BAB I PENDAHULUAN
1.1. Analisis Situasi
PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Human Resource Solution sebagai penyedia dan pengelola SDM (Sumber Daya Manusia) tersebar di 34 cabang di seluruh Indonesia. Lebih dari 200 perusahaan yang telah bekerjasama dengan PKSS baik BUMN maupun perusahaan Multinasional.
Di masa transisi pasca pandemi seperti ini kekuatan media sosial sangat kuat dan berpengaruh dalam dunia digital. Salah satu kategori yang nampak berpengaruh adalah dalam hal digital marketing karena menjadi alternatif bagi perusahaan bisnis dalam menyebarluaskan produk dan jasanya, digital marketing dianggap lebih banyak membuka peluang besar dalam meningkatkan promosi dan meningkatkan brand awareness dalam mengetahui seberapa jauh masyarakat memiliki pengetahuan tentang perusahaan.
Marketing Communication menjadi bagian penempatan magang oleh penulis. Bagian ini termasuk bagian dari perusahaan PKSS yang diharapkan mampu menciptakan ide dan konten yang kreatif sebagai bahan yang akan dipublikasikan di media sosial PT PKSS. Media sosial yang dimiliki PT PKSS diantaranya yakni YouTube, Instagram dan Facebook. PT PKSS memilih Instagram menjadi salah satu media sosial yang paling aktif digunakan untuk menarik konsumen dalam menggunakan jasanya, harapannya melalui media sosial instagram dapat meningkatkan brand awareness masyarakat. Maka dari itu PT PKSS fokus dalam memaksimalkan konten di media sosial khususnya platform Instagram, sehingga masyarakat dapat mengetahui informasi terkait Perusahaan dan beberapa bisnis perusahaan seperti lowongan pekerjaan dari mitra PKSS maupun bisnis - bisnis PKSS yang lainnya.
Dalam akun instagram PT PKSS pada kantor pusat saat ini, konten instagram yang dipublikasikan adalah beberapa konten pengetahuan seputar perusahaan, ucapan hari besar Nasional, quotes, bisnis perusahaan (Lowongan kerja, Event, Training, Diklat).
1.2. Problem Statement
Permasalahan yang terdapat di PKSS bagian marketing communication adalah kurangnya konten ide kreatif dan interaktif serta kurangnya konsistensi dalam mengelola media sosial Instagram PKSS dalam meningkatkan brand awareness. Oleh karena itu penulis diharapkan mampu membantu menuangkan ide kreatif untuk konten Instagram sehingga mampu meningkatkan brand awareness perusahaan secara digital.
1.3 Tujuan
Dengan adanya permasalahan yang ada di bagian marketing communication PKSS, maka kegiatan ini memiliki beberapa tujuan, yaitu :
1.3.1 Tujuan Praktis
1. Melakukan berbagai macam kegiatan magang yang dilakukan oleh Divisi marketing communication PT PKSS
2. Melakukan pembuatan Instagram post list untuk divisi Marcom agar konten yang dipublikasikan dapat terjadwal
3. Membuat desain kreatif dan interaktif bertujuan agar instagram sebagai alat untuk perusahaan dalam menjalin komunikasi 2 arah dengan followers instagram
4. Penambahan kualitas desain konten instagram feed dan instastory
1.3.2 Tujuan Akademis
1. Meningkatkan kemampuan penalaran dalam memahami, membahas, dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan bidang yang relevan di lapangan.
2. Mengetahui dan mempelajari proses digital marketing pada media sosial Instagram yang dilakukan oleh marketing communication PT PKSS.
1.4 Literature Review 1.4.1 Marketing Komunikasi
Komunikasi pemasaran adalah sarana yang digunakan perusahaan dalam upaya menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen secara langsung ataupun tidak langsung tentang produk dan merek yang mereka jual.
Komunikasi pemasaran menggambarkan “suara” merek dan merupakan sarana yang dapat digunakan untuk membangun dialog dan membangun hubungan dengan konsumen (Kotler, 2008:204).
Komunikasi pemasaran adalah sarana bagi perusahaan untuk mempengaruhi konsumen terhadap jasa atau barang dari sebuah perusahaan. Komunikasi pemasaran harus diciptakan semenarik dan sekreatif mungkin, agar calon konsumen dapat memberi perhatiannya dan dapat tertarik pada sebuah perusahaan melalui komunikasi pemasaran yang dikemas melalui sebuah iklan. Marketing Komunikasi adalah sebuah proses yang menggabungkan perencanaan komunikasi dengan manajemen komunikasi yakni melakukan pengembangan hubungan dengan konsumen yakni melakukan pengamatan terhadap kebutuhan dan keinginan konsumen yang dilanjutkan oleh pengembangan suatu produk untuk memuaskan kebutuhan konsumen dan memberikan penawaran yang bernilai serta melakukan distribusi supaya tersedia tempat yang sesuai dengan target market.
Tjiptono (2001: 219) menyebutkan komunikasi adalah sebagai aktivitas pemasaran yang berusaha menyebarluaskan informasi, mempengaruhi atau membujuk, dan meningkatkan pasar sasaran atas perusahaan dan produknya agar bersedia menerima, memberi dan loyal pada produk yang ditawarkan perusahaan yang bersangkutan.
Perkembangan teknologi menjadi salah satu dampak terbesar bagi perubahan perilaku konsumen, khususnya dalam hal mencari informasi, membeli suatu produk atau menggunakan suatu barang atau jasa, dan juga hingga berkomunikasi atau bersosialisasi dengan sesamanya.
Marketing komunikasi yakni melakukan aktivitas membuat konsep, modifikasi produk hingga memberikan layanan atau menyebarluaskan produk dari perusahaan kepada konsumen sehingga meningkatkan keuntungan atau profit perusahaan. Pada dasarnya marketing komunikasi merupakan perilaku perencanaan segmentasi, controling dan positioning untuk promosikan produk yang sesuai dengan tujuan produk dengan sasarannya. Perbedaan marketing komunikasi dengan sales adalah bagian dari perusahaan yang kegiatan atau aktivitasnya adalah menjual, berbeda dengan dengan marketing yakni merencanakan produk, menentukan harga, mempromosikan produk dan mendistribusikan barang bertujuan memuaskan
konsumen. Penjelasan singkatnya adalah sales merupakan penjualan, sedangkan marketing merupakan strategi untuk menjualkan produk.
Pada era moderen atau era digital ini, masyarakat semakin cerdas dan mandiri, seiring dengan berkembangnya teknologi. Karena teknologi, masyarakat dapat bertukar informasi secara cepat dan mudah, serta efektif. Hasilnya adalah pada saat ini hampir semua kegiatan manusia terhubung melalui jaringan internet, dapat dilihat dari cara mereka berkomunikasi, bertukar informasi, mencari informasi, hingga melakukan transaksi jual-beli, hingga transportasi sekalipun yang terhubung dengan jaringan internet dalam proses pemesanannya. Trend baru ini menggiring semakin kompleksnya konsumen menghabiskan waktunya dengan smartphone yang mereka miliki dan yang harus terhubung dengan jaringan internet, hasilnya mereka akan memberi waktu mereka penuh dalam memenuhi kebutuhan informasi mereka melalui internet. Disinilah awal mula mulai lahirnya berbagai macam website dan media sosial yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan berbagai macam latar belakang konsumen.
Komunikasi pemasaran yang bertujuan sebagai wadah perusahaan untuk mempersuasi konsumennya saat berkembang pada era digital, dimana perusahaan mulai memfokuskan komunikasi pemasaran mereka melalui website, media sosial, website jual-beli online dan lain-lain.
1.4.2 Digital Marketing
Marketing adalah aktivitas suatu perusahaan dalam menciptakan, mengkomunikasikan, menyampaikan dan bertukar penawaran yang memiliki nilai bagi konsumen atau masyarakat. Sedangkan Internet merupakan media yang diciptakan secara digital. Dalam kehidupan, internet sangat mudah dalam mencari informasi yang dibutuhkan, pembelian barang, dan masih banyak lagi yang dapat dilakukan melalui media internet. Sehingga kini internet menjadi sebuah media yang penting bagi perusahaan atau pelaku bisnis dalam bertukar penawaran. Dari penjelasan tersebut nama digital marketing telah hadir di era digital saat ini (Muljono, 2018). Jadi digital marketing merupakan pemasaran melalui media digital dalam menawarkan brand yang dimiliki oleh suatu perusahaan.
Digital Marketing adalah suatu kegiatan atau aktivitas pemasaran produk atau jasa agar lebih dikenal oleh masyarakat atau konsumen dan sekaligus
mempengaruhi calon pembeli agar membeli serta menggunakan produk ataupun jasa perusahaan melalui internet. Disebut digital marketing karena sistem pemasaran produk yang menjangkau secara cepat, tepat, dan pribadi menggunakan media digital.
Menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11) “Digital marketing is the application of the internet and related digital technologies in conjunction with traditional communications to to achieves marketing objectives.”. Artinya Digital Marketing adalah sebuah aplikasi dari internet dan berhubungan dengan teknologi digital dimana didalamnya berhubungan dengan komunikasi tradisional untuk mencapai tujuan pemasaran. Hal tersebut dapat dicapai untuk meningkatkan pengetahuan tentang konsumen seperti profil, perilaku, nilai, dan tingkat loyalitas, kemudian menyatukan komunikasi yang ditargetkan dan pelayanan online sesuai kebutuhan masing-masing individu.
Menurut Chaffey dan Chadwick (2016:11), Dedi Purwana (2017:2) Jadi pada dasarnya digital marketing merupakan kegiatan pemasaran yang menggunaan media digital dengan menggunakan internet yang memanfaatkan media berupa web, social media, e-mail, database, mobile/wireless dan televisi digital guna meningkatkan target konsumen dan untuk mengetahui profil, perilaku, nilai produk, serta loyalitas para pelanggan atau target konsumen untuk mencapai tujuan pemasaran.
Berdasarkan penjelasan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa digital marketing merupakan proses kegiatan pemasaran produk maupun jasa menggunakan internet dengan menggunakan web, social media, e-mail, database, mobile/wireless dan digital tv guna meningkatkan pemasaran serta target konsumen yang lebih luas. Saat ini dimana zaman sudah semakin maju, maka terciptalah istilah digital marketing. Digital Marketing membantu perusahaan agar lebih dekat dalam menjangkau pelanggan dalam segala aspek kebutuhannya.
Terdapat beberapa cara strategi dasar dalam melakukan digital marketing yang baik agar sesuai dengan target perusahaan yakni menurut (Afrilia, 2018):
1. Menyiapkan platform (Media sosial) seperti Instagram, YouTube, Linkedin, Twitter dan facebook
2. Menyiapkan konten semenarik mungkin agar pesan bisa disampaikan dengan baik dan dapat memikat minat orang untuk melihatnya
3. Menyasar segmen yang tepat agar sesuai dengan tujuan perusahaan
4. Selalu memantau media sosial yang digunakan, tujuannya agar kita dapat melihat perubahan angka yang terjadi terhadap media sosial perusahaan
1.4.3 Social Media Marketing
Pemasaran yang melalui media sosial dengan membangun konten yang mendorong konsumen dan menarik perhatian, sehingga konsumen mendapat berbagai informasi yang dibutuhkan melalui jaringan media sosial yang sudah tersedia. Menurut Paramitha (2011) Media sosial yang berbasis pada teknologi internet mengubah pola penyebaran informasi dari yang sebelumnya bersifat satu menjadi banyak audiens. Untuk mencapai pemahaman dalam kebutuhan konsumen maka social media marketing dibutuhkan agar dapat membangun hubungan yang lebih efektif.
Tujuan media sosial marketing menurut Gunelius (2011) adalah :
1. Membangun hubungan, manfaat utama dari pemasaran media sosial adalah kemampuan untuk membangun hubungan dengan konsumen secara aktif;
2. Membangun merek, melalui media sosial disajikan cara sempurna untuk meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengenalan dan ingatan tentang merek, dan meningkatkan loyalitas merek;
3. Publisitas, melalui media sosial dengan cara menyediakan outlet sehingga perusahaan dapat berbagi informasi penting dan memodifikasi persepsi negatif;
4. Promosi, melalui pemasaran media sosial, memberikan diskon eksklusif dan peluang untuk audiens untuk membuat orang-orang merasa dihargai dan khusus, serta untuk memenuhi tujuan jangka pendek;
5. Riset pasar, menggunakan alat - alat dari social web untuk belajar tentang pelanggan, membuat profil demografi dan perilaku pelanggan, belajar tentang keinginan dan kebutuhan konsumen, serta belajar tentang pesaing
Sosial media menjadi sebagai salah satu media komunikasi yang paling efektif bagi perusahaan. Berikut terdapat beberapa manfaat dari media sosial menurut Puntoadi (2011) yakni :
1. Personal branding is not only figure, it’s for everyone
Berbagai media sosial, antara lain Facebook, Twitter, dan Youtube dapat menjadi media untuk berkomunikasi, berdiskusi, bahkan mendapatkan popularitas di media sosial. Keunggulan membangun personal branding melalui media sosial tidak mengenal trik atau popularitas semu, karena audiensnya yang akan menentukan.
2. Fantastic marketing result through social media. People don’t watch TV’s anymore, they watch their mobile phones.
Hasil pemasaran yang fantastis dapat diraih dari media sosial. Orang sudah bosan dan cenderung mengurangi untuk melihat televisi, mereka lebih sering menggunakan smartphone. Fenomena seketika cara hidup masyarakat saat ini cenderung lebih memanfaatkan telepon genggam mereka, yang sudah terkenal dengan sebutan smart phones. Dengan smartphone, kita dapat melihat berbagai informasi.
3. Media sosial memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen
Media sosial memberikan kesempatan kepada pemasar untuk berinteraksi lebih dekat dengan konsumen. Media sosial menawarkan bentuk komunikasi yang lebih individual, personal dan dua arah. Melalui media sosial, para pemasar dapat mengetahui kebiasaan konsumen mereka dan melakukan interaksi secara personal serta membangun keterikatan yang lebih dalam.
4. Media sosial memiliki sifat viral
Viral berarti memiliki sifat seperti virus, yaitu menyebar dengan cepat. Informasi yang muncul dari suatu produk dapat tersebar dengan cepat karena para pengguna media sosial memiliki karakter sebagai pemasaran media sosial atau sering disebut social media marketing. Sosial media marketing menggunakan berbagai macam alat dalam Web, antara lain blocking, microblogging, jejaring sosial, bookmark sosial, dan konten.
Terdapat beberapa perbedaan perilaku sosial marketing dengan marketing lainnya. Social media marketing digunakan untuk mempengaruhi perilaku sosial, serta tidak mencari mencari keuntungan atau manfaat bagi perusahaan. Akan tetapi lebih memberikan manfaat untuk masyarakat/
audiensnya. Seperti pesan, informasi dan konten yang sengaja diciptakan untuk mempengaruhi pola perilaku audiens. Sosial media marketing memiliki focus yang sama seperti marketing pada umumnya yakni research atau observasi, mempelajari hal yang diinginkan dan dibutuhkan oleh konsumen. Perencanaan marketing terhadap pelanggan membawa perhatian elemen marketing, yang saat ini diistilahkan dengan elemen marketing mix dalam sosial marketing yang terdiri dari price place, product, public, partnership, promotion, policy dan purse things.
Dasar sosial media marketing memiliki empat pilar penting, yakni sebagai berikut (Genelius, 2011).
1. Membaca
Pemasaran melalui media sosial dimulai dengan penelitian, dan penelitian tersebut harus berkelanjutan. Pemasaran malam media sosial membutuhkan banyak membaca, tidak hanya pada hal hal yang terjadi dalam industri, tetapi juga pada percakapan online yang sedang berlangsung dengan industri, produk, layanan, pelanggan, dan pesaing. Baca dalam berbagai bentuk merupakan upaya untuk mencerna informasi sebanyak mungkin yang berhubungan dengan bisnis sehingga secara efektif, pemasar dan pelanggan dapat berkomunikasi dengan baik.
2. Membuat
Aspek yang juga penting dalam pemasaran media sosial adalah membuat dan menerbitkan konten online yang berguna dan bermakna. Sukses dalam pemasaran media sosial berasal dari upaya mengembangkan percakapan oleh tentang bisnis, merek, produk dan promosi dengan menawarkan konten yang menarik minat target audiens.
3. Menyebarkan
Aspek unik dari pemasaran media sosial adalah berbagi konten sebagai metode untuk langsung memasarkan bisnis. Pada saat ini, konsumen telah
bergantung pada hubungan, ulasan, rekomendasi, dan percakapan sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagi informasi dengan berbagai konten online.
Pergi konten dapat dilakukan dalam dua bentuk utama. Pertama, berbagi konten yang menarik dan berguna ditemukan secara online selama membaca. Dengan menemukan posting blog yang diisi dengan tips dapat membantu pelanggan. Kedua, berbagi konten yang dibuat. Misalnya, mengupload presentasi melalui slide share, video di YouTube dan gambar di flickr. Berbagi konten sendiri untuk mempublikasikan secara online melalui berbagai alat media sosial, misalnya mempublikasikan Sebuah posting di blog, berbagi melalui twitter, melalui social bookmark, tahu malu jejaring sosial, tujuannya adalah berbagi konten kepada khalayak yang lebih luas.
4. Berdiskusi
Ketika konsumen berinteraksi dengan pemasar dengan cara memberikan komentar pada salah satu postingan foto, misalnya terhubung dengan pemasar melalui twitter atau jejaring sosial, pemasar dituntut untuk menanggapi keluhan tersebut dengan cepat. Tidak ada yang suka diabaikan, tetapi semua orang menyukai pengetahuan yang positif. Dengan cara ini perusahaan menghargai, menghormati pendapat, dan ingin membangun hubungan dengan konsumen. Memberikan informasi yang berguna dan berinteraksi menjadi kepribadian sebuah elemen penting dari keberhasilan media sosial, tetapi hal ini belum cukup. Perusahaan juga harus dapat diakses, Yang berarti perlu untuk mengelilingi audiens sehingga orang dapat memilih pelanggan dan merasa nyaman terlibat dengan perusahaan. Tidak semua konsumen tukang baca blok omat juga tidak semua konsumen mengikuti berita yang update twitter. Oleh sebab itu, perusahaan perlu melakukan beberapa penelitian saat memulai perjalanan web sosial dan mencari tahu tempat pelanggan berada sehingga dapat bergabung dengan percakapan dan mulai mempublikasikan per perusahaan (Gunelius, 2011)
Berbagai aplikasi yang menjadi lingkup sosial media marketing yakni aplikasi yang digunakan sebagai alat untuk bertukar dan berbagi informasi serta
sebagai media dalam menjalankan bisnis. Terdapat beberapa media sosial yang seringkali digunakan untuk kegitan pemasaran yakni ;
1. Facebook 2. Twitter 3. Instagra 4. Skype 5. WhatsApp 6. We Chat 7. Line 8. Path 9. BBM 10. Bee Talk
11. Me2day 12. Tumblr 13. Yahoo 14. Ask.fm 15. Skout ‘ 16. Ebuddy 17. Google Plus
1.4.4 Brand Awareness
Menurut Kotler dan Keller (2007:70), merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengenali produk atau jasa dari seseorang atau penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Jadi merek mengidentifikasi pembuat atau penjual dari suatu produk. Sementara itu, brand awareness merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari kategori produk tertentu (Tjiptono, 2001)
Secara pengertian Brand Awareness merupakan perilaku konsumen dalam mengingat dan mengenali suatu merek, produk atau jasa. Seperti mengenali nama, logo, atau slogan tertentu. Perilaku konsumen dalam mengingat serta mengenali produk dan jasa sangat penting, untuk menarik konsumen pada saat pertama kali membeli produk bahkan secara terus menerus membeli atau memilih produk yang sama karena kemampuan dalam mengingat produk tersebut.
Menurut Keller (2004) pada penelitian Putri (2013:24) Brand Awareness terdiri dari pengenalan sebuah merek dan mengingat kembali sebuah merek.
Dimana pengenalan merek berkaitan dengan kemampuan konsumen dalam menguatkan pengertian sebelumnya tentang sebuah merek sebagai petunjuk.
Brand Awareness dibagi menjadi tiga bagian penting yakni :
1. Brand Recall
Suatu tindakan konsumen untuk mengenali produk ketika melihat produk tersebut melalui warna, slogan atau tampilan logo dan belum tentu konsumen tersebut mengingatnya. hanya mengenali saja ketika melihat salah satu ataupun hal hal yang membuat konsumen mengenali produk tersebut dengan melihat warna, slogan atau logo produk tersebut. seperti halnya ketika kita melihat warna merah dan hitam secara bersama maka kita secara tidak langsung kita mengenali produk tersebut adalah produk coca- cola.
2. Brand Recognition
Disini kemampuan konsumen berada di tahap mengingat. yaitu pada saat konsumen ingin membeli suatu produk ia akan lebih memilih merek dari produk yang diingat. tentu untuk mengingat suatu produk dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti brand loyalty dan frekuensi pembelian produk.
saat kita ingin membeli produk mie instan secara tidak langsung kita mengingat sebuah merek yakni indomie. karena mungkin konsumen tersebut sering membeli produk yang sama dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap produk dan merek tersebut.
3. Top of Mind Awareness
Perilaku dari konsumen dan kemampuan konsumen yang menjadi incaran semua perusahaan karena tahap mengingat yang sangat tinggi oleh sebuah brand tertentu hingga menggantikan nama asli kategori produk tersebut dengan nama merek. seperti halnya masyarakat telah mengganti istilah detergen menggunakan rinso atau pasta gigi sebagai odol yang sebenarnya adalah nama merek bukan kategori produk.
1.4.5 Publisitas
Publisitas adalah sebuah bentuk pesan yang memerlukan media dan harus memiliki suatu nilai berita dalam penyebarannya agar dapat diterima oleh seseorang yang membutuhkan sebuah informasi. Publisitas dari kacamata media massa adalah informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh media karena informasi itu memiliki nilai berita (Kriyantono 2008: 41).
Pada intinya publisitas membahas tentang informasi yang mengandung nilai berita karena adanya kepentingan institusi di dalamnya. beberapa bentuk publisitas menurut Kertapati (Departemen Penerangan RI, tanpa tahun:23)
1. Pure Publicity
Publisitas yang terjadi dengan mengambil keuntungan dari momentum terjadinya peristiwa-peristiwa biasa. contohnya institusi tidak sengaja menjadi tempat evakuasi korban kecelakaan karena letak bangunannya dekat dengan TKP (tempat kejadian perkara).
2. Free-ride Publicity (atau Parasitic Publicity)
Publisitas yang terjadi karena ada sesuatu pada institusi yang menarik perhatian mass-media dan disiarkan tanpa adanya permintaan khusus maupun paksaan; atau ketika media sedang meliput peristiwa lainnya. Contohnya acara musik yang diselenggarakan dengan latar belakang brand institusi.
3. Tie-in Publicity
Publisitas ini terjadi melalui peristiwa atau hal-hal yang sedang populer dikalangan masyarakat. Contohnya aksi untuk menggerakkan masyarakat. seorang publik figur bernama Pandji pernah mengajak kaum muda melalui twitter untuk mencukur habis rambut sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap para pengidap kanker.
Terdapat beberapa alasan mengapa publisitas sangat dibutuhkan oleh sebuah perusahaan. Selain karena informasi seputar profil dari perusahan yang dibagikan agar masyarakat mengetahui lebih dalam tentang perusahaan, berikut beberapa alasan mengapa sebuah instansi perlu melakukan publisitas menurut buku Public Relations Writing oleh Kriyanto (2006) dan Iriantara (2006):
1. Strategi dalam mendapat pemberitaan media
Sebuah institusi menginginkan melalui pemberitaan media, nama dan berita yang baik tentang perusahaan tersebar di masyarakat. Sehingga institusi dapat menjalin kerjasama, relasi dengan tujuan meningkatkan potensi peliputan di media.
2. Penyebarluasan informasi terkait perusahaan
Setelah dimuat oleh beberapa media maka institusi akan lebih banyak diberitakan dan dikenal oleh masyarakat melalui word of mouth (dari mulut ke mulut). Pemberitaan melalui pihak ketiga akan lebih berpotensi lebih tinggi serta dihargai daripada melalui perusahaan itu sendiri.
3. Iklan tersembunyi (Hidden advertising)
Melalui informasi atau sebuah berita yang telah dibagikan, masyarakat akan lebih sering membicarakannya dari mulut mulut secara tidak langsung sebuah perusahaan tersebut mendapatkan awareness dari masyarakat.
4. Sebagai sarana dalam membangun reputasi
Dengan tersebarnya berita reputasi perusahaan akan lebih diakui sehingga berdampak pada kepercayaan publik terhadap perusahaan.
Reputasi perusahaan yang menjadi populer akan menumbuhkan kepercayaan serta penerimaan dari masyarakat
1.4.6 Media Sosial
Media sosial adalah teknologi yang diciptakan untuk mengikat manusia dalam suatu kolaborasi, untuk berinteraksi, bertukar informasi verbal maupun non verbal melalui pesan yang berbasis web. Semakin berkembangnya zaman serta keadaan yang terjadi, lahir lah bermacam- macam media sosial seperti, Twitter, Facebook, Instagram, Likedin, YouTube, Tiktok, dll. Saat ini kita sedang mengalami masa transisi akibat pandemi covid 19, tentu tidak mudah bagi sebagian orang. Manusia saat ini menjadikan media sosial menjadi pegangan utama dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Media sosial tampak mudah bagi manusia yang memiliki karakter anti ribet, simple, instan, dan cepat.
Menurut Van Dijk (2013), yang dikutip oleh Nasrullah dalam buku Media Sosial (2016:11), bahwa “Media sosial adalah platform media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi, Karena itu media soisal dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antar pengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial.”
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa media memiliki karakteristik tertentu dalam setiap pribadi seseorang yang memiliki hubungan sosial pada era perkembangan teknologi komunikasi. Maka dari itu dalam buku Media Sosial (2016:15) Dr.Rulli Nasrullah M.Si mengatakan “Media sosial merupakan salah satu platform yang muncul di media siber. Karena itu, media sosial yang ada tidak jauh berbeda dengan karakteristik yang dimiliki oleh media siber. Adapun karakteristik media yaitu :
1. Jaringan 2. Informasi 3. Arsip 4. Interaksi 5. Simulasi
6. Konten Oleh Pengguna
Pada intinya sosial media merupakan suatu alat bantu atau ruang bagi seseorang dalam melakukan sosialisasi dengan seseorang yang lain tanpa bertatap muka. Sehingga seseorang tersebut dapat menemukan orang-orang baru dan lingkungan yang baru tanpa bertemu secara langsung.
1.5 Rancangan aktivitas Magang
Rancangan Aktivitas magang yang dilakukan di PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS) di bagian Marketing Communication mencakup beberapa aktivitas yakni :
1. Membuat konten feed instagram (design, materi, dan post) 2. Mengkonfirmasi calon klien atas ketersediaan bekerjasama 3. Retouch Company Profile
4. Riset Marketing Communication PKSS pusat
5. Membantu jalannya event seperti membuat konsep tema suatu acara, desain, brief MC dll (Webinar, Event On Ground, Online, Digievent)
Rancangan aktivitas Magang Bulan Mei
NO KEGIATAN I II III IV
1 Pengenalan perusahaan dan pembekalan
mekanisme magang
2 Mempelajari kegiatan yang ada di bagian Marketing Communication
3 Mempelajari kegiatan media sosial instagram PKSS 4 Draft konten instagram
5 Retouch Company Profile 6 Support event : SAPA BRI 8 Duplikat data customer BRI 9 Admin Instagram PKSS pusat 10 Drafting quotes instagram feed
Rancangan aktivitas Magang Bulan Juni
NO KEGIATAN I II III IV
1 Admin Instagram PKSS Pusat
2 Membuat Konsep Refreshment Instagram PKSS Pusat (Feed & Stories Instagram)
3 Design Draft Instagram Refreshment Instagram 6 Support event : Webinar tentang saham (caption) 7 Membuat Konsep HUT PKSS 22
Rancangan aktivitas Magang Bulan Agustus
NO KEGIATAN I II III IV
1 Admin Instagram PKSS Pusat 2 Company Profile PKSS
3 Draft Photoshoot Compro sesion 1
Rancangan aktivitas Magang Bulan September
NO KEGIATAN I II III IV
1 Admin Instagram PKSS Pusat 2 Refreshment Company Profile
3 Draft Photoshoot untuk Compro sesion 2 dan 3 5 PPT Rekapitulasi Insight Instagram
6 Drafting konten instagram story 7 La Laporan : penilaian magang dari PKSS
1.6 Metode Pelaksanaan magang
Kegiatan magang PT PKSS dibimbing langsung oleh pembimbing lapang sekaligus pembimbing akademik. Peran pembimbing lapang dalam kegiatan magang ini adalah sebagai fasilitator yang memberikan informasi serta petunjuk bagi peserta magang sesuai dengan bidang yang diambil serta topik yang dibahas selama kegiatan magang ini berlangsung
1. Riset Media Instagram Perusahaan
Riset ini bertujuan untuk mengetahui jumlah berapa banyak viewers, followers, serta jangkauan dari Instagram agar menjadi tolak ukur dan menjadi perbandingan setiap bulannya. Karena PKSS memiliki ketentuan desain template untuk konten di media sosial yang akan digunakan oleh cabang pkss di seluruh indonesia, khususnya instagram. Perusahaan juga menuntut mahasiswa untuk terus aktif serta konsisten dalam mempublish konten di instagram.
Gambar 1.1 Total Interaksi IGTV PKSS Pusat
Gambar 1.2 Total Interaksi Instagram PKSS Pusat
Gambar 1.3 Total pengikut berdasarkan jenis kelamin Bulan Juni – September
Gambar 1.4 Pemirsa Instagram PKSS Pusat
Gambar 1.5 Total pengikut dari bulan Juni – September
Gambar 1.6 Insight Instagram Juni – september
2. Desain
Instagram perusahaan membutuhkan konten atau template baru fresh dan kreatif untuk dipublikasikan. Desain grafis menjadi proses komunikasi yang menggunakan elemen visual. Penulis menggunakan aplikasi canva, beberapa waktu photoshop dalam proses desain dan editing foto yang akan digunakan sebagai post feed dan instastory di instagram pusat PKSS, selain instagram juga membuat power point proposal event, company profile dan kebutuhan desain lainnya.
Gambar 1.7 Aplikasi Canva
Gambar 1.8 Tampilan aplikasi canva saat melakukan proses desain
3. Event Organizer
Mensupport kegiatan (event) baik internal maupun eksternal perusahaan, penulis membantu membuat konsep acara, desain penunjang event, membuat brief MC, membuat games yang menarik dan kreatif, membuat PPT terkait acara, serta membantu jalannya event yang akan dilaksanakan. Penulis harus kreatif, aktif serta memiliki skill dalam proses kegiatan penunjang event seperti contohnya dokumentasi.
Gambar 1.9 Summery Proposal Event RSLB
Gambar 1.10 Summery Proposal Event RPUSLB (Tampilan Stage)
Gambar 1.11 Summery Proposal Event RPUSLB (Denah lokasi)
Gambar 1.12 Summery Proposal Event RPUSLB (rincian produksi)