RENCANA STRATEGIS TAHUN 2007-2015
SEKOLAH TINGGI
MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER S W A D H A R M A
JAKARTA
DAFTAR ISI
Daftar Isi ... ii
A. PENDAHULUAN ... 1
A.1. Identitas dan Legalitas STMIK Swadharma ... 1
A.2. Visi, Misi dan Tujuan ... 2
A.3. Kebijakan Pengembangan ... 3
B. ANALISIS SITUASIONAL ... 4
B.1. Analisis Lingkungan Eksternal ... 4
B.2. Evaluasi Pelaksanaan, Hasil dan Dampak Hibah Sebelumnya.... 5
B.3. Evaluasi Kinerja dan Pengelolaan Program Akademik ……….. 5
B.3.1. Pendidikan ……….….. 5
B.3.2. Penelitian .……….….. 6
B.3.3. Pengabdian Pada Masyarakat …..……….….. 9
B.3.4. Program Penjaminan Kualitas ….……….….. 9
B.4. Evaluasi Ketersediaan dan Manajemen Sumber Daya …….….. 10
B.4.1. Manajemen Keuangan …….……….….. 10
B.4.2. Manajemen Sumber Daya Manusia ….……….….. 10
B.4.3. Manajemen Fasilitas Fisik ……….….. 10
B.5. Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu ………. 12
B.6. Analisis Kondisi Internal dan Eksternal (SWOT-Analysis) ... 12
B.6.1. Analisis Kondisi Internal ………...……….….. 12
B.6.2. Analisis Kondisi Eksternal ……….….. 13
C. PENENTUAN PROGRAM-PROGRAM STRATEJIK ... 14
C.1. Kekuatan – Peluang ... 14
C.2. Kekuatan – Ancaman ... 15
C.3. Kelemahan – Peluang ... 16
C.4. Kelemahan – Ancaman ... 17
D. TARGET CAPAIAN PROGRAM- PROGRAM STRATEJIK ... 20
Tabel A. Pendidikan dan Pengajaran ……….... 21
Tabel B. Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru ……… 23
Tabel C. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ………. 24
Tabel D. Kemahasiswaan ………. 25
Tabel E. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)……… 27
Tabel F. Organisasi dan Manajemen ……… 30
Tabel G. Kerjasama ……….. 31
Tabel H. Penjaminan Mutu ……….. 32
Lampiran
A. PENDAHULUAN
A.1. Identitas dan Legalitas STMIK Swadharma
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Swadharma didirikan tahun 1992 oleh dua badan yang cukup besar, yakni Yayasan Danar Dana Bank Negara Indonesia (BNI) 1946 dengan PT Multipolar Corporation. Dasar pendirian sekolah ini berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Yayasan Danar Dana Bank Negara Indonesia 1946 No. SK/4/597A/RAH tanggal 31 Januari 1992. Tahun 1998 PT Multipolar Corporation mengundurkan diri sehingga sepenuhnya menjadi tanggung jawab Yayasan Danar Dana BNI 1946 yang kemudian berganti nama menjadi Yayasan Danar Dana Swadharma.
Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Swadharma menyelenggarakan 2 (dua) program studi jenjang Strata Satu (S1) yakni Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknik Informatika, serta 1 program studi jenjang Diploma 3 (DIII) yakni Program Studi Manajemen Informatika.
Perijinan Program-program studi disajikan sebagai berikut:
a. Program Studi Teknik Informatika jenjang Strata Satu
• Surat Keputusan No. 506/Dikti/Kep/1993 tanggal 16 Agustus 1993, Status Terdaftar.
• Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No.
017/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 tanggal 21 Juli 2000. Akreditasi B
• Perpanjangan ijin: No 211/D/T/2004 tanggal 30 Januari 2004.
• Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No.
023/BAN-PT/Ak-IX/S1/XII/2005 tanggal 22 Desember 2005, Akreditasi C b. Program Studi Sistem Informasi jenjang Strata Satu
• Surat Keputusan No. 582/Dikti/Kep/1993 tanggal 01 Oktober 1993, Status Terdaftar
• Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No.
017/BAN-PT/Ak-IV/VII/2000 tanggal 21 Juli 2000. Akreditasi B
• Perpanjangan ijin: No 210/D/T/2004 tanggal tanggal 30 Januari 2004
• Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) No.
021/BAN-PT/Ak-IX/S1/XI/2005 tanggal 17 November 2005. Akreditasi B c. Program Studi Manajemen Informatika jenjang Diploma 3
• Surat Keputusan No. 402/DIKTI/Kep/1992 tanggal 26 Agustus 1992, Status Terdaftar
• Surat Keputusan No. 372/DIKTI/Kep/1997 tanggal 22 September 1997. Status Diakui
• Perpanjangan ijin: No. 209/D/T/2004 tanggal 30 Januari 2004.
A.2. Visi, Misi dan Tujuan
Visi
Visi STMIK Swadhama adalah menjadi pusat pengembangan dan penyebaran pemanfaatan teknologi informasi di dunia bisnis dan masyarakat, dan mampu bersaing secara professional di tingkat nasional tahun 2015.
Misi
Misi STMIK Swadharma adalah menciptakan lingkungan sivitas akademika dan unit pendukung yang kondusif untuk :
1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang bermutu tinggi di bidang teknologi informasi.
2. Menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pengembangan dan penerapan teknologi informasi di berbagai bidang.
3. Menyelenggaarakan aktifitas kemahasiswaan yang berbasis komputer.
4. Melakukan kerjasama dengan instansi/perguruan tinggi lain untuk peningkatan daya saing
Tujuan
1. Pendidikan
Menyelenggarakan program pendidikan pada Program Studi Sistem Informasi yang dapat menghasilkan System Analyst dengan kekuatan pada system modeling, pada Program Studi Teknik Informatika yang menghasilkan Software Engineer dengan kekuatan pada jaringan komputer dan multimedia yang relevan dengan kebutuhan dunia bisnis serta Program Studi Manajemen Informatika yang menghasilkan IT Profesional dengan kekuatan pada Arsitektur Database.
2. Penelitian
Menghasilkan penelitian yang berkualitas dan berguna bagi kemajuan dan pengembangan ilmu serta pembelajaran.
3. Pengabdian masyarakat
Memberikan kontribusi secara langsung dengan membantu memecahkan masalah di masyarakat dalam bidang ilmu pengetahun dan teknologi informasi.
4. Menyelenggarakan kegiatan kemahasiswaan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dan mengarahkan mahasiswa agar mempunyai kepedulian terhadap lingkungan sosial dan alam.
5. Meningkatkan kualitas pengelolaan agar proses yang dijalankan dapat efektif dan efisien dengan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan.
6. Menyajikan informasi akademik secara cepat, tepat waktu dan akurat
A.3. Kebijakan Pengembangan
Kebijakan pimpinan untuk pengembangan STMIK Swadharma dalam upaya mencapai visi menjadi pusat pengembangan dan penyebaran pemanfaatan teknologi informasi di dunia bisnis dan masyarakat, dan mampu bersaing secara professional di tingkat nasional tahun 2015 melalui penguatan seluruh aspek sumber daya untuk menjadi universitas hibrid, yaitu gabungan dari teaching university, research university, dan entrepreunial university.
Teaching university diartikan sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan dengan tingkat kompetensi yang baik. research university diartikan sebagai perguruan tinggi yang meningkatkan kualitas proses belajarnya berdasarkan. Sedangkan entrepreunial university diartikan sebagai perguruan tinggi yang memuaskan stake order.
B. ANALISIS SITUASIONAL
B.1. Analisis Lingkungan Eksternal
Perkembangan perekonomian Indonesia yang sejak krisis pada tahun 1998 sampai saat ini belum benar-benar pulih telah menyebabkan keinginan sebagian besar masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi terhambat, disisi lain jumlah PTS yang ada di Jakarta juga tidak sedikit ( 356 PTS ) dimana 49 PTS ( + 13 %) memiliki program studi yang sama dengan STMIK Swadharma, belum lagi ditambah dengan persaingan dengan PTN yang membuka program ekstension sejak beberapa tahun yang lalu menjadikan tingkat persaingan semakin ketat.
Selain itu kebijakan pemerintah di bidang pendidikan juga memberikan dampak secara langsung bagi perkembangan PTS. Misalnya mengenai ketentuan kelulusan berdasarkan Ujian Nasional yang menyebabkan sebagian siswa SLTA yang tidak lulus UN tidak dapat melanjutkan ke PTS/PTN sehingga menyebabkan penurunan penerimaan mahasiswa baru bagi PTN/PTS. Disisi lain kebijakan pemerintah yang memberikan keleluasan kepada Perguruan Tinggi untuk menyusun sendiri kurikulumnya menjadikan Perguruan Tinggi berlomba-lomba menjual keunggulannya melalui muatan lokalnya.
Paradigma yang berkembang di masyarakat saat ini juga mulai berubah dimana para orang tua lebih berfikir bagaimana agar selepas SLTA anaknya dapat langsung berkerja untuk mengurangi beban orang tuanya.
Perkembangan teknologi saat ini khususnya teknologi informasi telah menyebabkan segala ruang lingkup pekerjaan saat ini mengarah ke komputerisasi. Bisa dikatakan semua level pekerjaan kantor saat ini membutuhkan keterampilan komputer. Hal ini merupakan peluang bagi alumni STMIK Swadharma untuk dapat diserap oleh pasar tenaga kerja.
Bahkan melalui kerja sama dengan Informatic yaitu sebuah lembaga pendidikan komputer bertaraf internasional (diakui di 53 negara di dunia) serta dengan CISCO yaitu lembaga sertifikasi internasional di bidang Jaringan Komputer, STMIK Swadharma telah berusaha mempersiapkan alumninya agar dapat bersaing di pasar kerja baik secara lokal (lingkup Indonesia) maupun global (internasional). Disisi lain perkembangan dunia komputer yang sangat pesat, bahkan bisa dikatakan hampir setiap tiga bulan terdapat perkembangan terbaru di dunia komputer. Hal ini dapat menjadi ancaman bagi STMIK Swadharma karena apabila STMIK Swadharma tidak mampu menerapkan kurikulum berbasis kompetensi secara dinamis (mengikuti perkembangan) bisa jadi keluaran (outcome) STMIK Swadharma tidak akan terserap oleh dunia kerja. Hal lain yang dirasakan cukup berat oleh manajemen STMIK Swadharma adalah IPK rata-rata lulusan dari ketiga program studi yang ada hanya berkisar 2.80, masih cukup jauh dari harapan pemakai tenaga kerja yang saat ini menetapkan IPK minimal 3.00.
No. Uraian Masalah
1. Bidang ilmu komputer termasuk dalam ilmu yang perkembangannya sangat cepat sejalan dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (ICT)
Perkembangan teknologi yang sangat cepat
2. Pasar tenaga kerja menuntut IPK lulusan minimal 3.00
IPK rata-rata lulusan yang masih rendah dibanding ekspektasi pasar kerja
B.2. Evaluasi Pelaksanaan, Hasil dan Dampak Hibah Sebelumnya
Sampai saat ini STMIK Swadharma baru satu kali mendapatkan hibah dari pemerintah yaitu Hibah SIM/TIK berdasarkan kontrak No. 0162/Kontrak/PK-SDM PT/XI/2006 tertanggal 21 Nopember 2006. Pelaksanaan hibah mulai dari pengajukan hibah sampai implementasi hibah berjalan dengan baik, hal ini dikarenakan koordinasi yang baik antara pimpinan dan tim pelaksana hibah. Hasil yang didapatkan oleh STMIK Swadharma dari hibah tersebut adalah pengelolaan manajemen dan akses data dengan bantuan sistem informasi yang terintegrasi menyebabkan mempercepat proses pengolahan data. Jika sebelumnya mahasiswa yang memerlukan daftar nilai kumulatif harus menunggu proses selama tiga hari maka dengan sistem informasi yang baru mahasiswa dapat memperoleh daftar nilai kumulatif hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. Selain itu dengan hibah SIM/TIK, STMIK Swadharma telah menjalankan metode pembelajaran berbasis teknologi informasi dimana disetiap ruang kelas telah tersedia satu unit komputer dan LCD projector yang dapat membantu dosen dalam memberikan materi perkuliahan, walaupun sebagai tahap awal hanya tersedia 15 modul TIK.
No. Uraian Masalah
3. Ketersediaan modul TIK baru 15 modul Kemampuan dan motivasi dosen kurang
B.3. Evaluasi Kinerja dan Pengelolaan Program Akademik B.3.1. Pendidikan
a) Lulusan
1. Kesiapan Lulusan memasuki pasar kerja
Untuk mempersiapkan lulusan dan memperkenalkan lulusan dengan dunia kerja, STMIK Swadharma mewajibkan mahasiswa mulai semester 6 untuk melakukan kerja praktik. Pada akhir kerja praktik ini mahasiswa diwajibkan membuat laporan hasil kerja praktik untuk mendapatkan masukan mengenai pengalaman mahasiswa praktikan tentang apa yang dipelajari dikampus dan bagaimana implementasinya di dunia nyata.
2. Kemudahan lulusan untuk mendapatkan pekerjaan
Untuk membantu dan memberikan kemudahan bagi lulusan untuk mendapatkan pekerjaan telah dibentuk bagian khusus yaitu bagian alumni dan penempatan kerja yang melakukan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja khususnya dibidang komputer. Bagian ini belum mampu bekerja optimal karena belum tersedianya sistem database alumni.
No. Uraian Masalah
4 Bagian alumni dan penempatan kerja yang belum
bisa bekerja secara optimal Belum tersedianya database alumni
3. Kemampuan lulusan untuk menciptakan pasar kerja mandiri
Kemampuan alumni untuk berwiraswasta berdasarkan hasil wawancara terakhir terdapat sekitar 13 % alumni yang membuka usaha sendiri terutama usaha di bidang komputer
No. Uraian Masalah
5 Alumni yang membuka pasar kerja mandiri
hanya sekitar 13 % Masih kecilnya jiwa kewirausahaan
4. Waktu tunggu untuk memperoleh pekerjaan
Waktu tunggu rata-rata lulusan untuk mendapatkan pekerjaan pertama masih cukup lama, hanya sekitar 38.95 % lulusan yang mampu mendapatkan pekerjaan <
6 bulan. (tabel 2)
No. Uraian Masalah
6 Waktu tunggu lulusan yang mendapatkan pekerjaan < 6 bulan hanya sekitar 38.95 %
Masa tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan pertama masih cukup lama
5. IPK lulusan
IPK rata-rata lulusan adalah 2.83 dengan IPK diatas 3.00 sebesar 33.29 %. (tabel 1)
6. Gaji pertama lulusan
berdasarkan hasil wawancara terhadap beberapa alumni yang berhasil dihubungi didapatkan informasi gaji pertama yang mereka dapatkan berkisar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)
7. Daya saing lulusan
Untuk meningkatkan daya saing, lulusan STMIK Swadharma telah dibekali kemampuan teoritis dan keterampilan praktis. Kemampuan teoritis ditandai dengan kurikulum berbasis kompetensi yang diterapkan dengan mengadopsi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sedangkan kemampuan praktis dibekali dengan adanya program kerja sama dengan lembaga pendidikan komputer bertaraf internasional Informatic yaitu dengan membekali para lulusan dengan sertifikasi profesi yang diakui di 53 negara didunia. Selain itu dengan keunggulan di bidang jaringan komputer yang dibekali dengan sertifikasi oleh Cisco lembaga sertifikasi profesional jaringan komputer.
b) Proses Pembelajaran
1. Lama Studi Mahasiswa
Lama studi rata-rata mahasiswa STMIK Swadharma masih diatas kondisi ideal 4 tahun yaitu sekitar 4.72 tahun ditambah jumlah mahasiswa yang lulus diatas 5 tahun juga cukup besar yaitu sekitar 25.41 % dari total lulusan(lihat tabel 3)
No. Uraian Masalah 7 Masa studi rata-rata mahasiswa sekitar 4.72
tahun
Masa studi rata-rata mahasiswa masih diatas 4 tahun,karena tidak efektifnya kegiatan peringatan dini dari sistem monitoring perkembangan kemajuan studi mahasiswa.
2. Waktu untuk menyelesaikan Tugas Akhir
Lama penyelesaian tugas akhir mahasiswa STMIK Swadharma adalah 9 bulan.
(lihat tabel 4)
3. Usaha-usaha yang ditempuh untuk memperpendek waktu studi
Berdasarkan tabel 5 masih terlihat bahwa mahasiswa lama yang belum selesai studinya masih sangat banyak (44 %). Untuk menjaga agar waktu studi mahasiswa tidak terlalu panjang, sejak tahun 2005 telah dilaksanakan program PIL (Program Intensif Limitatif) bagi mahasiswa-mahasiswa lama yang statusnya tidak aktif (tidak mengundurkan diri tetapi tidak mengajukan cuti akademik) lebih dari 2 semester berturut-turut. Program ini berdurasinya 3 bulan, dan selama 3 bulan ini mahasiswa lama akan diberikan bimbingan secara intensif dan personal oleh dosen yang ditunjuk oleh program studi. Program ini khususnya membantu mahasiswa- mahasiswa yang kesulitan dalam menyelesaikan tugas akhir dan perbaikan nilai.
Program ini sifatnya insidentil (sewaktu-waktu dan sesuai kebutuhan) dan kebanyakan mahasiswa yang mengikuti program ini adalah mereka yang tidak aktif cukup lama (minimal 2 tahun).
4. Kinerja dosen dalam kegiatan akademik
Rata-rata kehadiran dosen dalam kegiatan pendidikan cukup baik bahkan mencapai 100 %. (tabel 7)
5. Mekanisme monitoring yang telah dilakukan untuk kehadiran dosen dalam kegiatan akademik
Mekanisme pengawasan yang dilaksanakan oleh jurusan saat ini hanya dalam bentuk form yang disebut form pengawasan SAP. Form ini diisi dengan tanggal perkuliahan dan materi yang diberikan oleh dosen. Untuk menilai efektifitas perkuliahan, Jurusan menyebar kuesioner kepada mahasiswa saat Ujian Tengah Semester. Namun hasil kuesioner ini dinilai oleh para dosen bersifat subjektif.
Untuk dosen yang disukai mahasiswa karena cara mengajarnya (padahal belum tentu materi yang disampaikan sesuai dengan TIU dan TIK matakuliah tersebut) akan memiliki nilai yang baik sedangkan untuk dosen yang tergolong “killer”
dimata mahasiswa maka penilaiannya akan jatuh.
No. Uraian Masalah
8 Mekanisme monitoring yang dijalankan saat ini
masih dinilai subjektif Objektifitas sistem monitoring
6. Kehadiran mahasiswa
Jumlah prosentase kehadiran mahasiswa mengikuti perkuliahan cukup baik mencapai 90 %
7. Drop-Out
Sampai saat ini sebagai sebuah PTS, STMIK Swadharma tidak melaksanakan kebijakan drop-out. Mahasiswa yang sudah melewati batas studi normalnya masih bisa meneruskan pendidikan sampai selesai. Sebagian besar mahasiswa yang melewati batas studi normalnya dikarenakan lama tidak aktif tanpa keterangan.
Sampai saat ini STMIK Swadharma belum memiliki sistem yang dapat menginformasikan secara otomatis mahasiswa-mahasiswa yang tidak aktif untuk dua semester berturut-turut.
No. Uraian Masalah
9 Tidak tersedianya sistem yang dapat menginformasikan mahasiswa yang tidak aktif 2 semester berturut-turut
Belum mampu mendeteksi mahasiswa yang tidak aktif
8. Evaluasi proses pembelajaran
Sistem evaluasi yang berlaku di STMIK Swadharma tercantum dalam pedoman akademik (bab evaluasi) yang disosialisasikan ke mahasiswa saat kegiatan pra kuliah (penyambutan mahasiswa baru) sedangkan ke dosen saat penyerahan surat tugas mengajar bagi dosen baru. Evaluasi dari dosen berbentuk distribusi nilai dari A – E sedangkan evaluasi proses perkuliahan dalam bentuk kuesioner yang disebarkan ke mahasiswa saat ujian tengah semester dengan harapan masukan dari kuesioner tersebut dapat dijadikan landasan bagi kedua belah pihak dosen dan mahasiswa untuk perbaikan proses perkuliahan setengah semester kedepannya.
9. Kemampuan Berbahasa Inggris
Kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa STMIK Swadharma masih cukup rendah hampir sekitar 80 % dengan nilai setara toefl masih dibawah < 450. (tabel 6)
No. Uraian Masalah
10 80 % mahasiswa tingkat akhir nilai toeflnya masih dibawah 450
Kemampuan bahasa inggris masih rendah
10. Ketersediaan sarana pembelajaran
Ketersediaan sarana pembelajaran seperti materi kuliah, diktat dan petunjuk praktikum maupun buku teks telah tersedia dengan jumlah yang cukup (tabel 7).
c) Mahasiswa
1. Mahasiswa Baru (raw input)
Profil mahasiswa baru yang masuk ke STMIK Swadharma dapat dilihat pada tabel 8. Dari tabel tersebut terlihat bahwa mahasiswa baru yang masuk dengan rata-rata nilai ujian akhir hanya 6.33 dan nilai seleksi ujian masuk rata-rata hanya 58.21 dari skor 0-100. Dengan tingkat keketatan persaingan sebesar 93.01 %.
No. Uraian Masalah
11 Rata-rata nilai ujian akhir calon mahasiswa
hanya 6.33 dengan nilai rata-rata ujian masuk Kualitas raw input masih rendah
58.21
12 Tingkat keketatan persaingan sebesar 93.01%
karena peminat relatif sedikit
STMIK Swadharma belum dikenal secara luas
2. Sebaran mahasiswa baru
Dari tabel 9-11 terlihat bahwa sebagian besar peminat/pendaftar berasal dari DKI Jakarta dan sekitarnya (bogor, depok, tangerang dan bekasi).
d) Kurikulum
Kurikulum yang berlaku saat ini merupakan kurikulum berbasis kompetensi yang mengadopsi perkembangan teknologi dan informasi (tabel 7). Kurikulum saat ini diarahkan untuk menghasilkan sarjana dengan kekuatan/keunggulan pada perancangan sistem informasi, pemrograman database, multimedia dan jaringan komputer. Kurikulum yang berjalan akan direview berdasrkan masukan dari alumni, dunia kerja dan perkembangan dunia komputer. Review kurikulum dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.
B.3.2. Penelitian
No. Uraian Masalah
13 Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit Kegiatan penelitian
dosen belum berjalan baik
B.3.3. Pengabdian Pada Masyarakat
No. Uraian Masalah
14 Kegiatan pengabdian masyarakat masih dilaksanakan sehubungan dengan program penerimaan mahasiswa baru atau jika ada program hibah pengabdian masyarakat dari pemerintah (Dikti/Kopertis)
Kegiatan pengabdian masyarakat masih belum rutin
B.3.4. Program Penjaminan Kualitas
STMIK Swadharma mempunyai 3 (tiga) program untuk penjaminan kualitas lulusan, yaitu :
1. Standarisasi programming, digunakan sebagai syarat untuk mendaftar sidang tugas akhir. Program ini memastikan bahwa lulusan STMIK Swadharma memiliki kemampuan pemrograman berorientasi database.
Jika mahasiswa tersebut tidak lulus standarisasi maka mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti ujian akhir.
2. Ujian Matakuliah Utama, digunakan untuk memastikan bahwa lulusan memiliki kemampuan teoritis sebagai pondasi dalam menguasai bidang komputer. Sebagai salah satu syarat kelulusan bahwa mahasiswa harus memiliki minimal nilai C untuk 10 matakuliah utama.
3. Tugas Akhir. Format tugas akhir di STMIK Swadharma yang berorientasi kepada pembuatan produk (software) ataupun penguasaan teknologi
jaringan membuat mahasiswa yang akan lulus memiliki kemampuan implementasi teoritis sekaligus kemampuan praktis (skill).
B.4. Evaluasi Ketersediaan dan Manajemen Sumber Daya
B.4.1. Manajemen Keuangan
Pengelolaan keuangan baik yang masuk dan keluar sudah menjadi otoritas manajemen STMIK Swadharma tanpa campur tangan dari Yayasan. Untuk kegiatan-kegiatan investasi yang membutuhkan dana yang besar dikoordinasikan atau dikonsultasikan dengan Yayasan, bahkan didanai oleh Yayasan jika keuangan STMIK belum mampu, dengan pencatatan pada rekening antar kantor. Sebagian besar pendanaan masih bersumber dari mahasiswa (tuition fee). Saat ini sedang diupayakan pendapatan dari sumber yang lain yaitu dengan mendirikan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat yang diharapkan bida menjadi Strategic Business Unit untuk menyehatkan anggaran walaupun ketika jumlah mahasiswa sedikit. (tabel 13)
B.4.2. Manajemen Sumber Daya Manusia
Dari tabel 14 terlihat bahwa sekitar 55 % staf akademik yang dimiliki STMIK masih berada dalam kriteria usia produktif (< 40 tahun) . Latar belakang pendidikan staf akademik yang ada masih 50 % dengan jenjang S1 padahal sesuai dengan UU Guru dan Dosen syarat minimal untuk mengajar S1 adalah harus minimal S2. Jumlah staf akademik yang berlatar belakang bidang ilmu komputer dan sistem informasi mencapai 70 %. Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan secara terpusat oleh institusi.
No. Uraian Masalah
15 Masih terdapat 50 % dosen berjenjang pendidikan S1 Kemampuan
finansial STMIK untuk pendidikan lanjut masih rendah
B.4.3. Manajemen Fasilitas Fisik
a) Manajemen Prasarana (Gedung/Bangunan)
Gedung yang digunakan untuk kegiatan proses belajar dan mengajar dilakukan pada gedung sendiri, adapun ruangan perpustakaan, laboratorium dan pimpinan ada di gedung sendiri, sama dengan ruang kuliah dan sekretariat ada . (tabel 21-23)
b) Manajemen Laboratorium
Kondisi laboratorium yang ada saat ini tidak memadai untuk menangani kegiatan praktikum. Untuk rata-rata mahasiswa per kelas terdiri dari 40 orang sementara jumlah komputer yang ada pada laboraorium terbesar (lab A) hanya 30 unit komputer sehingga dalam 1 shift praktikum ada mahasiswa yang tidak mendapatkan jatah komputer, pada hal lab A mampu menampung sampai 54 unit komputer. Belum lagi spesifikasi komputer yang ada saat ini tidak lagi mendukung program-program aplikasi yang digunakan saat ini. Contohnya pada kelas Multimedia , proses transfer
dan konvert file dari Handycam ke komputer membutuhkan waktu sangat lama (2 jam lebih). (tabel 24-25)
No. Uraian Masalah
16 Jumlah komputer yang ada tidak dapat menampung mahasiswa pada 1 shit praktikum
Jumlah komputer yang belum memadai
17 Spesifikasi komputer yang sangat lambat untuk pengolahan multimedia
Spesifikasi komputer tidak mendukung c) Manajemen Perpustakaan
Perpustakaan STMIK Swadharma sudah dikelola dengan bantuan sistem informasi perpustakaan yang baik. Transaksi perpustakaan dapat dimonitor dan diketahui dengan cepat. Belum semua buku teks untuk mendukung perkuliahan tersedia. Dari jumlah koleksi pustaka yang ada hanya 21 % dari jumlah judul pustaka untuk mendukung perkuliahan sedangkan jika dilihat dari jumlah eksemplar hanya sebesar 15 % yang digunakan untuk mendukung perkuliahan. Kapasitas ruang baca perpustakaan yang kecil hanya dapat menampung 20 mahasiswa. Selain itu jumlah lemari buku yang sangat sedikit dibanding dengan jumlah koleksi pustaka yang dimiliki sehingga banyak buku-buku yang tersimpan sehingga tidak dapat diakses oleh mahasiswa. (tabel 26-29)
No. Uraian Masalah
18 Koleksi pustaka yang mendukung perkuliahan hanya 15
% dari total koleksi pustaka
Buku teks pendukung
perkuliahan masih sedikit
19 Luas ruang baca yang hanya dapat menampung 20 mahasiswa
Luas ruang baca tidak memadai
20 Jumlah lemari buku yang sedikit sehingga banyak buku yang tersimpan sehingga tidak dapat diakses mahasiswa
Jumlah lemari buku yang masih sedikit
d) Manajemen Data dan Informasi
Dengan bantuan hibah SIM & TIK saat ini STMIK Swadharma telah menggunakan sistem informasi yang terkomputerisasi dan terintegrasi antar unit/bagian. Proses pengumpulan dan pengolahan data menjadi lebih cepat. Bahkan sistem informasi akademik telah dapat diakses dengan memanfaatkan teknologi internet. Dibutuhkan perluasan cakupan terhadap data dan informasi untuk memudahkan proses pengambilan keputusan.
No. Uraian Masalah
21 Sistem informasi telah memiliki jangkauan luas (aksesibilitas) tetapi cakupan modul belum lengkap
Belum memiliki strategi sistem informasi yang memadai
B.5. Evaluasi Sistem Penjaminan Mutu
Untuk memberikan jaminan sistem penjaminan mutu yang dijalankan di tingkat institusi telah dibentuk Team Monev berdasarkan SK Ketua STMIK Swadharma No.
SK/20/STMIK/II/R tanggal 9 November 2006 yang membentuk Team Monev dengan unsur-unsur : Yayasan (1 orang), BPH (1 orang), Pegawai (1 orang), Senat Perguruan Tinggi (1 orang) dan Pimpinan (1 orang). Tim ini bertugas untuk melakukan monitoring terhadap aktivitas-aktivitas akademik sekaligus melakukan evaluasi terhadap aktivitas- aktivitas tersebut sebagai bahan masukan untuk pimpinan. Penjaminan mutu eksternal dilakukan dengan akreditasi oleh BAN-PT dan pemantauan secara rutin oleh Kopertis III/Dikti melalui laporan akhir semester EPSBED.
B.6. Analisis Kondisi Internal dan Eksternal (SWOT-Analysis) B.6.1. Analisis Kondisi Internal
a) Kekuatan (Strenght) 1. Memiliki 15 modul TIK
2. Kerja Praktik dilakukan mahasiswa pada semester 6 3. Prosentase kehadiran mahasiswa Rata-rata 90 % 4. Prosentase kehadiran dosen Rata-rata 100 %
5. Ketersediaan sarana pembelajaran dengan jumlah yang cukup
6. Penerapan Kurikulum berbasis kompetensi teknologi informasi dan komunikasi 7. SDM/staf akademik yang dimiliki STMIK masih berada dalam kriteria usia
produktif (< 40 tahun) 8. Pernah Mengelola Hibah
9. Memiliki kerja sama dengan lembaga pendidikan, industri dan intitusi lain 10. Memiliki Team Monev
11. Memiliki unit bagian alumni dan penempatan kerja b) Kelemahan (Weakness)
1. STMIK Swadharma belum dikenal secara luas 2. Kualitas raw input masih rendah
3. Masa studi rata-rata mahasiswa masih diatas 4 tahun
4. Tidak ada sistem yang dapat menginformasikan mahasiswa yang tidak aktif 2 semester berturut-turut
5. IPK rata-rata lulusan adalah 2.83 dengan IPK diatas 3.00 sebesar 33.29 % 6. 80 % mahasiswa tingkat akhir nilai toeflnya masih dibawah 450
7. Masa tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan pertama masih cukup lama 8. Masih kecilnya jiwa kewirausahaan alumni
9. Hanya terdapat 50 % dosen berjenjang pendidikan S2
10. Mekanisme monitoring penilaian dosen yang dijalankan saat ini masih dinilai subjektif
11. Kemampuan dan motivasi dosen kurang 12. Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit
13. Unit bagian alumni dan penempatan kerja belum mampu bekerja optimal 14. Belum tersedianya sistem database alumni.
B.6.2. Analisis Kondisi Eksternal a) Peluang (Opportunity)
1. Ruang lingkup pekerjaan saat ini mengarah ke komputerisasi 2. Terbukanya kerja sama dengan industri / institusi lain
3. Kebijakan pemerintah yang memberikan keleluasan kepada Perguruan Tinggi untuk menyusun sendiri kurikulumnya
4. Terbukanya program hibah dari pemerintah b) Ancaman (Threat)
1. Perkembangan perekonomian Indonesia yang sejak krisis belum benar-benar pulih 2. PTS yang ada di Jakarta tidak sedikit (356 PTS)
3. lebih dari 13 % PTS memiliki program studi yang sama 4. PTN yang membuka program ekstension
5. Ketentuan kelulusan berdasarkan Ujian Nasional 6. Pasar kerja yang saat ini menetapkan IPK minimal 3.00
C. PENENTUAN PROGRAM-PROGRAM STRATEJIK
C.1. Kekuatan - Peluang
1. Memiliki 15 modul TIK, Rata-rata kehadiran dosen mencapai 100 % dan 90 % mahasiswa, Ketersediaan sarana pembelajaran dengan jumlah yang cukup dan Penerapan Kurikulum berbasis kompetensi teknologi informasi dan komunikasi, merupakan kekuatan dalam meningkatkan proses PBM dan mutu kurikulum dengan dukungan Kebijakan pemerintah dalam memberikan keleluasan kepada PT untuk menyusun kurikulumnya sendiri serta menyesuaikan kurikulum dengan ruang lingkup pekerjaan yang mengarah ke komputerisasi (S 1, 3, 4, 5, 6; O 1, 3) Program Stratejik :
a. Pendidikan dan pengajaran
• Pengembangan proses pembelajaran menuju good teaching university
• Pengembangan menuju research university
• Pengembangan Sistem jaminan mutu dan / atau peningkatan mutu pendidikan.
• Pembukaan dan penutupan program studi sesuai perkembangan b. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
• Pengembangan sistem continuing-education (CE) c. Kemahasiswaan
• Pembekalan Mahasiswa untuk bekerja dan bermasyarakat
d. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Pemeliharaan dan Peningkatan sarana dan prasarana dan pengembangan sistem pengelolaan sarana dan prasarana
2. SDM/staf akademik yang dimiliki STMIK masih berada dalam kriteria usia produktif (< 40 tahun), Pernah mengelola hibah, Memiliki kerjasama dengan industri/institusi lain dan Memiliki Team Monev merupakan kekuatan dalam meraih terbukanya program hibah dari pemerintah. (S 7, 8, 9, 10; O 4)
Program Stratejik : a. Kerjasama
• Pelaksanaan dan peningkatan kerjasama untuk peningkatan sumberdana dan promosi dan perolehan hibah kompetisi.
b. Penjaminan Mutu
• Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Manajemen dan pelaksanaan auditnya
• Peningkatan mutu akreditasi Program Studi melalui pendampingan
• Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin) Kegiatan di STMIK Swadharma
3. Kerja Praktik dilakukan mahasiswa pada semester 6, Memiliki kerjasama dengan lembaga pendidikan, industri dan institusi lain, Memiliki unit bagian alumni dan penempatan kerja merupakan kekuatan dalam meraih kerjasama dengan industri/institusi lain untuk penempatan kerja mahasiswa (S 2, 9, 11; O 2)
Program Stratejik :
a. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
• Pengembangan Sistem Manajemen PPM.
• Pelaksanaan Penelitian
• Publikasi penelitian b. Kerjasama
• Pemantapan sistem dan prosedur kerjasama
• Pelaksanaan dan peningkatan kerja sama dengan industri, asosiasi profesi, praktisi dan lembaga/institusi pemerintah dan swasta untuk peningkatan kualitas pendidikan.
C.2. Kekuatan - Ancaman
1. Memiliki 15 modul TIK, Rata-rata kehadiran dosen mencapai 100 % dan 90 % mahasiswa, Ketersediaan sarana pembelajaran dengan jumlah yang cukup dan Penerapan Kurikulum berbasis kompetensi teknologi informasi dan komunikasi, merupakan kekuatan untuk memperkecil tingkat persaingan seperti PTS yang ada di Jakarta tidak sedikit (356 PTS), lebih dari 13 % PTS memiliki program studi yang sama, PTN yang membuka program ekstension, Ketentuan kelulusan berdasarkan Ujian Nasional (S 1, 3, 4, 5, 6; T 2, 3, 4, 5)
Program Stratejik :
a. Pendidikan dan pengajaran
• Pengembangan proses pembelajaran menuju good teaching university.
• Pengembangan menuju research university
• Pengembangan Sistem jaminan mutu dan / atau peningkatan mutu pendidikan
• Pembukaan dan penutupan program studi sesuai perkembangan b. Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru
• Mengembangkan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
• Peningkatan Efektifitas Kegiatan PMB.
2. Memiliki 15 modul TIK, Kerja Praktik dilakukan mahasiswa pada semester 6, Prosentase kehadiran dosen Rata-rata 100 % dan 90% mahasiswa, Ketersediaan sarana pembelajaran dengan jumlah yang cukup, Ketersediaan sarana pembelajaran dengan jumlah yang cukup dan Memiliki unit bagian alumni dan penempatan kerja merupakan kekuatan dalam meningkatkan IPK mahasiswa agar dapat bersaing dalam pasar kerja yang saat ini menetapkan IPK minimum 3.00 (S 1, 2, 3, 4, 5, 6, 11; T 6)
Program Stratejik :
a. Pendidikan dan pengajaran
• Pengembangan proses pembelajaran menuju good teaching university
• Pengembangan menuju research university
• Pengembangan Sistem jaminan mutu dan / atau peningkatan mutu pendidikan.
• Pembukaan dan penutupan program studi sesuai perkembangan
3. Pernah Mengelola Hibah, Memiliki kerja sama dengan lembaga pendidikan, industri dan intitusi lain, Memiliki Team Monev dan Sdm/staf akademik yang dimiliki STMIK masih berada dalam kriteria usia produktif (< 40 tahun) merupakan kekuatan dalam menghadapi perkembangan perekonomian Indonesia yang sejak krisis belum benar-benar pulih dengan meningkatkan konsolidasi dan kerjasama dengan industri/institusi lain untuk mendapapatkan beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu (S 8, 2, 3, 4, 7; T 1)
Program Stratejik :
a. Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru
• Mengembangkan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru
• Peningkatan Efektifitas Kegiatan PMB
b. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Peningkatan dan pengembangan kualitas dan sistem pengelolaan SDM
• Peningkatan dan pengembangan pengelolaan sumber dan penggunaan dana
• Pemantapan dan pengembangan kualitas dan cakupan informasi serta pengembangan manajemen informasi
c. Penjaminan Mutu
• Pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Manajemen dan pelaksanaan auditnya
• Peningkatan mutu akreditasi Program Studi melalui pendampingan
C.3. Kelemahan - Peluang
1. Meningkatkan kualitas raw input yang masih rendah, Masa studi rata-rata mahasiswa masih diatas 4 tahun, IPK rata-rata lulusan dan kemampuan bahasa inggris, mengurangi masa tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan dan mengembangkan sistem yang dapat menginformasikan mahasiswa yang tidak aktif dalam 2 semester berturut-turut untuk menangkap kesempatan ruang lingkup pekerjaan saat ini mengarah ke komputerisasi (W 2, 3, 4, 5, 6, 7 ; O 1)
Program Stratejik :
a. Pendidikan dan pengajaran
• Pengembangan proses pembelajaran menuju good teaching university.
• Pengembangan menuju research university
• Pengembangan Sistem jaminan mutu dan / atau peningkatan mutu pendidikan
• Pembukaan dan penutupan program studi sesuai perkembangan b. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
• Pengembangan sistem continuing-education (CE) c. Kemahasiswaan
• Efektivitas pengelolaan kegiatan kemahasiswaan
• Pembekalan Mahasiswa untuk bekerja dan bermasyarakat
d. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Pemeliharaan dan Peningkatan sarana dan prasarana dan pengembangan sistem pengelolaan sarana dan prasarana
e. Organisasi dan Manajemen
• Peningkatan efektivitas organisasi
• Penerapan tata pamong yang baik (good governance) dan peningkatan kualitas manajemen.
• Penguatan manajemen Akademik
2. Meningkatkan jumlah dosen berjenjang pendidikan S2, mekanisme monitoring penilaian dosen, kemampuan dan memotivasi dosen kurang, Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit untuk menangkap peluang kebijakan pemerintah yang memberikan keleluasan kepada Perguruan Tinggi untuk menyusun sendiri kurikulumnya (W 9, 10, 11, 12; O 3)
Program Stratejik : a. Kemahasiswaan
• Peningkatan atmosfir akademik di lingkungan mahasiswa
b. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Peningkatan dan pengembangan kualitas dan sistem pengelolaan SDM c. Organisasi dan Manajemen
• Peningkatan efektivitas alokasi sumberdaya (SDM, Sarana dan Prasarana, Dana dan Sistem Informasi) dan implementasi RKA.
3. Meningkatkan Unit bagian alumni dan penempatan kerja agar mampu bekerja optimal, sistem database alumni, STMIK Swadharma agar dikenal secara luas, Masih kecilnya jiwa kewirausahaan alumni, Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit untuk menangkap peluang Terbukanya kerja sama dengan industri / institusi lain dan Terbukanya program hibah dari pemerintah (W 1, 8, 10, 11, 12, 13, 14; O 3, 4)
Program Stratejik : a. Kemahasiswaan
• Perancangan dan implementasi sistem informasi penelusuran alumni
b. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Peningkatan dan pengembangan pengelolaan sumber dan penggunaan dana
• Pemantapan dan pengembangan kualitas dan cakupan informasi serta pengembangan manajemen informasi
c. Kerjasama
• Pelaksanaan dan peningkatan kerjasama untuk peningkatan sumber dana dan promosi dan perolehan hibah kompetisi.
d. Penjaminan Mutu
• Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin) Kegiatan di STMIK Swadharma.
C.4. Kelemahan - Ancaman
1. Meningkatkan kualitas raw input yang masih rendah, Masa studi rata-rata mahasiswa masih diatas 4 tahun, IPK rata-rata lulusan dan kemampuan bahasa inggris, mengurangi masa tunggu lulusan mendapatkan pekerjaan dan
mengembangkan sistem yang dapat menginformasikan mahasiswa yang tidak aktif dalam 2 semester berturut-turut untuk memperkecil tingkat persaingan seperti PTS yang ada di Jakarta tidak sedikit (356 PTS), lebih dari 13 % PTS memiliki program studi yang sama, PTN yang membuka program ekstension, Ketentuan kelulusan berdasarkan Ujian Nasional (W 2, 3, 4, 5, 6, 7; T 2, 3, 4, 5)
Program Stratejik :
a. Pendidikan dan pengajaran
• Pengembangan proses pembelajaran menuju good teaching university.
• Pengembangan menuju research university
• Pengembangan Sistem jaminan mutu dan / atau peningkatan mutu pendidikan
• Pembukaan dan penutupan program studi sesuai perkembangan b. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
• Pengembangan sistem continuing-education (CE).
c. Kemahasiswaan
• Pembekalan Mahasiswa untuk bekerja dan bermasyarakat
• Efektivitas pengelolaan kegiatan kemahasiswaan
d. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Pemeliharaan dan Peningkatan sarana dan prasarana dan pengembangan sistem pengelolaan sarana dan prasarana.
e. Organisasi dan Manajemen
• Peningkatan efektivitas organisasi
• Penerapan tata pamong yang baik (good governance) dan peningkatan kualitas manajemen
• Penguatan manajemen Akademik
2. Meningkatkan jumlah dosen berjenjang pendidikan S2, mekanisme monitoring penilaian dosen, kemampuan dan memotivasi dosen kurang, Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit untuk meningkatkan IPK mahasiswa agar dapat dapat memperkecil persaingan dalam pasar kerja yang saat ini menetapkan IPK minimum 3.00 (W 9, 10, 11, 12; T 6)
Program Stratejik : a. Kemahasiswaan
• Peningkatan atmosfir akademik di lingkungan mahasiswa
b. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Peningkatan dan pengembangan kualitas dan sistem pengelolaan SDM c. Organisasi dan Manajemen
• Peningkatan efektivitas alokasi sumberdaya (SDM, Sarana dan Prasarana, Dana dan Sistem Informasi) dan implementasi RKA.
3. Meningkatkan Unit bagian alumni dan penempatan kerja agar mampu bekerja optimal, sistem database alumni, STMIK Swadharma agar dikenal secara luas, Masih kecilnya jiwa kewirausahaan alumni, Jumlah penelitian dosen masih sangat sedikit untuk menghadapi perkembangan perekonomian Indonesia yang sejak krisis belum benar-benar pulih (W 1, 8, 10, 11, 12, 13, 14; T 1)
Program Stratejik : a. Kemahasiswaan
• Perancangan dan implementasi sistem informasi penelusuran alumni
b. Sumber Daya (Manusia, Sarana Prasarana, Keuangan dan Manajemen informasi)
• Peningkatan dan pengembangan pengelolaan sumber dan penggunaan dana
• Pemantapan dan pengembangan kualitas dan cakupan informasi serta pengembangan manajemen informasi
c. Kerjasama
• Pelaksanaan dan peningkatan kerjasama untuk peningkatan sumber dana dan promosi dan perolehan hibah kompetisi.
d. Penjaminan Mutu
• Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Internal (Monevin) Kegiatan di STMIK Swadharma
D. TARGET CAPAIAN PROGRAM- PROGRAM STRATEJIK
Target capaian masing-masing program strategik disajikan pada tabel berikut.
Tabel A. Pendidikan dan Pengajaran
Tahun Capaian
Program Strategik
07 08 09 10 11 12 13 14 15 Indikator
2006 2015 1 Pengembangan proses pembelajaran
menuju good teaching university
1.1. Updating orientasi PS, silabi dan konten
matakuliah
1.1. Peninjauan silabi dan konten matakuliah
insidentil rutin setiap tahun 1.2. Pengembangan e-learning/distance
learning
1.2. Matakuliah yang menggunakan e-learning/distance learning
0 30% Matakuliah 1.3. Peningkatan efisiensi
1.3.a Persentase mahasiswa lulus dalam 8-9 semester.
58.15% 75%
1.3.b Persentase mahasiswa menyelesaikan tugas akhir 1 semester
47.79% 75%
1.3.c Angka efisiensi pendidikan 38.99% 90%
1.4. Peningkatan relevansi 1.4.a Lulusan dengan IPK > 3.0 33,29% 60%
1.4.b. Waktu tunggu lulusan untuk menda-patkan pekerjaan pertama di bidangnya > 6 bulan
38,95% 50%
1.4.c. Nilai English Proficiency Test (setara TOEFL) Mahasiswa Semester Akhir > 450
22,22% 50%
1.5. Pengembangan competency-based learning (CBL)
1.5. Jumlah matakuliah yang diintegrasikan dengan sertifikasi internasional
0 3
2 Pengembangan menuju research university 2.1. Pengembangan sinergi penelitian dan
pendidikan.
2.1. Persentase mahasiswa yan diikutkan dalam kegiatan penelitian
NA 5%
2.2. Pengembangan research-based learning
2.2. Persentase mata kuliah yang menggunakan project-based learning
NA 15%
3 Pengembangan Sistem jaminan mutu dan /
atau peningkatan mutu pendidikan.
3.1. Pengembangan dan pelaksanaan sistem penjaminan mutu akademik.
3.1. Jumlah program studi yg menerapkan sistem penjaminan mutu yang efektif.
NA 100%
3.2. Pengembangan dan pelaksanaan sistem
evaluasi PBM.
Dokumentasi sistem evaluasi PBM
global detil
3.2.b. Dokumentasi pelaksanaan dan hasil evaluasi PBM
NA 100%
3.3. Pengembangan dan penggunaan sistem informasi di bidang akademik.
3.3.a. Availabilitas dan reliabilitas sistem pengolahan data akademik
NA 100%
3.3.b. Dukungan sistem informasi pendukung keputusan di bidang akademik.
NA 75%
3.3.c. Dukungan end-user computing pendukung keputusan di bidang akademik.
NA 25%
3.4. Studi kebutuhan tenaga kerja dan tracer
study
3.4.a. Dokumentasi studi kebijakan pendidikan per program studi.
NA 1 per tahun.
3.4.b. Tingkat kepuasan pengguna lulusan
NA umpan balik
negatif < 5%
3.5. Pengembangan perilaku mahasiswa
3.5. Persentase mata kuliah yang dikaitkan dengan peningkatan softskill
NA 50%
4 Pembukaan dan penutupan program studi
sesuai perkembangan
4.a. Pembukaan program studi baru Belum ada Ada 4.b. Penilaian kinerja Program Studi Belum ada Ada
Tabel B. Peningkatan Penerimaan Mahasiswa Baru
Tahun Capaian
Program Strategik
07 08 09 10 11 12 13 14 15 Indikator
2006 2015 1 Mengembangkan Sistem Penerimaan
Mahasiswa Baru
1.1. Peningkatan peran dan fungsi Bagian Marketing dan PMB
1.1. Unit Pelaksana PMB PMB dilaksanakan oleh Task Force
PMB dikelola oleh Bagian Marketing dan PMB
1.2. Penetapan peraturan manajemen (struktur, kewenangan, prosedur)
1.2. Pedoman dan peraturan tertulis Belum ada aturan tertulis
Memiliki
Pedoman dan Peraturan lainnya
2 Peningkatan Efektifitas Kegiatan PMB 2.1. Peningkatan efektivitas implementasi
kegiatanPMB
2.1. Persentase efektivitas program. 61% 100%
2.2. Peningkatan aktivitas promosi PMB
2.2.a. Sistem promosi yang terencana 50% penyusunan
& implementasi
100%
2.2.b. Ketersediaan informasi pendididikan
60% informasi tersedia lengkap
informasi tersedia lengkap
2.2.c. Web site dengan konten PMB 40% lengkap 100%
2.2.d. Cakupan promosi Jabodetabek Nasional
2.3. Pengembangan seleksi masuk untuk menjaring calon mahasiswa yang lebih
bermutu
2.3.a. Dokumentasi rencana seleksi Belum lengkap 100%
2.3.b. Jumlah versi soal sesuai jumlah gelombang
3 kali jumlah gelombang
Tabel C. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Tahun Capaian
Program Strategik
07 08 09 10 11 12 13 14 15 Indikator
2006 2015 1 Pengembangan Sistem Manajemen PPM.
1.1. Penetapan Kebijakan Penelitian
1.1.a. Dokumen aturan dan pedoman PPM
Belum ada 100%
1.1.b. Rencana PPM yang direview secara periodik.
Belum
terdokumentasi detil
Dokumentasi lengkap 1.2. Penjaminan mutu PPM
1.2. Terimplementasikan dan terdokumentasikan sistem QA , dan Monev
Belum ada Terimplementasi penuh
2 Pelaksanaan Penelitian 2.1. Pelaksanaan penelitian mandiri
2.1. Jumlah penelitian yang terdokumentasi baik
NA 10 per tahun 2.2. Kerjasama dengan pihak eksternal dalam
bidang PPM
2.2. Kerjasama dengan pihak eksternal dalam bidang PPM
0 20 (2007 s/d
2015)
3 Publikasi penelitian 3.1. Laporan tahunan penelitian belum ada ada dan lengkap
3.2. Web Site berisi konten penelitian
belum ada Lengkap dan up dated
4 Pengembangan sistem continuing-
education (CE)
4.a. Jumlah pelatihan dan workshop NA 10 per tahun
4.b. Jumlah peserta pelatihan dan workshop
NA 150 peserta per tahun
Tabel D. Kemahasiswaan
Tahun Capaian
Program Strategik
07 08 09 10 11 12 13 14 15 Indikator
2006 2015 1 Efektivitas pengelolaan kegiatan
kemahasiswaan
1.1. Penyempurnaan SOP program dan kegiatan
kemahasiswaan
1.1. Dokumen aturan dan pedoman PPM
Belum ada 100%
1.2. Efektivitas Kegiatan Kemahasiswaan
1.2.a. Jumlah Kegiatan Kemahasiswaan
50% Masterplan 100% Masterplan
1.2.b. Jumlah peserta Kegiatan Kemahasiswaan
30% Masterplan 100% Masterplan 1.3. 1.3. Penataan Sistem Informasi,
dokumentasi dan publikasi kegiatan
kemahasiswaan
1.3.a. Laporan kegiatan tahunan belum ada ada dan lengkap
1.3.b. Web Site berisi konten Kemahasiswaan
belum ada Lengkap dan up dated
1.3.c. Modul Sistem Informasi Kemahasiswaan dalam Sistem Informasi STMIK Swadharma
Belum ada 100%
2 Peningkatan atmosfir akademik di
lingkungan mahasiswa
2.1. Program Achievment Motivation Training
(AMT) untuk mahasiswa baru
2.1.a. Jumlah peserta 50% mahasiswa baru
100% mahasiswa baru
2.1.b. Tingkat kepuasan peserta NA 90%
2.2. Pelaksanaan seminar keinformatikaan
internal
2.2.a. Jumlah seminar per tahun NA 6 per tahun
2.2.b. Jumlah peserta NA 600 peserta per tahun
2.3. Peningkatan Kegiatan Mahasiswa bertema Penalaran dan Keilmuan
2.3. Presentasi Kegiatan Penalaran dan Keilmuan dari total Kegiatan Kemahasiswaan per tahun
10% 30%
3 Pembekalan Mahasiswa untuk bekerja dan
bermasyarakat
3.1. Implementasi program dan kegiatan kemahasiswaan untuk penguasaan softskill dan technopreneur yang berwawasan
lingkungan
3.1. Jumlah Kegiatan Seminar/workshop
pengembangan diri
insidentil rutin 1 per tahun
3.2. Implementasi program dan kegiatan kemahasiswaan untuk peningkatan moral dan etika mahasiswa
3.2. Presentasi Kegiatan Kesejahteraan Mahasiswa dari total Kegiatan Kemahasiswaan per tahun
20% 25%
4 Perancangan dan implementasi sistem
informasi penelusuran alumni
4.a. Web Site berisi konten Alumni belum ada Lengkap dan up dated
4.b. Modul Sistem Informasi Alumni dalam Sistem Informasi STMIK Swadharma
Belum ada 100%