i | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
ii | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
i | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Judul : Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Pengarah :
Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc.
Editor :
Ir. Emma Rachmawaty, M.Sc.
Kontributor :
1. Dra. Endang Pratiwi, MM.
2. Eko Prasondita, S.Hut. M.Sc.
3. Agus Gunawan, S.T., M.Eng.
4. Prof. Rizaldi Boer
5. Dr. Retno Gumilang Dewi 6. Dr. Muhammad Ardiansyah 7. Ucok Siagian, Ph.D.
Desain Cover:
1. Agung Dwi Saputra, S.Si 2. Julian Agung Pratomo, S.Hut.
Desain Layout :
1. Agung Srihananto, S.E.
2. Dwita Fitriyani Wijayanti, S.T.
Bekerjasama dengan :
Pusat Kebijakan Pembiayaan Perubahan Iklim dan Multilateral Badan Kebijakan Fiskal
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
ISBN : 978-602-51356-4-4
Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Dilarang menggunakan isi maupun memperbanyak Pedoman ini sebagian atau seluruhnya, baik dalam bentuk fotokopi, cetak, microfilm, elektronik, maupun bentuk lainnya, kecuali untuk keperluan Pendidikan atau non-komersial lainnya dengan mencantumkan sumbernya sebagai berikut:
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (2018). Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Diterbitkan oleh :
Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim
Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Jalan Gatot Subroto, Gedung Manggala Wanabakti Blok IV Lantai 6, Jakarta, 10270 Indonesia
Telp/Fax : +62-21-574-6722
ii | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim KATA PENGANTAR
Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen di dalam menurunkan emisi gas rumah kaca sebagaimana antara lain tercermin dalam panduan APBN yang dialokasikan oleh setiap Kementerian/Lembaga. Akan tetapi jumlah dana tersebut sulit diidentifikasi sehingga tidak dapat dilaporkan melalui mekanisme National Communication, seperti pada The First Biennual Update Report dan Third National Communication.
Oleh karena itu, kami menyambut baik inisiatif dari Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan untuk pelaksanaan Penandaan Anggaran (Budget Tagging) terhadap Anggaran Kementerian/Lembaga. Penandaan Anggaran memungkinkan proses perencanaan dan penganggaran kegiatan mitigasi perubahan iklim dilaksanakan secara transparan dan memudahkan pada saat perencanaan untuk mengukur kemajuan maupun kesenjangan (tracking progress and gap) dimulai tahun 2016 dan terus disempurnakan pada tahun 2017.
Pengalaman selama ini dalam melakukan penandaan anggaran membutuhkan pedoman untuk mempermudah proses penyusunan sampai ke level komponen kegiatan dalam setiap aksi mitigasi baik yang secara langsung maupun tidak langsung menurunkan emisi GRK, berdasarkan kriteria dan indikator serta bukti fisik yang diperlukan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menindak-lanjuti inisiatif Penandaan Anggaran dengan menyusun Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim, bersama-sama dengan Kementerian/Lembaga terkait dan para pakar.
Diharapkan Pedoman yang disusun berdasarkan struktur dan target NDC dapat menjadi rujukan bagi penandaan anggaran yang dilakukan oleh Kementerian/ Lembaga pada saat proses perencanaan dan pelaksanaan anggaran.
Hasil dari Penandaan Anggaran dapat menjadi bahan evaluasi terhadap persiapan pelaksanaan NDC untuk sektor energi, sektor kehutanan, sektor pertanian, sektor limbah dan sektor IPPU dan pelaksanaan penurunan emisi gas rumah kaca secara umum.
Terima kasih kami ucapkan kepada berbagai pihak yang turut berkontribusi terhadap penyusunan Pedoman ini, termasuk wakil dari Kementerian/ Lembaga dan para pakar.
Jakarta, 21 September 2018
Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim
Dr. Ir. Ruandha Agung Sugardiman, M.Sc.
iii | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
DAFTAR ISI
1 PENDAHULUAN ... 5
1.1 Latar Belakang ... 5
1.2 Maksud dan Tujuan ... 5
1.3 Ruang Lingkup ... 6
1.4 Dasar Hukum ... 6
2 TARGET PENCAPAIAN PENURUNAN EMISI GRK NASIONAL ... 7
2.1 NDC-Sektor Energi ... 7
2.2 NDC-Sektor Kehutanan ... 7
2.3 NDC-Sektor Pertanian ... 10
2.4 NDC-Sektor Limbah ... 12
2.4.1 Sub-Sektor: Limbah Padat Domestik ... 12
2.4.2 Sub-Sektor: Limbah Cair Domestik ... 14
2.4.3 Sub-Sektor: Limbah Cair Industri ... 15
2.5 NDC-Sektor IPPU ... 16
3 PENGERTIAN DAN PROSES DALAM PENENTUAN AKSI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM ... 18
3.1 Pengertian dalam Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim ... 18
3.2 Proses dalam Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim ... 18
4 AKSI-AKSI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM ... 19
4.1 Aksi Mitigasi Sektor Energi ... 19
4.1.1 Aksi Mitigasi Sektor Energi : Produksi ... 19
4.1.2 Aksi Mitigasi Sektor Energi: Konsumsi ... 32
4.2 Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan ... 55
4.2.1 Berdampak Langsung ... 55
4.2.2 Berdampak Tidak Langsung ... 70
4.3 Aksi Mitigasi Sektor Pertanian ... 79
4.3.1 Berdampak Langsung ... 79
4.3.2 Berdampak Tidak Langsung ... 86
4.4 Aksi Mitigasi Sektor Limbah ... 101
4.4.1 Berdampak Langsung ... 101
4.4.2 Berdampak Tidak Langsung ... 123
4.5 Aksi Mitigasi Sektor IPPU ... 130
4.5.1 Berdampak Langsung ... 130
4.5.2 Berdampak Tidak Langsung ... 131
iv | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim DAFTAR TABEL
Tabel 1. Aksi Mitigasi Sektor Energi Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC .. 7 Tabel 2. Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC ... 8 Tabel 3. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan ... 9 Tabel 4. Aksi Mitigasi Sektor Pertanian Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC ... 10 Tabel 5. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Pertanian ... 11 Tabel 6. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Padat Domestik Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC ... 12 Tabel 7. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Padat Domestik ... 13 Tabel 8. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Domestik Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC ... 14 Tabel 9. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Domestik ... 14 Tabel 10. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Industri Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC ... 15 Tabel 11. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Industri ... 15 Tabel 12. Aksi Mitigasi Sektor IPPU Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC .. 16 Tabel 13. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Produksi yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 19 Tabel 14. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Produsen yang Berdampak Tidak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator .... 26 Tabel 15. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Konsumsi yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 34 Tabel 16. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Konsumsi yang Berdampak Tidak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator .... 43 Tabel 17. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 55 Tabel 18. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Kehutanan yang Berdampak Tidak langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 70 Tabel 19. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 79 Tabel 20. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Pertanian yang Berdampak Tidak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 86 Tabel 21. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Limbah yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 101 Tabel 22. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Limbah yang Berdampak Tidak
Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 123 Tabel 23. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor IPPU yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 130 Tabel 24. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor IPPU yang Berdampak Tidak
Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator ... 131
5 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembiayaan bagi kegiatan Perubahan Iklim termasuk mitigasi di Indonesia selama ini belum tersedia, sehingga upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang dilaksanakan oleh Pemerintah tidak dapat dilaporkan. Kondisi ini juga menjadi kendala bagi Indonesia dalam melaksanakan Decision 2/CP.17UNFCC tentang National Communication terkait pelaporan pembiayaan bagi perubahan iklim.
Pelaporan pembiayaan The First Bilineal Update Report dan Third National Communication (TNC) tidak menggambarkan besaran pembiayaan yang lengkap.
Proses Penandaan Anggaran akan membantu transparansi pembiayaan penurunan emisi gas rumah kaca baik untuk mencapai target pada tahun 2020 sebagai bagian dari pemenuhan target pada tahun 2030 melalui NDC Indonesia sebagai pelaksanaan dari Paris Agreement (Persetujuan Paris) yang diratifikasi melalui UU No. 16 tahun 2016.
Salah satu langkah dalam mengimplementasikan NDC di tingkat nasional adalah mendorong penyelarasan dalam program dan kegiatan Kementerian/Lembaga terkait untuk Rencana Kegiatan Pemerintah Tahun 2019-2030 yang diarahkan menuju pencapaian target 10 Prioritas Nasional Pembangunan, untuk kemudian dikaitkan dengan program dan kegiatan prioritas. Mengingat komitmen di bawah UNFCCC yang melibatkan seluruh negara pihak seperti dalam Persetujuan Paris merupakan hal yang baru bagi Indonesia sebagai negara berkembang, maka diperlukan strategi untuk mengimplementasikannya yang terbagi ke dalam program- program dari persiapan sampai tahap akhir termasuk review dan pembaruan komitmen dalam NDC pada setiap periode yang ditentukan.
2 Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Pedoman ini adalah untuk memberikan acuan bagi Kementerian/Lembaga dalam menentukan kegiatan pembangunan sektor Energi, Kehutanan, Pertanian, dan Limbah serta IPPU, yang dapat berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim yang berdampak langsung dan tidak langsung pada penurunan emisi gas rumah kaca.
Tujuan disusunnya pedoman ini adalah untuk memberikan acuan bagi Kementerian/Lembaga untuk:
a. Menentukan kegiatan-kegiatan sektor yang sesuai dan tepat dengan aksi mitigasi pada Dokumen NDC;
b. Memilih komponen aksi mitigasi yang dapat digunakan sebagai dasar dalam penandaan/ tagging untuk mengidentifikasi aksi mitigasi perubahan iklim;
c. Menilai kinerja dari komponen aksi mitigasi yang telah dilakukan oleh Kementerian/Lembaga terhadap target aksi mitigasi;
d. Memantau pelaksanaan komponen aksi mitigasi;
e. Mencatat perubahan pelaksanaan komponen aksi mitigasi;
6 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
f. Menyediakan dasar perencanaan untuk pengelolaan aksi mitigasi yang lebih baik berdasarkan praktek-praktek mitigasi terbaik.
2.1 Ruang Lingkup
Ruang lingkup dari Pedoman ini mencakup aksi mitigasi yang berdampak langsung dan tidak langsung terhadap penurunan emisi yang diuraikan atau disusun menurut komponen aksi mitigasi, kriteria, indikator dan bukti fisik indikator, serta satuan kegiatan komponen aksi mitigasi yang dilaksanakan di sektor Energi, Kehutanan, Pertanian, dan Limbah serta IPPU . Komponen aksi yang terangkum dalam pedoman ini bersifat dinamis dan dapat berkembang sesuai dengan kegiatan aksi dan terminologi kegiatan yang diselenggarakan oleh masing-masing K/L.
2.2 Dasar Hukum
Rujukan peraturan-perundangan yang berkaitan dengan pedoman penentuan aksi mitigasi perubahan iklim ini adalah sebagai berikut:
1. Undang - Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam hayati dan Ekosistemnya;
2. Undang - Undang No. 6 Tahun 1994 tentang Pengesahan Konvensi Perserikatan Bangsa–Bangsa Mengenai Perubahan Iklim (The United Nations Framework Convention Climate Change – UNFCCC);
3. Undang - Undang No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
4. Undang - Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
5. Undang - Undang No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian;
6. Undang - Undang No. 30 Tahun 2007 tentang Energi;
7. Undang - Undang No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran;
8. Undang - Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
9. Undang - Undang No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
10. Undang - Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
11. Undang - Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
12. Undang - Undang No. 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
13. Undang - Undang No. 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian;
14. Undang - Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah;
15. Undang - Undang No. 16 Tahun 2016 tentang Persetujuan Paris Atas Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa Mengenai Perubahan Iklim;
16. Peraturan Pemerintah No. 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan RKA-KL;
17. Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
18. Peraturan Pemerintan No. 17 Tahun 2017 tentang Sinkronisasi Proses Perencanaan dan Penganggaran Pembangunan Nasional;
19. Peraturan Pemerintah No. 46 Tahun 2017 tentang Instrumen Ekonomi Lingkungan Hidup;
20. Peraturan Presiden No. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi GRK;
21. Peraturan Presiden No. 71 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Inventarisasi GRK Nasional.
7 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
3 TARGET PENCAPAIAN PENURUNAN EMISI GRK NASIONAL
NDC Indonesia memproyeksikan emisi baseline pada tahun 2030 mencapai 2.869 juta ton CO2e dengan tahun dasar (base year) 2010. Pada tahun 2030 tersebut target penurunan emisi GRK 29% adalah sebesar 834 juta ton CO2e, sedangkan target conditional 38% adalah sebesar 1.081 juta ton CO2e. Target ini akan dicapai melalui aksi mitigasi dari kelima sektor yaitu energi, proses industri dan penggunaan produk (IPPU), pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (AFOLU), serta limbah.
Rincian asumsi dari target pencapaian penurunan emisi gas rumah kaca nasional sektor Energi, Kehutanan, Pertanian, dan Limbah serta IPPU, disampaikan sebagai berikut ini:
3.1 NDC-Sektor Energi
Tabel 1. Aksi Mitigasi Sektor Energi Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
1. Efisiensi Penggunaan Energi Final
Tidak ada peningkatan efisiensi penggunaan energi final
75% dilaksanakan 100% dilaksanakan
2. Pemanfaatan Teknologi CCT
Tidak ada perubahan teknologi PLTU 3. Produksi Listrik
EBT
Pembangkit Listrik EBT 26 GW (RUPTL, APBN)
Produksi Listrik EBT sesuai RUPTL (Committed 7,4 GW)
19,6%
Produksi Listrik 132,74 TWh*
4. Penggunaan BBN (Mandatory B30) pada Sektor Transportasi
Sektor Transportasi menggunakan BBM
90% dilaksanakan 100% dilaksanakan
5. Penambahan Jargas
Tidak ada penambahan Jargas
100% dilaksanakan 100% dilaksanakan
6. Penambahan SPBG
Tidak ada penambahan SPBG
100% dilaksanakan 100% dilaksanakan
3.2 NDC-Sektor Kehutanan A. Laju deforestasi
- Laju deforestasi untuk BAU 2013-2020 mengikuti baseline FREL-REDD+
yaitu 0.920 juta ha/tahun, yang terdiri dari uplanned and planned deforestation. Laju planned deforestation dihitung terlebih dahulu oleh model sesuai dengan skenario pembangunan.
- Skenario CM1 dan CM2, laju deforestasi unplanned diasumsikan lebih rendah sehingga total deforestasi (planned dan unplanned sebesar 0,450
Catatan: * 132,74 TWh adalah setara dengan 21,65 GW
8 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim juta ha.
- Laju deforestasi BAU 2021-2030 diasumsikan menurun menjadi 0,820 juta ha/tahun dan untuk CM1 dan CM2 menjadi 0,325 juta ha.
Tabel 2. Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
Total (000 ha) 2013-’20: 920 2020-’30: 820 2030-’50: hasil model
2013-’20: 450 2020-’30: 325 2030-’50:
hasil model
2013-’20: 450 2020-’30: 325 2030-’50:
hasil model
Setelah tahun 2030 deforestasi
unplanned sudah tidak terjadi. Artinya laju deforestasi sepenuhnya dari model (planned deforestation saja, sesuai kebutuhan) Unplanned
Deforestation
2013-’20: 500 2020-’30: 409 2030-’50: 0
2013-’20: 175 2020-’30: 92 2030-’50: 0
2013-’20: 175 2021-’30: 66 2030-’50: 0 Planned
Deforestation (Dari model)
2011-’50: hasil model
2011-’50:
hasil model
2011-’50:
hasil model
B. Asumsi Produksi Kayu
1. Laju ekstraksi kahyu dari hutan alam yang lestari dari beberapa literature berkisar antara 20 - 35 m3ha. Studi ini mengasumsikan ekstraksi masih 50 m3/ha pada tahun 2010 (kelebihan merupakan dari penebangan ilegal), dan pada tahun 2050 sudah mencapai 30m3 (laju penebangan lestari, artinya illegal logging sudah hampir tidak ada).
2. Target produksi kayu dari hutan alam untuk CM1 dan CM2 mengikuti RKTN (Dephut, 2011), sedangkan BAU lebih tinggi berdasarkan perkiraaan APHI.
3. Laju pembangunan HTI untuk BAU mengikuti laju historis dan persentase lahan layak tanam sekitar 63% yang didasarkan pada asumsi yang digunakan APHI, 2007).
4. Semua hutan yang dibuka untuk keperluan pembangunan, kayu yang dihasilkan diasumsikan semuanya dimanfaatkan (tidak dibuang).
5. Pemanfaatan kayu sawit dan karet saat akhir rotasi/peremajaan diasumsikan hanya sebagian saja. Untuk CM3 diasumsikan 50% (sebagian besar dari kebun negara dan swasta).
C. Asumsi Laju Pertumbuhan:
1. Laju pertumbuhan tanaman dalam satuan tC/ha/tahun hutan alam dihitung berdasarkan riap pohon dari satuan m3/ha/tahun sehingga digunakan faktor konversi berikut:
a. Biomass Expansion Factor (BEF): 1,4 (Ruhiyat, 1990).
b. Wood density untuk hutan alami: 0,7 t/m3
2. Laju pertumbuhan tanaman HTI dalam satuan tC/ha/tahun dihitung berdasarkan data potensi volume produksi kayu yaitu dalam satuan m3/ha, dimana BAU, CM1 dan CM 2 masing-masing tahun 2010: 120 dan tahun 2050 sudah meningkat jadi 140, 160 dan 200 m3/ha dengan adanya intervensi teknologi. Kenaikan terjadi setiap interval 10 tahun. Untuk konversi diperlukan data:
a. BEF: 1.4 (IPCC Default)
b. Wood density untuk HTI: 0,4 t/m3 3. Rotasi: 6 tahun.
9 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
D. Hasil hitungan CM2 dibuat yg baru dgn target yang sangat sangat ambisius (capaian 38%), dengan perubahan asumsi dari hitungan sebelumnya ialah:
1. Restorasi gambut keberhasilannya 90% dan luas yang direstorasi sampai 2030 mencapai 2 juta,
2. Rehabilitasi lahan juga keberhasilan 90% dan hampir semua lahan tidak produktif direhabilitasi (hampir 12 juta ha), jadi per tahun sampai 2030 laju penanaman sekitar 800 ribu ha/tahun (baseline hanya sekitar 270 ribu ha).
Tabel 3. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Kehutanan
AKSI MITIGASI Tahun Satuan BAU CM1 CM2
Laju Deforestasi Lahan Mineral
2013-2020
x 1000 ha/th 861 451 294
X 1000 GgCO2e/th
274.475 144.141 93.924
2021-2030
x 1000 ha/th 758 355 174
x 1000 GgCO2e/th
241.567 113.371 55.410
Laju Deforestasi Lahan Gambut4
2013-2020 x 1000 ha/th 59 8 6
x 1000 GgCO2e/th
18.731 2.462 1.824
2021-2030 x 1000 ha/th 62 4 6
X 1000 GgCO2e/th
19.723 1.316 443
Laju Degradasi Lahan Mineral
2013-2020 x 1000 ha/th 982 494 339
X 1000 GgCO2e/th
122.907 61.805 42.451
2021-2030 x 1000 ha/th 899 356 179
x 1000 GgCO2e/th
112.529 44.518 22.378
Laju Degradasi Lahan Gambut4
2013-2020 x 1000 ha/th 70 12 10
x 1000 GgCO2e/th
4,306 724 605
2021-2030 x 1000 ha/th 75 4 1
x 1000 GgCO2e/th
4,620 253 88
Laju
Pembangunan Hutan Tanaman Industri
2013-2020 x 1000 ha/th 150 320 320
GgCO2e -61.304 -63.532 -110.227
2021-2030 x 1000 ha/th 150 320 320
GgCO2e x-62.125 -83.866 -114.214 Produktivitas HTI3 2021-2030 (m3/ha/th) 21 22 22
(m3/ha/th) 22 23 24
Laju Rehabilitasi Lahan Tanpa Rotasi1
2013-2020 x 1000 ha/th 97(21%) 104(23%) 173(25%)
GgCO2e -330 35 -363
2021-2030 x 1000 ha/th 195(23%) 208(30%) 346(38%)
GgCO2e -3.039 -2.655 -6.072
Laju Rehabilitasi Lahan Dengan Rotasi1
2013-2020 x 1000 ha/th 110(52%) 173(54%) 156(57%)
GgCO2e -260 -210 -262
2021-2030 x 1000 ha/th 220(57%) 346(65%) 311(76%)
GgCO2e 602 1.063 777
10 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 3.3 NDC-Sektor Pertanian
Tabel 4. Aksi Mitigasi Sektor Pertanian Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
1. Penggunaan Varietas Rendah Emisi Di Lahan Sawah.
Tidak ada aksi mitigasi.
Penggunaan varietas rendah emisi pada lahan sawah diasumsikan mencapai total 926 ribu ha di 2030*
Penggunaan varietas rendah emisi pada lahan sawah diasumsikan mencapai total 908 ribu ha di 2030*
2. Penerapan Sistem Pengairan Sawah Lebih Hemat Air.
Tidak ada aksi mitigasi.
Penerapan sistem pengairan sawah lebih hemat air mencapai 820 ribu ha di 2030*.
Penerapan sistem pengairan sawah lebih hemat air mencapai 803 ribu ha di 2030*.
3. Pemanfaatan Limbah Ternak Untuk Biogas.
Tidak ada aksi mitigasi.
Pemanfaatan limbah ternak untuk biogas mencapai 0,06% dari populasi ternak pada tahun 2030**.
Pemanfaatan limbah ternak untuk biogas mencapai 0,06%
dari populasi ternak pada tahun 2030**.
AKSI MITIGASI Tahun Satuan BAU CM1 CM2
Restorasi Gambut1
2013-2020 x 1000 ha/th - 78(90%) 161(90%)
GgCO2e 0 -9.576 -23.906
2021-2030 x 1000 ha/th - 155(90%) 258(90%)
GgCO2e 0 -22.836 -53.867
Pemulihan Lahan Gambut (Peat Water
Management)
2013-2020 x 1000 ha - 792 864
GgCO2e 0 4.039 8.658
2021-2030 x 1000 ha - 864 864
GgCO2e 0 6.779 16.140
Sustainable Forest Management (Persen)2
2013-2020 % 20 38 38
GgCO2e -5.725 -18.672 -18.672
2021-2030 % 37 67 67
GgCO2e -13.247 -43.830 -43.830 Keterangan :
1. Angka dalam kurung menunjukan tingkat keberhasilan
2. Persentase luas hutan produksi yang telah menerapkan SFM (rata-rata laju pemanenan kayu sebesar 30m3/ha);
3. Emisi pada aksi peningkatan produktifitas HTI menjadi satu kesatuan dengan laju pembangunan HTI;
4. Emisi deforestasi dan degradasi gambut dihitung dari aboveground carbon;
Tanda minus (-) merupakan serapan karbon;
Laju degradasi lahan mineral dan gambut merupakan perubahan tutupan hutan primer ke hutan sekunder.
11 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
4. Perbaikan
Suplemen Pakan.
Tidak ada aksi mitigasi.
Penggunaan suplemen untuk pakan mencapai 2,5% dari populasi ternak pada tahun 2030**.
Penggunaan suplemen untuk pakan mencapai 2,5% dari populasi ternak pada tahun 2030**.
Tabel 5. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Pertanian
AKSI MITIGASI Tahun BAU CM1 CM2
Pemanfaatan Kayu dari Perkebunan (000 ha/tahun)1
2013-2020 213 182 181
2021-2030 285 212 212
Penerapan Praktek Pertanian yang Baik (Good Agriculture Practicies)
Produktivitas (Yield)
Padi (ton/ha) Jawa 2013-2020 5,82 5,94 5,97
2021-2030 5,84 6,08 6,14
Padi (ton/ha) Luar Jawa 2013-2020 4,31 4,39 4,50
2021-2030 4,43 4,60 4,82
Serealia (Jagung) (ton/ha) 2013-2020 4,50 4,50 4,70
2021-2030 4,57 4,57 4,99
Tanaman Industri (Persen)2 2013-2020 - 6,60 6,60
2021-2030 - 13,78 13,78
Hortikultura (Persen)2 2013-2020 - 3,44 3,44
2021-2030 - 7,05 7,05
Indek Penanaman (IP)
Padi (per tahun) Jawa 2013-2020 1,83 1,88 1,89
2021-2030 1,85 1,97 1,99
Padi (per tahun) Luar Jawa 2013-2020 1,48 1,52 1,55
2021-2030 1,52 1,59 1,66
Serealia (Jagung) (per tahun) 2013-2020 0,63 0,63 0,64
2021-2030 0,63 0,63 0,64
Penggunaan Varietas Rendah Emisi di Lahan Sawah (000 ha)
2013-2020 - 45,5 47,1
2021-2030 - 90,8 96,9
Penerapan Sistem Pengairan Sawah Lebih Hemat Air (000 ha)
2013-2020 27,9 68,1 69,4
2021-2030 97,7 178,0 183,3
Pemanfaatan Limbah Ternak Untuk Biogas (000 hewan ternak)
2013-2020 - 7,90 7,90
2021-2030 - 31,40 31,40
Perbaikan Suplemen Pakan (000 hewan ternak)
2013-2020 - 295,80 295,80
2021-2030 - 1160,20 1160,20
Catatan: * Penggunaan teknologi terbaik yang telah tersedia akan meningkatkan produktivitas ternak dan menurunkan penggunaan lahan untuk tujuan peternakan
** Peningkatan populasi ternak dan operasionalisasi biogas (dengan asumsi subsidi pemerintah akan terus berlanjut dengan pertimbangan tingginya biaya investasi.
Catatan: 1 Luas lahan perkebunan karet dan sawit peremajaan yang kayunya dimanfaatkan untuk kayu olahan
2 Persen peningkatan produktivitas tanaman terhadap tingkat produktivitas tahun 2010
12 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 3.4 NDC-Sektor Limbah
3.4.1 Sub-Sektor: Limbah Padat Domestik
Pada sub-sektor limbah padat domestik, aksi mitigasi difokuskan pada peningkatan:
penerapan LFG recovery, prosentase pemanfaatan sampah melalui pengomposan dan 3R (sampah kertas), prosentase pemanfaatan sampah untuk PLTSa/RDF.
Rincian kegiatan yang termasuk dalam baseline dan mitigasi disampaikan sebagaimana berikut ini.
Tabel 6. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Padat Domestik Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
1. Peningkatan penerapan LFG recovery from 2010 to 2030 dalam
pengelolaan TPA.
Tidak ada aksi mitigasi.
LFG recovery mereduksi CH4 dari 0,65% di tahun 2010 menjadi 10% di 2030.
LFG recovery mereduksi CH4 dari 0,65% di tahun 2010 menjadi 10% di 2030.
2. Peningkatan persentase pemanfaatan sampah melalui composting and 3R (paper).
Tidak ada aksi mitigasi.
22% di tahun 2020, 30% di tahun 2030*.
22% di tahun 2020, 30% di tahun 2030*.
3. Peningkatan persentase PLTSa/RDF (Refuse Derived Fuel),
dibandingkan dengan total timbulan sampah.
Catatan: PLTSa = Pembangkit Listrik Tenaga Sampah
Tidak ada aksi mitigasi.
- mencapai 3% dari total sampah di 2020 dan meningkat menjadi 5% di 2030**.
- pengembangan PLTSa di 7 kota.
- mencapai 3% dari total sampah di 2020 dan
meningkat menjadi 5% di 2030**.
- pengembangan PLTSa di 12 kota (tambahan)***.
Catatan: * Merujuk pada target nasional dalam pengelolaan sampah 2015-2025
** Mempertimbangkan perencanaan pemerintah dalam pengembangan PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) di 7 kota dan tren saat ini dalam hal pemanfaatan sampah melalui RDF di industri.
*** Mempertimbangkan ukuran kota, potensi mitigasi dalam RDF dan laju pertumbuhan penduduk
13 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Tabel 7. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Padat Domestik
Pengolahan Tahun Satuan BAU Reduksi CM1
Reduksi
CM2 Aktivitas Baseline:
Controlled/
Sanitary Landfill dan open burning (OB) 1)
2010 Gg
CO2e 34,584
2030 Gg
CO2e 57,513
LFG recovery di
TPA 2030 Gg
CO2e 909 1800
CM1: pembangkit dan SRT ekivalen dengan 14 MWe (909 Gg CO2e) di 7 landfill masing- masing 2 MWe CM2: pembangkit dan SRT ekivalen dengan 28 MWe
Pengomposan 2030 Gg
CO2e 2,471 2,471 Unit pengomposan
= 1647-2000 unit 2) 3R kertas untuk
industri 2030 Gg
CO2e 1,694 1,694
Daur ulang kertas sebesar 3,7 juta ton untuk industri melalui pelapak dan bank sampah 3)
PLTSa/ RDF 2030 Gg
CO2e 1,850 1,850
Pemanfaatan sampah sebesar 4,512 Gg untuk bahan bakar di pembangkit listrik dan suplai
kebutuhan panas industri melalui PLTSa/RDF yang ekivalen dengan 125 MWe 4)
Catatan:
Metodologi: Tier 1 dan Tier 2 (perbaikan parameter data aktivitas) FOD IPCC 2006
1) Asumsi: OB dan untreated masih terjadi di 2030 baik skenario baseline maupun mitigasi (karena kesulitan mengubah perilaku sekelompok masyarakat, yaitu 7% masyarakat akan tetap melakukan OB dan 2% masyarakat masih memperlakukan sampah secara untreated). 2030: 90% TPA
2) Asumsi: Kapasitas per unit pengomposan 1800 ton sampah organik yang diolah/tahun
3) Asumsi: 5% dari jumlah timbulan sampah (Target pengelolaan sampah Dit. PS KLHK 30%
pengurangan sampah)
4) Asumsi: 1000 ton sampah per hari ekivalen dengan 10 MWe, serta kapasitas 125 MWe tersebut sudah mulai beroperasi di 2029 dan setidaknya 1 MWe sudah beroperasi sejak 2020
14 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 3.4.2 Sub-Sektor: Limbah Cair Domestik
Tabel 8. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Domestik Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
Pengelolaan limbah cair domestik.
Tidak ada aksi
mitigasi. - Penanganan limbah cair domestik
menggunakan septic tank/latrine
dilengkapi dengan sludge recovery.
- Pembangunan septic tank komunal dan biodigester dilengkapi dengan LFG recovery.
- Penggunaan Aerobic Septic Tank.
Catatan: target kuantitatif akan ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kesehatan.
- Penanganan limbah cair domestik menggunakan septic tank/latrine dilengkapi dengan sludge recovery.
- Pembangunan septic tank komunal dan biodigester dilengkapi dengan LFG recovery.
- Penggunaan Aerobic Septic Tank.
Catatan: target kuantitatif akan ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Kesehatan.
Tabel 9. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Domestik
Pengolahan Tahun BAU Reduksi CM1
Reduksi
CM2 Aktivitas Sistem Pengolahan dan
Pembuangan Limbah Cair Domestik, Gg CO2e
2010 16,526 2030 30,289
Biogas dari biodigester 2030 - - -
IPAL terpusat dengan
sistem aerobik 2030 - - -
IPLT aerobik 2030 - - -
IPLT an-aerobik dengan
pemanfaatan gas 2030 - - -
Catatan :
Metodologi: Tier 1 IPCC 2006, berdasar jumlah penduduk yang menggunakan septic tank dan sistem pengolahan dan pembuangan limbah cair domestik yang lain
15 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 3.4.3 Sub-Sektor: Limbah Cair Industri
Tabel 10. Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Industri Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
Pengelolaan limbah cair industri.
Tidak ada aksi mitigasi.
Industri pulp and paper, diasumsikan melakukan rangkaian kegiatan mitigasi berupa: pengerukan sludge IPAL,
pengolahan sludge tersebut di biodigester serta pemanfaatan gas metan-nya.
Industri pulp and paper, diasumsikan melakukan rangkaian kegiatan mitigasi berupa: pengerukan sludge IPAL,
pengolahan sludge tersebut di biodigester serta pemanfaatan gas metan-nya.
Industri pengolahan sawit melakukan kegiatan methane capture & utilization pada IPAL dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).
Catatan: target kuantitatif akan ditentukan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Industri pengolahan sawit melakukan kegiatan methane capture & utilization pada IPAL dari limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME).
Catatan: target kuantitatif akan ditentukan oleh Kementerian Perindustrian dan Kementerian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Tabel 11. Uraian Aksi Mitigasi Sektor Limbah Cair Industri
Pengolahan Tahun Satuan BAU Reduksi CM1
Reduksi
CM2 Aktivitas Sistem
Pengolahan dan Pembuangan Limbah Cair Industri
2010 Gg
CO2e 36,903
2030 Gg
CO2e 208,677
Biogas POME 1) 2030 Gg
CO2e 4,000 18,000
CM1: Biodigester POME untuk pembangkit listrik maupun suplai panas industri dengan kapasitas ekivalen = 170 MWe
CM2: Biodigester POME untuk
16 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Pengolahan Tahun Satuan BAU Reduksi
CM1
Reduksi
CM2 Aktivitas pembangkit listrik maupun suplai panas industri dengan kapasitas ekivalen = 770 MWe
Biogas dari limbah cair dan sludge industri pulp dan kertas
2030 Gg
CO2e
Pemanfaatan sludge IPAL industri pulp dan kertas
2030 Gg
CO2e 300 300
Sludge yang dimanfaatkan = 35.000 ton/tahun untuk : i) kompos, ii) bahan bakar di boiler, iii) bahan baku 2)
Catatan:
Metodologi: Tier 1 IPCC 2006, berdasarkan data produksi, karakteristik limbah cair industri dan jenis teknologi pengolahannya
1) Asumsi: MCF = 1 (AMS III H UNFCCC), Tier 1 IPCC 2006, Leakage tidak dihitung, Efisiensi gas engine = 30%, Nilai kalor biogas = 480 MJ/kmol (60% CH4), Intensitas reduksi 0.526 ton CO2e/ton CPO
2) Asumsi baseline: i) sludge di-landfill-kan, ii) sludge diolah di IPAL sludge
3.5 NDC-Sektor IPPU
Tabel 12. Aksi Mitigasi Sektor IPPU Menurut Skenario BAU, CM1, CM2 Pada NDC
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
Proses industri dan penggunaan produk di industri besar.
Tidak ada aksi mitigasi.
Industri semen melaksanakan aksi mitigasi melalui
pengurangan “clinker to cement ratio” (blended cement) dari 80% di 2010 menjadi 75% di 2030.
Industri semen melaksanakan aksi mitigasi melalui
pengurangan “clinker to cement ratio” (blended cement) dari 80% di 2010 menjadi 75% di 2030.
Peningkatan efisiensi industri amonia melalui optimasi pemanfaatan gas bumi (feedstock) dan CO2 recovery pada Primary Reformer.
Peningkatan efisiensi industri amonia melalui optimasi pemanfaatan gas bumi (feedstock) dan CO2 recovery pada Primary Reformer.
Penambahan aksi mitigasi lainnya seperti CO2 recovery,
improvement process pada smelter, dan
Penambahan aksi mitigasi lainnya seperti CO2 recovery,
improvement process pada smelter, dan
17 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
AKSI MITIGASI BAU CM1 CM2
pemanfaatan besi bekas (scrap) pada industri besi dan baja serta sisa klaim IPPU (PFCs) dari CDM aluminum smelter.
Catatan: target kuantitatif akan ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian
pemanfaatan besi bekas (scrap) pada industri besi dan baja serta sisa klaim IPPU (PFCs) dari CDM aluminum smelter.
Catatan: target kuantitatif akan ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian.
18 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
4 PENGERTIAN DAN PROSES DALAM PENENTUAN AKSI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
4.1 Pengertian dalam Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Untuk menentukan kesesuaian suatu kegiatan sektor dengan aksi mitigasi diperlukan kriteria, indikator dan bukti fisik indikator dengan definisi sebagai berikut:
• Kriteria adalah kondisi yang ingin dicapai dari suatu aksi mitigasi perubahan iklim pada kegiatan pembangunan sektor;
• Indikator adalah komponen atau variabel yang mengindikasikan pelaksanaan suatu aksi mitigasi yang ingin dicapai sesuai kriteria;
• Bukti fisik indikator adalah data atau informasi yang diperlukan untuk memberikan bukti capaian indikator dari pelaksanaan suatu aksi mitigasi.
Kriteria, indikator dan bukti fisik indikator tercantum pada tabel penentuan aksi mitigasi masing-masing sektor sebagaimana disampaikan pada Bab IV.
Penentuan aksi mitigasi perubahan iklim dibagi menjadi berdampak langsung dan tidak langsung terhadap penurunan emisi gas rumah kaca, dengan pengertian sebagai berikut:
• Kegiatan yang berdampak langsung adalah bentuk kegiatan yang secara langsung akan menurunkan emisi atau meningkatkan serapan gas rumah kaca dari sumber emisi atau rosot karbon.
• Kegiatan yang tidak berdampak langsung adalah bentuk kegiatan yang dampaknya terhadap penurunan emisi atau peningkatan serapan gas rumah kaca terjadi melalui pengaruh kegiatan terhadap faktor pendorong atau penyebab emisi atau serapan.
4.2 Proses dalam Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Proses penentuan aksi mitigasi perubahan iklim terhadap kegiatan pembangunan K/L adalah sebagai berikut:
• Penentuan kegiatan pembangunan K/L ke dalam kategori sektor aksi mitigasi perubahan iklim (sektor energi, IPPU, AFOLU, atau limbah);
• K/L memilah kegiatan pembangunan yang tergolong aksi mitigasi perubahan iklim yang berdampak langsung dan tidak langsung;
• Memastikan kesesuaian antara kegiatan pembangunan K/L dengan kategori komponen aksi mitigasi perubahan iklim pada pedoman ini;
• Menentukan atau menetapkan kriteria, indikator, dan ketersedian bukti fisik indikator dari setiap kegiatan pembangunan K/L yang sesuai pada pedoman ini;
• Menggolongkan kegiatan pembangunan K/L ke dalam kelompok aksi mitigasi perubahan iklim yang tercantum dalam pedoman ini;
• Bagi kegiatan mitigasi perubahan iklim yang belum tercakup dalam pedoman ini, K/L menyusun komponen kegiatan mitigasi, kriteria, indikator dan ketersediaan bukti fisik indikator sebagaimana dicontohkan pada pedoman ini.
19 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 5 AKSI-AKSI MITIGASI PERUBAHAN IKLIM
5.1 Aksi Mitigasi Sektor Energi
5.1.1 Aksi Mitigasi Sektor Energi : Produksi
Kegiatan-kegiatan aksi mitigasi yang mendukung target NDC sektor energi pada sisi Produksi adalah:
• Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk supply listrik
• Penerapan Teknologi Bersih, Fuel Switching
• Penambahan Jaringan Gas
• Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) 5.1.1.1 Berdampak Langsung
Tabel 13. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Produksi yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk Supply Listrik
Pembangunan Baru,
Ekspansi, Penggantian, atau PLTA/Mini/MH
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLTA/Mini/M 2. Menurunnya
Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Operasional dan Perawatan PLTA/Mini/MH
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
20 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
pembangkitan listrik PLTA/Mini/MH 2. Menurunnya
Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Pembangunan Baru,
Ekspansi, atau Penggantian PLTP
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLTP
2. Menurunnya Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Operasional dan Perawatan PLTP
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLTP
2. Menurunnya Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Pembangunan Baru,
Ekspansi, atau Penggantian PLT Biomassa
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Biomasa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
21 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
2. Menurunnya Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Operasional dan Perawatan PLT Biomassa
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Biomasa 2. Menurunnya
Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Pembangunan Baru,
Ekspansi, atau Penggantian PLT Surya
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Surya
2. Menurunnya Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Operasional dan Perawatan PLT Surya
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Surya
2. Menurunnya
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
22 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Pembangunan Baru,
Ekspansi, atau Penggantian PLT Bayu
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Bayu
2. Menurunnya Konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Operasional dan Perawatan PLT Bayu
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Bayu
2. Menurunnya konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Pemasangan interkoneksi PLT EBT ke jaringan
MW Meningkatkan
penyaluran listrik EBT ke jaringan eksisting
1. Terpasangnya infrastruktur interkoneksi PLT EBT dengan jaringan eksisting
1. Catatan penyaluran listrik yang terdapat pada kWh meter
23 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
2. Meningkatnya daya dan energi listrik dari PLT EBT yang tersalurkan ke jaringan eksisting
2. Laporan pembangunan
infrastruktur PLT EBT yang terkoneksi
Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk Supply Listrik
Pemanfaatan listrik EBT non- jaringan (contoh: pompa air, solar PV)
kW Meningkatkan
pemanfaatan listrik EBT non-jaringan
Meningkatnya kapasitas dan unit listrik EBT non- jaringan yang terpasang
1. Laporan pemasangan
peralatan listrik EBT non-jaringan
2. Laporan pengoperasian peralatan listrik EBT non-jaringan
Penerapan Teknologi Bersih, Fuel Switching
Penerapan Teknologi CCT (Clean Coal Technology) untuk powerplant
MW 1. Meningkatkan pemanfaatan CCT 2. Menurunkan
faktor emisi menjadi lebih rendah dari faktor emisi pembangkit batubara pada 2010
1. Meningkatnya MWh listrik dengan teknologi CCT
2. Menurunnya factor emisi jaringan 3. Menurunnya
intensitas bahan bakar (kg
batubara / kwh)
1. Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter 2. Laporan intensitas
bahan bakar (kg batubara / kwh) 3. Laporan publikasi
faktor emisi jaringan
24 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Pembangunan PLT Gas Buang
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Gas Buang 2. Menurunnya
konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Operasional dan Perawatan PLT Gas Buang
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Gas Buang 2. Menurunnya
konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik yang terdapat pada kWh meter
Pembangunan PLT Co- generation
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Co-
Generation 2. Menurunnya
konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik dan steam yang terdapat pada kWh meter
25 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Operasional dan Perawatan PLT Co-generation
MW Pengurangan
konsumsi bahan bakar fosil untuk pembangkitan listrik
1. Meningkatnya MWh listrik yang dibangkitkan oleh PLT Co-
Generation 2. Menurunnya
konsumsi bahan bakar fosil yang tersisa
Catatan produksi listrik dan steam yang terdapat pada kWh meter
Program konversi minyak tanah ke LPG
Ton Peningkatan Jumlah rumah tangga yang beralih dari minyak tanah ke LPG
Meningkatnya konsumsi LPG
menggantikan minyak tanah
Data penjualan LPG
Penambahan Jaringan Gas
1. Pembangunan
infrastruktur jaringan gas 2. Pembangunan
infrastruktur transmisi penyediaan gas
M3, SR* 1. Jumlah konsumsi gas melalui
jaringan gas untuk rumah tangga 2. Peningkatan
jumlah rumah tangga terkoneksi dengan jaringan gas
Tersalurkannya gas bumi pada rumah tangga untuk menggantikan BBM dan LPG
1. Data jumlah
konsumsi gas bumi untuk rumah tangga 2. Data jumlah rumah
tangga pelanggan gas bumi
Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
1. Pembangunan infrastruktur SPBG
Liter Setara Premium (LSP)
1. Jumlah konsumsi BBG untuk transportasi
Tersalurkannya BBG untuk transportasi
Data penjualan BBG
26 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
2. Pembangunan sistem distribusi BBG
2. Jumlah SPBG terbangun
5.1.1.2 Berdampak Tidak Langsung
Tabel 14. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Produsen yang Berdampak Tidak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk Supply Listrik
Survei potensi EBT untuk pembangkit listrik
Dokumen Peningkatan jumlah survei potensi EBT
Terlaksananya survei potensi EBT untuk pembangkit listrik
1. Laporan pelaksanaan survei
Penelitian dan
pengembangan teknologi yang terkait PLT EBT
Aktivitas Peningkatan jumlah penelitian teknologi PLT EBT
Terlaksananya penelitian dan pengembangan teknologi PLT EBT
1. Laporan penelitian 2. Fisik teknologi PLT
EBT yang dikembangkan Penyunan dan pelaksanaan
FS untuk pembangunan PLT EBT
Dokumen Peningkatan jumlah FS PLT EBT yang konklusif
Tersedianya FS PLT
EBT 1. Dokumen FS
2. Hasil review FS Pelatihan/peningkatan
kapasitas untuk teknologi PLT EBT
Orang Peningkatan
kapasitas personal / operator PLT EBT
Terlaksananya pelatihan untuk teknologi PLT EBT
1. Laporan kegiatan 2. Hasil evaluasi akhir
peserta pelatihan Pelatihan/peningkatan
kapasitas untuk
melaksanakan FS/survei sumber daya PLT EBT
Orang Peningkatan kapasitas personal pelaksana FS/survei sumber daya PLT EBT
Terlaksananya pelatihan untuk melaksanakan FS/survei sumber daya PLT EBT
1. Laporan kegiatan 2. Hasil evaluasi akhir
peserta pelatihan
27 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Penyusunan kebijakan untuk mendorong pengembangan dan pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Dokumen kebijakan
Dilaksanakannya kebijakan dengan efektif dan efisien
Tersusunnya kebijakan untuk mendorong
pengembangan dan pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
1. Dokumen kebijakan 2. Laporan evaluasi
pelaksanaan kebijakan
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi pengembangan pembangkit EBT
Dokumen Tersedianya dokumen monitoring dan
evaluasi yang komprehensif
Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi
Dokumen monitoring dan evaluasi
Penyusunan pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Dokumen Tersedianya pedoman mengenai
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Tersusunnya pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Dokumen pedoman
Sosialisasi pedoman perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Dokumen Peningkatan
pemahaman terhadap pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
Tersosialisasikannya pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi pemanfaatan EBT untuk pembangkit listrik
1. Laporan kegiatan 2. Kuesioner peserta
sosialisasi
28 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Penerapan Teknologi Bersih, Fuel Switching
Penelitian dan
pengembangan teknologi bersih atau fuel switching
Aktivitas Peningkatan jumlah penelitian teknologi bersih atau fuel switching
Terlaksananya penelitian dan pengembangan teknologi bersih atau fuel switching
1. Laporan penelitian 2. Fisik teknologi bersih
atau fuel switching yang dikembangkan Penyusunan dan
pelaksanaan FS untuk penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Dokumen Peningkatan jumlah FS penerapan teknologi bersih atau fuel switching yang konklusif
Tersedianya FS penerapan teknologi bersih atau fuel switching
1. Dokumen FS 2. Hasil review FS
Pelatihan/peningkatan kapasitas untuk penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Orang Peningkatan
kapasitas personal / operator penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Terlaksananya pelatihan untuk penerapan teknologi bersih atau fuel switching
1. Laporan kegiatan 2. Hasil evaluasi akhir
peserta pelatihan
Penyusunan kebijakan untuk mendorong penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Dokumen kebijakan
Dilaksanakannya kebijakan dengan efektif dan efisien
Tersusunnya kebijakan untuk mendorong
penerapan teknologi bersih atau fuel switching
1. Dokumen kebijakan 2. Laporan evaluasi
pelaksanaan kebijakan
Pelaksanaan monitoring dan evaluasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Dokumen Tersedianya dokumen monitoring dan
evaluasi yang komprehensif
Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi
Dokumen monitoring dan evaluasi
Penyusunan pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penerapan
Dokumen Tersedianya pedoman mengenai
perencanaan, pelaksanaan dan
Tersusunnya pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan
Dokumen pedoman
29 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
teknologi bersih atau fuel switching
evaluasi aksi mitigasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching
evaluasi aksi mitigasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching Sosialisasi pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Dokumen Peningkatan
pemahaman terhadap pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching
Tersosialisasikannya pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penerapan teknologi bersih atau fuel switching
1. Laporan kegiatan 2. Kuesioner peserta
sosialisasi
Penelitian, pengembangan dan workshop faktor emisi berbagai sistem energi
Aktivitas Faktor emisi berbagai sistem energi yang representatif
Terlaksananya penelitian,
pengembangan dan workshop faktor emisi berbagai sistem energi
1. Laporan penelitian 2. Publikasi faktor emisi 3. Sosialisasi faktor
emisi
Penelitian dan
pengembangan permodelan untuk proyeksi mitigasi sektor energi
Aktivitas Model proyeksi mitigasi sektor energi
Terlaksananya penelitian dan pengembangan permodelan untuk proyeksi mitigasi sektor energi
1. Laporan penelitian 2. Dokumen
permodelan 3. Publikasi model
Penambahan Jaringan Gas
Penelitian dan
pengembangan untuk penambahan jaringan gas
Aktivitas Peningkatan jumlah penelitian mengenai penambahan jaringan gas
Terlaksananya penelitian dan
pengembangan untuk penambahan jaringan
1. Laporan penelitian 2. Fisik jaringan gas
yang dikembangkan
30 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
gas Penyusunan dan
pelaksanaan FS untuk penerapan penambahan jaringan gas
Dokumen Peningkatan jumlah FS penerapan
penambahan jaringan gas
Tersedianya FS penerapan
penambahan jaringan gas
1. Dokumen FS 2. Hasil review FS
Pelatihan/peningkatan kapasitas untuk
penambahan jaringan gas
Orang Peningkatan
kapasitas personal / operator penerapan penambahan jaringan gas
Terlaksananya pelatihan untuk penambahan jaringan gas
1. Laporan kegiatan 2. Hasil evaluasi akhir
peserta pelatihan
Penyusunan kebijakan untuk mendorong penambahan jaringan gas
Dokumen kebijakan
Dilaksanakannya kebijakan dengan efektif dan efisien
Tersusunnya kebijakan untuk mendorong
penambahan jaringan gas
1. Dokumen kebijakan 2. Laporan evaluasi
pelaksanaan kebijakan Pelaksanaan monitoring dan
evaluasi penambahan jaringan gas
Dokumen Tersedianya dokumen monitoring dan
evaluasi yang komprehensif
Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi
Dokumen monitoring dan evaluasi
Penyusunan pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penambahan jaringan gas
Dokumen Tersedianya pedoman mengenai
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penambahan jaringan gas
Tersusunnya pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penambahan jaringan gas
Dokumen pedoman
Sosialisasi pedoman perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi
Dokumen Peningkatan
pemahaman terhadap pedoman
Tersosialisasikannya pedoman
perencanaan,
1. Laporan kegiatan 2. Kuesioner peserta
sosialisasi
31 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
penambahan jaringan gas perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penambahan jaringan gas
pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi penambahan jaringan gas
Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Penelitian dan
pengembangan untuk penambahan Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Aktivitas Peningkatan jumlah penelitian mengenai penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Terlaksananya penelitian dan
pengembangan untuk penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
1. Laporan penelitian 2. Fisik Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) yang dikembangkan Penyusunan dan
pelaksanaan FS untuk penerapan penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen Peningkatan jumlah FS penerapan
penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Tersedianya FS penerapan
penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
1. Dokumen FS 2. Hasil review FS
Pelatihan/peningkatan kapasitas untuk penambahan Stasiun
Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Orang Peningkatan
kapasitas personal / operator penerapan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Terlaksananya pelatihan untuk penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
1. Laporan kegiatan 2. Hasil evaluasi akhir
peserta pelatihan
Penyusunan kebijakan untuk mendorong penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen kebijakan
Dilaksanakannya kebijakan dengan efektif dan efisien
Tersusunnya kebijakan untuk mendorong
penambahan Stasiun Pengisian Bahan
1. Dokumen kebijakan 2. Laporan evaluasi
pelaksanaan kebijakan
32 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi Mitigasi Komponen Aksi Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Bakar Gas (SPBG) Pelaksanaan monitoring dan
evaluasi penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen Tersedianya dokumen monitoring dan
evaluasi yang komprehensif
Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi
Dokumen monitoring dan evaluasi
Penyusunan pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen Tersedianya pedoman mengenai
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Tersusunnya pedoman mengenai perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen pedoman
Sosialisasi pedoman perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Dokumen Peningkatan
pemahaman terhadap pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
Tersosialisasikannya pedoman
perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi aksi mitigasi Penambahan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG)
1. Laporan kegiatan 2. Kuesioner peserta
sosialisasi
5.1.2 Aksi Mitigasi Sektor Energi: Konsumsi
Kegiatan-kegiatan aksi mitigasi yang mendukung target NDC sektor energi pada sisi konsumsi adalah:
• Efisiensi konsumsi energi di sektor industri
• Efisiensi konsumsi energi di sektor bangunan (komersial dan rumah tangga)
33 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim
Aksi mitigasi untuk kegiatan transportasi mendukung target NDC sektor energi pada sisi konsumsi. Aksi mitigasi kegiatan transportasi sebagai berikut :
• Penggunaan Energi Baru Terbarukan untuk keperluan lain, termasuk penggunaan Bahan Bakar Nabati
• Pemanfaatan Teknologi Lalu Lintas dan Peningkatan Manajemen Lalu Lintas.
• Pembinaan dan Pengembangan Sistem Transit – BRT
• Pembinaan Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum
• Peningkatan Budaya Berkendaraan yang Lebih Baik
• Peningkatan Teknologi Kendaraan
• Pengembangan Non Motorized Transport
• Modernisasi kapal
• Pengembangan ecoport
• Efisiensi Fasilitas Navigasi Pelayaran
• Rute lintasan pendek dan aman (short sea shipping)
• Peremajaan Armada Angkutan Udara
• Penyempurnaan sistem dan prosedur pengoperasian dan perawatan pesawat
• Performance Based navigation
• Pemanfaatan EBT
• Penghijauan lingkungan Bandara
• Pengoperasian MRT
• Pengoperasian LRT
• Pengoperasian Kereta Api Bandara
• Pengoperasian jalur ganda lintas utara Jawa
• Pengoperasian jalur ganda lintas selatan Jawa
• Pengoperasian KA Perkotaan Commuter
• Pengoperasian KA Jarak Jauh
34 | Pedoman Penentuan Aksi Mitigasi Perubahan Iklim 5.1.2.1 Berdampak Langsung
Tabel 15. Aksi Mitigasi Perubahan Iklim Sektor Energi Sisi Konsumsi yang Berdampak Langsung Berdasarkan Kriteria, Indikator dan Bukti Fisik Indikator
Aksi Mitigasi
Komponen Aksi
Mitigasi Satuan Kriteria Indikator Bukti Fisik Indikator
1 2 3 4 5 6
Efisiensi Konsumsi Energy di Sektor Industri dan Bangunan (Komersil dan Rumah Tangga)
Penggunaan lampu surya hemat energi
kW Meningkatkan Jumlah daya lampu surya hemat energi yang dipasang (kW)
Beroperasinya lampu surya hemat energi
Laporan pemasangan lampu surya hemat energi Penggantian lampu
halogen menjadi LED pada PJU
MWh 1. Menurunkan konsumsi listrik untuk penerangan jalan umum
2. Meningkatkan Jumlah unit PJU LED yang dipasang
Beroperasinya PJU LED menggantikan lampu halogen
1. Data laporan konsumsi listrik untuk PJU 2. Data laporan jumlah
unit PJU LED terpasang Pemasangan PJU
LED Retrofit
MWh 1. Menurunkan konsumsi listrik untuk penerangan jalan umum
2. Meningkatkan Jumlah unit PJU LED retrofit yang dipasang
Beroperasinya PJU LED Retrofit
1. Data laporan konsumsi listrik untuk PJU retrofit 2. Data laporan jumlah
unit PJU LED retrofit terpasang
Peralihan
penggunaan Premium menjadi Pertamax
Liter Meningkatkan konsumsi Pertamax menggantikan penggunaan Premium
Termanfaatkannya bahan bakar Pertamax menggantikan bahan bakar Premium
Data laporan penjualan Pertamax