• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minggu-3. Kerangka Teoritis Penyusunan Hipotesis. Metode Penelitian. (langkah 4 dan 5) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Minggu-3. Kerangka Teoritis Penyusunan Hipotesis. Metode Penelitian. (langkah 4 dan 5) By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

1

Kerangka Teoritis Minggu-3

(langkah 4 dan 5)

Metode Penelitian

By : Ai Lili Yuliati, Dra, MM

Further Information : Mobile : 08122035131 08112345541 [email protected]

Penyusunan

Hipotesis

(2)

 Variabel Penelitian

• Definisi dan contoh Variabel

• Jenis Variabel

• Hubungan diantara Variabel

 Kerangka Teoritis

• Definisi Kerangka Teoritis

• Hal yang mendasar yang harus diperhatikan dalam Kerangka Teoritis

• Contoh diagram skematis Kerangka Teoritis

Pokok Bahasan

(3)

www.themegallery.com

Topik Bahasan

 Penyusunan Hipotesis

• Definisi Hipotesis

• Karakteristik Hipotesis yang baik

• Klasifikasi Hipotesis

• Perumusan Hipotesis

• Contoh Perumusan Hipotesis

• Uji Hipotesis

• Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian Hipotesis

Pokok Bahasan

(4)

PENGAMATAN Mengidentifikasi

minat bidang penelitian yang luas

PENGUMPULAN DATA AWAL Wawancara, Survey literatur

KERANGKA TEORITIS Mengidentifikasi dan menguraikan variabel dengan

jelas DEFINISI MASALAH

Menentukan masalah penelitian

PENYUSUNAN HIPOTESIS

Penulisan laporan

Presentasi laporan

Pengambilan keputusan Manajerial

8

DEDUKSI Hipotesis diterima ? Pertanyaan penelitian terjawab ?

PENGUMPULAN, ANALISI, DAN INTERPRESTASI

DATA DESAIN

PENELITIAN ILMIAH

Ya Tidak

Proses Penelitian

1

10 11

9

8 6 7

4 5 3

2

(5)

5

Kerangka Teoritis.

• Mengidentifikasi dan menguraikan variabel dengan jelas.

• Membahas saling

ketergantungan antar variabel yang dianggap penting untuk

melengkapi dinamika situasi yang sedang diteliti.

(6)
(7)

www.themegallery.com

Apa yang disebut Variabel ?

Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau yang dapat membawa

variasi pada nilai . (Sekaran, 2007)

Nilai :

• Dapat berbeda pada waktu yang berbeda untuk objek atau orang yang sama.

• Dapat berbeda dalam waktu yang sama untuk objek atau orang yang berbeda.

(8)

Contoh Variabel

• Unit Produksi.

• Skor Ujian.

• Angka ketidakhadiran.

• Motivasi.

(9)

9

Unit Produksi :

Seorang buruh dalam departemen produksi mungkin

memproduksi satu komponen per unit, buruh kedua dua

komponen per unit, buruh ketiga lima komponen per menit.

Mungkin juga buruh yang sama dapat memproduksi satu komponen pada menit pertama, lima komponen pada menit berikutnya.

 Jumlah komponen yang diproduksi mempunyai nilai yang berbeda, karena itu Unit Produksi disebut variabel.

Skor ujian :

Skor ujian seorang mahasiswa untuk sebuah mata kuliah tertentu dapat berbeda, atau skor ujian mahasiswa yang berbeda untuk mata kuliah yang sama bisa berbeda.

 Skor ujian memiliki nilai yang berbeda sehingga disebut variabel.

(10)

Absensi :

Hari ini tiga staf dalam departemen penjualan “absen”, besok enam orang “tidak masuk kerja”, hari berikutnya “tidak ada yang absen”.

Absensi memiliki nilai berkisar dari “tidak ada” yang absen sampai ke “semua” karyawan absen.

 Oleh karena itu absensi disebut variabel.

Motivasi :

Motivasi orang untuk belajar dalam kelas atau dalam tim kerja

mempunyai nilai yang beragam yang berkisar dari “sangat rendah”

ke “sangat tinggi”

 Oleh karena itu Motivasi disebut Variabel.

(11)

www.themegallery.com

Jenis Variabel

 Variabel terikat (dependent variable).

disebut juga variabel kriteria (criterion variable).

 Variabel bebas (independen variable).

disebut juga variabel prediktor (predictor variable).

 Variabel moderator (moderating variable).

 Variabel antara (intervening variable).

(12)

Variabel terikat

(dependent variable)

Variabel yang menjadi perhatian utama peneliti dalam sebuah

pengamatan/penelitian.

Pengamat/peneliti akan dapat memprediksikan ataupun menerangkan variabel dalam variabel terikat (dependent) beserta perubahannya yang

terjadi kemudian.

(13)

www.themegallery.com

Contoh Variabel Terikat

Sorang manajer merasa prihatin bahwa penjualan sebuah produk yang baru saja diluncurkan setelah

dilakukan uji pemasaran tidak memenuhi harapannya.

Penjualan Produk  disebut Variabel, Karena penjualan produk dapat bervariasi, bisa rendah, sedang, atau tinggi.

Penjualan produk merupakan fokus utama manajer

 disebut variabel terikat (dependent variable).

(14)

Latihan

• Seorang peneliti terapan ingin meningkatkan kinerja anggota organisasi di sebuah Bank.

Apa yang menjadi variabel terikat dalam kasus ini

?.

• Seorang manajer pemasaran merasa bingung

mengapa strategi periklanan baru-baru ini tidak berhasil.

Apa yang menjadi variabel terikat dalam hal ini ?.

(15)

www.themegallery.com

Variabel bebas

(independent variable)

Variabel yang dapat mempengaruhi perubahan dalam variabel terikat (dependent variable), dan mempunyai hubungan yang positif ataupun negatif

bagi variabel terikat (dependent variable) nantinya.

Variasi dalam variabel terikat (dependent variable) merupakan hasil dari variabel bebas (independent variable).

(16)

Contoh Hubungan antara Variabel bebas

(independent variable) dan variabel terikat (dependent Variable)

Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan produk baru berpengaruh terhadap

harga saham perusahaan. Yaitu, semakin sukses peluncuran produk

baru, semakin tinggi harga saham perusahaan.

Keberhasilan pengembangan

produk baru

Harga saham perusahaan

Variabel bebas

(independent variabel) Varabel terikat (dependent variabel)

(17)

www.themegallery.com

Latihan

Tentukan jenis variabel di bawah ini yang mana

variabel terikat (dependent variable) dan yang mana variabel bebas (independent variable), selanjutnya jelaskan mengapa demikian.

• Seorang manajer percaya bahwa supervisi dan pelatihan yang baik akan meningkatkan tingkat produksi kerja.

• Seorang manajer pemasaran percaya bahwa memilih juru bicara dan model yang menarik secara fisik

untuk mendukung produk mereka, dapat meningkatkan persuasi dari sebuah pesan

(18)

Variabel Moderator

(moderating variable)

Varibel yang mempunyai pengaruh ketergantungan (contingent effect) yang

kuat pada hubungan variabel terikat (dependent variable) dan variabel bebas

(independent variable).

(19)

www.themegallery.com

Contoh hubungan antara Variabel bebas (independent variable), Variabel terikat (dependent variable) , dan Variabel Moderator (moderting variable).

Ditemukan bahwa ada hubungan antara ketersediaan buku pedoman referensi yang dapat diakses oleh karyawan perusahaan manufaktur, dan produk cacat.

Yaitu, jika pekerja mengikuti prosedur yang ditentukan dalam buku pedoman, mereka mampu menghasilkan

produk yang tidak cacat.

Ketersediaan buku

pedoman referensi Produk cacat

Minat dan kecende-

rungan

Variabel bebas (independent variable)

Variabel terikat

(dependent variable)

Variabel moderator (moderating variable)

(20)

Variabel Antara

(intervening variable)

Variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel bebas (independent variable) dengan variabel terikat (dependent variable), tetapi tidak dapat

diamati dan diukur.

Variabel ini merupakan variabel penyela/antara yang terletak diantara variabel bebas (independen variable) dan variabel terikat

(dependent variable), sehingga variabel bebas (independent variable) tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau

timbulnya variabel terikat (dependent variable).

(21)

21

Hubungan Variabel bebas (independent variable), Variabel moderator (moderating variable) , Variabel antara

(intervening variable) dan Variabel terikat (dependent variable)

Keragaman Pekerja

Sinergi Kreatif

Efektivitas Organisasi

Variabel bebas (independent

variable)

Variabel antara

(intervening variable) Variabel terikat (dependent variable) Keahlian

Manaje- rial

Teori umum menjelaskan bahwa keragaman para karyawan (yang terdiri dari individu dengan asal etnis,

ras, dan kebangsaan yang berbeda) memberikan

kontribusi lebih terhadap efektivitas organisasi karena setiap kelompok membawa keahlian dan keterampilan

masing-masing ke dalam tempat kerjanya. Sinergi tersebut dapat diperoleh hanya jika manajer mengetahui bagaimana memanfaatkan bakat-bakat khusus tersebut.

Variabel moderator (Moderating Variabel)

(22)

Latihan

• Buatlah tiga situasi berbeda di mana motivasi kerja akan menjadi variabel bebas, variabel antara, dan variabel

moderator.

• Tentukan jenis variabel dalam situasi berikut, jelaskan hubungan antar variabel, dan diagramnya.

Kegagalan untuk mengutif prinsip-prinsip akuntansi

menyebabkan kebingungan yang sangat besar, yang pada

gilirannya menimbulkan sejumlah persoalan bagi organisasi.

Tetapi, mereka mempunyai banyak pengalaman dalam tata buku mampu mencegah masalah dengan mengambil

tindakan perbaikan yang tepat waktu.

(23)

www.themegallery.com

Latihan

• Tentukan jenis variabel dalam situasi berikut. Jelaskan hubungan antara variabel dan diagramnya. Apa yang

mungkin menjadi pernyataan atau definisi masalah untuk situasi di bawah ini ?

Manajer dari suatu perusahaan X mengamati bahwa bahwa moral karyawan dalam perusahaannya sangat rendah. Ia berfikir bahwa jika kondisi kerja mereka ditingkatkan, skala gaji dinaikkan, tunjangan liburan dibuat lebih menarik, maka moral karyawanpun akan

meningkat. Tetapi ia ragu jika kenaikan gaji akan meningkatkan moral seluruh karyawan. Perkiraannya adalah bahwa mereka yang mempunyai penghasilan tambahan tidak akan terpacu oleh gaji yang lebih tinggi, dan hanya mereka yang tanpa penghasilan sampingan saja yang senang dengan kenaikan gaji dan menghasilkan peningkatan moral.

(24)
(25)

25

Apa itu Kerangka Teoritis ?

MK/39

Kerangka Teoritis (kerangka berfikir), adalah jaringan asosiasi yang disusun, dijelaskan, dan

dielaborasi secara logis antar variabel yang dianggap relevan pada situasi masalah dan diidentifikasi melalui proses wawancara,

pengamatan, dan survey literatur (Sekaran:2010:80)

Kerangka Teoritis, merupakan penjelasan sementara terhadap gejala-gejala yang menjadi

obyek permasalahan yang akan menghasilkan kesimpulan berupa hipotesis.

(26)

Hal Yang Menadasar Yang Harus

Diperhatikan Dalam Kerangka Teoritis. (1) 1 Variabel-variabel yang diteliti dan yang dianggap

relevan untuk studi harus diidentifikasi dan diamati dengan jelas dalam pembahasan.

Pembahasan harus menyebutkan mengapa dua atau lebih variabel berkaitan satu sama lain dan ada teori

yang mendasarinya.

Bila sifat dan arah hubungan dapat diteorikan berdasarkan temuan penelitian sebelumnya, maka

harus ada indikasi dalam pembahasan mengenai apakah hubungan akan positif atau negatif.

(27)

27 MK/44

Hal Yang Mendasar Yang Harus

Diperhatikan Dalam Kerangka Teoritis. (2)

Harus ada penjelasan yang gamblang mengenai mengapa kita memperkirakan hubungan tersebut berlaku. Argumen bisa ditarik dari temuan penelitian

sebelumnya.

Suatu diagram skematis kerangka teoritis harus diberikan/diperlihatkan agar pembaca dapat melihat

dan dengan mudah memahami hubungan yang diteorikan.

(28)

Kerangka teoritis (kerangka

berfikir)

• Assosiatif (hubungan)

• Komparatif (perbandingan)

Contoh kerangka teoritis assosiatif :

Jika komitmen kerja tinggi, maka produktivitas lembaga akan tinggi pula.

(29)

www.themegallery.com

Contoh Kasus (1)

DELTA AIRLINES

Dengan adanya deregulasi maskapai penerbangan, terjadi perang harga diantara berbagai maskapai penerbangan yang memangkas biaya dengan cara

berbeda.

Menurut laporan, Delta Airlines menghadapi tuntutan pelanggaran keselamatan penerbangan (airsafty violations) ketika hampir terjadi beberapa tabrakan di

udara, dan sebuah kecelakan yang mengakibatkan 137 orang tewas pada tahun 1987.

1

(30)

Contoh Kasus (2)

Empat faktor penting yang tampaknya mempengaruhi hal tersebut adalah komunikasi yang buruk diantara

anggota kru kokpit sendiri, koordinasi buruk antara petugas bandara dan kru kokpit, pelatihan minimal

yang diberikan kepada kru kokpit, dan fisolofi manajemen yang mendorong struktur yang

terdesentralisasi. Akan berguna untuk mengetahui jika faktor-faktor tersebut benar-benar berperan terhadap pelanggaran keamanan, dan jika demikian,

sampai sejauh mana faktor-faktor tersebut berpengaruh ?

(31)

Contoh Diagram Skematis Kerangka Teoritis (1)

Komunikasi antara Petugas kokpit

Komunikasi/koordinasi antara petugas kontrol dan kokpit

Desentralisasi

Pelatihan kru kokpit

Pelanggaran Keselamatan Penerbangan

Variabel Bebas (independent variable)

Variabel Terikat (dependent variable)

• Semakin sedikit komunikasi antar anggota kru kokpit, semakin besar kemungkinan terjadi pelanggaran keselmatan penerbangan.

• Semakin kurang koordinasi antara petugas kontrol bandara dan kru kokpit semakin besar terjadi pelanggaran keselamatan penerbangan.

• Semakin besar derajat desentralisasi, semakin besar kemungkinan terjadinya pelanggaran keselamatan penerbangan.

• Semakin sedikit dan tidak memadainya pelatihan yang diberikan kepada kru kokpit memungkinkan semakin besar terjadinya pelanggaran keselamatan penerbangan.

 Hubungan negatif tersebut terjadi pada semua variabel bebas, kecuali desentralisasi dan variabel Terikat.

• Terdapat hubungan negatif antara desentralisasi dan komunikasi antar anggota kokpit (semakin tinggi

desentralisasi semakin kurang komunikasi), dan antara desentralisasi dengan koordinasi /komunikasi antara petugas kontrol dan kokpit (semakin tinggi Desentralisasi, semakin kurang koordinasi).

(32)

Komunikasi antara Petugas kokpit

Komunikasi antara petugas kontrol dan kokpit

Desentralisasi

Pelatihan kru kokpit

Pelanggaran Keselamatan Penerbangan

Variabel Bebas (independent variable)

Variabel Terikat (dependent variable) Kegugupan dan

ketakutan Variabel antara (intervening variable)

Kurangnya pelatihan untuk kru kokpit dapat menyebabkan pilot gugup dan takut, dan hal tersebut akan mengakibatkan bahaya

terhadap keselamatan penerbangan

 Kegugupan dan ketakutan dari pilot merupakan variabel antara.

Contoh Diagram Skematis Kerangka Teoritis Dengan

Memasukan Variabel Antara (intervening variable) 2

(33)

Komunikasi antara Petugas kokpit

Komunikasi antara petugas kontrol dan kokpit

Desentralisasi

Pelanggaran Keselamatan Penerbangan

Pelatihan Yang tidak

memadai

Diagram Skematis Kerangka Teoritis yang mencakup variabel moderator (moderting variable)

Variabel Bebas (independent

variable) Variabel antara (intervening variable)

Variabel Terikat (dependent variable)

• Kurangnya Komunikasi antara petugas kokpit, komunikasi /koordinasi antara petugas kontrol dan kokpit dan desentralisasi bisa menyebabkan kegagalan keselamatan penerbangan hanya dalam kasus ketika pilot yang sedang

bertugas tidak mendapatkan pelatihan yang mencukupi.

• Dalam kasus dimana pesawat dikemudikan oleh pilot yang dilatih dengan baik  komunikasi, koordinasi dan desentralisasi tidak akan menimbulkan bahaya terhadap keselamatan penerbangan .

(34)

Latihan

Kerangka Teoritis (1)

Susunlah kerangka teoritis setelah menyatakan definisi masalah untuk situasi berikut ini.

Seorang konselor keluarga yang membimbing pasangan suami-istri yang keduanya profesional menghadapi dilema. Ia menyadari bahwa fokus sesi konseling seharusnya pada kepuasan keluarga dan

kepuasan kerja, tetapi ia tidak yakin bagaimana kedua hal tersebut dapat disatukan dalam keluarga yang berkarir rangkap.

Suami yang lazim menjadi pencari nafkah, tampaknya memperoleh lebih banyak kepuasan kerja saat mereka lebih banyak menghabiskan waktunya dalam pekerjaan dan juga menghabiskan lebih banyak

waktu luang pada kegiatan yang berhubungan dengan pekerjaan.

(35)

www.themegallery.com

Latihan

Kerangka Teoritis (2)

Namun, hal tersebut tampaknya tidak berlaku dalam kasus wanita, yang memainkan peran ganda sebagai wanita karier sekaligus ibu rumah tangga. Tetapi, baik suami maupun istri tampaknya menikmati tingkat

kepuasan keluarga yang tinggi jika mereka

menghabiskan lebih banyak waktu bersama di rumah dan saling membantu dalam merencanakan kegiatan yang berorientasi keluarga.

(36)
(37)

37

Setelah :

• Mengidentifikasi variabel penting.

• Menetapkan hubungan antar variabel melalui pemikiran logis dalam kerangka teoritis

Merumuskan pernyataan

yang dapat diuji yang disebut Penyusunan hipotesis

Diharapkan solusi dapat

ditemukan untuk mengatasi masalah yang dihadapi

Menguji apakah hubungan yang diteorikan benar-benar terbukti kebenarannya atau tidak melalui analisis statistik yang tepat (uji t, uji F).

(38)

Hipotesis adalah Suatu penjelasan sementara tentang perilaku, penomena, atau keadaan tertentu yang telah terjadi

atau akan terjadi (Kuncoro: 2003:48)

Hubungan yang diperkirakan secara logis diantara dua atau lebih variabel yang

diungkapkan dalam bentuk pernyataan yang dapat diuji

(Sekaran :2010:87)

Apa yang disebut Hipotesis ?

(39)

39

Karakteristik Hipotesis Yang Baik (1)

Konsisten dengan penelitian sebelumnya.

• Hipotesis harus rasional.

• Mengikuti penelitian yang sudah ada dan mengundang penelitian berikutnya.

• Mempunyai kontribusi terhadap teori dan praktek.

 Penjelasan yang masuk akal.

Dapat diterima oleh nalar manusia.

sam'11

MK/48

(40)

 Perkiraan yang tepat dan terukur.

Pernyataan perkiraan hubungan (atau perbedaan) antara dua (atau lebih) variabel secara jelas dan

tepat, serta mengidentifikasi variabel tersebut dalam terminologi operasional yang terukur.

 Dapat diuji.

Dinyatakan dalam formulasi yang baik sehingga dapat diuji dengan uji hipotesis.

Karakteristik Hipotesis Yang

2

Baik (2)

(41)

41

Klasifikasi Hipotesis (1)

 Bagaimana hipotesis tersebut diperoleh (diturunkan)

Dapat dibedakan :

• Hipotesis Induktif.

Menyusun generalisasi berdasarkan observasi (dari yang khusus ke umum).

• Hipotesis Deduktif.

Menggunakan perluasan logika dari penemuan- penemuan yang telah ada, atau didasarkan pada hal-hal yang bersifat umum yang telah diterima kebenarannya (dari umum ke khusus).

MK/49

(42)

 Bagaimana hipotesis dinyatakan.

Pernyataan Jika-Maka (If-Then Statement).

 Untuk menguji apakah hubungan atau perbedan yang diperkirakan tersebut eksis atau tidak.

Contoh:

Jika karyawan lebih sehat, maka mereka akan lebih jarang mengambil cuti.

Klasifikasi Hipotesis (2)

(43)

43

Dapat diklasifikasikan :

• Hipotesisi Penelitian.

Dinyatakan dalam bentuk kalimat pernyataan (deklaratif ).

• Hipotesisi Statistik.

Dinyatakan dalam bentu hipotesis nol atau (Ho) dan Hipotesis alternatif (Ha).

MK/49

Klasifikasi Hipotesis (3)

(44)

 Hipotesis penelitian.

Menyatakan perkiraan hubungan atau perbedaan antara dua variabel

Dapat berupa :

• Non-Directional Hypothesis ( hipotesis tanpa arah).

« Hanya menyatakan bahwa terdapat

hubungan atau perbedaan diantara dua

Variable, tetapi tidak memberikan indikasi mengenai arah dari hubungan atau perbedaan tersebut

« Meskipun diperkirakan terdapat hubungan yang

signifikan tidak dapat mengatakan apakah hubungan tersebut positif atau negatif .

Klasifikasi Hipotesis (4)

(45)

45

Contoh:

« Ada hubungan antara usia dan kepuasan kerja

« Terdapat perbedaan antara nilai etika kerja karyawan Amerika dan Asia

MK/49

Klasifikasi Hipotesis (5)

(46)

Directional Hypothesis (hipotesis yang mengarahkan).

« Menunjukkan sifat dari hubungan atau perbedaan diantara dua variabel .

« Jika, dalam menyatakan hubungan antara dua variabel atau membandingkan dua kelompok,

menggunakan istilah-istilah seperti positif, negatif, lebih dari, kurang dari dan semacamnya.

Contoh :

• Semakin besar stres yang dialami dalam pekerjaan, semakin rendah kepuasan kerja karyawan.

• Wanita lebih bermotivasi daripada pria.

Klasifikasi Hipotesis (6)

(47)

47

 Hipotesis statistik (null hypothesis): Ho

• Adalah proposisi yang menyatakan hubungan yang definitif dan tepat diantara dua variabel.

• Hipotesis ini menyatakan bahwa korelasi populasi antara dua variabel adalah sama dengan nol atau bahwa perbedaan dalam mean (rerata hitung) dua kelompok dalam populasi adalah sama dengan nol (atau suatu angka tertentu).

• Secara umum pernyataan nol diungkapkan sebagai tidak ada hubungan (signifikan) antara dua

variabel atau tidak ada perbedaan (signifikan) antara dua kelompok.

MK/49

Klasifikasi Hipotesis (8)

(48)

 Hipotesis alternatif (HA )

Merupakan kebalikan dari hipotesis nol, adalah pernyataan yang mengungkapkan hubungan

antara dua variabel atau menunjukkan perbedaan antara kelompok

Klasifikasi Hipotesis (10)

(49)

www.themegallery.com

Hipotesis

Diperoleh/

diturunkan

Dinyatakan

Deduktif

Induktif

Penelitian

Statistik

Directional Non Directional

Hipotesis nol Ho

Hipotesis Alternatif

(HA)

Klasifikasi Hipotesis (11)

(50)

Perumusan Hipotesis

Dinyatakan dengan jelas dan ringkas.

Menyatakan hubungan antara dua variabel.

Menjelaskan variabel tersebut dalam terminologi operasional yang terukur.

(51)

www.themegallery.com

Contoh perumusan hipotesis untuk penelitian eksperimental

• Seseorang yang yang memperoleh perlakuan tertentu akan dapat menyelesaikan tugas tertentu dengan lebih baik dari pada seseorang yang tidak memperoleh

perlakuan tersebut.

• Para karyawan baru yang yang memperoleh

bimbingan mempunyai hasil evaluasi prestasi tahunan lebih tinggi dari pada karyawan baru yang tidak

memperoleh bimbingan.

(52)

Setelah

merumuskan hipotesis nol dan

alternatifnya

Uji statistik yang tepat (uji t, uji F).

Apakah hipotesis alternatif diterima atau tidak ?

 yaitu ada perbedaan yang signifikan antar kelompok atau terdapat hubungan yang signifikan diantara variabel,

sebagaimana dinyatakan dalam hipotesis.

(53)

www.themegallery.com

Uji Hipotesis

• Uji hipotesis merupakan bagian yang sangat penting di dalam penelitian, bagian ini yang menentukan apakah penelitian cukup ilmiah atau tidak.

• Peneliti harus menentukan sampel, mengukur

instrumen, desain, dan mengikuti prosedur yang akan menuntun dalam pencarian data yang diperlukan.

• Melakukan analisis data sehingga dapat dilihat validitas hipotesis.

• Analisis data yang dikumpulkan tidak menghasilkan hipotesis terbukti dan tidak terbukti, melainkan

mendukung atau tidak mendukung hipotesis;

(54)

Langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengujian hipotesis (1)

• Menyatakan hipotesis nol dan alternatif.

• Memilih uji statistik yang tepat berdasarkan apakah data yang dikumpulkan adalah parametrik atau nonparametrik .

• Menentukan tingkat signifikansi yang diinginkan (

= 0,05, atau lebih, atau kurang).

(55)

www.themegallery.com

• Memastikan :

 Jika hasil dari analisis komputer menunjukkan bahwa tingkat sigifikansi terpenuhi.

Jika, seperti dalam kasus analisa korelasi Pearson dalam piranti lunak Excel, tingkat signifikansi tidak muncul dalam print-out, perhatikan nilai kritis (critical value) yang menetapkan daerah penerimaan pada tabel yang sesuai [(t, F, X2)].

Nilai kritis tersebut membagi daerah penolakan dari daerah penerimaan hipotesis nol.

Langkah-langkah yang harus diikuti

dalam pengujian hipotesis (2)

(56)

• Jika nilai hitung (resultant value) lebih besar

daripada nilai kritis (critical value), hipotesis nol ditolak, dan alternatif diterima.

Jika nilai t hitung lebih kecil daripada nilai kritis, hipotesisi nol diterima dan alternatif ditolak

Langkah-langkah yang harus diikuti

dalam pengujian hipotesis (3)

(57)

57

Contoh Judul Penelitian, Kerangka Teoritis, Rumusan Masalah dan Hipotesis.

1. Judul Penelitian:

Hubungan antara gaya kepemimpinan manager perusahaan dengan prestasi kerja karyawan.

(gaya kepemimpinan adalah variabel independen (X) dan prestasi kerja adalah variabel dependen (Y).

2 Rumusan Masalah

a. Seberapa baik gaya kepemimpinan manajer yang ditampilkan? (bagaimana X?)

b. Seberapa baik prestasi kerja karyawan? (Bagaimana Y).

c. Adakah hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan manajer dengan prestasi kcrja karyawan? (adakah hubungan antara X dan Y?).

 Butir c ini merupakan masalah assosiatif.

(58)

Bila sampel penelitiannya golongan I. II dan III maka rumusan masalah komparatifnya adalah:

a. Adakah perbedaan persepsi antara karyawan

Golongan I, II dan III tentang gaya kepemimpinan manajer?

b. Adakah perbedaan persepsi antara pegawai Gol I, II dan III tentang prestasi kerja karyawan.

3. Kerangka teoritis (paradigma penelitian) :

Contoh Judul Penelitian, Kerangka Teoritis, Rumusan Masalah dan Hipotesis.

X Y

(59)

59

Contoh Judul Penelitian, Kerangka Teoritis, Rumusan Masalah dan Hipotesis.

4. Rumusan Hipotesis Penelitian

a. Gaya kepemimpinan yang ditampilkan manajer (X)

ditampilkan kurang baik dan nilainya paling tinggi 60% dari kriteria yang diharapkan.

b. Prestasi kerja karyawan (Y) kurang memuaskan, dan nilainya paling tinggi 65.

c. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan manajer dengan prestasi kerja karyawan, artinya makin baik kepemimpinan manajer, maka akan semakin baik prestasi kerja karyawan.

d. Terdapat perbedaan persepsi tentang gaya kepemimpinan antara Gol, I, II dan III.

e. Terdapat perbedaan persepsi tentang prestasi kerja antara Gol, I, II dan III.

(60)

Contoh Judul Penelitian, Kerangka Teoritis, Rumusan Masalah dan Hipotesis.

Untuk bisa diuji dengan statistik, maka data yang akan didapatkan harus diangkakan.

Untuk bisa diangkakan, maka diperlukan instrumen yang memiliki Skala pengukuran.

Untuk judul di atas ada dua instrumen, yaitu instrumen gaya kepemimpinan dan prestasi kerja pegawai.

(61)

61

(62)

Malam Panjang di Holiday Inn

Baru beberapa tahun lalu Tom Oliver, Manajer Eksekutif Holiday

Hospitality Corp, berusaha keras untuk membedakan diantara beragam fasilitas yang ditawarkan kepada tamu di bawah bendera Holiday—

Holiday Inn Select didesain untuk pelancong bisnis, Holiday Inn Express untuk turis hemat, dan Crowne Plaza Hotels, hotel mewah yang

ditujukan bagi turis kaya. Oliver merasa bahwa pendapatan bisa naik empat kali lipat seandainya para tamu dapat membedakan hal tersebut.

Karena sangat ingin mengembangkan strategi yang berhasil bagi Holiday Hospitality, yang mengalami kebingungan merek,Tom Oliver

mengadakan sebuah survei konsumen kepada mereka yang telah menggunakan masing-masing tipe fasilitas, dan menemukan hal berikut.

Latihan

Kerangka Teoritis Dan Hipotesis (1)

(63)

63

Pelanggan tidak memahami perbedaan diantara ketiga tipe hotel tersebut.

Banyak yang mengeluh bahwa bangunannya tua dan tidak dirawat dengan baik, dan kualitas layanan serta faktor lainnya juga buruk. Lebih lagi, ketika tersebar isu bahwa salah satu strategi yang dipikirkan Oliver adalah

perubahan nama untuk membedakan ketiga tipe hotel tersebut, para

pewaralaba yang marah pun menolak keras. Selain hal tersebut, pesan yang campur aduk juga tidak memudahkan pelanggan untuk memahami

perbedaannya.

Oliver berpikir bahwa ia pertama-tama perlu memahami bagaimana klasifikasi perbedaan akan penting bagi beberapa golongan tamu, dan kemudian ia dapat memasarkan masing-masing tipe dan dengan pesat meningkatkan pendapatan. Secara bersamaan, ia mengetahui bahwa jika pemilik waralaba tidak sepenuhnya bekerja sama dengannya berkaitan dengan semua rencananya, maka semata-mata memperbaiki dan

meningkatkan layanan konsumen tidak akan menambah pendapatan.

Latihan

Kerangka Teoritis Dan Hipotesis (2)

(64)

Untuk kasus tersebut di atas, buatlah : 1. Identifikasi masalah.

2. Kerangka Teoritis.

3. Hipotesis (empat hipotesis).

Latihan

Kerangka Teoritis Dan Hipotesis (3)

Gambar

Diagram  Skematis Kerangka Teoritis yang mencakup  variabel moderator (moderting variable)

Referensi

Dokumen terkait

Variabel intervening adalah variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen, tetapi tidak dapat diamati

Regresi merupakan suatu metode yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara variabel tak bebas (dependent variable) dan variabel bebas (independent

Dalam penelitian ini, yang merupakan variabel bebas (independent va riable) adalah ikan teri nasi dan sayur, sedangkan variabel terikat (dependent variable) adalah

Uji asumsi klasik dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat (dependent) dengan variabel bebas (independent) sehingga hasil pengujian yang dihasilkan

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel bebas (independent) dan variabel terikat (dependent) atau keduanya berdistribusi secara