• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017 PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017 PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO ( )"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO (2006-2012)

SKRIPSI SARJANA Dikerjakan

O L E H

Nama : Juwita Roma Lestari Malau Nim : 130706079

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

(2)

Lembar Pengesahan Pembimbing Skripsi

PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO (2006-2012)

SKRIPSI SARJANA

Dikerjakan Oleh:

Nama : Juwita Roma Lestari Malau Nim : 130706079

Diketahui Oleh:

Pembimbing

Drs. Wara Sinuhaji, M.Hum NIP. 195707161985031003

Skripsi ini diajukan kepada panitia ujian Fakultas Ilmu BudayaUSU Medan untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana Sastra dalam Bidang Ilmu Sejarah.

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

(3)

Lembar Persetujuan Ujian Skripsi

PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO (2006-2012)

Dikerjakan Oleh:

Nama : Juwita Roma Lestari Malau Nim : 130706079

Telah disetujui untuk diajukan dalam ujian Skripsi oleh:

Pembimbing

Drs. Wara Sinuhaji, M.Hum Tanggal:

NIP. 195707161985031003

KetuaDepartemenSejarah

Drs. Edi Sumarno, M.Hum Tanggal:

NIP. 196409221989031001

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2017

(4)

LEMBAR PERSETUJUAN KETUA PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH

DISETUJUI OLEH :

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

2017

PROGRAM STUDI ILMU SEJARAH Ketua Program Studi Ilmu Sejarah,

Drs. Edi Sumarno, M.Hum Tanggal: ………2017 NIP 196409221989031001

(5)

PENGESAHAN

Diterima Oleh :

Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara untuk melengkapi salah satu syarat ujian Sarjana Sastra dalam Jurusan Ilmu Sejarah pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan

Pada :

Tanggal :

Hari :

Fakultas Ilmu Budaya USU Dekan,

Dr. Budi Agustono, MS NIP. 196008051987031001 Panitia Ujian:

No. Nama Tanda Tangan

1. Drs. Edi Sumarno, M.Hum. ...

2. Dra. Nina Karina, M.Sp. ...

3. Drs. Wara Sinuhaji, M.Hum ...

4. Dr. Budi Agustono, MS ...

5. Dra. Ratna, MS ...

(6)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas berkat dan karunia-Nya senantiasa melingkupi penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini.

Penulisan skripsi merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi untuk memperoleh gelar sarjana di Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara. Adapun judul dari penulisan skripsi ini adalah PERKEMBANGAN TABLOID LOKAL SORA SIRULO DI TANAH KARO (2006-2012). Penulisan ini menggambarkan bagaimana sejarah dan perkembangan tabloid Sora Sirulo sebagai media lokal Karo.

Penulis menyadari masih banyak terdapat kekurangan dalam penulisan skripsi ini. Maka dari itu penulis berharap kepada para pembaca untuk memberikan kritik dan saran untuk penyempurnaan skripsi ini. Akhir kata, semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua, terimakasih.

Medan, Agustus 2017

Penulis

Juwita Roma Lestari Malau

NIM. 130706079

(7)

UCAPAN TERIMAKASIH

Puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

Pada kesempatan ini penulis ingin berterimakasih kepada semua pihak yang telah bersedia membantu penulis dengan memberikan doa, materi, moril dan bimbingan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada:

1. Bapak Dr. Budi Agustono, MS., selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara, serta kepada Wakil Dekan beserta Staf pegawai Fakultas Ilmu Budaya, USU.

2. Bapak Drs. Edi Sumarno, M.Hum., selaku Ketua Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya USU. Tidak lupa juga kepada Ibu Dra. Nina Karina, M.Sp., selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Sejarah yang turut membantu dalam kelancaran penulisan ini.

3. Bapak Drs. Wara Sinuhaji, M.Hum, selaku dosen pembimbing penulis yang telahmeluangkan waktu untuk membimbing, memberikan arahan, masukan dan juga motivasi selama pengerjaan skripsi ini.

4. Bapak Drs. Samsul Tarigan., selaku Dosen Penasehat Akademik penulis yang sudah memberikan motivasi untuk penulis.

5. Seluruh staf pengajar Bapak/ Ibu dosen yang telah memberikan ilmunya kepada penulis baik selama masa perkuliahan. Tidak lupa juga kepada Staf

(8)

Administrasi Departemen Sejarah, Bapak Ampera yang telah banyak membantu penulis.

6. Kepada orang tua penulis yaitu Jasmin Malau (Ayahanda) dan Hotmian Rumapea (Ibunda) penyemangat hidupku dan cinta abadiku, terimakasih untuk doa, kasih sayang, nasihat, motivasi dan semua pengorbanan yang tak tergantikan sehingga mampu untuk menjalani cobaan dalam menggapai cita- cita. Skripsi ini kupersembahkan sebagai hadiah kecil dan juga bentuk tanggung jawabku atas kesempatan yang Ayah dan Ibu berikan untuk menikmati bangku kuliah.

7. Kepada orangtua ke-2ku, Uda Sabar Sidauruk dan Inanguda Megawati Rumapea, terimakasih untuk nasihat, bimbingan, dan segala dukungan yang diberikan kepada penulis.

8. Kepada kakak dan adik-adik penulis, kak Theresia Sidauruk, Juliana Malau, Josua Malau, Junanta Malau dan Nael Sidauruk terimakasih untuk dukungan yang diberikan.

9. Terimakasih kepada pimpinan umum tabloid Sora Sirulo Bapak Juara R.

Ginting , Ibu Ita Apulina selaku pimpinan redaksi beserta staff-nya yang telah membantu penulis dalam kelancaran penulisan skripsi ini.

10. Kepada para sahabat saya yang telah menjadi keluarga kecil diperantauan Sri Handayani, Hilda Mauliza, Muhammad Rasyidin dan juga Edo Syahputra Pasaribu, terimakasih untuk motivasi dan dukungan yang telah membantu selesainya penulisan ini.

(9)

11. Kepada Keluarga Besar Ilmu Sejarah Stambuk 2013, Mentari, Ayudiah, Rina Wati, Dina L Sitanggang, Cut Putra Sunjaya, Rahmad Syahputra, Ainul Yaqin, Fenrico A A Pasaribu, Hengky F Manalu, Vickry Hidayatullah, Victor B Iman Nazara, Sion Putra Harefa, Bimasyah Sihite, Jhonson Sirait dan semuanya yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terimakasih untuk semua dukungan dan pengalaman yang kalian berikan.

12. Kepada sahabat- sahabatku Indah Permata Sari Tarigan yang sudah menemani penulis saat penelitian, Alimah Kaban dan Jennyta Rianti Perangin-angin untuk doa dan dukungannya.

13. Kepada senior-senior ilmu Sejarah yang tidak bisa penulis sebutkan satu- persatu terimakasih untuk bimbingan dan juga pengalaman-pengalaman yang telah dibagikan kepada penulis.

Penulis ucapkan terimakasih untuk semua yang telah membantu penulis semoga Tuhan membalas segala kebaikan kalian. Amin.

Medan, Agustus 2017

Penulis

Juwita Roma Lestari Malau

Nim. 130706079

(10)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... i

UCAPAN TERIMAKASIH ... ii

DAFTAR ISI ... v

ABSTRAK ... viii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 11

1.3 Tujuan dan Manfaat ... 12

1.4 Tinjauan Pustaka ... 12

1.5 Metode Penelitian ... 15

BAB II GAMBARAN UMUM TABLOID SORA SIRULO 2.1 Deskripsi Tabloid Sora Sirulo ... 25

2.1.1 Sejarah Tabloid Sora Sirulo ... 25

2.1.2 Visi dan Misi Tabloid Sora Sirulo... 28

2.2 Struktur Organisasi Tabloid Sora Sirulo ... 28

(11)

2.3 Rubrik Tabloid Sora Sirulo ... 31

BAB III PERKEMBANGAN TABLOID SORA SIRULO 3.1 Surat Kabar di Tanah Karo ... 36

3.2 Wilayah Persebaran Tabloid Sora Sirulo ... 37

3.3 Jumlah Produksi Tabloid Sora Sirulo ... 38

3.4 Hambatan Yang Dialami Tabloid Sora Sirulo ... 39

3.5 Iklan di Tabloid Sora Sirulo ... 43

BAB IV PERANAN TABLOID SORA SIRULO TERHADAP MASYARAKAT DI KABUPATEN KARO 4.1 Bidang Penerangan/Informasi ... 46

4.2 Bidang Pertanian ... 48

4.3 Bidang Kebudayaan ... 53

4.4 Bidang Pendidikan ... 57

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan ... 60

5.2 Saran ... 61

(12)

DAFTAR PUSTAKA ... 63

DAFTAR INFORMAN ... 65

LAMPIRAN Lampiran 1 ... 67

Lampiran 2 ... 68

Lampiran 3 ... 69

Lampiran 4 ... 70

Lampiran 5 ... 71

Lampiran 6 ... 72

Lampiran 7 ... 73

Lampiran 8 ... 74

Lampiran 9 ... 75

Lampiran 10 ... 76

(13)

ABSTRAK

Skripsi ini berjudul Perkembangan “ Tabloid Lokal Sora Sirulo Di Tanah Karo (2006-2012)”.penulisan skripsi ini mengkaji bagaimana sejarah dan perkembangan Tabloid Sora Sirulo sebagai salah satu media lokal yang ada di Tanah Karo. Penelitian skripsi ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.

Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tabloid Sora Sirulo memiliki peran yang penting bagi masyarakat terlebih bagi etnis Karo sebagai wadah untuk mendapatkan informasi kedaerahan yang lebih fokus. Dengan adanya tabloid lokal Karo maka segala peristiwa yang terkait etnis Karo dapat diberitakan dengan lebih khusus dan juga dapat menjadi alat untuk melestarikan kebudayaan, karena dengan diberitakannya tentang kebudayaan, maka secara tidak langsung para pembacanya akan mengetahui atau mengingat kebudayaan tersebut, dan ini sangat baik untuk kelestarian suatu kebudayaan. Namun, tabloid lokal yang fokus dalam memberitakan kedaerahannya membuat tabloid Sora Sirulo dalam beberapa kesempatan kurang objektif dalam memberitakan sebuah peristiwa. Dan dengan kemajuan teknologi dan juga hambatan dana yang dialami oleh Sora Sirulo membuat Sora Sirulo akhirnya berubah dari media cetak menjadi media online (daring). Melalui penelitian sejarah maka perkembangan sebuah media dan hambatan yang dialaminya dapat ditelusuri sehingga dapat menjadi acuan bagi media cetak lain untuk dapat tetap memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Kata Kunci: Tabloid, Lokal, Sora Sirulo

(14)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Komunikasi merupakan kebutuhan kodrati manusia yang merupakan persyaratan mutlak bagi perkembangan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan komunikasi manusia menyampaikan perasaan, pikiran, pendapat, sikap dan informasi kepada sesamanya secara timbal balik. Komunikasi adalah pembawaan dari sifat manusia, dengan cara itu ia membentuk kehidupan bersama.Manusia sebagai makhluk sosial tentu memerlukan informasi untuk mempermudah manusia dalam menjalankan aktivitasnya, baik itu informasi pendidikan, kesehatan, hiburan, politik dan lain-lain.Makin maju masyarakat, semakin berkembanglah lalu lintas komunikasi. Salah satu wadah informasi yang tersedia bagi masyarakat adalah media massa.Salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan adalah melalui “pers” yang lahir dari kebutuhan rohaniah manusia.1

Pers, dalam pengertian yang luas adalah media tercetak atau elektronik yang menyampaikan laporan dalam bentuk fakta, pendapat, ulasan, dan gambar kepada masyarakat luas secara reguler. Laporan itu mulai dari pengumpulan materi sampai penyiarannya, merupakan pekerjaan jurnalistik atau kewartawanan. Dalam pengertian

1F.Rachmadi., Perbandingan Sistem Pers(Jakarta: PT Gramedia,1990), hal. 2.

(15)

terbatas, pers adalah media tercetak seperti surat kabar harian, surat kabar mingguan, majalah dan buletin. Media elektronik meliputi radio, film dan televisi.2

Salah satu media massa yang sudah ada sejak lama dan masih bertahan sampai sekarang ini adalah koran. Surat kabar atau disebut juga koran (dari bahasa Belanda courant), adalah media komunikasi massa yang diterbitkan secara berkala dan bersenyawa dengan kemajuan teknologi pada masanya dalam menyajikan tulisan berupa berita, feature3, pendapat, cerita rekaan (fiksi), dan bentuk karangan yang lain. Tujuan dasar surat kabar adalah memperoleh berita dari sumber yang tepat untuk disampaikan secepat dan selengkap mungkin kepada para pembacanya.4Menurut Wilbur Schramm, surat kabar merupakan buku harian tercetak bagi manusia. Bahkan Bernard Berelson, mengatakan kalau masyarakat merindukan surat kabar harian mereka, maka itu berarti bahwa mereka merindukan suatu alat yang diperlukan bagi kehidupan sehari-hari. Surat kabar merupakan sumber informasi terperinci dan interpretasi tentang masalah-masalah umum.5

Salah satu sebab, mengapa orang membaca surat kabar ialah karena ia perlu mengetahui perkembangan lingkungan dan masyarakat, tempat ia hidup. keperluan itu menjadi keharusan, agar ia dapat bertahan hidup.6 Orang membaca surat kabar bukan

2 Tim Penyusun Ensiklopedi Nasional Indonesia., Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 15 ( Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka 1996), hal. 432.

3Feature adalah tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca.

4Ibid., hal. 431.

5 F. Rachmadi., op.cit. hal. 19.

6Anonim., Persuratkabaran Indonesia Dalam Era Informatika Perkembangan, Permasalahan

(16)

hanya untuk mengetahui kejadian tetapi perkembangan kejadian, dengan mengetahui perkembangan, orang tidak mempunyai pengetahuan tentang situasi tetapi bila perlu ia juga dapat menyesuaikan dengan situasi atau malahan mencoba menguasai situasi itu untuk kepentingannya.

Berdasarkan formatnya surat kabar atau koran modern biasanya terbit dalam salah satu dari tiga ukuran :

1. Lembar-lembar (broadsheet) (29½ X 23½ inci), biasanya berkesan lebih intelektual.

2. Tabloid, setengah ukuran broadsheet, dan sering dipandang sebagai berisi kabar-kabar yang lebih sensasional.

3. Barliner atau midi (470x315 mm), yang digunakan surat kabar di Eropa seperti Le Monde.7

Dalam sejarah persuratkabaran, ia lahir karena kebutuhan manusia akan berita yang aktual. Surat kabar itu memuat berita yang aktual sejak permulaan diterbitkannya dalam abad ketujuh belas, dijadikan ciri khas yang membedakan surat kabar dari buku dan penerbitan-penerbitan lainnya. Aktual berarti “baru saja terjadi”.

Tetapi arti kata aktual sebenarnya lebih luas lagi, kecuali baru saja terjadi, peristiwa yang diberitakan itu juga menarik masyarakat.8

7 Wikipedia Dalam Website Https://Id.M.Wikipedia.Org/Diakses Pada Kamis, 27 April 2017, Pukul 21.00 Wib.

8 Anonim., op.cit. hal. 3.

(17)

Pers atau surat kabar yang berfungsi sebagai penyebar informasi dapat berperan dalam penyampaian kebijaksanaan dan program pembangunan kepada masyarakat.9Surat kabar pertama yang ada didunia, Avisa Relation Oder Zeitung, terbit pada tanggal 15 Januari 1609 di Augsburg, Jerman, setelah sekitar 169 tahun penemuan mesin cetak.10 Di Indonesia jauh sebelum ada surat kabar, Gubernur Jenderl Jan Pieterszoon Coen (1587-1629) pada tahun 1615 memprakarsai penerbitan Memorie der Nouvelles. Ini adalah prasurat-kabar tulisan tangan yang berisi berita-berita dari Nederland untuk kalangan pejabat VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie, Perserikatan Dagang Hindia Timur) yang dikirimkan sampai sejauh Ambon.11. VOC sangat alergi terhadap koran karena takut kegiatan perdagangannya terganggu. Ketika Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang bersikap liberal diangkat sebagai gubernur jenderal pada tahun 1743, Jan Edmans Jordens, pegawai Kantor Sekretariat Negara, mengajukan permohonan untuk menerbitkan surat kabar untuk masa kontrak tiga tahun.

Izin pun diberikan, dan terbitlah pada tanggal 7 Agustus 1744 koran berukuran folio bernama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen (Berita dan Penalaran Politik Batavia), di wilayah nusantara ini. Surat kabar sendiri memiliki sejarah yang panjang dan juga sangat berpengaruh besar bagi suatu bangsa terlebih bagi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Pada zaman dahulu sebelum media massa lain seperti televisi dan radio berkembang, surat kabar merupakan penyebar informasi yang sangat berperan penting

9Ibid., hal. 1.

10 Tim Penyusun Ensiklopedi Nasional Indonesia., op.cit. hal. 431.

(18)

bagi manusia. Seperti yang kita ketahui pada saat zaman merebut kemerdekaan Indonesia para pejuang telah menggunakan surat kabar untuk menyebarkan rasa nasionalismenya kepada seluruh rakyat Indonesia. Hal ini dapat dibuktikan oleh sejarah, bahwa dalam tahun 1916 itu tahun-tahun setelah kebangkitan nasional di Medan terbit surat kabar yang diberi nama “Benih Merdeka”, kemudian dibuang kata “benih” tinggal kata “merdeka” saja.12

Pers di Indonesia memiliki dinamika yang cukup menarik, dimana pada saat zaman orde baru pers tidak sebebas zaman sekarang. Pada zaman orde baru terjadi banyak pembredelan terhadap surat kabar - surat kabar yang menurut pemerintah melanggar aturan ataupun tidak mau berkordinasi dengan pemerintahan. Tentu hal ini membuat surat kabar tidak bebas memberikan pendapat ataupun menyuarakan fakta fakta yang ada yang sudah menjadi keharusan dari surat kabar sendiri yaitu menyampaikan kejadian-kejadian yang aktual dan fakta atau tidak direkayasa. Hal ini tentu memberi tekanan bagi pers. Selain dari banyaknya pembredelan surat kabar oleh pemerintah, proses untuk mendirikan perusahaan penerbitan pers pada zaman orde baru juga cukup rumit. Seperti yang tertulis dalam Pedoman Untuk Memperoleh Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) dalam Bab 1 Perusahaan Penerbitan Pers yaitu: A.

Badan Hukum ; 1. Perusahaan/penerbitpers yang menyelenggarakan penerbitan pers harus berbentuk badan hukum yang dibuat di hadapan Notaris atau instansi yang berwenang untuk itu. Bentuk badan hukum perusahaan/penerbit pers ditetapkan sebagai berikut:

12 Muhammad TWH., Perlawanan Pers Sumatera Utara Terhadap Gerakan PKI (Medan:

Yayasan Pelestarian Fakta Perjuangan Kemerdekaan RI 1996),hal.2.

(19)

1. Perseroan Terbatas (PT) 2. Koperasi

3. Yayasan

4. Badan Usaha Milik Negara.13

Hal ini sangat berbeda pada saat zaman reformasi, dimana surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP) sudah tidak diperlukan lagi sejak UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers diberlakukan. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang baru (UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers) bahwa memang tidak ada kewajiban untuk membuat surat izin usaha penerbitan pers (SIUPP). Yang wajib dan harus dibuat hanya sebagai berikut :

1. Perusahaan pers wajib mengumumkan nama, alamat dan penanggung jawab secara terbuka melalui media yang bersangkutan. Khusus untuk penerbitan pers ditambah nama dan alamat percetakan. (pasal 12).

2. Perusahaan pers hanya berkewajiban melaporkan data perusahaan ke dewan pers (pasal 15 ayat 2 point f).14

Kebebasan pers yang juga tercantum dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 40 TAHUN 1999 TENTANG PERS dalam salah satu pertimbangannya yaitu:

13 Djuroto Totok.,Manajemen Penerbitan Pers (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 2004). hal.

117.

14Website http ://www.Surat-Ijin-Usaha-Penerbitan-Pers. Diakses pada Minggu, 18 Juni 2017,

(20)

Bahwa kemerdekaan pers merupakan salah satu wujud kedaulatan rakyat dan menjadi unsur yang sangat penting untuk menciptakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang demokratis, sehingga kemerdekaan mengeluarkan pikiran dan pendapat sebagaimana tercantum dalam pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 (pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 menjamin kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan. Pers meliputi media cetak, media elektronik dan media lainnya merupakan salah satu sarana untuk mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan tersebut) harus dijamin.15

Dengan undang-undang dan pemerintahan baru, siapa pun bisa menerbitkan dan mengelola pers. Siapa pun bisa menjadi wartawan dan masuk dalam organisasi pers mana pun. Tak ada lagi kewajiban hanya menginduk pada satu organisasi pers, seperti ditegaskan Pasal 9 Ayat (1) UU Pokok Pers No. 40/1999, setiap warga negara Indonesia dan negara berhak mendirikan perusahaan pers.

Secara kuantitatif, dalam lima tahun pertama era reformasi 1998-2003, jumlah perusahaan penerbitan pers di Indonesia mengalami pertumbuhan sangat pesat. Dalam kurun waktu ini setidaknya tercatat 600 perusahaan penerbitan pers baru, 50 diantaranya terdapat di Jawa Barat. jumlah ini sama dengan jumlah perusahaan penerbitan pers lama dalam era Orde Baru. Harus diakui, hasrat dan minat masyarakat menerbitkan pers dalam lima tahun pertama masa reformasi bagaikan jamur di musim hujan.

15Djuroto Totok., op.cit, hal. 152.

(21)

Dengan adanya peraturan yang baru ini pada masa reformasi maka hak dari kebebasan pers sudah dikembalikan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu sejak dikeluarkannya peraturan pers yang baru ini maka dunia persurat kabaran di Indonesia kembali bernafas lega dan muncullah surat kabar-surat kabar baru baik di tingkat nasional, provinsi maupun daerah.

Melihat sejarah panjang persuratkabaran di Indonesia dan di Medan khususnya tentu surat kabar memiliki arti yang sangat mendalam bagi masyarakat. Terlebih saat masa revolusi. Namun, setelah Indonesia merdeka dan dengan kemajuan teknologi berkembang sangat pesat seperti media elektronik, sekarang surat kabar sudah sangat jauh menurun. Padahal surat kabar memiliki nilai yang sangat berarti.

Media cetak mempunyai kelebihan kultural yang tidak dimiliki oleh media elektronik. Media cetak, termasuk surat kabar memberikan kesempatan berpikir, berefleksi kepada khalayak pembacanya, dan justru pada proses refleksi itulah, letak sumber kesanggupan manusia berfikir dan berkomunikasi dengan dirinya sendiri maupun dengan lingkungannya.16 Terlebih media-media lokal. Media lokal tentu akan lebih memahami permasalahan dalam kawasannya dan akan lebih tepat sasaran penyelesaian dan penyebaran informasinya. Dan tentu ini akan sangat membantu masyarakat lokal. Di dalam pers pedesaan ada 4 elemen yang perlu diperhatikan.

Keempat itu adalah :

(22)

1. Bahwa pers pedesaan pada umumnya dapat dianggap sebagai penunjang pada pers umum. Ia tidak dianggap sebagai pers yang bersaing di dalam mendapatkan sumber berita.

2. Pers pedesaan pada umumnya tidak dianggap sebagai medium yang sifatnya komersial.

3. Pers pedesaan pada umumnya tidak dianggap sebagai pers partisan politik, akan tetapi lebih tepat dianggap sebagai pers pelopor kesejahteraan dan kemajuan desa.

4. Pers pedesaan pada umumnya dipandang sebagai kelanjutan dari kontak sosial antar individu atau antar pembacanya. Oleh karena berita-berita yang disajikan di dalam pers pedesaan tersebut adalah berita-berita yang menyangkut setiap interaksi di antara atau di dalam desa itu sendiri.17

Keempat elemen diatas merupakan nilai lebih dari media lokal atau pers pedesaan. Media lokal akan lebih fokus mengangkat permasalahan-permasalahan di wilayah lokal tersebut. Dengan adanya media lokal juga akan memberi wadah untuk budaya lokal tetap diberitakan, tentu hal ini akan sangat baik bagi kebudayaan tersebut agar selalu diingat oleh masyarakatnya.

Berdasarkan pemaparan diatas peneliti tertarik untuk mengangkat“Perkembangan Tabloid Lokal Sora Sirulo di Tanah Karo (2006-2012)”, karena tabloid juga merupakan media informasi yang tidak kalah penting dibanding koran dan majalah bagi kehidupan manusia. Tabloid dapat diartikan sebagai surat kabar

17 Departemen Penerangan RI 1., Koran Masuk Desa., 1982. hal. 153.

(23)

kecil berukuran separuh dari ukuran standar surat kabar yang biasanya disajikan dengan gaya jurnalistik yang khas yang isinya menyesuaikan diri terhadap keperluan informasi dari pembacanya, artinya isi dan pesan dalam sebuah tabloid sangat terbatas dan terfokus kepada suatu bidang yang kemudian menjadi identitas dari tabloid itu sendiri.18 Hal ini merupakan sesuatu yang penting bagi peneliti karena dengan adanya tabloid lokal atau daerah merupakan suatu prestasi atau hal yang sangat baik bagi perkembangan informasi di daerah tersebut. karena ini menunjukkan ada media yang membahas hal khusus daerah tersebut. Surat kabar lokal (daerah) memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Apa yang disajikan melalui surat kabar lokal adalah hal yang penting bagi masyarakat untuk menjalani hidupnya, melindungi dirinya, menjalin ikatan satu antara yang lainnya.19 Hampir semua media massa yang ada di Indonesia merupakan importir nilai-nilai luar (terutama Amerika Serikat). Media massa sering menyiarkan berita-berita tentang cara berpakaian, jenis dan cara makan, dan perilaku masyarakat Amerika Serikat. Informasi ini, rupanya, diadopsi oleh bangsa Indonesia secara cepat. Akibatnya, cara berpakaian, makanan dan perilaku sebagian besar masyarakat Indonesia (terutama di kota-kota besar), sudah seperti warga Amerika Serikat.20 Disebut hal yang sangat baik karena dengan adanya tabloid lokal maka hal-hal kedaerahan akan tetap mendapat tempat di kehidupan masyarakat, masyarakat akan tetap diingatkan akan identitas dirinya. Media lokal juga pastinya lebih memahami

18 Website http://www.UEU-Undergraduate-2754-Bab1.pdf.com. Diakses pada Rabu, 15 Maret 2017, pukul 02:00 WIB.

19 Website http://www.S2-2014-339405-chapter1.pdf.com. Diakses pada Kamis, 9 Maret 2017, pukul 00:25 WIB.

20 Ana Nadhya Abrar., Panduan Buat Pers Indonesia, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1995) hal.

68.

(24)

bagaimana keadaan atau kondisi suatu daerah yang dicakupnya, sehingga akan memberikan informasi yang lebih tepat sasaran, karena koran nasional pastinya akan memuat berita-berita yang sangat luas cakupannya.

Peneliti juga tertarik untuk mengangkat tabloid lokal karena seperti yang kita ketahui bahwa pada saat era yang sudah sangat modern ini dimana dunia hiburan dan teknologi sudah sangat maju, mengapa Tabloid Sora Sirulo masih tetap eksis atau bertahan dalam memberikan informasi-informasi kedaerahannya. Dan menurut dari wawancara saya kepada beberapa wartawan dan agen koran bahwa sebagai media informasi Sora Sirulo merupakan tabloid yang paling banyak peminatnya dan masih bertahan sampai sekarang meskipun pada tahun 2012 sudah beralih menjadi media online. Hal ini menarik perhatian saya untuk meneliti apa yang membuat tabloid Sora Sirulo ini tetap eksis sebagai tabloid cetak.

Periodisasi dimulai pada tahun 2006 karena Tabloid Sora sirulo pertama kali didirikan sedangkan batas kajian pada tahun 2012 karena tahun 2012 merupakan tahun dimana tabloid Sora Sirulo berubah menjadi media elektronik.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti membuat rumusan masalah sebagai acuan untuk penelitian ini yaitu :

1. Bagaimana sejarah berdirinya Tabloid Sora Sirulo?

2. Bagaimana perkembangan Tabloid Sora Sirulo?

(25)

3. Bagaimana peranan Tabloid Sora Sirulo terhadap masyarakat di Kabupten Karo?

1.3. Tujuan Dan Manfaat

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk menjelaskan bagaimana sejarah berdirinya Tabloid lokal Sora Sirulo.

2. Untuk menjelaskan bagaimana perkembangan Tabloid Sora Sirulo.

3. Untuk menjelaskan bagaimana peranan Tabloid Sora Sirulo terhadap masyarakat di kabupaten Tanah Karo.

Selain memberikan tujuan yang sesuai dengan di atas, diharapkan dari penelitian ini juga memberikan manfaat sebagai berikut:

1. Menambah literatur penelitian untuk lembaga akademis khususnya dalam bidang perkembangan persuratkabaran dikalangan masyarakat.

2. Memperkaya pengetahuan masyarakat tentang Peranan Tabloid Lokal Sora Sirulo terhadap masyarakat Tanah Karo

3. Memperluas wawasan peneliti lebih dalam lagi tentang Peranan Tabloid lokal Sora Sirulo terhadap masyarakat di Tanah Karo.

1.4. Tinjauan Pustaka

Dalam kajian ini selain akan melakukan penelitian ke lapangan. Penelitian juga menggunakan beberapa literatur kepustakaan berupa buku-buku dan laporan sebagai studi kepustakaan yang akan dilakukan selama penelitian.

(26)

Berkaitan dengan kajian yang akan dilakukan, terdapat beberapa karya tulis yang digunakan. Pertama, Muhammad TWH, dalam bukunya yang berjudul, “Perlawanan Pers Sumatera Utara Terhadap Gerakan PKI”, memaparkan sejarah pers yang ada di

Sumatera Utara dan terfokus pada pers sebagai wadah para pejuang untuk menyebarkan nasionalisme dan menyuarakan ketidakadilan yang diterima dari para penjajah. Buku ini juga memaparkan surat kabar-surat kabar pertama kali yang ada di kota Medan dan juga surat kabar yang ada di wlayah lainnya di Sumatera Utara. Buku Muhammad TWH ini membantu peneliti untuk mengetahui bagaimana sejarah persuratkabaran di Sumatera Utara.

Kedua, Robert Peerboom, dalam bukunya yang berjudul, “Surat Kabar”, memaparkan arti dan fungsi surat kabar, dan juga menjelaskan surat kabar dari tinjauan sejarah. Buku ini juga memaparkan perkembangan surat kabar di abad ke-20. Juga memaparkan makna dari berita yang merupakan hal terpenting dari surat kabar. Buku Robert Peerboom ini sangat membantu peneliti untuk memahami apa itu arti surat kabar dan bagaimana sejarah surat kabar pertamakalinya.

Ketiga, Mohammad Said, dalam bukunya, “Sejarah Pers Di Sumatera Utara”, memaparkan sejarah dan peranan pers di Sumatera Utara, buku ini juga memaparkan surat kabar nasional pertama yang ada di Sumatera Utara, juga surat kabar-surat kabar yang menyuarakan nasionalisme dan penentangan-penentangan terhadap penjajah. Buku ini juga memaparkan bagaimana situasi dan kondisi persuratkabaran pada masa revolusi di Sumatera Utara pada saat itu. Buku ini membantu peneliti untuk mamahami

(27)

bagaimana situasi persuratkabaran pada masa revolusi dan juga bagaimana isi dominan dari surat kabar yang ada pada saat masa revolusi.

Keempat, M.Gandhi, dalam bukunya yang berjudul, “ Undang-Undang Pokok Pers”, memaparkan undang-undang dalam dunia Pers, karena masyarakat tidak

mengetahui bahwa dunia Pers memiliki peraturannya sendiri, buku ini juga menjelaskan bagaimana hak dan kewajiban Pers serta membahas bagian-bagian Pers keseluruhannya.

Buku ini sangat membantu peneliti untuk memahami secara lebih spesifik tentang dunia Pers.

Kelima, Hikmat Kusumaningrat, dalam bukunya, “Jurnalistik, Teori Dan Praktik”, memaparkan jurnalistik dan sejarahnya, memaparkan apa itu berita,

bagaimana cara menghimpun berita, wartawan, kendala-kendala dalam menghimpun berita, menulis dan gaya penulisan berita dan bagian-bagian spesifik dari jurnalistik lainnya, buku ini sangat membantu peneliti dalam penelitiannya untuk memahami gaya penulisan dari surat kabar yang akan diteliti dan juga membantu peneliti untuk memahami bagaimana isi atau sifat dari suatu surat kabar.

Keenam, Sinar Harapan, dalam buku, “Persuratkabaran Indonesia Dalam Era Informasi”, memaparkan cara untuk memahami isi dari surat kabar, manajemen

persurat kabaran, periklanan surat kabar, percetakan, hukum/etik pers dan juga membahas wartawan, buku ini membantu peneliti untuk dapat lebih memahami surat kabar secara keseluruhan yang akan memudahkan peneliti dalam proses menilai surat kabar yang akan diteliti.

(28)

Ketujuh, Departemen Penerangan RI, dalam buku, “Koran Masuk Desa”, memaparkan jurnalistik pedesaan dan juga manfaat koran masuk desa bagi kelancaran pemerintahan desa, buku ini akan sangat membantu peneliti untuk memahami fungsi dari media lokal bagi wilayah setempat maupun pemerintah, sehingga peneliti dapat memahami bagaimana tabloid lokal Sora Sirulo yang akan saya teliti berfungsi bagi pemerintah dan juga masyarakatnya.

1.5. Metode Penelitian

Metode sejarah sebagai proses menguji dan menganalisa kesaksian sejarah guna menemukan data yang otentik dan dapat dipercaya, serta usaha sintesis atas data semacam itu menjadi kisah sejarah yang dapat dipercaya.21

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disistematiskan langkah-langkah dalam penelitian sejarah sebagai berikut:

1. Pengumpulan sumber atau data (heuristik) yang penulis lakukan adalah dengan mengunjungi perpustakaan Universitas Sumatera Utara dan mendapatkan beberapa buku yang berkaitan dengan kajian skripsi seperti Panduan Buat Pers Indonesia, Koran Masuk Desa, Surat Kabar, Sejarah Pers Di Sumatera Utara, dan Perlawanan Pers Sumatera Utara Terhadap Gerakan PKI. Tidak hanya keperpustakaan Universitas Sumatera Utara, penulis juga mengumpulkan buku- buku atau data dari perpustakaan Universitas Negeri Medan dan mendapatkan beberapa buku dan skripsi yang berkaitan dengan penulisan skripsi penulis

21 Abdurrahman Dudung., Metode Penelitian Sejarah,(Jakarta: Logos Wacana Ilmu,1999), hal.44

(29)

seperti : ensikloedia Jilid 15 dan Jilid 13 dan buku Booming Surat Kabar. Penulis juga mencari buku ke Perpustakaan Daerah Kota Medan dan mendapatkan buku Analisa Isi Surat Kabar- Surat Kabar Indonesia dan Panduan Buat Pers Indonesia. Selanjutnya penulis melakukan penelitian ke Kantor Bupati Tanah Karo di bagian Kominfo dan Humas, namun sebelum melakukan penelitian di Kantor Bupati tersebut penulis mengurus/membuat surat izin penelitian mengikuti prosedur yang ditetapkan oleh Kantor Bupati Karo yaitu dengan meminta surat izin/pengantar dari Kantor Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, kemudian setelah surat izin keluar maka selanjutnya penulis mengurus surat izin/pengantar ke Pemerintahan Kabupaten Karo, Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat. Setelah surat izin keluar barulah penulis bisa melakukan penelitian di Kominfo dan Humas di Kantor Bupati Karo. Selain itu, penulis juga mencari tabloid Sora Sirulo kebebrapa tempat yaitu ke penjual buku-buku bekas di Pajak Buku Titi Gantung Medan, agen Koran di Kabanjahe, dan beberapa penjual buku di Kabanjahe dan Berastagi, juga ke Perpustakaan Daerah Karo dan Penulis juga mengunjungi Taman Baca Masyarakat Tengku Lukman Sinar tetapi tidak mendapatkan buku yang berkaitan, tetapi pada akhirnya penulis mendapatkan tabloid Sora Sirulo dari agen koran di Berastagi yang dulunya adalah salah satu wartawan dari tabloid Sora Sirulo.

Selain studi pustaka penulis juga melakukan wawancara kepada orang-orang yang berkaitan dengan skripsi penulis yaitu Pemimpin Umum dari Tabloid Sora

(30)

Sirulo yaitu Bapak Juara R Ginting, Pimpinan Redaksi Tabloid Sora Sirulo yaitu Ibu Ita Apulina Tarigan dan beberapa mantan wartawan di Tabloid Sora Sirulo yaitu Bapak Simpang Umum Ginting, Bapak Budiman Sinulingga. Penulis juga mewawancarai agen koran terbesar dan terlama di Kabanjahe yaitu Bapak S.

Pelawi dan juga mewawancarai Humas dari Kantor Bupati Karo.

2. Setelah mendapatkan sumber-sumber data yang diperlukan dalam penulisan maka tahap selanjutnya melakukan kritik sumber.22 Kritik dilakukan untuk memastikan apakah sumber-sumber yang didapat adalah asli atau sudah dirubah dan juga membandingkan apakah data-data yang sudah diperoleh relevan atau berkesinambungan satu sama lain.

3. Setelah mengkritik sumber maka penulis selanjutnya menyimpulkan kesaksian yang dapat dipercaya berdasarkan bahan-bahan yang otentik; ataupun interpretasi atau penafsiran fakta-fakta yang didapat berdasarkan bahan-bahan yang sudah dikritik kemudian menyimpulkan untuk diceritakan kembali ke dalam sebuah bentuk tulisan (historiografi).

4. Tahap terakhir adalah melakukan historiografi yaitu penulisan dari kajian penelitian yang sudah dilakukan.Penyusunan kesaksian yang dapat dipercaya itu menjadi suatu kisah atau penyajian yang berarti; ataupun historiografi atau penulisan interpretasi yang dituangkan secara sistematis dan kronologis.

22 Kritik sumber dilakukan dengan dua cara yaitu kritik intern dan kritik ekstern. Kritik intern yaitu suatu langkah untuk menilai isi dari sumber-sumber yang telah di kumpulkan. Tujuannya untuk mendapatkan kredibilitas sumber, apakah sumber dapat dipercaya atau tidak. Kritik ekstern dilakukan untuk mengetahui otentisitas sumber memilah apakah dokumen itu diperlukan atau tidak, serta menganalisis apakah dokumen yang telah dikumpulkan asli atau tidak dengan mengamati tulisan, ejaan, jenis kertas serta apakah dokumen masih utuh atau sudah di ubah sebagian. Lihat Kuntowijoyo, Pengantar Ilmu Sejarah, (Yogyakarta: Yayasan Bentang Budaya, 1995), hal. 99.

(31)

BAB II

SEJARAH SURAT KABAR DI SUMATERA UTARA DAN GAMBARAN UMUM TABLOID SORA SIRULO

Sebelum membahas bagaimana sejarah persuratkabaran di Indonesia dan khususnya di Sumatera Utara dan juga bagaimana gambaran umum dari media yang penulis teliti yaitu tabloid Sora Sirulo, penulis akan menjabarkan terlebih dahulu pengertian dari pers daerah dan juga media lokal.

Pengertian media lokal merujuk pada sistim atau jaringan media yang berada di suatu lokal atau daerah tertentu. Dan media lokal adalah media massa yang muatan isi medianya bersifat berita-berita lokal atau khas kedaerahan atau tentang daerah tertentu.

Media lokal memililki kantor pusat operasi kegiatan, staf dan organisasi-manajemen di daerah tertentu. Karena karakter “daerah” melekat pada unsur Media Lokal ini maka orang sering menyebut Media Lokal sebagai Pers Daerah.

Sementara Pers Daerah adalah suatu sistim atau jaringan media massa yang berasal atau melakukan aktivitas kegiatan jurnalistik media dengan dukungan insan- insan pers atau wartawan dan komunitas pers nasional yang berada di suatu daerah tertentu.

Dengan demikian jaringan media massa atau jaringan pers yang eksis dan operasional di bumi Indonesia komposisinya adalah :

(32)

1. Pers Nasional yaitu Jaringan Pers atau Media Massa yang berkantor pusat dan eksis melakukan kegiatan jurnalistik di tingkat nasional umumnya di Jakarta.

2. Pers Daerah atau Media Lokal yaitu Jaringan Media yang eksis melakukan kegiatan jurnalistik dan berada di lokasi, lokal atau daerah tertentu di daerah provinsi, kabupaten-kota dan umumnya berada diluar kota Jakarta.

3. Pers Asing yaitu Jaringan Pers atau Media Massa asing atau yang berasal dari luar negeri/negeri lain yang berkantor pusat dan eksis melakukan kegiatan jurnalistik di wilayah negara RI.23

Demikianlah pengertian dari pers daerah dan media lokal, selanjutnya penulis akan menjabarkan secara singkat sejarah persuratkabaran mulai dari Indonesia, Sumatera Utara khususnya Medan dan juga kota-kota lain yang ada di Sumatera Utara.

Surat kabar pertama yang ada didunia, Avisa Relation Oder Zeitung, terbit pada tanggal 15 Januari 1609 di Augsburg, Jerman, setelah sekitar 169 tahun penemuan mesin cetak.24 Di Indonesia jauh sebelum ada surat kabar, Gubernur Jenderl Jan Pieterszoon Coen (1587-1629) pada tahun 1615 memprakarsai penerbitan Memorie der Nouvelles. Ini adalah prasurat-kabar tulisan tangan yang berisi berita-berita dariNederland untuk kalangan pejabat VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie, Perserikatan Dagang Hindia Timur) yang dikirimkan sampai sejauh Ambon.25

23 Mustam Arif., Mengawal Media agar Tak Jadi Tirani, Jurnal Dewan Pers, edisi ke-5,Mei 2011, hal. 78.

24 Tim Penyusun Ensiklopedi Nasional Indonesia., Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 15(Jakarta: PT Cipta Adi Pustaka 1996), hal. 431.

25Ibid., hal. 432.

(33)

Surat kabar pertama di Indonesia baru terbit hampir seabad setelah kedatangan percetakan pertama. Percetakan pertama di Indonesia tiba pada tahun 1659, dan yang kedua pada tahun 1712. Percetakan itu umumnya digunakan oleh VOC untuk keperluannya sendiri, umpamanya untuk membuat surat edaran kematian.26 VOC sangat alergi terhadap koran karena takut kegiatan perdagangannya terganggu. Ketika Gustaaf Willem Baron van Imhoff yang bersikap liberal diangkat sebagai gubernur jenderal pada tahun 1743, Jan Edmans Jordens, pegawai Kantor Sekretariat Negara, mengajukan permohonan untuk menerbitkan surat kabar untuk masa kontrak tiga tahun. Izin pun diberikan, dan terbitlah pada tanggal 7 Agustus 1744 koran berukuran folio bernama Bataviasche Nouvelles en Politique Raisonnementen (Berita dan Penalaran Politik Batavia).27 Surat kabar tertua berbahasa Melayu, dibawah pimpinan pribumi di Sumatera Barat dan bahkan dipulau Sumatera adalah Pelita Ketjil, terbit untuk pertamakalinya tanggal 1 Februari 1886, dibawah pimpinan Mahyuddin Datuk Sutan Mahardja.28

Medan juga tidak ketinggalan dalam pertumbuhan surat kabar. Tanggal 18 Maret 1885 terbitlah di Medan surat kabar yang pertama, milik Belanda dan berbahasa Belanda bernama “Deli Courant”. Sebagai penerbit diperkenalkan dibagian atas halaman depan seorang bernama Jacques Deen.29 Tanggal 30 Nopember 1895 lahir pula surat kabar ke 2 di Medan bernama “De Oostkust” (artinya : “Pantai Timur”). Ia terbit 2 kali

26Ibid., hal. 433.

27Ibid., hal. 434.

28 Hendra Naldi., Booming Surat Kabar Di Sumatra’s Weskust (Yogyakarta: Ombak,2008), hal.

91.

29H. Mohammad Said., Sejarah Pers Di Sumatera Utara Dengan Masyarakat Yang

(34)

seminggu, selasa dan Jumat, juga dalam bahasa Belanda.30 Tahun 1899 terbit sebuah lagi koran Belanda bernama “De Sumatra Post”, sebagai penerbit dikenal nama J.

Hallerman seorang pendatang Eropah yang ingin merebut keberuntungan ke Deli, dan sebagai pemimpin redaksinya seorang sarjana hukum bernama Mr. J. Van den Brand.31 Tahun 1902 diterbitkannya surat kabar berbahasa Indonesia 2 kali seminggu bernama

“Pertja Timor”. Sebagai pemimpin redaksi tampil seorang bernama Mangaradja Salembuwe.32 Berkala berbahasa Belanda bernama “De Plenter”, terbit di Medan dua minggu sekali sejak 1909, mulanya dipimpin oleh J.R. Burghard. Berkala ini membicarakan khusus kepentingan serikat sekerja assisten kebon Belanda di Sumatera Timur.33 Tahun 1910 dua tahun sejak Kebangkitan Nasional 1908, terbitlah di Medan surat kabar nasional bernama “Pewarta Deli”.34

Tanggal 1 Pebruari 1912 terbit surat kabar bernama “Andalas”. Sebutan surat kabar Tionghoa Melayu atau “Maleisch-Chineesche blad” waktu itu biasa dipakai untuk koran-koran yang diterbitkan oleh investor Tionghoa karena pemiliknya Tionghoa dan disebut Melayu karena surat kabar tersebut berbahasa Melayu dan aksaranya latin.35 Dalam tahun 1922 surat-surat kabar Tionghoa dan aksara Tionghoa yang terbit di Medan selain “Sumatra Bin Poh”, “Sumatra News”, dan “New China Times” juga terbit

“Nan Yang Jit Pao” dicetak dipercetakan “Kok Fah”, juga berkantor di Spoor Straat.

Pemimpinnya seorang hartawan bernama Tjong Koen Tat dan redaktur Tjong Foe Koan.

30Ibid., hal. 39.

31Ibid., hal. 40.

32Ibid., hal. 45.

33Ibid., hal. 51.

34Ibid., hal. 55.

35Ibid., hal. 75.

(35)

Sebuah lagi surat kabar “The Daily Morning News” dicetak oleh Tjin Jin Drukkerij, Moskee Straat, dengan redaktur bernama Ng Soen. Sebuah surt kabar karyawan Tionghoa bernama “Sumatra Daily News” dan sebuah lagi “Sin To Djit Po”.36 Surat kabar “Benih Merdeka” terbit tanggal 20 Nopember 1916 dicetak dipercetakan “Setia Bangsa” Medan. Penerbit surat kabar ini sekaligus pemilik percetakan adalah Tengku Raja Sabaruddin pensiunan wedana Meester Cornolis Jatinegara Jakarta.37 Membayangnya semangat progresif dikalangan wartawan/pemimpin bangsa Indonesia di Sumatera Utara ditandai dengan terbitnya di Medan dalam tahun 1919 sebuah berkala mingguan (setiap Sabu) bernama “Sama Rata). Ia menonjolkan diri dengan membawa suara seperti tertera dikepalanya : “orgaan kaoem boeroeh oentoek menoentoet ke’adilan.38 Awal tahun 1921 terbit pula di Medan “Sinar Zaman” yang memancar setiap Arba’a (Rabu) dan Sabtu. Surat kabar itu yang dicetak pada N.V. Medansche Drukkerij, dipimpin oleh Mohamad Joenoes, dengan penasihat Sjech Mohamad Chayath seorang ulama Arab/guru agama yang tinggal di Moskee Straat dikota tersebut.39

Dimasa kebangkitan nasional, selain di Medan, penerbitan juga muncul di luar kota Medan. Di pematang Siantar tercatat 6 penerbitan baik berupa berkala atau surat kabar. Di P. Siantar pernah terbit harian “Suara Kita” yang dipimpin oleh Urbanus Pardede dan Sulaiman. Selain harian “Suara Kita” yang terbit di P.Siantar terdapat pula

“Zaman Kita” dipimpin oleh A. M. Sipahutar (pendiri kantor Berita Berita Antara) dan Arif Lubis. Penerbitan lainnya adalah “Suara Indonesia” pimpinan Iskandar Napitupulu

36Ibid., hal. 79.

37 Muhammad Twh., loc. cit., hal. 2.

38 Mohammad Said., op.cit. hal. 106.

(36)

dan Batara Sangty. “Warta Baru” pimpinan M. Idham dan “Tjerdas” pimpinan J.E Hutagalung. Dalam pada itu di P. Sintar juga terdapat pula majalah “Jakin” pimpinan S.M. Simatupang. Kemudian majalah ini namanya diganti menjadi “Penuntun”.40

Di Balige terdapat penerbitan yang diberi nama “Suara Batak” yang terbit dalam tahun 1919 yang membawa suara Hatopan Kristen Batak dibawah pimpinan HM Manullang. Disamping itu terdapat pula “Bintang Batak” pimpinan PM Siagian gelar Djonggara, yang terbit tahun 1929. Kemudian menyusul terbit “Palito” pimpinan Fridolina Panggabean. Surat kabar “Persatuan” pimpinan MH Manullang, Sutan Sumurung, SM Simanjuntak dan Sutan Komala Bolan. Dalam tahun “1930-an, di Tapanuli terdapat surat kabar “Bendera Kita” dibawah pimpinan Jesajas Siahaan.

Sebuah berkala wanita tercatat dengan nama “Beta” dipimpin oleh Ny. Siahaan dan Ny.

Nababan, tapi sayang hidup berkala ini tidak begitu lama.41

Surat kabar yng pertama terbit di Tarutung diketahui bernama “Partungkuan”, terbit di tahun 1914 yang dipimpin oleh Sutan Sumurung dan M. Amir Hamzah. Selain dari itu di Tarutung diterbitkan lagi surat kabar yang diberi nama “Suara Batak” tadinya surat kabar ini terbit di Balige dibawah pimpinan H.M. Manulang. Setelah pindah dan diterbitkan di Tarutung surat kabar ini dipimpin oleh Sutan Manurung dan Urbanus Pardede.42

Di kota pantai Tapian Nauli yaitu Sibolga menurut catatan terdapat beberapa penerbitan. Diantaranya adalah “Imanuel” merupakan penerbitan pertama tahun 1902

40Muhammad TWH., op.cit. hal. 8.

41Ibid., hal. 9.

42Ibid., hal. 9.

(37)

yang membawa suara umat Kristen. Mulanya berkala ini dicetak di Singapura.

Kemudian dalam tahun 1903 di cetak di “Narumondo Toba”. Dalam tahun 1904 terbit di Sibolga berkala “Binsar Sinondang Batak” dibawah pimpinan Imanuel Siregar dan Lim Sun Hin. Menyusul dalam tahun 1908 terbit berkala “Tapanuli” yang kemudian nama berkala itu diganti menjadi “Selendang Sibolga” dibawah pimpinan Lim Bun San.

Dalam tahun 1919 tercatat dua penerbitan dikota itu yaitu “Bergerak” dibawah pimpinan DE Manutari dan “Percaturan” di bawah pimpinan Tinggi Lubis, D.I. Lubis, Ilyas Dalimunthe dan Arif Lubis. Antara tahun 1925 dan 1926 di Sibolga terdapat surat kabar bernama “Hindia Sepakat” dibawah pimpinan Abd. Xarim MS. Akhirnya ditahun 1938 terbit “Suara Tapanuli” di bawah pimpinan G.L. Siahaan.43

Setelah terbit “Benih Merdeka” di Medan kemudian pakai nama “Merdeka”, maka menurut catatan, di Padang Sidempuan dalam tahun 1919 pernah terbit harian yang juga memakai nama “merdeka” yaitu “Sinar Merdeka” yang dipimpin oleh Parada Harahap. Kemudia Sinar Merdeka menerbitkan “Pustaha” yang pernah terbit tahun 1914.44 Berkala “Pustaha” di P. Sidempuan dipimpin oleh Sutan Pangaribuan.

Disamping itu Sutan Pangaribuan juga memimpin surat kabar bernama “Surya” yang waktu itu dijuluki “surya nan podas”. Menjelang tahun 1930 di P.Sidempuan terdapat harian yang diberi nama “Suara Rakyat”. Kemudian terbit lagi berkala “Hidup”, pimpinan Bariun AS dan “Utusan” yang dipimpin oleh Baginda Kalidjundjung. Sebuah

43Ibid., hal. 11.

(38)

surat kabar yang terbit di P. Sidempuan diketahui bernama “Boroe Tapanoeli” yang penerbitannya pertama tercatat 10 Oktober 1940.45

Tanah Karo juga tidak luput dari pertumbuhan percetakan dan surat kabar. Sejak tahun 1925 sampai tahun 1941 di Tanah Karo terdapat beberapa penerbitan, seperti

“Sendjata Batak” yang dipimpin oleh Nerus Ginting Suka (1925-1926). Surat kabar ini terhenti penerbitannya setelah pimpinan surat kabar itu Nerus Ginting di buang Belanda ke Digul. Kemudian terbit lagi “Suara Karo” dan “Tjermin Karo”. Surat kabar Tjermin Karo dipimpin oleh Mbulgah Sitepu dan N. Sitepu. Penerbit lainnya adalah “Pandji Karo” dan “Pustaka Karo” yang masing-masing dipimpin oleh G. Keliat dan Marah Udin serta Tahan Tarigan.46 Ada dua majalah lainnya yang terdapat di Tanah Karo yaitu

“Perobahan” dipimpin oleh Tebel Purba dan “Semangat Moeda” dipimpin oleh Matang Sitepu.47

2.1 Deskripsi Tabloid Sora Sirulo

2.1.1 Sejarah Tabloid Sora Sirulo

Tabloid Sora Sirulo merupakan salah satu media cetak lokal yang didirikan pada tanggal 1 Oktober 2006 yang terbit setiap bulan dan bertahan cukup lama dibanding media-media lokal lainnya yang ada di Kabupaten Karo yaitu sekitar 6 (enam) tahun lamanya dan kemudian pada tahun 2012 Sora Sirulo beralih menjadi

45Ibid., hal. 13.

46Ibid., hal. 8.

47Ibid., hal. 9.

(39)

media online harian dan sampai saat ini masih terus aktif memperbarui berita-berita aktual tentang Karo.

Tabloid Sora Sirulo didirikan oleh Juara R. Ginting merupakan dosen Antropologi USU yang sekarang berada di Belanda. Juara R Ginting merupakan salah satu tokoh Karo, Ita Apulina Tarigan sekarang berada di Surabaya, Canggah Ginting yang berada di USA, M.U. Ginting yang berada di Swedia dan Simson Ginting yang merupakan Diaspora Indonesia yang tinggal di California. Para pendiri tabloid Sora Sirulo merupakan orang-orang yang sangat peduli terhadap etnis Karo. Adapun arti dari Sora Sirulo adalah Sora yang artinya Suara dan Sirulo yang artinya orang kebanyakan alias rakyat. Jadi Sora Sirulo adalah Suara orang banyak atau suara rakyat. Jadi Sora Sirulo diperuntukkan untuk menyuarakan suara atau pendapat dan keluhan rakyat.

Adapun latar belakang para pendiri Sora Sirulo ini adalah berangkat dari ketidakpuasan mereka akan segala berita-berita tentang Karo yang diberitakan oleh media cetak lain. mereka merasa apa yang diberitakan oleh oleh media cetak lain itu tidak sesuai dengan apa yang mereka rasakan, dan banyak peristiwa ataupun budaya Karo yang tidak diberitakan, dan media yang sering salah menyebutkan etnis Karo sebagai etnis Batak sehingga mereka tentu merasa sangat dirugikan dalam hal ini. Para pendiri mengharapkan etnis Karo dapat berdiri sendiri sebagai suatu etnis di Indonesia dan tidak dikait-kaitkan ataupun disamakan dengan etnis Toba atau yang sering disebut sama-sama sebagai etnis Batak. Kemudian mereka berdiskusi dan memutuskan dari pada hanya menggerutu saja dengan ketidakpuasan akan media cetak lain maka mereka

(40)

sendiri. Mereka ingin segala sesuatu pemberitaan tentang Karo adalah atas nama etnis Karo, dan juga selalu menekankan bahwa etnis Karo bukanlah Batak seperti yang sedang marak dibicarakan pada saat ini.

Para pendiri tabloid Sora Sirulo sebelum mendirikan tabloid Sora Sirulo mereka menjalankan tabloid lokal Karo yang sudah ada yaitu Sora Mido, namun, terjadi perselisihan diantara pemilik Sora Mido dengan para penggeraknya sehingga mereka memilih untuk keluar dari Sora Mido dan kemudian mndirikan Sora Sirulo dan 99 % pekerja yang ada di Sora Mido keluar dan pindah ke tabloid Sora Sirulo.

Tabloid Sora Sirulo berdiri sendiri atau tidak bekerjasama dengan Pemkab Karo terutama dalam hal pendanaan. Tabloid Sora Sirulo didirikan dengan menggunakan uang pribadi dari para pendiri. Tabloid Sora Sirulo diterbitkan oleh CV. Green Medan dengan dukungan Jaringan Karo Sedunia. Kerjasama yang terjalin antara Sora Sirulo dengan pemerintah hanya sebatas pemerintah memberikan press rilis dan juga kerjasama dalam pengembangan seni tradisional Karo yaitu dengan mengadakan sanggar tradisional Karo yang dikonsep seperti teater.

Tabloid Sora Sirulo juga aktif dalam kegitan-kegiatan lain seperti menjadi media partner atau sponsor untuk acara-acara yang cukup besar seperti Drama Perjuangan yang dilaksanakan di depan makam Pahlawan Kab. Karo dan juga acara Konser Pergerakan Benteng Putri Hijau.

(41)

2.1.2 Visi dan Misi Tabloid Sora Sirulo

Adapun visi dan misi yang diusung oleh tabloid Sora Sirulo adalah melangsungkan sebuah media yang mewakili Karo sebagai sebuah suku tersendiri (bukan bagian dari Batak) sehingga keberadaan dan kepentingan Karo tidak dikait-kaitkan dengan keberadaan dan kepentingan Batak, melainkan bagian dari keberadaan dan kepentingan NKRI. Jadi para pendiri Sora Sirulo sepakat untuk mendirikan Sora Sirulo dalam kerangka berpikir/wawasan Karo sebagai bagian NKRI, bukan bagian suku lain.48

2.2. Struktur Organisasi Tabloid Sora Sirulo

Adapun struktur lengkap organisasi tabloid Sora Siru adalah sebagai berikut:

a. Pemimpin Umum : Juara R Ginting b. Pemimpin Redaksi : Ita Apulina Tarigan

c. Anggota Redaksi : Ita Apulina (Surabaya), Sri Alem Sembiring (Medan), Juara R Ginting (Belanda), MU Ginting (Swedia), Pa Canggah Ginting (USA), Vinsensius Sitepu (Medan), Karmila Kaban (Medan) Dan Nathanail Milala (Kaban Jahe)

d. Staf redaksi : Sadariah Ginting (Belanda), Rudy Pinem (Medan), Thomas Silangit (Roma) dan Andreas Bangun (Medan)

e. Konsultan Artistik : Windra Tarigan

f. Fotografer : Setia Tarigan

g. Layouter : Nova Friska

(42)

h. Humas : Amey Adriana Sitepu

i. Administrasi : Ira Munte dan Rara Prabandari j. Biro

- Medan : Rahel Sukatendel (Ka.Biro), Andreas Bangun, Hendra Tarigan, Hebron Munte, Boy Sembiring, Herland Milala, Yos Arnold Tarigan, Remaja Barus dan Rico Simanjorang.

- Kabupaten Karo : Jalan Veteran gang Kelihara. Eddy Surbakti (Kabiro), Caranta Perangin-Angin, Jendaras Ginting, Gema Ginting, Retina Ginting, Junen Purba, Kamaruddin Pandia, Apelta Ginting, Emon Tarigan dan Johannes Sembiring.

- Berastagi : Bambang H Ginting, Simpang Umum Ginting, Mando Perangin-Angin dan Budiman Sinulingga.

- Langkat : Desa Gotong Royong, Kawal Ginting (Kabiro), Nelson Ginting, Ukurta Bangun dan Sapta Sitepu.

- Jawa/Kalimantan : Perum Babelan Mas Permai, Blok B No.179 Kebalen, Bekasi 17610. Boni P Tarigan (Kabiro), Advanta Silangit (Jakpus), Egia Br Sitepu (Jaksel), Devi Br Silangit (Jaksel), Setia Karo- Karo (Jakbar), Mbuah P Sukatendel (Bekasi), Imran Sinulingga (Cibitung), Imanuel Singarimbun (Cikarang), Hiskia M Bangun (Karawang), Alfianta Bangun (Depok), Filemon Prananta Ginting (Banten), Sastra Tarigan (Cibinong), Mazmur A Sembiring (Bogor), Edy Suranta Ginting (Bandung), Maskot Ginting (Banjarmasin) Ian D

(43)

Sembiring (Yogyakarta).Harjanta Resifa Sitepu, Komp. Timah Blok FF 14 Kelapa Dua Depok (Jakarta Selatan), Sukarman Keliat, Jl. Pemuda Puri Sejahtera No. 8 (Cirebon) dan Averiana Barus (Biro khusus Bandung dan sekitarnya).

- Bangka Belitung : M. Sitepu, Perum Timah Jl. Kenanga No.1 Bukit Baru,Pangkal Pinang.

- Pematang Siantar : Sofian Tarigan, Jl. Pdt. Justin Sihombing (Padang Sambo) No.7.

- Dairi dan Pakpak Bharat : Hendri P Bangun, Jl. Sisingamangaraja No.

21 Sidikalang.

- Pekan Baru : Herlina br Barus

- Dumai : Ferinata Surbakti, Jl. Kesuma No. 142, Jayamukti.

dan juga perwakilan di negara-negara lain, sebagai berikut :

- Belanda : Harmadi Sinuhaji (Kabiro) - Norwegia : Vidya Ivayani Sinisuka

- Italia : Jakobus Ginting

- Inggris : Yarti Br Surbakti - Jerman : Iyani Kristina Milala

- Swedia : Pelita Ginting

- Spanyol : Advent Tambun

(44)

- Jepang : Ari Krisna Tarigan - Korea Selatan : Setia Ulina Tarigan - Australia : Chaldin Sebayang

Dan kantor pusat berada di Jl. Jamin Ginting No. 197, Padang Bulan Medan.

2.3. Rubrik Tabloid Sora Sirulo

Tabloid Sora Sirulo biasanya terbit dengan 16 sampai dengan 20 halaman. Berikut merupakan rubrik-rubrik yang terdapat dalam tabloid Sora Sirulo :

1. Berita utama

Berisikan berita headline atau suatu peristiwa yang menjadi berita paling ditonjolkan serta dilengkapi dengan foto.

2. Teras

Berisikan profil tabloid dan juga tulisan khusus dari pimpinan redaksi dan juga tulisan salah satu pendiri tabloid Sora Sirulo yang biasanya menggunakan bahasa daerah Karo.

3. Karo enda ndai

Kolom yang berisikan tulisan dari pemimpin umum tabloid Sora Sirulo yaitu Juara R Ginting yang isinya biasanya merupakan gagasan-gagasan atau curahan hati dari pemimpin umum.

4. Politik

(45)

Berisi berita-berita yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa penting yang terjadi dalam dunia politik baik yang terjadi di Kab. Karo maupun politik di luar Kab. Karo tetapi berhubungan dengan orang Karo.

5. Pendidikan

Tabloid Sora Sirulo sebagai media lokal turut mendukung dunia pendidikan dengan tetap memberitakan informasi-informasi mengenai dunia pendidikan.

6. Kebudayaan

Sebagai media lokal berita kebudayaan menjadi hal yang mutlak bagi tabloid Sora Sirulo. Segala bentuk peristiwa yang terkait dengan kebudayaan Karo baik di Kab. Karo maupun di wilayah-wilayah lain baik di Indonesia dan juga luar negeri.

7. Profil

Tabloid Sora Sirulo juga mengulas orang-orang yang dianggap mempunyai andil atau pengaruh yang baik dalam kemajuan masyarakat. Orang-orang yang dibahas juga tentunya adalah orang Karo.

8. Bisnis

Tabloid Sora Sirulo juga tidak ketinggalan dalam mengulas segala hal yang terkait dengan bisnis. Di dalamnya biasanya dibahas prospek bisnis yang ada di Kab. Karo.

9. Pemuda dan Remaja

(46)

Pada rubrik ini Sora Sirulo memberikan ruang bagi pemuda-pemudi Karo yang memiliki prestasi biasanya dibidang kebudayaan seperti penari, pemusik dan juga penyanyi lagu daerah.

10. Pertanian

Tabloid Sora Sirulo juga selalu membahas hal yang terkait dengan pertanian, pembaca Sora Sirulo yang utama adalah masyarakat di Kab. Karo yang mayoritas adalah petani maka berita tentang pertanian merupakan hal yang sangat penting.

11. Sastra

Berisikan cerpen, kisah, ataupun peristiwa atau hikayat ada yang berbahasa Indonesia dan ada juga yang menggunakan bahasa daerah yaitu bahasa Karo.

12. Perlajangen

Merupakan rubrik yang berisikan tulisan-tulisan oleh orang Karo yang berada di perantauan ataupun berita tentang orang Karo yang berpengaruh di perantauan.

Tabloid Sora Sirulo juga memiliki rubrik tambahan yang bersifat tidak tetap seperti, Perempuan, Seni, Future, Lingkungan, Kesehatan, Wisata, Acara, Transportasi, dan laporan khusus.

Sora Sirulo sebagai media lokal memiliki nilai yang positif sebagai wadah masyarakat untuk mendapatkan informasi dan juga sebagai wahana untuk menjaga kelestarian suatu budaya. Karena dengan adanya pemberitaan kebudayaan maka kebudayaan tersebut akan tetap diingat dan diharapkan dapat terus dilestarikan. Namun, sebagai media lokal Sora Sirulo juga pada beberapa kesempatan tidak bersifat objektif

(47)

dalam pemberitaannya. Hal ini penulis sampaikan karena setelah membaca 7 edisi dari tabloid Sora Sirulo tidak ada pemberitaan mengenai kriminalitas yang dilakukan oleh etnis Karo, juga tidak ada pemberitaan mengenai pemerintah daerah yang melakukan penyelewengan misalnya korupsi. Jikapun ada berita mengenai permasalahan, tetapi tidak ada tersangka yang ditetapkan yang akan memperoleh sangsi sosial dari masyarakat. seperti yang tertulis pada tabloid Sora Sirulo pada edisi XXI Juli-Agustus 2008 yang membahas tentang penyelewengan pupuk oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang tentunya hal ini sangat merugikan para petani. Dengan judul Selamatkan Petani dari Mafia Pupuk Bersubsidi dengan uraian sebagai berikut :

Menurut Immanuel, Pemkab Karo masih terus berupaya melobi Pempropsu dan instansi terkait lainnya untuk mendapat pupuk bersubsidi tanpa RDKK.

Kalau lobinya berhasil, berarti penyaluran pupuk bersubsidi selama 3 tahun ini di Kab. Karo tidak mengikuti peraturan. Penyaluran pupuk bersubsidi tanpa RDKK seperti yang telah dilakukan sebelumnya, disinyalir tidak jelas kepada siapa pupuk diberikan, demikian kata Immanuel.

Salah satu penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi di lapangan adalah sebagai berikut. Pengusaha pemilik lahan menyuruh pekerjanya (si ngemo) membeli pupuk bersubsidi dari kios resmi. Lalu, mereka menjualnya dengan harga tinggi kepada orang lain. untuk itu,Immanuel memohon Kapolres Karo lebih tanggap dan mampu melindungi petani Karo dari penyelewengan seperti ini.49

(48)

Media lokal masih belum mengoptimalkan perannya sebagai “anjing penjaga”

demokrasi ditingkat lokal. Orientasi pemberitaan belum mengarah pada upaya

“muckraking” (upaya untuk memberantas korupsi) seperti yang dilakukan oleh koran legendaris seperti Indonesia Raya pada tahun 1969 hingga 1974.50

50 Mustam Arif., Mengawal Media Agar Tak Jadi Tirani, Jurnal Dewan Pers, Edisi Ke-5, Mei 2011, hal.18.

(49)

BAB III

PERKEMBANGAN TABLOID SORA SIRULO

3.1. Surat Kabar Di Tanah Karo

Selain Sora Sirulo terdapat beberapa Surat Kabar lokal lainnya yang beredar sejak tahun 1985 sampai dengan tahun 2013 yaitu :

- Tabloid Simaka yang dipimpin oleh Kantor Torong di Jakarta (1985-1990).

- Tenah Budaya Karo milik Pemda Karo yang terbit sebulan sekali.

- Sinabung Post yang dipimpin oleh Sudarto Sitepu yang hanya beredar selama 9 (sembilan) bulan.

- Karo Post yang dipimpin oleh Roy Fahrabi Ginting yang terbit pada tahun 2007 dan beredar hanya selama setahun.

- Sibayak Post yang dipimpin oleh Cipta Bukit.

- Info Karo dan Karo Membangun juga milik pemda Karo dan Sora

Kemudian banyak buletin-buletin yang muncul untuk keperluan pilkada yang biasanya sebagai tempat untuk memperkenalkan diri atau kampanye, contohnya seperti Sinabung Post yang terbit disaat pendirinya yaitu Sudarto Sitepu ingin mengikuti pilkada, dan kemudian berhenti saat pilkada telah selesai.51

Tidak ada surat kabar lokal yang bertahan lama di Tanah Karo, paling lama hanya 5 (lima) tahun kecuali tabloid Sora Sirulo yang aktif (masih cetak) sampai dengan

Referensi

Dokumen terkait

6 2009 Narasumber Strategi Kemasan Produk Boga di Kawasan Agrowisata Turi Sleman Yogyakarta pada tahun 2009. 7 2009 Narasumber Strategi Penetapan Harga Produk Usaha Mikro

[r]

Meidera Elsa Dwi Putri (2012) Pengaruh Profitabilitas, Struktur Aktiva dan Ukuran Perusahaan terhadap Struktur Modal pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Makanan dan Minuman

[r]

studi lanjutan pemanfaatan abu terbang yang terkait dengan sifat-sifat fisik perlu diselidiki lagi ka- rena sifat-sifat fisik akan berubah tergantung sebaran jarak abu Gunung

Silase dibuat dengan mencacah bahan hijauan menjadi ukuran yang kecil-kecil, kemudian menyimpannya kedalam ruang kedap udara.Pencacahan dilakukan untuk mendapatkan

Terhadap Peningkatan Penerimaan Usaha Mikro Di Kecamatan Medan Area” adalah benar hasil karya tulis saya sendiri yang disusun sebagai tugas akademik guna.. menyelesaikan beban

Tindak Pidana kekerasan yang dilakukan oleh guru terhadap anak di..