2017 Yang Membeli Online Melalui Instagram)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Manajemen
Disusun Oleh:
Shafiah Arsyi Mu’minin NPM. 21701081441
UNIVERSITAS ISLAM MALANG FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
MALANG 2021
sekunder. Untuk mengetahui data-data yang nantinya akan diteliti, penelitian ini menggunakan cara penyebaran kuesioner secara online.
Dalam penelitian ini menggunakan alat ukur SPSS versi 16 untuk mengujikan data berupa pengujian instrumen, uji normalitas, analisis regresi linier berganda, pengujian asumsi klasik, dan pengujian hipotesis.dan uji koefisien determinasi. Dari penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yang menyebutkan bahwa variabel persepsi risiko, kemudahan, manfaat dan harga secara simultan atau bersamasama berpengaruh terhadap keputusan pembelian.
Secara parsial variabel persepsi risiko, kemudahan, manfaat dan harga berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian.
Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat, Harga
uses how to spread questionnaires online.
The study used the SPSS version 16measurement tool to test data in the form of instrument testing, normality tests, multiple linear regression analysis, classical assumption testing, and hypothesis testing. From this study produced several conclusions that mention that variables of risk perception, convenience, benefits and prices simultaneously or together have an effect on purchasing decisions. Partially variables of risk perception, convenience, benefits and price have a significant positive effect on purchasing decisions.
Keywords: Purchasing Decision, Risk Perception, Benefit, Price
1 1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi memberikan dampak yang nyata di segala aspek kehidupan masyarakat termasuk di dalam dunia bisnis. Persaingan yang ada di dunia bisnis yang melayani sistem layanan elektronik di perusahaan Indonesia membuat semakin banyak perusahaan yang berlomba- lomba memanfaatkan teknologi informasi tersebut, sebagai cara untuk meningkatkan keuntungan perusahaan. Internet tidak hanya dimanfaatkan untuk hanya sekedar berkomunikasi melalui media sosial, tetapi banyaknya pengguna internet terutama di Indonesia memberikan kesempatan atau peluang yang besar bagi pelaku bisnis untuk menciptakan online shopping.
Berdasarkan survei yang dilakukan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) bahwa 34% pengguna internet mencari informasi di internet mengenai jasa/produk yang akan dibeli. Hal ini merupakan peluang yang semakin besar bagi pelaku bisnis untuk menjalankan bisnisnya secara online.
Salah satu media sosial yang saat ini terdapat banyak pebisnis online adalah instagram. Instagram memiliki berbagai macam fitur yang memungkinkan penggunanya untuk dapat memilih beragam produk yang ada secara online, dengan demikian konsumen dapat memilih produk atau pun
jasa dengan mudah dalam waktu 24 jam, walaupun konsumen berada cukup jauh dari lokasi penjual, konsumen tetap dapat melihat dan memilih barang
yang mereka inginkan tanpa harus keluar untuk mendatangi toko satu ke toko lainnya, lebih hemat waktu dan hemat biaya.
Instagram kini menjadi market place yang kompetitif di Indonesia karena begitu banyak pelaku bisnis online yang memanfaatkan Instagram sebagai media pemasaran, terutama pelaku bisnis yang target utamanya anak muda (remaja). Karena tidak dipungkiri setiap remaja yang menggunakan smart phone, tentunya memiliki atau telah mengunduh aplikasi instagram. Di Instagram, cukup banyak bermunculan akun-akun yang menjual produk- produk mereka secara online. Produk luar negeri ataupun produk dalam negeri, dari kebutuhan wanita maupun kebutuhan pria semua ada di Instagram, apalagi saat ini instagram dapat mengupload video. Kini video di Instagram berdurasi lebih lama yaitu dalam waktu 1 menit, hal ini dapat menjadikan peluang besar bagi para pelaku bisnis untuk mengiklankan produk mereka dengan menggunakan video agar calon pembeli dapat melihat barang yang mereka jual. Pelaku bisnis akan lebih mudah menyakinkan para calon pembeli dengan memperlihatkan barang dan bahan yang akan mereka beli, karena belakangan ini calon pembeli lebih teliti akan pembelian secara online, maka pihak penjual online harus lebih kreatif dalam memasarkan produk, dengan memberikan keterangan yang lebih spesifik terhadap barang yang akan dijual maka akan lebih memperkuat keyakinan calon pembeli pada produk tersebut.
Universitas Islam Malang salah satu perguruan tinggi swasta yang ada di Kota Malang, dengan banyaknya mahasiwa yang berasal dari berbagai daerah, berbagai fakultas dan jurusan, tidak dipungkiri pasti mahasiswa mengenal dan bahkan mungkin pernah menggunakan media online sebagai salah satu pilihan untuk pembelian. Selain praktis dan mudah harga yang ditawarkan relatif lebih murah untuk kalangan mahasiswa. Dimana sebagai seorang mahasiswa/pelajar kalangan remaja produk yang mereka butuhkan adalah produk sepatu dimana untuk menunjang proses pembelajarannya dan juga gaya hidupnya.
Menurut Kotler (2012:227) proses pembelian yg spesifik terdiri dari urutan kejadian sebagai berikut: pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian.
Tugas pemasar yaitu memahami perilaku pembeli pada tiap tahap dan pengaruh apa yg bekerja dalam tahap-tahap tersebut. Hal ini yang akan menjadi pertimbangan untuk melakukan pembelian secara online.
Keputusan pembelian konsumen diawali oleh keinginan membeli yang timbul karena terdapat berbagai faktor yang berpengaruh seperti keluarga, harga yang diinginkan, informasi yang diberikan, dan keuntungan atau manfaat yang bisa diperoleh dari produk atau jasa. Ketika konsumen melakukan pembelian, banyak faktor situasional yang bisa mempengaruhi keputusan pembeliannya. Menurut (Kotler, 2014:158), “Consumer buyer behavior refers to the buying behavior of final consumers – individuals and households that buy goods and services for personal consumption”,
pengertian tersebut dapat diartikan bahwa perilaku keputusan pembelian mengacu pada perilaku pembelian akhir dari konsumen, baik individual, maupun rumah tangga yang membeli barang dan jasa untuk konsumsi pribadi.
Sedangkan menurut Peter-Olson dalam (Mulyadi, 2012:195) menegaskan bahwa pengambilan keputusan konsumen merupakan proses interaksi antara sikap afektif, sikap kognitif, sikap behavioral dengan faktor lingkungan dengan mana manusia melakukan pertukaran dalam semua aspek kehidupannya. Sikap kognitif merefleksikan sikap pemahaman, sikap afektif merefleksikan sikap keyakinan dan sikap behavioral merefleksikan sikap tindakan nyata. Keputusan membeli atau tidak membeli merupakan bagian dari unsur yang melekat pada diri individu konsumen yang disebut behavior dimana ia merujuk kepada tindakan fisik yang nyata yang dapat dilihat dan dapat diukur oleh orang lain.
Keputusan Pembelian bisa saja di sebabkan oleh Persepsi Risiko, Risiko sendiri diartikan suatu keadaan uncertainty yang dipertimbangkan orang untuk memutuskan atau tidak melakukan transaksi secara online. Orang benar-benar mempertimbangkan jarak dan suasana impersonal dalam transaksi online dan infrastruktur global yang banyak mengandung risiko.
Risiko didefinisikan sebagai perkiraan subyektif konsumen untuk menderita kerugian dalam menerima hasil yang diinginkan (Amijaya, 2010: 15).
Menurut (Andriyanto, 2014:50) persepsi risiko adalah penaksiran subjektif mengenai probabilitas tipe yang dikhawatirkan akan konsekuensi yang
ditimbulkan. Persepsi risiko mencakup evaluasi kemungkinan atas konsekuensi dari akibat yang negative.
Selain itu, Persepsi Kemudahan juga bisa menjadi faktor Keputusan Pembelian. Kemudahan penggunaan maupun mengurangi usaha seseorang baik waktu maupun tenaga untuk mempelajari sistem atau teknologi tersebut mudah untuk dipahami. Intensitas pengunaan dan interaksi antara pengguna (user) dengan sistem juga dapat menunjukan bahwa sistem tersebut lebih dikenal, lebih mudah dioperasikan dan lebih mudah digunakan oleh penggunanya (Cahyo, 2014: 27). Sedangkan, menurut Andriyanto (2014: 43) menyatakan bahwa persepsi kemudahan menggunakan sistem teknologi informasi tidak akan merepotkan usaha yang besar pada saat digunakan (free of effort).
Selain itu, Persepsi Manfaat juga bisa menjadi faktor Keputusan Pembelian. Menurut Kim et al., (2007), persepsi manfaat merupakan keyakinan konsumen tentang sejauh mana ia akan menjadi lebih baik dari transaksi online dengan situs web tertentu. Persepsi manfaat adalah sejauh mana seseorang percaya bahwa penggunaan suatu teknologi akan meningkatkan kinerja pekerjaannya.
Harga juga dapat menjadi faktor penentu Keputusan Pembelian, Menurut (Kotler, 2012:132) Harga adalah jumlah uang yang harus dibayar pelanggan untuk produk itu. Menurut definisi diatas, kebijakan mengenai harga sifat hanya sementara, berarti produsen harus mengikuti
perkembangan harga dipasar dan harus mengetahui posisi perusahaan dalam situasi pasar secara keseluruhan. Sebagai salah satu elemen bauran pemasaran, harga membutuhkan pertimbangan cermat, sehubungan dengan sejumlah dimensi strategi harga. Harga merupakan pernyataan nilai dari suatu produk. Nilai adalah rasio atau perbandingan antara persepsi terhadap manfaat dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk.
Berdasarkan uraian pendapat diatas, maka dapat disimpulkan bahwa harga adalah sejumlah uang yang mempunyai nilai tukar untuk memperoleh keuntungan yang dimiliki suatu produk atau jasa, dan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kesuksesan perusahaan. Begitu pula harga juga sangat memengaruhi persepsi konsumen juga, dengan harga yang rendah biasanya menimbulkan persepsi murahan, produk berkualitas jelek sementara harga yang lebih tinggi berkonotasi pada kualitas yang bagus dan untuk harga yang paling tinggi berarti produk premium atau eksklusif.
Dalam penelitian ini, berdasarkan survei terhadap beberapa mahasiswa FEB Unisma program manajemen angkatan 2017 yang melakukan pembelian sepatu secara online melalui Instagram, mengatakan bahwa mereka melakukan pembelian secara online melalui Instagram karena sudah merencanakan terlebih dahulu apa yang akan mereka beli sebelumnya. Namun, beraneka ragamnya produk yang ditawarkan di Instagram seringkali mereka melakukan pembelian tak terencana. 40%
mengatakan sering melakukan pembelian tak terencana, salah satunya karena memperhatikan adanya Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan
Harga. Hal ini didukung dengan adanya penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wahyuningtyas (2015) yang berjudul “Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kemudahan Dan manfaat Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online (Studi Kasus Pada Konsumen Barang Fashion Di Facebook)”. Dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen (persepsi risiko, kemudahan, persepsi manfaat) berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian secara online. Variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keputusan pembelian secara online adalah variabel persepsi kemudahan dengan nilai rata-rata analisis diskriptif sebesar 3,54 yang termasuk dalam kategori setuju. Hal ini dikarenakan konsumen merasa lebih mudah dalam membeli suatu produk yang diinginkan tanpa harus datang ke tokonya secara langsung.
Kotler dan Keller (2012:227) adalah proses keputusan pembelian merupakan proses dimana konsumen melewati lima tahap, yaitu pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternatif keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian , yang jauh sebelum pembelian aktual dilakukan dan memiliki dampak yang lama setelah itu. Keputusan pembelian merujuk pada konsumen yang telah melakukan pembelian produk secara nyata, hal ini yang akan menjadi pertimbangan bagi untuk melakukan pembelian secara online. Hal ini dikarenakan adanya tipe orang berbelanja dapat didasari dari sesuatu yang di perlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga dapat dikatakan seseorang yang memiliki Instagram melakukan belanja terhadap suatu produk dilihat dari nilai manfaat produk tersebut dan
cenderung mengabaikan tawaran produk yang lain yang tidak direncanakan membeli sebelumnya. Hal ini didukung dengan adanya penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wahyuningtyas (2015) Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kemudahan Dan manfaat Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online (Studi Kasus Pada Konsumen Barang Fashion Di Facebook) dengan hasil bahwa variabel persepsi risiko, persepsi kemudahan dan persepi manfaat terbukti berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap keputusan pembelian secara online.
Dalam hal ini kasus yang akan di teliti yaitu,Mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017 Yang Membeli Online Melalui Instagram. Dari hasil pengamatan beberapa mahasiswa dalam mengambil keputusan pembelian suatu barang secara online di Instagram, mereka memperlukan jangka waktu cukup panjang dalam Pengambilan keputusan pembelian barang tersebut. Di sebabkan dalam proses pengambilan keputusan pembelian barang yang di inginkan banyak aspek yang mempengaruhi keputusan mereka.
Demikian akhirnya menjadi sebuah keterkaitan antara, Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat, Harga dan Keputusan Pembelian Secara Online. Oleh sebab itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH PERSEPSI RISIKO, KEMUDAHAN, MANFAAT DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SEPATU (Studi Kasus Pada Mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017 Yang Membeli Online Melalui Instagram)”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar pada belakang yang telah di kemukakan di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:
1. Apakah Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat Dan Harga berpengaruh secara simultan terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram ?
2. Apakah Persepsi Risiko berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu Secara Online melalui Instagram ?
3. Apakah Kemudahan berpengaruh terhadap terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram ?
4. Apakah Manfaat berpengaruh terhadap terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram ?
5. Apakah Harga berpengaruh terhadap terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram ?
1.3 Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui dan menganalisis Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan Harga berpengaruh secara simultan terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram
2. Untuk mengetahui dan menganalisis Persepsi Risiko berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram
3. Untuk mengetahui dan menganalisis Kemudahan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram
4. Untuk mengetahui dan menganalisis Manfaat berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram
5. Untuk mengetahui dan menganalisis Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram
1.3.2 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi Perusahaan
Agar lebih memahami selera/keinginan konsumen dalam berbelanja agar lebih meningkat pelayanan dan menentukan strategi untuk mempertahankan dari para pesaing perusahaan.
2. Bagi perkembangan IPTEK
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan terhadap perkembangan ilmu dibidang manajemen pemasaran serta bisa digunakan bahan referensi untuk penelitian selanjutnya.
3. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi tentang Pengaruh Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram.
Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti apakah Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu di platform Instagram. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan Harga terhadap Keputusan Pembelian sebagai berikut:
1. Bahwa terdapat pengaruh secara Simultan antara Persepsi Risiko, Kemudahan, Manfaat dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram pada mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017.
2. Variabel Persepsi Risiko berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram pada mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017.
3. Variabel Kemudahan berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram pada mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017.
4. Variabel Manfaat berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram pada mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017.
5. Variabel Harga berpengaruh terhadap Keputusan Pembelian Sepatu secara online melalui Instagram pada mahasiswa FEB Unisma Program Manajemen Angkatan 2017.
5.2 Keterbatasan
Adanya keterbatasan-keterbatasan dalam pengerjaan penelitian ini yaitu:
1. Hanya dilakukannya selama 1 bulan penelitian ini
2. Penelitian ini hanya dilakukan dengan mengambil populasi mahasiswa FEB Universitas Islam Malang Program Manajemen Angkatan 2017 3. Penelitian ini kesulitan dalam pengambilan sampel dikarenakan tidak
adanya data real populasi mahasiswa FEB Universitas Islam Malang yang membeli sepatu di platform Instagram.
5.3 Saran
a. Bagi perusahaan
Adapun jawaban terendah dari responden terkait item pertanyaan dari setiap variabel yang harus diperhatikan lagi oleh pelaku usaha platform instagram :
1) Variabel Kemudahan
Item variabel kemudahan “Saya merasa produk sepatu yang di jual di Instagram mempermudah saya untuk mencari barang yang saya butuhkan”. Dengan rata-rata jawaban 3,0. Sebaiknya pihak Instagram harus memudahkan dalam pencarian barang atau produk sepatu yang
dibutuhkan konsumen dalam berbelanja agar lebih meningkat pembelian impulsive.
2) Variabel Harga
Item variabel harga “Harga produk yang di tawarkan di instagram dapat dijangkau oleh semua konsumen.” dengan rata-rata jawaban 3,1. Sebaiknya pihak Instagram dapat mengkategorikan barang dengan range harga mahal, sedang dan murah, agar sesuai dengan kemampuan konsumen membeli barang sesuai budget yang dimilikinya.
b. Harapan bagi peneliti selanjutnya
Untuk pihak-pihak yang akan melaksanakan penelitian lebih lanjut dianjurkan agar:
1) Menambahkasn variabel lagi yang berbeda pada penelitian berikutnya agar bisa memperkuat pendapat.
2) Dapat menambah item pertanyaan untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih baik lagi.
3) Bisa menambahkan jumlah responden dan populasi yang lebih banyak dalam penelitiannya agar memperoleh hasil yang lebih sempurna.
Andriyanto, Basu Swastha, Hani Handoko. 2014. Manajemen Pemasaran-Analisis Perilaku Konsumen. Yogyakarta : BPFE
Arikunto, 2006, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Schiffman, Leon dan Kanuk, Leslie Lazer. 2008. Perilaku Konsumen, edisi ketujuh. Jakarta: Indeks
Ghozali, 2016, Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Istiqomah, Hidayat, Z., & Jariah, A. (2019). Analisis Pengaruh Kepercayaan , Iklan dan Persepsi Resiko Terhadap Keputusan Pembelian di situs Shopee di Kota Lumajang. Jurnal Progress Conference, 2(July), 557–563.
Kim et al. 2007. Perilaku Konsumen (edisi revisi). Jakarta : Kencana Perdana Media Grup.
Kotler, Philip and Gary Amstrong. 2012. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi 13 Jilid 1. Jakarta : Erlangga.
Kotler, Philip, 2012, Manajemen Pemasaran: Analisis, Perencanaan, Implementasi, dan Pengendalian. Salemba Empat, Jakarta.
Kotler, P., Amstrong, G. 2014. Principle of Marketing. 14 Edition. England:
Pearson Education, Inc
Kotler, dan Keller. 2012. Manajemen Pemasaran. Edisi 12. Jakarta: Erlangga- Kotler, Philip and Armstrong. 2008. Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi12. Jilid 1.
Jakarta: Erlangga.
Simamora, Henry, 2004, Manajemen Pemasaran Internasional. Jilid II, Cetakan Pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Sinaga, I., Kumadji, S, 2010, Ilmu, F., Universitas, A., & Malang, B. (N.D.).
Stimulus Store Environment Dalam Menciptakan Emotional Response Dan Pengaruhnya Terhadap Impulse Buying (Survei Pada Pembeli Di Carrefour Mitra I Malang).
Sugiyono, 2017, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
Alfabeta, CV.
Sujarweni, V. Wiratna, 2015, Metodologi Penelitian Bisnis & Ekonomi, Cetakan Pertama. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Suryani, T. 2013. Perilaku Konsumen di Era Internet. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Buchari Alma. 2011. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Bandung : Penerbit Alfabeta
Supranto, J, 2011, Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Untuk Menaikan Pangsa Pasar, Cetakan keempat. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta.
Tjiptono, Fandy, 2014, Pemasaran Jasa. Yogyakarta: Andi.
Wahyuningtyas, Y. F., & Widiastuti, D. A. 2015. Analisis Pengaruh Persepsi Risiko, Kemudahan Dan Manfaat Terhadap Keputusan Pembelian Secara Online (Studi Kasus Pada Konsumen Barang Fashion Di Facebook). Kajian
Bisnis STIE Widya Wiwaha, 23(2), 112-120.
https://doi.org/10.32477/jkb.v23i2.208