• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aplikasi Manajemen Gizi.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Aplikasi Manajemen Gizi."

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Banyak orang di Indonesia kurang memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang mereka konsumsi. Oleh karena itu kami mengembangkan aplikasi berbasis desktop untuk mengelola gizi seseorang. Aplikasi ini menggunakan algoritma genetika untuk mendapatkan hasil yang optimal. Ini menghasilkan menu makanan rekomendasi dalam hal data berdasarkan status gizi yang diberikan oleh pengguna (tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan aktivitas). Aplikasi ini dikembangkan dengan menggunakan bahasa pemrograman C # (Windows Presentation Foundation).

(2)

ABSTRACT

Many people in Indonesia are paying less attention to the nutritional content of

the food they consume. Therefore we develop a desktop based application to manage a

person’s nutrition. This application employs genetic algorithm to get optimal results. It generates food recommendation menu in term of nutritial based on data provided by user

(height, weight, age, gender, and activity). This application is developed using C#

(Windows Presentation Foundation) language.

(3)

DAFTAR ISI

PRAKATA ... v

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

DAFTAR ISTILAH ... xv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Tujuan ... 2

1.4 Batasan Masalah ... 2

1.5 Sistematika Pembahasan ... 3

BAB II LANDASAN TEORI ... 5

2.1 Algoritma Genetika ... 5

2.1.1 Komponen-komponen Algoritma Genetika... 6

2.2 Ilmu Gizi ... 10

2.2.1 Penjelasan Ilmu Gizi ... 10

2.2.2 Kebutuhan gizi dan akibat yang timbul pada tubuh ... 11

2.2.3 Menghitung berat ideal ... 16

2.2.4 ERR (Estimated Energy Requerement) ... 17

2.3 UML (Unified Modeling Language) ... 18

(4)

BAB III ANALISIS DAN DISAIN ... 22

3.1 Analisis ... 22

3.1.1 Analisa komponen algoritma genetika yang dipakai: ... 24

3.1.2 RoulleteSelection ... 24

3.1.3 Crossover (two-point crossover) ... 25

3.1.4 Mutation ... 26

3.2 Gambaran Keseluruhan ... 26

3.2.1 Persyaratan Antarmuka Eksternal ... 26

3.2.2 Antarmuka dengan Pengguna ... 26

3.2.3 Antarmuka Perangkat Lunak ... 26

3.2.4 Fitur-fitur Produk Perangkat Lunak ... 27

3.3 Disain Perangkat Lunak ... 30

3.3.1 Pemodelan Perangkat Lunak ... 30

3.3.2 Disain Penyimpanan Data ... 41

3.3.3 Disain Antarmuka ... 42

BAB IV PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK ... 50

4.1 Implementasi Class / Modul ... 50

4.1.1 Database Schedule ... 50

4.1.2 Database Nutrient Data ... 51

4.2 Implementasi Penyimpanan Data ... 52

4.2.1 Schedule ... 52

4.2.2 Nutrient Data ... 52

4.2.3 Food Description ... 53

4.2.4 Weight ... 53

4.2.5 ABBREV ... 53

(5)

4.3.1 Form Main Menu ... 54

4.3.2 Form Consult Data ... 55

4.3.3 Form Result (Genetic) ... 59

4.3.4 Form Schedule ... 61

4.3.6 Form Ideal Weight ... 65

4.3.7 Form E-Book... 67

4.3.8 Form About ... 69

BAB V TESTING DAN EVALUASI SISTEM ... 70

5.1 Rencana Pengujian ... 70

5.2 Pelaksanaan Pengujian ... 70

5.2.1 Form Menu ... 70

5.2.2 Form Consulting ... 71

5.2.3 Form Schedule ... 71

5.2.4 Form Reference... 72

5.2.5 Form Ideal Weight ... 72

5.2.6 Form E-Book... 73

5.2.7 Form About ... 73

BAB VI K ESIMPULAN DAN SARAN ... 74

6.1 Kesimpulan ... 74

6.2 Saran ... 74

DAFTAR PUSTAKA ... 75

(6)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Roulette Wheel ... 7

Gambar 2.2 Sistem ... 18

Gambar 2.3 Sub Sistem ... 19

Gambar 2.4 Simbol Activity Diagram ... 20

Gambar 3.1 Diagram sederhana algoritma genetika ... 23

Gambar 3.2 Sistem Aplikasi Manajemen Gizi ... 30

Gambar 3.3 Activity Diagram Get EER ... 36

Gambar 3.4 Activity Diagram Get Food Packet ... 37

Gambar 3.5 Activity Diagram Get Ideal Weight ... 38

Gambar 3.6 Activity Diagram Manage Schedule ... 39

Gambar 3.7 Class Diagram ... 40

Gambar 3.8 Disain Penyimpanan Data ... 41

Gambar 3.9 Main Menu ... 42

Gambar 3.10 Consult Data ... 43

Gambar 3.11 Consult Result ... 44

Gambar 3.12 Scheduling ... 45

Gambar 3.13 Reference ... 46

Gambar 3.14 Ideal Weight ... 47

Gambar 3.15 E-Book ... 48

Gambar 3.16 About ... 49

Gambar 4.1 Database Schedule ... 50

Gambar 4.2 Database Nutrient Data ... 51

Gambar 4.3 Form Main Menu ... 54

Gambar 4.4 Form Consult Data ... 55

Gambar 4.5 Form Result (Genetic) ... 59

Gambar 4.6 Final Result (Genetic) ... 60

Gambar 4.7 Form Schedule... 61

Gambar 4.8 Form Schedule (Final) ... 62

Gambar 4.9 Form Reference ... 63

(7)

Gambar 4.11 Form Ideal Weight ... 65

Gambar 4.12 Final Result (Ideal Weight) ... 66

Gambar 4.13 Form E-Book ... 67

Gambar 4.14 Open Data E-Book ... 67

Gambar 4.15 Final Result E-Book ... 68

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Formulas dan Tables ... 17

Tabel 2.2 Physical Activity Coefficients (PA) ... 17

Tabel 4.1 Schedule ... 52

Tabel 4.2 FD_GROUP ... 52

Tabel 4.3 FOOD_DES ... 53

Tabel 4.4 WEIGHT... 53

Tabel 4.5 ABBREV ... 53

Tabel 5.1 Form Menu ... 70

Tabel 5.2 Form Consulting ... 71

Tabel 5.3 Form Schedule ... 71

Tabel 5.4 Form Reference ... 72

Tabel 5.5 Form Ideal Weight ... 72

Tabel 5.6 Form E-Book ... 73

(9)

DAFTAR ISTILAH

Sedentary: gaya hidup yang santai (tidak banyak melakukan pergerakan pada

tubuh)

Low active: berjalan kaki sekitar 1,5 sampai 3 mil per hari

Active: berjalan kaki lebih dari 3 mil per hari

Skema Pengkodean: skema kode yang ditentukan pada inisialisasi algoritma genetik.

Nilai Fitness: nilai yang dikalkulasikan menjadi nilai optimum.

Seleksi Orang Tua: metode yang dilakukan untuk melakukan seleksi data yang akan dipakai.

Pindah Silang: metode persilangan antar kromosom.

Mutasi: metode yang terjadinya sangat jarang (karena dapat merusak nilai fitness dan bahkan dapat menjadikan nilai fitness semakin baik) sesuai keberuntungan. Elitisme: metode yang dipakai ketika seleksi berlangsung dan berfungsi untuk mempertahankan populasi yang baik.

Penggantian populasi: metode yang dilakukan untuk mengganti populasi dimana untuk mendapatkan nilai yang optimum.

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sekarang ini gizi masyarakat tahun 2010 / 2011 mulai mengalami penurunan, bahkan dalam dokumen RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) 2010-2014 telah diperkirakan mengalami penurunan masalah gizi kurang pada tahun 2014 setinggi-tingginya 8%. Untuk mencapai hal tersebut, telah banyak dilakukan upaya-upaya perbaikan gizi yang dilaksanakan di semua tingkat, mulai tingkat provinsi, kabupaten / kota, bahkan sampai tingkat desa / kelurahan. Kegiatan tersebut bisa bersifat spesifik lokal sesuai permasalahan setempat atau dapat juga bersifat umum serta terintegrasi satu sama lain.

Pengaturan pola makan berdasarkan asupan gizi yang baik tidaklah terlalu mudah. Terdapat berbagai aspek yang berkaitan dalam pemilihan menu makanan yang harus dilibatkan dalam pertimbangan di antaranya:

1. Pengetahuan yang cukup akan pemenuhan asupan gizi pada menu makanan.

2. Pembinaan dari ahli gizi tentang pemilihan jenis makanan / menu makanan.

3. Rekomendasi dari ahli gizi untuk memilih menu makanan dan jam makan di pagi, siang, dan sore hari.

(11)

2

menghasilkan data yang sudah ditentukan dalam bentuk optimal (berdasarkan hasil pendapat dari seorang ahli gizi ataupun referensi yang sudah ada).

(http://kgm.bappenas.go.id/document) 1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas dalam pembuatan aplikasi untuk mengembangkan nutrisi ini adalah:

a) Bagaimana cara membantu seseorang dalam membuat jadwal makan? b) Bagaimana cara membantu seseorang dalam mendapatkan sumber

pengetahuan tentang asupan gizi pada menu makanan?

c) Bagaimana cara untuk membantu seseorang dalam mendapatkan rekomendasi makanan dengan kandungan nutrisi yang optimal?

1.3 Tujuan

Tujuan dibahasnya aplikasi pengembangan nutrisi ini adalah:

a) Merancang sebuah aplikasi penjadwalan untuk jam makan pada pengguna.

b) Adanya sebuah referensi berupa e-book di dalam aplikasi pengembangan nutrisi ini.

c) Penerapan Algoritma Genetika dalam sebuah aplikasi pengembangan nutrisi untuk mengoptimalkan kandungan nutrisi yang ada di dalam tubuh.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah dari aplikasi pengembangan nutrisi ini adalah: a) Aplikasi ini fokus pada pembagian nutrisi, antara lain :

(12)

3

b) Aplikasi pengembangan nutrisi ini digunakan oleh seseorang berdasarkan gender, umur, tinggi badan, berat badan, dan aktivitas (diam, tidak lelah,

lelah, dan sangat lelah) untuk mendapatkan energi (EER) awal pada seseorang.

1.5 Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN

Berisi latar belakang dibuatnya aplikasi pengembangan nutrisi ini, rumusan masalah yaitu masalah yang ingin dipecahkan, tujuan dibuatnya aplikasi pengembangan nutrisi ini menjadi jawaban atas rumusan masalah yang telah dibuat, ada batasan masalah yang menjadi pembatas antara apa yang akan dilakukan dalam penelitian dengan lingkungan luar penelitian dan sistematika penyajian sebagai sitematika dalam penulisan laporan.

BAB II LANDASAN TEORI

Berisi teori penunjang yang akan digunakan dalam membuat aplikasi berbasis aplikasi desktop ini dan penggunaan teknologi yang diterapkan pada Tugas Akhir (TA) ini.

BAB III ANALISIS DAN DISAIN

Bagian ini menjelaskan isi dari desain-desain fitur secara lengkap bagaimana aplikasi pengembangan nutrisi tersebut akan dibangun. Faktor-faktor yang termasuk di dalamnya yaitu:

Desain ER-D (Entity Relational Diagram) Desain UML (Unified Modeling Language) Desain UID (User Interface Design)

Faktor-faktor tersebut akan dijabarkan lagi lebih mendetil dan terstruktur di bagian ini.

BAB IV PENGEMBANGAN PERANGKAT LUNAK

(13)

4

BAB V TESTING DAN EVALUASI SISTEM

Terdiri atas rencana pengujian yang terdiri atas test case dan pelaksanaan pengujian menggunakan metoda Black Box.

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan berisi perbandingan-perbandingan antara perencanaan fitur sebelum dibangun dengan fitur yang dihasilkan. Apakah fitur yang dibangun memenuhi tujuan awal yang diinginkan.

(14)

BAB VI

K ESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Sesuai dengan apa yang sudah dianalisa dan diimplementasikan di BAB sebelumnya, maka:

a) Penjadwalan makan pada seseorang dapat terbantu oleh fitur scheduling, yang berfungsi sebagai pengingat apa yang sudah ditulis

oleh pengguna dari aplikasi ini.

b) Pengguna dapat terbantu dalam pembacaan referensi dari aplikasi ini melalui fitur reference, dimana fitur ini berfungsi untuk membaca dokumen tentang gizi dengan format XPS.

c) Pengguna mendapatkan informasi asupan nutrisi yang cukup membantu dalam penerapan pola makan dengan nutrisi yang optimal. Fitur yang digunakan adalah consulting, dimana fitur ini penerapannya menggunakan Algoritma Genetika yang dapat men-generate hasil kombinasi, persilangan, dan mutasi terhadap paket-paket makanan yang telah tersedia.

6.2 Saran

Hal yang perlu dikembangkan dari aplikasi ini, adalah:

a) Ilmu kedokteran (tentang nutrisi) yang diterapkan bisa lebih dalam lagi.

b) Filterisasi untuk menghasilkan paket makanan lebih detail.

c) Fitur scheduling dapat dikembangkan sehingga berfungsi lebih baik lagi.

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Suyanto, ST. MSc. 2011. Artificial Intelligence. Bandung: Informatika.

Marsden, Kathryn. 2005. The Food Combining Diet: A New, Easy-to-Use Guide to the Most Successful Diet Ever. London: Piatkus.

Nugroho, Adi. 2010. Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Objek dengan Metode USDP. Yogyakarta: Andi.

http://www.indiacurry.com/ncalculators/energycalculator.htm. 26 September 2011, Pk. 16.00.

http://www.scribd.com/doc/14548369/ILMU-GIZI . 22 November 2010, Pk. 20.00.

http://kgm.bappenas.go.id/document. 07 Januari 2012. Pk 20.30.

http://www.civil.iitb.ac.in/tvm/2701_dga/2701-ga-notes/gadoc/gadoc.html. 07 Januari 2012. Pk 20.30.

http://organisasi.org/rumus-menghitung-berat-badan-ideal-normal-indeks-broca-broca-index. 07 Januari 2012. Pk 20.30.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian yang dikemukakan di atas, maka dapat dikemukakan kesimpulan bahwa kinerja BAP S/M Provinsi Sulawesi Tenggara sesuai petunjuk BAN S/M harus

Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Daerah Provinsi Kalimantan Timur memiliki fungsi dan peran yang sangat strategis dalam rangka mengembangkan otonomi daerah selain

Hubungan Arus Kas Operasi terhadap Harga Saham dengan Likuiditas sebagai variabel pemoderasi menunjukkan adanya hubungan yang positif karena semakin tinggi nilai CR akan meyakinkan

Allah q dengan melaksanakan kewajiban dan ditambah dengan berbagai kebaikan sunnah.119 Ketiga tafsiran di atas tidak saling bertentangan, karena masing-masing menyebutkan satu

Dari hasil pengujian, didapatkan bahwa perbesaran jarak sela dan panjang sela dapat memotong tegangan impuls sebesar 1,5 kV sesaat sebelum puncak impuls dengan

disebabkan penyerapan Fe yang tinggi dari tanaman padi, dan perbedaan yang signifikan juga terdapat pada taraf pemberian Fe 128 ppm, bobot kering akar telah

Berdasarkan Tabel 18, dapat dilihat bahwa PDRB sektor perikanan dan kelautan Kabupaten Sukabumi Tahun 2000 – 2006 terus mengalami peningkatan terutama pada subsektor