• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kemenkes RI KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kemenkes RI KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Kemenkes RI

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

(2)

Kemenkes RI

LATAR BELAKANG

(3)

INDONESIA MEMASUKI “ AGEING POPULATION ”

Sumber: BPS, SP 1971, 1980, 1990, 2000, 2010 BPS, SUPAS 1985, 1995, 2005, 2015

BPS, Proyeksi Penduduk 2015-2045

(4)

Pertambahan lansia berbanding lurus dengan bertambahnya kebutuhan, termasuk perawatan →

beban ekonomi penduduk usia produktif untuk membiayai penduduk lansia

Bahwa yang menjadi perhatian adalah selain memiliki harapan hidup tinggi, namun kemampuan lansia untuk hidup lanjut dengan sehat

adalah hal penting yang perlu diupayakan

(5)

Hipertensi

Gangguan Mental Emosional

Sumber: Riskesdas, 2018

Jumlah orang yang Demensia di Indonesia :

1,2 juta (2015) diperkirakan akan meningkat menjadi 4 juta (2050)

Sumber : Survey Meter

Sumber : Kemenkes, Riskesdas 2018

3,7% (sekitar 941.478) lansia ketergantungan sedang, berat dan total → membutuhkan perawatan jangka panjang (PJP)

MASALAH KESEHATAN PADA LANSIA

(6)

Sumber : BPS, SUSENAS Maret 2020

39,10

27,85 20,51

9,8

2,74

Bersama 3 Generasi Bersama Keluarga Bersama pasangan Tinggal Sendiri Lain-lain

Peran dalam pengambilan

Keputusan

Keluarga: Mendukung, mendampingi, merawat lansia dengan penuh kasih sayang

Mayoritas Lansia tinggal bersama keluarga

(Tiga Generasi dan keluarga)

PERSENTASE LANSIA MENURUT STATUS TINGGAL BERSAMA, 2020

POTENSI LANSIA DALAM KELUARGA Berperan dalam

pengasuhan bayi/anak

(7)

Persentase Penduduk Lansia Menurut Jenis Kegiatan dalam Seminggu Terakhir, 2020

‘Potensi Lansia dapat berpartisipasi dan berdaya guna’

Persentase Penduduk Lansia Bekerja, 2016-2020

(8)

Kemenkes RI

LANSIA DAN COVID-19

(9)

Sumber: Data Satgas COVID-19. Update data 10 Januari 2021

Lansia : kelompok yang sangat rentan terhadap berbagai kondisi akut karena gangguan kesehatan.

Akibat kombinasi penurunan imunitas tubuh, paparan terhadap antigen, serta kecenderungan memiliki

komorbid → mengakibatkan lebih berisiko terpapar/kematian karena COVID-19

11,54% 11,5%

10,27%

45,88%

Angka kesembuhan rendah – kematian tinggi

Semakin bertambah usia → semakin tinggi risiko terjadinya kematian

Penting mempertimbangkan lansia sebagai sasaran prioritas dalam program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, untuk mencegah jumlah kesakitan dan kematian yang tinggi pada populasi tersebut.

Sumber: Dit. P2ML

(10)

Provinsi Peserta Vaksinasi

LANSIA Dosis 1 Dosis 2 Capaian Dosis 1 Rank Dosis 1

DKI Jakarta 911.631 576.777 467.562 63,27% 1

Yogyakarta 295.349 108.263 41.263 36,66% 2

Bali 340.683 117.066 52.832 34,36% 3

Kalimantan Utara 10.771 3.203 1.104 29,74% 4

Kepulauan Bangka Belitung 79.288 16.370 9.735 20,65% 5

Jawa Tengah 3.129.042 563.687 393.971 18,01% 6

Jawa Timur 2.551.433 394.295 174.149 15,45% 7

Kalimantan Timur 284.193 35.402 19.218 12,46% 8

Kepulauan Riau 143.611 15.114 5.685 10,52% 9

Sulawesi Utara 172.736 15.326 6.986 8,87% 10

Maluku 108.113 9.527 7.014 8,81% 11

Nusa Tenggara Barat 408.003 35.140 8.347 8,61% 12

Jawa Barat 4.403.983 344.269 194.019 7,82% 13

Sumatera Selatan 720.076 53.864 28.286 7,48% 14

Banten 1.129.101 83.916 62.180 7,43% 15

Bengkulu 125.455 8.608 4.200 6,86% 16

Jambi 275.309 18.541 11.328 6,73% 17

Sumatera Utara 1.279.182 74.243 50.548 5,80% 18

Kalimantan Tengah 191.817 10.478 3.629 5,46% 19

Papua Barat 30.722 1.435 899 4,67% 20

Kalimantan Barat 407.885 17.155 10.721 4,21% 21

Sulawesi Selatan 753.303 29.411 17.067 3,90% 22

Lampung 717.971 24.982 19.337 3,48% 23

Kalimantan Selatan 332.165 11.319 6.310 3,41% 24

Nusa Tenggara Timur 443.409 14.718 6.245 3,32% 25

Riau 582.505 18.451 12.120 3,17% 26

Maluku Utara 57.902 1.736 988 3,00% 27

Gorontalo 54.229 1.471 935 2,71% 28

Sulawesi Tengah 222.943 5.724 2.831 2,57% 29

Sulawesi Tenggara 190.498 4.684 2.680 2,46% 30

Sumatera Barat 442.033 8.549 5.823 1,93% 31

Sulawesi Barat 69.326 1.134 194 1,64% 32

Papua 252.800 3.868 2.401 1,53% 33

Aceh 435.651 2.301 1.750 0,53% 34

CAPAIAN VAKSINASI LANSIA (NASIONAL)

Sumber: Dashboard KPC PEN // Update: 16 Mei 2021

Dosis 1 : 12,95%

Dosis 2 : 8,5%

(11)

LANSIA HARUS MENDAPATKAN PRIORITAS PELAYANAN DIMANAPUN TANPA DIBATASI ALAMAT KTP MAUPUN DOMISILI

STRATEGI UNTUK PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 BAGI LANSIA

“Angka partisipasi vaksinasi lansia

turun”

“Lansia takut dan khawatir akan keamanan vaksin”

“Lansia memiliki keterbatasan akses

transportasi ke faskes/sentra vaksinasi”

“Kemampuan lansia mengakses teknologi

pendaftaran dan penjadwalan vaksinasi

terbatas”

Mempercepat program vaksinasi lansia dengan mekanisme 1:2,

yaitu 1 orang non lansia dapat divaksin jika membawa ≥ 2 orang lansia

untuk divaksinasi

Melibatkan komunitas, organisasi sosial dan pihak

swasta untuk menjangkau lansia yang belum vaksinasi

dan membantu proses edukasi serta sosialisasi

vaksinasi kepada lansia

Mendekatkan akses vaksinasi melalui mobile vaccination

(Panti Werdha, dll) dan mengatur transportasi dan mobilisasi lansia menuju ke dan pulang dari lokasi vaksinasi

pertama dan kedua

Mempermudah pelayanan, pendaftaran dan

penjadwalan vaksinasi lansia melalui pendaftaran kolektif dan

bantuan pendaftaran dengan melibatkan komunitas dan

organisasi sosial

(12)

Kemenkes RI

KEGIATAN HLUN TAHUN 2021

(13)

Kemenkes RI

Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN):

tanggal 29 Mei

Tema HLUN 2021 :

“LANSIA BAHAGIA BERSAMA KELUARGA”

Sub Tema Bidang Kesehatan :

“BERSAMA LANSIA KELUARGA BAHAGIA”

Acara Puncak Peringatan HLUN 2021 oleh Kemenkes:

17-18 Juni 2021 di Provinsi Bali

• Momentum bangkitnya kepedulian masyarakat dalam meningkatkan kesadaran para Lansia, keluarga dan masyarakat akan pentingnya kesehatan sehingga dapat terwujudnya Lansia sehat, aktif, mandiri dan produktif

serta berdayaguna bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

• Peringatan HLUN tahun 2021 juga dijadikan momentum untuk menggiatkan semua pihak dalam mendorong cakupan vaksinasi COVID-19 pada lansia

Peringatan HLUN 2021

(14)

Kemenkes RI

MAKNA DAN DETIL LOGO HLUN TAHUN 2021

(Surat Pemberitahuan Logo HLUN Tahun 2021 No.B.235/4.6/PB.05.05/05/2021)

Sumber : Kementerian Sosial, 2021

(15)

Kemenkes RI

RANGKAIAN KEGIATAN HLUN 2021

1. Kampanye Kesehatan Lansia melalui media elektronik, media sosial dan media luar ruang (Mei-Desember 2021)

2. Lomba Video Peduli Lansia dan Inovasi Pelayanan Kesehatan Lansia (Mei dan Juni 2021) 3. Serial Webinar HLUN 2021 (April s.d Desember 2021)

4. Gebyar Vaksinasi Lansia. Dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17-29 Mei 2021 .

Direncanakan kunjungan Bapak Menkes, Bapak Wamen dan Bapak Sekjen di 3 provinsi dan waktu berbeda (Kab. Bandung, Kota Serang dan Kab.Grobogan)

5. Puncak Peringatan HLUN Tahun 2021

a. Seminar Nasional : dilaksanakan secara hybrid. Kegiatan : sosialisasi, edukasi dan advokasi kesehatan Lansia disampaikan oleh Narasumber yang berasal dari Lintas

Sektor Kementerian Kesehatan, Organisasi Profesi, LSM dan Perwakilan Lansia. Peserta : Perwakilan dinas kesehatan 34 provinsi, Perwakilan Dinkes Kab/Kota dan Puskesmas, organisasi masyarakat kelanjutusiaan, organisasi profesi, perwakilan lansia dari

Posyandu Lansia/kelompok Lansia, dll.

b. Kunjungan Lapangan : menampilkan pembelajaran mengenai SILANI dan implementasi PJP bagi Lansia

(16)

Kemenkes RI

GEBYAR VAKSINASI LANSIA (GVL)

STRATEGI PERCEPATAN VAKSINASI COVID-19 BAGI LANSIA

Dilaksanakan secara serentak pada tanggal 17-29 Mei 2021 Tujuan :

– Memberi dukungan, apresiasi dan motivasi kepada semua unsur yang terlibat dan ber-inovasi dalam program vaksinasi COVID-19 pada lansia dimanapun berada.

– Memperkuat kolaborasi seluruh satuan kerja peran lintas program dan lintas sektor terkait serta swasta.

– Memperkuat kolaborasi dinas kesehatan provinsi dan kabupaten/kota, fasilitas pelayanan kesehatan primer maupun sekunder serta peran lintas sektor terkait (swasta, lembaga dan organisasi masyarakat, RT-RW dan kader dan lembaga pemerhati lansia) sebagai penggerak masyarakat lansia

– Meningkatkan peran anak, peran keluarga, peran kerabat serta tokoh lokal untuk mengajak dan memfasilitasi lansia untuk memperoleh vaksinasi COVID-19

sebagai salah satu bentuk rasa kasih dan bakti kita pada mereka

(17)

Kemenkes RI

– Bersama Lansia Keluarga Bahagia – Happy Family... Sayangi Lansia – Kaum Milenial Peduli Lansia

– Meski Usia Senja, Semangat Luar Biasa – Gaya Hidup Sehat untuk Masa Depan

Lansia SMART

– Lansia aset bangsa untuk Indonesia yang lebih Maju

– Keluarga Sehat, Lansia SMART

– Keluarga Sehat, Jaga Lansia dari Covid – Lansia Sehat, Indonesia Kuat

– Oma Opa dirumah aja, anti mager, pakai masker – Lansia SMART, Corona Go Away!!

– Cegah penularan: Keluarga patuh...Covid menjauh – Lansia sehat, COVID lewat

– Lansia Happy...stamina tinggi

– Lansia SMART, ikut vaksinasi COVID-19

– Sayangi Keluarga, yuuukk ikut vaksinasi COVID-19

#Hashtag HLUN2021

(18)

Kemenkes RI

(19)

Kemenkes RI

Peran Keluarga dalam Menjaga Kesehatan Lansia

– Memastikan kebutuhan sandang, pangan dan papan terpenuhi

– Menjaga komunikasi dan hubungan lintas

generasi: berbicara dengan lansia dengan santun, mendengarkan dengan aktif, dll

– Mendukung agar tetap aktif secara fisik maupun kognitif: mengajak beraktivitas dan berolah raga, permainan yang mengasah otak.

– Mendorong agar aktif bersosialisasi dan

mengikuti kegiatan sosial kemasyarakatan, dan keagamaan

– Menjaga lingkungan tempat tinggal yang bersih, aman, dan nyaman bagi lansia

– Menjaga lansia dari penularan penyakit menular (seperti COVID-19) dengan mengajak serta

mendampingi vaksinasi, memfasilitasi penerapan 5M

– Memfasilitasi kebutuhan mobilitas dan transportasi.

– Mendukung dan memfasilitasi kebutuhan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan rutin – Mendampingi dan merawat dengan kasih sayang,

terutama pada lansia yang telah mengalami ketergantungan

– Menghargai pengalaman hidup lansia dan melibatkan dalam pengambilan keputusan

– Mengenali gejala awal demensia/kepikunan dan berkonsultasi untuk penanganannya

(20)

Kemenkes RI

Persiapan Memasuki Masa Lanjut Usia

Menerima sebagai proses alamiah,

Meningkatkan kesabaran, kembangkan hobi, dan berfikir positif,

Meningkatkan hubungan harmonis dalam keluarga, pertemanan dan lingkungan, tetap setia pada pasangan yang sah

Mempersiapkan tempat tinggal yang aman dan nyaman,

Mempersiapkan dana untuk biaya hidup dan kesehatan,

Meningkatkan kesehatan dengan menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), GERMAS, dan makan dengan gizi seimbang.

(21)

Kemenkes RI

TERAPKAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

✓ Biasakan aktivitas fisik ringan: berjalan, berenang, bersepeda sekurang- kurangnya 30 menit/hari, 3-5 kali/minggu;

✓ Lakukan senam Lansia secara teratur;

✓ Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman dan aman;

✓ Kembangkan hobi sesuai kemampuan;

✓ Terus melakukan kegiatan mengasah otak : bermain catur, mengisi Teka Teki Silang, membaca, dsb.;

✓ Jauhi asap rokok dan zat adiktif lainnya;

✓ Istirahat yang cukup;

✓ Kelola stres dengan baik.

(22)

Kemenkes RI

MELAKUKAN AKTIVITAS FISIK

Taman/

Lapangan Tempat kerja Rumah Perjalanan/

Car Free Day Tempat umum

Minimal 30 menit sehari

Dapat dilakukan dimana saja, kapan saja ...

(23)

Kemenkes RI

Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang, Sayur dan Buah:

– Banyak makan sayur-sayuran dan buah-buahan;

– Makanan lunak yang mudah ditelan;

– Makanan kaya kalsium : susu, keju, ikan teri, ikan sarden, brokoli, bayam, pisang, dsb.;

– Minum air putih 8 gelas/hari;

– Hindari konsumsi berlebihan : gula, garam, gorengan;

– Hindari makanan/minuman yang banyak mengandung

lemak, kopi, alkohol.

(24)

Kemenkes RI

MENGONSUMSI SAYUR DAN BUAH

Tersedia dalam menu sehari-hari

(25)

Kemenkes RI

Periksakan Kesehatan Secara Rutin

– Manfaat :

1. Mendeteksi dini risiko penyakit, seperti : hipertensi, stroke, penyakit jantung, diabetes, masalah pembuluh darah, dsb.,

2. Mendeteksi masalah kesehatan reproduksi dan kesehatan mental emosional.

– Kunjungi kelompok Lansia/Posyandu Lansia/Posbindu untuk mendapat layanan pemeriksaan kesehatan dari petugas kesehatan;

– Periksakan Kesehatan Secara Rutin

a. Hal-hal yang perlu diperiksakan : tekanan darah, kadar gula darah, kadar kolesterol dan kadar asam urat, lingkar perut, kesehatan gigi dan mulut, kepadatan tulang, organ-organ reproduksi, kesehatan mental, dsb.;

b. Kunjungi Puskesmas untuk pemeriksaan kesehatan bila ada keluhan atau diajurkan oleh petugas/Kader, untuk penanganan lebih lanjut.

(26)

MEMERIKSA KESEHATAN Setiap 6 bulan sekali

TEKANAN CEK DARAH

KADAR CEK GULA DARAH

LINGKAR CEK PERUT

CEK KOLESTER OL

TES DARAH LENGKAP DI LABORATOR

IUM

DETEKSI DINI

KANKER

LEHER RAHIM

UNTUK PEREMPUAN

(27)

Kemenkes RI

Berperilaku

sehat (45-59 thn), Pra-Lansia dan

Lansia (≥ 60 thn)

‘Berdaya’

(28)

Kemenkes RI

▪ Tujuan Pemberdayaan Lansia:

1.Mengoptimalkan peran Lanjut Usia dalam peningkatan status kesehatan keluarga dan masyarakat → mendukung upaya penurunan AKI, AKN dan Stunting

2. Mempertahankan fungsi kognitif dan semangat hidup sehingga lansia tidak cepat mengalami demensia dan merasa bahagia

28

PEMBERDAYAAN LANSIA DALAM MENINGKATKAN STATUS KESEHATAN KELUARGA DAN MASYARAKAT

A. Peran Lansia Pada Setiap Kelompok Usia

1.Dalam meningkatkan kesehatan ibu hamil dan nifas 2.Dalam meningkatkan kesehatan Balita

3.Dalam meningkatkan kesehatan Anak usia sekolah dan Remaja

4.Dalam meningkatkan kesehatan Dewasa dan Pra Lansia 5.Dalam meningkatkan kesehatan Lansia

B. Peran Lansia Dalam Meningkatkan Status Kesehatan Masyarakat

28

(29)

Kemenkes RI

KIE Kesehatan Lansia Terkait Pandemi COVID-19

(30)

Kemenkes RI

Pesan Kunci Vaksinasi COVID-19 bagi Lansia

▪ Lansia SMART, ikut vaksinasi COVID-19

▪ Ayo Ajak Lansia Vaksinasi COVID-19

▪ Berikanlah vaksinasi pada orang tua (lansia). Mari kita cintai, kita sayangi, kita lindungi.. orang-orang yang

sudah mencintai menyayangi dan melindungi kita sejak

dari kecil"

(31)

Referensi

Dokumen terkait

Pada BHA/ampas kopi/shellac sebelum proses sintering (Gambar 6) menunjukkan unsur anorganik Ca 3,1%; P 1,6%; O 16,1% dan beberapa unsur dengan intensitas rendah yaitu Na 0,3%;

Untuk itu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan berbagai upaya dan bekerja sama dengan semua pihak agar pelaksanaan program vaksinasi COVID-19 ini dapat berjalan sukses

World Health Organization, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dan UNICEF, 2020f. COVID-19 Vaccine Acceptance Survey

1 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019

Permenkes No.10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi COVID-19. dan Permenkes No.18 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Permenkes No.10 Tahun

Bila merujuk pada Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi Ke-5 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,

Petugas Meja Verifikasi Data Sasaran melakukan pencetakan Formulir Pernyataan Pendaftaran Sasaran Vaksinasi COVID-19 atau Formulir Pernyataan Perubahan Data Sasaran Vaksinasi

Kemenkes RI. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2011-2014, Pub. Jakarta, Indonesia: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Panduan Aplikasi SIKDA Generik. Hal Yang