NO. 011/NL/LPPM/08-21
NEWSLETTER LPPM | AGUSTUS 2021 | VOL. 11
Salam hormat,
Pada Bulan Agustus ini, LPPM tiada hentinya menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan kualitas SDM internal ITERA maupun eksternal yaitu masyarakat Indonesia. Berbagai kegiatan ini kami lakukan sejalan dengan tujuan ITERA yaitu untuk memberikan solusi atas permasalahan yang ada di Pulau Sumatera.
Kegiatan yang telah sukses kami laksanakan pada bulan ini antara lain beberapa Webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Riset dan Inovasi (Purino) dan Pemenang Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITERA dengan tema terkait pemanfaatan teknologi untuk dunia industri, kebencanaan, serta pembangunan kota. Melalui webinar tersebut, kami berharap bisa membuka perspektif generasi muda kita untuk mau dan mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui penciptaan teknologi terbarukan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kami juga melakukan kegiatan kerjasama dengan beberapa pemerintah daerah di Provinsi Lampung dalam rangka penyebarluasan berbagai inovasi teknologi yang dimiliki ITERA untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Provinsi Lampung. Tidak luput juga bagi kami untuk meningkatkan kualitas mahasiswa ITERA dalam ajang kompetisi nasional maupun internasional. Salah satu kegiatan yang telah kami lakukan di bulan ini adalah "Strategi Go Pimnas" yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pitching dan teknik presentasi mahasiswa kami agar dapat lolos PIMNAS Tahun 2021.
Semua kegiatan tersebut terangkum dalam Newsletter LPPM ITERA Edisi Agustus 2021
Selamat menikmati. Kepala LPPM
Acep Purqon, S.Si., M.Si., Ph.D.
Penelitian
Konten Bulan Ini
pengabdian
purino
kkn
&
Purino Material Hayati dan Material Alami ITERA mengadakan kegiatan webinar yang berjudul “Buah Segar dan Keripik Buah Berdasarkan Prespektif Teknologi Pangan”, Senin, 2 Agustus 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim peneliti yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021 yang diketuai oleh Syahrizal Nasution S.Pt M.Si.
Acara dimulai pada pukul 13.30 WIB dan dibuka oleh sambutan ketua Lembaga Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA, Acep Purqon, Ph.D. Pada pembukaannya Beliau menyampaikan salah satu alasan ITERA dibentuk adalah untuk percepatan teknologi di Sumatera dan salah satunya melalu PURINO.
“Webinar kali ini cukup menarik dan bermanfaat apalagi untuk pemanfaatan komoditi di Lampung. Kita bisa belajar dari Thailand mengenai teknologi pengolahan buah segar menjadi keripik buah.” Sambung Acep.
Buah Segar dan Keripik Buah Berdasarkan
Prespektif Teknologi Pangan
Setelah resmi dibuka, acara dilanjutkan oleh pemberian materi webinar. Materi pertama disampaikan oleh Dipl.-Ing. Haznan Abimanyu, Ph. D. Dosen Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Lampung. Beliau menyampaikan materi berjudul buah segar sebagai sumber serat pangan di masa pandemik.
Materi dilanjutkan oleh Syahrizal Nasution S.Pt M.Si. selaku Dosen Teknologi Pangan ITERA dan juga salah satu Dosen yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021. Beliau menyampaikan materi mengenai mutu kripik buah hasil penggorengan vakum. Acara dihadiri oleh lebih kurang 340 peserta, baik dari lingkungan ITERA maupun luar ITERA. Setelah pemberian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pemateri. Lalu selanjutnya adalah penutupan acara.
ITERA yang diwakilkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) menerima kunjungan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), dan Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Tengah. Pada acara ini, Raden Putra selaku Sekretaris LPPM ITERA menyambut baik kedatangan perwakilan dari ketiga instansi tersebut.
Dalam kesempatan ini, beliau memperkenalkan dosen-dosen ITERA dan hasil penelitiannya yang memungkinkan untuk diaplikasikan di Kabupaten Lampung Tengah serta tidak luput beliau memaparkan kegiatan kerja sama ITERA yang telah berlangsung di tahun ini.
Risa Hestiana, S.P. selaku Kabid Ekonomi Bapedda, Lampung Tengah, menyampaikan maksud dan tujuan kunjungannya ke ITERA yaitu untuk menindaklanjuti perintah Bupati Lampung Tengah agar dapat mempelajari dan melihat tiga produk penelitian ITERA yang dirasa tepat untuk diterapkan Kabupaten Lampung Tengah.
Audiensi Lanjutan ITERA dengan Pemkab
Lampung Tengah
Tiga produk penelitian tersebut adalah Aplikasi Aset SIMoNa yang dikembangkan oleh Dosen Program Studi Teknik Elektro dimana SIMoNa sangat sesuai dengan kebutuhan Instansi Pemerintahan di Kabupaten Lampung Tengah akan aplikasi yang dapat menghimpun data aset dan barang negara.
Selanjutnya adalah Aplikasi Tanda Tangan Digital yang dikembangkan oleh dosen Program Studi Teknik Informatika ITERA dimana aplikasi ini dirasa sangat bermanfaat ditengah masa pandemi ini untuk mengurangi kontak fisik dan sebagai alat yang berfungsi untuk memeriksa keabsahan surat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.
Serta hasil produk penelitian dari dosen Program Studi Biologi dan Teknik Kimia yang mengembangkan Pupuk Organik Cair ITERA dimana pupuk cair ini juga bermanfaat sebagai larutan biokomposter untuk proses pengomposan yang memiliki keunggulan waktu proses pengomposan lebih cepat yaitu hanya 1 minggu.
Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan salah satu kegiatan yang dibawahi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kegiatan ini berupa pembiayaan dari ide kreatif mahasiswa yang terpilih berdasarkan hasil seleksi proposal pada tahap awal kompetisi. Sebagai Langkah awal persiapan acara Monitoring dan Evaluasi PKP II 23 Agustus mendatang, unit kompetisi di bawah naungan LPPM ITERA mengadakan kegiatan Strategi Go PIMNAS untuk meningkatkan kualitas pitching dan teknik presentasi mahasiswa agar dapat lolos PIMNAS 2021, Kamis, 5 Agustus 2021.
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITERA, Acep Purqon, Ph.D. membuka acara ini sekaligus memberikan sambutan kepada seluruh peserta. Beliau menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada para dosen pembimbing serta tim
LPPM ITERA Menggelar Kegiatan untuk
Meningkatkan Kualitas Pitching dan
Teknik Presentasi Mahasiswa ITERA
dalam mengikuti kompetisi PIMNAS 2021
mahasiswa yang lolos pendanaan DIKTI karena bisa memberikan usaha terbaiknya hingga sampai di tahap ini. Acara yang dihadiri oleh 66 peserta ini dilanjutkan dengan pemaparan topik pertama oleh Novrizal Syamsir Alam, S.Kom., tentang teknik pitching lolos kompetisi. Pengalaman sebagai mentor dari 9 Corporate Start Up menjadikannya seorang yang profesional dalam picthing. Salah satu poin penting yang disampaikan yaitu pitching harus memiliki tujuan akhir yang dapat berupa misi atau penjualan. Topik kedua pada kegiatan ini adalah teknik presentasi lolos PIMNAS yang disampaikan oleh Dr. Sony Junianto, S.T. Pengalaman sebagai pemenang medali perak pada PIMNAS XXVI Mataram 2013, menjadikannya seorang yang professional dalam teknik presentasi.
Purino Prediksi dan Pemodelan Resiko Bahaya dan Bencana ITERA mengadakan kegiatan webinar yang bertemakan “Pemodelan dan Prediksi Longsor Sebagai Bahan Pengambilan Keputusan dan Mitigasi Kebencanaan”, 6 Agustus 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim peneliti yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021 yang diketuai oleh Dr. Ikah N.P. Permanasari, M.Si.
Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh Sekretaris Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITERA, Dr. Raden Putra, S.T.. Pada pembukaannya Beliau menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki berbagai macam potensi bencana alam, karena itu materi mengenai mitigasi bencana ini sangat diperlukan.
Kegiatan dilanjutkan pemberian materi webinar oleh Dr. Ikah N.P. Permanasari, M.Si. selaku Dosen Program Studi Fisika ITERA. Beliau menyampaikan materi Pemodelan, Analisa, dan Prediksi Longsor. Dalam materinya salah satu
Pemodelan dan Prediksi Longsor Sebagai Bahan
Pengambilan Keputusan dan Mitigasi Kebencanaan
penyebab longsor terbesar di Indonesia adalah akibat topografi Indonesia yang tidak rata dikarenakan berada di 3 lempengan serta akibat curah hujan yang cukup tinggi.
Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Aminudin Hamzah, S.T., M.Si. selaku Dit. Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Dalam materinya, beliau membahas mengenai Kebijakan Penanggulangan Benacana untuk Penurunan Indeks Bencana. Dalam materinya beliau menjabarkan bahwa untung menanggulangi bencana paling bagus bila kita berfokus pada pra bencana dengan berusaha mengurangi resiko yang terjadi akibat bencana, misalnya dengan sosisalisasi dan edukasi ke masyarakat mengenai resiko bencana serta pencegahan berupa penghijauan lahan di Indonesia misalnya. Untuk masyarakat sendiri, bisa mengecek aplikasi InaRisk untuk mengetahui resiko bencana di daerah yang kita tinggali, agak kita bisa lebih mengantisipasi dan mengurangi kerusakan yang mungkin saja tejadi karena bencana alam.
Pusat Riset dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan ITERA mengadakan kegiatan webinar yang berjudul “Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Taman (RTH Taman) di Kota Bandar Lampung dalam perspektif keberlanjutan”, Jumat, 13 Agustus 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim peneliti yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021 yang diketuai oleh Eduwin Eko Franjaya, S.P., M.Si.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB dan dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) ITERA, Acep Purqon, Ph.D. Pada pembukaannya Beliau menyampaikan bahwa ruang terbuka hijau menjadi salah satu aspek penting suatu kota. Salah satunya adalah sebagai cirikhas kota tersebut, agar orang yang berkunjung akan merasa rindu dan ingin datang lagi kesana. Untuk memajukan hal tersebut, seperti biasa dibutuhkan kerjasama pentahelix.
Rencana Pengembangan Ruang Terbuka Hijau Taman
(RTH Taman) di Kota Bandar Lampung dalam
Perspektif Keberlanjutan
Setelah itu dilanjutkan pemberian materi webinar oleh Dr. Rein Susinda Hesty, S.Sos, M.Si. selaku Kasi Pertamanan dan Penghijauan, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung. Beliau menyampaikan materi Ruang Terbuka Hijau Berkelanjutan Di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Dalam materinya beliau menyampaikan RTH memiliki beberapa fungsi; fungsi ekologis, fungsi sosial, fungsi ekonomi dan juga fungsi arsitektural. Namun sayangnya saat ini RTH Kota Bandar Lampung yang tersedia hanya 6.476 Ha. Bentuk dan jenis RTH yang ada juga belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan.
“Sangat disayangkan masyarakat hanya mengandalkan pemerintah untuk membangun RTH, padahal pemerintah sudah menyediakan lahan2 kecil yang tidak dimanfaatkan masyarakat untuk membangun taman-taman kecil.” Tambah Rein.
Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Eduwin Eko Franjaya, S.P., M.Si.,selaku Dosen Arsitektur Lanskap ITERA dan juga salah satu pemenang Hibah ITERA 2021. Dalam materinya, beliau membahas mengenai Arahan Pengembangan RTH Taman di Kota Bandar Lampung dalam Perspektif Keberlanjutan. Dalam materinya beliau menyampaikan Bandar Lampung sebenarnya berada di Lokasi Strategis (KEK Pesawaran, Tol, JLS, Pelabuhan, Akses Bandara) dan juga sebagai Ibukota Provinsi, Bandar Lampung merupakan “wajah” Provinsi Lampung. Karna itu beliau merekomendasikan untuk RTH di kota Bandar Lampung dengan RTH Taman beridentitas, menerapkan unsur budaya lokal. Selain itu mungkin lebih baik melakukan pendataan ulang RTH.
Pusat Riset dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan ITERA mengadakan kegiatan webinar yang berjudul “Importance of Indoor Environmental Quality in Green Buildings”, Sabtu, 21 Agustus 2021. Kegiatan ini bekerja sama dengan tim peneliti yang mendapat Hibah Penelitian ITERA 2021 yang diketuai oleh Wenny Arminda, M.Sc., Ph.D.
Acara dimulai pada pukul 14.00 WIB dan dipandu oleh Maqbul Kamaruddin, S.T., M.Sc. selaku Dosen Program Studi Arsitektur ITERA. Acara dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat ITERA, Acep Purqon, Ph.D. Pada pembukaannya Beliau menyampaikan bahwa pengetahuan mengenai green building ini sangat dibutuhkan baik untuk pemerintah maupun masyarakat, terutama generasi muda.
“ITERA sebagai kampus yang menerapkan smart, friendly and forest campus diharapkan dapat membantu untuk menginovasikan pembangunan tersebut.” Ujar Acep.
Setelah itu dilanjutkan pemberian materi webinar oleh Wenny Arminda, M.Sc., Ph.D. selaku Dosen Program Studi Arsitektur dan juga merupakan pemenang Hibah Penelitian ITERA 2021
Pentingnya IEQ dalam Bangunan Hijau
Beliau menyampaikan materi Green Architecture, a Concept of Sustainability. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa bangunan Indonesia dahulu banyak dibangun menggunakan kayu dan bambu, namun bersamaan dengan kemajuan jaman, bangunan Indonesia juga banyak berubah. Sekarang di Indonesia menggunakan bahan modern untuk membangun gedung, namun bangunan-bangunan modern tersebut cenderung menyerap panas dan meningkatkan suhu dalam ruangan. “Karena hal tersebut, di Indonesia masyarakat banyak bergantung terhadap Air Condition (AC) yang sebenarnya salah satu penyebab pemanasan global. Untuk menanggulanginya, dirasa sangat perlu untuk memulai membangun green architecture atau bangunan hijau.” Sambung Wenny.
Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Ibrahim Alhindawi, BSc, MSc., selaku Doctoral Researcher, National University of Ireland, Galway. Dalam materinya, beliau membahas mengenai Importance of Indoor Environmental Quality (IEQ). Indoor Environmental Quality (IEQ) adalah kualitas dalam ruangan pada suatu bangunan yang berhubungan dengan kesehatan serta kenyamanan untuk tinggal di dalam bangunan tersebut. Ada beberapa aspek IEQ yaitu Air Quality (IAQ), Visual Comfort, Thermal Comfort dan juga Acoustic Confort.
Acara dihadiri oleh lebih kurang 200 peserta, baik dari lingkungan ITERA maupun luar ITERA. Setelah pemberian materi dan korespondensi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta dan pemateri. Lalu selanjutnya adalah penutupan acara.