1 RENCANA AKSI, MITIGASI, DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM
(CLIMATE CHANGE ACTION, MITIGATION AND ADAPTATION PLAN)
Pengantar Rektor
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh
Alhamdulillah buku Rencana Aksi, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim (Climate Change Action, Mitigation and Adaptation Plan) dari Universitas Diponegoro dapat diwujudkan. Tujuan dari penyusunan buku ini adalah untuk memberikan gambaran kondisi existing dari Universitas Diponegoro serta rencana aksi dalam rangka merespon perubahan iklim khususnya pengurangan emisi karbon di area kampus. Untuk kali kedua, kami kembali menyusun dokumen ini, walaupun kami baru bisa menyusun pertama kali pada tahun 2019, yang merupakan dokumen penting sebagai salah satu acuan dari kebijakan, program dan pengembangan Universitas Diponegoro ke depan, khususnya terkait dengan respon terhadap perubahan iklim.
Seperti kita ketahui bersama bahwa dampak dari perubahan iklim sudah sangat terasa oleh masyarakat dunia termasuk Indonesia. Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar, maka dampak dari perubahan iklim ini semakin terasa. Universitas Diponegoro yang berlokasi di kota Semarang yang merupakan salah satu kota besar terletak di wilayah pesisir juga menghadapi hal yang sama. Wilayah pesisir merupakan salah satu wilayah yang rentan terkena dampak dari perubahan iklim.
Berbagai upaya selama ini telah kami lakukan untuk turut mendukung kebijakan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kota untuk merespon perubahan iklim sehingga meminimalkan dampak yang timbul. Hal pertama yang kami lakukan adalah turut meningkatkan kesadaran masyarakat termasuk di dalamnya mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan dan masyarakat umum mengenai perubahan iklim dan dampaknya, baik melalui materi kuliah dalam kurikulum di setiap program studi, maupun melaui program pengabdian masyarakat. Yang kedua adalah program nyata untuk mengurangi emisi karbon baik dalam proses pembelajaran (kuliah, praktikum, praktek kerja lapangan, dsb), serta melalui kebijakan khusus terkait dengan pemanfaatan energi, transportasi, air maupun sampah.
Upaya ini kami lakukan sebagai langkah aksi yang nyata untuk mengurangi emisi karbon yang timbul dari aktivitas yang dilakukan oleh sivitas akademika Universitas Diponegoro, terutama di dalam kampus maupun di luar kampus. Kami sadar bahwa ada kemungkinan untuk terus mengoreksi rencana aksi ini di tahun-tahun mendatang jika memang diperlukan.
Semoga buku ini memberikan informasi yang memadai mengenai rencana aksi Universitas Diponegoro alam menghadapi perubahan iklim. Kami berharap bahwa buku ini bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.
Semarang, 31 Desember 2020 Rektor
Prof. Yos Johan Utama, SH. MHum
2 Ringkasan Eksekutif
Dampak dari perubahan iklim sudah sangat terasa, khususnya di negara kepulauan seperti Indonesia.
Perubahan pola hujan, kenaikan muka air laut, perubahan suhu dan sebagainya menyebabkan terjadinya perubahan pola iklim dan cuaca sehingga mengganggu pola kehidupan yang selama ini sudah berjalan lama. Untuk wilayah pesisir, juga terjadi banyak perendaman akibat kenaikan muka air laut di samping penurunan muka air tanah akibat pengambilan air tanah yang tidak teratur.
Penyebab utama dari perubahan iklim adalah pola hidup manusia selama ini yang menimbulkan peningktan emisi karbon. Peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan bahan bakar di seluruh dunia, penggunaan energi yang meningkat tajam, terjadinya penggundulan hutan, dan sebagainya merupakan contoh-contoh yang terjadi selama ini. Disinilah pentingnya upaya masyarakat dunia, termasuk Indonesia untuk menyusun program aksi menurunkan emisi karbon di seluruh wilayah tanah air.
Provinsi Jawa Tengah yang merupakan salah satu wilayah dengan penduduk terpadat, dengan ibu kota Semarang yang terletak di wilayah pesisir, juga telah memiliki rencana aksi perubahan iklim dengan berbagai kebijakan untuk menurunkan emisi karbon di Jawa Tengah dan Kota Semarang. Universitas Diponegoro yang berlokasi di kota Semarang dan beberapa kota lain di wilayah pesisir pantai utara Jawa Tengah, juga akan berperan aktif dalam upaya tersebut.
Rencana aksi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim Universitas Diponegoro dilakukan berdasarkan kepada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni dalam proses pendidikan (misalnya dalam pengembangan kurikulum, proses belajar, praktikum, Kuliah Kerja Nyata, dan sebagainya), penelitian (terkait dengan pengelolaan laboratorium, pelaksanaan penelitian, pelaporan, monitoring dan evaluasi, publikasi, pengelolaan jurnal dan sebagainya) dan pengabdian masyarakat (misalnya topik pengabdian masyarakat leh para dosen, pengabdian oleh para mahasiswa melalui kelompok mahasiswa, dan sebagainya). Disamping itu dilakuan pula kebijakan-kebijakan lainnya untuk mendukung program tersebut melalui mekanisme pemanfaatan energi, pengaturan transportasi, pemanfaatan dan pengelolaan air, pengelolaan sampah, dan sebagainya. Seluruh sivitas akademika terlibat dalam program ini melalui suatu kegiatan yang dapat dilakukan oleh mereka terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
3 I. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Perubahan iklim yang terjadi di seluruh dunia dan telah terasa mempengaruhi kehidupan sehari- hari akibat dari terjadinya peningkatan konsentrasi gas rumah kaca (GRK) terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang mengakibatkan pemanasan global. Perubahan iklim telah memberi dampak negative yang dirasakan masyarakat dunia, antara lain adalah meningkatnya banjir, badai, kemarau panjang, naiknya muka air laut, tenggelamnya pulau atau wilayah pesisir, kenaikan suhu air laut, meningkatnya penyakit, gagal panen, dan sebagainya. Hal tersebut tentunya sangat tidak diharapkan akan terus terjadi karena akan sangat merugikan dan menurunkan kualitas kehidupan manusia. Di lain pihak jika manusia tidak merubah pola hidupnya, maka kondisi tersebut akan terus memburuk. Kondisi ini merubah banyak sekali pola kehidupan manusia khususnya dalam merespon dari dampak perubahan iklim tersebut.
Manusia memang merasa paling terdampak dari perubahan iklim, namun manusia sejatinya juga menjadi penyebab utama dari perubahan iklim itu sendiri. Berbagai kegiatan dan pola hidup yang selama ini dilakukan oleh komunitas dunia telah menyebabkan terjadinya fenomena ini.
Terkait dengan hal tersebut, untuk dapat mengatasi adanya dampak perubahan iklim, maka diperlukan upaya untuk merubah pola kehidupan sehingga mengurangi terjadinya emisi karbon dan di sisi lain diperlukan upaya mitigasi dan adaptasi baik dengan dampak yang terjadi maupun adaptasi terhadap pola hidup baru dalam rangka penurunan emisi karbon tersebut.
Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan yang akan terasa dampak besar dari perubahan iklim berkomitmen untuk melaksanakan program aksi untuk mengurangi emisi karbon. Melalui Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (RAN GRK) berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK sebesar 26% pada tahun 2020 dengan sumberdaya dalam negeri. Penurunan emisi GRK diharapkan mencapai 41% dengan kerjasama internasional. Di dalam Konferensi Tingkat tinggi (KTT) Perubahan Iklim tahun 2015 di Paris, Indonesia berkomitmen untuk menaikkan target pengurangan emisi GRK hingga 29% pada tahun 2030. Untuk mendukung kebijakan pemerintah Indonesia tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penurunan Emisi GRK melalui Peraturan Gubernur No.43 Tahun 2012.
Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menurunkan emisi GRK sampai dengan 12,46% tahun 2020. Hal ini juga didukung oleh Pemerintah Kota Semarang melalui berbagai programnya untuk berupaya menurunkan emisi GRK.
Universitas Diponegoro (UNDIP) sebagai salah institusi pendidikan tinggi di Kota Semarang, juga terdampak dengan adanya perubahan iklim tersebut. Disisi lain juga memahami juga menjadi penyumbang terjadinya perubahan iklim. Untuk itu, UNDIP juga berkomitmen untuk mendukung pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Pusat dalam upaya menurukan emisi GRK melalui recana aksi, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Mitigasi adalah upaya untuk mengurangi sumber atau meningkatkan penyerapan gas rumah kaca. Sedangkan adaptasi merupakan upaya untuk menyesuaikan diri sebagai respon atas dampak perubahan iklim yang terjadi. Rencana aksi yang dapat dilakukan oleh UNDIP adalah melalui perubahan pelaksanaan program yang terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat serta hal-hal yang terkait seperti pemanfaatan energi, transportasi, pengelolaan sampah dan air dalam skala kampus.
4 b. Tujuan
Tujuan penyusunan Rencana Aksi, Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim ini adalah sebagai rencana aksi untuk menurunkan emisi karbon (gas rumah kaca) dan adaptasi perubahan iklim di Universitas Diponegoro terutama melalui Tri Dhamra Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, serta hal-hal yang terkait seperti pemanfaatan energi, transportasi, pengelolaan sampah dan air dalam skala kampus untuk mendukung komitmen penurunan emisi Kota Semarang dan nasional dalam kerangka pembangunan berkelanjutan tahun 2018-2030
c. Manfaat
Sebagai bahan panduan pengembangan program dan aktivitas di Universitas Diponegoro khususnya terkait dengan rencana aksi untuk menurunkan emisi karbon (gas rumah kaca) dan adaptasi perubahan iklim yang dapat dilakukan di kampus Universitas Diponegoro.
II. Kondisi Umum a. Latar Belakang
Diawali dengan lahirnya Universitas Semarang yang secara resmi dibuka pada tanggal 9 Januari 1957 dan dipimpin oleh Mr. Imam Bardjo melalui yayasan berdasarkan Akte Notaris R.M.
Soeprapto No. 59 tanggal 4 Desember 1956. Pada Dies Natalis ketiga yakni tanggal 9 Januari 1960 Universitas Semarang diganti menjadi Universitas Diponegoro oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Keputusan Presiden ini kemudian dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah No 7 Tahun 1961 tanggal 22 Maret 1961 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan No 101247/UU tanggal 3 Desember 1960 ditandai dengan Surya Sangkala: “Wiyata Hangreksa Gapuraning Nagara (1960)”, yang bermakna Universitas Diponegoro melaksanakan pendidikan tinggi demi menjaga citra bangsa. Keputusan tersebut berlaku surut mulai tanggal 15 Oktober 1957 mengingat pada tanggal tersebut terjadi “pertempuran lima hari” revolusi fisik di kota Semarang, sehingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai Dies Natalis Undip.
Perkembangan selanjutnya, pada tanggal 15 September 2008 Universitas Diponegoro berubah status dari PTN Satker menjadi PTN Badan Layanan Umum (BLU) yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No.259/KMK.05/2008 tentang Penetapan Universitas
5 Diponegoro pada Kemdiknas sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum. Namun, kondisi ini tidak berjalan lama, karena oleh pemerintah Undip dinilai berkembang pesat, maka pada tahun 2014 Universitas Diponegoro ditetapkan menjadi PTN Badan Hukum (PTN BH) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 81 tahun 2014 tentang Penetapan Universitas Diponegoro sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum, dengan memberi kesempatan untuk mempersiapkan diri selama 2 tahun yakni tahun 2017.
b. Lahan Kampus Universitas Diponegoro
Universitas DIponegoro memiliki 6 kampus yakni, 1) Kampus Tembalang, Semarang sebagai kampus utama; 2) Kampus Pleburan, Semarang; 3) Kampus Teluk Awur Jepara; 4) Kampus PSDKU Rembang; 5) Kampus PSDKU Batang; dan 6) Kampus PSDKU Pekalongan yang disajikan pada Gambar 1.
Terkait dengan luas gedung dan ruang terbuka dari kampus Universitas Diponegoro, secara keseluruhan dapat dilihat pada Tabel 1. Disamping itu, Universitas Diponegoro juga mengelola hutan Penggaron dengan luas 950.000 m2 (95 ha) yang digunakan untuk laboratorium alam dari berbagai fakultas dan jurusan, antaralain Jurusan Pertanian, Fakultas Peternakan dan Pertanian, serta sekolah Pasca Sarjana dan juga dimanfaatkan untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di kawasan hutan tersebut. Jika dilihat pada Tabel 1, maka ruang terbuka kampus Universitas Diponegoro di luar hutan Penggaron adalah sebesar 93,27 %.
Tabel 1. Luas Kampus Universitas Diponegoro, Luas Gedung (Lantai I) dan Ruang Terbuka No Kampus Luas Total (m2) Luas Gedung
(m2)
Ruang Terbuka (m2)
1 Tembalang 1.746.600 119.741 1.626.859
2 Pleburan 87.552 50.833 36.719
3 Teluk Awur 523.567 7.268 516.299
4 Rembang 150.205 960 149.245
5 Batang 95.000 1.967 93.033
6 Pekalongan 101.826 1.200 100.626
Total 2.704.750 181.969 2.522.781 Persentase 100% 6,73 % 93,27
Visi Universitas Diponegoro
Menjadi Universitas Riset yang Unggul Misi Universitas Diponegoro:
• Menyelenggarakan pendidikan sehingga menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif.
• Menyelenggarakan penelitian yang menghasilkan publikasi, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) , buku ajar, kebijakan dan teknologi yang berhasil guna dan berdaya guna dengan mengedepankan budaya dan sumber daya lokal.
• Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat yang menghasilkan publikasi, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) , buku ajar, kebijakan dan teknologi yang berhasil guna dan berdaya guna dengan mengedepankan budaya dan sumber daya lokal.
• Mengembangkan profesionalitas, kapabilitas, akuntabilitas dalam tata kelola universitas yang baik serta kemandirian penyelenggaraan perguruan tinggi.
6
Kampus Tembalang Kampus Pleburan
Kampus Teluk Awur Kampus PSDKU Pekalongan
Kampus PSDKU Batang Kampus PSDKU Rembang
Gambar 1. Enam Wilayah Kampus Universitas Diponegoro (Sumber : Pengolahan Data ArcGIS)
7 c. Jumlah Populasi Pada Tahun 2020 (Selama Pandemi Covid-19)
Tabel 2. Jumlah Dosen, Tenaga Kependidikan Dan Mahasiswa Universitas Diponegoro (2020)
No Bulan Jumlah Mahasiswa Jumlah Staf
1 Januari 55.448 3.957
2 Februari 55.448 3.957
3 Maret 55.448 3.957
4 April 55.448 3.957
5 Mei 2.950 1.979
6 Juni 3.360 1.979
7 Juli 3.115 1.979
8 Agustus 3.095 1.979
9 September 3.310 1.979
10 Oktober 2.960 1.979
11 November 3.015 1.979
12 Desember 3.085 1.979
Total 20.557 2.638
Total Mahasiswa dan Staf 23.195
III. Emisi Karbon di Universitas Diponegoro a. Jumlah Kendaraan
Data ini mencakup seluruh jenis kendaraan di kampus, baik milik universitas, dosen, tendik, dan mahasiswa. Selama ini civitas akademika Universitas Diponegoro datang ke kampus
menggunakan berbagai jenis transportasi, yaitu :
• Bus Kampus UNDIP
Universitas Diponegoro menyediakan Shuttle Bus (warna biru) bagi staf dan mahasiswa Universitas Diponegoro untuk bepergian di dalam kampus utama dan ke lokasi kampus lainnya.
Selain itu, Universitas Diponegoro juga menggandeng Pemkot Semarang berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Trans Marga Jawa Tengah yang disepakati pada 17 Maret 2016 untuk memberikan layanan antar-jemput tarif rendah bagi mahasiswa dan reguler. Bus Trans Semarang (warna merah) merupakan bus umum yang jalur trayeknya dapat menghubungkan antara Kampus Tembalang UNDIP dengan Kampus Pleburan setiap 15-30 menit.
8
• Motor Pribadi
• Mobil Pribadi
• Sepeda / jalan kaki, karena rumah atau tempat tinggal (kost) mahasiswa berdekatan dengan kampus
Hasil penelitian jumlah kendaraan (hasil perhitungan) adalah sebagai berikut:
b. Emisi Karbon di Kampus
Universitas Diponegoro berkomitmen untuk mengurangi emisi gas. Komitmen tersebut diambil dengan membuat kebijakan untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan menyediakan layanan bus antar jemput yang menggunakan bahan bakar gas (BBG) dan biofuel untuk memudahkan staf dan mahasiswa. Universitas Diponegoro juga menyediakan 961 sepeda secara gratis di seluruh fakultas, sekolah, rektorat, Rumah Sakit Nasional Diponegoro, LPPM, dan LP2MP. Inisiatif tersebut merupakan salah satu tindakan Universitas Diponegoro untuk mengurangi emisi dari kendaraan pribadi. Rambu garis kuning juga telah diterapkan untuk memisahkan jalur sepeda dengan kendaraan bermotor lainnya untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Gambar 2. Fasilitas Sepeda yang Disediakan Universitas Diponegoro
192 Motor
75 Mobil 960 Sepeda
10 Bus Kampus
9
Gambar 3. Jalur Sepeda di Lingkungan Kampus Universitas Diponegoro
Inisiatif dan program lain untuk mendukung Kebijakan Zero Emission Vehicles (ZEV) juga diterapkan seperti zona bebas mobil, menyediakan antar-jemput di dalam kampus, biaya parkir tinggi, sepeda gratis untuk siswa reguler, dan juga menerbitkan dan mengumumkan carpool / carsharing.
Dalam kondisi normal, program ini dapat mengurangi gas emisi hingga 18,4 metrik ton CO2eq. Selama pandemi Covid 19 (Mei-Desember 2020) operasi diminimalisir karena aktivitas kelas tidak dilakukan.
Sehingga mengakibatkan penurunan gas emisi sebesar 50% dari tahun sebelumnya. Secara lengkap, emisi karbon pada beberapa ruas jalan di Kampus UNDIP Tembalang disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2. Emisi Karbon Pada Beberapa Ruas Jalan Di Kampus Undip Tembalang
No Ruas Jalan
Panjang Jalan
(km)
Emisi CO2 (ton/tahun)
Total (ton/tahun) Motor Mobil
(Bensin)
Mobil
(Solar) Bus Truk
1 Gerbang-WP 0,603 207,8476 81,0409 5,4486 0,5841 0,6827 295,6039 2 Hukum – WP 0,321 50,5309 19,7023 1,3246 0,0111 0,1817 71,7506 3 FPIK – T. Mesin 0,221 4,5899 1,7896 0,1203 0,0209 6,5207
4 Sipil - FISIP 0,489 35,1162 13,6920 0,9206 49,7288
5 T. Arsitektur – T.
PWK 0,169 3,5849 1,3978 0,0940 5,0766
6 WP – T. Mesin 0,234 34,2957 13,3721 0,8990 48,5668
7 WP – FEB 0,411 24,6663 9,6136 0,6464 34,9163
8 Psikologi – FPP 0,673 149,5162 58,2972 3,9195 0,0635 211,7964
9 FK- T. Industri 0,38 11,1415 4,3441 0,2921 15,7778
Namun berdasarkan perhitungan kemampuan daya serap dari banyaknya tanaman (pepohonan) di Kampus UNDIP Tembalang, maka perbandingan total daya serap dan jumlah emisi karbon di beberapa lokasi dapat dilihat pada Tabel x. dan Gambar x. Jika melihat perhitungan total daya serap dan total emisi karbon (ton/tahun), maka kemampuan daya serap secara total baru termanfaatkan 9,78 %. Namun jika dihitung rata-rata masing-masing lokasi, maka kemampuan daya serap baru termanfaatkan 32,7%.
10 Tabel 3. Total Daya Serap Emisi Karbon di Kampus UNDIP Tembalang
No Jalur Total Daya Serap
(ton/tahun)
Emisi CO2
(ton/tahun)
1 Gerbang - WP 427,8890 295,6039
2 Hukum – WP 1.518,5852 71,7806
3 FPIK – Teknik Mesin 15,2145 6,5207
4 T Sipil - FISIP 1.402,9235 49,7288
5 T Arsitektur – T PWK 4,8470 5,0766
6 WP – T Mesin 174,6019 48,5668
7 WP - FEB 2.628,8759 34,9136
8 Psikologi - FPP 1.325,1366 211,7964
9 FK – T Industri 64,9152 15,7778
TOTAL 7.562,9888 739,7652
Gambar 4. Perbandingan Daya Serap Emisi Karbon di Kampus UNDIP Tembalang
Emisi CO2
11 IV. MITIGASI dan ADAPTASI
a. Pendidikan
Universitas Diponegoro telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi emisi karbon melalui berbagai program dan kegiataan yang terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berikut adalah program - program dibidang pendidikan:
1. Kurikulum
Kurikulum menjadi peranan penting dalam menghasilkan lulusan yang mempunyai pengetahuan dan kapasitas tinggi. Universitas Diponegoro mewajibkan semua program studi mempunyai kurikulum tentang SDGs (Sustainable Development Goals). Terdapat 5900 kurikulum yang berkaitan dengan SDGs pada tahun 2020/2021. Hampir 81% dari total semua program studi yang tersedia di universitas.
2. Proses Pembelajaran
Sejak pandemi COVID-19, Universitas Diponegoro meningkatkan sejumlah inisiatif antara lain:
- Smart Classroom di setiap fakultas dengan total 14 unit untuk mendukung pembelajaran jarak jauh dan 160 unit ruang kelas lainnya dilengkapi model hybrid.
- Proses Belajar Mengajar Online dilakukan secara online melalui Microsoft Teams dan kuliah online terintegrasi berbasis website yang dikenal dengan KULON UNDIP.
- Layanan Administrasi Mahasiswa Online di semua tingkatan mulai dari jurusan, fakultas dan universitas.
- Massive Open Online Courses (MOOC), salah satu platform yang disiapkan universitas untuk pembelajaran online selama pandemi COVID-19.
3. Perpustakaan
Perpustakaan pusat Universitas Diponegoro menyiapkan jurnal elektronik dan buku elektronik yang dapat diakses secara remote. Diharapkan para mahasiswa untuk mencari references baik dari jurnal sampai buku, bisa diakses secara remote dari luar kampus Undip, sehingga mereka tidak perlu datang ke kampus dan mengurangi penggunaan kendaraan yang masuk ke kampus.
4. Pojok Tanaman Langka
Pojok Tanaman Langka diresmikan oleh Rektor Undip pada tanggal 19 April 2013. Kawasan ini merupakan bentuk komitmen yang nyata oleh Undip dalam menjaga kelestarian sumberdaya genetik tanah air khususnya tanaman, sekaligus mendukung program pemerintah dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Berbagai tanaman langka yang ada merupakan sumbangan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Tengah. Pengelolaan dari Pojok Tanaman Langka ini diserahkan kepada pengelola UPT laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro. Berbagai jenis tanaman langka yang ada antara lain adalah Kenari, Dewandaru, Kepel, dan sebagainya.
5. Hutan Kampus dan Taman Kampus
Universitas Diponegoro mempunyai hutan kampus di berbagai tempat yaitu di dalam kampus Tembalang, Batang, Teluk Awur, dan rembang. Serta di luar kampus yaitu di hutan penggaron yang bekerja sama dengan Perhutani. Keberadaan hutan kampus ini berfungsi sebagai laboratorium lapangan mahasiswa Pertanian dan upaya peningkatan populasi keanekaragaman hayati. Selain itu, juga berfungsi sebagai penyerap karbon sehingga
12 mengurangi emisi di kampus. Perbandingan luas kampus yang ditumbuhi vegetasi hutan adalah sekitar 37,89% dari total luas kampus atau sekitar 1.384.967 m2.
6. Unit Kegiatan Mahasiswa
Universitas Diponegoro mempunyai berbagai unit kegiatan mahasiswa yang bervariasi dari sisi bidangnya. Banyak diantara organisasi mahasiswa tersebut memiliki kegiatan yang berdampak pada pengurangan emisi karbon. Diantaranya adalah:
a) Kelompok Studi Lingkungan b) Forum Studi Teknik
c) KeSEMat
d) Ikatan Pecinta Alam Lingkungan e) Gaia Conservation
f) Marine Diving Club
g) Kelompok Studi Akuakultur h) NCR
i) PALAKA
j) SEAWEED (Kelompok Studi Rumput Laut) k) VOPI
l) Oxygen-16 m) Mapateksi n) SHERPA
o) KSEI (Kelompok Studi Ekonomi Islam) p) KSPM (Kelompok Studi Pasar Modal) q) RnB (Research and Business)
r) Society of Renewable Energy
s) Kelompok Mahasiswa Peduli Lingkungan
b. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
1. Laboratorium
Sebagai universitas yang mempunyai visi utama riset, maka keberadaan laboratorium tidak terhindarkan. Namun pengelolaan laboratorium dilakukan sedemikian rupa sehingga penggunaan energi (terutama listrik), air maupun pengelolaan sampah dilakukan sesuai dengan protokol standard laboratorium terakdreditasi. Penggunan lampu dan AC ruangan diatur sesuai dengan keperluan standard.
2. Penelitian
Universitas Diponegoro melalui visinya mencanangkan menjadi Universitas Riset yang unggul.
Untuk terus mencapai visi tersebut, Undip secara bertahap meningkatkan dana penelitian yang diberikan kepada staf fakultas untuk mendukung lingkungan penelitian di Undip.
Menggabungkan roadmap untuk menjadi Universitas riset unggulan dengan komitmen mempercepat Sustainability dan Green Campus, peningkatan dana penelitian sebagian besar didedikasikan untuk topik terkait penelitian keberlanjutan.
13 3. Publikasi dan pengelolaan jurnal
Salah satu hasil output utama dari penelitian adalah publikasi, yang dilakukan di jurnal baik dalam maupun luar negeri, terutama di jurnal internasional yang bereputasi dan jurnal nasional yang terakreditasi. Pada umumnya proses submission sampai terbit dilakukan secara online, sehingga tidak menggunakan kertas. Hal yang sama juga dilakukan dalam pengelolaan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Diponegoro. Total publikasi ilmiah tentang SDGs dan lingkungan yang diterbitkan 3 tahun terakhir sebanyak 3056.
4. KKN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan mata kuliah wajib lapangan bagi mahasiswa Program Sarjana di Universitas Diponegoro yang terdiri dari KKN Reguler dan Tematik. Program ini memberikan kesempatan mahasiswa untuk memberikan sumbangan bagi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat, mendorong mahasiswa untuk belajar dari masyarakat, serta menumbuhkan empati mahasiswa. KKN memungkinkan interaksi yang erat antara mahasiswa dengan masyarakat sehingga menjadikan program ini menjadi program yang menyenangkan dan mempunyai manfaat yang signifikan bagi mahasiswa dan Perguruan Tinggi, masyarakat, dan pemangku kepentingan mitra UNDIP. Program ini juga merupakan wujud nyata peran mitra (Industri/Pemda) dalam membantu penyelesaian persoalan-persoalan masyarakat. Program dan kegiatan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan pencapaian SDGs.
5. Pengabdian Masyarakat Dosen
Dosen di Universitas Diponegoro harus melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam proses kegiatan pengabdian ersebut para dosen menjalankan program yang Juga berdampak kepada pengurangan emisi karbon dan pencapaian terget SDGs. Misalnya kegiatan penanaman pohon, penyuluhan efisiensi energi, efisiensi penggunaan air, kebersihan dan kesehatan dan sebagainya.
c. Energi dan Transportasi
1. Penggunaan listrik
Universitas Diponegoro terus berkomitmen untuk memerangi perubahan iklim. Misalnya, Undip berkontribusi dalam mengurangi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global dan mempercepat perubahan iklim dengan menggunakan peralatan hemat energi. Bentuk aplikasinya adalah penggantian lampu TL menjadi lampu LED untuk lampu sorot dan lampu gedung, lampu tenaga surya dan lampu LED untuk penerangan jalan, penggunaan peralatan hemat energi juga diterapkan pada AC yaitu inverter (pada gambar keempat). Penggunaan peralatan hemat energi merupakan upaya untuk mengurangi konsumsi energi listrik berbasis bahan bakar fosil. Dengan adanya program ini pada tahun 2020, persentase efisiensi energi yang dicapai adalah 93,51% untuk lampu gedung, 83,33% untuk lampu sorot, 67,16% untuk lampu jalan dan AC 70,30%.
Selain itu, Universitas Diponegoro meningkatkan jumlah energi alternatif sebagai bentuk pengurangan penggunaan energi listrik berbasis bahan bakar fosil. Energi terbarukan yang telah digunakan di Undip adalah panel surya, chiller, PLTA, biodiesel, dan biogas. Pada tahun 2020, Universitas Diponegoro menambah 13 unit panel surya setara dengan 243 kWh yang berlokasi di fakultas teknik kimia, teknik elektro dan fakultas ekonomi dan bisnis. Penambahan
14 jumlah panel surya untuk sumber listrik dan penerangan jalan mengurangi penggunaan konsumsi energi listrik dan total jejak karbon sebesar 1.979,69 metrik ton.
2. Penggunaan Kendaraan
Universitas Diponegoro memiliki 133 mobil dinas yang diatur pemakaiannya yaitu hanya digunakan pada saat acara kedinasan saja. Jumlah bahan bakarnya pun setiap kendaraan dinas dibatasi setiap bulan sehingga tidak bisa melebihi batasan. Sedangkan, kendaraan yang memasuki kampus sebanyak 132 mobil/hari dan 737 motor/hari. Jumlah kendaraan yang ada di universitas dibagi dengan jumlah penduduk kampus adalah 0,0432. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Universitas Diponegoro serius untuk mengurangi jumlah kendaraan pribadi di kampus.
Selain itu, Universitas Diponegoro juga memberikan 961 sepeda gratis bagi sivitas akademika.
Sepeda merupakan salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi seperti mobil dan sepeda motor. Tidak hanya Kendaraan Tanpa Emisi, Universitas Diponegoro juga memfasilitasi jalan khusus sepeda dengan tanda garis kuning untuk memisahkan antara jalan untuk sepeda dan sepeda motor. Pinjaman sepeda gratis untuk siswa atau staf. Juga Bus Kampus dan Trans Semarang untuk perjalanan jauh atau pindah lokasi kampus lainnya. Beberapa upaya dan kebijakan tersebut dapat menurunkan konsumsi bahan bakar dan berdampak pada penurunan emisi karbon di kampus.
3. Bus commuter (Trans Semarang & bus UNDIP)
Dalam rangka mengurangi polusi udara (rendah karbon) dan menjaga ekosistem, Universitas Diponegoro berupaya mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan menyediakan layanan antar jemput yang menggunakan bahan bakar gas (BBG) dan biofuel. Universitas Diponegoro menyediakan 10 unit Bus Antar-Jemput Kampus (Warna Biru) bagi staf dan mahasiswa Universitas Diponegoro untuk bepergian di dalam kampus utama dan ke lokasi kampus lainnya seperti Pleburan, Teluk Awur, dll.
Selain itu, Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang berdasarkan Nota Kesepahaman dengan Trans Marga Jawa Tengah yang disepakati pada tanggal 17 Maret 2016 untuk menyediakan layanan antar jemput dengan tarif murah untuk pelajar dan reguler. Pesawat ulang-alik bernama Trans Semarang ini juga menghubungkan Universitas Diponegoro di Tembalang dan Universitas Diponegoro di Pleburan.
d. Sampah dan Air 1. E-office
Universitas Diponegoro menerapkan program sistem E-Office, yaitu prosedur administrasi berbasis online. Selain itu juga menerapkan program pencetakan dua sisi untuk kegiatan akademik, seperti laporan sehingga program-program ini memiliki dampak signifikan pada pengurangan kertas.
2. Pengelolaan Sampah
Universitas Diponegoro telah melaksanakan beberapa program daur ulang sampah yang melibatkan pihak universitas, fakultas, organisasi kemahasiswaan, serta staf dan mahasiswa.
15 Secara total, ada 4 program universitas dan 3 program organisasi kemahasiswaan yang menangani daur ulang sampah.
Universitas Diponegoro menyediakan tempat sampah berklasifikasi, sehingga dapat dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Sampah yang telah dipisahkan didaur ulang di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Semua sampah organik diolah menjadi kompos. Selain itu, Universitas Diponegoro juga memiliki pit kompos di setiap fakultas untuk mengolah daun dan sampah organik lainnya menjadi kompos. Sampah anorganik dipilah kemudian sebagian digunakan kembali sebagai produk sekunder dan sisanya dijual ke agen daur ulang lokal untuk diproses.
Selain itu, Universitas Diponegoro mendirikan bank sampah bernama Bank Sampah Dipo yang melayani pembelian sampah daur ulang dari pelanggan yaitu fakultas, jurusan, unit, staf, mahasiswa, dan warga sekitar. Sampah yang terkumpul akan diserahkan ke agen daur ulang.
Beberapa organisasi kemahasiswaan juga melakukan program daur ulang yang merupakan program drop point E-Waste yang menampung sampah elektronik. E-waste nantinya akan dikirim ke agen daur ulang (EWasteRJ). Ada juga kotak daur ulang yang mengumpulkan sampah yang dapat didaur ulang serta memilahnya untuk dikirim ke agen daur ulang.
Kampanye online untuk mengedukasi dan meningkatkan kesadaran untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi ecobrick juga dilakukan oleh organisasi kemahasiswaan di Universitas Diponegoro.
3. Pemanfaatan Air
Setidaknya ada empat inisiatif yang telah dilaksanakan Universitas Diponegoro untuk menjaga konservasi air di kampus yang dapat menghemat >90% air di area kampus. Berikut adalah upaya konservasi air di Universitas Diponegoro.
- Tangki Penampung Air Hujan (Rain Water Harvesting)
Beberapa Tangki Penampung Air Hujan dipasang untuk sumber air alternatif di area kampus dengan 5 tangki untuk setiap area berkapasitas 1000 Liter/tangki. Secara signifikan dapat mengurangi penggunaan air tanah sebagai sumber utama pasokan air di kampus. Setiap fakultas wajib membangun Tangki Penampung Air Hujan untuk memastikan semua anggota fakultas berpartisipasi aktif dalam program konservasi air universitas.
- Waduk di Universitas Diponegoro
Waduk Universitas Diponegoro dibangun pada tahun 2013 bekerja sama dengan Badan Pengelola Sungai Nasional – Kementerian Pekerjaan Umum. Waduk ini menghemat lebih dari 50% air di area kampus dengan debit 26,34 m3/s. Selain sebagai kawasan konservasi air utama, waduk ini juga berfungsi sebagai pengendali banjir, penampung air, dan laboratorium lapangan bagi mahasiswa Undip. Waduk ini baru-baru ini dilengkapi dengan jogging track di sekitarnya, sehingga digunakan oleh masyarakat untuk kegiatan rekreasi.
- Kolam sebagai Sistem Pengelolaan Danau
Ada beberapa tambak di lingkungan universitas (misalnya tambak di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Sekolah Pascasarjana) dibangun untuk beberapa manfaat termasuk penyimpanan air untuk mengoptimalkan penyediaan infrastruktur biru di area kampus serta ruang terbuka untuk menyediakan habitat bagi spesies dan lingkungan hidup yang lebih baik.
16 - Biopori
Mirip dengan inisiatif RWH, biopori dibuat secara besar-besaran di area universitas untuk konservasi air. Di beberapa fakultas (misalnya Fakultas Hukum, Fakultas Teknik), ada program yang dilakukan setiap tahun (misalnya Hari Bumi, Hari Lingkungan Hidup, dan Dies Fakultas) untuk menambah jumlah biopori di sekitar area gedung, sekitar 50-100 biopori.
V. Rencana Aksi Pengurangan Emisi 1) Efisiensi Pemanfataan Air
a) Khusus untuk Rumah Sakit Nasional Diponegor meningkatkan penggunaa kembali air IPAL Undip yang telah diolah untuk penyiraman taman di lingkungan Kampus Undip.
• 50% air IPAL digunakan kembali pada Tahun 2020.
• 75% air IPAL digunakan kembali pada Tahun 2025.
• 100% air IPAL digunakan kembali pada Tahun 2030.
b) Seluruh unit melakukan kegiatan pemanenan air hujan (rain water harvesting) di lingkungan kampus.
• 15% bangunan terinstal permanen air hujan pada Tahun 2020.
• 20% bangunan terinstal permanen air hujan pada Tahun 2025.
• 30% bangunan terinstal permanen air hujan pada Tahun 2030.
c) Seluruh unit melakukan kegiatan konservasi air melui pembuatan sumur resapan (drywells).
• 26% bangunan dilengkapi dengan sumur resapan pada Tahun 2020.
• 28% bangunan dilengkapi dengan sumur resapan pada Tahun 2025.
• 30% bangunan dilengkapi dengan sumur resapan pada Tahun 2030.
d) Seluruh unit melakukan kegiatan konservasi air melalui pembuatan luang biopori.
• 1000 lubang biopori di lingkungan kampus pada Tahun 2020.
• 2000 lubang biopori di lingkungan kampus pada Tahun 2025.
• 3000 lubang biopori di lingkungan kmapus pada Thaun 2030.
e) Seluruh unit menerapkan instalasi sistem penghematan air pada gedung-gedung di lingkungan kampus.
• 50% bangunan dilengkapi dengan high efficient toilet flush pada Tahun 2020.
• 75% bangunan dilengkapi dengan high efficient toilet flush pada Tahun 2025.
• 100% bangunan dilengkapi dengan high efficient toilet flush pada Tahun 2030.
2) Efisiensi Penggunaan Energi
a) Seluruh unit melakukan pemangkasan pemborosan penggunaan energi listrik.
• Memaksimalkan penggunaan penerangan alami pada siang hari;
• Pengendalian listrik secara terpusat;
• Penggantian air conditioning berdaya tinggi dan lampu penerangan neon dengan eco air conditioning dan penerangan LED;
• 40% eco air conditioning dan LED terinstal pada Tahun 2020;
• 70% eco air conditioning dan LED terinstal pada Tahun 2025;
• 100% eco air conditioning dan LED terinstal pada Tahun 2030.
b) Seluruh unit menambah energy (energy mix) di lingkungan kampus dengan target :
• 20% total penggunaan energi pada Tahun 2020 bersumber dari EBT.
• 35% total penggunaan energi pada Tahun 2025 bersumber dari EBT.
• 50% total penggunaan energi pada Tahun 2030 bersumber dari EBT.
17 3) Ruang Terbuka Hijau
Seluruh unit menerapkan pengembangan ruang terbuka hijau dengan penanaman pohon dengan target sebagai berikut.
• 30% ruang terbuka tertanami pohon di areal unit pada Tahun 2020.
• 50% ruang terbuka tertanami pohon di areal unit pada Tahun 2025.
• 75% ruang terbuka tertanami pohon di areal unit pada Tahun 2030.
4) Komitmen Universitas Diponegoro
Carbon neutrality berarti mengurangi gas rumah kaca menjadi nol, dan kemudian ‘mengimbangi’
jumlah yang setara dari emisi yang tersisa. Inti dari carbon neutrality adalah kebutuhan untuk mencapai keseimbangan ekologi antara aktivitas yang menghasilkan polusi iklim dan proses mengurangi dampak dari polusi tersebut sampai menjadi nol atau mendekati nol.
Komitmen Universitas Diponegoro untuk mencapai carbon neutrality dilakukan dengan menjalankan beberapa program unruk mencapai carbon neutrality. Dalam upaya mendukung tercapainya SDGs tahun 2030, UNDIP juga mengimplementasikan carbon neutrality yang sudah dimulai sejak tahun 2017. Beberapa program lain yang mendukung atau relevan dengan implementasi carbon neutrality di UNDIP antara lain Program Penghematan Energi dan Air (2017), Program Green Campus (2020), Peraturan yang menghimbau mahasiswa agar tidak mengendarai kendaraan pribadi ketika ke kampus.
Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan Tim Sustainability Undip pada tahun 2020, adalah sebagai berikut:
• Undip menghasilkan 66,01 TonCO2-eq untuk scope 1. Beberapa program dilakukan dengan target pengurangan emisi 50% untuk scope 1 dari tahun lau melalui skenario/dukungan program yang telah dijelaskan di atas.
• Sedangkan untuk scope 2 dihasilkan sebesar 1.979,69 TonCO2-eq. Target pengurangan berkisar 21%. Program smart building dan sumber energi terbarukan adalah skenario/dukungan program yang dapat menjadi contributor utama dalam pengurnagan emisi di Undip untuk scope 2 ini.
Diharapkan program-program andalan ini dapat dengan selektif dilaksanakan denga target yang dapat dicapai pada tahun 2025.
VI. Penutup
Berbagai upaya yang sudah direncanakan akan dilaksanakan, diharapkan akan mengurangi emisi karbon di kampus Universitas Diponegoro. Dukungan seluruh aktivitas akademik dangat diharapkan dalam implementasi program dan kegiatan. Komitmen manajemen univeristas danagta besar dalam melaksanakan program ini, dan diharapkan pada saatnya akan dicapai carbon neutral di kampus Universitas Diponegoro.