BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
1. Sejarah Singkat Sepeda Motor Matik Honda BeAT
Honda BeAT adalah skuter otomatis produksi kedua dari Astra Honda Motor di Indonesia. Sebelumnya AHM memproduksi skuter matik Honda Vario pada tahun 2006. Honda BeAT merupakan skuter yang diluncurkan pada tahun 2008 yang dimaksudkan untuk mengantisipasi makin populernya skuter otomatis di pasar sepeda motor Indonesia. Honda BeAT akan bersaing langsung dengan Yamaha Mio, Yamaha Nouvo, Honda Vario, Suzuki Spin, dan skuter matik lainnya.1
Pada tanggal 11 Desember 2014 Honda telah merilis tipe terbaru dari BeAT yaitu All New Honda BeAT eSP. Honda BeAT eSP ini dilengkapi dengan teknologi terbaru dan canggih yaitu teknologi eSP (Enhanced Smart Power) yang membuat motor ini makin ramah lingkungan dan hemat bahan
bakar. Selain itu penampilan Honda BeAT eSP terlihat masih mengusung desain yang ramping dengan konsep sporty yang dengan handle cover berlekuk tajam.2
Pada bulan Oktober 2012, Astra Honda Motor meluncurkan Honda BeAT PGM-FI dengan tampilan baru dan dilengkapi dengan sistem injeksi Honda PGM-FI. Pada bulan Desember 2014, Astra Honda Motor meluncurkan Honda BeAT PGM-FI dengan tambahan fitur ESP (Enhanced
1 https://id.m.wikipedia.org/wiki/Honda_Beat, akses pada 17 Juli 2017, jam 11.00 WIB
2 Ibid
70
Honda BeAT Pop ESP yang dari model bentuk berbeda dengan Honda BeAT FI ESP. Pada bulan Agustus 2016, Astra Honda Motor meluncurkan versi baru dari BeAT ESP, dalam rangka memperingati penjualan BeAT yang mencapai 10 juta unit sejak tahun 2008.3
Skuter matik Honda BeAT ini sudah mengalami perubahan desain semenjak pertama kali diluncurkan. Modelnya masih tetap ramping dan perubahan terlihat sekali pada bentuk lampu depannya. Motor skutik berkapasitas mesin 110 cc ini sangat lincah dipakai dijalanan ramai terutama perkotaan. Cocok dipakai semua kalangan terutama kaum hawa yang menginginkan motor ramping dan tidak ribet, serta tetap manis dipakai.
Bagasinya cukup luas dan untuk tipe FI (Full Injection) bagasinya lebih luas lagi. Pada BeAT FI aki tidak lagi ditaruh dibagasi, tetapi di kap bawah motor.
meskipun ada kap bawah motor, Honda berani mengklain akinya akan tetap kedap air. Motor ini juga terhitung irit untuk ukuran motor skutik.4
2. Tipe dan Pilihan Warna Sepeda Motor Matik Honda BeAT Ada 5 tipe BeAT yang disediakan oleh Honda, yaitu:
1) Honda BeAT SW: masih menggunakan karburator, velg jari-jari.
2) Honda BeAT CW: masih menggunakan karburator, velg castwheel (racing).
3 Ibid
4 Ibid
3) Honda BeAT FI SW: menggunakan teknologi sistem injeksi, velg jari-jari.
4) Honda BeAT FI CW: menggunakan teknologi sistem injeksi, velg castwheel (racing).
5) Honda BeAT FI Combi Brake System: menggunakan teknologi sistem injeksi, velg castwheel (racing), dilengkapi dengan Combi Brake Sistem yang mampu mengkombinasikan rem depan dan belakang saat tuas rem di tekan.
Masing-masing tipe diberi pilihan warna yang berbeda-beda, yaitu:
1) Honda BeAT SW: biru, hijau, hitam, merah dan putih.
2) Honda BeAT CW: biru, hijau, hitam, merah dan putih.
3) Honda BeAT FI SW: electro red (merah), techno white (putih), dan hard rock black (hitam).
4) Honda BeAT FI CW: disco green (hijau), electro red (merah), techno white (putih), hard rock black (hitam), samba orange
(orange), dan groovy blue (biru).
5) Honda BeAT FI FI Combi Brake System: electro red (merah), techno white (putih), hard rock black (hitam), samba orange
(orange), dan groovy blue (biru).5 B. Hasil Penelitian
1. Deskripsi Karakteristik Responden
5 Ibid
responden maka kriteria responden yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, responden dapat digolongkan kedalam karakteristik berikut:
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Data mengenai karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada tabel 4.1 dibawah ini:
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Frekuensi (orang) Persentase
Laki-laki 42 42 %
Perempuan 58 58 %
Jumlah 100 100 %
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Berdasarkan tabel 4.1 terlihat bahwa terdapat perbedaan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin yaitu antara laki-laki dan perempuan.
Dimana jumlah responden berdasarkan jenis kelamin laki-laki sebanyak 42 orang atau sebesar 42% dan perempuan sebanyak 58 orang atau sebesar 58%.
Hasil responden tersebut menyatakan bahwa responden dengan karakteristik jenis kelamin yang paling banyak menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalah jenis kelamin perempuan.
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Untuk karakteristik responden berdasarkan usia dapat dilihat pada tabel 4.2 berikut:
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia (tahun) Frekuensi (Orang) Persentase
18 4 4 %
19 6 6 %
20 10 10 %
21 28 28 %
22 29 29 %
23 17 17 %
24 5 5 %
25 1 1 %
Jumlah 100 100 %
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Berdasarkan tabel 4.3 di atas, dapat dijelaskan bahwa karakteristik responden berdasarkan usia yang menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT yang paling rendah yaitu responden yang berusia 25 tahun yang menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalah sebanyak 1 orang atau sebesar 1%. Sedangkan responden berdasarkan usia yang paling banyak menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalah responden yang berusia 29 tahun yaitu sebanyak 29 orang atau sebesar 29%.
c. Karakteristik Responden Berdasarkan Jurusan
Untuk karakteristik responden berdasarkan jurusan dapat dilihat pada tabel 4.3 berikut:
Karakteristik Responden Berdasarkan Jurusan
Jurusan Frekuensi (Orang) Persentase
EKI 37 37 %
AS 9 9 %
MPI 8 8 %
FISIKA 4 4 %
IPS 2 2 %
MATEMATIKA 1 1 %
MPS 2 2 %
HES 2 2 %
PGMI 2 2 %
PAI 6 6 %
TBI 1 1 %
BKI 3 3 %
PSIKOLOGI 7 7 %
JS 4 4 %
PBA 1 1 %
MD 1 1 %
SKI 1 1 %
ILMU PERPUSTAKAAN 4 4 %
KPI 3 3 %
TAFSIR HADIST 2 2 %
Jumlah 100 100 %
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Berdasarkan dari tabel 4.3 di atas, dapat dijelaskan bahwa karakteristik responden berdasarkan kelompok jurusan yang paling sedikit menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalah kelompok jurusan Matematika, jurusan TBI (Tadris Bahasa Inggris), jurusan PBA (Pendidikan Bahasa Arab), jurusan MD (Manajemen Dakwah) dan jurusan SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) yang menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalah sebanyak 1 orang atau sebesar 1%. Sedangkan karakteristik responden berdasarkan jurusan yang menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT paling banyak adalah jurusan Ekonomi Islam, yaitu sebanyak 37 orang atau sebesar 37%.
d. Karakteristik Responden Berdasarkan Fakultas
Untuk karakteristik responden berdasarkan fakultas dapat dilihat pada tabel 4.4 berikut:
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Fakultas
Fakultas Jumlah (orang) Persentase
Fak. Adab dan Humaniora 5 5%
Fak. Tarbiyah dan Keguruan 25 25%
Fak. Dakwah dan Ilmu Komunikasi
7 7%
Fak. Ekonomi dan Bisnis Islam 39 39%
Fak. Syariah 15 15%
Fak. Ushuluddin 9 9%
Total 100 100%
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Tabel 4.4 di atas dapat dilihat bahwa responden penelitian ini terdiri atas Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak 5 orang atau sebesar 5%, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan sebanyak 25 orang atau sebesar 25%, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi sebanyak 7 orang atau sebesar 7%, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam sebanyak 39 orang atau sebesar 39%. Fakultas Syari’ah sebanyak 15 orang atau sebesar 15%, dan Fakultas Ushuluddin sebanyak 9 orang atau sebanyak 9%. Berdasarkan Fakultas di atas maka jumlah responden yang paling banyak menggunakan sepeda motor matik Honda BeAT adalh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam yaitu sebanyak 39 orang responden.
e. Karakteristik Responden yang Melakukan Keputusan Pembelian Untuk karakteristik responden berdasarkan fakultas dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:
Karakteristik Responden yang Melakukan Keputusan Pembelian Yang Melakukan Keputusan
Pembelian
Jumlah (orang) Persentase
Orang Tua 52 52%
Diri Sendiri 29 29%
Saudara 14 14%
Anggota Keluarga Lain 3 3%
Pihak Lain 2 2%
Total 100 100%
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Tabel 4.5 di atas dapat dilihat bahwa responden penelitian ini yang melakukan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang paling sedikit dilakukan oleh pihak lain responden yaitu sebanyak 2 orang atau sebesar 2%. Sedangkan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang paling banyak dilakukan oleh orang tua responden yaitu sebanyak 52 orang responden atau sebesar 52%.
2. Deskripsi Variabel Penelitian
Penyajian data masing-masing variabel adalah dalam bentuk distribusi frekuensi dimana masing-masing responden memberikan penilaian sesuai dengan keadaan sebenarnya hasil penelitian ini didasarkan pada isian responden yang berjumlah 100 orang responden.
a. Variabel Produk (X1)
Pernyataan variabel produk ini terdiri dari 4 pernyataan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.6
Tanggapan Responden Berdasarkan Produk
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden dalam menentukan produk sepeda motor matik Honda BeAT berdasarkan keunggulan produk sepeda motor matik Honda BeAT seperti mudah digunakan dan irit BBM. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah skor rata- rata paling tinggi dari variabel produk yaitu keunggulan produk sepeda motor matik Honda BeAT yang memperoleh nilai sebesar 4,35 dengan tingkat capaian responden sebesar 88%. Berdasarkan TCR yang diperoleh dapat dikatagorikan TCR variabel produk sangat kuat.
b. Variabel Harga (X2)
Pernyataan variabel harga ini terdiri dari 4 pernyataan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
No Indikator SS S KS TS STS Skor total
Rata- rata
TCR (%) Fi % Fi % Fi % Fi % Fi %
1 Desain produk 32 32 64 64 4 4 0 0 0 0 428 4,28 85,6 2 Kualitas produk 25 25 54 54 21 21 0 0 0 0 404 4,04 80,8 3 Fitur produk 32 32 63 63 5 5 0 0 0 0 427 4,27 85,4 4 Keunggulan
produk
45 45 50 50 5 5 0 0 0 0 440 4,35 88
Jumlah 1699 16.94 339,8
Rata-rata 424,75 4,24 84,95
Tanggapan Responden Berdasarkan Harga No Indikator SS S KS TS STS Skor total
Rata- rata
TCR (%) Fi % Fi % Fi % Fi % Fi %
1 Sesuai dengan daya beli
22 22 63 63 14 14 1 1 0 0 406 4,06 81,2 2 Potongan harga 43 43 39 39 12 12 3 3 3 3 416 4,16 83,2 3 Harga produk
sesuai dengan harga pasar
19 19 71 71 8 8 2 2 0 0 407 4,07 81,4
4 Harga produk sesuai dengan mutu produk
21 21 40 40 36 36 2 2 1 1 378 3,78 75,6
Jumlah 1607 16,07 321,4
Rata rata 401,75 4,02 80.35
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden dalam menentukan harga sepeda motor matik Honda BeAT berdasarkan potongan harga yang diperoleh seperti adanya potongan harga di waktu tertentu atau khusus. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah skor rata-rata paling tinggi dari variabel harga yaitu potongan harga sepeda motor matik Honda BeAT yang memperoleh nilai sebesar 4,16 dengan tingkat capaian responden sebesar 83,2%. Berdasarkan TCR yang diperoleh dapat dikatagorikan TCR variabel harga sangat kuat.
c. Variabel (X3)
Pernyataan variabel ini terdiri dari 4 pernyataan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.8
Tanggapan Responden Berdasarkan Promosi No Indikator SS S KS TS STS Skor
total
Rata- rata
TCR (%) Fi % Fi % Fi % Fi % Fi %
1 Iklan 11 11 68 68 19 19 2 2 0 0 388 3,88 77,6 2 Pemasaran
langsung
11 11 49 49 33 33 5 5 2 2 362 3,62 72,4 3 Publikasi 17 17 66 66 15 15 0 0 2 2 396 3,96 79,2 4 Promosi
penjualan
26 26 50 50 19 19 3 3 2 2 395 3,95 79
Jumlah 1541 15,41 308,2
Rata-rata 385,25 3,85 77,05
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden dalam menentukan promosi yang dilakukan sepeda motor matik Honda BeAT berdasarkan publikasi yang dilakukan seperti adanya dengan pemajangan spanduk atau brosur Honda yang dibagikan kepada konsumen. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah skor rata-rata paling tinggi dari variabel yaitu publikasi sepeda motor matik Honda BeAT yang memperoleh nilai sebesar 3,96 dengan tingkat capaian responden sebesar 79,2%. Berdasarkan TCR yang diperoleh dapat dikatagorikan TCR variabel kuat.
d. Variabel Saluran Distribusi (X4)
Pernyataan variabel saluran distribusi ini terdiri dari 4 pernyataan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tanggapan Responden Berdasarkan Saluran Distribusi
No Indikator SS S KS T
S
STS Skor total
Rata- rata
TCR (%) Fi % Fi % Fi % Fi % Fi %
1 Kecepatan dan kemudahan proses pembelian
47 47 53 53 0 0 0 0 0 0 447 4,47 89,4
2 Lokasi
distribusi yang strategis dan banyak
36 36 50 50 14 14 0 0 0 0 422 4,22 84,4
3 Kemudahan lokasi layanan
30 30 56 56 12 12 1 1 1 413 4,13 82,6 4 Alternatif
lokasi distribusi
32 32 58 58 10 10 0 0 0 0 425 4,25 85
Jumlah 1707 17,07 341,4
Rata-rata 426,75 4,27 85,35
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden dalam menentukan saluran distribusi yang dilakukan sepeda motor matik Honda BeAT berdasarkan kecepatan dan kemudahan proses pembelian responden karena responden tidak merasa kesulitan mendapatkan produk sepeda motor matik Honda BeAT. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah skor rata-rata paling tinggi dari variabel saluran distribusi yaitu kecepatan dan kemudahan proses pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang memperoleh nilai sebesar 4,47 dengan tingkat capaian responden sebesar 89,4%. Berdasarkan TCR yang diperoleh dapat dikatagorikan TCR variabel saluran distribusi sangat kuat.
e. Varibel Keputusan Pembelian (Y)
Pernyataan variabel keputusan pembelian ini terdiri dari 4 pernyataan yang dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.10
Tanggapan Responden Berdasarkan Keputusan Pembelian No Indikator SS S KS TS STS Skor
total Rata-
rata
TCR Fi % Fi % Fi % Fi % Fi % (%)
1 Kebutuhan dan keinginan
32 32 58 58 10 10 0 0 0 0 422 4,22 84,4 2 Informasi
sebelum pembelian
15 15 65 65 20 20 0 0 0 0 395 3,95 79
3 Kepuasan pasca pembelian
21 21 55 55 23 23 1 1 0 0 396 3,96 79,2 4 Kembali
membeli
7 7 49 49 39 39 4 4 1 1 357 3,57 71,4
Jumlah 1570 15,70 314
Rata-rata 392,5 3,93 78,5
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa responden dalam menentukan keputusan pembelian terhadap sepeda motor matik Honda BeAT berdasarkan kebutuhan dan keinginan responden karena responden merasa Honda BeAT sesuai dengan kebutuhan dan keinginan responden. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah skor rata-rata paling tinggi dari variabel keputusan pembelian yaitu kebutuhan dan keinginan akan sepeda motor matik Honda BeAT yang memperoleh nilai sebesar 4,22 dengan tingkat capaian responden sebesar 84,4%. Berdasarkan TCR yang diperoleh dapat dikatagorikan TCR variabel keputusan pembelian sangat kuat.
1. Uji Validitas
Validitas atau kesahihan adalah menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (valid measure if it succesfully measure the phenomenon).6 Uji Validitas adalah uji analisis yang bertujuan untuk melihat seberapa kuat variabel-variabel yang diukur dengan variable lain. Validitas menggambarkan bahwa pernyataan yang digunakan mampu mengungkapkan sesuatu yang diukur (valid). Jika r hitung > dari r tabel (pada taraf signifikan 5% = 0,05) maka pernyataan dikatakan valid.
Hasil pengujian diperoleh sebagai berikut:
Tabel 4.11
Hasil Pengujian Validitas
6Syofian Siregar, Statistik Deskriptif untuk Penelitian, (Jakarta: Rajagrafindo, 2012), hal.
162
Variabel Indikator Koefisien Korelasi (r)
R tabel (α= 5%)
Ket Produk Desain produk 0,618 0,3610 Valid
Kualitas produk 0,792 0,3610 Valid
Fitur produk 0,662 0,3610 Valid
Keunggulan produk 0,773 0,3610 Valid Harga Harga produk sesuai
dengan harga pasar
0,560 0,3610 Valid Harga produk sesuai
dengan mutu produk
0,709 0,3610 Valid Harga produk sesuai
dengan harga pasar
0,785 0,3610 Valid Harga produk sesuai
dengan mutu produk
0,772 0,3610 Valid
Promosi Iklan 0, 624 0,3610 Valid
Pemasaran langsung 0, 854 0,3610 Valid
Publikasi 0, 537 0,3610 Valid
Promosi penjualan 0, 649 0,3610 Valid Saluran
Distribusi
Kecepatan dan kemudahan proses
0, 829 0,3610 Valid
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Tabel 4.11 menunjukkan bahwa semua indikator yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai koefisien korelasi yang lebih besar dari r tabel adalah 0, 3610 (nilai r tabel untuk 30 sampel), sehingga semua indikator dari variabel penelitian ini adalah valid.
2. Uji Realibilitas
Uji Reliabilitas dimaksudkan untuk mengetahui adanya ukuran dalam penggunaannya. Instrument yang reliable adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, atau jika jawaban seseorang terhadap pertanyaan adalah konsisten atau stabil dari waktu kewaktu. Uji ini juga digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengukuran pada subjek yang sama atau dengan kata lain untuk menunjukkan adanya kesesuaian antara sesuatu yang diukur dengan alat pengukuran yang dipakai.
Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus pembelian
Lokasi distribusi yang strategis dan banyak
0, 842 0,3610 Valid Kemudahan lokasi
layanan
0, 794 0,3610 Valid Alternatif lokasi
distribusi
0, 872 0,3610 Valid Keputusan
Pembelian
Kebutuhan dan keinginan
0, 802 0,3610 Valid Informasi sebelum
pembelian
0, 498 0,3610 Valid Kepuasan pasca
pembelian
0, 774 0,3610 Valid Kembali membeli 0, 649 0,3610 Valid
diperoleh data sebagai berikut:
Tabel 4.12
Hasil Pengujian Realibilitas Variabel Nilai Cronbach
Alpha
Standar Reliabilitas
Ket
Produk (X1) 0, 787 0,60 Reliable
Harga (X2) 0, 792 0,60 Reliable
Promosi(X3) 0, 750 0,60 Reliable
Saluran Distribusi (X4) 0, 909 0,60 Reliable Keputusan Pembelian (Y) 0, 765 0,60 Reliable
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dapat dilakukan dengan melihat hasil perhitungan dari nilai cronbach alpha. Suatu variabel dikatakan reliable apabila memberikan nilai cronbach alpha > 0,60.
3. Analisis Korelasi
Analisis korelasi digunakan untuk mengetahui derajat hubungan linier antara satu variabel dengan variabel lain. Ukuran yang dipakai untuk mengetahui kuat atau tidaknya hubungan X dan Y disebut koefisien korelasi (r) nilai koefisien korelasi paling sedikit -1 dan paling besar 1 (-1≤ r ≤ 1), artinya jika:7
r = 1, hubungan X dan Y sempurna dan positif (mendekat 1, hubungan sangat kuat dan positif).
r = -1, hubungan X dan Y sempurna dan negatif (mendekat -1, hubungan sangat kuat dan negatif).
r = 0, hubungan X dan Y lemah sekali atau tidak ada hubungan.
7Suliyanto, Ekonometrika Terapan Teori & Aplikasi dengan SPSS, (Yogyakarta: ANDI, 2011), hal. 14
Korelasi bertujuan untuk mengetahui derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengujian korelasi dalam penelitian ini menggunakan korelasi Pearson Product Moment (PPM). Untuk menentukan sigifikansinya, nilai korelasi harus berada dibawah nilai 0,05. Apabila melewati 0,05 maka hasilnya tidak signifikan. Hasil pengujian korelasi PPM sebagai berikut:
Tabel 4.13 Hasil Uji Korelasi PPM
Correlations PRODUK HARGA PROMOSI
SALURAN DISTRIBUSI
KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK Pearson
Correlation 1 .274** .427** .269** .281**
Sig. (2-
tailed) .006 .000 .007 .005
N 100 100 100 100 100
HARGA Pearson
Correlation .274** 1 .227* .461** .376**
Sig. (2-
tailed) .006 .023 .000 .000
N 100 100 100 100 100
PROMOSI Pearson
Correlation .427** .227* 1 .279** .185
Sig. (2-
tailed) .000 .023 .005 .065
N 100 100 100 100 100
SALURAN DISTRIBUSI
Pearson
Correlation .269** .461** .279** 1 .289**
Sig. (2-
tailed) .007 .000 .005 .004
N 100 100 100 100 100
KEPUTUSAN PEMBELIAN
Pearson
Correlation .281** .376** .185 .289** 1
Sig. (2-
tailed) .005 .000 .065 .004
N 100 100 100 100 100
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
dijelaskan sebagai berikut :
a. Hasil uji korelasi PPM menunujukkan bahwa nilai koefisien korelasi variabel produk sebesar 0,281. Hal ini membuktikan bahwa variabel produk berhubungan lemah dengan keputusan pembelian. Sedangkan nilai signifikansi variabel produk adalah 0,005. Apabila nilai signifikansi <0,05, artinya variabel produk signifikan terhadap keputusan pembelian.
b. Nilai koefisen korelasi variabel harga sebesar 0,376. Hal tersebut membuktikan bahwa variabel harga berhubungan lemah dengan keputusan pembelian. Sedangkan untuk nilai signifikansi variabel harga adalah 0,000. Apabila nilai signifikansi <0,05, artinya variabel harga signifikan terhadap keputusan pembelian.
c. Nilai koefisien korelasi variabel promosi adalah sebesar 0,185. Hal tersebut membuktikan bahwa variabel promosi berhubungan sangat lemah dengan keputusan pembelian. Untuk signifikansi variabel promosi adalah 0,065. Apabila nilai signifikansi >0,05, artinya variabel promosi tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
d. Nilai koefisien korelasi variabel saluran distribusi adalah sebesar 0,289.
Hal tersebut membuktikan bahwa variabel saluran distribusi berhubungan lemah dengan keputusan pembelian. Untuk signifikansi variabel saluran distribusi adalah 0,004. Apabila nilai signifikansi
<0,05, artinya variabel saluran distribusi signifikan terhadap keputusan pembelian.
4. Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi digunakan untuk mengukur besarnya kontribusi dari variabel independen yang diteliti terhadap variabel dependen. Jika nilai R2 hitung semakin besar (mendekati satu) maka kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen semakin besar. Hal ini mengindikasikan bahwa model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan variasi variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R2 hitung semakin kecil (mendekati nol) maka kontribusi dari variabel independen terhadap variabel dependen semakin kecil, dan model yang digunakan semakin lemah menerangkan variasi variabel dependen. Besarnya koefisien determinasi ganda (R2) berada di antara 0 dan 1 atau 0< R2<1.8 Berikut hasil perhitungan koefisien determinasi:
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summary
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .431a .186 .152 .67072
Sumber : Hasil pengelolahan data primer (2017)
Tabel 4.14 menunjukkan hasil nilai R = 0,186. Dari nilai tersebut dapat dilihat bahwa variabel bauran pemasaran produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai hubungan dengan keputusan pembelian sebesar 18,6%
8Dwi Priyanto, Olah Data Statistik Dengan Program SPSS, ( Yogyakarta : Mediakom, 2013), cet.1, hal. 37
penelitian ini. Dengan demikian, kontribusi dari variabel independen yaitu bauran pemasaran terhadap variabel dependen yaitu keputusan pembelian semakin kecil karena mendekati 0, dan model yang digunakan semakin lemah menerangkan variasi variabel dependen.
D. Pembahasan Variabel
Melalui penelitian ini telah dikemukakan gambaran tentang pengaruh produk (X1), harga (X2), promosi (X3), saluran distribusi (X4), terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang digunakan oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Pembahasan hasil penelitian ini bertujuan untuk menerangkan dan mengimplementasikan hasil penelitian sesuai dengan tujuan penelitian.
1. Pengaruh Produk Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil pengujian korelasi PPM hubungan variabel produk dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,281. Hal ini membuktikan bahwa korelasi yang terjadi lemah. Sedangkan signifikansi produk terhadap keputusan pembelian sebesar 0,005, hal ini juga membuktikan bahwa tingkat signifikansi apabila berada pada <0,05 berpengaruh signifikan.
Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa variabel produk mempunyai hubungan lemah terhadap keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang digunakan oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, karena setiap konsumen akan mencari suatu produk tentu melihat
berdasarkan dari kualitas produknya sebelum memutuskan untuk membeli.
Semakin tinggi kualitas akan suatu produk yang dirasakan oleh konsumen akan mendorong konsumen dalam memutuskan melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel produk mempunyai hubungan lemah dan signifikan dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang digunakan oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.
Menurut Tjiptono menyatakan bahwa atribut suatu produk (merek, kemasan, label, kualitas produk, desain produk dan warna produk) merupakan unsur-unsur yang dianggap penting dan menjadi pertimbangan bagi konsumen dalam membeli suatu produk.9 Sepeda motor matik Honda BeAT memiliki keunggulan dari produknya. Hal ini terlihat dari tanggapan responden atau mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang dalam melihat produk sepeda motor matik Honda BeAT, kebanyakan mahasiswa melihat dari keunggulan produk seperti mudah digunakan dan irit BBM. Hal tersebut juga terbukti dengan tanggapan atau jawaban responden paling tinggi dari variabel produk yaitu sebesar 4,35 dengan tingkat capaian responden sebesar 88%
untuk keunggulan produk. Rata-rata TCR untuk variabel produk yaitu sebesar 84,95%, artinya respon responden terhadap variabel produk sangat kuat.
Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Dina Hestining utari tentang pengaruh Product, Price, Promotion, dan Distribution Terhadap Keputusan Pembelian Batu Akik pada Kalangan Anak Muda di
9Fandy Tjiptono, Strategi Pemasaran , (Yogyakarta: ANDI, 2008), hal. 168
pembelian.10 Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Fajar Nurdian Permatasari, I Ketut Mastika, Ika Sisbintari tentang Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Didealer MPM Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember yang mengatakan bahwa variabel produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.11 Kemudian penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nanang Susanto tentang Pengaruh Harga, Produk, Promosi dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pengguna Laptop Merek HP di Kota Semarang bahwa terdapat pengaruh antara produk dengan keputusan pembelian.12
2. Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil uji korelasi PPM, hubungan variabel harga dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,376. Hal ini membuktikan bahwa korelasi yang terjadi lemah. Sedangkan nilai signifikansi variabel harga terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 0,000. Hal ini juga membuktikan bahwa apabila nilai signifikansi <0,05 berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
10Dina Hestining Utari, Pengaruh Product, price, Promotion, dan distribution terhadap keputusan pembelian batu akik pada kalangan anak muda di Surabaya., Media Mahardhika,volume 14, nomor 2 (Januari 2016), hal.125
11Fajar Nurdian Permatasari et al., Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Beat Didealer MPM Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, 2013, hal. 4
12 Nanang Susanto, Pengaruh Harga, Produk, Promosi dan Saluran Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Pengguna Laptop Merek HP di Kota Semarang, Modernisasi, volume 7, nomor 3,(2006), hal. 10
Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa variabel harga mempunyai hubungan lemah dan signifikan dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT. Berdasarkan dari tanggapan atau jawaban responden mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang, harga sepeda motor matik Honda BeAT pada saat sekarang bisa dikatakan ekonomis dan sebanding dengan produknya. Tanggapan para responden atau mahasiswa bahwa harga sepeda motor matik Honda BeAT sesuai dengan manfaatnya. Hal tersebut dapat dibuktikan dari tanggapan responden dengan nilai paling tinggi dari variabel harga adalah sebesar 4,16 dan tingkat capaian responden sebesar 83,2% untuk harga sepeda motor matik Honda BeAT sesuai dengan manfaatnya.
Menurut Tjiptono, menyatakan bahwa pada tingkat harga tertentu, bila manfaat yang dirasakan konsumen meningkat maka nilainya akan meningkat pula dan sebaliknya.13 Dari sudut pandang konsumen, harga seringkali digunakan sebagai indikator pembelian apabila harga tersebut dihubungkan dengan manfaat yang dirasakan atas suatu barang atau jasa. Rata- rata TCR untuk variabel harga yaitu sebesar 80,35%, artinya respon responden terhadap variabel harga kuat.
Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Aan Nasrul Fuad, Zainul Arifin, Edy Yulianto tentang Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Pada Pemilik Sepeda Motor Honda Beat Karburator di AHASS Barokah Motor Kediri) yang mengatakan bahwa
13 Ibid., hal. 152
penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Fida Azmi tentang Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survey pada Mahasiswa yang Menggunakan notebook Asus di Universitas Brawijaya) bahwa harga mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.15 Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Jackson R.S. Weenas tentang Kulaitas Produk, Harga Promosi dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Spring Bed Comforta yang mengatakan bahwa variabel harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.16
3. Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil pengujian korelasi PPM, hubungan variabel promosi dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,185. Hal ini membuktikan bahwa korelasi yang terjadi antara promosi dengan keputusan pembelian berhubungan sangat lemah dengan keputusan pembelian. Sedangkan nilai signifikansi variabel promosi terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 0,065. Hal tersebut menunjukkan bahwa apabila nilai signifikansi >0,05, tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel promosi mempunyai hubungan sangat lemah dan
14 Aan Nasrul Fuad et al., Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survei Pada Pemilik Sepeda Motor Honda Beat Karburator di AHASS Barokah Motor Kediri), Malang, hal. 9
15Muhammad Fida Azmi, Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survey pada Mahasiswa yang Menggunakan notebook Asus di Universitas Brawijaya), Jurnal Administrasi Bisnis,vol 28, no 1, (November 2015), hal. 181
16Jackson R.S. Weenas, Kulaitas Produk, Harga Promosi dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Spring Bed Comforta, Jurnal EMBA, vol.1 N0. 4 Desember 2013, hal. 607-618
tidak signifikan dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang digunakan oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.
Honda telah melakukan promosi di berbagai media, baik cetak maupun media elektronik agar dapat menarik perhatian konsumen dengan produknya.
Melalui promosi tersebut, masyarakat dapat mengenal sepeda motor matik Honda BeAT dengan mudah. Hal ini dapat diketahui dari tanggapan atau jawaban responden terhadap variabel promosi, responden atau mahasiswa menilai bahwa mereka memilih dan memutuskan Honda BeAT berdasarkan publikasi yang dilakukan seperti adanya dengan pemajangan spanduk atau brosur Honda yang dibagikan kepada konsumen. Terbukti dengan nilai paling tinggi dari variabel promosi yaitu sebesar 3.96 dan tingkat capaian responden sebesar 79.2% untuk publikasi yang dilakukan seperti adanya dengan pemajangan spanduk atau brosur Honda yang dibagikan kepada konsumen.
Menurut Kotler dan Armstrong mengatakan bahwa panduan spesifikasi periklanan, promosi penjualan, penjualan perorangan dan sarana pemasaran langsung yang digunakan perusahaan untuk mengkombinasikan nilai pelanggan secara persuasif dan membangun hubungan pelanggan.17 Melalui promosi baik dari media cetak, media elektronik dan media lainnya dapat memberikan informasi kepada konsumen tentang produk yang akan dibeli konsumen. Rata-rata TCR untuk variabel promosi yaitu sebesar 77,05%
artinya respon responden terhadap variabel promosi kuat.
17Philip kotler dan Gary Armstrong, Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi 12, Jilid 1, (Jakarta: Erlangga, 2008), hal. 116
Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Indonesia Seller perusahaan eCommerce eBay) bahwa promosi berpengaruh
terhadap keputusan pembelian.18 Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh Fitri Komala Sari tentang Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Handphone Nokia Eseries bahwa harga berpengaruh tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.19 Kemudian penelitian yang dilakukan oleh Sugiyanti tentang Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Membeli Kartu Perdana Produk Telkomsel di Samarinda bahwa variabel promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian.20
4. Pengaruh Saluran Distibusi Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil pengujian korelasi PPM, hubungan variabel saluran distribusi dengan keputusan pembelian diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,289. Hal ini membuktikan bahwa korelasi yang terjadi antara saluran distibusi dan keputusan pembelian berhubungan lemah. Sedangkan nilai signifikansi saluran distribusi terhadap keputusan pembelian adalah sebesar 0,004. Hal tersebut juga membuktikan bahwa apabila nilai signifikansi <0,05, berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Saluran distribusi merupakan masalah lain yang akan dihadapi perusahaan pada saat produk selesai diproses. Distribusi menyangkut cara penyampaian
18 Idris, Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian (Studi pada Indonesia Seller perusahaan eCommerce eBay), Diponegoro Bussines Review, vol 1, no 1, (2012), hal. 7
19 Fitri Komala Sari, Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Produk Handphone Nokia Eseries, Jurnal Administrasi Bisnis, vol 2,no 1.hal. 10
20 Sugiyanti, Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Membeli Kartu Perdana Produk Telkomsel di Samarinda, eJournal Ilmu Administrasi Bisnis, vol 1, no 1, (2013:71-83),hal.
81
produk ke tangan konsumen.21 Dengan berjalannya saluran distribusi yang tepat maka akan memudahkan konsumen dalam memperoleh produk yang ingin dibeli. Saluran distibusi yang dimiliki oleh Honda telah tersebar dimana-mana dan berjalan baik sehingga konsumen mudah untuk mendapatkan produk Honda dimanapun lokasi konsumen berada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa saluran distibusi berpengaruh lemah dan signifikan dengan keputusan pembelian sepeda motor matik Honda BeAT yang digunakan oleh mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.
Berdasarkan jawaban responden terhadap variabel saluran distibusi responden atau mahasiswa menilai bahwa mereka memilih dan memutuskan Honda BeAT berdasarkan kecepatan dan kemudahan proses pembelian Honda BeAT. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan nilai paling tinggi dari variabel saluran distribusi yaitu sebesar 4,47 dengan tingkat capaian responden sebesar 89,4% untuk kecepatan dan kemudahan proses pembelian Honda BeAT. Honda mampu memenuhi permintaan pasar dari dengan perantara saluran distribusi yang dimiliki. Rata-rata TCR untuk variabel saluran distribusi yaitu sebesar 85,35%, artinya respon responden terhadap variabel saluran distribusi sangat kuat.
Penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Doni Hariadi tentang Pengaruh Produk, Harga, Promosi dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk Projector Microvision yang mengatakan bahwa menunjukkan arah hubungan positif dengan keputusan
21Pandji Anoraga, Manajemen Bisnis, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2004), hal. 221
Ayu Santri tentang Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Suzuki pada Mahasiswa Fisip pada Program Studi Administrasi Bisnis Unmul Samarinda bahwa Distribusi berpengaruh secara parsial terhadap keputusan pembelian.23 Kemudian sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Alizar Hasan tentang Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Blackberry dan Samsung Android bahwa distribusi tidak ada hubunga dengan keputusan pembelian.24
22Doni Hariadi, Pengaruh Produk, Harga, Promosi dan Distribusi Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen pada Produk Projector Microvision, Jurnal Ilmu & Riset Manajemen Vol.1 No.8 (2012), hal 14.
23 Ratih Ayu Santri, Pengaruh Marketing Mix Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Suzuki pada Mahasiswa Fisip pada Program Studi Administrasi Bisnis Unmul Samarinda, eJournal Administrasi Bisnis,vol 5, no 2, (2017),hal. 360
24 Alizar Hasan , Analisis Hubungan Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Smartphone Blackberry dan Samsung Android, Jurnal Optimasi Sitim Industri, vol 13, no 2, (Oktober 2014), hal. 702