• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA LAPORAN KINERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA LAPORAN KINERJA"

Copied!
197
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KINERJA

2021

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah, Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat- Nya, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) berhasil menyelesaikan penyusunan laporan kinerja tahun 2021 dengan tepat waktu. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah telah mengamanatkan kepada setiap instansi pemerintah untuk menyusun laporan kinerja setiap tahun.

Laporan ini menyajikan informasi kinerja atas pencapaian sasaran strategis beserta indikator kinerjanya sebagaimana tertuang dalam Perjanjian Kinerja Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya Tahun 2021. PPNS pada tahun 2021 menetapkan empat (4) sasaran strategis dan sepuluh (10) Indikator Kinerja. Secara umum PPNS telah berhasil merealisasikan target kinerja yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja.

Meskipun telah banyak capaian keberhasilan, namun masih ada permasalahan yang perlu diselesaikan di tahun mendatang. Permasalahan tersebut diantaranya adanya pandemi Covid- 19, sehingga ada pengalihan kegiatan seperti pelaksanaan kuliah secara daring serta beberapa kegiatan mengalami perubahan jadwal pelaksanaan. Dengan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan permasalahan yang dihadapi tersebut dapat segera terselesaikan.

Melalui laporan kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif tentang kinerja yang dihasilkan PPNS pada tahun 2021.

Semoga laporan kinerja ini bermanfaat sebagai bahan evaluasi perencanaan program/kegiatan dan anggaran, perumusan kebijakan bidang pendidikan dan kebudayaan serta peningkatan kinerja di tahun mendatang.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu terselesaikannya Laporan Kinerja PPNS pada tahun 2021.

Surabaya, Januari 2022 Direktur PPNS

Ir. Eko Julianto, M.Sc. F.RINA NIP. 196501231991031002

(3)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

LAPORAN KINERJA

2021

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

Kata Pengantar Daftar Isi Ikhtisar Eksekutif

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

Kata Pengantar Daftar IsiDaftar Isi Ikhtisar Eksekutif

Daftar Isi

I KATA PENGANTAR

ii DAFTAR ISI

iii IKHTISAR EKSEKUTIF

1 BAB I PENDAHULUAN

1 A. GAMBARAN UMUM

5 B. DASAR HUKUM

C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA

6 STRUKTUR ORGANISASI

17 D. ISU STRATEGIS

BAB II PERENCANAAN KINERJA

28 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

LAPORAN KINERJA 2021 BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

BAB IV PENUTUP

ii

19

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 28 B. REALISASI ANGGARAN 130 C. EFISIENSI ANGGARAN 137

BAB IV PENUTUP 139

LAMPIRAN

Definisi Operasional

Dokumen Pengukuran Kinerja

Lembar Pernyataan Telah Direviu

(4)

IKHTISAR EKSEKUTIF

Laporan kinerja PPNS tahun 2021 menyajikan tingkat pencapaian empat (4) sasaran strategis dengan sepuluh (10) indikator kinerja sebagaimana ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja tahun 2021. Tingkat ketercapaian dan ketidakcapaian indikator kinerja lebih detail diuraikan pada Bab III.

Secara umum, capaian kinerjanya sebagai berikut:

15%

6%

8%

17%

12%

17%

8%

17%

CAPAIAN KINERJA

IKU 1.1 IKU 1.2 IKU 2.1 IKU 2.2 IKU 2.3 IKU 3.1 IKU 3.2 IKU 3.3

Rp5.000.000.000,00 Rp15.000.000.000,00 Rp25.000.000.000,00 Rp35.000.000.000,00 Rp45.000.000.000,00 Rp55.000.000.000,00 Rp65.000.000.000,00 Rp75.000.000.000,00

Total pagu Realisasi

Rp74.523.985.000,00

Rp66.310.025.172,00

PENYERAPAN ANGGARAN

(5)

55%

10%

88,00%

34,00%

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90%100%

(IKU 1.1) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau

menjadi wiraswasta.

(IKU 1.2) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di

luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

Realisasi Target

95,00%

88,00%

100,00%

34,00%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

C A P A I A N 2 0 2 0 C A P A I A N 2 0 2 1

TREN CAPAIAN

(IKU 1.1) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta.

(IKU 1.2) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

Sasaran Kegiatan 1

Meningkatnya kualitas lulusan pendidikan tinggi

(6)

15%

30%

0,1

48%

100%

0,72

0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

(IKU 2.1) Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by

subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling

rendah tingkat nasional dalam

(IKU 2.2) Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3; memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi

profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

(IKU 2.3) Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah

dosen.

Realisasi Target

38%

48%

59%

100%

0,19

0,72

0%

20%

40%

60%

80%

100%

120%

C A P A I A N 2 0 2 0 C A P A I A N 2 0 2 1

TREN CAPAIAN

(IKU 2.1) Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam

(IKU 2.2) Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3; memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

(IKU 2.3) Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

Sasaran Kegiatan 2

Meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi

(7)

35%

35%

2,50%

100%

43,69%

100%

0% 20% 40% 60% 80% 100% 120%

(IKU 3.1) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra.

(IKU 3.2) Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case

method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.

(IKU 3.3) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui

pemerintah.

Realisasi Target

100% 100%

60% 43,69%

100% 100%

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

100%

C A P A I A N 2 0 2 0 C A P A I A N 2 0 2 1

TREN CAPAIAN

(IKU 3.3) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah.

(IKU 3.2) Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.

(IKU 3.1) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama dengan mitra.

Sasaran Kegiatan 3

Meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran

(8)

75,68 93

75,68

92,8

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

(IKU) 4.1) Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB (IKU 4.2) Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan

RKA-K/L Satker minimal 93

Realisasi Target

75,68 75,68

91,7 92,8

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100

C A P A I A N 2 0 2 0 C A P A I A N 2 0 2 1

TREN CAPAIAN

(IKU) 4.1) Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB

(IKU 4.2) Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 93

Sasaran Kegiatan 4

Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Vokasi

(9)

Beberapa permasalahan /kendala yang dihadapi dalam upaya pencapaian target antara lain:

PERMASALAHAN/KENDALA

1. Refoccusing Anggaran

Kondisi Pandemi Covid-19 yang merupakan permasalahan nasional membuat pemerintah melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya pemenuhan anggaran, dalam bentuk refocussing anggaran atau pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi. PPNS sebagai salah satu satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, turut berpartisipasi pada refocussing anggaran. Pemotongan anggaran atau refocussing untuk PPNS adalah sebagai berikut :

Tanggal Nilai Refocussing (Rp) Keterangan Sumber Dana Refocussing

26 Juli 2021 2.419.493.000 Refocussing Anggaran tahap 1, dari alokasi RM sebesar Rp 2.419.493.000 (BOPTN : Rp 1.207.688.000 & RM 002 : Rp1.211.805.000) 13 Oktober 2021 1.550.000.000 Refocussing anggaran tahap 2, dari alokasi

gaji sebesar Rp 1.550.000.000

Refocussing berdampak pada pengurangan kegiatan kemahasiswaan dan penjaminan mutu, khususnya pada kegiatan lomba mahasiswa internasional, dan kegiatan akreditasi internasional yang bersifat tambahan, sehingga tidak mengurangi output inti.

2. Kendala Serapan Belanja Modal

Penyebab kurang optimalnya realisasi belanja modal karena ada satu paket pekerjaan konstruksi yang gagal lelang, sehingga mempengaruhi serapan secara umum. Satu paket belanja modal ini merupakan pengadaan konstruksi dari alokasi tambah pagu PNBP. Sehingga waktunya pendek dan tidak memungkinkan dilakukan lelang ulang.

(10)

Upaya mengatasi permasalahan/kendala

Upaya yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan/kendala yang muncul antara lain:

1. Upaya optimalisasi dilakukan dengan penguatan serapan pada belanja barang, serta pengalihan alokasi anggaran untuk tanggap darurat Covid-19 seperti pemberian vitamin dan obat-obatan, biaya uji medis (SWAB dan Rapid Tes).

2. Pengalihan kegiatan dari luring ke daring dengan pemberian bantuan kuota internet bagi dosen dan mahasiswa, pengadaan lisensi aplikasi video conference.

Kegiatan meningkatkan capaian kinerja

Untuk meningkatkan capaian kinerja ini, diselenggarakan kegiatan-kegiatan antara lain:

1. Meningkatkan koordinasi antara penanggungjawab kegiatan, dan bagian keuangan untuk mempercepat pelaksanaan pekerjaan dan realisasi keuangan.

2. Mengoptimalkan peran Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan rencana/juknis, serta dalam rangka meminimalkan potensi resiko.

(11)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

LAPORAN KINERJA

2021

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

Kata Pengantar Daftar Isi Ikhtisar Eksekutif

LAPORAN KINERJA 2021

Kata Pengantar Daftar IsiDaftar Isi Ikhtisar Eksekutif

Daftar Isi

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

IKHTISAR EKSEKUTIF iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. GAMBARAN UMUM 1

B. DASAR HUKUM 0

C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA 0 D. STRUKTUR ORGANISASI 0

E. ISU STRATEGIS 0

BAB II PERENCANAAN KINERJA 0 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 0 A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 0 B. REALISASI ANGGARAN 0

BAB IV PENUTUP 0

LAMPIRAN

Perjanjian Kinerja

Dokumen Pengukuran Kinerja Lembar Pernyataan Telah Direviu

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

BAB I

PENDAHULUAN

(12)

1

1 BAB I

PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) merupakan satuan kerja/Unit Pelaksana Teknis yang berada dibawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya berdiri pada tahun 1987 dengan masih menginduk ke ITS, sampai akhirnya dinyatakan sebagai Perguruan Tinggi yang mandiri pada tahun 2014. Kemandirian PPNS berdasarkan pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 6 Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 42 Tahun 2014.

Visi PPNS menjadi Politeknik Unggul bereputasi global mendasari kinerja dalam pelaksanaan Tri Dharma pada bidang teknologi perkapalan dan penunjangnya. PPNS mengelola 15 program studi jenjang Diploma III, Diploma IV dan S2 Terapan dengan bidang kemaritiman yang ditunjang adalah Teknik Bangunan Kapal, Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal, Teknik Permesinan Kapal, Teknik Kelistrikan Kapal, Teknik Desain &

(13)

2 Manufaktur, Teknik Pengelasan, Teknik Perpipaan, Teknik Otomasi, Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Teknik Pengolahan Limbah, Manajemen Bisnis dan Program Magister Terapan Program Studi Teknik Keselamatan dan Resiko.

Dalam bidang pengajaran, PPNS menerapkan kurikulum berbasis kompetensi mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), dengan metode pembelajaran Teaching Factory dan Dual System. Kompetensi mahasiswa pada bidang Shipbuilding, Design &

Construction, Marine Engineering, Marine Electrical Engineering, Design & Manufacture, Welding Engineering, Piping Engineering, Automation Engineering, dan Safety Engineering, diasah melalui program pembelajaran (teori dan praktek), dan On the Job Training (OJT) di industri. Pencapaian kemampuan juga dibuktikan dengan proses uji kompetensi bersertifikat yang dilaksanakan sesuai standar BNSP. PPNS telah mendapatkan Sertifikat Lisensi LSP P1 dari BNSP, dengan total skema kompetensi disetujui meliputi semua program studi, dengan 12 TUK (Tempat Uji Kompetensi). Pada tahun 2021 terlaksana 738 peserta uji kompetensi yang mencakup semua kompetensi program studi.

PPNS menempati lahan terbuka seluas 61,567 m2 dan yang ditempati seluas 23,355 m2. 62 ruang kelas, 28 laboratorium/bengkel /studio, 6 laboratorium komputer, 18 ruangan dosen, 13 ruang untuk kegiatan ektra kurikuler mahasiswa, fasilitas olahraga, poliklinik, perpustakaan, kolam uji kapal dan fasilitas parkir. PPNS juga memiliki lahan seluas 13.082 m2 sebagai Teaching Factory di Lamongan. Jumlah mahasiswa aktif atau student body PPNS

(14)

3 sebanyak 3123 mahasiswa, dan didukung dengan kekuatan sumber daya sebanyak 165 Dosen PNS dan Non PNS dan 100 pegawai PNS dan Non PNS.

Bidang kemahasiswaan dan alumni difokuskan pada peningkatan layanan kemahasiswaan, penerimaan mahasiswa baru dan peningkatan akses perguruan tinggi melalui pemberian beasiswa. Penerimaan mahasiswa baru dilakukan secara online.

Pada Tahun Akademik 2021/2022 PPNS membuka proses seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru dengan jalur :

a. Program Studi Sarjana Terapan (D4) :

1. Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2. Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 3. Jalur Seleksi Masuk PPNS Program Reguler dan Mandiri (SM-PPNS) 4. Jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL)

b. Program Studi Diploma III (D3) :

1. Jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Negeri (SNMPN) 2. Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Negeri (SBMPN)

3. Jalur Seleksi Masuk PPNS Program Reguler dan Mandiri (SM-PPNS) c. Program Studi Magister Terapan (S2) :

1. Jalur Seleksi Masuk PPNS (SM-PPNS)

Setiap mahasiswa baru mendapatkan pelatihan kedisiplinan dan wawasan kebangsaan.

Selama mendapatkan pendidikan, mahasiswa PPNS berhak mendapatkan layanan kesehatan di poliklinik kampus; mengikuti pengembangan minat & bakat melalui UKM; serta kesempatan mendapatkan beasiswa. Secara rutin, PPNS menyelenggarakan dan melaksanakan Olimpiade fisika, kimia, matematika serta lomba debat Bahasa Inggris. Prestasi mahasiswa pada tahun 2021 ini juga sangat baik, walaupun dalam kondisi pandemi covid-19, mahasiswa PPNS berhasil meraih 11 Prestasi Internasional dan 210 mahasiswa meraih Prestasi tingkat Nasional.

Selama 34 tahun pengabdian, PPNS telah melaksanakan beragam kegiatan kerjasama antara lain dengan perusahaan, instansi pemerintah/BUMN, Pemerintah daerah dan akademi komunitas. Kerjasama dilaksanakan dalam bidang pelatihan, penempatan magang (OJT) mahasiswa dan lulusan, rekrutmen dan proses assessment pegawai. Saat ini tercatat sebanyak

(15)

4 88 MoU dan MoA aktif hingga berakhir pada tahun 2025. Kerjasama yang baik antara PPNS dengan dunia industri terwujud dengan adanya Industrial Advisory Board (IAB) atau dewan penasehat industri yang memberikan masukan terkait pelaksanaan kegiatan pengajaran dan kompetensi lulusan.

PPNS sudah terakreditasi ‘A’ sesuai SK Ban-PT nomor 483/SK/BAN- PT/Akred/PT/XII/2018, dengan program studi berakreditasi ‘A’ sebanyak 5 prodi, akreditasi ‘B’

sebanyak 9 prodi. Pada tanggal 15 April 2019 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya melalui surat permohonan Direktur PPNS nomor 2100/PL19/LL/2019 mengusulkan izin pembukaan Prodi Teknik Keselamatan dan Resiko Program Magister, dan pada tanggal 23 Januari 2020 melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia No. 64/M/2020 izin pembukaan prodi baru tersebut disetujui. Hal ini menambah jumlah prodi yang dikelola dari 14 menjadi 15. Penerimaan Mahasiswa Baru Program Studi Magister dimulai pada tahun ajaran 2019/2020 semester genap, dan pada tanggal 14 Desember 2021 Prodi Teknik Keselamatan dan Risiko Program Magister mendapatkan sertifikat akreditasi dengan predikat Akreditasi Baik, karena memang belum meluluskan mahasiswa.

Akreditasi Institusi Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya “A”

No Nama Jurusan Nama Program Studi (PS) Akreditasi

1 Teknik Bangunan Kapal

1. D3 - Teknik Bangunan Kapal (D3-TBK) 2. D3 - Teknik Perancangan dan Konstruksi

Kapal (D3-TPKK)

3. D4 – Teknik Pengelasan (D4-TL)

4. D4 – Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal (D4-TPPK)

5. D4 – Manajemen Bisnis (D4-MB)

A A A B B 2 Teknik Permesinan

Kapal

1. D3 – Teknik Permesinan Kapal (D3- TPK) 2. D4 – Teknik Perpipaan (D4-TP)

B A 3. D4 – Teknik Permesinan Kapal (D4-TPK)

4. D4 – Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja (D4-TK3)

5. D4 – Teknik Pengolahan Limbah (D4-TPL) 6. D4 – Teknik Desain dan Manufaktur (D4-

TDM)

B A B B 3 Teknik Kelistrikan

Kapal

1. D3 – Teknik Kelistrikan Kapal (D4-TKK) 2. D4 – Teknik Otomasi (D4-TO)

3. D4 – Teknik Kelistrikan Kapal (D3-TKK)

B B B

(16)

5 4 Program Magister

Sains Terapan

1. S2 – Teknik Keselamatan dan Resiko Program Magister Terapan

Baik

Sertifikat Akreditasi Program Magister Terapan

B. DASAR HUKUM

Dasar hukum yang menjadi acuan penyusunan laporan kinerja ini antara lain:

1) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah.

2) Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

3) PemenPAN dan RB Nomor 53 Tahun 2016 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja;

4) Permendikbud Nomor 9 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja di Lingkungan Kemendikbud.

5) Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 tahun 2014 Tentang Pendirian, Organisasi dan Tata Kerja;

6) Peraturan Mendkbud R.I Nomor 42 Tahun 2014 tentang Statuta Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya.

7) Keputusan Mendikbud RI Nomor 0313/O/1991 Tentang Penataan Politeknik dalam lingkungan Universitas dan Institusi Negeri

(17)

6 C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA STRUKTUR ORGANISASI

1. Tugas:

Sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2014 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya mempunyai tugas menyelenggarakan pendidikan vokasi dalam berbagai rumpun ilmu Pengetahuan dan/atau Teknologi dan jika memenuhi syarat dapat menyelenggarakan pendidikan profesi.

2. Fungsi:

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. pelaksanaan dan pengembangan pendidikan vokasi;

b. pelaksanaan penelitian;

c. pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;

d. pelaksanaan pembinaan sivitas akademika; dan pelaksanaan kegiatan pelayanan administrasi.

Struktur organisasi PPNS digambarkan sebagai berikut:

Adapun penjelasan lebih detail tentang Jurusan dan Laboratorium adalah sebagai berikut:

1) Jurusan Teknik Bangunan Kapal terdiri dari:

a. Program Studi:

1. Sarjana Terapan - Teknik Pengelasan

(18)

7 2. Sarjana Terapan - Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal

3. Sarjana Terapan - Manajemen Bisnis

4. Diploma III - Teknik Perancangan dan Konstruksi Kapal 5. Diploma III - Teknik Bangunan Kapal

b. Laboratorium:

1. Laboratorium Uji Bahan 2. Bengkel Non Metal 3. Studio Perencanaan 4. Bengkel Konstruksi 5. Laboratorium CADD

6. Bengkel Konstruksi, Plat dan Pipa, Sheet Metal

7. Laboratorium Pengembangan Bisnis Maritim dan Galeri Investasi 8. Laboratorium Logistik Maritim

2) Jurusan Teknik Permesinan Kapal a. Program Studi:

1. Magister Terapan -Teknik Keselamatan dan Resiko 2. Sarjana Terapan - Teknik Permesinan Kapal

3. Sarjana Terapan - Teknik Perpipaan 4. Sarjana Terapan - Desain dan Manufaktur

5. Sarjana Terapan - Teknik Keselamatan dan Kesehatan Kerja 6. Sarjana Terapan - Teknik Pengolahan Limbah

7. Diploma III - Teknik Permesinan Kapal b. Laboratorium:

1. Laboratorium Pneumatik dan Hydraulic 2. Laboratorium Mesin Fluida

3. Laboratorium Motor Bakar 4. Laboratorium Reparasi Mesin 5. Laboratorium Ergonomi

6. Laboratorium Sistem Pemadam Kebakaran

7. Laboratorium Plumbing dan Permodelan Sistem Perpipaan 8. Laboratorium Pengolahan Limbah dan Mikrobiologi

9. Bengkel Mesin Perkakas

(19)

8 10. Bengkel Mesin CNC

3) Jurusan Teknik Kelistrikan Kapal a. Program Studi:

1. Sarjana Terapan - Teknik Otomasi

2. Sarjana Terapan - Teknik Kelistrikan Kapal 3. Diploma III - Teknik Kelistrikan Kapal b. Laboratorium:

1. Laboratorium Fisika, Listrik Dasar dan Instrumentasi 2. Laboratorium Kontrol, elektronika dan mikroprosesor 3. Laboratorium Mesin Listrik

4. Laboratorium Elektronika daya dan penggerak listrik 5. Laboratorium Reparasi Listrik

6. Laboratorium Otomasi dan Robotika 7. Laboratorium Navigasi dan Komunikasi

Adapun penjelasan tentang tugas dan fungsi dari struktur organisasi diatas adalah sebagai berikut:

1. Direktur

Bertugas memimpin penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta membina pendidik, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan hubungannya dengan lingkungan.

Fungsi:

a. Pelaksanaan dan pengembangan pendidikan tinggi;

b. Pelaksanaan penelitian dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi;

c. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat;

d. Pelaksanaan pembinaan sivitas akademika dan hubungannya dengan lingkungan; dan e. Pelaksanaan kegiatan layanan administratif.

2. Wakil Direktur I Akademik

Membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi:

a. Membuat perencanaan akademik

b. Mengawasi proses pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat

(20)

9 3. Wakil Direktur II Umum dan Keuangan

Membantu Direktur dalam memimipin pelaksanaan kegiatan di bidang administrasi umum dan keuangan.

Fungsi:

a. Membuat perencanaan keuangan sesuai kebutuhan dari setiap unit.

b. Bertanggung jawab dalam membantu direktur memilih dan mengangkat pegawai baru sesuai dengan kebutuhan sivitas akademika politeknik.

c. Mendukung peningkatan keahlian setiap sivitas akademika dengan adanya pelatihan kepada pegawai.

4. Wakil Direktur III Kemahasiswaan

Membantu Direktur dalam memimpin pelaksanaan kegiatan di bidang kemahasiswaan dan alumni.

Fungsi:

a. Merencanakan kegiatan minat dan penalaran mahasiswa tingkat Politeknik

b. Mengawasi dan melakukan pembinaan kepada mahasiswa dalam pengembangan minat, penalaran, dan mengkoordinasikan peningkatan kesejahteraan mahasiswa;

c. Merencanakan kegiatan tracer study dan alumni 5. Senat PPNS

Memberikan pertimbangan dan pengawasan akademik.

Fungsi:

a. Menetapkan kebijakan pengawasan di bidang akademik;

b. Memberikan pertimbangan terhadap norma akademik yang diusulkan oleh Direktur;

c. Memberikan pertimbangan terhadap pedoman akademik yang diusulkan oleh Direktur;

d. Memberikan pertimbangan terhadap kode etik sivitas akademika yang diusulkan oleh Direktur;

e. Mengawasi penerapan norma akademik dan kode etik sivitas akademika;

f. Memberikan pertimbangan terhadap ketentuan akademik yang dirumuskan dan diusulkan oleh Direktur, mengenai hal-hal sebagai berikut:

1. pembentukan program studi/jurusan baru;

2. penetapan kurikulum program studi;

3. penetapan persyaratan akademik untuk pemberian gelar akademik;

4. penetapan persyaratan akademik untuk pemberian penghargaan akademik.

(21)

10 g. Mengawasi penerapan pedoman akademik;

h. Mengawasi kebijakan dan pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggi, minimal sama dengan standar nasional pendidikan;

i. Mengawasi dan melaksanakan evaluasi pencapaian proses pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada tolok ukur yang ditetapkan dalam RENSTRA

j. Memberikan pertimbangan dan usul perbaikan proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat kepada Direktur;

k. Mengawasi pelaksanaan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan;

l. Memberikan pertimbangan terhadap pemberian atau pencabutan gelar dan penghargaan akademik;

m. Mengawasi pelaksanaan kebijakan penilaian kinerja dosen; dan

n. Memberikan rekomendasi sanksi terhadap pelanggaran norma, etika, dan pedoman akademik oleh dosen kepada Direktur.

6. Satuan Pengawasan Internal (SPI)

Membantu direktur dalam pengawasan bidang non akademik.

Fungsi:

a. Menetapkan kebijakan program pengawasan internal bidang non akademik;

b. Melakukan pengawasan internal terhadap pengelolaan pendidikan bidang non- akademik;

c. Menyusun laporan hasil pengawasan internal;

d. Mengambil kesimpulan atas hasil pengawasan

e. Melaporkan hasil pengawasan internal kepada Direktur;

f. Memberikan saran dan/atau pertimbangan mengenai perbaikan pengelolaan kegiatan non-akademik pada Direktur atas dasar hasil pengawasan internal.

7. Dewan Penyantun

Memberikan pertimbangan bidang non-akademik dan membantu pengembangan PPNS.

Non akademik meliputi: organisasi, sumber daya manusia, administrasi, keuangan, kerja sama, hubungan masyarakat, sarana dan prasarana, serta perencanaan dan pengembangan.

Fungsi:

(22)

11 a. Memberikan pertimbangan terhadap kebijakan Direktur di bidang non-akademik;

b. Merumuskan saran/pendapat terhadap kebijakan Direktur di bidang non-akademik;

c. Memberikan pertimbangan kepada Direktur dalam mengelola PPNS;

d. Memberikan pertimbangan dalam pengembangan PPNS terkait dengan peningkatan daya saing lulusan di dunia industri.

8. Bagian Akademik dan Kemahasiswaan

Melaksanakan urusan akademik, kemahasiswaan, alumni, perencanaan, sistem informasi.

Fungsi:

a. Merencanakan dan mengkoordinasi pelaksanaan kegiatan akademik, kemahasiswaan, perencanaan dan sistem informasi.

b. Mempersiapkan sarana dan prasarana untuk melakukan pelayanan akademik.

c. Menyediakan data akademik per semester.

d. Mengkoordinasikan kegiatan perencanaan dan pengembangan program pada setiap unit kerja.

e. Menyediakan instrumen monitoring dan evaluasi perencanaan dan pengembangan program dan mengkoordinasikan pelaksanaannya

f. Mengkoordinasikan pengadministrasian, pengumpulan, pengolahan, dan analisis data di bidang perencanaan.

g. Mengelola dan melaporkan data PDDikti.

h. Menyusun laporan pelaksanaan program kerja BAKPSI.

9. Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan

Melakukan urusan layanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat serta registrasi, kegiatan kemahasiswaan, kesejahteraan mahasiswa, dan hubungan alumni.

10. Sub Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi

Melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan layanan data dan informasi serta penyusunan rencana, program, anggaran, dan administrasi kegiatan kerja sama 11. Bagian Umum dan Keuangan

Melaksanakan urusan ketatausahaan, kerumahtanggaan, barang milik negara, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, kepegawaian, dan keuangan di lingkungan PPNS.

Fungsi:

a. Pelaksanaan urusan ketatausahaan dan kerumahtanggaan;

(23)

12 b. Pelaksanaan urusan barang milik negara;

c. Pelaksanaan urusan hukum, organisasi, dan ketatalaksanaan;

d. Pelaksanaan urusan hubungan masyarakat;

e. Pelaksanaan urusan kepegawaian;

i. Pelaksanaan urusan keuangan;

12. Sub Bagian Umum

Melakukan urusan persuratan, kearsipan, dokumentasi, keamanan, ketertiban, kebersihan, keindahan, keprotokolan, hukum, organisasi, ketatalaksanaan, hubungan masyarakat, dan pemeliharaan dan perawatan barang milik negara.

13. Sub Bagian Keuangan dan Kepegawaian

Melakukan urusan pembiayaan, penerimaan, penyimpanan, pembayaran, pertanggung jawaban anggaran, akuntansi dan pelaporan keuangan serta penyusunan rencana pengadaan, pengangkatan, mutasi, pengembangan, disiplin, dan pemberhentian pegawai di lingkungan PPNS

14. Jurusan

Melaksanakan pendidikan vokasi dalam 1 (satu) rumpun disiplin ilmu pengetahuan dan Teknologi.

Fungsi Ketua Jurusan:

a. Menyusun Rencana dan program kerja Jurusan sebagai pedoman kerja

b. Menjalankan kebijakan akademik dan standar mutu pendidikan yang ditetapkan.

c. Membuat konsep rencana pengembangan Jurusan (studi lanjut, pelatihan staf/pengajar, laboran dan staf administrasi, pelatihan soft skill mahasiswa)

d. Mengkoordinasikan penyelenggaraan pendidikan/akademik dalam Jurusan e. Mengkoordinasikan pembuatan RPS, SAP pengajaran

f. Menyusun/mengevaluasi beban tugas mengajar dosen setiap semester

g. Memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan perkuliahan untuk meningkatkan mutu h. Mengajukan usul penugasan Dosen Wali

i. Menyusun rencana biaya operasional Jurusan per tahun berdasarkan beban kerja jurusan dan ketentuan yang berlaku untuk kelancaran kegiatan perkuliahan

j. Menyusun rencana kebutuhan Dosen dan tenaga administrasi Jurusan

k. Mengkoordinasikan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Jurusan.

(24)

13 l. Melaksanakan pengembangan jurusan di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian

pada masyarakat.

m. Mengkoordinasi usulan bahan habis pakai dan peralatan lab/bengkel untuk kelancaran kegiatan perkuliahan

n. Mengembangkan hubungan baik dan kerjasama dengan pemangku kepentingan (stakeholder)

o. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Jurusan sesuai dengan hasil yang telah dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas

Fungsi Sekretaris Jurusan:

a. Membantu menyusun bahan konsep rencana dan program kerja tahunan Jurusan sebagai pedoman pelaksanaan tugas;

b. Membantu menyusun bahan konsep rencana pengembangan Jurusan (studi lanjut, pelatihan staf/ pengajar, laboran dan staf administrasi, pelatihan soft skill mahasiswa);

c. Menyusun beban tugas mengajar dosen setiap semester;

d. Mengkoordinasikan penyusunan RPS dan SAP;

e. Melaksanakan kegiatan administratif dan kesekretariatan jurusan;

f. Membantu dalam mengkoordinasikan dan mengembangkan kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat di Jurusan;

g. Mengkoordinasikan penyusunan dan pengembangan kurikulum pendidikan jurusan;

h. Mengkoordinasikan kegiatan proses belajar mengajar bersama dengan Kelompok Dosen Keahlian;

i. Mengkoordinasikan kegiatan On The Job Training (OJT);

j. Menyusun basis data akademik kemahasiswaan di Jurusan;

k. Menyusun basis data kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di Jurusan;

l. Menyusun konsep laporan pelaksanaan kegiatan Jurusan berdasarkan data dan informasi.

15. Program Studi

Program yang mencakup kesatuan rencana belajar sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan yang diselenggarakan atas dasar suatu kurikulum serta ditujukan agar peserta didik dapat menguasai pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai dengan sasaran kurikulum.

(25)

14 Fungsi Koordinator Program Studi:

a. Memimpin dan mengkoordinasikan kegiatan program studi

b. Berkoordinasi dengan ketua jurusan dan sekretaris jurusan dalam menyusun rencana dan program kerja program studi sebagai pedoman kerja

b. Berkoordinasi dengan ketua jurusan dan sekretaris jurusan dalam melakukan penjaminan mutu akademik

c. Mengkoordinasikan penyusunan RPS dan SAP

d. Menyusun konsep beban tugas mengajar dosen setiap semester

e. Memantau pelaksanaan perkuliahan berdasarkan ketentuan yang berlaku sebagai bahan evaluasi

f. Mengevaluasi hasil pelaksanaan perkuliahan berdasarkan data dan informasi untuk bahan peningkatan mutu

g. Memfasilitasi dan menilai kegiatan kemahasiswaan di lingkungan program studi untuk bahan pengembangan

h. Berkoordinasi dengan koordinator TA dan OJT untuk pelaksanaan Tugas Akhir, dan OJT i. Memantau permasalahan akademik mahasiswa, lama studi mahasiswa dan

ketercapaian kompetensi.

j. Memantau kegiatan kemahasiswaan pada tingkat Hima Prodi.

k. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan program studi sesuai dengan hasil yang dicapai sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan tugas.

16. Laboratorium/ Bengkel/Studio

Sarana penunjang jurusan dalam satu atau sebagian cabang ilmu tertentu sesuai dengan keperluan dan program studi yang bersangkutan dan sumber daya dasar untuk pengembangan ilmu dan pendidikan.

Fungsi:

a. Menyusun rencana dan program kerja atau kegiatan laboratorium/studio.

b. Merencanakan pengembangan laboratorium melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat di laboratorium.

c. Mengkoordinir, mengatur dan mempersiapkan penggunaan laboratorium untuk praktikum dan penelitian.

d. Melakukan koordinasi dengan kelompok dosen keahlian untuk pengembangan payung penelitian.

(26)

15 e. Mengevaluasi kinerja teknisi.

f. Mengevaluasi kelayakan jobsheet sesuai perkembangan kurikulum.

g. Mengkoordinir teknisi dalam meyiapkan dan inventarisasi alat dan bahan praktik Laboratorium.

h. Memberi petunjuk kepada teknisi tentang pelaksanaan praktik Laboratorium.

i. Bertanggung jawab terhadap inventaris alat dan bahan praktikum.

j. Menyusun petunjuk operasional (SOP) penggunaan atau pemakaian masing-masing peralatan yang ada di laboratorium.

k. Membuat tata tertib pelaksanaan kerja.

l. Melakukan pemantauan dan evaluasi atas ketersediaan sarana prasarana dan kegiatan dalam laboratorium/ studio.

m. Menyusun rencana pengadaan, perawatan peralatan laboratorium, berupa:

(1) Mengajukan usulan bahan dan alat yang dibutuhkan tiap semester melalui Ketua Jurusan untuk disampaikan kepada kasubag PSI;

(2) Melaporkan kerusakan, kehilangan dan kekurangan-kekurangan fasilitas yang berada dibawah tanggung jawab Ketua Laboratorium kepada Ketua Program Studi;

n. Menjalin kerjasama dengan pihak luar dalam rangka resource sharing dan pemberdayaan laboratorium.

o. Menyusun laporan pengelolaan dan pelaksanaan program kerja laboratorium.

17. Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M)

Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dan ikut mengusahakan sumber daya yang diperlukan.

Fungsi:

a. Melaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

b. Mengamalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan/ atau kesenian;

c. Meningkatkan relevansi program PPNS, sesuai dengan kebutuhan masyarakat;

d. Melaksanaan pengembangan pola dan konsepsi pembangunan nasional, wilayah, dan/

atau badan lainnya baik di dalam maupun dengan luar negeri;

e. Melaksanaan urusan tata usaha Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

18. UPT Perpustakaan

Melaksanakan pemberian layanan kepustakaan untuk keperluan pendidikan, penelitian,

(27)

16 dan pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, dan anggaran UPT;

b. Penyusunan rencana kebutuhan dan penyediaan bahan pustaka;

c. Pengolahan bahan pustaka;

d. Pemberian layanan dan pendayagunaan bahan pustaka;

e. Pemeliharaan bahan pustaka; dan pelaksanaan urusan tata usaha UPT Perpustakaan 19. UPT Komputer

Unit pelaksana teknis di bidang pengembangan, pengelolaan teknologi informasi, dan komunikasi serta pemberian layanan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, anggaran, dan laporan pelaksanaan program kerja UPT komputer;

b. Pengembangan teknologi informasi dan komunikasi;

c. Pengembangan dan pengelolaan jaringan dan sistem informasi di lingkungan PPNS;

d. Penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di lingkungan PPNS; dan

e. Bertanggung jawab terhadap perawatan dan perbaikan fasilitas yang berhubungan dengan komputer, jaringan dan sistem informasi di lingkungan PPNS

f. Pemeliharaan dan update sistem yang digunakan g. Pelaksanaan urusan administrasi UPT Komputer.

20. UPT Perawatan dan perbaikan

Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan terhadap sarana penunjang di lingkungan PPNS.

Fungsi:

a. Menyusun rencana pemeliharaan dan perbaikan berdasarkan usulan Kepala Lab dan Unit di lingkungan PPNS.

b. Menyusun kebutuhan sumber daya sehubungan dengan rencana pemeliharaan dan perbaikan tersebut.

c. Menyimpan manual instruction alat (ada di UPT PP dan di Lab masing-masing).

d. Mengajukan usulan perbaikan peralatan yang tidak bisa ditangani

(28)

17 e. Membuat prosedur kegiatan/aktivitas yang dilakukan UPT PP.

f. Menjaga keandalan fungsi semua peralatan dan instalasi milik PPNS.

g. Menyusun laporan pelaksanaan program kerja.

21. UPT Bahasa

Melaksanakan pengembangan pembelajaran, peningkatan kemampuan, dan pelayanan uji kemampuan bahasa.

Fungsi:

a. Penyusunan rencana, program, dan anggaran UPT;

b. Pengembangan pembelajaran bahasa;

c. Pelayanan uji kemampuan kemampuan bahasa bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan;

d. Pelayanan tes bahasa bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan;

e. Pelaksanaan urusan tata usaha UPT Bahasa.

22. Kelompok Jabatan Fungsional/Dosen

D. ISU-ISU STRATEGIS/PERMASALAHAN

Beberapa permasalahan/isu strategis yang menjadi perhatian antara lain:

1. Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Bagi dunia pendidikan tinggi, keberadaan pandemi membuat perkuliahan terlaksana secara daring. Namun hal ini tidak bisa sepenuhnya sesuai bagi pendidikan tinggi vokasi dimana mata kuliah praktek cukup dominan dalam rangka mendapatkan skill dan kompetensi mahasiswa di bidang perkapalan. Dalam rangka memenuhi target output skill mahasiswa, PPNS melakukan adaptasi dengan pola pembelajaran daring dan luring, dengan mata kuliah teori terlaksana full daring, mata kuliah praktek yang tidak terkait alat dilaksanakan secara daring, dan mata kuliah praktek yang terkait alat berat dan skill tertentu dilaksanakan secara luring dengan penerapan protokol kesehatan.

Pembelajaran daring di PPNS dilakukan secara blended yaitu Syncron melalui zoom dan Asyncron melalui LMS.

Kelebihan dari Asyncron (LMS) adalah:

 Untuk Dosen:

Tidak tergantung kehadiran dosen, tidak Terikat ruang dan waktu, penilaian lebih

(29)

18 obyektif, CPK perbab terkontrol, dokumentasi kuliah lengkap dengan historynya, dosen akan fokus improvement modul saja, tenaga dosen akan lebih hemat, dan fokus hanya membahas kuliah, kinerja dosen akan lebih mudah dipantau oleh UP2SMP, Feedback dari dosen dan mahasiswa terecord dan kehadiran bisa 99%.

 Untuk Mahasiswa:

Kualitas belajar menjadi naik karena modul bisa di akses mahasiswa 24 jam sehingga kualitas belajar mahasiswa menjadi naik, sangat fleksibel, jumlah mahasiswa RC jadi 6%, motivasi mahasiswa bertambah, tracking kemampuan mahasiswa bertambah, kebijakan merdeka belajar akan sangat mudah diterapkan

Dengan LMS memungkinkan praktek bisa dijalankan dengan system block sehingga dapat menghidupkan TEFA (Production Based Learning) dan memungkinkan untuk diterapkan Project Based Learning dan case study based learning.

Beberapa penghematan lain yaitu penggunaan data internet seluruh mahasiswa yang tadinya 1,14 M menjadi 239,4 Jt pertahun (hemat 900,6 Juta (79%), Biaya akomodasi mahasiswa pertahun 36M (1jt/mhs bulan) menjadi 35,76M (99,335%) hanya mengeluarkan biaya internet tanpa biaya kos. Paket data internet mahasiswa perbulan rata-rata 15GB menjadi 5GB lebih efisien 75%

2. Dampak Covid-19 Pada Pelaksanaan Anggaran

Perubahan pola kegiatan pada masa pandemi membuat manajemen PPNS juga harus melakukan penyesuaian belanja/pelaksanaan anggaran. Hal ini juga diakomodir oleh Kemenkeu dengan penyediaan akun khusus Covid, dan PMK pendukung. Perubahan belanja dalam masa pandemi dapat dirincikan sebagai berikut :

 Adanya pengalihan belanja bahan dan perjalanan dinas menjadi belanja operasional penanganan pandemi di tingkat satker, seperti penyediaan sarana CTPS (Cuci tangan pakai sabun), biaya uji medis, pembelian vitamin dan obat-obatan, pemberian bantuan sembako bagi karyawan kontrak dan mahasiswa yang terdampak Covid, pemberian uang transport bagi karyawan selama masa PSBB, serta alokasi honorarium bagi Satgas Covid PPNS.

 Alokasi untuk mendukung pembelajaran seperti pembelian paket Zoom meeting untuk pembelajaran, pemberian kuota internet bagi mahasiswa, pengadaan server, pengadaan Aplikasi pendukung pembelajaran daring (Learning Method System/LMS), serta insentif penyusunan modul ajar.

(30)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

LAPORAN KINERJA

2021

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

Kata Pengantar Daftar Isi Ikhtisar Eksekutif

LAPORAN KINERJA 2021

Kata Pengantar Daftar IsiDaftar Isi Ikhtisar Eksekutif

Daftar Isi

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

IKHTISAR EKSEKUTIF iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. GAMBARAN UMUM 1

B. DASAR HUKUM 0

C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA 0 D. STRUKTUR ORGANISASI 0

E. ISU STRATEGIS 0

BAB II PERENCANAAN KINERJA 0 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 0 A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 0 B. REALISASI ANGGARAN 0

BAB IV PENUTUP 0

LAMPIRAN

Perjanjian Kinerja

Dokumen Pengukuran Kinerja Lembar Pernyataan Telah Direviu

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

BAB II

PERENCANAAN KINERJA

(31)

19

PERENCANAAN KINERJA

VISI

Sesuai dengan dokumen Statuta-OTK, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya memiliki visi:

“Menjadi Politeknik Unggul Bereputasi Global”

MISI

1. Melaksanakan program pendidikan tinggi vokasi dan penelitian terapan di bidang teknologi kemaritiman, teknologi penunjang kemaritiman serta teknik keselamatan dan kesehatan kerja (professionalism - sustainability);

2. Berperan dalam kegiatan kemasyarakatan secara aktif dan produktif, untuk mengembangkan teknologi kemaritiman, penunjang kemaritiman, serta teknik keselamatan dan kesehatan kerja (good governance - professionalism);

3. Membangun masyarakat akademis berkualitas yang mampu berkompetisi secara global (sustainability - professionalism);

4. Membentuk jejaring kerja dengan sektor industri kemaritiman serta berbagai institusi terkait untuk merealisasikan sistem pendidikan yang komprehensif (good governance - sustainability); dan

(32)

20 5. Mengintegrasikan pengembangan kepribadian dalam proses pembelajaran dan kegiatan

ekstra kurikuler untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa serta kemuliaan akhlak (moral value).

TUJUAN STRATEGIS

Tujuan dan misi PPNS merupakan keutuhan pernyataan yang mencerminkan fungsi dan peran institusi. Di jiwai dari UUD’45, PPNS meruntutkan tujuan institusi dalam 4 (empat) hal utama, yaitu:

1. Meningkatnya kualitas lulusan dengan kompetensi yang berstandar nasional dan/atau internasional yang sesuai dengan kebutuhan industri maritime dan industri penunjangnya

2. Meningkatnya kualitas penelitian dan pengabdian masyarakat sesuai dengan IPTEK kemaritiman dan penunjangnya

3. Meningkatnya kualitas belajar bagi masyarakat berdasarkan azas pemerataan dan keadilan.

4. Terwujudnya tata kelola PPNS yang transparan dan akuntabel.

Dalam rangka mencapai tujuan strategis, PPNS menetapkan target tahunan yang akan dicapai, yaitu melalui Perjanjian Kinerja tahun 2021.

Berikut ringkasan Perjanjian Kinerja PPNS tahun 2021.

No Sasaran Kegiatan Indikator Kinerja Target Anggaran Awal 2021

Anggaran Revisi 2021 1 (S.1)Meningkatnya

kualitas lulusan pendidikan tinggi

(IKU 1.1) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan;

melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta. 55% 5.552.389.000 4.852.389.000

(IKU 1.2) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus;

atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

10% 1.226.592.000 718.904.000

2 (S2) Meningkatnya kualitas dosen pendidikan tinggi

(IKU 2.1) Persentase dosen yang berkegiatan tridarma di kampus lain, di QS100 berdasarkan bidang ilmu (QS100 by subject), bekerja sebagai praktisi di dunia industri, atau membina mahasiswa yang berhasil meraih prestasi paling rendah tingkat nasional dalam 5 (lima)

15% 1.053.536.000 1.053.536.000

(33)

21

(IKU 2.2) Persentase dosen tetap berkualifikasi akademik S3; memiliki sertifikat kompetensi/profesi yang diakui oleh industri dan dunia kerja; atau berasal dari kalangan praktisi profesional, dunia industri, atau dunia kerja.

30% 2.651.046.000 4.371.715.000

(IKU 2.3) Jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat per jumlah dosen.

0,1 (hasil peneliti an per jumlah dosen)

2.698.140.000 2.973.140.000

3 (S3) Meningkatnya kualitas kurikulum dan pembelajaran

(IKU 3.1) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang melaksanakan kerja sama

dengan mitra. 35% 9.781.764.000 9.897.422.000

(IKU 3.2) Persentase mata kuliah S1 dan D4/D3/D2 yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis projek (team-based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.

35% 5.122.019.000 9.706.361.000

(IKU 3.3) Persentase program studi S1 dan D4/D3/D2 yang memiliki akreditasi atau sertifikat internasional yang diakui pemerintah.

2,50% 1.850.000.000 1.850.000.000

4 (S4) Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Vokasi

(IKU) 4.1) Rata-rata predikat SAKIP Satker

minimal BB Predikat

BB

11.658.198.00 0

10.446.385.00 0 (IKU 4.2) Rata-rata nilai Kinerja Anggaran

atas Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 93

Nilai 93 11.658.198.00 0

28.654.133.00 0

(34)

22 Perjanjian Kinerja PPNS Tahun 2021 (sebelum revisi)

(35)

23

(36)

24

(37)

25 Revisi Perjanjian Kinerja PPNS Tahun 2021

(38)

26

(39)

27

(40)

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

LAPORAN KINERJA

2021

POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA

Kata Pengantar Daftar Isi Ikhtisar Eksekutif

LAPORAN KINERJA 2021

Kata Pengantar Daftar IsiDaftar Isi Ikhtisar Eksekutif

Daftar Isi

KATA PENGANTAR i

DAFTAR ISI ii

IKHTISAR EKSEKUTIF iii

BAB I PENDAHULUAN 1

A. GAMBARAN UMUM 1

B. DASAR HUKUM 0

C. TUGAS DAN FUNGSI SERTA 0 D. STRUKTUR ORGANISASI 0

E. ISU STRATEGIS 0

BAB II PERENCANAAN KINERJA 0 BAB III AKUNTABILITAS KINERJA 0 A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI 0 B. REALISASI ANGGARAN 0

BAB IV PENUTUP 0

LAMPIRAN

Perjanjian Kinerja

Dokumen Pengukuran Kinerja Lembar Pernyataan Telah Direviu

LAPORAN KINERJA 2021 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA BAB I PENDAHULUAN BAB II PERENCANAAN KINERJA BAB III AKUNTABILITAS KINERJA BAB IV PENUTUP

BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

(41)

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA

Sesuai perjanjian kinerja tahun 2021 Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya menetapkan 4 Sasaran dengan 10 indikator kinerja. Berikut informasi tingkat ketercapaian selama tahun 2021. Merujuk pada PK 2021, sampai dengan akhir tahun 2021, indikator kinerja pada PK masih dalam proses pemenuhan. Progres dan kendala per masing-masing kegiatan diuraikan sebagai berikut:

Meningkatnya kualitas lulusan Pendidikan tinggi di PPNS didukung oleh dua indikator:

(IKU 1.1) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan

(IKU 1.2) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus;

atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

Ketercapaian indikator kinerja tahun 2021 turun dibandingkan tahun 2020 karena perbedaan formula perhitungan dan definisi operasional. Namun ketercapaian indikator kinerja di tahun 2021 telah memenuhi target nasional

95,00%

88,00%

100,00%

34,00%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

C A P A I A N 2 0 2 0 C A P A I A N 2 0 2 1

TREN CAPAIAN SASARAN 1

(IKU 1.1) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan; melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta.

(IKU 1.2) Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional.

Sasaran #1

Meningkatnya Kualitas Lulusan Pendidikan Tinggi

(42)

Capaian Indikator Kinerja Utama PPNS 1.1 Tahun 2021 dapat digambarkan melalui tabel sebagai berikut Tabel Capaian IKU 1.1

Realisasi 2020

Tahun 2021

Target Akhir Renstra 2024

% Capaian Realisasi Terhadap Target Akhir

Renstra 2024 Target Realisasi %

95% 55% 88% 160% 92% 96%

Perhitungan table diatas dari lulusan tahun 2020 ada 746 mahasiswa, persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapatkan pekerjaan 544 (73%), yang melanjutkan studi 22 alumni (3%) dan yang berwiraswata ada 90 alumni (12%). Sedangkan sisanya tidak merespon kuesioner yang diberikan (12%). Realisasi 544+22+90/746*100 = 88%. Berikut adalah rumus untuk menghitung realisasi capaian tahun 2021

Realisasi =

Lulusan S1, D4, D3, D2 yang berhasil mendapat pekerjaan, melanjutkan studi, atau menjadi wiraswasta.

total jumlah lulusan S1, D4, D3, D2 𝑥 100

Ketercapaian indikator kinerja tersebut dikarenakan dukungan program/kegiatan sebagai berikut:

1. Data Indikator Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan;

melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta menggunakan beberapa kuesioner sebagai berikut

55%

95,00% 88,00%

Target PK Capaian 2020 Capaian 2021

TREN CAPAIAN KINERJA

Indikator Kinerja: IKU.1.1 Persentase lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang berhasil mendapat pekerjaan;

melanjutkan studi; atau menjadi wiraswasta

(43)

Wisudawan 2020

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner standar dari DIKTI; dengan pertimbangan banyak pertanyaan yang terkait dengan evaluasi pembelajaran (proses yang dijalani ketika menjadi mahasiswa PPNS).

Kuesioner ini direspon melalui website karir.ppns.ac.id dimana calon wisudawan diwajibkan untuk registrasi dan merespon kuesioner tracer study.

Wisudawan 2019 dan 2018

Instrumen yang digunakan adalah kuesioner modifikasi dari kuesioner standar dikti dengan fokus pada perusahaan (nama, melaui kerja bln/th, tempat kerja ke, dan jenis perusahaan), dan gaji/take home. Penyebaran dilakukan melalui email/WA; sedangkan data singkat sebagai kontak awal digunakan G-form yang embedded dengan website karir.ppns.ac.id (mulai diterapkan di Nopember tahun 2020 ini) dengan tautan http://bit.ly/tracer-ppns.

Hasil tracer awal bisa diunduh melalui SIM-PPNS.

PPNS telah mentargetkan sasaran tracer study untuk alumni wisudawan tahun 2020. Tracer studi dilakukan dengan cara membagikan kuesioner secara online melalui laman karir.ppns.ac.id.

Sasaran tracer study tahun 2020 seperti yang ditunjukkan oleh tabel berikut.

Tabel Jumlah Wisudawan 2018-2019-2020 yang menjadi Sasaran Tracer Study Tahun 2020

NO PROGRAM STUDI Alumni 2020

D3 D4

1 Teknik Perancangan & Konstruksi (DC) 48 51

2 Teknik Bangunan Kapal (SB) 28 -

3 Teknik Permesinan Kapal (ME) 46 50

4 Teknik Kelistrikan Kapal (PE) 43 30

5 Teknik Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) - 123

6 Teknik Desain Dan Manufaktur (DM) - 54

7 Teknik Pengelasan (TL) - 53

8 Teknik Perpipaan (TP) - 65

(44)

Tabel Hasil Kuesioner Tracer Study Wisudawan Tahun 2018 s.d tahun 2020

HAMBATAN/KENDALA DAN PERMASALAHAN

Hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam upaya pencapaian target antara lain:

1. Kondisi pandemi covid-19 (PPKM yang dimulai sejak akhir Juli 2020) menjadi menyebabkan beberapa alumni tidak melanjutkan wirausahanya; dan memilih bekerja di perusahaan meskipun harus mulai dari awal (inisiasi).

2. Permintaan alumni baru masih banyak berorentasi SDM laki-laki (gender). Sampai dengan periode TW 4, gaji diawal karir masih setinggi UMR. Masih banyak alumni yang bermukin di kota asal, sehingga recruitmen on campus masih sedikit peserta yang bisa mengikuti

3. Masih banyak alumni yang bermukin di kota asal, sehingga recruitmen on campus masih sedikit peserta yang bisa mengikuti

4. Masih minimnya partisipasi responden/lulusan terhadap survey tracer study. Hal ini mengakibatkan jumlah capaian yang belum optimal dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang sebenarnya

5. Kondisi pandemi Covid19 yang cukup menyulitkan PPNS dalam melakukan kunjungan ke industri untuk melakukan tracer study.

9 Teknik Otomasi (TO) - 51

10 Teknik Pengolahan Limbah (PL) - 49

11 Manajemen Bisnis Maritim (MB) - 55

Jumlah 165 581

Total 746

Hasil Tracer widawan alumni Tahun 2020 Jumlah Mahasiswa %

Bekerja 544 73%

Wirausaha 90 12%

Study Lanjut 22 3%

Tidak Bekerja/Tidak Merespon Tracer 90 12%

Jumlah 746 100%

(45)

LANGKAH ANTISIPASI

Beberapa langkah antisipasi yang dilakukan agar target indikator kinerja dapat tercapai antara lain:

1. Harus menambah skill dan pengalaman

2. PPNS menawarkan retooling bagi alumni yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan.

3. Seleksi/recruitment karyawan dilakukan secara daring bagi perusahaan yang berminat untuk test awal

PPNS sukses meraih peringkat 8 Nasional dalam Pemeringkatan Bidang Kemahasiswaan Kategori Vokasi tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).

Selama 3 tahun terakhir,

Prestasi mahasiswa yang didapatkan di tahun 2021 didapatkan dari berbagai ajang lomba bergengsi baik tingkat international maupun tingkat nasional. PPNS mengalami peningkatan peringkat dari 2019 sampai 2021. Semoga prestasi yang diraih menjadi katalis untuk berkarya dan berprestasi (sumber:simkatmawa.kemdikbud.go.id)

Gambar

Tabel Jumlah Wisudawan 2018-2019-2020 yang menjadi Sasaran Tracer Study Tahun 2020
Tabel  Capaian IKU 1.2
Tabel Data Mahasiswa Tahun Akademik 2021-2022 Ganjil Prodi D3 Semester V dan D4 Semester VII
Tabel Data Mahasiswa OJT Tahun Akademik 2020-2021 Genap Prodi D3 Semester IV dan VI
+7

Referensi

Dokumen terkait

Perbandingan Realisasi Capaian Jumlah Nelayan/Awak Kapal Perikanan yang Ditingkatkan Pengetahuan/Kompetensinya Triwulan III 2021 dengan Target Menengah

Laporan realisasi capaian kinerja sampai dengan Triwulan III tahun 2021, presentase dosen yang dibina dalam moderasi beragama pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baru

Jika dilihat dari tabel diatas, indikator kinerja Jumlah Produksi Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan pada Triwulan III tahun 2021 telah tercapai

meningkatkan jumlah rasio dosen yang memiliki kualifikasi sertifikat kompetensi yang di akui oleh industri maupun BNSP. 6) mewajibkan kepada setiap program studi untuk menambah dosen

Perbandingan target tahun 2021 terhadap realisasi Triwulan IV tahun 2021 Realisasi indikator kinerja nilai jumlah laporan data logbook dari kapal penangkapan ikan yang

Capaian output dan realisasi anggaran pada triwulan II sebesar 100% sejumlah Rp 1.587.679.285 untuk pembayaran gaji pegawai selama 3 bulan (April s/d Juni 2020) dan

Laporan realisasi capaian kinerja sampai dengan Triwulan III tahun 2021, presentase dosen yang dibina dalam moderasi beragama pada UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta baru

Bapak Siswandi B,S.T.,M.T Dosen Teknik Perkapalan selaku Pembimbing Kerja Praktek yang dengan sabar membimbing dan memberi masukan kepada saya.. Kepada Ketua Jurusan Teknik Perkapalan,