NAMA:SALSA ADELIA NIM:2250291055
9 -Mencari cara aplikasi komunikasi pada tingkat usia sesuai kelompok nya
Teknik komunikasi berdasarkan tingkat usia
faktor kematangan sangat mempengaruhi kemampuan individu dalam berkomunikasi 1. Kematangan ini di dukung oleh kesempurnaan indra
2. Kesempurnaan dan kematangan otak 3. Kematangan psikologi
Komunikasi dalaam berbagai tingkat usia di bagi dalam 6 tingkat , yaitu : 1.komunikasi pada bayi
2.komunikasi pada prasekola 3.komunikasi pada usia skola 4.komunikasi pada usia remaja 5.komunikasi pada usia dewasa 6.komunikasi pada usialansia 1. komunikasi pada bayi
Komunikasi pada bayi yang umumnyadapatdilakukan adalah dengan melalui gerakan- gerakan bayi, gerakan tersebut sebagai alat komunikasi yang efektif, di samping itu komunikasi pada bayi dapatdilakukan secara non verbal. Perkembangan komunikasi pada bayidapatdimulaidengan kemampuan bayi untuk melihat sesuatu yang menarik, ketika bayi digerakkan maka bayiakan berespons untuk mengeluarkan suara-suara bayi. Perkembangan komunikasi pada bayitersebutdapatdimulai pada usia minggu ke
delapandimana bayi sudahmampuuntuk melihatobjek ataucahaya,kemudian pada minggu kedua belas sudahmulaimelakukan tersenyum. Padausia keenam belas bayi sudah mulai menolehkan kepala pada suara yang asing bagi dirinyaPada pertengahan tahun pertama bayi sudah mulai mengucapkan kata-kata awal seperti ba-ba, da-da, dan lain-
lain. Pada bulan ke sepuluh bayi sudah bereaksi terhadap panggilanterhadap namanya, mampu melihat beberapa gambar yang terdapat dalam buku.Pada akhir tahun pertama bayi sudah mampu mengucapkan kata-kata yang spesifik antaradua atau tiga kata. Selain
melakukan komunikasi seperti di atas terdapat cara komunikasi yangefektif pada bayi yakni dengan cara menggunakan komunikasi non verbal dengan tehnik sentuhan seperti
mengusap, menggendong, memangku, dan lain-lain.
: perkembangan indra:
Penglihatan:
- penglihatan kabur -merespon cahaya Usia 3 bulan
kemampuan koordinasi mata meningkat,mampu melhat objek dengan jelas dalam
jarak relative jauh.Usia 4 bulan :bayi mampu mengenali objek dan mengikuti gerakannyaUsia 6 bulan: mampu mengidentifikasi warna
PENDENGARAN:
Hari ke 3-7 baru bisa mendengar ,dilihatdarireflek kedip,selanjutnya dapat membedakan suaraibu nya dengan suara org lain.usia 9 bulan :
-dapat membedakan kata- kata ,merespon perintah sederhana - perabaan
- kulit bayi sensitive ,peka untuk merasakan sentuhan WICARA
-Prespeech forms yaitu, menangis,merengek, gerak - gerik
-tangisan merupakan bentuk komunikasi yang digunakan untuk menunjukkan rasalapar ,haus,sakit,tidak nyaman dll
- bayi belajar menangis merupakan cara yang efektif untuk menarik perhatian
-komunikasi pada bayi dengan menggunakan suara sentuhan ,belaian dan ciuman.TUJUAN KOMUNIKASI
-memberi rasa aman kepada bayi
-memenuhi kebtuhan bayi akan kasih sayang
- melatih bayi mengembangkan bicara,mendengar dan menrima rangsanga 2. KOMUNIKASI USIA PRA SEKOLAH
Perkembangan komunikasi pada usia ini dapat ditunjukkan dengan perkembangan bahasaanak dengan kemampuan anak sudah mampu memahami kurang lebih sepuluh kata,pada tahunke dua sudah mampu 200-300 kata dan masih terdengan kata-kata ulangan.
Pada anak usia ini khususnya usia 3 tahun anak sudah mampu menguasai sembilan ratuskata dan banyak kata-kata yang digunakan seperti mengapa, apa, kapan dan
sebagainya.Komunikasi pada usia tersebut sifatnya sangat egosentris, rasa ingin tahunya sangat tinggi,inisiatifnya tinggi, kemampuan bahasanya mulai meningkat,mudahmerasa kecewa dan
rasa bersalah karena tuntutan tinggi, setiap komunikasi harus berpusat pada dirinya, takut te rhadapketidaktahuan dan perlu diingat bahwa pada usia ini anak masih belum fasih dalam berbicara (Behrman, 1996).
Pada usia ini cara berkomunikasi yang dapat dilakukan adalah dengan memberi tahu apayang terjadi pada dirinya, memberi kesempatan pada mereka untuk menyentuh alat pemeriksaanyang akan digunakan, menggunakan nada suara, bicara lambat, jika tidak dijawab harus diulanglebih jelas dengan pengarahan yang sederhana, hindarkan sikap mendesak untuk dijawab sepertikata-ka
ta “jawab dong”, mengalihkan aktivitas saat komunikasi, memberikan mainan saat komunikasi dengan maksud anak mudah diajak komunikasi dimana kita dalam
berkomunikasidengan anak sebaiknya mengatur jarak, adanya kesadaran diri dimana kita harus menghindarikonfrontasi langsung, duduk yang terlalu dekat dan berhadapan. Secara non verbal kita selalumemberi dorongan penerimaan dan persetujuan jika diperlukan, jangan sentuh anak tanpadisetujui dari anak, bersalaman dengan anak merupakan cara
untuk menghilangkan perasaancemas, menggambar, menulis atau bercerita dalam menggali perasaan dan fikiran anak si saatmelakukan komunikasiTujuan:
-melatih keterampilan penggunaan panca indra -melatih keterampilan kognitif psikomotor dan afektif
-sebagai bentuk pemblajaran dan permainan dalam melakukan dengan orang lain -mengembangkan konsep diri.
Merupakan unsur yang sangat penting untuk membangun efektifitas dalam proseskomunikasi. Menurut Egan tahun 1995 dikutip Kozier dan Erb tahun 1983 menyampaikan sikapkomunikasi merupakan sesuatu apa yang harus dilakukan dalam komunikasi baik secara verbalmaupun non verbal yang dapat meliputi :
1.Sikap berhadapanMerupakan bentuk sikap dimana seseorang langsung bertatap muka atau berhadapanlangsung dengan anak, sikap ini mempunyai arti bahwa komunikator siap berkomunikasi
2.Sikap mempertahankan kontak Bertujuan mengahargai klien dan mengatakan adanya keinginan untuk tetap berkomunikasi dengan cara selalu memperhatikan apa yang
diinformasikan ataudisampaikan dengan tidak melakukan kegiatan yang dapat mengalihkan perhatian denganlainnya
3.Sikap membungkuk ke arah pasien
Sikap ini merupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi yang menunjukkankeinginan untuk mengatakan atau mendengar sesuatu dengan cara membungkuk sedikitke arah klien.
4.Sikap terbukaMerupakan bentuk sikap dengan memberikan posisi kaki tidak melipat, tanganmenunjukkan keerbukaan untuk berkomunikasi yang dilakukan selama dalam proseskomunikasi.
5.Sikap tetap relaksMerupakan sikap yang menunjukkan keseimbangan antara ketegangan dan relaksasidalam memberi respon kepada klien selama komunikasi. Sikap ini diperlukan sehinggasaling memberikan berbagai informasi yang diharapkan tanpa adanya sebuah paksaan.
6.Gerakan matauntuk memberikan perhatian pada anak
7.Ekspresi mukamerupakan ekpresi nonverbal yang banyak dipengaruhi oleh budaya 8.SentuhanMerupakan cara interaksi yang mendasar karena dengan setuhan dapat memperhatikan perasaan menerima dan mengahargai. Sentuhan merupakan elemen penting dalam pembentukan ego, perasaan dan kemandirian. Sentuhan sangat penting
karena sebagaialat komunikasi dalam memperlihatkan kehangatan, kasih saying yang pada kemudianhari (dewasa) dapat mengembangakannya.Sikap Komunikasi Terapeutik
Merupakan cara berperilaku selama dalam komunikasi yang dapat memberikan dampak terapi psikologis, sehingga masalah-masalah psikologis anak dapat teratasi.
Terdiri dari :
1.Sikap kesejatianMerupakan sikap dalam pengiriman pesan pada anak menunjukkan tentang gambaran dirikita sebenarnya, sikap tersebut diantaranya; menghindari
membuka diri yang terlalu dinisampai dengan anak menunjukkan kesiapan untuk berespon positif terhadap keterbukaan,sikap kepercayaan yang digunakan untuk menumbuhkan rasa percaya kita dengan anak dan harus lebih terbuka, sikap menghindari membuka diri terlalu dini dalam rangka manipulasi, sikap dengan memberikan nasihat atau mempengaruhi anak untuk mendapatkan apa yang menjadi tujuan kita dalam komunikasi
2.Sikap empati Adalah cara menempatkan diri kita pada posisi anak dan orang tua yang dapatditunjukkan dengan mendengarkan apa yang disampaikan komunikan dengan maksud dimengerti, mengatakan pada diri komunikan kita mendengarkan apa
darinya,menyampaikan respon empati seperti kakuratan, kejelasan, kehangatan dan menunjukkanempati secara verbal
3.Sikap hormat Sikap yang menunjukkan adanya suatu keperdulian/perhatian, rasa suka dan mengahargaiklien. Dapat ditunjukkan dengan cara melihat ke arah klien saat komunikasi, memberikan perhatian yang tidak terbagi, mempertahankan kontak mata, senyum pada saat yang tepat, bergerak ke arah klien, sapaan saat komunikasi, jabat tangan atau sentuhan yang lembutdengan izin komunikan
4.Sikap KonkretBentuk sikap dengan menggunakan terminology yang spesifik dan bukan abstrak padasaat komunikasi dengan klien, dapat ditunjukkan dengan menggunakan hal yang nyataseperti menunjukkan pada hal yang nyata, melalui orang tua. dapat juga menggunakanalat bantu seperti gambar, mainan dan lain-lain.
Cara Komunikasi Dengan Anak
Beberapa cara yang dapat digunakan dalam berkomunikasi dengan anak antara lain:
1.Melalui orang lain atau pihak ketigaCara komunikasi ini pertama dilakukan oleh anak dalam menumbuhkan kepercayaan dirianak, dengan menghindari secara langsung berkomunikasi dan melibatkan orang tua yangduduk di sampingnya
2.BerceritaMelalui cara ini pesan yang ingin disampaikan kepada anak akan mudah diterima, tetapicerita yang disamapikan hendaknya sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan, yangdapat diekspresikan melalui tulisan dan gambar.
3.Memfasilitasi
Dalam memfasilitasi, kita harus mampu mengekspresikan perasaan dan tidak bolehdominan tetapi anak harus diberikan respon terhadap pesan yang disampaikan melaluimendengarkan
dengan penuh perhatian dan jangan merefleksikan ungkapan negativeyang menunjukkan kesan yang jelek buat anak.
4.BiblioterapiDengan pemberian buku atau majalah dapat digunakan untuk
mengekspresikan perasaan,dengan menceritakan isi buku yang sesuai dengan pesan yang disampaikan.
5.Meminta untuk menyebutkan keinginanHal ini penting untuk mengetahui keluhan anak dan keinginan tersebut dapatmenunjukkan perasaan dan fikiran pada saat itu
6.Pilihan pro dan KontraPenting untuk menentukan atau mengetahui perasaan dan fikiran anak, denganmengajukan pada situasi yang menunjukkan pilihan positif dan negative sesuai pendapatanak
7.Penggunaan SkalaPenggunaan skala atau peringkat dalam mengungkapkan perasaan sakit pada anak,seperti penggunaan perasaan nyeri, cemas, sedih dan lain-lain, dengan
menganjurkananak untuk mengekspresikan sakitnya
8.MenulisMelalui ini anak mengekspresikan dirinya baik pada keadaan sedih, marah atau lainnyadan biasanya banyak dilakukan pada anak yang jengkel, marah dan diam. Dilakukan jikaanak sudah mempunyai kemampuan untuk menulis.
9.Menggambar Seperti halnya menulis, dapat digunakan untuk mengekspresikan, perasaan jengkel marah bisanya dapat diungkapkan melalui gambar dan anak akan
mengungkapkannya apabilagambar yang ditulisnya ditanya tentang maksudnya.
10.Bermainsebagai alat yang efektif pada anak dalam membantu berkomunikasi. Melalui inihubungan interpersonal antara anak, perawat dan orang sekitarnya dapat terjalin dan pesan-pesan dapat disampaikan.
3. KOMUNIKASI PADA USIA SEKOLAH
Perkembangan komunikasi pada anak usia ini dapat dimulai dengan kemampuan anak mencetak, menggambar, membuat huruf atau tulisan yang besar dan apa yang dilaksanakan olehanak mencerminkan pikiran anak dan kemampuan anak membaca disini sudah muncul, pada usiake delapan anak sudah mampu membaca dan sudah mulai berfikir tentang kehidupan.Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia sekolah ini adalah tetap masihmemperhatikan tingkat kemampuan bahasa anak yaitu menggunakan kata-kata sederhana yangspesifik,menjelaskansesuatu yang membuat ketidakjelasan pada anak atau sesuatu yang tidak diketahui, pada usia ini keingintahuan pada aspek fungsional dan prosedural dari objek tertentusangat tinggi. Maka jelaskan arti, fungsi dan prosedurnya, maksud dan tujuan dari sesuatu yangditanyakn secara jelas dan jangan menyakiti atau mengancam sebab ini akan membuat anak tidak mampu berkomunikasi secara
efektif.Komunikasi pada masa sekolah ini di kembangkan dalam bentuk verbal dan non verbal,sebagai upaya untuk mengembangkan pelajaran tentang aktifitas mandri,tanggung jawab,dankonsep abstrak
Cara Komunikasi Dengan Orang Tua Anak
-Anjurkan orang tua untuk berbicara -Arahkan ke Fokus
-Mendengarkan -Diam
-Empati
-Meyakinkan Kembali -Merumuskan Kembali
-Memberi petunjuk kemungkinan apa yang terjadi -Menghindari hambatan dalam komunikasi
4. KOMUNIKASI PADA USIA REMAJA
Perkembangan komunikasi pada usia remaja ini ditunjukkan dengan kemampuan berdiskusi atau berdebat dan sudah mulai berpikir secara konseptual, sudah mulai
menunjukkan perasaan malu, pada anak usia sering kali merenung kehidupan tentang masa depan yangdirefleksikan dalam komunikasi. Pada usia ini pola pikir sudah mulai
menunjukkan ke arah yanglebih positif, terjadi konseptualisasi mengingat masa ini adalah masa peralihan anak menjadidewasa.Berbagai masalah remaja yang muncul saat ini, baik yang berhubungan dengan perilakuseks, kecanduan obat, dan kenakalan remaja lainnya disebabkan antara lain oleh kurangnya
perhatian dan bekal yang diterima remaja
dari orang tuanya atau orang dewasa yang berada disekitarnya. Semuanya ini berawal dari masalah komunikasi orang tua dan orang dewasa denganremaja itu sendiri. Berkomunikasi dengan remaja membutuhkan ketrampilan tersendiri yang berbeda dengan ketrampilan berkomunikasi dengan anak-anak ataupun orang dewasa.
Paling tidak ada lima tujuan dilakukannya komunikasi efektif dengan remaja:
a)Membangun hubungan yang harmonis dengan remaja b)Membentuk suasana keterbukaan dan mendengar
c)Membuat remaja mau bicara pada saat mereka menghadapi masalah d)Membuat remaja mau mendengar dan menghargai orang tua dan orang dewasa saatmereka berbicara
e)Membantu remaja menyelesaikan masalahDalam berkomunikasi, orang tua dan orang dewasa biasanya ingin segera membantumenyelesaikan masalah yang dihadapi remaja, sehingga cenderung :
a)Lebih banyak bicara daripada mendengar b)Merasa tahu lebih banyak
c)Cenderung memberi arahan dan nasihat
d)Tidak berusaha untuk mendengar dulu apa yang sebenarnya terjadi dan yang dialami pararemaja
e)Tidak memberi kesempatan agar remaja mengemukakan pendapat
f)Tidak mencoba menerima dahulu kenyataan yang dialami remaja dan memahaminya g)Merasa putus asa dan marah-marah karena tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan terhadap remaja
Komunikasi yang dapat dilakukan pada usia ini adalah berdiskusi atau curah
pendapat pada teman sebaya, hindari beberapa pertanyaan yang dapat menimbulkan rasa malu dan jagakerahasiaan dalam
komunikasi mengingat awal terwujudnyakepercayaananak dan merupakanmasa transisi dalam bersikap dewasa.Komunikasi, baik verbal maupun nonverbal pada dasarnya merupakan salah satu aspek yang penting
dalam proses pendidikan anak, juga merupakan sumber-sumber rangsangan
untuk membentuk kepribadian anak. Apabila komunikasi antara orang tua dan anak dapat berlangsungdengan baik, maka masing-masing pihak dapat saling memberi dan menerima informasi, perasaan dan pendapat sehingga dapat diketahui apa yang diinginkan, dan konflik pun dapatdihindari. Keterbukaan melalui komunikasi ini akan menumbuh kembangkan bahwa anak dapatditerima dan dihargai sebagai manusia. Sebaliknya bila tidak ada komunikasi yang baik maka besar kemungkinan kondisi kesehatan mentalnya mengalami hambatan. Dari penelitian
diperoleh bukti adanya kecenderungan psikopatologi pada anak, disebabkan karena adanya hambatandalam proses komunikasi antara anak orang tua, terutama ibunya.Dalam proses perkembangan kepribadian anak, orang tua juga berperan sebagai pendidik yaitu bertugas untuk menanamkan nilai-nilai moral dan kehidupan yang akan menjadi landasanyang kuat bagi bagi tumbuhnya jiwa dan pribadi anak. Keluarga merupakan wahana bagi anak
untuk menimba berbagai ilmu pengetahuan. Melalui pola asuh orang tua anak mengenal nilai-nilai moral, mengenal tindakan yang baik dan yang buruk sebelum ia mengembangkan interaksisosial di luar lingkungan keluarganya. Keberhasilan orang tua dalam
mengembangkan nilai-nilaimoral bukan disebabkan karena otoritasnya tetapi lebih pada bagaimana mengkomunikasikannilai-nilai tersebut yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan intelektualnya.Kenyataannya banyak orang tua yang kurang dapat berkomunikasi dengan anaknya,terutama dengan remaja. Banyak orang tua kurang menyadari bahwa respon (verbal maupunnonverbal) dalam menanggapi anaknya, menyebabkan hambatan dalam berkomunikasi.Respon yang sering diutarakan orang tua pada anaknya yang menyebabkan terputusnyakomunikasi, antara lain adalah: memerintah;
mengancam-memperingatkan; mendesak-memberikotbah; menasehati-menyelesaikan masalah; memberi kuliah-mengajari; menilai-mengkritik-tidak setuju-menyalahkan;
mencemooh-membuat malu; menyelidiki-mengusut; menghindar-mengalihkan perhatian- menertawakan; dan memuji-menyetujui;Ungkapan-ungkapan tersebut diatas membuat anak: menghentikan pembicaraaan;mempertahankan diri; menyerang-berdebat; merasa rendah diri; benci dan marah;
merasa bersalah; merasa diperlakukan seperti anak kecil; merasa tidak dimengerti; merasa p erasaan- perasaannya tidak dibenarkan; merasa sedang diinterogasi. Rasanya semua kriteria tersebutsering dilakukan orang tua dalam otoritasnya sebagai orang yang harus dipatuhi.
Agar komunikasi dengan anak tidak terputus perlu kiranya orang tua memahami cara berkomunikasi yang efektif, antara lain:
1.Membuka pintu, yaitu ungkapan orang tua yang memungkinkan anak
untuk membicarakan lebih banyak, mendorong anak untuk mendekat dan mencurahkan isihatinya. Dan yang penting menumbuhkan pada anak rasa diterima dan dihargai.
Beberapa pernyataan yang bersifat membuka antara lain: “Saya mengerti.. “ Ya..hm..“Oh ya..” Coba ceritakan lebih banyak..”ibu koq tertarik ya..”Kelihatannya kamu
seneng ya..
2.Mendengar Aktif, kemampuan orang tua untuk menguraikan perasaan anak dengantepat, jadi orang tua mengerti perasaan anak, yang dikirim anak lewat bahasa verbalmaupun nonverbalnya. Keuntungan dari mendengar aktif, anatara lain: mendorongterjadinya katarasis; menolong anak tidak takut terhadap perasaan (positif-
negatif);mengembangkan hubungan
yang sangat dengan orang tua; memudahkan anak memecahkan masalahnya; meningkatkan kemampuan anak untuk mendengar pendapat orang tua; meningkatkan tanggung jawab anak
3.Komunikasi dengan empatik, prinsip Komunikasi Empatik: “Berusaha mengerti lebihdahulu, baru dimengerti” . Dalam mendengarkan empatik, kita sebagai orang tua berusaha masuk ke dalam kerangka pikiran, perasaan anak remaja kita. Kita sebagaiorang tua, tidak hanya mendengar dengan telinga, tapi dengan mata dan hati. Hati kitamerasakan, memahami, menyelami dan berintuisi dengan permasalahan yang sedangdialami oleh anak remaja kita. Mata kita mengamati pesan-pesan nonverbal yangdiekspresikan oleh anak kita.
Kita menggunakan otak kanan sekaligus otak
kiri.Mendengar Empatik adalah mendengar untuk mengerti baik secara emosional sekaligus intelektual, bukan dengan maksud untuk menjawab, mengendalikan atau memanipulasi orang lain.
memang tidak mudah untuk dapat menjalin komunikasi yang positif dengan anak remajakita yang sedang mengalami berbagai gejolak dalam dirinya. Tetapi tidak berarti tidak
bisa.Pemahaman dan pengertian kita sebagai orang tua atas kesulitan-kesulitan yang sedang dialamianak remaja kita, merupakan hal sangat penting. Anak remaja kita membutuhkan pengertian dariorangtuanya bahwa ia sedang mengalami proses perubahan.Sikap ini akan mendukungterjalinnya komunikasi yang positif dengan anak remaja kita.
5. KOMUNIKASI PADA USIA DEWASA
Pada usia ini terjadi puncak kematang fisik mentaldan social.teknik komunikasi yang dikembangkan pada masa dewasa dengan mengembangkan komunikasi
sebagaimediatransfer informasimateri komunikasi pada masa ini adalah:
- pekerjaan dan tugas -kegiatan kerumahtanggaan -kegiatan propesional -kegiatan social
6.KOMUNIKASI PADA USIA LANSIA
komunikasi pada lansia berbeda dengan komunikasi dengan individu lain karena lansiaitu pada dasarnya adalah unik.lansia itu unik pada nilai,kepercayaan,persepsi, budaya dan pemahaman sertalingkungan sosial yang berbeda. perbedaan tersebut dapat menghasilkan komunikasi yang tidak efektif antara perawat dengan lansiahal-hal yang perlu diperhatikan dalam berkomunikasi dengan lansia antara lain:
1. perubahan fisik lansia, seperti penurunan pendengaran 2.normal aggingprocess
3. perubahan sosial
4. pengalaman hidup dan latar belakang budaya.
Untuk dapat melaksanakan komunikasi yang efektif kepada lansia, selain pemahaman yangmemadahi tentang karakteristik lansia, petugas kesehatan/perawat juga harus
mempunyai teknik-teknik khusus agar komunikasi yang dilakukan dapat berlangsung lancar sesuai dengan tujuanyang diinginkan.Beberapa teknik komunikasi yang dapat terapkan antara lain:
1.Teknik Asertif Asertif adalah sikap yang dapat menerima, memahami pasangan bicara denganmenunjukkan sikap peduli, sabar untuk mendengarkan dan memperhatikan
ketika pasangan bicara agar maksud komunikasi dapat dimengerti. Asertif merupakan pelaks anaan dan etika komunikasi. Sikap ini akan sangat membantu petugaskesehatan untuk menjaga hubungan yang terapeutik dengan klien lansia.
2.ResponsiveReaksi petugas kesehatan terhadap fenomena yang terjadi pada klien
merupakan bentuk perhatian petugas kepada klien. Ketika perawat mengetahui adanya peru bahan sikap atau kebiasaan klien sekecil apapun hendaknya segeramenanyakan tentang perubahan tersebut, misalnya dengan mengajukan
pertanyaan, “apa yang sedang bapak/ibu fikirkan s aat ini? Apa yang bisa saya
bantu?”. Berespon berarti bersikap aktif, tidak menunggu permintaan bantuan dari klien.
3.FokusSikap ini merupakan upaya perawat untuk tetap konsisten terhadap materikomunikasi yang diinginkan. Ketika klien mengunggkapkan
pertanyaan- pertaanyaan di luar materi yang diinginkan, maka perawat hendaknyamengarah kan maksud pembicaraan. Upaya ini perlu diperhatikan karenaumumnya klien lansia senang menceritakan hal-hal yang mungkin tidak relevanuntuk kepentingan petugan Kesehatan.
4.Supportif Perubahan yang terjadi pada lansia, baik pada aspek fisik maupun psikis secaraterhadap menyebabkan emosi klien relatif menjadi labil. Perubahan ini perludisikapi dengan menjaga kestabilan emosi klien lansia, misalnya denganmengiyakan, senyum dan mengangguk kepala ketika lansia mengungkapkan perasaannya sebagai sikap hormat dan menghargai selama lansia berbicara. Sikapini dapat menumbuhkan kepercayaan diri klien lansia sehingga lansia tidak merasa menjadi beban bagi keluarganya, dengan demikian diharapkan klientermotivasi untuk mandiri dan berkarya sesuai kemampuan.
5.KlarifikasiDengan berbagai perubahan yang terjadi pada lansia, sering proses komunikasitidak berlangsung dengan lancer. Klarifikasi dengan cara mengajukan pertanyaanulang dan memberi penjelasan lebih dari satu kali perlu dilakukan oleh
perawatagar maksud pembicaraan kita dapat diterima dan dipersepsikan sama oleh klien.
6.Sabar dan IkhlasSeperti diketahui sebelumnya bahwa klien lansia umumnya mengalami perubahan-perubahan yang terkadang merepotkan dan kekanak-
kanakan.Perubahan ini bila tidak disikapi dengan sabar dan ikhlas dapat menimbulka
perasaan jengkel bagi perawat sehingga komunikasi yang dilakukan tidak terapeutik, solutif, namun dapat berakibat komunikasi berlangsung emosional danmenimbulkan kerusakan hubungan antara klien dengan petugas kesehatan.
Tips Berkomunikasi dengan Lansia 1.menyediakan waktu ekstra 2. mengurangi kebisingan 3.duduk berhadapan 4.menjaga kontak mata 5.mendengar aktif
6.berbicara pelan, jelas dan keras
7.gunakan kata-kata atu kalimat yang sederhana dan pendek 8.menetapkan satu topik dalam satu waktu
9.awali percakapan dengan topik sederhana
10. bicarakan tentang topik yang familiar dan menarik bagi lansia.
11.beri kesempatan lansia untuk mengenang masa lalu.
12.menyampaikan instruksi secara tertulis dan sederhana.