1
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngrayun
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kompetensi Dasar : Menerapkan cara perawatan sistem pendinginan Kelas/ Semester : XI / Gasal
Disusun oleh:
HERI SUBOWO, M.Pd.
NIP. 19710409 199802 1 004
2
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngrayun
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kompetensi Dasar : Menerapkan Cara Perawatan Sistem Pendinginan Kelas/ Semester : XI / Gasal
Alokasi Waktu : 2 x 8 JP (@45 Menit) Pertemuan : 1
A. Kompetensi Inti (KI)
KI.3 Menerapkan, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan lingkup kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI.4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Teknik Kendaraan Ringan Otomotif. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar (KD)
3.3. Menerapkan cara perawatan sistem pendinginan 4.3. Mendiagnosis/merawat berkala sistem pendinginan C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.3 Menerapkan cara perawatan sistem pendinginan
3.3.1 Memahami nama komponen sistem pendinginan 3.3.2 Memahami fungsi dan cara kerja sistem pendinginan 3.3.3 Menentukan cara perawatan sistem pendinginan 4.3 Merawat berkala sistem
pendinginan
4.3.1 Melakukan perawatan berkala sistem pendingin 4.3.2 Mempertunjukan hasil perawatan berkala sistem
pendingin
D. Tujuan Pembelajaran
Melalui Discovery Learning diharapkan peserta didik mampu:
1 Menyebutkan nama dan menunjukkan komponen sistem pendinginan dengan baik dan benar melalui gambar/tayangan dan atau komponen sesungguhnya.
2 Menjelaskan fungsi dan cara kerja komponen sistem pendinginan dengan baik dan benar melalui gambar/tayangan dan atau komponen sesungguhnya.
3 Menjelaskan cara merawat sistem pendinginan kemudian mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah yang diberikan dengan percaya diri melalui diskusi kelompok.
4 Melaksanakan perawatan secara berkala sistem pendingin secara baik sesuai SOP.
5 Mempertunjukan hasil perawatan berkala sistem pendingin dengan benar sesuai SOP.
3 E. Materi Pembelajaran
1. Fungsi sistem pendinginan mesin
2. Komponen sistem pendinginan mesin, fungsi, dan cara kerjanya.
3. Prinsip kerja sistem pendinginan mesin 4. Perawatan sistem pendingin mesin
F. Media, Alat, Bahan dan Sumber Belajar Media:
• Unit Mobil atau Engine trainer Alat dan media pembelajaran
• Laptop/ Komputer
• Bahan tayangan
• Tool set
• Radiator tester
• LKS (Lembar Kerja Siswa) Sumber belajar
1. Tayangan PPT/Video Sistem Pendinginan
2. Modul Ajar : Modul PKB-TKR_Perbaikan Mesin Kendaraan Ringan (C) Edisi 2017, Penerbit: Kemdikbud Dirjen GTK P4TK BOE.
3. Buku :
a. New Step: Toyota Astra PEDOMAN REPARASI MESIN SERI K b. Manual Book Servis Toyota
G. Model dan Metode Pembelajaran
1. Model Pembelajaran : Discovery Learning
2. Metode Pembelajaran : diskusi kelompok, presentasi, penugasan, dan tanya jawab.
H. Kegiatan Pembelajaran 1. Pertemuan ke 1
Langkah-Langkah Pembelajaran Waktu
(menit) 1. Pendahuluan
1. Guru memulai pembelajaran dengan memberikan salam pembuka, berdoa, menanyakan kesehatan peserta didik, dan melaksanakan yel-yel penyemangat.
2. Guru melakukan absensi.
3. Mengaitkan materi pelajaran dengan materi sebelumnya.
4. Menyampaikan tujuan materi pembelajaran yang akan dicapai.
5. Memberikan gambaran materi yang akan dipelajari dan mengingatkan pentingnya materi yang akan dipelajari.
6. Menyampaikan teknik penilaian yang akan digunakan 7. Menyampaikan metode pembelajaran yang akan digunakan 8. Menyampaikan sumber belajar yang bisa dipelajari lebih lanjut.
15
2. Kegiatan Inti A. Pemberian
rangsangan (Stimulation)
Guru:
1. Memerintahkan kepada peserta didik untuk membentuk kelompok.
2. Menayangkan dan memberikan gambar-gambar yang sekaligus sebagai LKS (Lembar Kerja Siswa) Sistem Pendinginan Mesin kepada peserta didik.
Peserta didik:
1. Membentuk kelompok sesuai petunjuk guru
15
4
2. Memperhatikan dan melaksanakan petunjuk yang diberikan oleh guru.
B. Identifikasi masalah (problem statement)
Guru:
Memandu peserta didik untuk mengidentifikasi gambar- gambar sistem pendinginan mesin yang ada pada LKS yang terkait dengan sistem pendinginan.
Peserta didik:
15
a. Berpartisipasi dalam mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan sistem pendinginan.
C. Pengumpulan data (processing)
Guru:
Memerintahkan kepada masing-masing kelompok untuk berdiskusi guna mengumpulkan data/informasi terkait dengan identifikasi dan analisa masalah yang telah ditemukan melalui berbagai sumber informasi yang nantinya hasilnya dituangkan ke dalam laporan kelompok sebagai bahan diskusi antar kelompok.
Peserta didik:
Masing-masing kelompok yang dipimpin oleh ketua kelompok mengidentifikasi guna mengumpulkan data/informasi terkait dengan identifikasi masalah yang telah ditemukan melalui berbagai sumber informasi yang nantinya hasilnya dituangkan ke dalam laporan kelompok sebagai bahan diskusi antar kelompok.
45
D. Pengolahan data (data processing)
Guru:
Memerintahkan ke masing-masing kelompok agar mengerjakan LKS sesuai petunjuk yang ada.
Peserta didik:
Mengerjakan LKS sesuai petunjuk.
100
E. Pembuktian (verification)
Guru:
1. Menentukan urutan presentasi kelompok.
2. Mengamati jalannya diskusi sambil melakukan penilaian sikap.
3. Memandu secara umum jalannya diskusi agar dapat berjalan lancar.
Peserta didik:
1. Masing-masing kelompok presentasi sesuai urutan yang telah ditentukan dan kelompok lainnya turut aktif mengikuti jalannya diskusi.
2. Masing-masing kelompok menyempurnakan laporannya sesuai dengan masukan-masukan saat diskusi antar kelompok.
120
F. Menarik kesimpulan (Generalization)
1. Guru dan peserta didik secara bersama-sama menyimpulkan hal-hal yang terkait dengan sistem pendinginan yang telah teridentifikasi sesuai dengan hasil diskusi dan presentasi.
2. Guru meminta masing-masing kelompok untuk mengumpulkan laporan LKS-nya.
10
5
3. Masing-masing kelompok mengumpulkan laporan LKS-nya
3. Penutup
1. Guru menanyakan tentang kesulitan mengenai materi yang dipelajari.
2. Guru memberikan konfirmasi dan penguatan terhadap kesimpulan dari hasil pembelajaran serta memuji peserta didik yang aktif bertanya juga kreatif.
3. Guru memberikan soal ulangan harian dan meminta peserta didik secara individu untuk mengerjakannya.
4. Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan pada peserta didik untuk mempelajari materi berikutnya.
5. Guru meminta salah satu peserta didik untuk memimpin doa penutup.
40
Penilaian Hasil Belajar (PHB) 1. Teknik Penilaian
a. Sikap
Penilaian dilakukan mengamati sikap dan perilaku peserta didik baik terkait dalam prosespembelajaran maupun diskusi tanya jawab kelompok.
b. Pengetahuan Tes Pilihan ganda c. Ketrampilan
Dilaksanakan pada pertemuan ke-2.
2. Instrumen Penilaian ( terlampir)
Ponorogo, 16 April 2022 Mengetahui,
Kepala Sekolah, Guru Mata Pelajaran,
Heri Subowo, M.Pd. Heri Subowo, M.Pd.
NIP.19710409 199802 1 004 NIP. 19710409 199802 1 004
6 MATERI PEMBELAJARAN
PERAWATAN SISTEM PENDINGINAN MESIN 1. Komponen yang ada pada sistim pendingin mesin
Sistem pendinginan mesin/motor berfungsi untuk mengurangi panas yang diserap oleh bagian-bagian motor sehingga tidak terjadi kerusakan dengan cara mempertahankan temperatur motor tetap pada suhu kerja (± 90 0 C).
Ada beberapa komponen utama yang menjadi bagian penting dari sistem pendingin mesin yaitu:
a. Kantong/mantel air b. Selang (hose) radiator c. Radiator
d. Thermostat e. Pompa air f. Kipas radiator g. Tutup radiator h. Tangki reservoir
Keterangan
1. Kantong/mantel air 6. Pompa air 2. Slang radiator bagian atas 7. Kipas radiator 3. Slang radiator bagian bawah 8. Tutup radiator 4. Radiator 9. Reservoir air 5. Termostat
2. Fungsi masing-masing komponen pendingin mesin
Pada bagian ini dijelaskan secara terperinci tentang fungsi masing-masing komponen pendingin mesin.
a. Kantong/mantel air
Kantong/mantel air berfungsi sebagai tempat peredaran air di dalam motor, akan dialirkan ke tempat yang memerlukan pendinginan (blok motor dan kepala silinder)
7 b. Selang ( Hose )
Ada 2 macam selang, yaitu selang bagian atas dan selang bagian bawah. Selang bagian atas berfungsi untuk memindahkan air panas dari kantong air ke radiator, sedangkan selang bagian bawah berfungsi untuk memindahkan air yang telah didinginkan oleh radiator ke kantong air.
Periksa Hoses (selang-selang). Jika sudah mulai gembung, retak halus atau ada rembesan di sekitar klem atau sudah berumur lama segera ganti. Pecahnya hoses (terutama bagian atas) akan berakibat kerusakan besar pada mesin.
c. Radiator
Radiator adalah sebuah media sirkulasi cairan yang berfungsi sebagai sistem pendingin pada mesin dengan cara dengan memindahkan panas ke udara luar (radiasi) . Radiator itu terdiri dari elemen yang berbentuk seperti tingkap udara (kisi- kisi, yang terbuat dari aluminium, kuningan, atau tembaga) yang berfungsi untuk menjaga suhu air agar tetap stabil.
Keterangan:
1. Tabung air atas 5. Kisi-kisi 2. Tabung air bawah 6. Sirip-sirip 3. Sambungan slang atas 7. Tutup radiator 4. Sambungan slang bawah 8. Kran pembuang
8
Agar suhu cairan dalam radiator dapat segera cepat turun maka radiator ini dilengkapi dengan sirip pendingin (airfins) yang berfungsi untuk menyerap panas dan sebagai media untuk memperluas bidang pendinginan. Aliran udara yang menuju radiator akan bersinggungan dengan sirip tersebut dan menyerap panas untuk dipindahkan ke udara luar yang ada sekaligus mendinginkan radiator tersebut.
Radiator merupakan 'tandon' air dengan tugas mendinginkan sirkulasi air panas yang berputar di dalam mesin. Karena memutar air, maka kadang beberapa saluran dalam radiator mengalami sumbatan akibat kerak atau kotoran. Bila itu terjadi, maka mesin akan meningkat suhunya akibat sirkulasi air terganggu. Suhu mesin tetap akan tinggi walaupun mobil melaju kencang di jalan bebas hambatan.
Ini terjadi karena sumbatan tersebut membuat tak lancarnya putaran air.
Sementara kalau radiator mengalami kerusakan lain, seperti misalnya bocor, suhu mesin akan kembali normal, setelah mobil melaju kencang. Radiator bocor, bisa menyebabkan panas tinggi bila jumlah air minimal dalam komponen itu tak terpenuhi.
Kendaraan yang lebih tua atau kendaraan niaga biasanya memiliki radiator dari bahan kuningan. Penutup pada kedua ujung sampingnya disolder dan dapat dilepas oleh ahli radiator untuk memeriksa dan membersihkan bagian dalam dari tabung-tabung pendinginnya. Sedan-sedan modern kemungkinan memiliki tabung radiator dari bahan aluminium dengan tangki-tangki ujung terbuat dari plastik yang tahan panas. Bahan ini memang sangat kecil kemungkinan berkarat (asalkan menggunakan cairan yang benar), namun jauh lebih sulit untuk direparasi bila terdapat kebocoran atau kerusakan.
Pada hampir semua jenis mobil tua, sistem pendinginnya bekerja pada suhu yang sangat dekat dengan titik didih air, karena ini akan membuat mesin bekerja lebih efisien.
d. Termostat
Thermostat merupakan komponen dalam sistem pendingin mesin yang berfungsi untuk mempercepat temperatur kerja air pendingin saat motor masih dingin (baru hidup) dan mengatur peredaran/sirkulasi air pendingin. Pada suhu tertentu (panas), komponen ini akan membuka saluran hingga sirkulasi air dalam mesin mengalir ke radiator untuk didinginkan oleh kipas, ekstra fan dan hembusan angin dari arah depan kendaraan (sirkulasi panjang). Lalu, setelah didapat suhu normal pada mesin, maka katup thermostat akan kembali menutup, sehingga sirkulasi air hanya terjadi di dalam mesin (sirkulasi pendek). Demikian seterusnya, terjadi gerakan membuka dan menutup katup thermostat sepanjang mesin berputar. Bila komponen ini rusak, maka sudah pasti akan terganggu pula sistem sirkulasi air pendingin, yang menyebabkan suhu mesin meningkat. Komponen itu tidak bisa diperbaiki, maka bila dijumpai kerusakan thermostat maka penggantian dengan produk baru merupakan satu-satunya jalan keluar.
9
Mesin mobil yang menggunakan sistem pendingin air menggunakan thermostat sebagai pengatur suhu. Thermostat berfungsi sebagai katub/keran aliran air dari mesin ke radiator. Pada saat masih dingin, thermostat menutup sehingga air akan berputar-putar di blok mesin yang membuat suhu kerja ideal cepat tercapai.
Bila suhu kerja telah tercapai, maka pada thermostat akan membuka sehingga air mulai dialirkan ke radiator untuk di dinginkan agar suhu mesin tidak melebihi suhu kerjanya. Bila suhu mulai dingin maka thermostat akan kembali menutup, begitu seterusnya sehingga membuat suhu mesin menjadi stabil.
Termostat terletak di saluran antara radiator dan mesin. Terdapat dua type thermostat yaitu : 1) type dengan katup bypass , dan 2) type tanpa katup bypass
Definisi istilah:
• By pass valve yaitu katup pada thermostat yang berfungsi untuk mengalirkan air dari blok mesin ke kepala silinder pada saat temperatur air masih rendah.
• Jiggle valve yaitu katup pada thermostat yang fungsinya untuk mengalirkan air pada saat menambahkan cairan pendingin ke dalam sistem.
• Saluran By pass yaitu saluran pada sistem pendingin yang berfungsi untuk mencegah timbulnya tekanan yang berlebihan akibat proses pemompaan.
e. Pompa Air
Pompa air (water pump) berfungsi untuk memompakan air ke dalam mesin sehingga sirkulasi berlangsung terus menerus. Kerusakan water pump, biasanya diakibatkan karena kebocoran. Bila ini terjadi maka penggantian komponen wajib dilakukan, karena kebocoran water pump nyaris tak akan hilang bila dilakukan upaya perbaikan.
Kalaupun dipaksakan, kebocoran akan terus berulang. Namun, kalaupun kecurigaan terpaksa ditujukan pada kinerja pompa air, kerusakannya selain kebocoran terpantau dari tak berputarnya air pada raditor. Putaran air maksimal
10
dalam radiator dapat dilihat dengan membuka penutup radiator saat mesin berputar.
Amati gerakan air dari lubang radiator. Jangan sekali-kali membuka tutup radiator meskipun mesin berhenti pada saat mesin masih dalam keadaan suhu tinggi karena tekanan air panas radiator yang membahayakan dapat menyemprot keluar.
Pompa ini terletak jadi satu menempel pada silinder block. Water pump ini berfungsi untuk menghisap cairan pendingin dari radiator (air yang sudah turun suhunya) dan mendorongnya untuk masuk pada mantel air yang berada di dalam silinder blok sampai cairan pendingin tersebut masuk lagi pada radiator. Pada water pump ini terdapat flens puli penggerak yang digunakan untuk mengirim gerak rotasi poros engkol guna menggerakkan water pump ini.
Keterangan:
1. Poros pompa air
2. Unit bantalan dengan perapat dan pengisian vet permanen 3. Impeler
4. Saluran masuk ( dari bagian bawah radiator ) 5. Saluran buang ( ke blok motor )
6. Sil pompa air 7. Lubang pelepas 8. Flens puli penggerak
e. Kipas radiator (Cooling fan)
Elemen yang lain dari sistem pendingin mesin adalah kipas pada radiator (Cooling fan) atau bila ada yang memodifikasinya lagi dengan tambahan baru dan ini biasanya dinamakan “extra fan”. Kipas ini berfungsi untuk mengarahkan/menghisap udara yang berasal dari depan radiator dalam jumlah besar ke arah radiator untuk meningkatkan efek pendinginan.
11
Kerja kipas di ujung mesin memang sering mengalami 'kelelahan'. Demikian pula yang terjadi pada ekstra fan yang terletak pada bagian (luar) paling depan dari mesin. Pemeriksaan dapat dilakukan sendiri. Namun untuk lebih maksimal, setelah mencurigai terjadinya kerusakan dua komponen ini, pemeriksaan sebaiknya dilakukan pada montir yang khusus menjual jasa perbaikan kipas dan ekstra fan. Jasa tersebut biasanya ditawarkan bersamaan tukang servis dinamo dan radiator. Jangan mudah memutuskan untuk mengganti kedua komponen tersebut dengan yang baru.
Karena, kipas mesin maupun ekstra fan merupakan komponen yang relatif mudah untuk diperbaiki. Seperangkat Extra fan dengan “model yang terbaru” terdiri dari kipas, relay dan switch automatic (untuk radiator model terbaru dengan sistem automatic).
Kipas pendingin ini mengarahkan udara dalam jumlah besar ke radiator guna meningkatkan efek pendinginan. Model-model terbaru dari kipas pada sistem pendingin mesin ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1) Sistem kipas pendingin dengan “switch otomatis”, sistem ini cara kerjanya berdasarkan temperatur cairan pendingin, kipasnya baru akan beroperasi bila temperatur air sudah tinggi.
2) Kipas pendingin dengan “kopling fluida”, cara kerja kipas ini digerakkan oleh drive belt dan memutarkan kipas dengan kopling fluida dari oli silikon.
3) Sistem kipas pendingin hidroulik yang terkontrol secara elektronik. Cara kerja sistem ini adalah menggerakkan kipas dengan “motor hidroulik” yang diberi nama ECU (Electronic Control Unit). Pada sistem ECU ini disamping dapat mengalirkan udara dari kipas ke radiator juga sekaligus dapat mengatur volume cairan pendingin yang masuk ke radiator
f. Tutup Radiator
Fungsi utama tutup radiator dengan katup tekanan (biasanya dirancang antara 80-120 kpa (0,8 – 1,2 bar) adalah untuk meningkatkan titik didih cairan pendingin dengan cara mengontrol tekanan yang terjadi di dalam sistem pendingin. Selain itu tutup radiator dengan katup tekanan juga berfungsi meningkatkan efisiensi pompa air dan mengurangi efek kantong uap atau lapisan uap pada sistem pendingin.
12
Air akan mengembang ketika dipanaskan. Untuk mencegah kehilangan cairan, maka luapan ini ditampung dalam sebuah tangki penampung yang berada di luar radiator. Pada saat temperatur air pendingin berkurang setelah mesin berhenti, maka dalam radiator terjadi kevacuman. Akibatnya vacum valve akan terbuka secara otomatis untuk menghisap udara segar mengganti kevacuman dalam radiator.
Kemudian diikuti dengan cairan pendingin pada tekanan atmosfer apabila mesin sudah benar-benar dingin.
Katup pelepas/tekan berfungsi untuk membatasi tekanan yang ditimbulkan panas air antara 80-120 kpa (0,8 – 1,2 bar), limpahan air dari radiator dialirkan ke tangki cadangan (reservoir)
Katup vakum/isap berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan pada saat motor menjadi dingin, sehingga tidak terjadi vakum dalam sistem dengan cara mengalirkan air pendingin dari reservoir kembali ke radiator.
Periksa kondisi tutup radiator, jika pegas tidak main atau karet mulai melar, atau umur sudah mencapai 4 tahun, lebih lebih baik diganti saja, tutup radiator berperan vital mengatur tekanan di dalam radiator, tekanan berlebih bisa mengakibatkan klem kepala radiator lepas.
Reservoir Reservoir
13 g) Tangki Reservoir
Tangki reservoir dihubungkan ke radiator untuk menyimpan cairan pendingin yang mengalir secara berlebihan dari radiator dan mensuplai cairan pendingin jika radiator dingin.
Saat temperatur cairan pendingin di radiator naik, maka akan memuai dan mengalir ke dalam tangki reservoir. Saat radiator dingin, maka akan menghisap masuk cairan pendingin dari tangki reservoir. Cairan dari tangki penampung ini dikembalikan ke radiator ketika mesinnya sudah lebih dingin. Tangki penampung tidak boleh terisi penuh ketika masih dingin (perhatikan tanda ‘min” dan “max”) .
3. Prinsip Kerja Sistem Pendingin Mesin
Prinsip kerja sistem pendingin mesin sangat sederhana. Dalam kondisi suhu mesin masih belum panas, pompa air (Water pump) sudah berputar seiring dengan putaran poros engkol mesin. Water pump mengalirkan air ke sekeliling cylinder block (water jacket) dan kepala mesin (Cylinder head), disebut sirkulasi pendek. Ketika suhu mesin berangsur-angsur naik, dan telah mencapai suhu 80 derajat Celcius sampai dengan 90 derajat Celcius, maka termostat akan membuka dan mengalirkan air ke radiator untuk didinginkan dan kemudian dihisap kembali untuk mendinginkan mesin, disebut sirkulasi panjang.
Prinsip Sistem Sirkulasi Cairan Pendingin Pada Mesin
14
Ketika mesin baru akan dihidupkan (biasanya di pagi hari), suhu air pada radiator berkisar pada suhu ruang yaitu sekitar 23 derajat Celcius. Ketika mesin dinyalakan, air yang berada di dalam blok mesin bersirkulasi dengan bantuan water pump melewati selang by-pass tanpa melewati radiator.
Mengapa tidak melewati radiator? Itu dikarenakan lubang air menuju radiator masih ditutup oleh termostat, sementara itu lubang by-pass yang letaknya berseberangan dengan lubang menuju radiator terbuka memungkinkan water pump mengalirkan air yang keluar dari blok mesin untuk kembali masuk ke dalam blok mesin. Fase ini disebut sebagai “fase pemanasan” dimana air yang bersirkulasi di dalam blok mesin tidak mengalami pendinginan sehingga suhu kerja mesin berkisar di 80-90 derajat Celcius. Pada kesempatan yang sama, temperatur air pada sistem sirkulasi juga naik hingga 80-90 derajat Celcius.
Jika thermostat disetting oleh pabrik untuk membuka pada suhu 80-90 derajat Celcius, maka thermostat membuka dan memungkinkan air dari blok mesin masuk ke radiator. Dengan membukanya thermostat, ujung dari thermostat tersebut menutup lubang by-pass yang berseberangan dengan jalur keluar air. Tertutupnya lubang by- pass tersebut juga memungkinkan water pump untuk menghisap air dari dalam radiator untuk dipompa kembali ke cylinder block untuk menjaga temperatur kerja dari mesin tersebut.
Air yang keluar dari blok mesin masuk ke radiator untuk didinginkan dengan bantuan tiupan angin dari depan mobil maupun dari cooling fan serta dari extra fan.
Fase ini disebut “fase pendinginan”.
Pada saat mesin bekerja pada putaran rendah, suhu kerja mesin menjadi turun dan kurang dari 80 derajat Celcius, maka otomatis thermostat kembali menutup untuk menjaga temperatur air tidak berkurang dari suhu kerja mesin, dan akan membuka kembali ketika suhu tersebut telah tercapai kembali. Kedua fase ini berpindah secara bergantian bergantung dari temperatur mesin itu sendiri.
4. Perawatan Sistim Pendingin Mesin
Banyak faktor penyebab mobil jadi overheat. Bila hal ini terjadi maka dapat dilakukan langkah-langkah pendeteksian sebagai berikut:
a. Periksa kebocoran sistem pendingin
Jika volume air dalam radiator cenderung berkurang dan harus sering menambah air pendingin di reservoir ataupun bahkan kadang juga di radiator menunjukkan adanya kebocoran air pendingin. Agar dapat mengetahui secara pasti letak kebocorannya maka dapat dilakukan pemeriksaan kebocoran sistem pendingin secara umum dengn cara sebagai berikut:
(1) Isilah radiator dengan media pendingin, kemudian pasanglah radiator cap tester pada lubang pengisian media pendingin pada radiator.
15
(2) Pompalah radiator cap tester sampai tekanan 1,2 kg/cm2 (17,1 psi), dan periksa bahwa tekanan tidak turun. Apabila tekanan turun berarti ada kebocoran pada sistem pendingin atau pada komponen sistem pendingin. Oleh karena itu perlu diperiksa kebocoran pada saluran pendingin, radiator, dan pompa air. Apabila tidak ditemukan kebocoran pada komponen tersebut, maka perlu diperiksa blok dan kepala.
b. Periksa volume air di dalam radiator.
Minimnya volume air di dalam radiator maupun di dalam blok silinder, mengakibatkan kemampuan penyerapan panas berkurang, sehingga mesin menjadi panas karena kurang pendinginan. Isi air pendingin (water coolant) pada radiator hingga penuh. Isi juga reservoir hingga batas full.
c. Periksa kebocoran tangki radiator.
Kebocoran tangki radiator di bawah permukaan air biasanya dapat dideteksi dari adanya tetesan air meskipun dalam kondisi diam. Tetapi ada juga kemungkinan bocor karena keretakan kecil yang tidak terdeteksi pada suhu dingin, kebocoran biasa terjadi apabila suhu air sudah tinggi dan tekanan di dalam tangki radiator juga sangat tinggi. Pemeriksaan harus dilakukan dengan cara mengisi air pada radiator dan mesin dihidupkan, pada saat mesin sudah panas dapat diamati kemungkinan adanya kebocoran. Jika terjadi keretakan/kebocoran perlu di solder agar aman.
d. Periksa kerja radiator
Radiator bertugas mendinginkan sirkulasi air panas yang berputar di dalam mesin. Karena memutar air, maka kadang beberapa saluran dalam radiator mengalami sumbatan akibat kerak/kotoran maupun kebocoran. Bila itu terjadi, maka mesin akan meningkat suhunya akibat sirkulasi air terganggu. Jika terjadi gejala yang seperti tersebut maka radiator perlu dibersihkan. Pipa-pipa radiator harus dipastikan semuanya berfungsi untuk mengalirkan air dari tangki atas ke tangki bawah radiator.
Selain tersebut, perlu diperiksa dan dipastikan semua sirip-sirip radiator tidak ada yang rusak yang berkibat pada terhambatnya aliran udara yang seharusnya dapat menerobos dengan baik pada celah-celah sirip radiator.
e. Periksa kerja tutup radiator
Untuk menjamin kapasitas air pendingin dalam radiator dan tekanan radiator maka diperlukan tutup radiator yang kerjanya normal. Untuk tujuan tersebut, jika ditengarai air dalam reservoir cenderung tetap pada mesin suhu tinggi maupun dingin maka perlu diperiksa kerja dari tutup radiator.
Untuk memeriksa kebocoran sistem pendingin diperlukan alat yang disebut “Radiator Cap Tester“. Alat tersebut disamping dipakai untuk memeriksa kebocoran pada sistem pendingin juga dapat digunakan untuk menentukan kondisi tutup radiator.
16
Pemeriksaan tutup radiator dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
(1) Melepas tutup radiator, kemudian pasang tutup radiator pada radiator cap tester (alat uji tutup radiator). Untuk mencegah terjadinya bahaya panas, tidak diperkenankan membuka tutup radiator dalam keadaan mesin masih panas, karena cairan dan uap bertekanan akan menyembur keluar.
(2) Memeriksa tutup radiator dengan alat uji tutup radiator. Lakukan pemompaan dan ukurlah tekanan pembukaan katup vakum
Petunjuk:
Tekanan pembukaan standar: 0,75 – 1,05 kg/cm2 (10,7 – 14,9 psi) Tekanan pembukaan minimum : 0,6 kg/cm2 (8,5 psi)
Untuk pemeriksaan tutup raditor sebaiknya menggunakan pembacaan maksimum sebagai tekanan pembukaan. Apabila tekanan pembukaan kurang dari minimum, maka tutup radiator perlu diganti.
f. Periksa kebocoran pada selang
Kebocoran pada selang kemungkinan besar karena selang sudah tua, kelenturan selang sudah berkurang, adanya retakan-retakan, selang mudah sobek, dan klem sambungan selang kurang rapat. Ganti selang jia ditemukan gejala-gejala sebagaimana di atas.
g. Periksa kerja kipas dan ekstra fan
Kerja kipas di ujung mesin memang sering mengalami 'kelelahan'. Demikian pula yang terjadi pada ekstra fan yang terletak pada bagian (luar) paling depan dari mesin. Periksa, apakah pada saat suhu mesin cukup panas (dapat dilihat pada thermometer di dashboard) kipas dapat bekerja dengan baik. Kipas seharusnya bekerja disaat mesin telah mencapai suhu kerja.
h. Periksa kerusakan thermostat
Setelah memeriksa kerja komponen yang nampak tersebut, bila mesin tetap panas, sementara pengapian dan kerja mekanik mesin berjalan normal, kecurigaan boleh diarahkan pada kerusakan thermostat. Jika komponen ini rusak maka fungsi membuka dan menutup saluran air ke radiator terganggu, sehingga proses pendinginan juga terganggu. Thermostat jarang bisa diperbaiki, kebanyakan kalau rusak langsung diganti. Kerusakan thermostat umumnya katupnya tidak mau membuka meskipun suhu air pendingin di mantel air telah mencapai suhu kerja sehingga jika dibiarkan akan terjadi over heating.
Periksa termostat di dalam panci air, dengan menggunakan pemanas dan termometer. Catatlah temperatur termostat saat mulai membuka. Jika sampai suhu
17
sekitar 80-900C belum membuka yang ditandai tidak jatuhnya thermostat maka dapat dipastikan thermostat rusak dan perlu diganti.
i. Periksa kerusakan pompa air (water pump)
Komponen yang satu ini sesuai namanya berfungsi untuk memompakan air dalam mesin sehingga sirkulasi berlangsung terus-menerus. Kerusakan water pump, biasanya diakibatkan karena kebocoran. Bila ini terjadi maka penggantian komponen wajib dilakukan, karena kebocoran water pump nyaris tak akan hilang bila dilakukan upaya perbaikan.
j. Kerusakan swicth suhu dan meter pengukur suhu
Kalau seluruh kemungkinan gangguan sudah dilakukan tetapi mesin tetap panas, cobalah periksa fungsi swicth dan meter pengukur suhu (thermometer) pada papan instrumen (dashboard). Komponen swicth suhu tertanam pada blok mesin, berfungsi untuk menyampaikan informasi suhu air pendingin kepada thermometer tersebut.
18 INSTRUMEN PENILAIAN
a. PENILAIAN SIKAP
Nama Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Ngrayun Tahun Pelajarang : 2021/2022
Kelas/ Semester : XI / Gasal
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan No Nama Siswa
Aspek Perilaku yang dinilai
Jml Skor
Skor Sikap
Kode Nilai
BS SS TJ DT
1 2 3 dst
Aspek sikap, dilakukan dengan melakukan pengamatan secara komprehensif terhadap seluruh peserta didik selama pelajaran berlangsung, khususnya pada saat diskusi kelompok atau melaksanakan praktik.
Keterangan : BS : Bekerja Sama SS : Sopan Santun TJ : Tanggung Jawab DT : Disiplin/Tekun Catatan :
1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria
Nilai Kriteria Predikat Keterangan
75,01 - 100 Sangat baik
SB ( Aktif bekerja sama) 50,01 - 75 Baik B ( tidak sepenuhnya aktif)
25,01 - 50 Cukup C (cenderung tidak aktif dan mengamati kelompok )
00 - 25 Kurang K ( pasif dan tidak terlibat sama sekali) 2. Skor maksimal = jumlah aspek perilaku yang dinilai dikalikan 100 (4 x 100= 400) 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi skor maksimal dikalikan 100 (SS/400 x 100) b. PENILAIAN PENGETAHUAN
Rubrik Penilaian Pengetahuan
Aspek pengetahuan dilakukan dengan tes tertulis, terutama hasil ulangan harian dan hasil tugas kelompok maupun individu. Peserta didik dianggap telah menacapai KKM (Kriteria Ketuntasan Belajar) jika telah mencapai nilai minimal 70
Nilai ketuntasan Pengetahuan dan Ketrampilan
Rantang Angka Huruf
90,1 – 100 SB
80,1 – 90,0 B
70,0 – 80,0 C
‹ 70,0 K
19
Skor 10 Jika peserta didik dapat memilih jawaban dengan benar Skor 0 Jika jawaban salah
Nilai = jumlah nilai jawaban benar Rubrik Penilaian Pengetahuan
No Nama Peserta Didik Nilai Siswa Nilai Akhir
S 1 S 2 S 3 S .. S 10 1
2 3 dst
KISI-KISI SOAL
Materi Pelajaran : Pemeliharaan mesin kendaraan ringan
Materi Pokok : Menerapkan cara perawatan sistem pendinginan Kelas/ Smtr : XI / Ganjil
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Tujuan Pembelajaran Indikator Aspek Jenis Soal No. Soal
3.3. Menerapkan cara Perawatan sistem pendinginan
3.3.1 Memahami nama komponen sistem pendinginan
Menyebutkan nama dan menunjukkan komponen sistem pendinginan dengan baik dan benar melalui tayangan dan atau komponen sesungguhnya.
Peserta didik dapat
menyebutkan nama komponen sistem pendinginan
Pengetahuan Pilihan
Ganda 2
3.3.2 Memahami fungsi dan cara kerja sistem pendinginan
Menjelaskan fungsi dan cara kerja komponen sistem pendinginan dengan baik dan benar melalui tayangan dan atau komponen sesungguhnya.
Peserta didik dapat
menjelaskan fungsi dan cara kerja sistem pendinginan
Pengetahuan Pilihan
Ganda 1,3,4,5,6,7
3.3.3 Menentukan cara perawatan sistem pendinginan
Menjelaskan cara merawat sistem pendinginan kemudian mengkomunikasikan hasil pemecahan masalah yang diberikan dengan percaya diri melalui diskusi kelompok
Peserta didik dapat
menentukan cara perawatan sistem pendinginan
Pengetahuan Pilihan
Ganda 8,9,10
K
14
21 LAMPIRAN: SOAL PENGETAHUAN
LEMBAR SOAL
Materi Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan Materi Pokok : Menerapkan Cara Perawatan sistem
pendinginan Kelas/ Smtr : XI / Ganjil
Hari/ Tanggal : …….../……...2022 Waktu : 25 Menit
Petunjuk: Pilih salah satu jawaban yang menurut Anda paling benar dengan cara menyilang pada salah satu huruf di depannya.
1. Untuk mengurangi panas yang diserap oleh bagian-bagian motor sehingga tidak terjadi kerusakan dengan cara mempertahankan temperatur motor tetap pada suhu kerja (± 90 0 C) adalah fungsi dari...
a. Mantel air b. Tangki reservoir c. Termostat d. Kompresor
e. Sistem pendinginan mesin
2. Nama-nama komponen yang bukan termasuk bagian dari sistem pendinginan di bawah ini adalah...
a. Radiator b. Karburator c. Termostat d. Pompa air e. Kipas radiator
3. Bagian sistem pendingin yang berfungsi memindahkan air dari radiator bagian bawah ke mantel air adalah ....
a. Impeler b. Mantel air c. Pompa air d. Tutup radiator e. Pulley
4. Komponen sistem pendingin yang berfungsi untuk menahan ekspansi air keluar mesin sehingga mesin akan segera mencapai suhu kerja adalah ....
a. Termostat b. Tutup radiator c. Tanki reservoir d. Pompa radiator e. Air radiator
5. Komponen yang berfungi mengatur tekanan pada sistem pendingin adalah ...
a. Tutup radiator b. Tanki reservoir c. Termostat d. Pompa radiator e. Termometer
22 6. Fungsi sirip-sirip pendingin pada radiator adalah…
a. Sebagai penguat radiator b. Variasi dan asesoris radiator
c. Menyalurkan panas mesin ke udara luar
d. Menyalurkan panas air pendingin ke udara luar
e. Pelindung radiator agar tahan terhadap goncangan mesin
7. Bagian sistem pendingin yang fungsinya untuk mendinginkan air panas yang berasal dari mesin sebelum kembali dikirim ke mesin pada adalah ....
a. Tutup radiator b. Tangki reservoir c. Radiator
d. Radiator cup e. pompa
8. Untuk mengetahui kebocoran sistem pendingin menggunakan alat ....
a. Vacum tester b. Radiator cup tester c. Termometer d. Kompresor e. Toolset Box
9. Pekerjaan apakah yang tidak diperlukan pada dalam servis radiator pada sistem pendingin?
a. Pemeriksaan air pendingin
b. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin c. Pemeriksaan tutup radiator
d. Pemeriksaan temperatur air pendingin e. Pemeriksaan sirip-sirip radiator
10. Pemeriksaan apa yang dilakukan sesuai gambar di bawah ini?
a. Pemeriksaan air pendingin
b. Pemeriksaan temperatur air pendingin c. Pemeriksaan tutup radiator
d. Pemeriksaan sirip-sirip radiator
e. Pemeriksaan kebocoran sistem pendingin
23 Kunci Jawaban Pengetahuan dan skor
No Kunci Skor No Kunci Skor
1 E 10 6 D 10
2 B 10 7 C 10
3 C 10 8 B 10
4 A 10 9 D 10
5 A 10 10 E 10
Jumlah skor 100
24
LEMBAR KERJA SISWA
Mata Pelajaran : Pemeliharaan Mesin Kendaraan Ringan
Kompetensi Dasar : Menerapkan Cara Perawatan sistem pendinginan Kelas/ Semester : XI / Gasal
1. Tuliskan nama-nama komponen sistem pendinginan mesin sesuai dengan gambar yang ditunjukkan di bawah ini.
2. Tuliskan nama-nama komponen radiator sesuai dengan gambar yang ditunjukkan di bawah ini!
1. ...
2. ...
3. ...
4. ...
5. ...
6. ...
7. ...
8. ...
9. ...
1. ...
2. ...
3. ...
4. ...
5. ...
6. ...
7. ...
8. ...
KELOMPOK: ....
1. ...
2. ...
3. ...
4. ...
5. ...
6. ...
25
3. Tuliskan nama komponen dan jelaskan fungsinya sesuai gambar yang ada dalam tabel berikut ini!
Gambar komponen Nama komponen Fungsi komponen
26
4. Jelaskan cara kerja dari sistem pendinginan berdasarkan dua gambar di bawah ini!
Gambar A (Sirkulasi pendek)
Gambar B (Sirkulasi panjang)
5. Jelaskan cara memeriksa kebocoran sistem pendinginan berdasarkan gambar di bawah ini!
27
6. Jelaskan cara memeriksa kinerja tutup radiator berdasarkan gambar di bawah ini!
7. Jelaskan cara memeriksa kinerja termostat berdasarkan gambar di bawah ini!