• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL SEL BETA PANKREAS PADA TIKUS DIABETES YANG DIBERI UMBI KIMPUL (Xanthosoma sagittifolia (L.) Schott.).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PROFIL SEL BETA PANKREAS PADA TIKUS DIABETES YANG DIBERI UMBI KIMPUL (Xanthosoma sagittifolia (L.) Schott.)."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Diabetes melitus merupakan penyakit fisiologis berupa perubahan

homeostasis glukosa sehingga kadar glukosa dalam plasma darah mengalami

kenaikan di atas normal. Keadaan kadar gula diatas normal (hiperglikemia)

dalam jangka panjang dapat menimbulkan kerusakan serius sistem tubuh,

terutama kerusakan syaraf dan pembuluh darah (Althan, 2003). Indonesia

menempati urutan kedua setelah India sebagai negara dengan pengidap

sindrom metabolisme diabetes melitus tertinggi di Asia Tenggara. Tercatat

sekitar 8 juta jiwa mengidap sindrom ini dan diperkirakan akan meningkat

hampir 3 kali lipat pada tahun 2030 (Danaei, et al., 2011; Wild, et al.,2004).

Dengan demikian penelitian obat antidiabetes masih menjadi prioritas

penelitian saat ini.

Penderita diabetes banyak menggunakan obat herbal yang dibuat dari

beberapa jenis tumbuhan seperti ubi jalar ungu (Ipomea batatas). Ubi jalar

ungu merupakan salah satu jenis umbi-umbian yang memiliki aktivitas

antioksidan. Oki et al. (2002) melaporkan aktivitas antioksidan disebabkan

karena keberadaan antosianin yang memiliki kemampuan antioksidan lebih

besar dibandingkan senyawa fenolik lainnya dalam ubi jalar ungu.

Berdasarkan penelitian Sabuluntika (2013) ektrak antosianin ubi jalar ungu

dapat menurunkan glukosa darah tikus yang diinduksi aloksan Senyawa

antosianin memiliki kemampuan sebagai antidiabetes, yaitu dapat

(2)

2

menurunkan gula darah, menghambat produksi radikal bebas, meningkatkan

sekresi insulin, dan mencegah resistansi insulin (Jawi et al., 2008).

Selain ubi jalar ungu, saat ini juga dilakukan penelitian umbi kimpul

(Xanthosoma sagittifolium (L.) Schott) sebagai antihiperglikemik. Menurut

Rafika et al., (2012) tanaman kimpul merupakan tanaman asli daerah tropika

benua Amerika. Kimpul termasuk famili Areacea dan merupakan tumbuhan

menahun yang mempunyai umbi batang maupun batang palsu yang

sebenarnya adalah tangkai daun. Kimpul mengandung senyawa bioaktif yaitu

diosgenin. Senyawa diosgenin diketahui bermanfaat sebagai anti kanker,

menghambat proliferasi sel, dan memiliki efek hipoglikemik.

Berdasarkan penelitian Yuliningsih (2016) kandungan karbohidrat

umbi kimpul 30,34 % lebih rendah dibandingkan beras 78,9%. Karbohidrat

dalam pangan yang dipecah dengan cepat selama proses pencernaan memiliki

indek glikemik tinggi, sebaliknya pangan yang indeks glikemiknya rendah,

karbohidrat yang terkandung dalam pangan tersebut akan dipecah dengan

lambat sehingga pelepasan glukosa ke dalam darah dapat berjalan lambat,

sehingga semua tergantung oleh jenis karbohidratnya (Rimbawan et al.,

2004). Sumber-sumber karbohidrat dengan indeks glikemik rendah

diperlukan sebagai upaya pengendalian penyakit degeneratif seperti Diabetes

Mellitus (DM) dan obesitas. Pangan yang memiliki nilai indeks glikemik

yang rendah dapat dijadikan salah satu alternatif yang murah untuk penderita

diabetes karena dapat menekan peningkatan kadar gula darah penderita

(3)

3

absorbsi karbohidrat akan sangat lambat, menyebabkan peningkatan glukosa

darah dan insulin secara lambat dan bertahap. Kandungan serat (dietary fiber)

dapat dimanfaatkan untuk menurunkan kadar kolesterol.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kimpul dapat

memperbaiki pulau-pulau Langerhans pada mencit yang mengalami

degenerasi sel endokrin akibat induksi aloksan. Melalui pewarnaan HE

(Hematoxylin Eosin) sel endokrin pada pulau langerhans mulai melakukan

regenerasi menuju bentuk normal, walaupun masih ditemukan beberapa sel

endokrin yang mengalami degenerasi. Hal ini menunjukkan bahwa umbi

kimpul mempunyai aktivitas anti hiperglikemia terhadap mencit yang

diinduksi aloksan (Imaduddin, 2014).

Berdasarkan uraian diatas, penulis ingin mengetahui pengaruh umbi

kimpul terhadap jumlah sel beta pankreas tikus yang dibuat diabetes dengan

pewarnaan imunohistokimia karena dengan pewarnaan Hematoxylin Eosin

belum dapat ditunjukkan adanya sekresi granula dalam insulae

langerhansnya. Pewarnaan imunohistokimia dapat mendeteksi sel beta

pankreas. Dengan pewarnaan imunohistokimia dapat dideteksi sel beta

pankreas yang menghasilkan hormon insulin dalam insula langerhans

pankreas tersebut. Selain itu dengan pewarnaan Chromium Hematoxylin

Gomori dapat dideteksi sel alfa, sel beta dan sel deltanya.

B. Perumusan Masalah

1. Bagaimana jumlah sel beta pankreas tikus hiperglikemik setelah

(4)

4

C. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui jumlah sel beta pankreas tikus hiperglikemik setelah

pemberian umbi kimpul.

D. Manfaat Penelitian

Manfaat yang akan didapat dari penelitian ini yaitu, sebagai berikut:

1. Memberikan informasi tentang jumlah sel beta dengan melihat histologi

pankreas tikus yang diberi umbi kimpul dengan sehingga dapat manjadi

salah satu sumber informasi untuk penelitian yang terkait ataupun

penelitian selanjutnya.

2. Memberikan informasi bahwa umbi kimpul memiliki aktivitas

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis berat badan, jumlah konsumsi ransum, kadar glukosa darah, jumlah pulau Langerhans dan jumlah sel β jaringan pankreas tikus model DM

daun Kersen (Muntingia calabura L. ) berpotensi dalam memperbaiki nekrosa sel beta pankreas pada tikus (Ratus novergicus) dengan dosis 450 mg/kg BB yang paling

Tikus DM hasil induksi MLD-STZ yang diberi ekstrak etanol temugiring dengan dosis yang berbeda menunjukkan penurunan kadar nitrit maupun nitrat pada pankreas.. Perbedaan

Hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bawang bombay dapat memperbaiki jumlah sel endokrin pankreas tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi aloksan sehingga

Karya ilmiah yang berjudul Analisis Patologi Pankreas dan Lipid Peroksida Hati Tikus Diabetes yang Diberi Ekstrak Daun Wungu (Graptophyllum Pictum (L.) Griff) merupakan

EFEK JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus) TERHADAP SEL BETA PANKREAS TIKUS WISTAR JANTAN MODEL DIABETES MELLITUS TIPE 2 YANG DIBERI PAKAN TINGGI LEMAK DAN.. STREPTOZOTOCIN

Ekstrak etanol jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) dapat mencegah dan memperbaiki kerusakan sel pankreas tikus Wistar jantan DM tipe 2 yang diinduksi

Tikus DM hasil induksi MLD-STZ yang diberi ekstrak etanol temugiring dengan dosis yang berbeda menunjukkan penurunan kadar nitrit maupun nitrat pada pankreas.. Perbedaan