• Tidak ada hasil yang ditemukan

STRUKTUR ORGANISASI ROKEU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STRUKTUR ORGANISASI ROKEU"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

Kepala Biro Keuangan

Kepala Bagian Pengangaran

(Koordinator Pengangaran)

Kepala Bagian Pelaksanaan Anggaran

(Koordinator Pelaksanaan Anggaran)

Kepala Bagian Layanan

Keuangan

(Koordinator Layanan Keuangan)

Kepala Bagian Pelaporan Keuangan

(Koordinator Pelaporan Keuangan)

Para Kepala Subbagian

(Sub Koordinator)

Para Kepala Subbagian

(Sub Koordinator)

Para Kepala Subbagian

(Sub Koordinator)

Para Kepala Subbagian

(Sub Koordinator)

BIRO

KEUANGAN STRUKTUR ORGANISASI ROKEU

(2)

Sesuai dengan Peraturan Kepala BPKP Nomor 5 Tahun 2019, Biro Keuangan memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan pelayanan administrasi keuangan. Dalam melaksanakan tugasnya Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi:

TUGAS & FUNGSI

FUNGSI ROKEU FUNGSI ROKEU

Melakukan Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan Penganggaran

Melakukan Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan Pelaksanaan Anggaran Melakukan Perumusan dan Pelaksanaan Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan

Melakukan Pemantauan, Evaluasi, dan Pembinaan Penganggaran, Pelaksanaan Anggaran, serta Akuntansi Pelaporan Keuangan Melakukan Pelayanan Penganggaran dan

Pelaksanaan Anggaran bagi Kepala BPKP, Sekretariat Utama dan Deputi

KEUANGAN BIRO KEUANGAN

Bagian

Penganggaran

Bagian Pelaksanaan Anggaran

Bagian Pelaporan Keuangan

Bagian Layanan Keuangan

Seluruh Bagian di Rokeu

(3)

5

Customize your title text

Three Price Table Slide

Indikator Kinerja Kegiatan

2020 2021 2022 2023 2024

01 Persentase Penurunan Temuan

Keuangan 0,1 0,1 0,1 0,1 0,1

02 Nilai indikator Kinerja Pelaksanaan

Anggaran (IKPA) 97 97 98 98 98

03 Persentase keselarasan RKA

dengan Renja 100% 100% 100% 100% 100%

04 Persentase Dokumen Anggaran

yang sesuai tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100%

05 Laporan Keuangan Sesuai SAP 100% 100% 100% 100% 100%

06 Persentase laporan yang terbit dan

tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100%

07 Persentase unit kerja yang

pengelolaan keuangannya baik 100% 100% 100% 100% 100%

08 Persentase opini BPK terhadap

ICoFR yang baik 100% 100% 100% 100% 100%

09 Indeks Kualitas Layanan Biro

Keuangan 8,56 8,57 8,58 8,6 8,62

R E N

S

T

R

A

(4)

Secara umum IKK Biro Keuangan telah mencapai target yang telah ditetapkan, namun ada 2 IKK yang belum dapat mencapai target yakni terkait dengan pencapaian IKPA BPKP dan Unit Kerja, Indikator unit kerja yang pengelolaan keuangannya baik mempengaruhi nilai indikator IKPA.

BIRO KEUANGAN

Persentase Penurunan Temuan Keuangan

Nilai indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA)

Persentase Dokumen Anggaran yang sesuai tepat waktu

Persentase keselarasan RKA dengan Renja

1.1 1.2

2.2 2.1

KEUANGAN INDIKATOR KINERJA KEGIATAN

Persentase laporan yang terbit dan tepat waktu

Persentase unit kerja yang pengelolaan keuangannya baik

Indeks Kualitas Layanan Biro Keuangan

Persentase opini BPK terhadap ICoFR yang baik

3.1 4.1

5.1 4.2

Laporan Keuangan Sesuai SAP

2.3

10%

TARGET REALISASI TARGET REALISASI

25%

100% 100%

100% 100%

97

96,45%

100% 100%

100% 100%

100% 95%

100% 100%

8,56 8,56

(5)

Revisi DIPA

Deviasi Halaman III

DIPA

Pagu Minus Data Kontrak Pengelolaan UP dan TUP

LPJ Bendahara

Dispensasi SPM

Penyerapan Anggaran

Penyelesaian

Tagihan Retur SP2D Renkas Kesalahan SPM

2019 100 89,15 100 98 99 100 100 100 99,19 99,84 100 80

2020 100 83,88 99,98 92 99 100 100 100 99,64 99,76 96,77 85

0 20 40 60 80 100 120

2019 2020

BIRO

KEUANGAN KINERJA KEUANGAN BPKP TAHUN 2020

96,45%

1,29%

(6)

1.036.010.770.000 946.497.116.000 990.714.633.000 955.905.586.000

870.790.146.000

419.432.078.000 469.869.834.000

561.865.101.000 558.754.240.000 469.904.290.000

156.858.960.000 129.921.013.000 87.231.953.000 93.793.301.000 96.408.639.000

2021 2020 2019 2018 2017

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

KEUANGAN ANGGARAN BPKP

1.036.010.770.000 946.497.116.000

990.714.633.000 955.905.586.000

870.790.146.000

275.790.276.000 420.094.946.000

488.235.613.000 444.807.709.000

269.831.496.000

135.167.162.000 111.217.548.000

73.689.702.000 26.901.457.000 8.299.811.000

2021 2020 2019 2018 2017

0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 70% 80% 90% 100%

1.437.103.075.000

1.608.453.127.000

1.639.811.687.000

1.546.287.963.000 1.612.301.808.000

1.148.921.453.000

1.427.614.752.000

1.552.639.948.000

1.477.809.610.000 1.446.968.208.000

TOTAL

RUPIAH MURNI

(7)

-11,62%

11,92%

1,95%

-5,70%

-15,00% -10,00% -5,00% 0,00% 5,00% 10,00% 15,00%

Ratio Pertumbuhan Anggaran

Rasio pertumbuhan anggaran tertinggi terdapat pada tahun 2018 dengan pertumbuhan sebesar 11,92% hal tersebut disebabkan oleh kenaikan belanja pegawai yakni kenaikan tunjangan kinerja sesuai dengan Perpres no 128 tahun 2017 serta DIPA luncuran yang menambah belanja barang dan belanja modal. Sedangkan rasio terendah terdapat pada

tahun 2017, yakni sebesar -11,62% yang disebabkan oleh penghematan anggaran sesuai dengan Inpes nomor 4 Tahun 2017

2017 2018 2019 2020

BIRO

KEUANGAN RASIO PERTUMBUHAN ANGGARAN

(8)

2017 2018 2019 2020

Belanja Pegawai Belanja Barang Belanja Modal

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

2017 2018 2019 2020

Trend Realisasi Per Program

Dukungan Pengawasan Pengawasan

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

2017 2018 2019 2020

Trend Realisasi Per Sumber Dana

PNBP RM PLN

KEUANGAN TREND REALISASI ANGGARAN

Berdasarkan Program, trend Dukungan pengawasan stabil dengan prosentase realisasi diatas 97% sendangkan program pengawasan mengalami kenaikan yang signifikan dari tahun 2017 ke tahun 2018.

Sedangkan berdasarkan Sumber Dana, Realisasi terendah ada pada dana yang bersumber dari Pinjaman Luar Negeri dengan trend tertinggi hanya sampai 83,92% di 2018 dan terendah ada pada tahun 2020 yakni sebesar 47,75%

TREND REALISASI

(9)

BIRO

KEUANGAN

ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN 2021

TREN PENYERAPAN ANGGARAN TEKNIS

PENGAWASAN [2021: Rp51Milyar]

TA 2021, sampai dengan saat ini terserap

Rp3Milyar. Terendah dalam 4 tahun terakhir.

TA 2020, Anggaran 51M baru terserap pada bulan September

USULAN ANGGARAN ABT 2021 DARI RENDAL

PROSES PENELITIAN MKOT DAN ROKEU MASIH BERJALAN

(10)

KEUANGAN

ANGGARAN BELANJA TAMBAHAN 2021

Mulai penelitian usulan dari Unit Kerja oleh MKOT dan Rokeu.

Termasuk perbaikan/update oleh Unit Kerja

Surat Sesma hal Permintaan Reviu

Asumsi reviu dapat diselesaikan dalam 2 minggu

LHR terbit dengan CHR telah di TL.

Perbaikan TOR/RAB sesuai sesuai reviu Inspektorat, termasuk tanda tangan ulang ke Es 1 bila diperlukan, dan proses verbal surat Kepala

Final usulan dari Unit Kerja, diteliti oleh MKOT dan Rokeu. Usulan ini juga akan dikonfirmasi awal ke Ekontim DJA.

Surat Kepala BPKP ke Menteri Keuangan hal Usulan ABT 2021 PENTING: Tembusan DJA

DIPA Revisi terbit

Surat Sesma hal Revisi DIPA Satker mengajukan revisi

SP SABA terbit

Persetujuan Menkeu

Dalam tahapan ini BPKP akan diminta menyampaikan TOR dan RAB final setelah koreksi angka dari BA BUN

Per unit/ program/ satuan kerja per provinsi Penelaahan oleh BA BUN

(asumsi 2 minggu)

Penelaahan oleh Ekontim (asumsi 1 minggu)

Surat Sesma hal Permintaan Usulan ABT 2021

S-402/SU/03/2021

Proses saat ini

(11)

0 10 20 30 40 50 60 70 80 90

2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Temuan Rekomendasi Linear (Temuan) Linear (Rekomendasi) Jumlah Temuan BPK Terhadap LK BPKP

tertinggi dari tahun 2012-2019 adalah di tahun 2015 dengan jumlah temuan sebanyak 35 temuan dan 85 rekomendasi.

Sedangkan jumlah temuan terendah adalah pada tahun 2018 dengan temuan sebanyak 10 dan 18 rekomendasi

TEMUAN BPK BIRO

KEUANGAN Jumlah Temuan dan Rekomendasi BPK

Berdasarkan Hasil Pemantauan Tindak lanjut Temuan BPK sejak tahun 2002, Sebanyak 443 Rekomendasi telah sesuai, 13 Rekomendasi belum sesuai, dan 5 Rekomendasi tidak dapat ditindaklanjuti dengan alasan yang sah

Seluruh Rekomendasi BPK telah ditindaklanjuti oleh BPKP

(12)

Secara garis besar Temuan berulang pemeriksaan BPK terhadap LK BPKP selama 5 tahun terakhir adalah:

TEMUAN BERULANG

Pengendalian atas pengelolaan pendapatan yang kurang memadai

Perhitungan pemotongan terhadap tunjangan kinerja pegawai yang belum tepat

Kekurangan Volume Paket Pekerjaan

Kelebihan Pembayaran atas Paket Pekerjaan

KEUANGAN TEMUAN BERULANG

(13)

PENGAWALAN BPK-RI Sun 28 Mon 1 Tue 2 Wed 3 Thu 4 Fri 5 Sat 6

7 8 9 10 11 12 13

14 15 16 17 18 19 20

21 22 23 24 25 26 27

28 29 30 31 1 2 3

4 5 6 7 8 9 10

1 – 5 Maret 2021 Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah

15 – 19 Maret 2021 Perwakilan BPKP Provinsi NTB

22 – 26 Maret 2021 Perwakilan BPKP Provinsi BALI

(14)

KEUANGAN PENGHEMATAN ANGGARAN TAHUN 2021

64,28% 25,99% 9,73% 100%

1.036M

B. Pegawai B. Barang B. Modal Total Belanja

461M 178M 1.675M

42M

1.036M 419M 157M 1.612M

Anggaran Sebelum

Penghematan Penghematan

Anggaran Setelah Penghematan

21M 63M

(15)

BIRO

KEUANGAN ISU STRATEGIS

1

2

3

4

5

6 Mengawal

Pengajuan dan Pelaksanaan Penyerapan Anggaran

Sinergi

• dengan Internal

BPKP terkait dengan

ketersediaan anggaran baik teknis maupun non teknis

IKK

• Peningkatan pengelolaan Kinerja

Keuangan dalam

Pencapaian IKK yang Telah

ditetapkan

Adaptif

• terhadap Perubahan Kebijakan Pelaksanaan Anggaran Selama Pandemi

STAR

• Mengawal Pelaksanaan Anggaran STAR, agar kinerja

Keuangan STAR dapat lebih baik lagi

Digital

• Percepatan implementasi transformasi digital untuk seluruh satker BPKP

(B’SMART,

PAYKLIK)

(16)

Online

Keterbatasan Anggaran dan terkena penghematan

Anggaran Pinjaman Luar Negeri menekan Rupiah Murni

Masih Berlanjutnya Pandemi Covid-19 Proses Perencanaan,

Pelaksanaan dan Pertanggungjawaban Anggaran masi dilakukan secara daring Masih belum sinkron

antara pelaksanaan kegiatan di MKOT dengan Keuangan (RKT yang menjadi dasar RKA tidak

tersedia secara tepat waktu)

Penetapan pagu yang secara top down dari kemenkeu yang sering kali jauh dari usulan anggaran (angka

dasar setiap tahun)

KEUANGAN TANTANGAN

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pencapaian kegiatan ANC, ternyata cakupan K1 sudah sesuai dengan target yang ditetapkan, tetapi capaian K4 dan pertolongan nakes belum mencapai target yang

dalam rangka mencapai target kinerja jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target kinerja

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, maka dibutuhkan anggaran yang mendukung pencapaian target tersebut, dengan menyediakan anggaran yang disesuaikan dengan kebutuhan

Sedangkan sasaran yang ditetapkan untuk mencapai tujuan Biro Hukum, Organisasi, dan Humas berdasarkan Perjanjian Kinerja Tahun 2017 adalah sebagai

UMUM- PERS MR ISO KADEPT LOGISTIK KADEPT PPC, MICS GUDANG.. EKSPORT

Melakukan koordinasi dengan unit-unit kerja di lingkungan RS Royal Prima terkait pelaksanaan pemantauan indikator keselamatan pasien dan hal-hal lainnya

lampiran perjanjian ini dalam rangka mencapai target jangka menengah seperti yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaian target

pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan • Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi. atas penyimpangan yang