1. Risiko Terkait Kegiatan Usaha Perseroan
a. Risiko terkait strategi inovasi dan pengembangan produk
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah melalui inovasi dan pengembangan produk merupakan urat nadi Perseroan, dimana Perseroan memiliki satu departemen yang terdiri dari lebih dari 100 karyawan dari berbagai profesi, seperti biologis, food engineer, chemist, dan profesi terkait lainnya yang khusus untuk melakukan riset dan pengembangan produk baru.
b. Risiko ketidakberhasilan dalam mempromosikan merek-merek produk
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa memegang prinsip kehati-hatian dan perencanaan yang matang dalam melakukan promosi merek-merek produk Perseroan. Sebelum
melakukan promosi, Perseroan akan melakukan pemeriksaan secara matang terhadap selera konsumen.
c. Risiko ketidakmampuan mengendalikan jaringan distribusi
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menetapkan prasyarat yang cukup ketat dalam perekrutan jaringan distribusi yang baru sehingga dapat menurunkan risiko ketidakmampuan dalam mengendalikan jaringan distribusi.
d. Risiko dalam usaha memperluas jaringan distribusi
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan lebih fokus memperluas jaringan distribusi Entitas Anak sehingga risikonya dapat lebih terukur, serta memperkuat jaringan-jaringan distribusi yang telah dimiliki.
e. Risiko keterlambatanan pengiriman barang, baik oleh Perseroan maupun oleh penyedia jasa logistic pihak ketiga
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan melakukan pencadangan waktu untuk jadwal pengiriman sehingga risiko keterlambatan pengiriman barang dapat dihindari.
f. Risiko sehubungan dengan pembentukan perusahaan patungan dengan Malee, Wah Kong, dan VSCP Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menjalin hubungan yang baik dengan Malee, Wah Kong, dan VSCP, sehingga sampai saat ini risiko sehubungan dengan pembentukan perusahaan patungan tersebut dapat dikendalikan.
g. Risiko terkait dengan pasokan dan kenaikan harga bahan baku
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan memiliki lebih dari satu pemasok untuk satu bahan baku untuk memastikan pasokan bahan baku dapat terpenuhi dengan baik. Perseroan juga kerap
melakukan negosiasi terhadap harga bahan baku. Risiko kenaikan harga bahan baku dihadapi oleh semua perusahaan di industri sejenis sehingga apabila memang terjadi kenaikan harga, maka semua pelaku akan mengalami hal yang sama dan salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan menaikkan harga jual.
h. Risiko kegagalan mempertahankan sertifikasi halal
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menerapkan sistem manajemen terpadu yang
disusun, diterapkan dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, SDM dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal, sesuai dengan persyaratan LPPOM MUI.
Perseroan akan mempertahankan sertifikat halal dengan memastikan sistem jaminan halal tetap berjalan dengan baik dan sertifikasi halal diperpanjang sesuai dengan jatuh temponya.
i. Risiko kegagalan mempertahankan sertifikasi ISO
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menerapkan standar internasional dalam sebuah sistem manajemen untuk mengukur kredibilitas dan mutu organisasi agar dapat bersaing secara global.
Perseroan akan mempertahankan sertifikasi ISO tersebut dengan memenuhi seluruh kriteria yang ditetapkan pada standar tersebut dengan baik dan diperpanjang tepat waktu.
j. Risiko ketidakmampuan mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan yang telah dicapai di masa mendatang
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa melakukan inovasi dengan peluncuran produk-produk baru, melakukan ekspansi jaringan distribusi dan menaikkan nilai ekuitas merek-merek Perseroan dengan konsisten melakukan promosi untuk mempertahankan dan meningkatkan
pertumbuhan di masa mendatang.
k. Risiko ketergantungan terhadap perjanjian lisensi dari produk bermerek
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa melakukan peluncuran produk-produk baru dan melakukan promosi atas merek-merek Perseroan, sehingga mengurangi ketergantungan Perseroan terhadap perjanjian lisensi dari produk bermerek.
l. Risiko persaingan usaha yang ketat
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan secara jeli melihat peluang-peluang untuk meningkatkan pertumbuhan di masa mendatang.
m. Risiko hilangnya hak kekayaan intelektual (HAKI)
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa memastikan HAKI terdaftar pada instansi terkait secara terus menerus dan mendaftarkan HAKI baru jika ada.
n. Risiko terhadap publikasi negatif dan/atau tuntutanatas keamanan dari produk barang konsumen Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah denganmenaruh perhatian khusus terhadap kualitas dari produk dan memastikan produk Perseroan dapatberedar sesuai dengan syarat dan ketentuan yangtelah ditetapkan oleh regulator dan badan terkait.
o. Risiko ketidakmampuan memenuhi peraturan/ perubahan peraturan
Upaya mitigasi risiko tersebut adalah dengan selalu berusaha mengikuti perubahan peraturan terkini yang berkaitan dengan bisnis dan industri Perseroan dengan ikut partisipasi dalam seminar, diskusi dengan profesional, dan mengumpulkan informasi-informasi dari berbagai jenis media.
p. Risiko kerusakan fasilitas produksi dan operasional lainnya
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa melakukan perawatan dan pemeliharaan terhadap fasilitas produksi dan operasional Perseroan.
q. Risiko terkait pertanggungan asuransi yang terbatas
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa melakukan pertanggungan asuransi terhadap aset-aset Perseroan dan melakukan kegiatan preventif untuk menghindari terjadinya hal-hal yang dapat menurunkan nilai aset Perseroan.
r. Risiko pengendalian mutu terhadap bahan baku dan barang jadi
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan melakukan proses pengujian terhadap sejumlah bahan baku dan barang jadi sesuai dengan standar dan kriteria yang telah ditetapkan, sehingga mutu dari setiap bahan baku dan barang jadi terjamin.
s. Risiko terkait kegagalan sistem teknologi informasi
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa melakukan back up untuk memproteksi terjadinya kegagalan sistem teknologi informasi.
t. Risiko ketergantungan pada karyawan kunci
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan melakukan pelatihan terhadap karyawan- karyawan dan rotasi pekerjaan untuk mengurangi ketergantungan pada karyawan tertentu.
Perseroan juga melakukan sistem Management Trainee, Talent Management, dan Sales
Academy untuk melatih karyawan-karyawan yang berpotensi agar siap ditempatkan pada posisi- posisi yang diperlukan.
u. Risiko terkait operasional distributor luar negeri
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menempatkan profesional yang berpengalaman di dalam bidangnya untuk menjalankan aktivitas-aktivitas tersebut.
v. Risiko keterbatasan sumber pendanaan sehubungan dengan ekspansi bisnis
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan melakukan penawaran umum perdana pada Bursa Efek Indonesia, sehingga Perseroan mendapatkan sumber pendanaan tidak hanya dari cara konvensional, yakni sebagian besar melalui perbankan, namun dapat juga mendapatkan sumber pendanaan melalui pasar modal. Selain itu, Perseroan juga akan selalu mempertimbangkan opsi- opsi lain yang tersedia di pasar modal yang dapat memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan.
w. Risiko tuntutan hukum
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan senantiasa berusaha mematuhi peraturan yang berlaku sehingga risiko tuntutan hukum dapat diminimalisir.
2. Risiko yang Berhubungan dengan Indonesia
a. Pasar domestik dan global memiliki risiko ketidakpastian bisnis yang besar yang dapat berdampak negatif terhadap bisnis Perseroan.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan melakukan perluasan portofolio produk serta diversifikasi bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi dan berkelanjutan sehingga akan berdampak positif bagi Perseroan.
b. Perseroan merupakan perusahaan padat karya sehingga peningkatan pada upah minimum dapa meningkatkan beban operasional Perseroan.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan menerapkan sistem otomasi (automation), berupa penggunaan mesin-mesin untuk menggantikan tenaga kerja yang dapat meningkatkan efisiensi serta efektifitas proses produksi Perseroan.
c. Kegiatan usaha Perseroan dapat mengalami dampakmerugikan yang disebabkan oleh gangguan pada infrastruktur Indonesia.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalahmemaksimalkan kinerja dari masing-masing jaringandistribusi yang dimiliki oleh Perseroan.
d. Polusi pada sumber air di Indonesia dapat memiliki dampak merugikan pada kemampuan Perseroan untuk memproduksi produk yang aman dan memiliki kualitas tinggi.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengan membangun dan mengoperasikan fasilitas pengolahan air (water treatment process) untuk digunakan dalam proses produksi, serta fasilitas
pengolahan limbah cair (waste water treatment process) sebagai hasil dari proses produksi pada masing- masing pabrik Perseroan, sehingga Perseroan dapat memproduksi produk yang aman dan memiliki kualitas tinggi.
e. Depresiasi nilai tukar Rupiah dapat memiliki dampakmerugikan pada bisnis, kondisi keuangan, hasil usahadan prospek Perseroan.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah denganmelakukan negosiasi dengan pihak pemasok, sepertipembelian bahan baku yang lebih banyak denganharga yang sama sebelum adanya depresiasi nilaitukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat yang
merupakan transaksi Perseroan yang tereksposdengan fluktuasi nilai tukar. Perseroan juga membelisebagian besar dari bahan baku dari pemasok lokaldengan menggunakan kurs Rupiah.
f. Aktivitas dan pemogokan buruh, atau kegagalandalam menjaga hubungan dengan buruh dapatmemiliki dampak merugikan pada kegiatan usahaPerseroan.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah dengansenantiasa mendengarkan aspirasi dari para buruhpabrik dengan melakukan sosialisasi, menerapkankebijakan yang menguntungkan bagi Perseroan danseluruh buruh yang bekerja untuk Perseroan sehingga
hubungan baik dapat terjalin.
g. Standar Akuntansi Indonesia berbeda dengan Standar Akuntansi di negara lain.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut adalah denganmelakukan harmonisasi pada masing-masing kantorrepresentatif di luar negara Indonesia agar sesuaidengan standar akuntansi yang berlaku di Indonesiayang sebagian besar sudah diadopsi dari standarakuntansi global.
3. Risiko Pasar
Risiko perubahan nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut antara lain dengan mengelola eksposur atas fluktuasi nilai tukar mata uang asing, menjaga eksposur berada pada tingkat yang dapat diterima dengan membeli mata uang asing yang akan dibutuhkan untuk mengatasi fluktuasi jangka pendek. Perseroan juga memonitor secara ketat fluktuasi suku bunga pasar dan ekspektasi pasar sehingga dapat mengambil langkah-langkah yang paling menguntungkan Perseroan secara tepat waktu. Namun, manajemen belum menganggap perlunya
melakukan swap suku bunga untuk saat ini.
4. Risiko Kredit
Risiko kredit terjadi bila pihak ketiga tidak dapat memenuhi liabilitasnya berdasarkan instrumen keuangan atau kontrak pelanggan sehigga terjadi kerugian keuangan.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut antara lain denga melaksanakan hubungan usaha dengan pihak-pihak yang diakui dan kredibel. Perseroan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan
secara kredit, yaitu melalui prosedur verifikasi kredit. Selain itu, melakukan pemantauan atas jumlah piutang secara terus menerus untuk mengurangi risiko penurunan nilai piutang.
5. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas terjadi bila Perseroan tidak dapat memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Upaya mitigasi terkait risiko tersebut antara lain dilakukan melalui evaluasi dan pengawasan yang ketat oleh manajemen terkait arus kas masuk dan kas keluar untuk memastikan tersedianya dana demi memenuhi kebutuhan pembayaran liabilitas yang jatuh tempo.