ANALISIS BISNIS:
ANALISIS STRATEGI
Konsep strategi dimulai dalam konteks militer dan berasal dari bahasa Yunani
“strategia”, yang berarti “ahli
militer”. Istilah ini memiliki makna
“bersiap-siap untuk berperang”
sebelum keterlibatan dengan musuh dimulai.
Strategi adalah arah dan ruang
lingkup sebuah organisasi dalam jangka panjang, untuk mencapai keuntungan bagi organisasi melalui konfigurasi/
pencocokan sumber daya dalam
lingkungan yang berubah-ubah dan
untuk memenuhi harapan pemangku
kepentingan (Johnson, Scholes and
Whittington, 2008)
Strategi perusahaan berfokus pada tujuan keseluruhan dan lingkup bisnis.
Strategi pada tingkat ini dipengaruhi oleh investor, pemerintah dan persaingan
global. Ini adalah dasar dari semua strategi dan keputusan strategis lainnya.
Strategi unit bisnis: di bawah tingkat perusahaan adalah unit bisnis strategis
(SBU). Masing-masing unit organisasi yang berbeda memiliki pasar eksternal yg
berbeda dengan SBU lain. Strategi SBU meliputi pilihan produk, harga, kepuasan pelanggan dan keunggulan kompetitif.
Strategi operasional: berfokus pada
penyampaian strategi perusahaan dan SBU melalui organisasi yang efektif dan
pengembangan sumber daya, proses dan
orang-orang.
lensa berbeda:
1) Lensa Desain (Perencanaan Formal) (+) Strategi yang dihasilkan dengan sengaja melalui analisis rinci dan komprehensif dan dirumuskan oleh manajemen puncak.
(-) Tidak selalu tepat, perlu adaptasi dan perubahan bertahap
2) Lensa Pengalaman (Intrapreneur)
(+) Strategi yg diihasilkan dari pengalaman
kolektif organisasi dan budaya organisasi untuk memberikan bentuk baru. Dimana strategi
dimodifikasi agar sesuai lingkungan yg terus berkembang.
(-) Sulit inovatif & dpt menghasilkan tanggapan yg kurang lebih sama.
3) Lensa Ide (Enterpreneur)
(+) Merupakan hasil dari iklim inovatif atau
pengenalan pemikir baru seperti CEO baru. Ide-ide ini juga bisa berasal dari pemindaian lingkungan melihat apa yang terjadi di luar organisasi dan mengidentifikasi
peluang/pesaing/pelanggan/teknologi baru.
Memberikan fokus bagi organisasi dan
memungkinkan semua bagian untuk memahami alasan di balik keputusan tingkat atas dan
bagaimana setiap bagian bisa berkontribusi.
Menyediakan kerangka kerja untuk alokasi
praktis investasi dan sumber informasi lainnya.
Memberikan panduan untuk inovasi, di mana produk baru, jasa, sistem dll diperlukan.
Memungkinkan ukuran kinerja yang tepat dan sebagai indikator kunci kesuksesan dalam
mencapai strategi.
Memberitahu dunia luar, dan terutama para pemangku kepentingan di luar perusahaan tentang perusahaan dan memberitahukan pemenuhan harapan-harapan mereka oleh perusahaan.
PESTLE (atau disebut PESTEL atau PEST) merupakan kerangka kerja untuk
membantu organisasi menilai lingkungan mereka yang luas.
PESTLE adalah pemeriksaan politik, ekonomi, sosial budaya, teknologi, hukum dan isu-isu lingkungan dalam lingkungan bisnis eksternal.
1) Pengaruh POLITIK meliputi:
peraturan perdagangan dan tarif;
kebijakan kesejahteraan sosial.
2) Pengaruh EKONOMI meliputi:
siklus bisnis;
suku bunga;
uang beredar;
inflasi;
pengangguran;
disposable income;
ketersediaan dan biaya energi;
internasionalisasi bisnis.
3) Pengaruh SOSIAL BUDAYA meliputi:
demografi (misalnya, populasi yang menua di Eropa);
mobilitas sosial (banyak perpindahan untuk bekerja)
perubahan gaya hidup (misalnya trend pensiun dini)
kepedulian terhadap lingkungan
(pembuangan limbah, daur ulang dan konsumsi energi)
4)
Isu-isu TEKNOLOGI meliputi: pengeluaran pemerintah pada penelitian
kualitas penelitian akademik yg berfokus pada teknologi,
dukungan untuk penemuan dan inovasi;
laju perubahan teknologi dan
penciptaan teknologi-enabled industri
5) Masalah HUKUM meliputi:
Undang-undang tentang praktek perdagangan dan persaingan;
Legalisasi perlindungan lingkungan, seperti undang-undang baru tentang daur ulang dan
industri pembuangan sampah;
Hukum ketenagakerjaan, seperti perlindungan tenaga kerja dan diskriminasi.
6) Isu LINGKUNGAN meliputi:
pemanasan global dan perubahan iklim;
kesejahteraan hewan;
limbah, (seperti kemasan yang tidak perlu)
Michael Porter (1980)
mengembangkan model keunggulan bersaing dengan mengembangkan strategi pertahanan melalui
menganalisis ancaman lima kekuatan di pasar (Analisis Lima Kekuatan Porter)
(1) ancaman produk pengganti,
(2) ancaman pesaing,
(3) ancaman pendatang baru,
(4) daya tawar pemasok,
(5) daya tawar konsumen.
Potensi keuntungan kompetitif akan tinggi bila akumulasi dari setiap
tekanan tersebut adalah rendah
1) Ancaman Produk Pengganti:
Produk pengganti akan signifikan mempengaruhi laba potensial
industri apabila:
a) Layanan produk pengganti
b) Produk pengganti mudah didapatkan
c) Harga produk pengganti menarik/kompetitif
d) Switching cost
2) Ancaman Pesaing yg Ada di Pasar:
Intensitas persaingan akan semakin tinggi jika:
a) Jumlah pesaing seimbang
b) Pesaing beragam
c) Petumbuhan industri lambat sehingga terjadi perebutan pasar
d) Kurangnya diferensiasi produk
3) Ancaman Pendatang Baru:
Masuknya pendatang baru dalam suatu industri tergantung pada:
a) Loyalitas pelanggan
b) Diferensiasi produk
c) Biaya investasi
d) Biaya peralihan pemasok (switching cost)
e) Akses ke saluran distribusi
f) Kebijakan pemerintah
4) Daya Tawar Pemasok
Pemasok memiliki daya tawar yg kuat apabila:
a) Pemasok didominasi oleh beberapa perusahaan
b) Tidak terdapat produk pengganti di industri
c) Industri tsb bukan satu-satunya tempat pemasok memasok
produknya
d) Produk pemasok berkualitas dan penting
e) Switching cost yg dibutuhkan
untuk beralih ke produk pemasok
tidak besar
5) Daya Tawar Pembeli
Pembeli memiliki daya tawar yg kuat apabila:
a) Kelompok pembeli terpusat atau membeli dalam jumlah besar
b) Produk yg dibeli harga kompetitif dan dalam jumlah besar
c) Produk yg dibeli adalah produk standar dan tidak terdiferensiasi
d) Pembeli menghadapi switching cost yg rendah
e) Pembeli memiliki informasi yg
lengkap mengenai produk
Boston Box memberikan analisis dan gambaran posisi perusahaan didalam pasar
1) KUCING LIAR (WILD CAT)
Pertumbuhan pasar tinggi tapi pangsa pasar rendah. Produk bermasalah tapi berpotensi sukses.
2) ANJING (DOG)
Pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar rendah. Produk bermasalah dan sulit sukses.
3) BINTANG (STAR)
Pertumbuhan pasar tinggi dan pangsa pasar
tinggi. Produk yg sukses dan termasuk pemimpin pasar tapi persaingan ketat.
4) SAPI (CASH COW)
Pertumbuhan pasar rendah dan pangsa pasar
tinggi. Produk dalam posisis yg sukses dan paling menguntungkan di pasar
Analisis MOST meneliti misi saat ini, tujuan, strategi dan taktik, dan menilai apakah hal ini jelas dan didukung dalam organisasi. MOST:
1) Misi: pernyataan yang menyatakan pada bisnis apa organisasi berada, dan niat untuk mencapainya;
2) Tujuan: tujuan terhadap yang prestasi organisasi dapat diukur;
3) Strategi: pendekatan yang akan diambil oleh organisasi dalam rangka untuk mencapai tujuan dan misi;
4) Taktik: cara rinci di mana strategi
akan dilaksanakan.
Analissi SWOT merupakan
perencanaan strategis klasik yg sering digunakan untuk
menganalisis lingkungan eksternal dan internal bersamaan.
SWOT :
Strengths: kekuatan
Weaknesses: kelemahan
Opportunities: peluang
Threats: ancaman
The McKinsey Model 7-S
mengandaikan bahwa semua organisasi terdiri dari tujuh komponen yg akan berubah
mengikuti strategi baru perusahaan.
Tiga komponen sering digambarkan sebagai komponen keras yaitu
strategi, struktur dan sistem
Dan empat komponen sebagai
komponen lunak yaitu nilai-nilai perusahaan, gaya, staf dan
keterampilan
Balance Skor Card (Kartu Skor Berimbang) adalah suatu konsep untuk mengukur apakah aktivitas- aktivitas operasional suatu
perusahaan dalam skala yang lebih kecil sejalan dengan sasaran yang lebih besar dalam hal visi dan
strategi.
BSC dikembangkan perusahaan Analog Devices (1987) dan
dipublikasikan Robert S. Kaplan dan
David P. Norton (1992)
Secara tradisional, pengukuran
terhadap kinerja dan strategi bisnis yg berkisar pada aspek finansial,
kemudian banyak mendatangkan kritik.
Balanced Scorecard akan
menerjemahkan visi dan strategi ke dalam serangkaian ukuran koheren dalam empat perspektif yang
berimbang. Setidaknya terdapat empat pembatas implementasi strategi di organisasi: pembatas
visi, pembatas orang, pembatas sumberdaya, dan pembatas
manajemen.
Informatics Society Limited: UK