1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Tembakau merupakan produk lintas sektor dan keberadaannya strategis dalam mengundang perhatian banyak orang.Tembakau ialah tanaman yang keberadaannya melekat dalam masyarakat Indonesia, melalui kebiasaan masyarakat dalam memakai Tembakau tanpa melihat kelas ekonomi.Kondisi geografis Indonesia yang strategis dalam bidang agraria atau pertanian dan mayoritas masyarakat Indonesia bekerja sebagai petani. Setiap tahunnya Tembakauyang di produksi di Indonesia banyak mengalami permasalahan-permasalahan baru dikarenakan pengusaha Tembakau mempunyai kepentingan sendiri, Negara memperketat dalam profuksi hasil Tembakau agar meminimalisir terjadinya kepentingan golong-golongan tertentu dalam hal produksi Tembakau dan demi kesehatan masyarakat Indonesia.1
Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di Dunia, berdasarkan catatan FAO (Food and Agriculture Organization)jumlah yang diproduksi Indonesia di tahun 2019 mencapai 197.250 Ton pertahunnya. Indonesia menempati urutan ke 6 dari 20 produsen di seluruh Dunia.Kabupaten Sumenep merupakan salah satu penghasil Tembakau di Madura.
1Putri, I. F. (2019). EKONOMI POLITIK TEMBAKAU:(Peran Pemerintah Tehadap
PerTembakauan di Kabupaten Jember) (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).
2
No Negara Jumlah Produksi (Ton)
1 China 2.610.507
2 India 804.454
3 Brazil 769.801
4 Zimbabwe 257.764
5 USA 212.260
6 Indonesia 197.250
7 Zambia 153.839
8 Bangladesh 128.597
9 Tanzania 116.603
10 Argentina 106.319
11 Pakistan 104.355
12 Mozambique 102.752
13 Malawi 102.459
14 Democratic People’s Republic of Korea 90.702
15 Turkey 70.000
16 Thailand 66.780
17 Lao People’s Democratic Republic 56.706
18 Philippines 51.061
19 Italy 41.860
20 Uganda 31.920
Tabel 1.1 20 Negara Penghasil Tembakau Terbesar Tahun 2019 Sumber : FAO
(https://www.fao.org/faostat/en/#rankings/countries_by_commodity)
Pulau Madura sangat terkenal dengan Tembakau Campalok, Tembakau ini cukup langka karena lahan tanamanTembakauCampalok hanya terdiri atas dua petak berbentuk huruf U, dan cuma menghasilkan 7
3 kilogram Tembakau setiap musimnya. Lahan tersebut berada di Dusun Jembengan, Desa Bakeong, dan Kabupaten Sumenep.2Kabupaten Sumenep yang memiliki penghasilan dalam bidang pertanian, kehutanan,dan perikanan. Hasil pertanian di Kabupaten Sumenep meliputijagung,padi,danTembakau.PeranPemerintahKabupaten
Sumenep,diketahui
bahwasalahsatupenghasilannyaadalahjagung.Produksinyamerupakanyangt erbesar dibandingkan dengan hasil panen lainnya. Semakin berkembanya produksi Tembakau di Indonesia dan Pemerintah mulai memfokuskan dalam mengembakan potensi lahanyang ada di Indonesia. Pemerintah Kabupaten Sumenep selain memfokuskan kepada produksi Tembakau, Pemerintah juga mengembangkan produksi padi agar menunjang pendapatan daerah lebih banyak. Hal tersebut dikarenakan secara ilkim yang terdapat di Pulau Madura sangat mendukung adanya produksi padi dilihat dari ekspor padi ke daerah-daerah yang ada di Indonesia terutama di daerah Jawa Timur. Dengan adanya produksi padi di Kabupaten Sumenep dapat menjadikan potensi pendapatan daerah yang lebih besar.3
No Nama
NIP Klarifikasi
(Ali/Terampil) 1 KHAIRUN NISA', SP 19841104 201706 2 001 AHLI 2 ACHMAD SYARIF NUR
FAJRULLAH, SP 19840705 201706 1 001 AHLI
3 BAHTIAR JULIANTO, S.Pt 19840727 201706 1 001 AHLI 4 DEWO RINGGIH, SP 19830928 201706 1 001 AHLI 5 EKA NOFIDAYANTI, SP 19821120 201706 2 001 AHLI
6 JUNAIDI, S.Pt 19810913 201706 1 001 AHLI
2Komunitas Kretek (2017) Daerah PenghasilTembakauTerbaik di Indonesia Di akses Hari Munggu 15 November 2020 15.00 WIBhttps://komunitaskretek.or.id/ragam/2013/04/5-daerah- penghasil-Tembakau-terbaik-di-Indonesia/
3Melati, Kharisma, and Teguh Yuwono. "Politik Ekonomi PerTembakauan Di Kabupaten Temanggung Tobacco Political Economy In Temanggung District." Journal Of Politic And Government Studies 9.03 (2020): 151-160.
4 7 RIZAL MUSTHOFA
APRIANDI, SP 19820419 201706 1 001 AHLI
8 SRI SUPRIYATIN
HANDAYANI, S.TP 19830629 201706 2 001 AHLI
9 WAFIATUN TOYYIBA, S.TP 19821116 201706 2 001 AHLI 10 ISROMI KURNIAWAN 19870328 201706 1 001 TERAMPIL 11 ARFINSYAH HAFID
ANWARI, SP 19840826 201706 1 001 AHLI
12 DWI NUGROHO, S.TP 19840717 201706 1 001 AHLI 13 MELLY FARIDA, SP 19830407 201706 2 001 AHLI
14 NUR HALIFA, SP 19850613 201706 2 001 AHLI
15 TRI MARYONO WAHYUDI,
SP 19820612 201706 1 001 AHLI
16 ZASLI PURWANTO, SP 19830511 201706 1 001 AHLI 17 ANNA MARHASANAH, SST 19840501 201706 2 001 AHLI 18 CHORIKA OKTAVIA
DHAMAYANTI, A.Md 19851011 201706 2 002 TERAMPIL 19 MUNAWIR FADHOLI 19860824 201706 1 001 TERAMPIL 20 RAHMAN DIANTO 19840309 201706 1 001 TERAMPIL 21 HENDRA SETIAWAN, SP 19820303 201706 1 001 AHLI
Tabel 1.2Daftar Nama Cpns Penyuluh Pertanian Tahun 2018 Kabupaten Sumenep Sumber: E-Sakip Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan
(dataprimer.sumenepkab.go.id)
Permasalahan yang penulis ambil berdasarkan kepada fenomena pertembakauan agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat petani tembakau melalui pemberdayaan serta Adanya kerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani tembakau tersebut, karena dengan adanya proses pemandirian masyarakat petani tembakau maka tingkat kesejahteraan masyarakat petani tembakau lebih meningkat lagi dapat di lihat dari meningkatnya pendapatan yang dimiliki oleh para petani tembakau dari adanya bantuan serta pembelajaran terkait pertembakauan agar masyarakat lebih paham dan dapat memproduksi tembakau yang lebih berkualitas dan bernilai tinggi, sehingga dapat meningkatkan
5 perekonomian keluarga.
Dengan adanya fenomena tersebut, penulis akan mengkaji lebih dalam bagaimana kerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani tembakau di Kabupaten Sumenep, berdasrkan dua belah pihak yakni pemerintah dan pihak swasta mengupayakan agar dapat memberdayakan masyarakat petani tembakau. Penelitian ini berusaha untuk melengkapi penelitian-penelitian yang terdahulu dalam pemberdayaan petani tembakau melalui kerjasama antar sektor. Keikutsertaan peran pemerintah dengan swasta merupakan salah satu pelaku ekonomi di dalam sektor strategis pertembakauan.
Dinas PertanianKabupaten Sumenep tidak hanya fokus pada lahan yang akan ditanami, akan tetapi bagaimana kelompok tani benar-benar mempunyai kemampuan lebih dandapat membuat inovasi baru agar menciptakan petani yang modern dan inovatif, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program-program atau kegiatan yang melibatkan para petani. Pemerintah Kabupaten Sumenepmengupayakan agar tenaga kerja penyuluh di setiap Desa dapat dipenuhi dan agar dapat mempermudah koordinasi dengan para petani yang di setiap desa dengan tujuan untuk mengembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam bertani.4Berdasarkan berita koran madura 2019 “Sumenep Kekurangan Tenaga Penyuluh Pertanian” Jumlah penyuluh pertanian di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur belum berada di angka ideal. Saat ini jumlah tenaga penyuluh masih sekitar 128 orang, sehingga masih kurang sekitar 206 orang.Kurangnya tenaga penyuluh di Kabupaten Sumenep karena kurangnya SDM yang memadai dalam bidang pertanian.
“Perlindungan petani adalah segala upaya membantu petani dalam menghadapi permasalahan kesulitan memperoleh prasarana dan sarana produksi, kepastian usaha, resiko harga, kegagalan panen, praktik ekonomi ,biaya produksi tinggi, dan
4Sumenepkab.go.id dinas pertanian dan peternakan Kabupaten Sumenep 2016 diakses 15 januari 2021 jam 15.00 WIBhttps://www.sumenepkab.go.id/berita/kategori/pertanian
6 perubahan iklim.”5
Indonesiadiharapkan dapat mengembangkan pertanian agar dapat mencukupi kebutuhan dan tidak banyak melakukan impor hasil pertanian dari negara lain.Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk yang banyak dan lahan pertanian yang luas, lahan yang dimiliki oleh Indonesia mengalami pengurangan dikarenakan adanya alih fungsi lahan, dan selain itu para petani masih banyak diharapkan dapat memperbaiki permasalahan ketahanan pangan. Di negara berkembang khusunya Indonesia sektor pertanian merupakan sektor yang memiliki lahan aktif dan produktivitas serta di dukung dengan kesuburan tanah yang ada di Indonesia.6
Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan pengalihan produksi Tembakau dikarenakan harga jual hasil Tembakau tidak sesuai dengan modal yang di miliki dalam proses produksi hasil Tembakau. Dari hal tersebut masyarakat petani di Sumenep tidak mendapatkan pemasukan yang sesuai, maka dari itu pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan perubahan produksi dari Tembakau menjadi produksi makanan pokok seperti padi dan jagung. Pemerintah sudah pernah memfokuskan sektor pertanian untuk memproduksi Tembakau, namun harga jual hasil Tembakau tersebut membuat para petani Tembakau susah mendapatkan penghasilan.Berkaitan dengan hal itu, Pemerintah memberikan solusi dengan memfokuskan produksi pertanian seperti jagung dan padi,dan hasil yang di dapat sangat menguntungkan petani di Kabupaten Sumenep
Berdasarkan perda nomor 6 tahun 2012, bahwa harga Tembakau bergantung kepada kualitasnya dan apabila terdapat perubahan harga dari pihak pabrikan maka mereka wajib melaporkan kepada Pemerintah yakni Bupati karena sudah tertulis di Perda nomor 6 pasal 6 dan 7 tahun 2012.
5Undang-undang Pasal 1 nomor 19 tahun 2013 Tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
6infokom 2015 Dispertan Targetkan 2016, Petai Gunakan Peralatan Modern di akses 15 januari 2021 jam 15.00 http://www.sumenepkab.go.id/berita/baca/dispertan-targetkan-2016-petani-gunakan- peralatan-modern
7 1.2 Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas, maka dibuatlah rumusan masalah sebagai berikut:
a. BagaimanakahKerjasama antar Sektor dalam Pemberdayaan Petani Tembakau di Kabupaten Sumenep?
b. Apa yang Menjadi Faktor Penghambat Kerjasama antar Sektor dalam Pemberdayaan Petani Tembakau di Kabupaten Sumenep?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk Mengetahui Kerjasama antar Sektor dalam Pemberdayaan Petani Tembakau di Kabupaten Sumenep
b. Untuk Mendeskripsikan Faktor Penghambat Kerjasama antar Sektor dalam Pemberdayaan Petani Tembakau di Kabupaten Sumenep
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang di dapat di peroleh penulis yakni;
a. ManfaatTeoritis
Manfaat penelitian ini diharapkan menambah wawasan keilmuan untuk mengembangkan pengetahuan terutamaKerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani Tembakau di Kabupaten Sumenep.
b. ManfaatPraktis
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat dijadikan masukan ataudapat memberikan kontribusi di sektor pertaniankhususnya TembakauKabupaten Sumenep
1.5 Definisi Konseptual
1. Kerjasama Antar Sektor
. Kerjasama antar sektor merupakan kerjasama yang di lakukan oleh dua belah pihak yakni dalam kasus di atas dinas satu dengan
8 dinas lainnnya mempunyai kerjasama dalam memajukan atau memaksimalkan pembangunan Kota meliputi didalamnya infrastruktur, pelayanan, kesejahteraan, dan pengembangan Kota/Kabupaten.
Keban, Y. T. (2007) mengemukakan bahwa, “Kerjasama antar setor adalah suatu bentuk pengaturan kerjasama yang dilakukan antar Pemerintah daerah dalam bidang- bidang yang di sepakati untuk mencapai nilai efesiensi dan kualitas pelayanan yang lebih baik”.7
2. Pemberdayaan Masyarakat
Pemberdayaan masyarakat adalah konsep pembanguan ekonomi yang merangkum nilai-nilai masyarakat untuk membangun paradigma baru dalam pembangunan.
Menurut Sumodiningrat bahwa,“Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya untuk memandirikan masyarakat lewat perwujudan potensi kemampuan yang mereka miliki. Adapun pemberdayaan masyarakat senantiasa menyangkut dua kelompok yang saling terkait, yaitu masyarakat sebagai pihak yang diberdayakan dan pihak yang menaruh kepedulian sebagai pihak yang memberdayakan”.
Prijono dan Pranarka mengemukakan bahwa,“Manusia adalah subyek dari dirinya sendiri. Proses pemberdayaan yang menekankan pada proses memberikan kemampuan kepada masyarakat agar menjadi berdaya, mendorong atau memotivasi individu agar mempunyai kemampuan atau keberdayaan untuk menentukan pilihan hidupnya. Lebih lanjut dikatakan bahwa pemberdayaan harus ditunjukkan pada kelompok atau lapisan masyarakat yang tertinggal”.8
1.6 Definisi Operasional
a. Kerjasama antar Sektor dalam Pemberdayaan Petani Tembakau di Kabupaten Sumenep
1) Sejarah tembakau campalok
7Keban, Y. T. (2007). Kerjasama antar Pemerintah Daerah dalam Era Otonomi: Isu Strategis, Bentuk dan Prinsip. Jurnal Ilmu Pemerintahan Indonesia. Jakarta.
8PrijonoOnny S., & A.M. W. Pranaka, 1996.Pemberdayaan: Konsep, KebijakandanImplementasi.
Jakarta: Center for Strategic and International Studies.
9 2) Perjanjian kerjasama
3) Peran masing masing stakeholder
4) Program pemberdayaan dilakukan bersama stakeholder 5) Pelaksanaan Program Kegiatan Dinas Pertanian Kabupaten
Sumenep
6) Anggaran pemberdayaan petani tembakau
7) Bantuan yang diberikan Pemerintah terhadap Masyarakat 8) Skema Pelaksanaan Program Pemberdayaan Petani Tembakau 9) Monitoring dan evaluasi
10) Program yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani tembakau
11) Tindak lanjut seperti apa
12) Data Perbandingan Realisasi Areal Dan Produksi Tembakau Mtt 2019-2020 Di Jawa Timur
13) Keterkaitan Kerjasama Antar Sektor Dalam Pemberdayaan Petani Tembakau Di Kabupaten Sumenep Dengan Teori Pemberdayaan Masyarakat
b. Faktor Penghambat Kerjasama Antar Sektor Dalam Pemberdayaan Petani Tembakau Di Kabupaten Sumenep 1. Hambatan struktural dari kebijakan
2. Kultural masyarakat dari sisi sikap dan SDM 3. Hambatan alam
4. Partisipasi masyarakat 5. Monitoring Pemerintah 6. Menjalin kerjasama
10 1.7 Metode Penelitian
Metode Penelitian yang di gunakan oleh penulis yakni deskriptif kualitatif. Penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang memperoleh data berupa angka,gambar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Deskriptif melalui pendekatan Kualitatif dengan menggabungkan data kualitatif yang bersumber dari hasil wawancara, catatan observasi lapangan, dan dokumen-dokumen pendukung yang berkaitan tentang kerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani TembakauKabupaten Sumenep.9
1. JenisPenelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh penulis merupakan metode penelitian deskriptif. Metode ini merupakan langkah dalam memecahkan permasalahan yang sedang di teliti oleh penulis dengan menggambarkan keadaan subjek dan objek penelitian dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada.10 Penelitian ini berpusat pada pemecahan masalah secara aktual sesuai dilaksanakannya penelitian tersebut. Diharapkan peneliti mendapatkan informasi lebih mendalam terkait persoalan yang sedang di teliti mengenaikerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani TembakauKabupaten Sumenep.11
2. Sumberdata
Sumber data memiliki dua macam yaitu data primer dan data sekunder, sebagai berikut;12
a. DataPrimer
Data Primer didapatkan melalui observasi langsung dari koresponden. Koresponden tersebut merupakan orang yang dapat memberikan informasi secara mendalam tentang kerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani pembakau di Kabupaten
9Idrus,M. (2009). MetodePenelitianIlmuSosial: PendekatanKualitatifdan Kuantitatif (edisiDua).Jakarta :PenerbitErlangga
10Hadari Nawawi. 1991. MetodePenelitianBidangSosial. Yogyakarta: UGM Press.Hal: 63.
11Idrus,M. (2009). MetodePenelitianIlmuSosial: PendekatanKualitatifdanKuantitatif (edisiDua).
Jakarta : PenerbitErlangga
12Meleong,L. J. (2004) MetodePenelitianKualitatif, Bandung : RemajaRosdaKarya
11 Sumenep..
b. DataSekunder
Data Sekunder dalam penelitian diperoleh penulis berupa catatan lapangan seperti laporan kegiatan maupun berkas-berkas yang dapat di publikasikan dan juga berupa pengarsipan dari website.
3. Teknik PengumpulanData
Dalam teknik pengumpulan data penulis menggunakan 3 macam teknik sebagai berikut;
a. WawancaraTerstruktur
Teknik pengumpulan data melalui Wawancara tersrtuktur merupakan tanya-jawab dengan subjek penelitian untuk mendapatkan informasi terkait permasalahan yang ada. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur merupakan cara penulis mendapatkan informasi secara mendalam terkait permasalahan yang sedang di teliti.13
b. ObservasiLapangan
Teknik pengumpulan data melalui Observasi lapangan merupakan salah satu cara penulis mendapatkan informasi langsung dengan cara memantau, memperhatian kondisi lapangan yang akan diteliti dan mencatat segala fenomena yang terjadi di lapangan sekaligus melakukan pembuktian terkait informasi yang di peroleh sebelumnya.14
c. Dokumentasi
Tekni Pengumpulan data melaluidokumentasi merupakan metode dalam penelitian kualitatif yang di maksudkan sebagai cara memperoleh/mengumpulkan data dari dokumen atau berkas yang diarsipkan dan dapat dipublikasikan ke khalayak publik.
13Basniter, P, Dkk. 1994. Qualitative Methods In Psykology , A Risearch Guide. Backingham:
Open University Press. Hlm: 127
14Rahayu, I., dan Ardani, T. 2004. Observasi dan Wawancara. Malang : Bayuwangi, hlm: 1
12 4. LokasiPenelitian
Lokasi penelitian yang akan dilakukandi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenep, lokasi yang akan menjadi target yakni di Kabupaten Sumenep.
5. SubjekPenelitian
Subjek penelitian merupakan orang yang dapat memberikan informasi tentang masalah yang diteliti tentang kerjasama antar sektor dalam pemberdayaan petani Tembakau di Kabupaten Sumenep, dalam penelitian ini subyeknya adalah Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Kehutanan Kabupaten Sumenep beserta staf-staf dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumenepbeserta staf-staf, masyarakat petani Tembakau.
6. AnalisisData
Analisis data yang digunakan adalah metode analisis kualitatif.
Bogda dan Taylor mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.15 Sedangkan metode analisis kualitatif yaitu menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan dalam bentuk data sekunder.
Adapun point-point yang akan digunakan dalam menganalisis data yaitu;
a. Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan bagian dalam menganalisis sebuah data yang di peroleh penulis dengan adanya pengumpulan data penuli dapat lebih mudah dalam menganalisi data tersebut.
b. ReduksiData
Reduksi data adalah proses memilih dan menyeleksi data yang dihasilkan dari teknik pengumpulan data yang kemudian diolah oleh penulis.berdasarkan teori dari milesdan hubermen
15Lexy J.Moleong. 2002. MetodologiPenelitianKualitatif, Bandung: RemajaRosdakarya. Hlm: 9
13 dapat di tarik kesimpulan bahwa reduksi data merupakan penajaman data yang di dapatkan oleh penulis dari catatan-catatan lapangan.16
c. DisplayData
Setelah data di reduksi, langkah analisis selanjutnya adalah penyajian data. Penyajian data merupakan sebagai sekumpulan informasi tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian data diarahkan agar data hasil reduksi terorganisaikan, tersusun dalam pola hubungan sehingga makin mudah dipahami. Penyajian data dapat dilakukan dalam bentuk uraian naratif, bagan, hubungan antar kategori serta diagram alur. Penyajian data dalam bentuk tersebut mempermudah peneliti dalam memahami apa yang terjadi. Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga informasi yang didapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu untuk menjawab masalah penelitian.
d. PenarikanKesimpulan
Penarikan kesimpulan merupakan tahap penulis dalam menyimpulkan semua data yang di dapatkan dan penarikan kesimpulan mengacu pada penelitian sebelumnya berdasarkan permasalahan yang sedang di teliti. Penarikan kesimpulan merupakan tahap akhir dari kegiatan analisis data. Penarikan kesimpulan ini merupakan tahap akhir dari pengolahan data.
16Miles, Matthew B dan huberman, A Michael. 1992. Analisis Data Kualitatif. Jakarta. Universitas Indonesia Press. Hlm: 16