28 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi Objek Penelitian
Lokasi penelitian dilakukan di PT. Pakis Logam Perkasa Kabupaten Tulungagung Jawa Timur pada konsumen alat dapur.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dimana data penelitian ini berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik (Sugiyono, 2019). Metode yang digunakan adalah survey dimana pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa kuisioner dan disebarkan melalui responden tentang keyakinan, pendapat, karakteristik suatu obyek dan perilaku yang telah lalu atau sekarang. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur dan spesifik untuk menghasilkan sebuah infomasi. Metode survey hanya dilakukan untuk mengambil sampel dari satu populasi dan teknik pengumpulannya bisa menggunakan wawancara ataupun melakukan penyebaran kuisioner sebagai pengumpulan data yang kongkrit (W Lawrence, 2016)
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Populasi merupakan suatu elemen penelitian pada wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang sebelunya sudah ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiyono, 2019). Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah seluruh konsumen yang sedang berada di PT. Pakis Logam Perkasa Indonesia tidak diketahui secara pasti atau jelas, serta peneliti juga memiliki keterbatasan waktu, tenaga dan dana.
2. Sampel
Sampel merupakan bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi (Sugiyono, 2019). Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan Nonprobability Sampling. Dalam Non-Probability Sampling terdapat banyak jenis yang digunakan salah satunya yaitu teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah teknik sampel insidental (insidental sampling) dimana dalam pemilihan sampel berdasarkan kebetulan,yaitu siapa saja yang secara kebetulan datang bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel untuk diberikan kuisioner atau pertanyaan, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2019). Selain itu, jumlah populasi belum diketahui, maka untuk mempermudah penentuan jumlah sampel yang diambil akan ditentukan dengan rumus sebagai berikut (Kuncoro, 2013):
𝑛 =𝑧2𝑝(1 − 𝑝) 𝑑2 Keterangan:
n = jumlah sampel z = Nilai standart = 1,96
p = Maksimal estimasi = 50 % = 0,5
d = Alpha (0,10) atau sampling error = 10%
Dengan rumus di atas, maka jumlah perhitungan sampel pada penelitian ini adalah:
𝑛 =1,9620,5(1 − 0,5) 0,12
𝑛 = 96,04 = 96
Berdasarkan hasil perhitungan sampel di atas, didapatkan hasil sebanyak 96 dan dibulatkan menjadi 100 responden agar lebih spesifik atas perwakilan konsumen yang melakukan pembelian alat dapur di PT. Pakis Logam Perkasa Indonesia. Alasan peneliti menggunakan rumus didukung oleh pendapat
(Kuncoro, 2013) karena populasi penelitian diskriptif minimal sejumlah 100 reponden.
D. Definisi Operasional Variabel
Berikut dijabarkan definisi operasional variabel pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3. 1 Definisi Operasional dan Indikator
Variabel Indikator Sumber
Harga (X)
Besarnya biaya yang diberikan kepada konsumen untuk mendapatkan
manfaat suatu produk.
Keterjangkauan harga produk
Kesesuaian harga dengan kualitas produk
Daya saing harga
Kesesuaian harga dengan manfaat
Kotler & Amstrong (2016)
Brand Image (Z) Memperkenalkan produk atau jasa perusahaan pada konsumen terutama jika ingin memasuki pasar yang akan menjadi sasaran perusahaan.
Identitas merek (logo)
Personalitas merek
Asosiasi merek
Sikap dan perilaku merek
Keunggulan merek (Sikas Naga)
Kotler dan Keller (2015)
Keputusan Pembelian (Y) Suatu tindakan yang akan ditentukan konsumen pada saat akan melakukan pembelian.
Kemantapan pada sebuah produk
Kebiasaan dalam membeli produk
Kecepatan dalam membeli sebuah produk
Kotler (2012)
Sumber: Data Diolah 2021
E. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian yaitu data kuantitatif, yang merukan data berupa angka dengan analisis menggunakan statistik. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan data primer dimana data tersebut diperoleh secara langsung dari objek penelitian dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berupa lisan atau tertulis dan menggunakan angket atau penyebaran kuisioner (Sanusi, 2011). Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah hasil dari penyebaran angket atau kuisioner pada sampel tertentu yang berupa data mentah yang digunakan untuk mengetahui respon dari responden mengenai harga terhadap keputusan pembelian alat dapur dengan brand image sebagai variabel intervening pada PT Pakis Logam Perkasa.
F. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan suatu komponen penting dalam melakukan suatu penelitian. Pengumpulan data dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian dengan menggunakan kuisioner. Kuisioner atau angket adalah pengumpulan data dengan cara membagikan pertanyaan yang ditujukan untuk responden baik dilakukan melalui tatap muka, Media sosial maupun surat (Ferdinand, 2020).
Kuisioner dalam penelitian ini menggunakan pertanyaan yang terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka mengenai nama, alamat, usia, jenis kelamin.
Sedangkan pertanyaan tertutup yitu meminta tanggapaan responden untuk menjawab pertanyaan yang telah disediakan oleh peneliti. Cara pengumpulan data dilakukan sesuai dengan prosedur sebagai berikut: 1. Pemberian kuisioner terhadap responde, 2. Sambil menunggu responden mengisi identitas yang ada di kuisioner, peneliti menunggu sambil menjelaskan alur pengisian kuisioner mengenai item pertanyaan-pertanyaan, 3. Setelah responden selesai melakukan pengisian
kemudian jawaban dari responden, ditabulasi, diolah, dianalisis, dan disimpulkan oleh peneliti.
G. Teknik Pengukuran Data
Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena atau gejala (Sugiyono, 2019). Pada skala ini peneliti memberikan nilai atau skor pada setiap respon jawaban dapat dilihat berdasarkan tabel 3.2:
Tabel 3. 2 Skala Likert
Kategori Skor/Nilai
Setuju/selalu/sangat positif 5
Setuju/sering/positif 4
Ragu-ragu /netral 3
Tidak setuju/hampir tidak pernah/negatif 2
Sangat tidak setuju/tidak pernah 1
Sumber: (Sugiyono, 2019).
H. Uji instrumen Penelitian
Dalam penelitian kuantitatif, kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reabilitas intrumen. Oleh karena itu intrumen yang telah teruji validitas dan reabilitasnya belum tentu menghasilkan data yang valid dan reliabel (Sugiyono, 2019).
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan-pertanyaan pada kuisioner sesuai dengan apa yang diungkapkannya serta dapat diukur secara rinci oleh kuisioner tersebut (Ghozali, 2018). Pengujian validitas dapat diukur melalui Corrected Item Total Correlation yaitu dengan cara mengkorelasi skor pada setiap item yang sesuai dengan skor totalnya. Berikut rumus Corrected Item Total Correlation dapat dilihat sebagai berikut:
𝑟𝑥𝑦 = 𝑁 ∑ 𝑋𝑌 − (∑ 𝑋)(∑ 𝑌)
√𝑁 ∑ 𝑋2][𝑁 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)²]
Keterangan:
𝑟𝑥𝑦 = Koefisien korelasi
N = Jumlah sampel atau responden X = Skor rata-rata dari variabel X Y = Skor rata-rata dari variabel X
Berikut merupakan kriteria kelayakan dalam pengambilan keputusan menggunakan uji validitas (Ghozali, 2018):
a. Jika nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka item kuisioner dinyatakan valid (0,5).
b. Jika nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka item kuisioner dinyatakan tidak valid (<
0.5).
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas merupakan suatu alat instrumen yang dapat dikatakan reliable apabila jawaban respon terhadap pertanyaan adalah selalu konsisten atau stabil dari waktu-kewaktu (Ghozali, 2018). Uji reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan cara yaitu:Dala penelitian ini uji reliabilitas dapat dilakukan dengan uji statistik(𝛼) Cronbanch Alpha, dengan rumus sebagai berikut:
𝑟
𝑖𝑖= (𝑘)
(𝑘−1)(1−𝜀𝛼𝑏2 𝛼𝑡2)
Keterangan:
rii = Reliabilitas instrumen k = Jumlah item pertanyaan
𝜀𝛼𝑏2 = Jumlah varian skor pada setiap item 𝛼𝑡2 = jumlah varian total dikuadratkan
Berikut merupakan kriteria kelayakan pengukuran reliabilitas dengan menggunakan uji statistik (𝛼) Cronbanch Alpha (Ghozali, 2018):
Jika nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka data yang digunakan reliabel (0,60).
Jika nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙, maka data yang digunakan tidak reliabel (0,60).
I. Teknik Analisis Data 1. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik merupakan alat uji yang digunakan bertujuan untuk memastikan bahwa data yang diperoleh dan dapat dianalisis dengan metode analisis linier berganda. Penggunakan alat uji untuk model linier berganda perlu dipenuhi (valid) agar penggunaan regresi dapat digunakan dengan baik (Ghozali, 2018). Sebelum melakukan pengujian analisis liner berganda, maka perlu dilakukan uji asumsi klasik (uji prasyaratan analisis) yang terdiri dari:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui data model regresi variabel residual (pengganggu) normal atau tidak. Pengujian normalitas dapat digunakan dengan uji Statistic Non Parametric Kolmogrov-Smirnow. Dapat dikatakan memenuhi asumsi normalitas apabila nilai signifikannya lebih besar dari 0,05 (Ghozali, 2018).
b. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan penganggu pada periode t-1 (Ghozali, 2013). Autokorelasi muncul ketika observasi yang dilakukan secara terus menerus yang berkaitan satu sama lain.
Cara untuk mendeteksi ada tidaknya auto korelasi dengan menggunakan metode Durbin Watson. Model regresi ini tidak memiliki persoalan tentang autokorelasi jika memenuhi kriteria dU≤ 𝑑𝑊 ≤ (4 − 𝑑𝑈)
c. Uji Multikolonieritas
Uji multikolonieritas merupakan uji asumsi klasik yang bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi diantara variabel bebas (variabel independen) (Ghozali, 2018). Model regresi dapat dikatakan
baik apabila tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Dalam uji multikolonieritas untuk mendeteksi ada atau tidak multikolonieritas dalam model regresi dapat dilihat apabila nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Apabila nilai tolerance >0,10 maka tidak terjadi multikolinieritas dan jika nilai tolerence <0,10 maka terjadi multikolinieritas di dalam model regresi. Selanjutnya pada nilai VIF, jika nilai VIF <10,00 maka tidak terjadi multikolinieritas dan apabila nilai VIF >10,00 artinya di dalam model regresi terjadi multikolinieritas (Sanusi, 2011).
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji heterokedatisitas digunakan untuk menguji apakah model regresi terdapat ketidaksamaan varience dari residual pada satu pengamatan dengan pengamatan lain. Pada model regresi tidak diperbolehkan adanya gejala heterokedastisitas (Ghozali, 2018). Untuk mengetahui adanya gejala heteroskedastisitas dilakukan pengujian dengan metode Glejser, caranya dengan menyusun antara nilai absolut residual dengan variabel bebas. Jika masing-masing dari variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap nilai absolut residual (α= 0,05) maka di dalam model regresi tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. Uji heteroskedastisitas terjadi apabila nilai signifikannya < 0,05 (Sanusi, 2011).
2. Rentang Skala
Kriteria penentuan jawaban responden ditentukan berdasarkan rata-rata nilai jawaban yang dihitung menggunakan rentang skala (Husein, 2005). Adapun rumus rentang skala sebagai berikut:
RS= 𝑛(𝑚−1)
𝑚
Keterangan :
RS = Rentang skala
n = Jumlah sampel
m = Jumlah alternatif jawaban tiap item
Berdasarkan rumus rentang skala tersebut maka dapat diperoleh perhitungan sebagai berikut:
RS=100 (5−1)
5 = 400
5 = 80
Data yang diperoleh kemudian diubah melalui penilaian dari setiap pernyataan jawaban responden setelah itu hasil tersebut dikelompokkan untuk diambil kesimpulan masing-masing variabel tersebut berdasarkan jawaban responde sebagai berikut:
Tabel 3. 3 Rentang Skala Variabel Harga, Keputusan Pembelian, dan Brand Image
Rentang Skala Harga Terjangkau Keputusan Pembelian
Brand image 100 - 180 Sangat Tidak
Terjangkau
Sangat Tidak Baik
Sangat Tidak Setuju 181 - 261 Tidak Terjangkau Tidak Baik Tidak Setuju 262 - 342 CukupTerjangkau Cukup Baik Cukup Setuju
343 - 423 Terjangkau Baik Setuju
424 - 504 Sangat
Terjangkau
Sangat Baik Sangat Setuju Sumber : (Husein Umar, 2005)
3. Uji Analisis Jalur (path analysis)
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis jalur (path analiysis). Analisis jalur (path analiysis) merupakan pengguna analisis regresi bertujuan untuk menaksir hubungan kausalitas anatar variabel (mode casual) yang telah ditetapkan sebelumnya berdasarkan teori tersebut (Ghozali, 2018). Teknik analisis jalur menggunakan bantuan dari software SPSS untuk mempermudah dan memperoleh akurasi hitungan yang cepat dan tepat dalam perhitungan koefisien jalur. Koefisien jalur
merupakan standardise dari koefisien regresi. Koefisien jalur di hitung dengan membuat dua permasamaan struktural yaitu persamaan regresi yang menunjukkan hubungan yang di hipotesiskan (Ghozali, 2018). Pada penelitian analisis jalus (path analiysis) digunakan untuk menguji variabel X terhadap variabel Y dan apakah hubungan variabel X terhadap varaibel Y melalui variabel Z sebagai variabel intervening.
Hubungan langsung terjadi ketika satu variabel mempengaruhi variabel lainnya tanpa ada variabel ketiga yang memediasi hubungan kedua variabel tersebut. Hubungan tidak langsung jika ada variabel ketiga yang memediasi hubungan kedua variabel tersebut. Adapun langkah-langkah untuk mengetahui pengaruh tidak langsung terhadap variabel bebas atau independen terhadap variabel terikat atau dependen melalui variabel intervening berikut rumus : Z = a + b2X + e
Y = a + b1X + b3Z + e Keterangan:
X = Harga
Y = Keputusan Pembelian Z = Brand Image
a = Konstanta β = Beta
β1 = hasil pengaruh harga terhadap brand image
β2 = hasil pengaruh brand image terhadap keputusan pembelian β3 = hasil pengaruh harga terhadap keputusan pembelian
Untuk mengetahui pengaruh total variabel X terhadap variabel Y melalui variabel Z dapat dihitung dengan cara menggunakan hasil perhitungan sebagai berikut (Ghozali, 2018):
a. Pengaruh Langsung (Direct Effect)
Pengaruh dari Harga (X) terhadap Brand image (Z) dan dari Brand image (Z) terhadap keputusan pemebelian (Y), atau lebih sederhananya disajikan seperti berikut.
DEzx X Y ; Pzx DEyz X Z; Pyz DExy Z Y; Pxy
b. Pengaruh Tidak Langsung (Indirect Effect)
Pengaruh tidak langsung (Indirect Effect) adalah dari Harga (X) terhadap keputusan pembelian (Y) memediasi brand image (Z) atau lebih sederhananya seperti berikut.
Iezyx : X Y Z ; Pyx . Pyz c. Pengaruh Total (Total Effect)
Pengaruh Total (Total Effect) adalah penjumlahan pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung sebagai berikut.
Pengaruh total= pengaruh langsung + pengaruh tidak langsung Keterangan:
Pengaruh langsung : Koefisien Beta X terhadap Y
Pengaruh tidak langsung : {(Koefisien Beta X terhadap Y) x (Koefisien Beta Z terhadap Y)}
4. Uji Hipotesis
Uji hipotesis secara parsil a (Uji T) dalam sebuah penelitian digunakan untuk mengetahui pengaruh suatu variabel independen secara individual atau parsial terhadap variabel dependen (Ghozali, 2018). Oleh karena itu, apakah variabel independen (X ) pada penelitian ini yang terdiri dari harga benar-benar berpengaruh terpisah terhadap variabel dependen (Y) yaitu keputusan pembelian dan varibel Z tidak langsung mempengaruhi berubahnya variabel dependen (Y) keputusan pembelian dengan rumus sebagai berikut (Sugiyono, 2019):
𝑡 =√𝑛 − 2 1 − 𝑟2 Keterangan:
r = Koefisien regresi n = Jumlah responden t = Uji hipotesis
Berikut perumusan hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini:
a. 𝐻0 = Harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian 𝐻𝑎 = Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian b. 𝐻0 = Harga berpengaruh signifikan terhadap brand image
𝐻𝑎 = Harga tidak berpengaruh signifikan terhadap brand image
c. 𝐻0 = Brand image berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian 𝐻𝑎 = Brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
d. 𝐻0 = Brand image memediasi pengaruh harga terhadap keputusan pembelian
𝐻𝑎 = Brand image tidak memediasi pengeruh harga terhadap keputusan pembelian
Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan angka propabilitas signifikasi 5% atau 0,05 kemudian membandingkan antara 𝑇ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan 𝑇𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 dengan kriteria sebagai berikut:
a. Jika Thitung > Ttabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima diterima, artinya bahwa terdapat pengaruh dari variabel bebas (independen) secara parsial atau individu terhadap variabel terikat (dependen)
b. Jika Thitung < Ttabel, maka H1 ditolak dan H0 diterima, artinya bahwa tidak ada pengaruh secara parsial atau antara variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen).
5. Uji Mediasi
Suatu variabel yang disebut sebagai variabel mediasi jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan variabel independen dan variabel dependen. Pengujian hipotesis mediasi dapat dilakukan dengan prosedur yang dikembangkan oleh Sobel (1982) yang dikenal dengan uji sobel (Ghozali, 2018).
Uji sobel dilakukan dengan cara menguji kekuatan pengaruh tidak langsung variabel harga ke variabel keputusan pembelian melalui variabel mediasi brand image (Ghozali, 2018). Uji sobel dihitung dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
Sab= √𝑏2𝑆𝑎2+ 𝑎2𝑆𝑏2+ 𝑆𝑎2𝑆𝑏2 Keterangan:
𝑆𝑎 : Standard error X-M 𝑆𝑏 : Standard error M-Y b : Koefisien regresi M-Y a : Koefisien regresi X-M
Untuk menguji signifikan pengaruh tidak langsung secara parsial maka dihitung dengan rumus sebagai berikut (Ghozali, 2018):
z= 𝑎𝑏
𝑆𝑎𝑏
Apabila penguji z lebih besar dari 1,96 (standar nilai z mutlak) maka terjadi pengaruh mediasi dalam uji sobel test (Ghozali, 2018).