• Tidak ada hasil yang ditemukan

RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL MENUJU SDM UNGGUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL MENUJU SDM UNGGUL"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN

DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN NASIONAL MENUJU SDM UNGGUL

Direktur Kelautan dan Perikanan

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS

Disampaikan dalam Webinar IMFISERN

Jakarta, 21 November 2020

REPUBLIK INDONESIA

(2)

PERANAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan Kesejahteraan

Bahan baku pengolahan perikanan, domestik dan

ekspor

Sumber pendapatan masyarakat (nelayan dan

masyarakat pesisir) Lapangan pekerjaan Penyedia pangan protein

hewani, nasional dan dunia

Jumlah Penduduk (2019):

269 juta jiwa

Indonesia

7,7 miliar jiwa

dunia

Ekspor Perikanan (USD Miliar)

4,94

(2019)

3,94

(2015)

Rata-rata pendapatan nelayan (2019)

Rp.3,85

juta/orang/bulan

Rata-rata pendapatan pembudidaya ikan (2019)

Rp.3,62

juta/orang/bulan

4,3 juta

Pembudidaya Ikan

2,0 juta

Nelayan (2018)

2 Sumber:

KKP, 2020 (satu data KKP)

BPS, 2020

(3)

Kondisi SDM Kelautan dan Perikanan

Nelayan termasuk salah satu kelompok rumah tangga yang diperkirakan berada pada 40%

penduduk berpendapatan terbawah dan bergantung pada hasil laut.

Angka ketimpangan penghasilan sesama rumah tangga nelayan diperkirakan dengan Indeks Gini 0,54.

Minimnya ketersediaan pelayanan dasar yang menjangkau wilayah sulit di kawasan pesisir.

1,44 juta Nelayan Terdaftar KUSUKA

1,68 juta Pembudidaya Ikan Terdaftar KUSUKA

10 ribu Petambak Garam Terdaftar KUSUKA

Isu SDM Kelautan dan Perikanan

1 2

3

34,5 ribu 4

Pengolah Ikan

Terdaftar KUSUKA

2,58 juta Nelayan

3,74 juta

Pembudidaya Ikan

16 ribu

Petambak Garam

Keterbatasan akses terhadap: permodalan (isu jaminan/colateral), teknologi tepat guna/adaptif, input produksi yang berkualitas, dan peningkatan keterampilan, pengetahuan, dan manajemen.

SDM Kelautan dan Perikanan

(4)

ARAH PEMBANGUNAN KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM VISI 2045 DAN RPJMN 2020-2024

4

(5)

VISI 2045 TERKAIT KEMARITIMAN

Peran Sektor Maritim

(6)

6

RPJMN 2020-2024

(Perpres No. 18 Tahun 2020)

AP 1

Rp

Ketahanan Ekonomi untuk

Pertumbuhan Berkualitas dan

Berkeadilan

Pengembangan Wilayah untuk

Mengurangi Kesenjangan

SDM

Berkualitas dan Berdaya Saing

Revolusi Mental dan

Pembangunan Kebudayaan

Infrastruktur untuk Ekonomi

dan Pelayanan Dasar

Lingkungan Hidup, Ketahanan Bencana, dan

Perubahan Iklim

Stabilitas Polhukhankam

dan Transformasi

Pelayanan Publik

AP 3 AP 4 AP 6 AP 7

AP 2 AP 5

Agenda Pembangunan

Visi-Misi dan arahan presiden yang terdiri dari Pembangunan SDM, Pembangunan Infrastruktur, Penyederhanaan Regulasi, Penyederhanaan Birokrasi, dan Transformasi Ekonomi diterjemahkan ke dalam 7 Agenda Pembangunan RPJMN 2020-2024

Riset Sosial Ekonomi Perikanan mendukung Program Prioritas Pengelolaan

Kemaritiman, Perikanan dan Kelautan sebagai bagian yang mendukung target dan

sasaran pada Agenda Pembangunan 1, serta Agenda Pembangunan 3 untuk mendukung

Peningkatan SDM berkualitas dan berdaya saing

(7)

KEMARITIMAN, PERIKANAN, DAN KELAUTAN DALAM RPJMN 2020-2024

Pengelolaan Sumber Daya

Menjadikan WPP sebagai basis spasial dalam pembangunan perikanan berkelanjutan

(sustainable fisheries), serta pengelolaan dan penataan ruang laut dan RZ;

Mengelola ekosistem kelautan dan pemanfaatan jasa kelautan secara berkelanjutan;

Meningkatkan produksi, produktivitas, standardisasi, jaminan mutu dan keamanan produk kelautan dan perikanan;

Meningkatkan fasilitasi usaha, pembiayaan, kesejahteraan dan pemberdayaan nelayan, dan perlindungan usaha skala kecil

Meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM, inovasi teknologi dan riset, serta penguatan database.

1

2

5 4 3

Peningkatan nilai tambah, lapangan kerja, dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi

Peningkatan nilai tambah juga dilaksanakan melalui : 1. Perbaikan kualitas, kapasitas dan produktivitas

industri pengolahan

2. Penerapan standardisasi mutu, sertifikasi dan ketelusuran produk (traceability),

3. Penyediaan sarana dan prasarana sistem rantai dingin, penguatan sistem logistik ikan yang efisien 4. Perluasan akses pasar dalam dan luar negeri

5. Pembangunan fasilitas pemasaran perikanan berskala internasional,

6. Penguatan branding produk perikanan Indonesia 7. Pengembangan sistem pemasaran produk perikanan

berbasis digital

(8)

SASARAN UTAMA TERKAIT KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM RPJMN 2020-2024

WPP

Model percontohan penguatan tata Kelola WPP

3

11

Proporsi tangkapan jenis ikan dalam batas biologis

yang aman (%) <64

<80

Produksi Ikan (tangkap dan budidaya,

juta ton) 14,8

20,4

Konsumsi Ikan

(kg/kapita/tahun) 56,4

62,0

Ekspor perikanan

(USD miliar) 6,2

8,0

PDB

Pertumbuhan PDB

Perikanan (%) 7,9

8,7

8 Produksi Ikan tangkap

(juta ton) 8,02

10,1

(2019)

(2024)

(2019)

(2024)

Nilai tular nelayan 100

107

(9)

SASARAN UTAMA TERKAIT KELAUTAN DAN PERIKANAN DALAM RPJMN 2020-2024

Luas kawasan konservasi

perairan (juta ha) 23,4

26,9

Hasil riset kelautan dan perikanan yang

diadopsi/diterapkan (hasil riset) 5

15

Penyelesaian penataan ruang laut dan zonasi

pesisir (Rencana Zonasi)

14

(kumulatif)

102

Persentase cakupan WPPNRI yang dipantau dari kegiatan

illegal fishing (%)

54

75

Persentase Kepatuhan (compliance) Pelaku Usaha Kelautan dan

Perikanan (%) 94

98

(10)

MAJOR PROJECT RPJMN 2020-2024

Pelaksanaan RPJMN 2020-2020 diperkuat penyusunan 41 Major Project 2020-2024 untuk memperkuat fokus dan pengendalian program (delivery mechanism)

Major Project memuat proyek-proyek strategis yang terintegrasi dengan melibatkan K/L; Pusat – Daerah – BUMN – Masyarakat

MAJOR PROJECT TERKAIT DENGAN KP

Penguatan Jaminan Usaha Serta 350 Korporasi Petani dan Nelayan Revitalisasi Tambak di Kawasan Sentra Produksi Udang dan Bandeng

Integrasi Pelabuhan Perikanan dan Fish Market Bertaraf Internasional

• Produksi Ikan;

• Proporsi tangkapan jenis ikan yang berada dalam batasan biologis yang aman;

• Jumlah pendanaan pelaku usaha kelautan dan perikanan skala kecil;

• Kawasan klaster sentra produksi perikanan budidaya unggulan

• Nilai tukar nelayan;

• Nulai tukar pembudidaya ikan;

• Ekspor hasil perikanan (USD Miliar).

10

(11)

KERANGKA PIKIR PEMBANGUNAN MANUSIA

“Pembangunan Manusia dilakukan berlandaskan pada Tiga Pilar pembangunan” :

Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial, Produktivitas, dan Pembangunan Karakter

(12)

PERAN DAN KEBUTUHAN RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN

12

(13)

Kemampuan Iptek yang makin maju sehingga mendorong perekonomian yang efisien dan

produktivitas yang tinggi

• Kapasitas adopsi Iptek dan penciptaan inovasi Indonesia masih rendah. Indonesia berada di peringkat 85 dari 131 negara dengan skor Global Innovation Index (GII) 26,49 dari skala 0-100 (2020), atau peringkat 14 dari 15

negara-negara Asia Tenggara dan Oceania

Diperlukan riset dan inovasi secara

berkelanjutan untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi dan sosial-budaya.

• Selanjutnya, untuk mendukung peningkatan daya saing dan kemandirian nasional,

mendukung pencapaian target RPJMN 2020-2024

Termasuk mendorong produktivitas kelautan dan perikanan, dengan menjaga

kelestarian alam, dan memperhatikan sosial budaya

ISU DAN PERAN RISET DALAM PEMBANGUNAN

KELAUTAN DAN PERIKANAN

(14)

PERANAN RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN PERIKANAN

14

pengembangan riset yang relevan dengan isu nasional

• Khususnya rekomendasi kebijakan yang mendukung pembangunan sektor KP

Perlu diseminasi ke policy maker

• Didukung dengan informasi yang update dan relevan

SDM IPTEK Kemaritiman yang memiliki kapasitas, serta sarpras

yang memadai

IPTEK dan riset inovatif untuk

mendukung pertumbuhan ekonomi Sinergi program dan alternative pendanaan

melalui Triple Helix

Didukung dengan

Research-based policy;

Policy-oriented research

(15)

Informasi tentang kondisi nelayan, pembudidaya, petambak garam dan Pengolah/pemasar dan rekomendasi atas program peningkatan

kesejahteraan masyarakat KP

Informasi tentang PDB perikanan/kemaritiman dan rekomendasi menuju target PDB

Memberikan rekomendasi tata kelola sumber daya KP yang berkelanjutan (WPP sebagai basis spasial

pembangunan)

Memberikan rekomendasi riset tata Kelola usaha, dan sosial budaya KP, SDM, termasuk isu gender

Informasi tentang dampak suatu kebijakan atau regulasi dan rekomendasinya

Informasi tentang dampak pandemi Covid-19 dan rekomendasi kebijakan

Rekomendasi transformasi digital yang tepat untuk KP dalam rangka

peningkatan daya saing

Rekomendasi tentang kelayakan lokasi/usaha terkait Major Project

BEBERAPA INFORMASI RISET SOSIAL EKONOMI KELAUTAN DAN

PERIKANAN YANG DIBUTUHKAN

(16)

TRIPLE HELIX - SINERGI PEMERINTAH, INDUSTRI DAN DUNIA USAHA, SERTA PERGURUAN TINGGI DAN LEMBAGA IPTEK

Peran Perwujudan Peran

PERGURUAN TINGGI DAN

LEMBAGA IPTEK

Penghasil

Inovasi 1. Melakukan litbang dan inovasi

2. Menyelenggarakan pengembangan kapasitas SDM Iptek

3. Mobilisasi SDM ahli dalam penguasaan dan manajemen Iptek dan Inovasi

4. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya Iptek untuk litbang dan inovasi

Pengguna

Hasil Inovasi Optimalisasi pemanfaatan hasil litbang dan inovasi untuk keperluan akademik dan penelitian

selanjutnya

Peran Perwujudan Peran

PEMERINTAH Regulator 1. Peraturan perundangan dan insentif

2. Program unggulan atau prioritas bidang inovasi Fasilitator 1. Dukungan pendanaan dan insentif fiskal

2. Fasilitasi proses perolehan HKI, standar, sertifikasi

Penghasil Inovasi melalui lembaga litbang

Pengguna 1. Pemerintah (K/L/D/BUMN) sebagai wahana uji standar dan sertifikasi prototipe hasil litbang dan inovasi;

2. Dukungan pemanfaatan hasil inovasi di internal Pemerintah

Peran Perwujudan Peran

INDUSTRI DUNIA DAN USAHA

Pendorong 1. Inisiatif litbang dan inovasi secara mandiri 2. Menyampaikan kebutuhan Iptek inovasi

produk agar lebih kompetitif Pengguna

Hasil Inovasi 1. Industri sebagai wahana uji standar dan sertifikasi prototipe hasil litbang dan inovasi 2. Scaling up prototipe menjadi produksi

massal

3. Pemanfaatan hasil litbang dan inovasi dalam negeri

Sumber : Paparan Men PPN, dalam seminar Pembangunan Iptek

16

(17)

PENUTUP

17

1. Dukungan informasi riset sosial ekonomi kelautan dan perikanan yang dapat meningkatkan produktifitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan, guna memperkuat ekonomi yang berkualitas, mengurangi kesenjangan, menjamin pemerataan dan peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

2. Sinergitas antara Pemerintah, lembaga riset dan pengembangan serta industri

diperlukan dalam mengembangkan hasil riset sosial ekonomi kelautan dan

perikanan di Indonesia.

(18)

TERIMA KASIH

18

(19)

Manusia

Ekonomi Kewilayahan Infrastruktur

Polhukam

Pem bangunan

Goal 1

Tingkat Kemiskinan

Perlindungan sosial

Pelayanan Dasar

Goal 2

Prevalence of undernourishment (POU)

Prevalensi Stunting pada Balita

Goal 3

Angka Kematian Ibu

Prevalensi dan Insidensi Penyakit Menular dan Tidak Menular

Goal 4

Rata-rata Lama Sekolah

Angka Partisipasi Pendidikan

Kualitas Pendidikan

Goal 5

ASFR (Age specific Fertility Rate)

Kesetaraan Gender

Prevalensi kekerasan terhadap anak perempuan dan perempuan

Goal 10

Koefisian Gini

Daerah tertinggal yang terentaskan

Goal 6

Air minum layak

Sanitasi Layak

Pengelolaan Sumber Daya Air

Goal 7

Rasio elektrifikasi

Goal 16

Indeks Perilaku anti Korupsi

Indeks Lembaga Demokrasi

Indeks Kebebasan Sipil

Indeks Hak-Hak Sipil

Goal 2

Tingkat Kerawanan Pangan

Pertanian Berkelanjutan

Goal 7

Bauran energi barukan

Goal 8

Laju Pertumbuhan PDB per Kapita

Pekerja non formal sektor pertanian

Goal 9

Nilai tambah manufaktur terhadap PDB

Penduduk terlayani Mobile Broadband

Goal 12

Pengarusutamaan SCP di dalam Dokumen Perencanaan

Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)

Goal 14

Kawasan konservasi perairan

Tangkapan ikan berada dalam biologis yang aman

Goal 15

Tutupan hutan dan lahan

Rehabilitasi lahan terdegradasi

Goal 17

Pertumbuhan ekspor Produk Non Migas

Goals 9

Pembangunan

prasarana transportasi

Goal 11

Perumahan layak huni Sistem transportasi yang aman

Goal 11

Penduduk kota yang tinggal di daerah kumuh

Ruang terbuka perkotaan

INTEGRASI TPB/SDGs DALAM PENYUSUNAN RPJMN 2020-2024:

KAITAN ANTARA SDGs DENGAN FOKUS PEMBANGUNAN

Referensi

Dokumen terkait

Keju Edam yang menggunakan bahan baku susu tanpa pasteurisasi, memiliki cita rasa dan konsistensi yang lebih baik jika dibandingkan dengan keju Edam yang menggunakan

Dari tabel di atas terlihat bahwa masyarakat kota Banjarmasin sudah dapat disebut sebagai masyarakat yang majemuk karena dari berbagai keberagaman yang ada seperti

5 Menganalisa lebih lanjut tentang konflik horizontal yang terjadi pada beberapa wilayah di Indonesia, seperti konflik Dayak dan Madura dihubungkan dengan teori Simon

25 Metode ini dilakukan dengan menggambarkan data-data kebijakan Omar Al-Bashir seperti kondisi keamanan Darfur, rasa tidak aman di wilayah pengungsian, sikap Omar

Pilar pembangunan bidang kelautan dan perikanan seperti tertuang dalam kebijakan Kementerian Kelautan Perikanan yaitu pembangunan kelautan dan perikanan nasional

Pada tahun 2015 ia melanjutkan studinya di Universitas Riau dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Sastra Indonesia hingga sekarang.. 166 Sebuah Kisah

tentang Dana Desa Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 20 15, perlu

ternak, dimana dasar petimbangannya adalah peternak yang memiliki ternak kambing betina yang pernah beranak dan tidak berkeberatan atas perlakuan yang dilakukan pada