BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang
Peningkatan kebutuhan masyarakat akan pelayanan jaringan internet yang stabil menuntut perusahaan yang bergerak di bidang telekomunikasi untuk selalu meningkatkan kemampuan teknologi sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik. Tuntutan tersebut merupakan tujuan dan motivasi bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik perusahaan pun harus menggunakan bahan dasar atau material yang mendukung. Salah satu dari material terbaik untuk mendukung kestabilan suatu jaringan internet adalah fiber optic (FO).
Fiber optic merupakan jenis kabel yang terbuat dari serat kaca dengan teknologi yang lebih unggul dibandingkan dengan kabel tembaga. Menurut perusahaan asal Jepang, Mitubishi, fiber optic mampu mengirimkan data dengan kecepatan mencapai 100 Gbps dan mampu mempertahankan kecepatannya sampai jarak 9000 km. Di Indonesia jaringan kabel fiber optic masih sedikit dibandingkan dengan jaringan kabel tembaga.
Tabel I- 1 Perbandingan Estimasi Kecepatan Internet
(Sumber: 2017. “How Fast is Fiber Optic Internet.” Glocker, 2017, https://www.fastmetrics.com/how-fast-is-fiber-optic-internet.php )
Berdasarkan Tabel 1-1 perbedaan kecepatan internet menggunakan broadband dan fiber, semakin besar ukuran file yang akan diunduh jika menggunakan fiber optic hanya memakan waktu yang tidak lama dibandingkan jika mengunduh dengan broadband.
1Mbps 5Mbps 10Mbps 20Mbps 100Mbps 1000Mbps (Gigabit)
4-minute song 4 MB 30s 5s 3s 1.5s 0.3s 0.03s
5-minute video 30 MB 3m 40s 26s 13s 2.5s 0.2s
9-hour audiobook 110 MB 10m 2m 1.5m 46s 9.2s 0.9s
45-minute TV show 200 MB 20m 5Mbps 3m 1.5m 16s 1.7s
45-minute HDTV show 600 MB 1h 15m 8.5m 4m 50s 5s
2-hour movie 1.0-1.5 GB 2h 24m 21.5m 10.5m 1.5m 8s
2-hour HD movie 3.0-4.5 GB 6h 72m 60m 32m 4.5m 25s
Misc. Archive 10 GB Forget it Nope Too long Slow Better 1m20s Fiber Broadband
Download speed Length and type of media Approximate size
Terdapat perusahaan di Indoseia yang bergerak di bidang telekomunikasi yang sudah menciptakan jaringan fiber optic yaitu PT. XYZ. PT.XYZ menyediakan beberapa layanan komunikasi seperti jaringan telepon, multimedia, dan layanan yang terkait komunikasi internet, sewa transponder satelit, layanan televisi berbayar dan lainnya.
Semua program atau layanan yang ditawarkan oleh PT.XYZ membutuhkan kecepatan akses internet yang baik.
Pada awalnya PT.XYZ membangun layanan internet yaitu Speedy dengan masih menggunakan teknologi broadband access yang memiliki kapasitas sebesar 512 kbit/s hingga 5 Mbit/s. PT.XYZ merubah jaringan internetnya dari kabel tembaga menjadi fiber optic pada tahun 2015. Selain merubah jaringan internet, PT.XYZ pun mengubah nama paket layanan Speedy menjadi Indihome. Dengan fitur baru yaitu penggabungan antara telepom rumah, internet dan Usee Tv Cable dan menggunakan teknologi FO (Fiber Optic).
PT. XYZ mempunyai jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia yang terdiri dari jaringan kabel tembaga dan jaringan fiber optic. Sebagian besar wilayah di Indonesia sudah terinstalasi adalah kabel tembaga. Dengan adanya perubahan jenis layanan yang ditawarkan oleh PT. XYZ kepada masyarakat Indonesia, maka PT. XYZ pun harus melakukan penggalian atau pemasangan untuk kabel optik di beberapa daerah. Pada penelitian ini daerah Nanjung yang digunakan karena masih berada pada tahap planning, STO Nanjung berjarak 6,5 Km dari Kota Cimahi.
Proses penggantian kabel tembaga menjadi fiber optic memiliki beberapa tahapan.
Penggelaran Kabel Feeder dan Distribusi merupakan dua tahapan proyek yang pertama. Pada tahap pelaksanaanya suatu proyek diawali dengan tahap planning atau perencanaan. Tahap perencanaan suatu proyek meliputi proses perencanaan jadwal atau penjadwalan. Penjadwalan adalah merupakan perangkat untuk menentukan aktivitas yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek dalam kurun waktu tertentu. Setiap aktivitas harus dilaksanakan agar proyek selesai tepat waktu dan dengan biaya yang ekonomis.
Berdasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan dengan pihak manajemen proyek bahwa terdapat beberapa faktor yang menyebabkan keterlambatan pada proyek.
Berikut merupakan faktor-faktor keterlambatan proyek yang diuraikan pada Gambar I- 1:
Keterlambatan pada proyek pemasangan Feeder FO Pengiriman material
terlambat Pengadaan bahan terlambat Kekurangan bahan material
di pasaran
Tidak menerapkan metode yang sesuai dengan jenis proyek oleh manajer proyek
Keterlambatan dalam mendapat
izin dari pemerintah kota Kurangnya komunikasi antara
pekerja lapangan dengan mandor Pengawasan terhadap kinerja
lapangan tidak optimal
Gambar I- 1 Diagram Sebab Akibat Keterlambatan pada Proyek
Dari Gambar I-1 menunjukkan bahwa pada kategori metode terdapat penyebab yaitu tidak menerapkan metode yang sesuai dengan jenis proyek oleh manajer proyek. Jika penjadwalan proyek tidak menggunakan metode yang sesuai dengan jenis proyek yang dilaksanakan, maka akibatnya adalah keterlambatan akan pelaksanaan proyek tersebut.
Karena dalam beberapa proyek, proyek dengan lingkup kecil maupun besar, proses- proses seperti pendefinisian aktifitas, pengurutan aktifitas, estimasi sumber daya, estimasi durasi, dan pembuatan Schedule Model itu sangat terikat satu sama lain hingga bisa dilihat sebagai suatu Single Process yang dapat dilakukan/ dikerjakan oleh seseorang dalam periode waktu yang relatif singkat.
Jadwal merupakan salah satu parameter yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu proyek, selain biaya dan mutu. Penjadwalan perlu diperhatikan dalam manajemen proyek untuk menentukan durasi maupun urutan kegiatan proyek, sehingga terbentuklah penjadwalan yang logis dan realistis. Pada umumnya, penjadwalan proyek menggunakan estimasi durasi yang pasti.
Terdapat beberapa teknik dan alat yang berbeda untuk mendukung perencanaan proyek yaitu Gantt Chart, Critical Path Method (CPM), dan Program evaluation and Review Technique (PERT). Alat tersebut digunakan oleh para manager proyek untuk mengidentifikasi aktivitas kritis dan menghitung waktu minimun yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek. Di antara metode ini, teknik penjadwalan tradisional menggunakan Gantt Chart. Meskipun metode tersebut masih sering digunakan, namun secara khusus Gantt Chart atau diagram batang gagal untuk penjadwalan berskala besar (Zareei, 2017).
Metode CPM telah digunakan secara luas untuk membantu manajer proyek dalam merencanakan dan mengendalikan proyek berskala besar maupun kecil dari semua jenis termasuk konstruksi, penelitian, proyek pengembangan dan banyak lainnya (Zareei, 2017). CPM menggunakan jaringan untuk mengkoordinasikan kegiatan, mengembangkan jadwal dan memantau kemajuan proyek. Dengan mengidentifikasi aktvitas di jalur kritis, pendekatan penjadwalan proyek yang memecah proyek menjadi beberapa aktivitas kerja, menggambarkan ke dalam diagram alur dan kemudian menghitung durasi proyek berdasarkan perkiraan durasi untuk setiap aktivitas. Jalur kritis adalah jalur yang memiliki waktu terpanjang dari semua jalur yang dimulai dari peristiwa awal sampai peristiwa yang terakhir dalam activity network diagram (Kelley, 1961).
Selain itu, CPM telah digunakan untuk menghitung parameter operasi termasuk waktu mulai paling awal, waktu mulai paling awal, waktu selesai paling awal, waktu terakhir, waktu maksimum dan waktu minimum. Durasi proyek tidak akan lebih lama dari jalur terpanjang melalui diagram jaringan. Namun, total waktu yang terlewati untuk penyelesaian proyek setara dengan panjang jalur kritis, yaitu jalur terpanjang. Adapun penelitian ini adalah untuk mengetahui penjadwalan pada proyek menggunakan metode CPM. Hal ini diperlukan bagi pihak owner untuk menghindari keterlambatan proyek yang berdampak pada kegagalan proyek.
I.2 Perumusan Masalah
Perumusan masalah pada penelitian sebagai berikut:
1. Bagaimana merancang jadwal proyek pemasangan Feeder FO pada tahap planning dengan metode critical path method?
2. Apa saja aktivitas kerja proyek pada proyek pemasangan Feeder FO di STO Nanjung yang termasuk ke dalam lintasan kritis?
I.3 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk membuat suatu pemodelan perancangan jadwal proyek pemasangan feeder fo dengan metode critical path method pada tahap planning.
2. Untuk mengetahui aktivitas kerja yang termasuk ke dalam lintasan kritis.
I.4 Batasan Penelitian Batasan penelitian ini adalah:
1. Data atau sampel penelitian difokuskan pada perancangan jadwal proyek pemasangan feeder FO di daerah STO Nanjung Bandung.
2. Data penelitian difokuskan pada proses penarikan kabel feeder sampai dengan pemasangan ODP.
3. Perhitungan dan analisis menggunakan metode Critical Path Method.
4. Perancangan jadwal proyek yang terjadi pada tahap planning atau perencanaan proyek.
I.5 Manfaat Penelitian
Manfaat Penelitian ini sebagai berikut:
1. Memberikan suatu pemodelan jadwal proyek bagi pihak owner.
2. Memberikan informasi bagi pihan kontraktor mengenai perencanaan durasi proyek.
3. Memberikan rincian kegiatan proyek mana saja yang harus diselesaikan terlebih dahulu agar jadwal dapat terpenuhi.
4. Memberikan estimasi jadwal proyek bagi pihak owner.
I.6 Sistematika Penulisan
Penelitian ini diuraikan dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan
Pada bab ini dijelaskan tentang permasalahan yang menjadi latar belakang pada peneltian yang dilalukan di PT.XYZ dan menjelaskan alasan pengambilan topik permasalahan untuk penelitian. Bab ini juga menjelaskan rumusan masalah, tujuan peneletian, manfaat penelitian, batasan penelitian yang menjadi dasar dalam melakukan penelitian ini, dan sistematika penulisan yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini
Bab II Tinjauan Pustaka
Pada bab ini berisi tentang literatur atau studi yang relevan dengan teori yang digunakan pada proses penelitian, dan metode yang mendukung yang akan digunakan untuk penyelsaian masalah dalam penelitian ini.
Bab III Metodologi Penelitian
Pada bab ini dijelaskan langkah-langkah penelitian secara rinci meliputi: tahap merumuskan masalah penelitian, merumuskan hipotesis, dan mengembangkan model penelitian, mengidentifikasi dan melakukan operasionalisasi variabel penelitian, menyusun kuesioner penelitian, merancang pengumpulan dan pengolahan data, melakukan uji instrumen, merancang analisis pengolahan data.
Bab IV Pengumpulan dan Pengolahan Data
Pada bab ini menjelaskan mengenai pengumpulan data-data yang berasal dari perusahaan dan proses pengolahan data yang disajikan secara singkat.
Bab ini akan diuraikan dalam sumber data yang didapatkan serta darimana sumber data tersebut.
Bab V Analisis Data
Bab ini berisi analisis dari hasil penelitian yang dilakukan meliputi metode pengumpulan, pengolahan dan perhitungan data yang diuraikan analisis perancangan jadwal proyek dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM).
Bab VI Kesimpulan dan Saran
Bab terakhir pada laporan penelitian ini berupa rangkuman hasil penelitian yang merupakan jawaban dari rumusan masalah dan tujuan pada bagian awal penelitian. Bagian ini pun menuliskan saran dari peneliti untuk perusahaan dan penelitian selanjutnya.