisten
serta selaras dengan pedoman organisasi itu lebih baik.
Selanjutnya peneliti menyarankan berkaitan dengan penataan administrasi terkait dokumen-dokumen dan arsip organisasi baik digital maupun fisik. Beberapa dokumen yang sudah tidak terpakai dan sekiranya tidak diperlukan ataupun terdapat duplikatnya disingkirkan, sedangkan sisanya ditata dan diberi kategorisasi untuk mempermudah pencarian data. Kemudian PW IPNU DIY perlu untuk membuat catatan-catatan perjalanan organisasi dari awal yang berisi dinamika organisasi tiap kurun waktu tertentu, pelaksanaan rapat dan notulensi, serta pelaksanaan kegiatan dan laporannya yang kesemuanya dipegang oleh sekretaris. Hal ini tentu perlu diinformasikan kepada seluruh anggota agar hal-hal terkait organisasi yang mereka lakukan dilaporkan kepada sekretaris untuk dicatat dalam catatan perjalanan organisasi tersebut.
Kemudian dari hasil penelitian ini dan seterusnya, peneliti menyarankan untuk penelitian selanjutnya, dapat mengambil fokus strategi komunikasi organisasi untuk meningkatkan kinerja anggota di PW IPNU DIY.
Hal ini bisa digunakan untuk bahan evaluasi bagi PW IPNU DIY agar bisa lebih berkembang di masa depan khususnya dari segi kinerja anggota.