BAB III. KLASIFIKASI LIMBAH
Secara garis besar limbah dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitii;
Limbah ekonomis
Yang dim aksud dengan limbah ekonomis adalah limbah yang mempunyai nilai
tambah secara ekonomis. Hal ini berarti limbah tersebut dapat didaur ulang
untuk menghasilkan sesuatu produk baru yang bermanfaat. Hal terpenting
yang perlu diperhatikan adalah dam pak yang timbul dari produk baru tersebut
terhadap kesehatan manusia. Dalam contoh kasus disajikan penggunaan lump
slag (FeSi0 4 ) pada media tanah dan media lainnya, yang dalam hal ini lump slagadalah limbah ekonom is hasil sampingan industri peleburan biji tembaga.
Limbah non ekonomis
Yang dim aksud dengan limbah non ekonomis adalah limbah yang tid ak dapat
didaur ulang untuk menghasilkan su atu p ro d uk baru,. hal_ ini d ap at ju g a
diakibatkan karena sifat daripada limbah tersebut yang m engganggu kesehatan.
berarti dalam hal ini limbah tersebut bersifat sebagai zat pencem ar. Sehingga
28
Bab III. KLASIFIICASI LI MBA H halaman: 29
limbah tersebut memerlukan suatu penanganan tersendiri agar tidak mencemari
lingkungan sekitamya, dalam hal ini tindakan kurative m erupakan altem atif
terbaik yang harus diambil apabila tindakan preventive terlanjur teriam bat untuk
dilaksanakan.
H ubungan antara sum ber limbah dan karakteristiknya dapat dilihat pada tabel
3.1. dibawah ini.
Tabel 3.1. Hubungan antara sumber limbah dan karakteristik (P. Gintings, 1992)
Karakteristik- Sumber limbah
F isika:
W am a Bahan organik buangan industri dan domestik.
Bail Penguraian limbah dan buangan industri.
Padatan Sumber air, buangan industri dan domestik.
Tem peratur Buangan domestik dan industri.
K im ia:
O roanik
Karbohidrat Buangan industri, perdagangan dan domestik.
M inyak dan lemak Buangan industri, perdagangan dan domestik.
Pestisida Buangan hasil pertanian.
Fenol Buangan industri
A norganik
Alkali Sumber air, buangan domestik, Infiltrasi air tanah, buangan airk etel.
Chlorida Sumber air, buangan domestik, pelemakan air.
Logam berat Buangan industri.
N itrogen Limbah pertanian dan domestik.
pH Limbah industri.
Phospor Limbah industri, domestik dan alamiah.
Sulfur Limbah industri, domestik.
Bahan beracun Perdagangan, limbah industrL
Biologi:
Virus Limbah domestik.
Bab 111. KLAS1F1K.4S1 LIMB AH halaman: 30
Secara garis besar kecendrungan limbah yang dihasilkan dari tahun ke tahun dapat
diperlihatkan sebagai berikut;
G am bar 3.1. Komposisi limbah yang dihasilkan dari ke tahun (J. F.
Crawford and P. G. Smith, 1984)
III.l. Limbah Cair
Limbah cair banyak dihasilkan oleh industri yang banyak m em peraunakan
air daiam proses produksinya, industri-industri tersebut antara lain: pulp dan rayon,
pengolahan crum b rubber, minyak kelapa sawit, baja dan besi, minyak goreng,
kertas tekstil, kaustik soda, elektro plating, plyw ood, tepung tapioka, pengalengan,
pencelupan dan pew am aan, daging dan Iain-lain.
in.1.1.
Sifat airU nsur fisika, kimia, dan biologi yang terkandung dalam air sangat peniing
untuk m enetapkan jenis param eter pencem ar yang terdapat di dalamnya. Kondisi
alkalinitas yang terdapat dalam air ini dapat dibedakan menjadi dua m acam yaitu
sifat basa (pH >7)dan sifat asam (pH<7).
I I I . 1.2. K a r a k te ris tik fisika
Perubahan yang ditimbulkan parameter fisika dalam air limbah, yaitu:
• Padatan
Padatan terdiri dari bahan organik maupun anorganik yang larut,
mengendap maupun suspensi. Akumulasi endapan bahan iai pada dasar air
akan m enim bulkan pendangkalan dan kekeruhan pada sungai.
• Kekeruhan
K ekeruhan ini terjadi karena adanya bahan yang terapung dan terurainya zat
tertentu seperti bahan organik, jasad renik, lum pur tanah liat dan benda lain
yang m eiayang ataupun terapung dan sangat halus sekali.
• Ban
Bau disebabkan adanya cam puran dari nitrogen, fosfor, protein, sulfur,
amoniak, hidrogen, sulfida, carbondisulfida, dan zat organik lain.
• Temperatiir
Tem peratur yang terdapat pada air limbah sangat berpengaruh pada
kecepatan reaksi kimia serta kehidupan didalamnya.
• D aya hantar listrik
Pengukuran daya hantar listrik dapat dipergunakan untuk memprediksi
keseimbangan kimiavvi dalam air dan pengaruhnya terhadap kehidupan
biota.
Bab III. KLASIF IKASl LIMBAH h alaman: 31
• Warna
W am a yang timbul pada limbah adalah akibat adanya bahan terlarut atau
tersuspensi didalamnya. Selain daripada itu ju g a perlu diwaspadai adanya
zat pew arna tertentu yang mengandung logam berat.
III.1 .3 .K a ra k te ris tik kim ia
Bahan kimia yang terdapat dalam air akan menentukan sifat air baik dalam
tingkat keracunan maupun bahaya yang ditimbulkan. Semakin besar konsentrasi
bahan pencemar dalam air semakin terbatas penggunaan air.
K arakteristik kimia terdiri dari kimia anorganik dan kimia organik, dan
barangkaU karakteristik kimia inilah yang paling banyak menciptakan pencem aran
dan berbahaya bagi lingkungan serta aspek kesehatan manusia. Secara umum sifat
air ini dipenganihi oleh;
• Keasam an air
Keasaman ditetapkan berdasarkan tinggi
• B a il
Timbulnya bau disebabkan adanya kegiatan mikroorganik yang
menguraikan zat rendahnya konsentrasi ion hidrogen dalam air. A ir yang
mempunyai pH rendah m em buat air mempunyai sifat k o ro sif terhadap
bahan konstruksi seperti besi.
Bah 111. KLASIFIKASJ LIMBAH halarnan: 32
• A lkalinitas
Tinggi rendahnya alkalinitas air ditentukan oleh adanya senyawa karbonat,
bikarbonat, garam hidroksida, kalium, magnesium, dan natrium dalam air.
Pengukuran alkalinitas air adalah pengukuran kandungan ion CaCOs, ion
Ca. ion Mg, bikarbonat, bikarbonat, dan lain-lain.
• Besi dan m angan
Air yang mengandung padatan larut mempunyai sifat penghantar listrik dan
ini m em percepat terjadinya korosi. Padatan terlarut tersebut dapat berupa
besi dan mangan, dalam limbah industri besi berasal dari korosi pipa-pipa
air, material logam sebagai hasil reaksi elektro kiniia ynag terjadi pada
permukaan.
• Chlorido
Ion chlor yang bersenyawa dengan ion natrium menyebabkan air menjadi
asin dan merusak pipa-pipa instalasi.
• Phospat
Dalam industri penggunaan phospat dim aksudkan untuk mencegah
kesadahan air yang terdapat dalam ketel, hal ini dim aksudkan untuk
m enghindarkan teijadinya kerak.
• Sulfur
• Nitrogen
• Logam berat dan beracun
Bab 111. KLASIF1K.4SI LIMBAH halaman: 33
Logam berat pada iimumnya seperti cuprum (tembaga), perak, seng,
cadmium, air raksa, timah, chromium, besi dan nikel. Metal lain yang juga
term asuk metal berat adalah arsen, selenium, cobalt, m angan dan
alum uni urn.
Cadmium ditemukan dalam buangan industri tekstil, elektro plating, pabrik
kimia, chromium dijumpai dalam dua bentuk yaitu chrom valensi enam dan
chrom valensi tiga. Chrom valensi enam ditemukan pada buangan pabrik
alumunium dan cat, sedangkan chromium valensi tiga ditem ukan pada
pabrik tekstil, industri gelas, dan keramik. Plumbum kbnsentrasi limbah cair
pada badan penerima, ditunjukan oleh banyaknya lumpur terkandung dalam
air. Logam -logam tersebut dalam konsentrasi tertentu berbahaya bagi
manusia.
• Kekeruhan
Limbah merupakan salah satu hasil output dari suatu proses industri,
seringkali limbah tersebut berupa zat cair yang mengandung senyaw a kimia
beracun dan berbahaya, yang melebihi batas konsentrasi yang dianjurkan.
elektro terdapat dalam buangan pabrik baterai, pencelupan, dan cat. Logam
ini pada konsentrasi tertentu m em bahayakan bagi manusia.
• Fenol
Konsentrasi fenol diatas 0,005/liter dalam air minum m enciptakan rasa dan
bau apabila bereaksi dengan chlor m em bentuk chlorophenoL Sumber
Bab III. KLASIFIK.ASI LIMBAH halaman: 34
Bab III. KLASIFIK.4SI LIMBAH halaman: 35
phenol terdapat pada industri pengolahan minyak, batu bara, pabrik kimia,
pabrik resin, pabrik kertas, dan teksil.
Biochem ical oxigen dem and (BOD)
BOD adalaii kebutuhan akan oksigen terlarut dalam air buangan yang
dipergunakan untuk menguraikan senyawa organik dengan banruan
m ikroorganism e pada kondisi tertentu.
Tabel 3.2. Jenis Industri dan limbahnya (P. Gintings, 1992)
N o. Jenis industri Jenis limbah
1. Industri pupuk. Uap asam, Nha, bau, partikel.
2. Pabrik pangan (ikan, daging, minyak makan, bagase, bir).
H idrokarbon, bau, partikel, CO, HiS dan uap asam.
j . Industri pertambangan (mineral) semen, aspal, kapur. batu bara, karbida, serat gelas.
NOx, SOx, COx, H Kx, bau, partikel.
4. Industri metalurgi (tembaga, baja, seng, tim ah hitam, aluminium).
NOx, SOx, CO, HK, H :S, chlor, bau dan partikel.
5. Industri kim ia (sulfat, serat rayon PVC, am onia, cat dan lain-lain).
HK, CO, NH3, bau dan partikel.
6. Industri pulp SOx, CO, NH3. H.S, bau.
III. 2. Limbah Gas Dan Partikel
Jenis gas yang bersifat racun antara lain SOj, CO, NOx, tim ah hitam,
amoniak, asam sulfida, dan hidrokarbon. Pencem aran yang tetjadi dalam udara
dapat m erupakan reaksi antara dua atau lebih zat pencemar. M isalnya reaksi
fotokimia, yaitu reaksi yang teijadi karena bantuan sinar ultra violet dari sinar
matahari. K em udian reaksi oksidasi gas dengan partikel logam dengan udara
sebagai katalisator.
Konsentrasi bahan pencemar dalam udara dipengaruhi berbagai macam
fakior antara lain; Volume bahan pencemar, sifat bahan, kondisi iklim dan cuaca,
topografi.
• Oksida N itrogen
Pabrik yang menghasilkan NOx diantaranya adalah pabrik pulp, dan rayon,
almuniiini, turbin gas, nitrat, bahan peledak, semen, gelas, batu bara, timah
hiytam, seng, dan peleburan magnesium. Gas N O2 a.kan berpengaruh pada lerham batnya pertumbuhan tanaman.
• Fluor ida
Pabrik yang menjadi sumber fluor antara lain pabrik pengecoran
alumunium, pabrik pupuk, pem bakaran batu bara, pengecoran baja dan
lainnya. Fluorida yang terakumulasi pada tum buhan akan menyebabkan
penyakit rontok gigi pada hewan yang m em akan daun tanam an tersebut.
• Siilfiirdioksida
Pabrik yang menghasilkan sulfiirdioksida adalah pabrik semen, peleburan
tembaga, timah hitam, dan lain-lain. D alam konsentrasi melebihi nilai
am bang batas dapat mematikan.
• Ozon
O zon dengan rumus molekul Ox disebut oksidan merupakan fotokimiawi
antara N 0 2 dengan hidrokarbon karena pengaruh ultra violet sinar
B a b l!/.K L A S !F IfC 4 S IL IM B A H halaman: 36
matahari. Sifat ozon merusak daun tum buh-tum buhan, tekstil dan
melunturkan wama.
• Am onia
Gas am onia dihasilkan pabrik pencelupan, eksplorasi minyak dan pupuk.
• Partikel
Partikel m erupakan zat dispersi terdapat dalam atmosfir, berbagai larutan,
mempunyai sifat fisis dan kimia.
Partikel dalam udara terdiri dari:
1. Asap, m eaipakan hasil dari siiatu pembakaran.
2. Debu, partikel kecil dengan diameter 1 mikron.
3. Kabut, partikel cairan dengan garis tengah tertentu.
4. Aerosol, merupakan inti dari kondensasi uap.
5. Uap, m erupakan hasil penguapan.
III.3 . L im b a h n a d a t
Limbah padat adalah hasil buangan industri berupa padatan, lum pur, bubur
yang berasal dari sisa proses pengolahan. Limbah ini dapat dikategorikan menjadi
dua bagian, yaitu limbah padat yang dapat didaur ulang, seperti plastik, tekstil,
potongan logam dan kedua limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis.
• Sulfur
Sulfat dalam jum lah besar akan menaikan keasam an air. Io n sulfat dapat
terjadi secara proses alamiah. Sulfur dioksida dibutuhkan pada sintesa. Pada
Bab III. KLASIFIKASILIM BAH halaman: 37
B a b III. K L A S I F I K A S I L I M B A H h a l a m a n : 38
I
industri kaustik soda ion sulfat terdapat sewaktu pem urnian garam.
• Nitrogen
Nitrit m enunjukan jiimlah zat nitrogen yang teroksidasi. N itrit m erupakan
hasil reaksi dan menjadi amoniak atau dioksidasi menjadi nitrit. K ehadiran
nitrogen ini seringkali dijumpai sebagai nitrogen nitrit.
• Logam be rat dan beracun
Logam berat pada umuninya seperti cuprum (tem baga), perak, seng,
cadmium, air raksa, timah, chromium, besi, dan nikel. M etal Iain yang juga
term asuk metal berat adalaii arsen, selenium, cobalt, . m angan, dan
alumunium.
Cadmium ditemukan dalam buangan industri tekstil, elektro plating, pabrik
kimia. CromiLun dijumpai dalam dua bentuk yaitu chrom valensi enam dan
chrom valensi tiga. Chrom valensi enam ditemukan pada buangn pabrik
alumunium dan cat. Pengukuran terhadap biochemical oxigen demand
(BOD) adalah kebutuhan oksigen yang terlarut dalam air buangan yang
. dipergunakan untuk menguraikan senyavva organik dengan bantuan
m ikroorganism e pada kondisi tertentu. Pada umumnya proses penguraian
terjadi secara baik yaitu pada tem peratur 20 °C dan w aktu 5 hari.
• C hem ical oxigen dem and (COD)
Bentuk lain untuk mengukur kebutuhan oksigen ini adalah COD.
Pengukuran ini diperlukan untuk mengukur kebutuhan oksigen terhadap zat
organik yang sukar dihancurkan secara oksidasi. Oleh karena itu
dibutuhkan bantuan pereaksi oksidator yang kuat dalam suasana asam . Nilai
BOD selalu lebih kecil dari nilai COD diukur pada senyawa organik yang
dapat diuraikan maupun senyaw a organik yang tidak dapat terurai.
• Lem ak dan m inyak
Lemak dan minyak menipakan senyawa ester dari turunan alkohoi yang
tersusun dari unsur karbon, iiidrogen, dan oksigen. Adanya minyak dan
lemak diatas permukaan air merintangi proses biologi dalam air sehingga
tidak terjadi fotosintesa.
• K arbohidrat dan protein
K arbohidrat dalam air buangan diperoleh dalam benmk selulosa, kanji,
tepung dextrim yang terdiri dari senyawa karbon, hidrogen, dan oksigen,
baik terlarut maupun tidak terlarut.Baik protein maupun karbohidrat mudah
rusak oleh mikroorganisme dan bakteri.
• Zat p ew a rn a dan surfaktan
Zat a k tif permukaan (surfaktan) sangat sukar berurai oleh aktifitas
mikroorganisme. demikian ju g a zat .w am a yang m erupakan senyawa
arom atik sukar berurai. Diantara zat w am a ini ada yang m engandung logam
berat seperti chrom dan tembaga.
• K ualitas limbah
Limbah mengandung senyawa kimia atau nonkimia yang berbahaya,
beracun m aupun tidak. N egara-negara seperti Amerika, Swis, Jepang, dan
Inggris telah menetapkan kualitas limbah sdengan berbagai param eter. Di
Bab III. KLASIFIKAS! LIMBAH halaman: 39
Indonesia beberapa daerah telah menetapkan kriteria kualitas air buangan.
Air dirinci menjadi beberapa katagori sesuai dengan fungsinya. U ntuk
daerah DKI Jakarta kualitas air ditetapkan tidak sama. Antara satu sungai
berbeda dengan sungai lain walaupun dalam satu kota \-ang sama. Di Jawa
barat bewxbeda dengan Jaw a timur kualitas air buangannya. Tentu
perbedaan ini tergantung dari situasi dan kondisi perkotaan, kepadatan
penduduk, peruntukan air, kepadatan industri, dan lain-lain.
Perbedaan yang terjadi tersebut menandakan perlunya suatu koordinasi
yang terpadu antar instansi.
• Limbah g as dan p a r tike I
Secara alamiah udara mengandung unsur kimia seperti O2 , N :, N O ;, CO2 , H;, dan lain-lain. Penambahan gas kedalam udara melampaui kandungan
alami akibat kegiatan m anusia akan menurunkan kualitas udara.
Pengadaan
Bab III. KLASIFIKAS! LIMBAH halaman: 40
Liinbah Ekonomis Penyim panan
Proses
Buangan Nonekonomis ^
Limbah
Pengangkutan
\
Proses
Has3 Jadi + Setengah Jadi
G am bar 3.2. Proses Limbah Industri (P. Gintings, 1992)
Bab lU. KLASIFIKASI LIMBAH halaman: 41
• Bagi limbah padat yang tidak punya nilai ekonomis dapat ditangani
dengan berbagai cara antara lain ditimbun pada suatu tem pat diolah
kembali kemudian dibuang atau dibakar. Perlakuan limbah p adat yang
tidak punya nilai ekonomis sebagian besar dilakukan sebagai berikut:
• Ditum puk pada areal tertentu
• Pembakaran
• Pembuangan