• Tidak ada hasil yang ditemukan

BULETIN VETERINER UDAYANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BULETIN VETERINER UDAYANA"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Volume 9 No.1 Agustus 2017 p-ISSN: 2085-2495; e-ISSN: 2477-2712 Online pada : http//ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet Terbit mulai 1 Pebruari 2009

p-ISSN: 2085-2495, e-ISSN: 2477-2712

BULETIN VETERINER UDAYANA

➢ Infeksi Coccidia dan Strongyloides pada Sapi Bali Pasca Pemberian Mineral

➢ Karakteristik Fisik Daging Sapi Bali dan Wagyu

➢ Aktivitas Enzim Tikus Putih yang Diberi Buah Pinang

➢ Bakteri Non-Coliform pada Feses Sapi Bali

➢ Total Bakteri pada Air minum di Peternakan Ayam Pedaging

➢ Sonogram Organ Mata Kucing Liar Indonesia

➢ Nilai Gizi dan Kualitas Fisik Daging Sapi Bali

➢ Respon Imun Primer Ayam Petelur Pasca Vaksinasi Egg Drop Syndrome

➢ Efek Pemberian Viusid

©

Pet Terhadap Aktivitas dan Kapasitas Makrofag

➢ Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Alat Gerak Tubuh Itik Bali Betina

➢ Vitamin E terhadap Efek Samping Deksametason pada Paru-Paru Tikus

➢ Prevalensi Nematoda Gastrointestinal Bibit Sapi Bali di Nusa Penida

➢ Efektivitas Ekstrak Ethanol, Partisi N-Heksana dan Fraksi Kromatografi Momordica charantia Dalam Menurunkan Glukosa Darah

➢ Karakteristik Fisikokimia Bakteriosin Asal Bakteri Asam Laktat Enterococcus durans

DITERBITKAN OLEH FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS UDAYANA

VOL 9 NO. 2 AGUSTUS 2017

(2)

Publikasi Ilmiah Ini Diterbitkan

Dua Kali Setahun Setiap Bulan Pebruari dan Agustus Yang Bekerjasama Antara

Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHKI)

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI)

Cabang Bali

(3)

Trenggiling adalah mamalia dari ordo Pholidota, mempunyai empat spesies yang hidup di Asia. Trenggiling memakan serangga atau semut dengan cara menjulurkan lidah untuk menangkap mangsanya.

Redaksi:

Penanggung Jawab : Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Ketua : Ni Ketut Suwiti, Sekretaris: I Wayan Sudira, Penyunting/editor: I Nengah Kerta Besung, Iwan Harjono Utama, Wayan Bebas, Kadek Karang Agustina Luh Gde Sri Surya Heryani, I Gusti Ayu Agung Suartini, Ida Ayu Pasti Apsari, Ida Bagus Ngurah Swacita, I Nyoman Suartha, Ni Nyoman Werdi Susari, Desak Nyoman Dewi Indira Laksmi, Ida Bagus Oka Winaya, I Gusti Made Krisna Erawan.

Copy Editor: I Made Merdana, I Wayan Sudira, Putu Suastika. Layout Editor: I Wayan Nico Fajar Gunawan, Made Kardena, Luh Made Sudimartini. Sekretariat: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Jl. PB Sudirman Denpasar Telp. (0361) 223791. Email:[email protected].

Web: http//www.ojs.unud.ac.id/index,php/buletinvet.

Naskah yang dikirim ke redaksi Buletin Veteriner Udayana tidak diperkenankan dipublikasikan lagi secara keseluruhan atau sebagian tanpa seijin Buletin Veteriner Udayana

BULETIN VETERINER UDAYANA

(4)

Prof. Dr. drh. Fedik Abdul Rantam, DVM Imunologi Molekuler dan Seluler. Lab. Virologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga

Prof. Dr. Ir. I Gst Nyoman Gde Bidura, MS

Bioteknologi Pakan Fakultas Peternakan Universitas Udayana Ir. Dahlanuddin, M.Rur.Sc., Ph.D

Lab. Nutrisi dan Makanan Ternak/Herbivora Fakultas Peternakan Universitas Mataram

drh. Made Sriasih, M. Agr. Sc., Ph.D

Lab. Biotechnology and Immunology Fakultas Peternakan, Universitas Mataram.

Dr. Drh. Tyas Rini Saraswati,M,Kes

Lab. Ilmu Faal dan Kasiat Obat Jurusan Biologi Fakultas MIPA Universitas Diponegoro

Ir. I Nengah Sujaya , M.Agr.Sc Ph.D

Intestinal Microbiology, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

dr. Ni Nengah Dwi Fatmawati, S.Ked., SpMK, Ph.D

Medicine, Dentistry, and Pharmaceutical. Bag. Mikrobiologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Univesitas Udayana

Prof. Ir. I Made Anom S. Wijaya, M.App.Sc., Ph.D Jurusan Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian

Universitas Udayana

Prof. Dr. drh I Gusti Ngurah Kade Mahardika Lab. Virologi Veteriner Universitas Udayana

Dr. Drh I Wayan Suardana, MSi

Dairy Sciences Lab. Kesmavet, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

MITRA BESTARI BULETIN VETERINER UDAYANA

(5)

Buletin Veteriner Udayana

Terbit sejak: 1 Pebruari 2009

Naskah asli Original article

Infeksi Coccidia dan Strongyloides Pada Sapi Bali Pasca Pemberian Mineral

(THE INFECTION OF COCCIDIA AND STRONGYLOIDES IN BALI CATTLE POST-MINERAL ADMINISTRATION)

Komang Yogie Suryana Putra, Ida Ayu Pasti Apsari, Ni Ketut Suwiti ... 117

Karakteristik Fisik Daging Sapi Bali dan Wagyu

(BEEF PHYSICAL CHARACTERISTICS OF BALI AND WAGYU CATTLE)

Ni Ketut Suwiti, Ni Nyoman Citra Susilawati, Ida Bagus Ngurah Swacita ... 125

Aktivitas Enzim Alanine-Aminotransferase dan Aspartate Aminotransferase pada Tikus Putih Jantan yang Diberi Ekstrak Buah Pinang

(THE ACTIVITIES OF ALANINE AMINOTRANSFERASE AND ASPARTATE

AMINOTRANSFERASE ENZYMES IN MALE WHITE RATS TREATED WITH EXTRACT ARECA NUT TREATMENT)

Anak Agung Sagung Kendran, Anak Agung Gde Arjana, Anak Agung Sagung Istri

Pradnyantari ... 132

Perbandingan Jumlah Bakteri Non-Coliform pada Feses Sapi Bali Berdasarkan Tingkat Kedewasaan dan Tipe Pemeliharan

(COMPARISON OF NON-COLIFORM BACTERIA IN BALI CATTLE FAECES BASED ON LEVEL OF MATURITY AND MAINTENANCE PATTERN)

Kadek Andre Sulaksana, I Gusti Ketut Suarjana, I Nengah Kerta Besung ... 139

Total Bakteri pada Air minum di Peternakan Ayam Pedaging Desa Mengesta Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan

(TOTAL BACTERIA IN BROILER FARMING WATER IN MENGESTA VILLAGE, PENEBEL DISTRICT, TABANAN REGENCY)

I Nengah Kerta Besung, I Putu Yasmanta Primarta Putra, I Gusti Ketut Suarjana ... 145

Sonogram Organ Mata Kucing Liar Indonesia

(OCULAR SONOGRAM OF INDONESIAN STRAY CAT EYES)

Mokhamad Fakhrul Ulum, Deni Noviana ... 150

Nilai Gizi dan Kualitas Fisik Daging Sapi Bali berdasarkan Jenis Kelamin dan Umur (NUTRITION LEVEL AND PHYSICAL QUALITY OF BALI BEEF ACCORDING TO THE SEX AND AGE OF CATTLE)

Mas Kadek Karang Agustina, I Made Ricky Dwi Cahya, Gusti Made Widyantara, Ida Bagus Ngurah Swacita, Anak Agung Gde Oka Dharmayudha, Mas Djoko Rudyanto ... 156

DAFTAR ISI

(6)

Respon Imun Primer Ayam Petelur Pasca Vaksinasi Egg Drop Syndrome

(PRIMARY IMUNE RESPON OF LAYER POST VACCINATED WITH THE EGG DROPS SYNDOME VACCINE)

Gusti Ayu Yuniati Kencana, I Nyoman Suartha,I Putu Wira Adi Wibawa ... 164

Efek Pemberian Viusid© Pet Terhadap Aktivitas Dan Kapasitas Makrofag Pada Mencit (THE EFFECT OF VIUSID© PET TO ACTIVITY AND CAPASITY OF MACROPHAGES IN MICE) Yoga Pratama Nuradi, I Nyoman Suartha, Ida Bagus Komang Ardana ... 171

Pola Pertumbuhan Dimensi Panjang Alat Gerak Tubuh Itik Bali Betina

(GROWTH PATTERNS OF THE LOCOMOTOR LENGTH DIMENSIONS THE FEMALE BALI DUCKS)

I Made Edi Suryawan, I Putu Sampurna, I Ketut Suatha ... 178

Pengaruh Suplementasi Vitamin E terhadap Efek Samping Deksametason pada Paru- Paru Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus)

(THE EFFECT OF VITAMIN E SUPPLEMENTATION TO THE SIDE EFFECT OF DEXAMETHASONE ON THE LUNG OF MALE WHITE RATS)

Bina Ichsantya, I Ketut Berata, Samsuri, I Made Merdana ... 188

Prevalensi Nematoda Gastrointestinal bibit Sapi Bali Di Nusa Penida

(THE PREVALENCE OF GASTROINTESTINAL NEMATODES OF BALI CATTLE BREEDERS IN NUSA PENIDA)

I Putu Agus Trisna Kusuma Antara, Ni Ketut Suwiti, Ida Ayu Pasti Apsari ... 195

Efektivitas Ekstrak Ethanol, Partisi N-Heksana dan Fraksi Kromatografi Momordica charantia Dalam Menurunkan Glukosa Darah

(THE EFFECTIVENES OF ETANOL EXTRACT, PARTITION N-HEKSANA, AND

CROMATHOGRAPHY FRACTION OF MOMORDICA CHARANTIA L. TO LOWER BLOOD GLUCOSE LEVEL)

Ni Luh Putu Kusuma Clara Dewinda, I Nyoman Suartha, Luh Made Sudimartini ... 202

Karakteristik Fisikokimia Bakteriosin Asal Bakteri Asam Laktat Enterococcus durans Hasil Isolasi Kolon Sapi Bali

(PHYSICHOCHEMICAL CHACTERIZATION OF BACTERIOCIN PRODUCING ENTEROCOCCUS DURANS ISOLATED FROM COLON’S BALI CATTLE)

I Wayan Suardana, Hana Kristal Alamanda Septiara, I Nyoman Suarsana ... 209

(7)

Dr. Sagung Chandra Yowani,S.Si.,Apt.,M.Si

Lab. Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana.

Dr. dra. Tyas Rini Saraswati,M.Kes

Lab. Ilmu Faal dan Khasiat Obat Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Diponegoro.

Dra. Ni Luh Watiniasih, M.Sc., Ph.D.

Lab. Ekofisiologi Hewan Program Studi Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana.

Dr. drh. I Nyoman Suartha, MSi.

Lab. Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh. Gusti Ayu Yuniati Kencana, MP.

Lab. Virologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dr. drh I Nengah Kerta Besung, MSi

Lab. Bakteriologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dr.drh. I Gusti Ayu Agung Suartini, MSi.

Lab. Biokimia, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dr. drh. I Gusti Made Krisna Erawan, MSi.

Lab. Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Drh. Kadek Karang Agustina, MP.

Lab. Kesmavet, Fakutas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Drh. Made Sudimartini, MP

Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Drh. Wayan Nico Fajar, M.Si

Lab. Radiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dra. Ni Made Pharmawati, MSc. PhD.

Lab. Bioteknologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana Dr. drh. Maxs U E Sanam.

Lab. Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Cendana.

Prof. Dr. drh. Pudji Astuti

Lab. Fisiologi Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada.

Prof. Dr.drh. I Nyoman Suarsana, MSi.

Lab. Biokimia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Prof. Dr. drh Ni Ketut Suwiti, MKes,

Lab. Histologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dr.drh. Michael Haryadi, MP.

Lab. Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Drh. Ni Luh Putu Agustini, MP.

Lab. Bioteknologi Balai Besar Veteriner Denpasar.

Drh. Ni Made Restiati, Mphil.

Klinisi Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Bali Dr.drh. AETH Wahyuni, MSi.

Lab. Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gajah Mada Drh. Siti Komariah

Klinisi Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia MITRA BESTARI TAMU

(8)

Buletin Veteriner Udayana

Vol. 9 No.1- 2 Tahun 2017

Air Minum 145 ALT 132 Ampisilin, 60 Antioksidan 9,47,94 Antiulkus, 94 AST 132

Ayam Pedaging 60 Ayam Pedaging 145 Ayam Petelur 164 Babi Landrace 1, 67 Bakteri 73

Bakteri Asam Laktat 209 Bakteriosin 209

Burung Puyuh 54 Coccidia 117 Coliform, 81 Daging 156 Daging Babi 34 Daging Sapi Bali 125 Daging Sapi Wagyu 125 Daging Sapi, 16

Daun Salam, 34 Daya Ikat Air 16 Daya Tahan 34 Deksametason 47,187 Dermatofitosis, 106 Diabetes mellitus 202 E. coli 60

Eceng Gondok, Timbal (Pb) 1, 67 Egg Drop Syndrome 164

Escherichia Coli, 81 Esktrak Buah Pinang 132 Feses 139

Fisikokimia 209

Fraksi kromatografi 202 Gastrointestinal 195

Ginjal. 1,9

Glukosa darah 202 Hati (Hepar) 1,87 Hiperglikemia, 22 Histopatologi 1, 47, 187 Isolasi 73

Itik 178

Jenis Kelamin 156 Kadar Hemoglobin, 67 Karakteristik Fisik 125 Karakteristik Semen 54 Kerbau Lumpur, 100 Koliseptikemia 60 Konsumsi Pakan, 29 Konversi Pakan, 29 Kualitas 134, 156 Kualitas Air, 81 Kualitas Daging, 16 Kucing Liar Indonesia 150 Lambung 94

Leukosit 106 Makrofag 171 Mastitis Klinis 73 Mata kucing 150 Mencit 171 Mineral 117

Momordica Charantia, 22 Morfometri, 100

Nematoda 195 Nilai Hematocrit 67 Nilai Ph, 16

Non Coliform 139 Nusa Penida 195

Nusa Tenggara Barat, 42 Nutrisi 156

Oksitetrasiklin, 60

Orgacid™ 29

Parasetamol 9, 87, 94 Pare 202

partisi n-heksana 202 Paru-Paru 187

Pemeriksaan Makroskopik, 54 Pemeriksaan Mikroskopik 54 Pencemaran 145

Pertambahan Bobot Badan, 29 Peternakan Ayam 145

Peternakan Ayam Broiler. 81 Pola Pertumbuhan 178 Prevalensi 195

Propolis 9,87,94 Radikal Bebas 9 Rattus Norvegicus 22 Respon Primer 164 Sapi 42

Sapi bali 106, 117, 139, 156, 195 Septicaemia Epizootica, 42 Somatometri 100

Sonogram 150 Strongyloides 117 Sulfametoksasol 60 Tikus Putih Jantan 132 Titer 164

Titik Infleksi 178 Toksisitas 132 Total Eritrosit, 67 TPA Suwung 139 Umur 156 Usus Halus 47 Vaksinasi 164 Vitamin E 147, 187 Viusid© Pet 171 INDEKS SUBJEK

(9)

Buletin Veteriner Udayana

Vol. 9 No.1- 2 Tahun 2017

Agung IGMSSN 29 Agustina KK 34, 156 Antara PATK 195 Anthara SM 22 Apsari IAP 117, 195 Ardana IBK 29, 171 Arjana AAG 132 Arjentinia IPGY 106 Bebas W 54

Berata IK 9,47,87,94, 187 Besung INK 42, 139, 145 Budaarsa K 67

Cahya IMRD 156 Dewi NKNL 1

Dewinda NLPKC 202 Dharmawan NS 1, 67

Dharmayudha AAGO 22, 156 Febilani E 9

Ichsantya B 187 Isnan MH 73 Kardena IM 94 Kencana GAY 164 Kendran AAS 132 Lesmono DSA 54 Luhung YGA 60 Lusandika EH 81 Manurung DSB 100 Maria N 94

Merdana IM 9, 87, 187 Noviana D 150

Nuradi YP 171 Nurani NN 106 Pakpahan YPC 22

Pradnyantari AASI 132 Putra IPYP 145

Putra KYG 117 Putri PVC 67

Putriningsih PAS 106 Rudyanto MD 156 Sampurna IP 178 Samsuri 9,47,87,94, 187 Sari PH 34

Septiara HKA 209 Setiawan SY 16 Suada IK 16,29,34,81 Suardana IW 209

Suarjana IGK 42,60,73,81, 139, 145 Suarsana IN 209

Suartha IN 22, 164, 171, 202 Suatha IK 100, 178

Sudimartini LM 9, 22, 202 Sudira IW 47

Sulaksana KA 139 Suryawan IME 178 Susilawati NYC 125

Suwiti NK 42, 117, 125, 195 Swacita IBN 16, 125, 156 Tono PG 42, 60, 73 Trilaksana IGNB 54 Ulum MH 150 Utami AR 87 Wandia IN 100 Wibawa IPWA 164 Widyantara GM 156 Wijayanthi KKD 47 Winaya IBO 1 INDEKS PENULIS

(10)

1. Ketentuan Umum

a. BuletinVeteriner Udayana memuat tulisan ilmiah dalam bidang Kedoteran Hewan dan Peternakan, berupa hasil penelitian, artikel ulas balik (review).

b. Naskah/makalah harus orisinal dan belum pernah diterbitkan. Apabila diterima untuk dimuat dalam Buletin Veteriner Udayana, maka tidak boleh diterbitkan dalam majalah atau media yang lain.

2. Naskah ilmiah dicetak dengan kertas ukuran A4. Naskah diketik dengan spasi menggunakan program olah kata word for windows, huruf Times New Roman ukuran huruf 12.

3. Tata cara penulisan naskah hasil penelitian hendaknya disusun menurut urutan sebagai berikut: Judul, Identitas penulis, Abstrak, Abstract, Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil dan Pembahasan, Simpulan dan Saran, Ucapan terimakasih dan Daftar Pustaka.

Upayakan dicetak hitam putih, dan keseluruhan naskah tidak lebih tidak kurang dari 10- 15 halaman.

a. Judul: Singkat dan jelas.

b. Identitas penulis: Nama ditulis lengkap (tidak disingkat) tanpa gelar. Bila penulis lebih dari seorang, dengan alamat, instansi yang berbeda, maka di belakang setiap nama diberi indeks atas angka arab. Alamat penulis ditulis di bawah nama penulis mencakup laboratorium, lembaga, dan alamat lengkap dengan nomer telepon/faksimili dan Email. Indeks tambahan diberikan pada penulis yang dapat diajak berkorespondensi (corresponding author).

c. Abstrak: Ditulis dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu dan bahasa Inggris bila naskah dalam bahasa Indonesia, begitu pula sebaliknya. Abstrak dilengkapi kata kunci (keywords) yang diurut berdasarkan kepentingannya. Abstrak memuat ringkasan naskah, mencakup seluruh tulisan tanpa mencoba merinci setiap bagiannya. Hindari menggunakan singkatan.

d. Pendahuluan: Memuat tentang ruang lingkup, latar belakang tujuan dan manfaat penelitian. Bagian ini hendaknya memberikan latar belakang agar pembaca dapat memahami dan menilai hasil penelitian tanpa membaca laporan-laporan sebelumnya yang berkaitan dengan topik. Manfaatkanlah pustaka yang dapat mendukung pembahasan.

e. Metode Penelitian: Hendaknya diuraikan secara rinci dan jelas mengenai bahan yang digunakan dan cara kerja yang dilaksanakan, termasuk metode statistika. Cara kerja yang disampaikan hendaknya memuat informasi yang memadai sehingga memungkinkan penelitian dapat diulang dengan berhasil.

f. Hasil dan Pembahasan: Disajikan secara bersama dan membahas dengan jelas hasil-hasil penelitian. Hasil penelitian dapat disajikan dalam bentuk tertulis di dalam naskah, tabel, atau gambar. Kurangi penggunaan grafik jika hal tersebut dapat dijelaskan naskah. Batasi pemakaian foto, sajikan foto yang jelas menggambarkan hasil yang diperoleh. Gambar dan tabel harus diberi nomor dan dikutip dalam naskah. Pembahasan yang disajikan hendaknya memuat tafsir atas hasil yang diperoleh dan bahasan yang berkaitan dengan laporan-laporan sebelumnya. Hindari mengulang pernyataan yang telah disampaikan pada metode, hasil dan informasi lain yang telah disajikan pada pendahuluan.

g. Simpulan dan Saran: Disajikan secara terpisah dari hasil dan pembahasan.

KETENTUAN UNTUK PENULISAN NASKAH

(11)

h. Ucapan Terimakasih: Dapat disajikan bila dipandang perlu. Ditujukan kepada yang mendanai penelitian dan untuk memberikan penghargaan kepada Lembaga maupun perseorangan yang telah membantu penelitian atau proses penulisan.

i. DaftarPustaka: Disusun secara alfabetis menurut nama dan tahun terbit. Singkatan majalah/jurnal berdasarkan tata cara yang dapat dipakai oleh masing-masing jurnal.

Proporsi daftar pustaka jurnal/majalah ilmiah sedikitnya 60%, dan teks book 40%.

Contoh penulisan daftar pustaka:

Jurnal/majalah

Cowle SM, Horae S, Mosselman S, Parker MG.1997. Estrogen receptor alpha and beta for heterodimeson DNA. J Biol Chem, 272(1):158-162.

Buku

Gordon I. 1997. Controlled reproduction in sheep and goats. Controlled reproductionin farm animal series. 2nd Ed. Cab. Internationa. Ireland

Bab dalam Buku

Lukert PD, Saif YM. 1997. Infectious bursal disease. In: Diesease of Pultry. 10th Ed.

Calnek BW, Barness HJ, Beard CW, McDaugrad LR, Saif YM. (eds). Iowa State University Press, Ames, Iowa, USA. Pp. 721-738.

Prosiding

Muzzarelli R. 1990. Chitin and chitosan: Unique cationic polysaccharides, In:

Proceeding Sympotium Towards a Carbohydrate Based Chemistry. Ames, France, 23-26 Oct. 1989. Pp. 199-231.

Disertasi/Tesis

Said S. 2003.Studies on Fertilization of rat soocytes by intra cytoplasmic sperm injection. (Disertation). Okayama: Okayama University.

Website

Gorman C. 1997. The new Hongkong Flue. http://www.pathfinder.com/time/

magazine/1997/dom/971229/heatlh.thenewhong_html

4. Pengiriman naskah dapat dilakukan setiap saat dalam bentuk cetakan (printout) sebanyak dua eksemplar dan satu softcopy kepada:

Redaksi BuletinVeteriner Udayana

Alamat: Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Jl.PB Sudirman Denpasar

Telp. (0361) 223791; Fax.(0361) 223791 Email:[email protected]/[email protected]

5. Terhadap naskah/makalah yang dikirim, redaksi berhak untuk: memuat naskah/makalah tanpa perbaikan, memuat naskah/makalah dengan perbaikan, menolak naskah/makalah.

Semua keputusan redaksi tidak dapat diganggu gugat dan tidak diadakan surat menyurat untuk keperluan itu.

6. Setiap naskah yang dikirim ke redaksi untuk dipublikasikan dalam Buletin Veteriner Udayana akan dipandang sebagai karya asli penulis dan bila diterima, naskah tersebut tidak diperkenankan dipublikasikan lagi secara keseluruhan ataupun sebagian tanpa seijin Buletin Veteriner Udayana.

(12)

Alamat Redaksi Fakultas Kedokteran Hewan Jl. PB Sudirman Denpasar, Telp (0361)223791

BULETIN VETERINER UDAYANA

(13)

125

Karakteristik Fisik Daging Sapi Bali dan Wagyu

(BEEF PHYSICAL CHARACTERISTICS OF BALI AND WAGYU CATTLE) Ni Ketut Suwiti1*, Ni Nyoman Citra Susilawati2, Ida Bagus Ngurah Swacita3

1Laboratorium Histologi Veteriner

2Praktisi Dokter Hewan Di Klinik Hewan Taman Griya Badung

3Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana

*E-mail: [email protected] ABSTRAK

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik daya ikat air, tingkat keasaman, dan susut masak daging sapi bali dan wagyu yang dijual di pasar swalayan yang ada di Denpasar. Sampel yang digunakan adalah daging sapi bali dan wagyu pada bagian rib eye masing-masing sebanyak 15 sampel. Sampel selanjutnya diuji parameter daya ikat air, tingkat keasaman dan susut masak. Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, daging sapi bali memiliki daya ikat air (66,13%), tingkat keasaman (5,75) dan susut masak (31,74%) sedangkan daging wagyu memiliki daya ikat air (63,84%) tingkat keasaman (5,20) dan susut masak (32,29%).

Kata kunci: karakteristik fisik; daging sapi bali; daging sapi wagyu ABSTRACT

A research has been done in order to determine a physical characteristics i.e water holding capacity, acidity level (pH), and cooking loss of beef from bali and wagyu cattle which were sold in supermarkets around Denpasar. The sampels used in this study were 15 rib eye part of bali and 15 of the wagyu beef respectively, the sampels from both types were tested on the water holding capacity parameter, the acidity level, and cooking loss. The data were analyzed by qualitative descriptive analysis. The result showed that, the bali beef contained 66.13 % water holding capacity, 5.75 of acidity level and 31.74 % of coking loss, whereas the wagyu beef contained 63.84 % water holding capacity, 5.20 of acidity level and 32.29% of cooking loss.

Keywords: physical characteristic; bali beef; wagyu beef

PENDAHULUAN

Sapi bali memiliki keunggulan diantaranya: memiliki tulang yang terbilang kecil bila dibandingkan dengan sapi jenis lain, tetapi memiliki persentase daging lebih tebal. Selain itu sapi bali memiliki daya adaptasi sangat baik terhadap lingkungan yang kurang baik.

Daging sapi bali dijual dalam keadaan segar karena biasanya setelah disembelih langsung dijual ke pasar, hal ini berbeda dengan daging sapi impor yang datang dalam keadaan beku. Karakteristik karkas sapi bali digolongkan sapi pedaging ideal di Indonesia karena mempunyai bentuk badan yang kompak dan serasi (Masudana, 1990).

Selain daging sapi bali, juga dikenal daging wagyu produksi Kobe Jepang yang banyak dikonsumsi oleh wisatawan asing di Bali. Tingkat kesukaan wisatawan asing di Bali terhadap kedua daging tersebut sangat berbeda, wisatawan lebih menyukai daging wagyu bila dibandingkan dengan daging sapi bali (Suwiti et al., 2013). Hal tersebut disebabkan karena adanya perbedaan manajemen pemeliharaan, dimana wagyu dipotong pada umur muda (6 bulan) sedangkan sapi bali yang dipotong untuk produksi daging umumnya mencapai 4-5 tahun. Perbedaan genetik antara sapi bali dan wagyu dapat berpengaruh terhadap kualitas daging, adanya perbedaan dari kedua sapi tersebut dapat mempengaruhi sifat-sifat fisik seperti daya ikat air, pH, dan susut masak

(14)

126

yang keseluruhannya merupakan sifat fisik yang mempengaruhi kualitas daging.

Untuk mengetahui kualitas daging dapat dilakukan pengujian karakteristik fisik dengan cara menentukan nilai daya ikat air, pH, serta susut masak. Berbagai perbedaan di dalam uji organoleptik ditemukan antara daging sapi bali dan wagyu. Keadaan tersebut dapat disebabkan adanya perbedaan dalam karakteristik fisik daging. Beberapa karakteristik kualitas daging yang penting dalam pengujian dan mempengaruhi daya tarik konsumen yakni pH, daya ikat air, warna dan keempukan (Purbowati et al., 2006). Daya ikat air adalah kemampuan daging untuk mempertahankan kandungan air selama mengalami perlakuan dari luar seperti pemotongan, pemanasan, penggilingan, dan pengolahan. Besar kecilnya daya ikat air berpengaruh terhadap warna, keempukan, kekenyalan, kesan jus, dan tekstur daging (Suardana dan Swacita, 2009). Daya ikat air daging sangat dipengaruhi oleh pH, spesies, umur dan fungsi otot serta pakan, transportasi, temperatur kelembaban, penyimpanan, jenis kelamin, kesehatan, perlakuan sebelum pemotongan dan lemak intramuskuler (Soeparno, 2005).

Nilai pH merupakan salah satu kriteria dalam penentuan kualitas daging sapi. Nilai pH daging pada ternak sapi yang masih hidup sekitar 7,0-7,2 (pH netral). Penurunan nilai pH akan terjadi setelah hewan ternak sapi disembelih (post-mortem) yaitu pada saat jantung berhenti memompa darah, sehingga jaringan otot dan jaringan lainnya tidak mendapat suplai darah. Faktor yang berpengaruh terhadap pH daging diantaranya: stres sebelum pemotongan, injeksi hormon/obat-obatan, spesies, individu ternak dan macam otot, stimulasi listrik, aktivitas enzim, dan terjadinya glikolosis.

Susut masak (cooking loss) merupakan fungsi dari suhu dan lama pemasakan (Hartono et al., 2013). Lama waktu pemasakan mempengaruhi

pelunakan kolagen, sedangkan temperatur pemasakan lebih mempengaruhi kealotan miofibrilar (Dwiloka et al., 2006).

Besarnya susut masak dapat dipengaruhi oleh banyaknya kerusakan membran seluler, banyaknya air yang keluar dari daging, umur simpan daging, degradasi protein, dan kemampuan daging mengikat air (Shanks et al., 2002). Susut masak merupakan indikator nilai nutrisi daging yang berhubungan dengan kadar air daging, yaitu banyaknya air yang terikat di dalam dan diantara otot. Daya ikat air yang rendah akan mengakibatkan nilai susut masak yang tinggi. Water Holding Capacity (WHC) sangat dipengaruhi oleh nilai pH daging, menurut Soeparno (2005) apabila nilai pH lebih tinggi atau lebih rendah dari titik isoelektrik daging (5,0−5,1) maka nilai susut masak daging tersebut akan rendah.

Daging sapi bali dan wagyu mempunyai nilai uji organoleptik yang berbeda karena terdapat perbedaan dari breed sapi sehingga memberikan nilai hasil tingkat kesukaan yang berbeda pula.

Perbedaan breed tersebut kemungkinan dapat berpengaruh terhadap karakteristik fisik daging seperti nilai daya ikat air (DIA), tingkat keasaman (pH), dan susut masak daging. Sampai saat ini belum ada penelitian tentang karakteristik fisik daging dari kedua sapi tersebut. Oleh karena itu, pada penelitian ini akan dilakukan pengujian sifat fisik daging sapi bali dan wagyu.

MATERI DAN METODE Materi Penelitian

Sampel yang digunakan adalah daging sapi bali dan wagyu bagian rib eye yang dibeli di pasar swalayan. Sampel yang digunakan masing-masing uji sebanyak 30 gram untuk setiap ulangan.

Metode penelitian

Prosedur penelitian yang akan dilakukan dalam penelitian ini masing- masing untuk mengukur daya ikat air

(15)

127

(DIA), tingkat keasaman (pH), dan susut masak yaitu:

Pengujian daya ikat air (DIA)

Mengukur daya ikat air dapat dilakukan dengan metode Joo et al. (2013) dengan cara sebagai berikut: daging ditimbang sebanyak lima gram, kemudian potongan daging ditempatkan dalam lipatan kertas saring yang menyerap air di atas lempengan kaca. Lempengan kaca yang lain diletakkan di sebelah atas, kemudian ditekan dengan beban seberat 35 kg. Biarkan selama 10 menit. Setelah 10 menit, daging dilepas dari lempengan kaca dan kertas saring tersebut, kemudian daging ditimbang kembali. Menghitung daya ikat air dengan rumus:

Pengujian Tingkat Keasaman

Pada penelitian ini menggunakan alat pH meter dalam menentukan nilai pH.

Daging dipotong dan ditimbang sebanyak lima gram kemudian dilumatkan menggunakan mortir. Setelah daging hancur, ditambahkan 5 ml aquades dan dihomogenkan. Kemudian elektroda pH meter (yang sebelumnya telah dikalibrasi dengan buffer pH 4,0 dan pH 7,0) dimasukkan ke dalam campuran tersebut dan baca angka yang ditunjukkan oleh pH meter.

Pengujian Susut Masak

Pada pengujian susut masak merupakan salah satu indikator nilai nutrisi daging yang berhubungan dengan kadar jus daging yaitu banyaknya air yang terikat di dalam dan diantara serabut otot.

Menurut Joo et al., (2013) sampel daging dipotong berbentuk balok kemudian ditimbang seberat 20 gram dan dibungkus plastik polietilen. Kemudian dipanaskan menggunakan waterbath pada temperatur 800C selama 60 menit. Menghitung susut masak dengan rumus:

Keterangan:

BSD: berat sampel sebelum dimasak BST: berat sampel setelah dimasak

Analisis data

Data hasil penelitian karakteristik fisik daging sapi bali dan wagyu ditinjau dari daya ikat air (DIA), tingkat keasaman (pH), dan susut masak dianalisis secara deskriptif kualitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Hasil penelitian karakterisasi fisik dengan uji daya ikat air (DIA) antara daging sapi bali dengan wagyu disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1. Karakter fisik dengan uji daya ikat air (DIA) antara daging sapi bali dengan wagyu

DIA

No Sapi Bali Wagyu

1 66 % 60,4 %

2 68,2 % 59,6 %

3 69,2 % 58,8 %

4 73,6 % 60 %

5 71 % 61 %

6 67,4 % 61,8 %

7 63 % 63 %

8 59,6 % 64,4 %

9 65,6 % 75,2 %

10 63,8 % 66,2 % 11 64,6 % 66,2 % 12 65,8 % 62,8 % 13 65,8 % 66,6 %

14 64,8 % 66 %

15 63,6 % 65,6 % Jumlah 992% 957,6%

Rerata 66,13 63,84

Hasil penelitian karakterisasi fisik dengan tingkat keasaman (pH) antara daging sapi bali dengan wagyu disajikan pada Tabel 2. Sementara hasil penelitian karakterisasi susut masak daging sapi bali dengan wagyu disajikan pada Tabel 3.

Tabel 4 menunjukkan daya ikat air daging sapi bali 66,13 %, tingkat keasaman (pH) 5,75 dan susut masak 31,74, sedangkan daging wagyu memiliki daya ikat air 63,84%, tingkat keasaman (pH) 5,20 dan susut masak 32,29.

(16)

128

Tabel 2. Karakter fisik dengan tingkat keasaman (pH) antara daging sapi bali dengan wagyu

pH

No Sapi Bali Wagyu

1 5,92 5,14

2 5,77 5,19

3 5,81 5,20

4 5,84 5,05

5 5,65 5,00

6 5,70 5,07

7 5,68 5,13

8 5,60 5,09

9 5,58 5,05

10 5,54 5,39

11 5,67 5,38

12 5,81 5,38

13 6,02 5,32

14 5,98 5,42

15 5,79 5,31

Jumlah 86,36 78,12 Rerata 5,75 5,20

Tabel 3. Karakter fisik dengan susut masak antara daging sapi bali dengan wagyu

Susut Masak

No Sapi Bali Wagyu 1 35,95 % 27,65 % 2 30,05 % 33,1 % 3 29,25 % 27,3 % 4 32,9 % 32,95 %

5 29,45 % 35 %

6 30,04 % 34,35 % 7 35,75 % 29,15 %

8 36,3 % 30 %

9 38,15 % 33,35 %

10 31 % 33,7 %

11 31,9 % 30,95 % 12 31,8 % 31,45 % 13 31,05 % 34,1 % 14 27,85 % 36,6 %

15 24,7 344,75

Jumlah 476,14% 484,40%

Rerata 31,74 32,29

Tabel 4. Hasil pengujian daya ikat air (DIA), tingkat keasaman (pH), dan susut masak.

Daging DIA (%)

pH Susut Masak (%) Sapi bali 66,13 5,75 31,74 Sapi wagyu 63,84 5,20 32,29

Pembahasan

Kualitas daging dapat dinilai dari:

sifat fisik, kimia, dan uji organoleptik daging. Karakteristik fisik daging dapat dilakukan dengan pengamatan nilai: daya ikat air (DIA), tingkat keasaman (pH), dan susut masak. Hasil dari uji daya ikat air daging sapi bali 66,13% dan wagyu 63,84%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daging sapi bali dan wagyu memiliki nilai daya ikat air lebih tinggi daripada kisaran normal. Menurut Soeparno (2005) nilai daya ikat air (DIA) berkisar diantara 20% – 60% . Daya ikat air (DIA) / water holding capacity merupakan suatu indikator untuk mengukur kemampuan daging mengikat air maupun air yang ditambahkan selama ada pengaruh kekuatan dari luar. Ada tiga bentuk ikatan air di dalam otot yakni air yang terikat secara kimiawi oleh protein otot sebesar 4–5%

sebagai lapisan monomolekuler pertama, kedua air terikat agak lemah sebagai lapisan kedua dari molekul air terhadap grup hidrofilik, sebesar kira-kira 4%, dimana lapisan kedua ini akan terikat oleh protein bila tekanan uap air meningkat.

Ketiga adalah lapisan molekul-molekul air bebas diantara molekul protein, besarnya kira-kira 10%.

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi daya ikat air protein daging yakni pH, stress, bangsa, pembentukan akto-myosin (rigormortis), temperatur dan kelembaban, pelayuan karkas, tipe otot dan lokasi otot, spesies, umur, fungsi otot, pakan, dan lemak intramuskuler (Soeparno, 2005). Otot dengan kandungan lemak intramuskuler tinggi, cenderung memperlihatkan DIA yang tinggi.

Hubungan antara lemak intramuskuler dengan DIA adalah kompleks. Lemak intramuskuler akan melonggarkan mikrostruktur daging, sehingga memberi lebih banyak kesempatan kepada protein daging untuk mengikat air (Joo et al., 2013).

Hasil terhadap uji tingkat keasaman (pH) daging sapi bali 5,75 dan daging wagyu 5,20. Hasil penelitian menunjukan

(17)

129

bahwa pH daging sapi bali memiliki pH normal dan daging wagyu memiliki pH lebih rendah 5,20 dari normal. Menurut Suardana dan Swacita (2009) pH normal daging adalah 5,4-5,8. Tingkat keasaman (pH) adalah indikator untuk menentukan kadar keasaman atau kebasaan dari daging segar ataupun produk yang dihasilkan.

Menurut Lawrie (2003), penurunan pH otot pada ternak bervariasi, hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik.

Faktor intrinsik antara lain adalah spesies, tipe otot, glikogen otot, dan variabilitas diantara ternak, sedangkan faktor ekstrinsik antara lain adalah temperatur lingkungan, perlakuan adanya bahan tambahan sebelum pemotongan dan stres sebelum pemotongan. Adanya perbedaan pH tersebut dimungkinkan karena faktor suhu dan lingkungan, dimana suhu pelayuan daging sapi wagyu lebih tinggi dari daging sapi bali. Kedua faktor tersebut berpengaruh terhadap kecepatan dan besarnya penurunan pH daging (Lawrie 2003). Kualitas karkas dan daging juga dapat dipengaruhi oleh faktor sebelum dan sesudah pemotongan. Faktor sebelum pemotongan yang dapat mempengaruhi kualitas daging antara lain adalah genetik, spesies, bangsa, tipe ternak, jenis kelamin, umur, pakan termasuk bahan aditif (hormon, antibiotik dan mineral). Faktor setelah pemotongan yang mempengaruhi kualitas daging antara lain meliputi metode pelayuan, stimulasi listrik, metode pemasakan, pH karkas dan daging, bahan tambahan termasuk enzim pengempuk daging, hormon dan antibiotika, lemak intramuskular atau marbling, metode penyimpanan dan preservasi, macam otot daging dan lokasi otot daging.

Soeparno (2005) menyatakan bahwa, pada suhu tinggi, terjadi proses glikolisis di dalam daging yang sangat cepat sehingga pH cepat menurun karena meningkatnya asam laktat, kemudian disebabkan juga oleh kadar glikogen dalam jaringan otot, yang berimbas pada penimbunan asam laktat dalam daging.

Penimbunan asam laktat akan berhenti setelah cadangan glikogen otot menjadi habis atau setelah kondisi yang tercapai yaitu pH cukup rendah untuk menghentikan enzim-enzim glikolitik dalam proses glikolisis anaerobik.

Komariah (2004) menyebutkan bahwa penimbunan asam laktat dalam daging menyebabkan turunnya pH pada jaringan otot. Muchtadi dan Sugiyono (1992), menambahkan bahwa daging yang dipasarkan di luar negeri pada umumnya telah mengalami pelayuan (aging) terlebih dahulu sehingga diperoleh mutu terbaik.

Pelayuan daging bertujuan antara lain yakni agar proses pembentukan asam laktat dapat berlangsung sempurna, terjadi penurunan pH daging sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri, kemudian pengeluaran darah secara lebih sempurna sehingga pertumbuhan bakteri terhambat karena darah merupakan medium yang baik bagi pertumbuhan mikroba, kemudian pada lapisan luar daging menjadi lebih kering dan akan mencegah kontaminasi mikroba membusuk, serta memperoleh tingkat keempukan optimum dan cita rasa yang khas.

Hasil susut masak daging sapi bali dan wagyu yakni daging sapi bali (31,74

%) dan wagyu (32,29 %), ). Hasil penelitian menunjukan daging sapi bali dan wagyu memiliki nilai susut masak yang normal. Susut masak merupakan salah satu indikator nilai nutrisi daging yang berhubungan dengan kadar jus daging yaitu banyaknya air yang terikat di dalam dan diantara serabut otot. Susut masak dipengaruhi oleh temperatur dan lama pemasakan. Besarnya susut masak

dapat dipergunakan untuk

mengestimasikan jumlah jus dalam daging masak, jika susut masak rendah maka mempunyai kualitas yang relatif lebih baik dari pada susut masak yang lebih besar, karena kehilangan nutrisi selama pemasakan (Sunarlim, 1992).

Menurut Soeparno (2005), rataan nilai susut masak daging berkisar antara

(18)

130

15%-40%. Adanya perbedaan dari nilai susut masak dapat dipengaruhi oleh laju dan besarnya nilai pH. Semakin rendah pH maka semakin meningkat susut masak dari daging. Lawrie (2003) menyatakan bahwa akumulasi asam laktat akan merusak protein miofibril yang diikuti oleh kehilangan kemampuan protein untuk mengikat air, sehingga berpengaruh pada susut masak daging. Daya ikat air dapat mempengaruhi jumlah bobot yang hilang selama pemasakan, semakin rendah daya ikat air maka semakin tinggi susut masak dari daging tersebut. Hal ini sejalan dengan pendapat Shen dan Swartz (2010) yang menyatakan bahwa setelah ternak mati dan daging mengalami rigormortis, ikatan struktur miofibril dilonggarkan oleh enzim proteolitik, rusaknya komponen protein dari miofibril akan menurunkan daya ikat air daging dan hal ini berdampak pada meningkatnya susut masak.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa daging sapi bali memiliki daya ikat air (DIA) (66,13%), tingkat keasaman (pH) (5,75) dan susut masak (31,74%) sedangkan hasil daging wagyu memiliki daya ikat air (DIA) (63,84%) tingkat keasaman (pH) (5,20) dan susut masak (32,29%), ditinjau dari parameter tersebut kedua daging masih termasuk kategori normal.

Saran

Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang karakteristik fisik lainnya yang menentukan kualitas dari daging meliputi warna, bau dan rasa daging, keempukan dan tekstur dari daging.

UCAPAN TERIMAKASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Pusat Kajian Sapi Bali Universitas Udayana dan Bapak Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner

Universitas Udayana atas fasilitas yang diberikan selama penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

Dwiloka B, Rianto E, Ekawati R. 2006.

Perbandingan Kualitas “Blade” Sapi Lokal dan Sapi Impor yang diolah

dengan Metode “Pan

Frying”.Universitas Diponegoro. J Sains Teknologi Ternak 2(1): 8-22 Hartono E, Iriyanti N, Santosa R, Sugeng

S. 2013. Penggunaan Pakan Fungsional Terhadap Daya Ikat Air, Susut Masak, dan Keempukan Daging Ayam Broiler. Purwokerto. J Ilmiah Peternakan 1(1):10-19

Joo ST, Kim GD, Hwang YH, Ryu YC.

2013. Control of fresh meat quality through manipulation of muscle fiber characteristics. Review. Meat Sci 95(4): 828-836

Komariah I, Arief I, Wiguna Y. 2004.

Kualitas Fisik dan Mikroba Daging Sapi. Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Media Peternakan.

27(2): 46-54.

Lawrie RA. 2003. Ilmu Daging. Edisi 5 Penerjemah Aminuddin Parakkasi.

Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Masudana, IW. 1990. Pengembangan sapi Bali di Bali dalam sepuluh tahun terakhir (1980-1990). Proceeding Seminar Nasional sapi Bali.

Denpasar, 20-22 September 1990.

Fakultas Peternakan Universitas Udayana Denpasar. : A11-A30 Muchtadi TR, Sugiyono. 1992. Petunjuk

Laboratorium Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi, IPB, Bogor.

Purbowati E, Sutrisno CI, Baliarti E, Budhi SPS, Lestariana W. 2006.

Karakteristik Fisik otot Longissimus dorsi dan Biceps femoris domba lokal jantan yang dipelihara di

(19)

131

pedesaan pada bobot potong yang berbeda. J Protein 33 (2): 147-153.

Shanks BC, Wolf DM, Maddock RJ. 2002.

Technical note : The effect of freezing on Warner Bratzler shear force values of beef longissimuss steak across several postmortem aging periods. J Anim Sci 80 : 2122- 2125.

Shen QW, Swartz DR. 2010. Influence of salt and pyrophosphate on bovine fast and slow myosin S1 dissociation from actin. Meat Sci. 84(3): 364.

Soeparno. 2005. Ilmu dan Teknologi Daging. Cetakan keempat. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.

Suardana IW, Swacita IBN. 2009. Higiene Makanan. Udayana University Press, Denpasar, Bali

Sunarlim, R. 1992. Karakteristik Mutu Bakso Daging Sapi dan Pengaruh Penambahan Natrium Klorida dan Natrium Tripolifosfat Terhadap Perbaikan Mutu. Disertasi. Prog Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor,Bogor.

Suwiti NK, Suastika P, Swacita IBN, Piraksa W. 2013.: Tingkat Kesukaan Wisatawan Asing di Bali Terhadap Daging Sapi Bali dan Wagyu.

Prosiding Seminar Nasional Sapi Bali Hal 42.

(20)

18 %

SIMILARIT Y INDEX

18 %

INT ERNET SOURCES

2 %

PUBLICAT IONS

3 %

ST UDENT PAPERS

1 1 %

2 1 %

3 1 %

4 1 %

5 1 %

6 1 %

7 1 %

8 1 %

ORIGINALITY REPORT

PRIMARY SOURCES

issuu.com

Int ernet Source

www.axbook.in

Int ernet Source

yurichocoru.wordpress.com

Int ernet Source

www.unhi.ac.id

Int ernet Source

sodiq-qin.blogspot.com

Int ernet Source

sapi-bali.com

Int ernet Source

mulyadiveterinary.wordpress.com

Int ernet Source

Gambuteanu, Corina, and Petru Alexe.

"Comparison of thawing assisted by low-

intensity ultrasound on technological properties

of pork Longissimus dorsi muscle", Journal of

(21)

9 1 %

10 1 %

11 1 %

12 1 %

13 1 %

14 1 %

15 < 1 %

16 < 1 %

17 < 1 %

18 < 1 %

19 < 1 %

marhenharjono.blogspot.com

Int ernet Source

kopertis11.net

Int ernet Source

ejournal.unmus.ac.id

Int ernet Source

dokumen.tips

Int ernet Source

yuzniemulyhana.blogspot.com

Int ernet Source

akademik.unsoed.ac.id

Int ernet Source

Submitted to Unika Soegijapranata

St udent Paper

www.library.upnvj.ac.id

Int ernet Source

journal.ift.or.id

Int ernet Source

rjls.ub.ac.id

Int ernet Source

www.mitrariset.com

Int ernet Source

(22)

< 1 %

21 < 1 %

22 < 1 %

23 < 1 %

24 < 1 %

25 < 1 %

26 < 1 %

27 < 1 %

28 < 1 %

29 < 1 %

30 < 1 %

31 < 1 %

Int ernet Source

jurnal.uns.ac.id

Int ernet Source

ojs.unud.ac.id

Int ernet Source

ttavidhie.blogspot.com

Int ernet Source

www.bulletinveteriner.com

Int ernet Source

ammashumam.blogspot.com

Int ernet Source

task-list.blogspot.com

Int ernet Source

www.acikarsiv.gazi.edu.tr

Int ernet Source

dspace-uniud.cineca.it

Int ernet Source

journals.unpad.ac.id

Int ernet Source

ejournal.unri.ac.id

Int ernet Source

Deng, Shaoying, Daoying Wang, Muhan Zhang,

(23)

32 < 1 %

33 < 1 %

34 < 1 %

35 < 1 %

Exclude quotes On Exclude bibliography On

Exclude matches Of f

Xu, Yongzhi Zhu, Fang Liu, and Haihong Wu.

"Application and optimization of the

tenderization of pig Longissimus dorsi muscle by adenosine 5'-monophosphate (AMP) using the response surface methodology : AMP

tenderization of pork", Animal Science Journal, 2015.

Publicat ion

www.neliti.com

Int ernet Source

eprints.ums.ac.id

Int ernet Source

documents.mx

Int ernet Source

organiksmakma3b02.blogspot.com

Int ernet Source

Referensi

Dokumen terkait

Cece Wijaya dan Tabrani Rusyan, Kemampuan Dasar Guru dalam Proses Belajar Mengajar , (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994), hlm.184.. melakukan penilaian, pengawasan dan

Polisi mempunyai peranan dalam mennjaga kelestarian hutan terhadap pelaku illegal logging diantaranya pentingnya menumbuhkan kesadaran konservasi bagi masyarakat yang

Dengan kecepatan tersebut robot akan melintasi lintasan berbentuk U yang telah dirancang sebelumnya di dalam simulator.Untuk mengetahui kinerja sistem robot dalam

Dapat dilihat di tabel III.17, waktu mulai mulai produksi PT BIENSI adalah tanggal 12 bulan 12 tahun 2016 pukul 09.25, waktu tersebut adalah waktu selesai dari proses pertama

pertama , penelitian ini telah berhasil dilakukan pembuatan prototype DSSC ( Dye Sensitized Solar Cell) dengan menggunakan variasi komposisi elektrolit semi padat

Dalam percobaan ini kita akan membuktikan bahwa garis spektral sebuah atom dalam medan magnetik masing-masing harus terpecah menjadi tiga komponen, disini kita akan

pembelian kompulsif pada produk pakaian melalui orientasi fashion. Semakin individu tersebut matrialis maka individu tersebut akan cenderung melakukan pembelian

Banyak solusi yang bisa dilakukan oleh peneliti diantaranya yaitu dengan menerapkan pendekatan Cooperative Learning (CL) tipe Jigsaw. Ada beberapa keunggulan tipe