PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DPR RI TERHADAP
·4 (EMPAT) RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN, BANGKA BELITUNG, GORONTALO DAN MALUKU UTARA
Disampaikan oleh : DEWI ASMARA, SH.
Anggota DPR-RI No. A-457
Jakarta, 20 September 2005
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DPR RI
ATAS 4 (EMPAT) RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DI GORONTALO, BANTEN, BANGKA BELITUNG DAN MALUKU UTARA
Disampaik~n oleh : Dewi Asmara, SH Anggota DPR RI : A -457
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam Sejahtera untuk Kita Semua
J. /!.
Yang Terhormat Pimpinan Sidang Paripurna,
Yang Terhormat Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yang Terhormat Menteri Agama R~publik Indonesia,
Yang Terhormat Para Anggota Dewan, Serta Hadirin· Yang Berbahagia.
,. /!.
Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua yang hadir dalam sidang ini, sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanatkan kepada kita semua .
.'
Pada Rapat Paripurna yang Mulia ini, perkenankanlah Fraksi Partai Golkar memberikan Pendapat Akhir, terha~ap 4 (empat) Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tlnggi Agama di Provinsi, Gorontalo, Banten, Bangka Belitung dan Maluku Utara, sebagai RUU usul DPR, yang telah dilakukan pembahasan secara intensif dengan pemerintah.
1
Pimpinan Sidang dan Hadirin Yang Kami Hormati
\
Undang-undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan bahwa Indonesia adalah Negara Hukum. Dengan demikian, salah satu faktor penting dari penyelenggaraan negara adalah menjamin keberadaan sebuah sistem peradilan, sebagai saluran resmi menjalankan proses hukum di dalam kerangka penegakkan
l
hukum demi terciptanya kepastian hukum. Hal ini tidak lain adalah untuk menjamin terpenuhi harapan masyarakat dalam memperoleh dan meryiperjuangkan hak- haknya dengan cepat, murah dan adil, dalam kerangka demokrasi.
Sebagaimana diketahui bahwa, ,,_ paradigma hukum Indonesia, berangkat dan
"
terbentuk dari keanekaragaman nilai, norma dan etik, termasuk kekayaan budaya.
Dalam hal tersebut, nilai-nilai Islam telah pula menjadi salah satu sumber ni/ai hukum Indonesia, yang secara faktual ikut mewarnai corak hukum dan sistem peradilan kita. Hal ini dikarenakan, sebagian besar penduduk Indonesia adalah
i . beragama Islam yang mempedomani nilai-nilai Islam untuk mencari solusi dan
"'
keadilan, dalam menyelesaikan berbagai persoalan hukum yang dihadapi.
Di sisi lain, struktur ketatanegaraa~ dan politik hukum Indonesia, berdasarkan perubahan UUD 1945, telah. menempatkan kekuasaan Yudikatif di bawah Mahkamah Agung sebagai penyefenggara kekuasaan kehakiman, yang independen dan terintegrasi (Integrated Justice System). Dengan demikian, te~adi peralihan keberadaan Peradilan Agama dari kekuasaan Eksekutif di bawah Departemen Agama ke Mahkamah Agung, sesuai dengan semangat Undang- undang Kekuasaan Kehakiman.
;.
.~.
J
2
Saudara-saudara yang kami muliakan .
.
, ....,,
Berkenaan dengan keberadaan Pengadilan Tinggi Agama, ketentuan Pasal 8 Undang-undang Nomor 7 tahun, 1989 tentang Peradilan Agama, juga telah menegaskan bahwa pembentukan Pengadilan Tinggi Agama ditetapkan dengan Undang-Undang. Keberadaan sebuah Pengadilan Tinggi Agama, sesuai Yurisdiksi hukumnya adalah di setiap Provinsi. Adapun PTA termaksud membawahi beberapa Pengadilan Agama sebagai pengadilan tingkat pertama dari Peradilan Agama terse.but. Dengan demikial),, urgensi keberadaan sebuah Pengadilan Tinggi Agama di setiap wilayah
Pro~ins.i
tentunya memiliki makna strategis untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat, meningkatkan pemberian pelayanan hukum, serta pemerataan kesempatan .memperoleh keadilan demi tercapainya penyelesaian perkara dengan sederhana, cepat dan biaya ringan .,.:
Berangkat dari pemikiran demiRian, dan mengingat bahwa Provinsi Gorontalo, Banten, Bangka Belitung dan Maluku Utara, sebagai Provinsi baru yang belum memiliki Pengadilan Tinggi Agama, di mana sebelumnya berada di bawah yurisdiksi Pengadilan Tinggi Agama di Provinsi lnduknya yaitu di Manado, Bandung, Palembang dan Maluku. Dengan demikian, maka dengan ini Fraksi Partai Golkar-menyetujui agar
4c
(empat) Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang Pengadilan Tinggi Agama di Provinsi yang telah diusulkan tersebut, ditetapkan menjadi Undang-Undang.Dengan keberadaan Undang-undang tersebut, tentu saja akan memberi landasan hukum dalam mengatur hal-hal y,ahg berkenaan dengan pembentukan Pengadilan Tinggi Agama, daerah hukumnya, dan mengatur peralihan perkara yang sudah dikirimkan ke Pengadilan Tinggi Agama Manado, Bandung, Palembang dan Ambon .oleh Pengadilan Agama di' daerah hukum Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Banten, Bangka Belitung dan Maluku Utara.
3
/:.
I·
Pimpinan Sidang Paripurna, Saudara Menteri Hukum dan HAM dan saudara Menteri Agame, dan Anggota ,.Dewan Yang Terhormat, Serta Hadirin Yang Berbahagia.
Sebelum mengakhiri Pendapat Akhir perkenankan pula kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah bekerja sama membantu memperlancar proses'! pembahasan 4 (empat) Rancangan Undang-
/
Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di Propinsi, Gorontalo, Banten, Bangka Belitung dan Maluku Utara.
Demikian pendapat Fraksi Partai Golkar. Semoga Allah SWT senantiasa meridhoi langkah perjuangan kita. Amin.
.It ..
"
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Jakarta, 20 September 2005
/t ..
PIMPINAN FRAKSI PARTAI GOLONGAN KARYA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
ANDIMATTALATTA,SH.MH Ke tu a
~ AHYA ZAINI SH retaris
4
', .
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
REPUBLIK INDONESIA
TERHADAP
4 (EMPAT) RUU TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA (PENGADILAN TING~I AGAMA BANTEN,
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANGKA BELITUNG PENGADILAN TINGGI AGAMA GORONTALO DAN
PENGADILAN TINGGI AGAMA MALUKU UTARA)
JAKARTA, 20 SEPTEMBER 2005
i
FRAKSIPARTAIDEMOKRASIINooNESIAPERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Sekretarlat: MPR I DPR • RI, Nusantara I, Lantai VII, Ruang 0709, JI. Jend. Gato! Subroto, Jakarta 10270 W (021) 575 6187, 575 6189, 575 6363, 575 6162, Fax. 575 6188, 575 6265
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANGKA BELITUNG, BANTEN, MALUKU UTARA DAN GORONTALO
Oisampaikan Oleh
No Anggota
HRM PUPUNG SUHARIS, SH, MH . A-356
Assalamu'alaikum Waramatullahi Wabarakatuh Salam Sejahtera bagi ·kita semua.
Merdeka!I!
Yang terhormat Saudara Ketua dan Para Wakil Ketua;.
Yang Terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM;
Saudara Menteri Agama, dan Saudara Ketua Mahkamah Agung serta; para Anggota Dewan yang Kami muliakan ;
Marilah kita memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah dan senantiasa memberi rahmat dan perlindungan kepada kita bersama seluruh bangsa Indonesia.
Terlebih lagi kita telah diberi kesehatan yang baik dan kesempatan yang berbahagia ini, sehingga kita bisa bertemu dan melaksanakan Sidang Paripurna Dewan yang mulia ini.
Dengan perkenan forum Sidang P~ripurna Dewan yang mulia ini, Fraksi POI Perjuangan akan menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo.
Yang terhormat Saudara Pimpinan dan Anggota Dewan Yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM;
Saudara Menteri Agama, dan Saudara Ketua Mahkamah Agung beserta Jajarannya.
Prociuk hukum yang berkorelasi positif dengan RUU terbentuknya Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo,yakni UU No. 7 tahun 1989 tentang Peradilan Agama, dan Undang-undang No.4 Tahun 2004 tentang ke_kuasaan Kehakiman adalah lahir dari konfigurasi politik yang demokratis dan karakter hukum yang responsif.
Maka dari segi perspektif materi hukum, politik hukum pemerinta~ bersifat otonom dan responsif. Dimana produk hukum ini, khususnya dengan terbentuknya Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo adalah telah mencerminkan harapan masyarakat dan rasa keadilan.
1
'1 :.,
I ·~·
esuai
dengan amanat Undang-undang Dasar 1945 dan Undang-undang NoA ahun 2004 tentang kekuasaan Kehakiman, Fraksi POI Perjuangan mencermati· berapa hal yang perlu menjadi catatan dalam agenda penyempurnaan . eningkatan pemerataan kesempatan untuk mencapai keadilan tersebut, yakni :
1. Pengembangan perangkat peradilan memiliki posisi sentral dan menjadi sangat strategis dimana perlu adanya peningkatan pelayanan hukum dengan penyelesaian sederhana, cepat dan biaya ringan.
2. Bahwa dengan terbentuknya Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo seyogyanya dapat tercipta mekanisme kerja dan kordinasi yang proporsional, sehingga pelayanan terhadap masyarakat bisa dilaksanakan secara optimal.
3. Bahwa ·dengan terbentuknya Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo, dipandang perlu untuk diadakannya Peninjauan Kembali secara komprehensif daerah hukum dari pada provinsi- provinsi yang ada.
Demikianlah Pendapat Akhir Fraksi POI Perjuangan DPR
RI
terhadap Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo, Kami atas nama Fraksi POI Perjuangan menyambut baik dan hangat atas terbentuknya Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, Banten, Maluku Utara, dan Gorontalo.Dan untuk itu, Fraksi POI Perjuangan DPR-RI menyampaikan terima kasih dan penghargaan tulus kepada yang terhormat para Pimpinan dan Para anggota Dewan, dan kepada yang terhormat Saudara Menteri Hukum dan HAM; Saudara Menteri Agama, dan Saudara Ketua Mahkamah Agung beserta segenap jajarannya.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa mengabulkan cita-cita kita semua membangun masyarakat Adil dan Makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
·~ Wassalamu'alaikum Waramatullahi Wabarakatuh MERDEKA 111
Jakarta, 20 September 2005
PIMPINAN FRAKSI
PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Ketua,
T JAHYO KUMOLO, SH A-304
2
Sekretaris,
COBUS K. MAYONG PADANG A-403 ·
•
{
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN
MPR ./ DPR • RI,· NUSANTARA I, Jl. JENO. GATOT SUBROTO, JAKARTA 10270 Telp. (021) 575 5561. 575 5562. 575 5497 - 575 5498 • 575 5487 ·Fax. (021) 575 5488
email: [email protected] I [email protected]
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN DPR-RI TERHADAP
4 (EMPAT) RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MALUKU UTARA, PENGA.DILAN TINGGI AGAMA BANTEN,
PENGADILAN TINGGI AGAMA BANGKA BELITUNG, DAN PENGADILAN TINGGI AGAMA GORONTALO
Disampaikan oleh Juru Bicara FPPP DPR-RI : H. YUDO PARIPURNO, SH Anggota DPR-RI Nomor: A-19
Pada Rapat Paripurna DPR-RI, 20 September 2005
Assalamu'a/aikuml ~'· ~b0 c
lj I'.· r~~.-~ f , ..
:·.'t , ... I t ... ~ '}t ~-., "1:; t,.. t I!, i\
Yang,terhormat fllmpin~n Sidang Pafjpuni,. yi{ , Yang terhormar'Menten Hukum dan FIAM RI,
1' • ,. /'
Yang terhormat Rekan-tekan Anggota Dewan, -r<i
Dan hadirin sekalian yang berbahagia.
-I (I
yr.1
Puji dan syukur mari kita panjatkan kehadirat llahi rabbi, karena atas limpahan rahmat, hidayah dan karunia-Nya, kita dapat hadir di forum terhormat 1m dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional mendengarkan penyampaian
1Pendapat Akhir Fraksi-fraksi terhadap 4 I (empat) Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan\ Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung, dan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo.
·: /
.7,: ·•
Selanjutnya sholawat teriring salam kita haturkan keharibaan rasul
akhir zaman Muhammad SAW, seorang pemimpin yang senantiasa amanah, tegas menegakkan kebenaran dan keadilan
1dalam mengemban tugas-tugas kerasulannya, semoga sebagai ummatnya' kita dapat mewarisi
!
dan mengaktualisasikan nilai-nilai perjuangannya. Amin.
' Sidang dewan yang terhormat.
-Salah satu tujuan pemekaran daerah dengan membentuk daerah-
daerah baru seperti; Provinsi Gorontalo, Provinsi Maluku Utara, Provinsi
,
, Bangka Belitung, dan Provinsi Banten, adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini juga sejalan dengan semangat kebijakan otonomi daerah yaitu untuk lebih mendekatkan pelayanan erhadap masyarakat, dalam arti bahwa pelayanan publik diharapkan dapat
erjalan lebih cepat, efisien dan efektif.
Dengan dibentuknya provinsi baru tersebut, tentu harus diikuti engan pembentukan institusi-institusi pemerintahan lainnya yang akan unendukung pelaksanaan kewenangan pemerintahan daerah, maupun yang Tmenjadi kewenangan pemerintah, terutama dalam rangka memberikan
;pelayanan terhadap publik.
~
·.
!1l
Dalam upaya memberikan pelayanan kepada publik, telah diajukan
·~an
dibahas 4 (empat) RUU pembentukan Pengadilan Tinggi Agama ':_Maluku Utara, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Pengadilan Tinggi Agama angka Belitung, dan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, adalah dalam
·· ngka memenuhi kebutuhan masyarakat di bidang hukum, khususnya lam proses peradilan agar masyarakat mendapatkan pelayanan ukum secara cepat dan sederhana dengan biaya murah .
.... Sidang dewan yang berbahagia.
Kebutuhan pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di 4 (empat)
;: provinsi tersebut merupakan cerminan dari kondisi masyarakat Indonesia
· yang sebagian besar menganut agama Islam. Kita ketahui bahwa sebagian , dari Hukum Islam telah menjadi hukum positif, dan Hukum Islam terus berkembang tidak hanya terbatas pada hukum waris dan cerai. Hukum
~-
Islam telah berkembang lebih jauh mengatur masalah perbankan, bisnis dan lain sebagainya. Karena itu tentu saja akan semakin banyak masalah-
masalah yang dihadapi oleh masyarakat muslim Indonesia terkait dengan Hukum Islam, dan apabila terjadi sengketa media penyelesaiannya diantaranya melalui Pengadilan Tinggi Agama.
Dalam konteks ini, Fraksi PPP sejak awal memberikan apresiasi dan dukungan sepenuhnya terhadap usulan dan desakan dari pemerintah provinsi maupun berbagai kalangan masyarakat terhadap RUU ini . . Mengingat betapa urgensinya RUU ini bagi masyarakat muslim setempat.
Dengan akan dibentuknya 4 (empat) Pengadilan Tinggi Agama di 4
' (empat) provinsi baru ini, Fraksi PPP berharap dapat memenuhi
tuntutan dan harapan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan
hukum yang lebih baik dalam proses peradilan di Pengadilan Tinggi
Agama.
3
,, Sidang dewan yang terhormat.
Sebelum mengakhiri Pendapat Akhir atas keempat RUU tersebut, Fraksi PPP memberikan catatan yang perlu untuk diperhatikan:
1. Dengan akan terbentuknya 4 (em pat) Pengadilan Tinggi Ag a ma
1rnharus segera diikuti oleh pengadaan sarana dan prasarana yang memadai untuk mendukung proses peradilan di Pengadilan Tinggi Agama. Kami menyarankan bahwa dalam pengadaan sarana dan prasarana ini perlu segera dilakukan koordinasi antara Mahkamah Agung, Departemen Kehakiman dan HAM RI, Pemerintah Provinsi dan lembaga..:lembaga terkait lainnya. Dengan harapan dalam waktu yang tidak terlalu lama sarana dan prasarana tersebut sudah dapat disiapkan.
Mahkamah Agung agar segera melakukan pengisian · pejabat dan staf yang memenuhi kualifikasi profesional, integritas tinggi, dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap penegakan hukum. Sehingga lembaga peradilan ini dapat segera berfungsi dengan didukung oleh aparatur yang kompeten, diharapkan dapat memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat.
Dalam 1 (satu) tahun pertama Mahkamah Agung secara intensif melakukan pembihaan terhadap keempat Pengadilan Tinggi Agama baru tersebut, untuk membantu mengatasi masalah-masalah yang muncul terkait dengan teknis proses peradilan.
impinan Sidang yang terhormat,
·· audara Menteri Hukum dan HAM RI beserta se/uruh jajarannya,
· nggota Dewan yang terhormat,
.. ·an hadirin yang berbahagia.
. Dengan mengemukakan dasar-dasar pemikiran yang telah kami
·' l.lraikan di atas, sambil bertawakkal kepada Allah SWT dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Fraksi PPP menyatakan persetujuannya terhadap 4 (Empat) RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara, Pengadilan Tinggi Agama Banten, Pengadi/an Tinggi Agama Bangka Belitung, dan Pengadilan
Tinggi Agama Goronta/o.Semoga setelah diundangkannya keempat RUU ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemaslahatan bangsa Indonesia, terutama bagi masyarakat muslim Indonesia di empat provinsi tersebut agar memperoleh pelayanan hukum yang prima dalam proses peradilan.
Demikianlah Pendapat Akhir Fraksi PPP
disampaik~n,ucapan terima
kasih kami sampaikan kepada Pimpinan Sidang, Rekan-rekan Anggota
Dewan, Menteri Hukum dan HAM RI beserta jajarannya, atas
kerjasamanya dalam menyelesaikan pembahasan RUU ini sehingga dapat
4
berjalan secara demokratis dan dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada rekan-rekan pers yang telah mempublikasikan acara ini.
Wassa/amualaikum Wr. Wb.
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT R.I.
FRAKSIPARTAIDEMOKRAT
PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI DEMOKRAT MENGENAI
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA
BANTEN, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, GORONTALO, DAN MALUKU UTARA
Juru Bicara : F.X. SOEKARNO, SH Nomor Anggota : A-104
Jakarta, 20 September 2005
DEWAN PIRWAKILAN RAKYAT RlPUBllK INDONESIA 2004-2009
FRAKSIPARTAIDEMOKRAT
Sekretarlat: Gedung MPR-DPR RI, Nusantara I, Lt. IX Ruang; 0903 JI. Jend. Gatot Subroto, Jakarta 10270 Telp. (021) 575 5119, Fax. (021) 575 5120
PENDAPAT AKHIR FRAKSI PARTAI DEMOKRAT MENGENAI
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG
""'\' '.... • .... ~,. 1111;;.;"l!
;1)~1fi - . . : PARTAI Dt!\IOKRAT
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN, KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, GORONTALO,
DAN MALUKU UTARA
Juru Bicara: F.X. Soekarno, S.H. / Nomor Anggota A-104
Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Selamat Pagi dan Salam Sejahtera untuk kita semua.
Yth. Saudara Pimpinan Rapat Paripurna
Yth. Para Anggota DPR-RI dan hadirin yang kami hormati.
Dengan terlebih dahulu memanjatkan Puji Syukur Kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat melaksanakan tugas dan kewajiban yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 kepada kita semua, perkenankanlah kami, Fraksi Partai Demokrat, memberikan Pendapat Akhir sehubungan dengan 4 (Empat) Rancangan Undang- Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan M,aluku Utara.
1
Pimpinan Sidang dan Hadirin yang kami muliakan
Dalam rangka untuk mewujudnyatakan prinsip-prinsip Negara Hukum yang demokratis yang menjadi fondasi dasar dari penyelenggaraan pemerintahan negara sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Maluku Utara merupakan suatu keharusan "karena dengan te,rbentuknya keempat provinsi baru tersebut, diperlukan pembangunan perangkat peradilan untuk meningkatkan pelayanan. hukum kepada masyarakat. Pelayanan hukum melalui perangkat peradilan tersebut sangat dibutuhkan dalam rangka pemerataan kesernpatan memperoleh keadilan dan dalam rangka mencapai kepastian hukum melalui proses penyelesaian perkara yang cepat, sederhana, dan biaya ringan.
Untuk itu diperlukan Undang-Undang yang merupakan dasar pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di empat provinsi tersebut.
Pembahasan keempat Rancangan Undang-Undang tentang Pernbentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Maluku Utara, menurut Fraksi Partai Demokrat, pada tahap ini telah dilakukan sesuai dengan tata cara pernbentukan peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. Demikian pula dari segi materi muatannya ketentuan-ketentuan yang tercantum dalarn empat Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan
2
-:._
..
Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan (3angka Belitung, Gorontalo, dan Maluku Utara tersebut diatas telah sesuai dengan amanat yang diberikan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan merupakan tindak lanjut dari ketentuan Pasal 4 ayat ( 2 ) dan Pasal 8 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.
Pimpinan Sidang dan Hadirin yang kami muliakan
Atas dasar pertimbangan-pertimbangan sebagaimana
, l disebutkan di atas, Fraksi Partai Oemokrat "Menyetujui keempat Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Ma/uku Utara tersebut untuk disahkan menjadi Undang·
Undang.
11•.: f
Dengan persetujuan ini, Fraksi Partai Demokrat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Komisi Ill selaku alat kelengkapan Dewan yang bersama-sama Pemerintah telah menyelesaikan pembahasan atas keempat Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten, Kepulauan Bangka Belitung, Gorontalo, dan Maluku Utara tersebut pada waktunya.
3
'' r
'· :
·.,
Pimpinan Sidang dan Hadirin yang kami muliakan
Demikianlah Pendapat Akhir Fraksi Partai Demokrat pada Rapat Paripurna ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan ridho-Nya kepada kita semua.
Sekian dan terima kasih Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Jakarta, 20 September 2005
PIMPINAN FRAKSI PART Al DEMOKRAT DPR-RI KETUA
4
SEKRETARIS
..
Dr . H. SUT AN BHATOEGANA MM
No. A -85
I:, .:_·
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA
PROVINS! KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, PROVINS! BANTEN, PROVINS! GORONTALO, DAN PROVINS! MALUKU UTARA
Dibacakan Oleh : Hj. Azlaini Agus, SH., MH.
Nomor Anggota : A-140
Jakarta, 20 September 2005 FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
,' h
" '
.. '
' .
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBUK INDONESIA
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA
PROVINS! KEPULAUAN BANGKA BELITUNG, PROVINS! BANTEN, PROVINS! GORONTALO, DAN PROVINS! MALUKU UTARA
PlRTAI AMANAT HAS!OHAL
PAN
Dibacakan Oleh : Hj. Azlaini Agus, SH., MH. · No. Anggota: A-140
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Saudara Pimpinan dan Para Anggota Dewan yang kami hormati
Saudara Menteri Hukum dan HAM beserta jajarannya yang kami hormati Saudara Menteri Agama beserta jajarannya yang kami hormati
Saudara Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia yang kami hormati Pertama-tarna, marilah kita rnemanjatkan puji syukur ke hadlirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya l<epada kita semua sehingga kita bisa mendapatkan kemudahan dan pencerahan untuk menemukan kebenaran serta mendapatkan ridlo-Nya dalam menjalankan amanah rakyat.
Sidang Dewan yang kami hormati,
Secara sadar dirasakan bahwa masalah penegakan hukum merupakan masalah besar yang sampai saat ini belum menunjukkan perkembangan positif.
Masyarakat rnerasakan betapa susahnya mencari keadilan, tidak semua penegak hukum berani secara tegas membela yang benar bahkan retar* ada anggapan bahwa masih ada kecenderungan membe/a pihak yang kuat.
Gedung Nusantara I MPR / DPR-RI, Lantai 20 Ruang 2009, JI. Jend. Gatot Subroto, Jakarta 10270 . Telp. (021) 575 5810, 575 5812 Faks. (021) 575 5811, 575 5800
··-·-··---·-______ ,_.,_
__
··-···-. ~ i
'· l
. L
:' ~ ..
. . i. I
'
lnstitusi penegakan hukum belum mampu melepaskan diri dari .kekuasaan negara sehingga belum mampu menyelesaikan kasus-kasus hukum yang bersentuhan dengan pengusaha d.an penguasa. Faktor utama dari semua ini adalah karena moralitas penegak hukum dan adanya beberapa substansi peraturan perundang- undangan yang belum mampu mengikuti perkembangan ketatanegaraan modern dan tuntutan reformasi.
Penegakan supremasi hukum merupakan salah satu agenda reformasi oleh karenanya sangat perlu dilakukan perbaikan terhadap beberapa hal antara lain : sistem hukum yang memihak pada kebenaran dan keadilan, peningkatan SOM para, penegak . hukum mel.aui pembinaan moral dan profesionalisme, pembenahan sarana dan prasarana lembaga peradilan, pengawasan yang efektif secara eksternal terhadap perilaku hakim guna meningkatkan harkat dan martabat lembaga peradilan. .
i. • Sidang Dewan Yang Kami Hormati,
Terbentuknya provinsi-provinsi baru dan berkembangnya pembangunan serta dinamika lokal, membawa konsekwensi terhadap pembangunan di bidang
; hukum dan peningkatan pelayanan hukum melalui pembangunan perangkat peradilan.
, . .
Salah satu perangkat yang harus segera dibentuk dalam rangka pembentukan provinsi baru adalah pembentukan Pengadilan Tinggi Agama.
Pengadilan Tinggi Agama merupakan salah satu bentuk perwujudan kekuasaan kehakiman dalam rangka memberikan pelayanan publik dan penegakan hukum bagi masyarakat pencari keadilan khususnya yang beragama Islam.
Dengan akan disahkannya Rancangan Undang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Bangka Belitung, Provinsi Banten, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Maluku Utara, Fraksi Partai Amanat Nasional perlu menyampaikan beberapa catatan sebagai berikut :
Pertama,
pengesahan RUU ini harus ditindaklanjuti dengan upaya yang serius dan berkesinambungan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi seluruh Hakim, Panitera, dan staf pendukung lainnya agar integritas,2
moralitas, wawasan, profesionalisme dan keterampilannya papat mendukung kelancaran tugasnya ..
Kedua, salah satu kunci keberhasilan dalam pembentukan institusi baru adalah kesamaan persepsi di kalangan masyarakat, birokrasi, politisi dan lembaga legislatif, oleh karenanya kami menegaskan agar pembentukan Pengadilan Tinggi Agama harus diikuti dengan sosialisasi yang intensif terhadap semua komponen masyarakat sehingga tumbuh pandangan yang sama dan sekaligus mendukung keberadaan dan pemberdayaan lembaga tersebut.
Ketiga, materi penting dari keempat Rancangan Undang-undang ini adalah proses peralihan perkara. Kami menegaskan agar proses peralihan ini dilakukan sebaik mungkin dan tidak mengganggu proses peradilan serta tidak merugikan masyarakat pencari keadilan.
Sidang Dewan Yang Kami Hormati,
Berdasarkan beberapa catatan di atas, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim Frak.si Partai Amanat Nasional MENYETUJUI Rancangan Undang-Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Efanten, Provinsi Gorontalo, dan Provinsi Maluku Utara disahkan menjadi UNDANG-UNDANG.
Billahit taufiq wal hidayah.
Wassalamu'afaikum warahmatuflahi wabarakatuh.
3
FRAKSI KEBANGKITAN BANGSA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA SEKRETARIAT : GEDUNG MPR I DPR·RI, NUSANTARA I LANTAI XVII KAMAR 1 709
JL. JEND. GATOT SUBROTO, JAKARTA 10270
TELP. 021 - 575 5623 - 575 5625 - 575 5626 - 575 5627 - 575 5628 FAX. 021 - 575 5614 - 575 5624 E-MAIL: [email protected]
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI KEBANGKITAN BANGSA DPR RI TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA
MALUKU UTARA, BANTEN, GORONTALO, DAN BANGKA BELITUNG
Disampalkan oleh juru bicara F-KB DPR RI: Ors. H. MufitlA. Busyairi, M.PdAnggota Nomor: A-195
=============~===========================================
Assalamu' alaikm warahmatullahi wabarakatuh
Saudara Pimpinan, Saudara Menteri Kehakiman dan HAM Saudara-saudara anggota Dewan, dan hadirin yang terhormat,
Dengan didahului memuji syukur kehadirat.Allah SWT, serta sholawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rosulillah, Perkenankanlah kami yang mewakili Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR-RI menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi atas 4 RUU tentang pembentukan Pengadilan Tinggi Agama (Banten, Bangka Blitung, Gorontalo dan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara). Selanjutnya kami sampaikan ucapan terima kasih kepada saudara Pimpinan Rapat atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk menyampaikan pendapat Fraksi atas RUU ini.
Saudara Pimpinan Rapat dan hadirin yang terhormat,
Terlebih dahulu FKB menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang dalam kepada angota Dewan dan pemerintah dan masyarakat luas yang telah melakukan kerja sama dan sungguh-sungguh selama pembahasan empat RUU ini, sehingga pada hari ini tanggal 20 September 2005 empat RUU ini dapat dirampungkan dan akan kita sahkan menjadi Undang-undang.
1
. I
i- "
: i
Fraksi kami berpendapat bahwa RUU ini adalah sebagai tindak lanjut atau konsekwensi logis dari dilakukannya pemekaran wilayah terhadap empat daerah tersebut dan sejak tahun 2004 RUU ini telah di bahas di DPR. Sedangkan perubahan status ke empat daerah menjadi propinsi sudah tergolong cukup lama, namun belum mampu dibarengi dengan melakukan pelimpahan kewenangan yang seharusnya menjadi haknya, termasuk pengalihan Pengadilan Tinggi Agama, hal ini karena belum adanya payung hukum yang dapat dijadikan pijakan untuk melakukan pelimpahan kewenangan.
Dari awal dibentuknya propms1 tersebut Fraksi kami sudah menyampaikan bahwa perubahan status bukan sesuatu yang sudah final, artinya dengan perubahan status masih banyak tugas atau PR yang harus dikerjakan oleh daerah tersebut agar benar-benar mampu menjadi daerah yang otonom dan mandiri, yang tidak lagi menggantungkan pemerintah pusat, termasuk mandiri dalam sektor pelayanan hukum.
Setelah melakukan perubahan status menjadi propinsi, berbagai tantangan dan kendala banyak menghadang, banyak kelemahan dan kekurangan, baik dari sisi manajemen pemerintahan, infrastruktur, SOM terutama pelayanan kepada masyarakat, hal in i tidak terlepas dari adanya keterbatasan perangkat yang ada serta harus diakui masih rendahnya profesionalisme aparatur pemedntahan daerah (eksekutif, legislative dan yudikatif), baik dalam manajerial dan teknis pemerintahan dalam hal pelayanan kepada masyarakat.
Untuk itu, FKB menyambut posistif adanya RUU ini sebagai wujud dari pada melakukan pemenuhan tuntutan masyarakat yang menghadaki adanya peningkatan pelayanan di bidang hukum untuk mewujudkan tata peradilan yang sederhana, cepat dan biaya yang ringan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat dengan membentuk pengadilan tinggi dimasing-masing propinsi tersebut. Namun demikian, harapan fraksi kami dalam melakukan pelimpahan kewenangan ini dari pemerintah propinsi ke propinsi yang baru harus di lakukan dengan prinsip kehati-hatian, terlebih maslah pengadilan tinggi, hal ini penting agar dalam pelimpahan tersebut tidak menjadi masalah di masa yang akan datang.
2
'.' j'
I
: ,
Fraksi kami juga mengharapkan agar keinginan adanya undang-undang ini tidak hanya sebagai kepentingan sesaat, kelompok atau golongan . tertentu, akan tetapi sebagai tuntutan mendesak dari masyarakat yang ' menghendaki dan membutuhkan pelayanan pemerataan dan
·· kesempatan memperoleh keadilan hukum melalui pembangunan perangkat peradilan.
Saudara Pimpinan Rapat dan hadirin yang terhormat,
Menurut Fraksi kami, dengan adanya Undang-undang ini, mudah- mudahan dapat mencegah dan mengurai benang kusut persoalan hukum (Pengadilan Agama) yang selama ini banyak di keluhkan oleh masyarakat di 4 daerah tersebut. Kehadiran institusi peradilan mampu sebagai sarana untuk mewujudkan rasa aman dan mampu memberikan kepastian hukum dalam rangka memperkuat posisi pembentukan propinsi baru ini dengan menjunjung tinggi prinsip pelayanan peradilan yang cepat dah terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Namun demikian, dengan disahkannya atas RUU ini perlu segera diikuti dengan beberapa langkah strategis dan mendasar guna mengefektifkan dan mengoptimalkan kinerja dan pelayanan Pengadilan Tinggi Agama, meliputi konsolidasi antar lembaga Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama di wilayah sekitarnya guna memastikan tidak terjadinya konflik kelembagaan yang menyangkut pembagian daerah hukum, manajemen kepegawaian dengan sedapat mungkin menghindari konflik kepentingan yang justru dapat menodai asas professionalisme, transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, Proses pelimpahan perkara juga harus dilakukan secara cermat dan cepat guna mengefektifkan proses transisi dan penguatan institusi baru ini.
Sedangkan kepada pemerintah Fraksi kami mengharapkan agar segera rnelakukan pengundangannya, agar undang-undang m1 segera
mendapatkan kepastian hukurn sebagai peraturan perundangan yang mengatur tentang Pengadilan Tinggi Agama di empat daerah tersebut, dan menindaklanjuti substansi dalam undang-undang ini yang menyangkut aturan-aturan yang perlu diterbitkan, sehingga Undang- undang ini segera dapat di operasionalisasikan.
3
t ·,
l
Sebagai propin·si b'~ru,. menurut Fraksi kami apabila dipandang perlu segera melakukan sosialisasi atas Undang-undqng
1n1kepada · masyarakat luas, agar masyarakat mengetahui, mengerti atau memahami subtansi atas Undang-undang ini, yang dapat melibatkan pemerintah, LSM, akademisi dan masyarakat luas.
Saudara Pimpinan rapat, Saudara Menteri Kehakiman dan HAM Saudara-saudara anggota Dewan, dan hadirin yang terhormat,
Demikian Pendapat Akhir Fraksi Kebangkitan Bangsa atas Rancangan Unadang-undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara, Banten, Gorontalo, dan Bangka Blitung, dengan mempertimbangkan proses pembahasan yang sudah kita laksanakan, maka dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, FKB DPR RI menyetujui RUU ini ditetapkan dan disahkan menjadi Undang-undang dalam sidang paripurna DPR RI ini. Semoga Allah meridhoi dan memberikan kemudahan pada kita semua. Amien. Terima kasih atas perhatiannya, dan mohon maaf atas segala kurang dan lebihnya.
Wallahul muwafiq ila aqwamith tharieq
Wassalamu'alaikum warahmatull ahi waba.rakatuh ·
· .. ·.
4
Jakarta, 20 September 2005
*(,' ,_,,,,
Ir. H.A. HELMY FAISAL ZAINI Sekretaris
' .
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI KEADILAN SEJAHTERA DPR RI TENTANG
..~.. '- I :~~
. ' '
[ , :,,·
..,'I ''(
_...;,,.' \1.1 ~-~
5.:'.JJ\rlTfa?A
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA PROPINSI BANfEN, PROPINSI BANGKA BELITUNG, PROPINSI GORONTALO,
DAN PROPINSI MALUKU UTARA
Disampaikan oleh : Drs. H. Almuzammil Yusuf
No Anggota A-249Dibacakan pada Rapat Paripurna DPR-RI Selasa, 20 September 2005
Telah kita ketahui bersama bahwa masyarakat Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Banten dan Gorontalo adalah Propinsi baru, yang
masing-m~singmembutuhkan bahkan berkeharusan untuk melengkapi institusi dan instansi maupun perangkat pemerintahan yang diamanatkan
ole~peraturan perundang-undangan, diantaranya pembentukan Pengadilan Tinggi Agama ..
Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama pada propinsi-propinsi tersebut diperlukan guna meningkatkan pelayanan hukum dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh keadilan dan tercapainya penyelesfiian perkara dengari sederhana, cepat, dan murah di daerah hukum pengadilan
ag~adi seluruh wilayah masing-masing propinsi terse but.
Pimpinan dan Anggota Dewan yang terhormat, serta hadirin yang berbahagia.
Setelah melalui serangkaian pembahasan mendalam, baik pembahasan itu diselenggarakan di tingkat Komisi maupun Panja dalam rangka penuntasan RUU Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Banten, dan Gorontalo, dan telah mengakomodasi aspirasi-aspirasi yang berkembang di masyarakat, maka dengan bertawakal kepada Allah SWf, seraya mengucap Bismillahirrahmanirahim, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia MENYEfUJUI RUU Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Propinsi Maluku Utara, Propinsi Banten dan Propinsi Gorontalo untuk disahkan menjadi Undang Undang.
2
Demikian pendapat akhir Fraksi PKS terhadap RUU Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Banten, dan Gorontalo. Semoga dengan lahirnya Undang Undang Pembentukan Pengadilan Tinggl Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Banten, dan Gorontalo dapat menjadi landasan bagi seluruh masyarakat untuk mencari keadilan yang seutuhnya, sebagaimaha amanat suci Al-Quran "... Berbuat adillah, karena adil itu lebih dekat pada sikap taqwa" (QS. 5:8). Selanjutnya kami menegaskan kepada pemerintah agar batas waktu pembentukan Pengadila,n Tinggi Agama Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maluku Utara, Banten, dan · Gorontalo sebagaimana ditetapkan di dalam Undang Undang
inidapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Kepada semua pihak Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR-RI menyampaikan ucapru:i terima kasih dan penghargaan atas perhatian dan kerjasama yang diberikan.
Billahi tauji.q wal hidayah
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
IR. UNTUNG W.AHONO,
M.SI
No.Angg. :
A-259Jakarta, 16 Sya'ban 1426 H
20September
20053
I '
FJ{A:l(SI lllN'TANG Pl~L()P()ll llEM()l(l~ASI
DE\VAN Pl~l{WAKILAN RAKYAT HEl'UBLIK INUONESIA SEKRET/\Rli\T: Gedung Nusanlma I Lantai 21 Ruang 21.25
JL Jcnderal Gatot Subroto, Scnayan - Jakarta I 0270 'fr 021 - 57558q8, 5755858 Fax. 02 I - 5755859
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI BINTANG PELOPOR DEMOKRASI TERHADAP
4 (EMPAT) RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENTANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA GORONTALO;
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGG.I AGAMA BANTEN;
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MALUKU UT ARA;
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI BANGKA BELITUNG ---
Disampaikan oleh: · H. NUR SYAMSI NURLAN, SE
Anggota No.A-03
Pad a
RAPAT PARIPURNA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Jakarta, 20 September 2005
' ' i
:(,I
i
' :
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI BINTANG PELOPOR DEMOK.RASI TERHADAP
4 (EMPAT) RANCANGAN UNDANG - UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA GORONTALO;
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA BANTEN;
PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA MALUKU UT
ARA;PEMBENTUKAN PENGAQILAN TINGGI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG.
Disampaikan oleh:
Nur Syamsi Nurlan, S.H. -Anggota No. A-03
Bismillahirrahmanirrahim Assalamu' alaikum Wr. Wb
Pimpinan Sidang, para Anggota Dewan yang terhormat.
Yang mewakili Pemerintah yang kami hormati.
Alhamdulillah, puji dan syukur kita haturkan hanya ke hadirat Allah SWT., Yang Maha Esa, Maha Pengasih dan Penyayang yang telah melimpahkan karunia-NY A kepada bangsa Indonesia sehingga selalu dalam lindungan-Nya. Semoga kita semua, khususnya yang hadir dalam Sidang Dewan yang terhormat ini senantiasa diridhai dan dirahmati oleh AIIah SWT. dalam melaksanakan tugas-tugas yang diamanahkan kepada kita untuk membangun pranata hukum yang menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang lebih baik di masa depan. Amin.
I~
- - - - - - -
,,
J, f'•
'; I I
' I.
Yth. Sdr. Pimpinan Sidang dan Para Anggota Dewan;
Para Hadirin yang kami muliakan.
Mencermati rumusan akhir dari 4 (empat) Rancangan Undang- Undang tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo;
Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten; Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara; dan Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka B~litung, maka perkenankan kami atas nama seluruh anggota Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi dalam Rapat Paripurna ini menyampaikan Pendapat Akhir Fraksi kamisebagai berikut : Pertama, Pengadilan Tinggi Agama merupakan badan peradilan dalam lingkungan peradilan agama, di samping peradilan umum, peradilan militer clan peradilan tata usaha negara, sebagaimana diatur dalam Bab IX Pasal 24 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia 1945 clan
UU
No.7
tahun1989
tentang Peradilan Agama. Karena itu, pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Banten, Maluku Utara dan Kepulauan Bangka Belitung memiliki makna yang strategis untuk membangun sistem hukum yang menjamin kepastian hukum dan penegakan hukum dalam kehidupan bermasyarakat - berbangsa dan bernegara dalam rangka penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan Negara yang berdasarkan hukum. Sebagaimana termaktub dalam Pasal I (3) UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 yang menegaskan Indonesia adalah negara hukum. Sebagai salah satu ciri negara hukum adalah tegaknya supremasi hukum dan equality before the law.Kedua, pada dasarnya sistem hukum nasional kita terbentuk atau dipengaruhi oleh tiga sub-sistem hukum yaitu hukum barat, hukum adat dan hukum Islam serta hukum kontemporer Iainnya. Karena itu, kehadiran badan peradilan yang memiliki kompetensi melakukan
2~
pcmeriksaan perkara tertentu berdasarkan hukum Islam -semacam
Pengadilan Tinggi Agama- merupakan realita yang tak terbantahkan dan menjadi tempat 1bagi masyarakat untuk mendapatkan jaminan kepastian hukum dan keadilan hukum, khususnya rakyat yang beragama Islam dalam wilayah kerja Pengadilan Tinggi Agama yang hendak dibentuk tersebut.
Sejarah telah membuktikan sejak berdirinya Peradilan Agama tahun 1882, bukum Islam. telah diberlakukan dan dipergunakan dalam memutus perkara-perkara di kalangan ummat Islam, baik perdata maupun pidana, dengan hakim beragama Islam. Hal ini menjadi kebijakan (politik hukum) pemerintahan Hindia Belanda, yang didukung oleh teori receptio in complexunya Willam Lodewijk van Denberg. Teori tersebut dengan tegas menyatakan bahwa, bagi pribumi berlaku hukum agamanya, - god dientige wetten, -. Namun, politik hukum pemerintah Hindia Belanda itu berubah setelah Christian Snock Hugronje menjadi advisor pemerintah Hindia Belanda, di mana dengan toeri receptienya dia menyatakan hukum adat lah yang berlaku bagi penduduk pribumi, hukum Islam baru berlaku bilamana telah diresepsi/diterima oleh hukum adat. Snock Hugronje dibantu oleh Tet Haar dan Van Vollen Hopen dalam mengembangkan adat menjadi hukum adat. Ini pun menjadi kebijakan /politik hukum pemerintah Hindia Belanda. Hukum Islam mulai dipinggirkan, hanya diberlakukan sebatas hukum keluarga saja. Pengaruh teori receptie sampai saat ini masih terasa, dan terlihat di permukaan bilamana issu tentang hukum Islam/syariat Islam muncul ke permukaan. Pada hal penduduk negeri ini mayoritas beragarna Islam, kebebasan beribadah telah diatur dalam UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28 ~
" dan Pasal 29. Menegakkan hukum Islam adalah bagian ibadah bagi ummat Islam
!
3
•.i,1
Ketiga,
merujuk butir kesatu dan kedua tersebut perlu Kami tegaskan disini arti pentingnya komitmen Pemerintah untuk merealisasikan pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo, Banten, Maluku Utara dan Kepulauan Bangka Bclitung sesuai dengan jangka waktu yang dirumuskan dalam rumusan akhir dalam 4 (em pat) RUU ini yaitu 3 April tahun 2006, agar ada kepastian hukum bagi pencarikeadilan dan supaya tidak terjadi kevakuman hukum serta segera
~
terujudnya pe.radilan yang cepat, mur.ah dan sedcrhana. Dan· fraksi kami
v
afh6~n ~ berharap segeramenyusul~iga
Pengadilan Tinggi Agama lagi, bagif
daerah yang baru dimekarkan, yaitu Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Riau, Pengadilan Tinggi Agama Sulawesi Barat dan Pengadilan Tinggi Agama Irian J aya Barat.
Ytb. Sdr. Pimpinan Sidang dan Rekan - rckan Anggota Dewan;
Para Hadirin yang kami muliakan
Memahami makna strategis keberadaan peradilan agama sebagai salah satu badan peradilan dalam penyelenggaraan kekuasaan kehakiman yang bebas dan mandiri dalam melakukan pemeriksaan dan memutuskan perkara yang termasuk dalam kornpetensi peradilan agama, maka dengan tidak Iupa mengucapkan terima kasih kepada segenap
A"!:g6ta
PEtrtstts~ Anggota Panja serta mitra ke1ja yang telah membahas materi Rancangan Undang-undang ini secara bersama-sama dengan intensif-
dan konstruktif, dan dengan mengucapkan
.. Bismillalzirralzmanirraltim
Fraksi kami menyetujui"4 (empat)
~ncangan Undang-undang tentang Pembe11tuka11 Pengadilan Tinggi
rL
ma Gorontalo; Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Hanten;
r
4
l. '
',. ~·
Pembentukan Pe11gadila11 Tinggi Agama Maluku Utara; dan Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Kepulauan Bangka Belitung"
ini disahkan menjadi Undang-Undang.
Billaltitaufiq wal ltidayalt Wassalamu'alaikum wr. wb.
Jakarta, 20 September 2005
PIMP IN AN
FRAKSI BINTANG PELOPOR DEMOKRASI DPR-RI
Ketua,
ttd. ttd.
5
) I
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI TERHADAP
1. RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Banten
2. RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Bangka Belitung 3. RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Gorontalo
4. RUU te.ntang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama Maluku Utara
JAKARTA, 20 SEPTEMBER 2005
PENDAPAT AKHIR
FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI TERHADAP
4 (EMPAT) RUU TENTANG PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA (BANTEN, BANGKA BELITUNG, GORONTALO, MALUKU UTARA) Disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR-RI
Tanggal : 20 September 2005 Juru Bicara : Hj. Zulhizwar, S.Psi Nomor Anggota : A-289
Assalamu'alaikum Warrahmatul/ahi Wabarakatuh Salam sejahte_ra bagi kita semua
Saudara Pimpinan yang kami hormati, Para anggota Dewan yang terhormat,
Dalam kesempatan yang berbahagia ini marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua, sehingga pada hari ini kita dapat menghadiri Rapat Paripurna Dewan yang akan membahas beberapa agenda di bidang legislasi. Salah satu agenda yang kita bahas hari ini adalah pengambilan keputusan terhadap 4 (empat) RUU tentang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama (Banten, Bangka Belitung, Gorontalo, Maluku Utara).
Sebagaimana kita ketahui bersama, keempat provinsi di atas ada\ah provinsi hasil pemekaran yang relatif masih berusia muda. Keempat provinsi hasil pemekaran tersebut, saat ini telah semakin berkembang sehingga menuntut adanya peningkatan pelayanan hukum melalui pengembangan perangkat peradilan, khususnya di bidang peradilan agama.
Sebelum ini, DPR RI telah menyetujui 4 RUU yang menjadi payung hukum
bagi pembentukan pengadilan tinggi di Banten, Bangka Belitung, Gorontalo, dan
Maluku Utara. Namun, payung hukum tersebut hanya berlaku untuk iingkungan
pengadilan hukum, belum mencakup pengadilan agama. Karena itu, perlu segera
dibuatkan payung hukum untuk pembentukan pengadilan tinggi agama di keempat
provinsi baru tersebut. Atas dasar pertimbangan tersebut, tidak ada alasan bagi DPR RI untuk tidak segera menyetujui keempat RUU ini.
Setelah mempelajari dan mempertimbangkan materi yang terkandung dalam keempat RUU ini, Fraksi Partai Bintang Reformasi Menyetujui 4 (EMPAT) RUU
·i '
TENT ANG PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA (PENGADILAN , · TINGGI AGAMA BANTEN, PENGADILAN TINGGI AGAMA BANGKA BELITUNG, PENGADILAN TINGGI AGAMA GORONTALO, PENGADILAN TINGGI AGAMA MALUKU UTARA) UNTUK MENJADI UNDANG-UNDANG
Fraksi. Partai Bintang Reformasi berharap agar semua instansi terkait, terutama Pemerintah Daerah, memberikan dukungan bagi penyiapan semua sarana dan prasarana (termasuk SOM) yang diperlukan untuk mempercepat pembentukan Pengadilan Tinggi Agama yang akan berkedudukan di ibukota keempat provinsi tersebut.
Demikianlah pendapat dari Fraksi Partai Bintang Reformasi. Semoga Allah SWT meridhoi amal ibadah kita dan senantiasa melimpahkan rahmat-NYA yang tiada terbatas.
Billahit Taufik Walhidayah, Wassa/amu'alaikum Wr. Wb
PIMPINAN FRAKSI PARTAI BINTANG REFORMASI DEWAN PERWAKILAN RAKYAT RI
Bursah Zarnubi, SE I A-292 Ketua
'~ t ·~(.<i ~·/.
;
~L>Y'FRAKSIPARTAIDAMAISEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Sekretariat : MPR f OPR • RI, NUSANTARA I, LANTAI XXll, RUANG 2225.3 JL. JENO. GATOT SUBROTO, SENAYAN JAKARTA 10270
TELPON(021)5755993
PENDAPAT DAN
PENGAMBILAN KEPUTUSAN FRAKSI PARTAI DAMA! SEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT R.I TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBEN.TUKAN
PENGADIL"tt.!J.~~IAGAMA DI EMPAT PROVINS! : BANTEN;VBANGKA BELITUNG,
GORONTALO DAN MALUKU UTARA,
JAKARTA, 20 SEPTEMBER 2005
' . · ' .>,
··i 'i
j
FRAKSIPARTAIDAMAISEJAHTERA
DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA
Sekretariat : MPR I DPR - RI, NUSANTARA I, LANTAI XXll, RUANG 2225.3 Jl. JENO. GATOT SUBROTO, SENAYAN JAKARTA 10270
TELPON (021) 5755993
PENDAPAT
FRAKSI PARTAI DAMA! SEJAHTERA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
R.I.
TERHADAP
RANCANGAN UNDANG-UNDANG TENT ANG
PEMBENTUKAN PENGADI~t!ifINGGI AGAMA DI PROVINS!
GORONTALO~VBANGKA
BELITUNG,. MALUKU ()TARA, BANTEN
· ''ampaikan Oleh ntorAnggota
: St. Drs. Jansen Hutasoit, SE. MM.
: A-410
"Salam Damai Sejahtera, Sya/oom"
. pinan dan Anggota DPR-RI yang terhormat,
·:nteri Hukum dan HAM R.I yang kami hormati, '
lam kesempatan yang berbahagia ini, pertama-tama marilah kita bersama-sama 'nyampaikan puji dan syukur ke Hadirat Tuhan Yang maha Kuasa, karena atas kasih dan .unia-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul kembali dalam Rapat Paripurna Dewan 'rwakilan Rakyat Republik Indonesia
rpinan DPR-RI, Bapak Menteri, dan
rterta rapat paripurna DPR-RI yang kami hormati
\kenaan dengan akan dibentuknya Pengadilan Tinggi Agama di empat propinsi, maka
·kanlah saya dalam kesempatan ini menyampaikan pendapat fraksi yaitu :
Bahwa RqJ;lf~~.Q~llJJndang-undang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama di Propinsi
Gorontatd,~BangRavl:folitung,
Maluku Utara· dan Banten telah melalui pembahasan yang mendalam di Komisi III DPR-RI, dan fraksi Partai Damai Sejahtera DPR-RI melalui wakilnya di Komisi III telah menyetujui materi dari pada Rancangan Undang-Undang Pembentukan Pengadilan Tinggi Agama tersebut bersama Pemerintah.Dikaji dari segi administrasi, Pengadilan Tinggi Agama di propinsi memang sudah selayaknya didirikan untuk menyesuaikan dengan kondisi daerah pemekaran yang sekarang ini sudah menjadi propinsi.
. 3. Ditinjau dari segi anggaran bahwa pendirian sebuah Pengadilan Tinggi Agama haruslah disesuaikan dengan program anggaran keuangan Negara, dan program tahunan Mahkamah Agung. Berkaitan dengan hal itu perlu dikaji hal-hal pokok secara komprehensif dan membuat skala prioritas bagi propinsi tersebut diatas, misalnya :
a. Berapa besar anggaran yang harus disediakan untuk pembangunan setiap Pengadilan Tinggi Agama pada propinsi tersebut diatas.
b. Menguji tingkat efektivitas dan efisiensi Pengadilan Tinggi Agama dengan menghitung kembali berapa prosentase kasus-kasus yang dilimpahkan dari Pengadilan Negeri Agama ke Pengadilan Tinggi Agama pada daerah yang dimaksud. Hal ini dibutuhkan sebagai indikator untuk menguji seberapa jauh manfaat (benefit cosf) yang bisa didapat dengan adanya PTA ini.
Pimpinan DPR-RI, Anggota DPR-RI, Bapak Men~tri tZ. dan
.. Peserta Rapat Paripurna DPR-RI yang kami hormati
Mengacu kepada isi dari materi Rancangan Undang-U~cta9g. !~tang PEMBENTUKAN PENGADILAN TINGGI AGAMA DI PROPINSI GORONTALO,\lf3A'f\Jl;kA BELITUNG, MALUKU '. UTARA, BANTEN diatas maka Fraksi Partai Damai Sejahtera berpendapat dan memutuskan untuk menyetujui RUU tersebut segera disahkan menjadi Undang-
·• Undang. Dan semoga Undang-Undang tersebut akan bermanfaat sepenuhnya bagi , seluruh rakyat dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
! Demikian pandangan dan pendapat Fraksi Partai Damai Sejahtera DPR-RI ini kami sampaikan, semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberkahi kita semua.
Damai Negeriku, Sejahtera Bangsaku,
Jakarta, 20 September 2005
PIM PI NAN
FRAKSI PARTAI DAMAI SEJAHTERA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT R.I
~F.PDS/PTA-BABEL,BANTEN, MAWT & GORONTALO
'.1 ..