• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perilaku Likuifaksi Pada Pasir Seragam Dengan Pemodelan di Laboratorium.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Perilaku Likuifaksi Pada Pasir Seragam Dengan Pemodelan di Laboratorium."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

.

SKRIPSI

OLEH;

WIMRANOVARJA

03 972

N6

(2)

ABSTRAK

Peristiwa

likuifuksi

adalah sualu.fenomena alam

yang

mulai nampak beberapa

lahun

belakangan

ini.

Peristittq

ini

tidak

hanyq

terjadi

tli

wilayah .tepang dqn Ameriku, akaft tetapi

iugq

tetiadi di

wilayah

Indonesia. Seperli

yang teriadi

di

sepanisng

Pantai

Barat Pqdang, Sumqtera

BaraL

Penurunqn

llpisqn tandh berkisar

antqra 9-33 cm, dengan penurunon terbesar

terjadi di

daerah

di

dekat garis pantqi, terutamq di sebelah utara Kota Padang.Penelitian ini membQhas tentang pengqruh garodosi

butiran

tanah terhadap magnitude gempq yqng terjadi, sebagai beban siklik.

Percobaan dilakukan

di

laborqtorium terhadap somple tanah dengan 3 variasi gr.tdqsi butirqn dengan asttmsi

nilai

kerapatan

relotif

sebesar 30'%

(DR

30%o), dengan menggunakan

suqtu

beiana koca sebdgai lempat uji sample tanqh. bejana uji nanlinya akan terisi oleh

qir

hingga mencapai

kondi;i jenuh.

Selaniatry"a, beban

siklik

diberikan terhadap sampel

tanqh

ini

sebagai getaran gempa dan pencataton

terhadap

getaran gempa

ini

dilakukan

dengan

menggunakan accelegram.

Bentuk output

dari

accelegram

ini

dicatot

dengan accel egraf dengan menggunakan program G-Trace.

Penurunqn

yang

teriqdi

berbedQ-beda,

tergantung

d.tri

::mbagian gradasi butiran tqnahnya. Untuk

kurra

I

didapdtkqn :vnarunan sebesar 3 cm, kurca 2 penurutun sebesar 4 cm dan kurva 3

:entrunan

sebesar 6 cm.

Ini

menunjukkan balma gradasi butiran yang

.|os

saringan no.100

lebih

mudqh

untuk terlikuifaksi

dibandingkan

;znzan gradasi butiran yang kasar.

(3)

l.l

Latar

Belakang

Gempa

bumi

di

seluruh

dunia

sejak 4.000 tahun

yang

lalu hingga

kini,

telah memakan korban lebih

dari

13 juta

jiwa-

Pusat-pusat kepadatan penduduk berada

di

daerah subur, kemudahan mendapatkan air, pemandangan yang indah, kawasan tamban-{:, perkotaan besar serta

di

daerab

industri.

Kebanyakan

dari

wilayah

tersebut berada atau

berdekatan

dengan

wilayah

seismik'

Negara-negara yang sering dilanda gempa

bumi

di

antaranya

India.

Pakistan,

lran,

Cina,

Jepang, Venezuela,

Meksiko.

Filipina, Indoncsia, Amerika S€rikat, s€rta beb€rapa negara

di Afrika

dan Eropa

Timur-

Kerugian terbanyak

terjadi

akibat

dari

besamya getaran yang menyebabkan runtuhnya bangunan dengan struktur yang lemah' Salah satunya

Peristiwa likuifaksi yang

juga

mengakibatkan amblasnya bangunar, miring, dan melongsor, seperti yang terjadi Niigata, Jepang dan di Maumere. lndonesia, tahun 1994.

Peristiwa

likuifaksi

dipengaruhi oleh beberapa

faktor

seperti parameter tanah,

faktor

lingkungan, dan karakteristik gempa-

Disini-akan

dibahas mengenai pengaruh gradasi

butiran ianah'

dari

segi parameter tanah. terhadap peristiwa likuifaksi

1.2

Tujuan

Penelitian

ini

bertujuan

untuk

mengetahui hubungan antam
(4)

1.3

Manfaat

Manfaat

dari

penelitian

ini

adalah untuk mengetahui potensi suatu daerah, apakah termasuk daerah

yaag terlikuifaksi

atau tidak berdasarkan pembagian gradasi butiran tanahnya'

1.4

Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini:

L

Analisa tehadap

gradasi

butiran

tasah' berdasarkan analisis

aYakan-2.

Analisa

penganrh

gradasi butimn tanah

tersebut terhadap magnitude gemPa'

3.

Analisa dari

jenis

tanah

tersebut (berdasarkan pembagian

gadasi

butiran tanahnya) apakah temasuk tanah yang dapat terlikuifaksi atau tidak'

4.

Pengujian dilakukan dengan rnodel di laboratodum'

5.

Beban yang diberikan dicatat menggunakan accelerograf

1.5.

SistematikaPenulisln

Untuk

dapat

mernperoleh

penulisan

yang

sistematis dan
(5)

SIMPT]LAI{ DAN

5.1 Kesimpulan

Dari

penelitian yang dilakukan

terhadap percobaan pada gradasi tanah

yang

berbeda-beda dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :

1.

Kenaikan tegangan

air

pori

yang terjadi

berbeda-beda tergantung

dari

butiran-butiran tanah dan pembagian gradasi butiran tanah.

2.

Pasir halus lebih cepat terlikuifaksi dibandingkan dengan yang berdiameter kasar.

3.

Ponurunan

paling

besar terjadi pada tanah berdiameter halus yaitu sebesar 6 cm.

4.

Tegangan

efektif

mengalami penurunan

seiring

dengan peningkatan tegangan air Pori.

5.

Berdasarkan hubungan tegangan air pori dengan tegangan total dapat diketahui sampel tanah dalam percobaan

ini

mengalami

likuifaksi

dikarenakan tegangan

efektif

tanah mencapai nilai nol.
(6)

Daftar Pusttka

L

Das, Braja M, (kdslated by Mochtar.N.E a'ld Mochtar I.B.), "Mekallika Tanah (Ptinsipprinsip Rekayasa Geoteknis) Jilid 1", Edangga' Jakart4 1995.

2.

Hardiyatmo, hary Cl]tr]lst,dy, Teknik Pohdasi 1, Gtutedia Pustaka Utama,

Jakarta, 1996

3.

Laporan Ptakiknm, Mekanika TaMh, Fakrultas Tekoik, Unive$itas

Andalas

4.

Suyono Sudrrs o, Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi'Pl.admt'apdanit4

Jat<art4 1983

Referensi

Dokumen terkait

kenaikan legangan air pori pada tanah lunak yang secara perlahanlahan akan terdisipdsi yang diikuti dengan rneningkatnya tegangan efektif:.. Dengan meningkatnya

Sementara ini penelitian tentang hubungan antara tekstur tanah (komposisi 7 fraksi yaitu pasir sangat kasar, pasir kasar, pasir sedang, pasir halus, pasir sangat halus, debu

Pada analisis dinding penahan tanah pasir dengan prinsip probablitas ini, hal pertama yang dilakukan adalah mengkonversikan nilai qc dari data CPT untuk mendapatkan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku perpindahan dan tegangan galian berturap pada tanah lempung yang berada di atas tanah pasir menggunakan Program PLAXIS

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model alat simulasi diperoleh nilai angka pori paling kecil pada pasir halus yang mana angka pori (e) = 0,79 dan nilai waktu kejut

Dari rentang gradasi butiran diatas dapat dilihat bahwa tanah di lokasi ini memiliki potensi untuk mengalami likuifaksi karena kurva merah masuk dalam range

Pada Gambar 2 di samping, Seed (1971) menganalisis nilai kurva CRR untuk berbagai tanah yang kemungkinan terdapat butiran halus yang persentasenya berbeda-beda,

Pada penelitian yang telah dilakukan di laboratorium untuk dapat mengetahui hasil dari analisis perbandingan pasir laut dan pasir sungai sebagai agregat halus pada campuran aspal panas