• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

ANALISIS DAN PEMBAHASAN 4.1 Iklan Sprite Kenyataan Ujian Puasa Sebelum Berbuka 4.1.1 Profil Sprite

Sprite merupakan minuman ringan yang memiliki aroma rasa lemon paling digemari, pada tahun 1960 Sprite mulai dikenalkan dan sudah diperjualkan di 190 negara karena generasi muda memiliki daya tarik yang sangat tinggi. Oleh karena memiliki rasa yang dingin dan dapat menyejukkan dahaga, Sprite memiliki peminat yang sangat tinggi. Kemasan Sprite tersedia bermacam-macam yakni mulai dari 250ml sampai dengan 1500ml.

4.1.2 Deskripsi Iklan

Pada Iklan Sprite: Kenyataan Ujian Puasa Sebelum Berbuka, di awal akan keluar suara Cak Lontong “Hey guys! Apa iya bulan puasa itu penuh ujian?”. Setelah suara tersebut akan muncul seekor ayam yang sedang menutup mata dan terlihat seperti tidak bersemangat dan mengantuk sehingga muncul suara “Pagi jadi mageran?”. Selanjutnya muncul seorang laki-laki sedang berdiri di samping kolam renang dengan muka yang bercucuran keringat karena pancaran sinar matahari di siang hari dan suara “Siang jadi lebih panas?”. Suara selanjutnya “Dan waktu jalan lebih lama?” dengan munculnya jam yang memiliki jarum detik yang terhenti dan jam tersebut harus di goyang dahulu agar kembali berjalan jarum detiknya.

Munculnya produk Sprite itu sendiri yang di taruh pada lemari es dan suara “Nyatanya lulus ujian puasa emang nyegerin banget” Dan pada akhir terdapat wanita sedang mengambil produk Sprite dari lemari es untuk diminum tetapi tidak jadi lalu ditaruh kembali sambil menunjukkan ekspresi muka yang harus sabar, suara yang muncul adalah “Kayak minum Sprite habis buka” dan terakhir muncul tagline dari Sprite itu sendiri yakni “Sprite Nyatanya Nyegerin, tapi kalo udah buka” ditambah dengan logo Sprite berwarna putih dan lemon yang terpotong menjadi setengah. Iklan Sprite: Kenyataan Ujian Puasa Sebelum Berbuka memiliki total durasi selama 30 detik.

4.2 Analisis Semiotika Roland Barthes Hambatan Melakukan Ibadah Puasa dalam Iklan Sprite Versi Kenyataan Ujian Puasa Sebelum Berbuka

(2)

Penelitian ini menggunakan semiotika Roland Barthes sebagai pendekatan untuk melakukan analisa. Analisa yang dilakukan meliputi pengamaan dari segi adegan (scene), dialog dan latar suasana. Berikut adalah hasil analisa yang telah dilakukan:

a. Gambar 1

Tanda:

- Seekor ayam terlihat lemas dipagi hari

- Tulisan “Apa iya bulan puasa itu penuh dengan ujian?”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terlihat bahwa seekor ayam terlihat lemas dengan kondisi mata yang sayu / tidak segar, padahal suasana yang ada di gambar tersebut adalah pagi hari.

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Apa iya bulan puasa itu penuh dengan ujian?”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut adalah suasanya yang tidak bergairah dan tidak bersemangat sekalipun matahari baru terbit. Hal ini berkebalikan dengan fenomena yang umum terjadi di mana ayam merupakan makhluk yang paling awal berbunyi saat matahari terbit untuk membangunkan makhluk yang lain.

Konotasi

Adapun konotasi dari adegan tersebut adalah keadaan di bulan puasa membuat tidak bersemangat, yang dapat dilihat dari lemasnya raut muka ayam dan mata ayam yang sayu. Hal ini dapat dimaknai bahwa pagi hari seharusnya menjadi awal yang baru dan dengan semangat yang baru. Namun demikian, pagi hari di bulan puasa menjadi berbeda karena kondisi fisik sedang lemah dan kurang bertenaga, sehingga raut muka menjadi lemas dan mata menjadi sayu.

Hal berikutnya yang dapat dimaknai dari monolog tersebut adalah adanya keraguan bahwa bulan puasa mungkin tidak bisa dilalui dengan baik oleh semua orang, sehingga dirasakan

(3)

bahwa bulan puasa merupakan bulan yang penuh dengan ujian dari hari ke hari. Latar suasana yang ada di adegan tersebut berkebalikan dengan hal yang terlihat dari figure ayam yang tidak bersemangat, sehingga konotasi yang dapat dimaknai adalah meskipun pagi hari di bulan puasa sama dengan pagi di hari yang lain, namun perbedaan cara menyikapi suasana akan berpengaruh pada tindakan yang dilakukan

Mitos

Mitos yang dapat ditemukan dalam adegan ini adalah bulan puasa merupakan bulan yang berat untuk dijalani.

b. Gambar 2

Tanda:

- Seekor ayam berdiri dan tetunduk - Pohon-pohon berwarna hijau

- Ruangan yang dikelilingi kaca tembus pandang

(4)

- Kandang ayam yang terbuat dari bahan kayu terbaik - Tulisan “Pagi jadi mageran?”

Denotasi

Adegan: Dalam gambar tersebut terlihat bahwa seekor ayam yang di gambar pertama tidak hanya terlihat lemas dari matanya saja, tetapi juga ayam tersebut berdiri sambil tertunduk sehingga terlihat tidak memiliki gairah dan tenaga. Namun demikian, ayam tersebut masih mampu berdiri di atas pagar yang menandakan bahwa masih mau menjalani keseharian tetapi tanpa semangat

Monolog: Adegan tersebut memiliki monolog yang berbunyi “Pagi jadi mageran?”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut tidak jauh berbeda dengan adegan pertama, yaitu pagi hari di mana matahari baru saja terbit. DI suasana seperti itu seharusnya ayam adalah makhluk yang paling semangat tetapi tidak terlihat pada adegan yang ada di dalam iklan ini.

Konotasi

Konotasi yang dapat dimaknai dari adegan tersebut tidak jauh berbeda dengan adegan sebelumnya, yaitu keadaan di bulan puasa membuat tidak bersemangat, yang dapat dilihat dari pose ayam yang berdiri lemas di atas pagar. Posisi tersebut merupakan posisi di mana ayam biasanya siap untuk berkokok, namun tidak kali ini karena ayam tersebut sedang berada dalam kondisi yang tidak bersemangat. Kondisi lain yang berkaitan dengan keadaan tersebut adalah keadaan tidak bersemangat ketika akan melakukan tugas atau pekerjaan yang terkesan monoton dan melakukan rutinitas yang membosankan sehingga tidak terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik. Monolog pada adegan tersebut juga dapat dimaknai bahwa pada bulan puasa, pagi hari yang seharusnya menjadi awal hari baru yang penuh semangat tetapi malah menjadi hari yang membosankan sehingga tidak memberikan gairah untuk memulai hari. Lebih lanjut, latar suasana yang berkebalikan dengan posisi ayam semakin menguatkan kesan bahwa pagi hari di bulan puasa tidak memberikan gairah dan semangat, terlihat bahwa ayam sebagai makhluk yang biasanya paling semangat berkokok di pagi hari justru tidak bersemangat.

Mitos

(5)

Mitos yang dapat ditemukan dalam adegan ini adalah bulan puasa merupakan bulan yang berat untuk dijalani.

c. Gambar 3

Tanda:

- Laki-laki dengan wajah yang berkeringat - Pohon-pohon berwarna hijau

- Background rumah yang terlihat mewah Denotasi

Adegan: Dalam gambar tersebut terlihat bahwa seorang laki-laki sedang berkeringat dengan deras. Di belakangnya terlihat rumah yang menandakan laki-laki tersebut pergi meninggalkan rumah namun dengan perasaan yang sudah tidak bersemangat.

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut adalah terlihat waktu sudah semakin siang dan cahaya matahari semakin terik.

Konotasi

(6)

Konotasi pada adegan ini dapat dimaknai bahwa selain sulit untuk menahan lapar dan haus pada saat bulan puasa, di waktu yang bersamaan sebelum berbuka para umat Islam yang melaksanakan juga tetap harus beraktifitas seperti biasanya, misal bekerja, pergi sekolah, melakukan perjalanan dan lain sebagainya. Keadaan lain yang dapat mengakibatkan perasaan tidak bersemangat adalah ketika akan melakukan tugas atau pekerjaan yang terkesan monoton dan melakukan rutinitas yang membosankan sehingga tidak terpacu untuk melakukan hal yang lebih baik, terlebih ditambah dengan kondisi lingkungan yang kurang mendukung. Hal ini didukung oleh latar suasanya yang ada, yaitu sudah semakin terang dan suhu semakin tinggi.

Mitos

Mitos yang dapat ditemukan dalam adegan ini adalah bulan puasa merupakan bulan yang berat untuk dijalani, terlebih sembari tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

d. Gambar 4

Tanda:

- Laki-laki yang berdiri sambal menatap matahari - Pohon-pohon berwarna hijau

- Kolam renang yang besar ukurannya

- Kandang ayam yang terbuat dari bahan kayu terbaik - Tulisan “Siang jadi lebih panas?”

Denotasi

Adegan: Laki-laki yang ada di gambar sebelumnya sekarang berdiri tegak menghadap matahari.

Tubuh laki-laki membentuk siluet sehingga menandakan matahari sedang bersinar dengan sangat terik. Laki-laki tersebut berdiri di pinggir kolam renang berisi air.

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Siang jadi lebih panas?”

(7)

Latar suasana: Matahari sedang bersinar dengan sangat terik namun laki-laki tersebut berdiri di pinggir kolam renang sambil melihat ke atas karena terangnya.

Konotasi

Konotasi pada adegan ini dapat dimaknai bahwa beratnya menjalani bulan puasa semakin terasa pada saat siang hari. Hal tersebut dapat disebabkan oleh semakin berkurangnya energi dan bertambahnya beban aktivitas di siang hari namun sembari harus tetap menahan haus dan lapar.

Siluet laki-laki yang terbentuk menandakan bahwa sinar matahari semakin tinggi dan diikuti dengan meningkatnya suhu menjadi panas, sampai-sampai laki-laki tersebut berdiri di pinggir kolam renang dan siap untuk menceburkan diri untuk menghilangkan rasa panas dan menurunkan suhu. Keadaan seperti ini juga dapat muncul ketika melakukan hal atau kegiatan yang monoton, terlebih ketika dalam kondisi yang sudah kelelahan, sehingga akan berdampak pada menurunnya semangat untuk melakukannya. Sebagai contoh, melakukan pekerjaan kantoran ketika hari sudah sore maka akan terasa berat karena selain kondisi tubuh sudah lelah, konsentrasi pun sudah semakin menurun sehingga akan tidak bersemangat bekerja karena ingin segera istirahat. Konotasi lain yang dapat dimaknai dari adegan tersebut adalah monolog yang secara tidak langsung menyiratkan makna bahwa pada saat bulan puasa, selain suhu pada siang hari menjadi panas, juga dapat dimaknai bahwa semakin siang orang akan menjadi lebih sensitif dan suasana hati lebih mudah menjadi panas.

Mitos

Mitos yang dapat ditemukan dalam adegan ini adalah bulan puasa merupakan bulan yang berat untuk dijalani.

d. Gambar 5

(8)

Tanda:

- Jam berwarna kuning dengan latar belakang biru - Jam menunjukkan pukul 16.12

- Tulisan “Dan waktu jalan lebih lama?”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terlihat bahwa Jarum detik jam tersebut bergerak di tempat, sehingga waktu menjadi tidak berjalan.

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “dan waktu jalan lebih lama?”

Latar suasana: Jam diletakkan di dalam ruangan sehingga tidak terkena sinar matahari alami.

Konotasi

Konotasi yang dapat diambil dari adegan tersebut adalah waktu terasa lebih lama pada saat bulan puasa. Hal ini dapat disebabkan bahwa karena selain menunggu jam berbuka, keadaan tubuh juga dalam keadaan yang kurang prima karena kekurangan tenaga. Dalam beberapa kesempatan, waktu yang ditunggu akan terasa lebih lama dibanding dengan tidak ditunggu.

Waktu terasa lebih lama juga karena yang menjalankan ibadah puasa harus tetap melakukan kegiatan atau rutinitas seperti biasa, sehingga waktu berbuka akan terasa lebih jauh. Selain itu, biasanya waktu berbuka ditunggu-tunggu ketika hari sudah sore, hal ini dapat ditandai dengan suasana di mana jam pada adegan tersebut berada dalam ruangan dan menunjukkan waktu jam empat sore lebih dua belas menit. Keadaan tersebut didukung oleh monolog yang menegaskan bahwa semakin sore, waktu memang terasa menjadi lebih lambat dari biasanya. Keadaan lain yang hampir sama dengan keadaan ini adalah ketika melakukan kegiatan rutin maka waktu akan terasa semakin lambat karena ingin segera menyelesaikan dan kemudian dapat beristirahat.

Mitos

(9)

Semakin kita menunggu dan berharap sesuatu akan terjadi maka akan terasa lebih lama untuk mendapatkannya.

e. Gambar 6

Tanda:

- Botol Sprite berwarna hijau - Ruangan yang terdapat uap air - Tulisan “emang nyegerin banget”

Denotasi

Adegan: Terdapat sebuah botol berwarna hijau bertuliskan “Sprite” yang berada di dalam sebuah ruangan kecil dan botol tersebut dikelilingi asap atau uap air

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Emang nyegerin banget”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut adalah adanya sebuah botol yang berada di dalam ruangan dengan suhu yang cukup dingin

Konotasi

Adapun konotasi dari adegan tersebut adalah bahwa ketika berbuka puasa dapat dilakukan seorang diri. Uap air yang terlihat pada scene ini dapat kita maknai bahwa setelah berbuka puasa mengakibatkan suasana hati menjadi lebih dingin dan pikiran menjadi lebih tenang. Monolog pada scene ini menjelaskan bahwa hal yang dilakukan pertama kali saat buka puasa adalah minum air, sehingga dapat memberikan kesegaran. Hal tersebut juga dapat didukung dengan

(10)

latar suasana yang menggambarkan keadaan yang dingin dan segar. Keadaan lain yang memiliki kemiripan dengan adegan tersebut adalah kondisi di mana pekerjaan sudah selesai dan sudah dapat beristirahat. Pada saat akan mulai beristirahat, hal yang pertama kali dicari adalah air atau minuman yang menyegarkan. Setelah itu, perasaan akan menjadi lebih baik ketika sudah minum dan beristirahat. Istirahat biasanya dilakukan di sore hari dan di tempat tinggal atau kediaman, oleh karena itu, perasaan bahagia akan semakin besar karena sudah terlepas dari rutinitas dan sudah dapat beristirahat.

Mitos

Saat berbuka adalah saat yang paling dinantikan bagi umat Islam.

f. Gambar 7

Tanda:

- Seorang perempuan yang mengenakan pakaian cukup mewah dan berwarna cerah - Sebuah kulkas yang mewah

- Perempuan tersebut memandangi botol Sprite

- Jendela yang besar, menandakan ukuran rumah yang cukup luas

(11)

- Cahaya matahari yang tidak terlalu intens, menandakan waktu sudah sore hari - Tulisan “Kayak minum SPRITE habis buka”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terdapat seorang perempuan yang menggunakan baju warna hijau dan rok warna kuning jeruk yang senada dengan warna botol dan warna lemon

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Kayak minum sprite habis buka”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut adalah adegan tersebut berada di dalam ruangan dengan intensitas cahaya matahari yang tidak terlalu tinggi sehingga suhu di dalam ruangan sudah tidak terlalu panas.

Konotasi

Konotasi yang dapat dimaknai dari adegan tersebut adalah warna pakaian selain sesuai dengan warna produk Sprite yang berwarna hijau dan buah lemon yang berwarna kuning, juga sesuai dengan warna hijau di bulan puasa umat Islam dan warna kuning daun ketupat berwarna kuning.

Konotasi lain yang dapat diambil dari adegan tersebut adalah monolog yang dapat dimaknai bahwa minum Sprite setelah buka puasa memang menyegarkan atau kesegaran Sprite baru bisa dirasakan ketika botolnya sudah dibuka. Latar suasana yang berada di dalam ruangan dengan intensitas cahaya yang tidak terlalu tinggi sehingga suhu di dalam ruangan lebih rendah dapat dimaknai bahwa menjelang buka puasa perasaan hari akan lebih tenang dan suasana semakin mendukung untuk berbuka. Selain itu, minum Sprite akan menyegarkan setelah seharian berpuasa. Keadaan lain yang berkaitan dengan konotasi adegan tersebut adalah kondisi di mana sesorang yang sudah sampai di rumah atau tempat kediaman setelah seharian melakukan aktivitas di luar rumah ataupun bekerja di kantor. Setelah sampai di rumah atau di tempat kediaman, perasaan bahagia akan muncul karena selain sudah terbebas dari pekerjaan dan rutinitas harian, berada di dalam rumah atau tempat kediaman akan relative bebas untuk melakukan apa saja yang diinginkan, seperti bersantai, menonton tv atau bermain video games.

Mitos

Saat berbuka adalah saat yang paling dinantikan bagi umat Islam.

g. Gambar 8

(12)

Tanda:

- Beberapa botol Sprite dengan berbagai ukuran - Interior kulkas yang dingin, terdapat uap air

- Tangan seorang perempuan yang mengambil botol berukuran kecil

- Tangan perempuan tersebut mengenakan sebuah gelang berukuran cukup besar - Tulisan “Kayak minum SPRITE habis buka”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terlihat bahwa ada tangan yang sedang menaruh kembali botol sprite ke dalam lemari es bersama dengan botol-botol lain dengan berbagai ukuran. Tangan tersebut mungkin milik perempuan yang ada di adegan sebelumnya.

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Kaya minum Sprite habis buka”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut tidak berbeda dengan adegan sebelumnya, berada di dalam ruangan ketika intensitas cahaya matahari sudah tidak terlalu tinggi

Konotasi

Adapun konotasi dari adegan tersebut adalah ketika berbuka puasa kita dapat melakukannya bersama orang tua yang ditandai dengan adanya botol sprite ukuran besar, dan juga dapat dilakukan dengan teman sebaya yang ditandai dengan adanya botol sprite ukuran kecil.

Monolog pada scene ini dapat diartikan juga bahwa minum sprite saat berbuka puasa dan minum sprite setelah membuka botolnya lalu meminum isinya. Latar suasana pada scene ini tidak berbeda dengan scene sebelumnya yang dimana pada scene ini cahaya tidak terlalu tinggi sehingga saat menjelang buka puasa terasa lebih tenang. Keadaan lain yang berkaitan dengan

(13)

konotasi yang ada pada adegan tersebut adalah ketika sudah sampai di rumah setelah beraktivitas atau melakukan rutinitas dan pekerjaan, perasaan bahagia akan muncul karena selain menjadi bebas untuk melakukan apa saja yang diinginkan, perasaan senang dan nyaman juga akan muncul ketika sudah bertemu dengan keluarga di rumah atau tempat kediaman dan bercengkerama dengan mereka untuk sama-sama beristirahat dan menghabiskan hari, untuk mempersiapkan diri menjalani aktivitas esok hari.

Mitos

Harta yang paling berharga adalah keluarga.

h. Gambar 9

Tanda:

- Seorang perempuan yang tersenyum setelah menutup kulkas - Sebuah kulkas yang mewah

- Jendela yang besar, menandakan ukuran rumah yang cukup luas

- Cahaya matahari yang tidak terlalu intens, menandakan waktu sudah sore hari - Logo Sprite terpampang secara watermark

- Tulisan “Nyatanya Nyegerin”

- Tulisan “No Bokis”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terlihat bahwa perempuan yang ada di dua adegan sebelumnya tersenyum senang setelah menutup lemari es. Di adegan tersebut juga muncul tulisan Sprite dan

“No Bokis”.

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Nyatanya nyegerin”

(14)

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut tidak berbeda dengan dua adegan sebelumnya

Konotasi

Adapun konotasi dari adegan tersebut adalah perasan tenang dan menyenangkan ketika sudah melakukan buka puasa, dapat kita dukung dari ekspresi wanita yang tersenyum. Monolog pada scene ini yaitu menjelaskan bahwa nyatanya nyegerin dapat dimaknai bahwa setelah berbuka puasa lebih menyegarkan dan juga bisa dimaknai ketika sudah minum sprite pada saat berbuka puasa memang menyegarkan. Keadaan lain yang berhubungan dengan konotasi tersebut adalah perasaan bahagia yang muncul ketika sudah selesai beristirahat di rumah atau tempat kediaman, melakukan hal menyenangkan yang diinginkan dan berkumpul serta bercengkerama dengan keluarga di rumah. Perasaan bahagia akan membuat lebih mudah untuk tidur di malam hari sehingga kondisi fisik dan mental akan semakin siap untuk menjalani aktivitas dan rutinitas esok hari.

Mitos

Waktu istirahat merupakan waktu yang paling menyenangkan.

i. Gambar 10

Tanda:

- Sebuah kulkas yang mewah

- Jendela yang besar, menandakan ukuran rumah yang cukup luas

- Cahaya matahari yang tidak terlalu intens, menandakan waktu sudah sore hari - Logo Sprite terpampang secara lebih jelas

- Tulisan “Tapi kalo udah buka”

(15)

- Tulisan “No Bokis”

Denotasi

Adegan: dalam gambar tersebut terlihat bahwa lemari es sudah tertutup dan ada tulisan Sprite serta “No Bokis”

Monolog: Adegan tersebut juga memiliki monolog yang berbunyi “Tapi kalo udah buka”

Latar suasana: Suasana yang terlihat dalam adegan tersebut sama dengan tiga adegan sebelumnya.

Konotasi

Adapun konotasi dari adegan tersebut dapat diartikan bahwa meminum sprite setelah berbuka puasa dapat menyegarkan. Arti dari “No Bokis’ adalah tidak berbohong atau tidak palsu, yang menjelaskan bahwa Sprite tidak berbohong bahwa dapat menyegarkan hari-hari kita. Hal lain yang berhubungan dengan konotasi tersebut adalah kenyataan bahwa setelah beristirahat di rumah atau tempat kediaman, melakukan kegiatan menyenangkan yang diinginkan memang akan membuat kondisi fisik dan mental menjadi lebih baik sehingga dapat memperoleh kualitas tidur yang baik dan siap untuk melakukan aktivitas serta rutinitas di keesokan hari.

Mitos

Hasil yang muncul akan sesuai dengan proses yang dilakukan.

Secara keseluruhan, tanda yang digunakan dalam iklan tersebut bertemakan kemewahan.

Meskipun menggunakan adegan yang terjadi di kehidupan sehari-hari, namun setiap scene memiliki unsur yang prestisius. Selain itu, mitos yang dapat dinyatakan untuk keseluruhan iklan adalah bulan puasa merupakan bulan yang penuh ujian karena selain sulit menahan nafsu lapar dan haus, para pelaksananya pun harus tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Namun demikian, saat berbuka adalah saat yang paling ditunggu, sehingga Sprite dirasa cocok untuk menjadi minuman menyegarkan yang selain harganya terjangkau juga tidak perlu waktu lama untuk menikmatinya.

4.3 Analisis Iklan Sprite Versi Kenyataan Ujian Puasa Sebelum Berbuka Menggunakan Kerangka Kerja Attention, Interest, Desire, Decision dan Action (AIDDA)

Analisis yang dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja AIDDA bertujuan untuk mendeskripsikan factor attention, interest, desire, decision dan action yang ada di dalam obyek

(16)

amatan. Iklan tersebut menggunakan tema yang sesuai dengan keadaan bulan puasa dan diawali dengan munculnya figure ayam yang lemas padahal dalam kondisi pagi hari dan monolog yang mempertanyakan apakah bulan puasa merupakan bulan yang penuh dengan ujian, sehingga mampu menimbulkan keinginan penonton untuk mengetahui hal apa yang berikutnya akan muncul. Kemudian, iklan tersebut juga mampu menumbuhkan minat penonton untuk memilih Sprite sebagai minuman yang dapat dikonsumsi pada saat berbuka puasa melalui tayangan botol Sprite berwarna hijau yang berada di dalam lemari es yang identic dengan sensasi dingin dan menyegarkan dan monolog yang menyatakan bahwa produk Sprite merupakan produk minuman yang menyegarkan untuk diminum.

Lebih lanjut, iklan tersebut mampu menimbulkan suatu hasrat audiens untuk memilih produk sprite dan menikmatinya bersama dengan keluarga pada saat berbuka, yang ditunjukkan dengan dimunculkannya beberapa botol Sprite dalam berbagai ukuran yang didukung dengan monolog bahwa meminum Sprite setelah berbuka merupakan pilihan yang tepat karena selain dapat dinikmati sendiri juga dapat dinikmati bersama keluarga sehingga sesuai dengan berbagai suasana. Keputusan audiens juga dapat dipengaruhi untuk membeli dan mengkonsumi produk Sprite yang disebabkan oleh tampilan iklan tersebut yang menunjukkan seorang perempuan terlihat senang dan bahagia setelah mengambil produk Sprite lalu menutup kulkas, serta tindakan audiens pun dipengaruhi dengan tulisan merek Sprite yang disertai dengan tulisan “No Bokis” yang berarti tidak membohongi serta monolog yang berbunyi bahwa Sprite menyegarkan setelah diminum saat berbuka, sehingga audiens akan menantikan saat berbuka untuk segera membeli dan mengkonsumsi produk Sprite tersebut.

Referensi

Dokumen terkait

Fenomena anak jalanan dengan beragam permasalahannya tersebut, tidak bisa menghindarkan dari konflik batin yang kerap kali mereka alami, karena pada dasarnya apa

Dalam hal ini laba yang dihasilkan adalah labasebelum bunga dan pajak.Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan manajemenperusahaan dalam memperoleh keuntungan (laba)

Kebijakan puritanisme oleh sultan Aurangzeb dan pengislaman orang-orang Hindu secara paksa demi menjadikan tanah India sebagai negara Islam, dengan menyerang berbagai praktek

Teknik pembiusan dengan penyuntikkan obat yang dapat menyebabkan pasien mengantuk, tetapi masih memiliki respon normal terhadap rangsangan verbal dan tetap dapat mempertahankan

Menimbang, bahwa terlepas dari ketentuan-ketentuan formil sebagaimana terurai di atas, dalam perkara aquo, disamping ada kepentingan hukum Para Pemohon, juga

Labuhanbatu Laporan Kegiatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Daops 02 Labuhanbatu Senin, 23 Januari 2017. KEGIATAN HARIAN  Apel Pagi,  Kebersihan Lingkungan 

Gambar 3- Kromatogram Gas Eugenol pada Sampel Minyak Atsiri Bunga Cengkeh dari Daerah di Maluku. Gambar 4-Kromatogram Gas Eugenol pada Sampel Minyak Atsiri Bunga

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran kunci determinasi berpengaruh terhadap