Pengaruh Variasi Lapisan Dasar Saluran Terbuka terhadap Kecepatan Aliran.

Teks penuh

(1)

PENGARUH VARIASI LAPISAN DASAR SALURAN

TERBUKA TERHADAP KECEPATAN ALIRAN

Dea Teodora Ferninda NRP: 1221039

Pembimbing: Robby Yussac Tallar, Ph.D.

ABSTRAK

Dalam pengelolaan air terdapat tiga aspek utama yaitu aspek pemanfaatan, aspek pelestarian, dan aspek pengendalian. Salah satu bagian dari ketiga aspek pengelolaan itu adalah pembuatan saluran-saluran air khususnya saluran terbuka. Dalam bidang ilmu Teknik Sipil khususnya terkait dalam bidang hidroteknik, pada suatu aliran saluran terbuka, karakteristik tahanan aliran sangat dipengaruhi oleh kekasaran dasar dan dinding saluran. Adanya suatu benda atau material lainnya termasuk batuan juga ikut mempengaruhi tahanan aliran, oleh karena itu perlu diteliti mengenai pengaruh variasi lapisan dasar saluran terbuka terhadap kecepatan aliran.

Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh variasi dasar saluran terbuka terhadap kecepatan aliran. Penelitian ini menggunakan saluran terbuka dengan potongan melintang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 8m, lebar 40cm, dan tinggi 60cm. Penempatan material sepanjang 1m. Tinggi dasar batuan ditetapkan 10cm. Penelitian ini menggunakan 5 variasi lapisan dasar yaitu kerikil, pasir, pasir 50% kerikil 50%, pasir 70% kerikil 30%, dan pasir 30% kerikil 70%.

Dari penelitian kecepatan yang dilakukan didapatkan bahwa kecepatan yang paling kecil yaitu variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% kerikil 50% dengan nilai kecepatan sebesar 0,3041m/detik. Berdasarkan rumus Manning, didapatkan suatu fakta bahwa pada kondisi debit 100% nilai faktor gesekan terbesar dari ke-5 variasi lapisan dasar tersebut adalah variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% dan kerikil 50% sebesar 0,0780, sedangkan untuk nilai faktor gesekan terkecil yaitu variasi lapisan dasar 1 kerikil sebesar 0,0652. Berdasarkan koefisien Manning untuk bahan saluran dengan dasar batu dan tebing rumput didapatkan koefisien Manning sebesar 0,040, sedangkan pada penelitian didapatkan nilai koefisien Manning terbesar yaitu 0,0212 untuk variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% kerikil 50%. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jenis dan diameter batuan yang digunakan. Disamping itu, tebing yang digunakan berbeda. Penelitian ini tidak memperhitungkan pengaruh tebing terhadap koefisien Manning. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka disarankan untuk penelitian selanjutnya, yaitu debit dan jenis sedimen yang digunakan dapat divariasikan untuk mengetahui karakteristik aliran.

(2)

x Universitas Kristen Maranatha

THE EFFECT OF VARIATIONS IN THE BASE LAYER

OF THE OPEN CHANNEL FLOW VELOCITY

.

Dea Teodora Ferninda NRP: 1221039

Supervisor: Robby Yussac Tallar, Ph.D

ABSTRACT

In water management there are three major aspects of the utilization aspect, the aspect of preservation and control aspects. One part of the three aspects of management that is making of waterways, especially the open channel. In civil engineering especially the field related to hydro technical, in an open channel flow, the characteristic of flow resistance is affected by the roughness of

the base and channel’s wall. The existence of an object or other material

including rocks also affecting the flow resistance, therefore it is necessary to study the effect of variations in the base layer of the open channel flow velocity.

Research aims to to study the effect of variations in the base layer of the open channel flow velocity. This study uses open channel flow with rectangle shape cross section with 8m length, 40cm width and 60cm height. The material

placed in 1m length. Rock’s base height is 10cm. This study uses 5 variations in

base layer which are 1st gravel, 2nd sand, 3rd 50% sand 50% gravel, 4th 70% sand 30% gravel, and 5th 30% sand 70% gravel.

Through the velocity research that conducted found that the smallest flow is 3rd variations in base layer with 50% sand 50% gravel with velocity at

0,3041m/s. Based on Manning’s formula, a fact is obtained that in 100% debit

conditions the biggest friction factor value from those 5 variations in base layer is the 3rd variations in base layer with 50% sand and 50% gravel at 0,0780, while for the smallest friction factor value is 1st variations in base layer with gravel at 0,0652. Based on Manning coefficient table for channel with rocky base and grassy cliff it obtained Manning coefficient at 0,040. While in the study it obtained the biggest Manning coefficient at 0,0212 for 3rd variations in base layer with 50% sand 50% gravel. This is most likely due to differences in the type and diameter of rock that is used. In addition, the cliff whichusedis different. This study does not take into account the influence of the cliff against Manning coefficient. From the study that has been done can be collected a few suggestions for future research, which are discharge and sediment type that are used can be varied to determine the flow characteristics.

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN PENELITIAN ... iii

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN... iv

SURAT KETERANGAN TUGAS AKHIR ... v

SURAT KETERANGAN SELESAI TUGAS AKHIR ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

1.3 Ruang Lingkup Penelitian ... 2

1.4 Sistematika Penulisan ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Saluran Terbuka ... 4

2.2 Jenis–jenis Aliran Saluran Terbuka ... 5

2.3 Klasifikasi Sungai berdasarkan Lebar Sungai ... 7

2.4 Morfologi Sungai ... 8

2.5 Fungsi Sungai sebagai Saluran Drainase ... 9

2.6 Lengkung Debit ... 10

2.6.1 Pengukuran Debit Tidak Langsung ... 11

2.6.2 Pengukuran Debit Langsung ... 16

2.7 Pengukuran Kecepatan ... 19

2.8 Tahanan Aliran ... 19

2.9 Jenis Tanah ... 20

2.10 Sifat Tanah ... 20

2.11 Analisis Saringan ... 21

BAB III METODE PENELITIAN ... 23

3.1 Diagram Alir Penelitian ... 23

3.2 Deskripsi Model Fisik ... 24

3.3Penelitian Variasi Lapisan Dasar ... 25

3.4Proses Penelitian Awal ... 25

3.4.1 Pengujian Lengkung Debit ... 25

3.4.2 Pengujian Analisis Saringan ... 27

3.5 Kecepatan Aliran Saluran ... 30

3.6 Hasil Penelitian Variasi Lapisan Dasar ... 30

BAB IV ANALISIS DATA ... 33

(4)

xii Universitas Kristen Maranatha

4.2Hasil Pengujian Analisis Saringan ... 34

4.3Kecepatan Aliran ... 39

4.4Pengaruh Bentuk dan Diameter Batuan terhadap Kecepatan Aliran ... 46

4.5 Perbandingan Faktor Gesekan dengan Manning ... 46

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 51

5.1 Simpulan ... 51

5.2 Saran ... 51

DAFTAR PUSTAKA ... 52

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Aliran Seragam Dalam Saluran Terbuka ... 6

Gambar 2.2 Sistem Proses Pembentukan Morfologi Sungai ... 9

Gambar 2.3 Penurunan Rumus Chezy ... 12

Gambar 2.4 Metode Satu Titik ... 15

Gambar 2.5 Metode Dua Titik ... 15

Gambar 2.6 Metode Tiga Titik... 16

Gambar 2.7 Alat Ukur Thompson ... 17

Gambar 2.8 Alat Ukur Cipoletti ... 18

Gambar 3.1 Diagram Alir Penelitian ... 23

Gambar 3.2 Rencana Model Fisik ... 24

Gambar 3.3 Peralatan untuk Pengujian Lengkung Debit ... 26

Gambar 3.4 Peralatan untuk Pengujian Analisis Saringan... 27

Gambar 3.5 Posisi Pengambilan Kecepatan Aliran ... 30

Gambar 3.6 Peralatan Melaksanakan Penelitian Variasi Lapisan Dasar ... 30

Gambar 4.1 Lengkung Debit ... 33

Gambar 4.2 Hubungan antara Ukuran Butir dan Persen Lolos Pertama... 36

Gambar 4.3 Hubungan antara Ukuran Butir dan Persen Lolos Kedua ... 38

Gambar 4.4 Posisi Tampak Atas Pengukuran Kecepatan ... 39

Gambar 4.5 Posisi Tampak Samping Pengukuran Kecepatan ... 39

Gambar 4.6 Hubungan antara Variasi Lapisan Dasar dan Kecepatan Aliran ... 48

Gambar 4.7 Hubungan antara Variasi Lapisan Dasar dan Koefisien Manning ... 49

(6)

xiv Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Klasifikasi Sungai menurut Kern ... 8

Tabel 2.2 Klasifikasi Sungai menurut Heirich ... 8

Tabel 2.3 Koefisien Manning ... 13

Tabel 4.1 Hasil Pengujian Lengkung Debit Aliran ... 33

Tabel 4.2 Hasil Pengujian Analisis Saringan Lapisan Pertama ... 35

Tabel 4.3 Hasil Pengujian Analisis Saringan Lapisan Kedua ... 37

Tabel 4.4 Hasil Pembacaan Putaran pada Alat Current Meter ... 40

Tabel 4.5 Hasil Perhitungan Banyaknya Putaran Per Waktu ... 41

Tabel 4.6 Hasil Perhitungan Kecepatan ... 42

Tabel 4.7 Hasil Perhitungan Kecepatan Rata-rata ... 43

Tabel 4.8 Hasil Pengukuran Kecepatan menurut Skenario ... 44

Tabel 4.9 Hasil Kecepatan Rata-Rata Aliran pada Skenario Berbeda ... 46

(7)

DAFTAR NOTASI

α sudut ambang tajam (°)

∆h Bacaan debit Thompson-elevasi awal Thompson A Luas penampang melintang saluran (m2)

b Lebar saluran (m) C Koefisien Chezy CC Koefisien gradasi

Cd Koefisien kontraksi

CU Koefisien keseragaman

D Jarak antar 2 titik yang dilalui (m)

D10 Diameter sehubungan dengan 10% lebih halus (mm)

D30 Diameter sehubungan dengan 30% lebih halus (mm)

D60 Diameter sehubungan dengan 60% lebih halus (mm)

F4 Lolos pada saringan nomor 4

F200 Lolos pada saringan nomor 200

f Koefisien gesekan

g Percepatan gravitasi (m/detik2) H Tinggi muka air (m)

h Kedalaman air (m) L Panjang saluran (m) Nr Jumlah putaran rata-rata

n Banyaknya putaran per waktu (putaran)

n Koefisien kekasaran Manning P Keliling basah saluran

Q Debit aliran (m3/detik) SC Pasir berlempung SM Pasir berlanau SW Pasir bergradasi baik R Jari-jari hidraulik (m)

R4 Tertahan pada saringan nomor 4

R200 Tertahan pada saringan nomor 200

S Kemiringan dasar saluran

T Waktu yang dibutuhkan untuk melewati jarak D (detik) t Waktu (detik)

V Kecepatan aliran (m/detik) v Volume bejana (m3)

Vi Kecepatan rata-rata aliran (m/detik) V0,2 Kecepatan aliran pada kedalaman 0,2h

V0,6 Kecepatan aliran pada kedalaman 0,6h

(8)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dewasa ini pembangunan diberbagai negara mengalami perkembangan yang sangat pesat termasuk Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya gedung-gedung dan jenis bangunan lainnya yang ada di kota-kota besar. Pembangunan yang berkembang sangat pesat ini berakibat langsung pada terbatasnya ruang terbuka yang seharusnya digunakan sebagai lahan resapan air hujan. Hal ini menyebabkan air hujan yang seharusnya mengalir ke lahan resapan menjadi mengalir cepat langsung ke sungai. Curah hujan yang semakin tinggi berakibat pada meningkatnya volume air hujan sehingga mengakibatkan terjadinya banjir.

Banjir merupakan permasalahan umum yang sering dihadapi diberbagai negara. Bencana banjir dapat menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi. Banjir secara garis besar disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam terutama disebabkan karena curah hujan yang tinggi, kondisi geomorfologi Daerah Aliran Sungai (DAS), dan pasang surut air laut. Faktor manusia sendiri disebabkan karena masih rendahnya rasa peduli terhadap lingkungan sekitar, salah satunya yaitu membuang sampah tidak pada tempatnya.

(9)

Dalam pengelolaan air terdapat tiga aspek utama yaitu aspek pemanfaatan, aspek pelestarian, dan aspek pengendalian. Salah satu bagian dari ketiga aspek pengelolaan itu adalah pembuatan saluran-saluran air khususnya saluran terbuka. Dalam bidang ilmu Teknik Sipil khususnya terkait dalam bidang hidroteknik, pada suatu aliran saluran terbuka, karakteristik tahanan aliran sangat dipengaruhi oleh kekasaran dasar dan dinding saluran. Adanya suatu benda atau material lainnya termasuk batuan juga ikut mempengaruhi tahanan aliran, oleh karena itu perlu adanya suatu penelitian untuk menganalisis pengaruh variasi lapisan dasar saluran terbuka terhadap kecepatan aliran.

1.2Tujuan Penelitian

Penelitian berupa simulasi pada model fisik akan dilakukan untuk mencapai beberapa tujuan:

1. Menganalisis perbedaan kecepatan dengan variasi lapisan dasar lapisan terbuka;

2. Menganalisis koefisien Manning untuk lapisan dasar saluran terbuka dengan skenario tertentu;

3. Menganalisis faktor gesekan (f) pada lapisan dasar saluran terbuka dengan skenario tertentu;

1.3Ruang Lingkup Penelitian

Ruang lingkup penelitian Tugas Akhir ini adalah:

1. Penelitian ini menggunakan saluran terbuka dengan potongan melintang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 8m, lebar 40cm, dan tinggi 60cm;

2. Penempatan material agregat pada saluran terbuka dengan potongan melintang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran panjang 1m;

3. Tinggi dasar agregat ditetapkan 10cm; 4. Penelitian ini menggunakan debit 100%;

(10)

3 Universitas Kristen Maranatha

7. Penelitian menggunakan 5 variasi lapisan dasar yaitu jenis agregat yang digunakan kerikil dengan kemiringan datar dan menggunakan debit maksimum, jenis agregat yang digunakan pasir dengan kemiringan datar dan menggunakan debit maksimum, jenis agregat yang digunakan pasir 50% kerikil 50% dengan kemiringan datar dan menggunakan debit maksimum, jenis agregat yang digunakan pasir 70% kerikil 30% dengan kemiringan datar dan menggunakan debit maksimum, dan jenis agregat yang digunakan pasir 30% kerikil 70% dengan kemiringan datar dan menggunakan debit maksimum;

8. Tinggi kekasaran saluran terbuka pada dinding tidak diperhitungkan; 9. Temperatur saat penelitian adalah temperatur ruangan (25°C );

10.Alat Current Meter yang digunakan memiliki spesifikasi Propeller: 2-141579 dengan diameter 50mm dan pitch 0,10;

11.Tidak memperhitungkan kualitas air; 12.Tidak memperhitungkan kepadatan tanah.

1.4 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Tugas Akhir ini disusun sebagai berikut:

BAB I, Pendahuluan, membahas tentang latar belakang pengambilan topik Tugas Akhir, tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II, Tinjauan Pustaka, membahas mengenai teori-teori yang berhubungan dengan penelitian, seperti: teori saluran terbuka terutama yang terkait dengan kekasaran saluran, tahanan aliran, dan lainnya.

BAB III, Metode Penelitian, berisi data dari pengujian, metode-metode, dan variasi lapisan dasar yang digunakan.

BAB IV, Analisis Data dan Pembahasan, membahas mengenai analisis data pengujian terutama besarnya pengaruh variasi lapisan dasar saluran terbuka terhadap kecepatan aliran dan pembahasannya.

(11)

BAB V

SIMPULAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan didapatkan simpulan sebagai berikut: 1. Dari hasil perhitungan kecepatan, didapatkan hasil kecepatan rata-rata terkecil

yaitu variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% kerikil 50% dengan nilai kecepatan sebesar 0,3041m/detik sedangkan untuk kecepatan terbesar pada variasi lapisan dasar 1 yaitu kerikil sebesar 0,3325m/det.

2. Untuk kecepatan variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% kerikil 50% didapatkan kecepatan aliran yang paling baik digunakan karena memiliki kecepatan aliran terkecil.

3. Pada penelitian didapatkan nilai koefien Manning terbesar yaitu 0,0212 untuk variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% kerikil 50%. Sementara itu untuk penelitian yang terkait dengan faktor gesekan, didapatkan suatu fakta bahwa pada kondisi debit 100% nilai faktor gesekan terbesar dari ke-5 variasi lapisan dasar tersebut adalah variasi lapisan dasar 3 dengan pasir 50% dan kerikil 50% sebesar 0,0780. Sedangkan untuk nilai faktor gesekan terkecil yaitu variasi lapisan dasar 1 kerikil sebesar 0,0652.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan disarankan melakukan beberapa penelitian lanjutan, antara lain:

1. Debit dan jenis sedimen yang digunakan divariasikan untuk mengetahui karakteristik aliran lebih terperinci lagi.

2. Variasi terhadap kemiringan saluran juga dapat diperhitungkan agar diperoleh hubungan pengaruh kemiringan terhadap debit dan karakteristik sedimen tertentu terhadap faktor gesekan dan nilai Manning.

(12)

PENGARUH VARIASI LAPISAN DASAR SALURAN

TERBUKA TERHADAP KECEPATAN ALIRAN

Diajukan sebagai syarat untuk menempuh ujian sarjana di Program Studi S-1 Teknik Sipil Fakultas Teknik

Universitas Kristen Maranatha Bandung

Disusun Oleh:

DEA TEODORA FERNINDA

NRP: 1221039

Pembimbing:

ROBBY YUSSAC TALLAR, Ph.D.

PROGRAM STUDI S-1 TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(13)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas segala rahmat yang dilimpahkan oleh-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penyusunan Tugas Akhir. Tugas Akhir merupakan pembahasan laporan penelitian dengan judul PENGARUH VARIASI LAPISAN DASAR SALURAN TERBUKA

TERHADAP KECEPATAN ALIRAN. Tugas Akhir diajukan sebagai syarat

untuk menempuh ujian sarjana di Program Studi S-1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penyusun telah banyak menerima bantuan dari berbagai pihak, maka pada kesempatan ini penyusun mengucapkan terima kasih khususnya kepada:

1. Bapak Robby Yussac Tallar, Ph.D., selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penyusunan Tugas Akhir.

2. Ibu Olga C. Pattipawaej, Ph.D., selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Tugas Akhir.

3. Ibu Ir. Kanjalia T. T., M.T., selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Tugas Akhir.

4. Ibu Hanny Juliany Dani, S.T., M.T., selaku dosen penguji yang telah banyak memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Tugas Akhir.

5. Bapak Dr. Yosafat Aji Pranata, S.T., M.T., selaku Ketua Program Studi S-1 Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha.

6. Ibu Tan Lie Ing, S.T., M.T., selaku Koordinator Tugas Akhir yang telah banyak memberikan masukan dan saran dalam penyusunan Tugas Akhir. 7. Seluruh dosen Program Studi S-1 Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas

Kristen Maranatha, yang telah mendidik dan membina sejak awal perkuliahan.

(14)

viii

9. Orang tua yang telah mendidik dan selalu memberikan dukungan moral maupun materil serta doa selama masa perkuliahan dan penyusunan Tugas Akhir.

10. Tomy Teodore Fernando, Elmaliani Ismi Ulfa, Aprilia Ogi Damara, Hendra Febria Damara, Endang Elisa Hutajulu, Reinaldo, Dennis Aldimus, Gregorius Levy, Ricky Candra, Nico Nathaniel Sutanto, Agita Risma Artika, Aprilia Puspitasari, Harry Novriandi, Wismoyo, Tito Agustinus, Marceline Adriani, Agnes Maria Tampubolon, Samuel Agustinus, Andri Suryadi, Carvila Renita Onda, dan Khi’bouth Ambrosia yang telah membantu dan memberi dukungannya selama ini.

11. Teman-teman Teknik Sipil angkatan 2012 yang telah membantu dalam melakukan pengujian di Laboratorium Hidraulika.

12. Kakak angkatan dan adik angkatan Teknik Sipil Universitas Kristen Maranatha yang telah membantu dalam melakukan pengujian di Laboratorium Hidraulika.

13. Semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Penyusun juga menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari segi isi maupun fisik maka, kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat diharapkan sehingga Tugas Akhir ini dapat menjadi lebih baik lagi.

Akhir kata, penyusun berharap Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat dan sumbangan nyata bagi rekan-rekan mahasiswa Program Studi S-1 Teknik Sipil pada khususnya.

Bandung, 6 Januari 2017 Penyusun

(15)

DAFTAR PUSTAKA

[1] Bowles, J.E., 1989, Sifat-Sifat Fisis dan Geoteknis Tanah, Erlangga, Jakarta.

[2] Chow, V.T., 1992, Hidrolika Saluran Terbuka, Erlangga, Bandung.

[3] Das, B.M., 1995, Mekanika Tanah, Erlangga, Jakarta.

[4] Kodoatie, R.J., 2001, Hidrolika Terapan Aliran pada Saluran Terbuka dan Pipa, ANDI Yogyakarta, Semarang.

[5] Levy, G., 2016, Pengaruh Vegetasi Terhadap Tahanan Aliran pada Saluran Terbuka,

Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

[6] Linsley, R K, 1991, Water-Resources Engineering 3rd Edition, Erlangga, Jakarta.

[7] Maryono, A., 2008, Eko-Hidraulik Pengelolaan Sungai Ramah Lingkungan, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

[8] Raju, K.G., 1986, Aliran Melalui Saluran Terbuka, Erlangga, Jakarta.

[9] Sturm, T.W., 2010, Open Channel Hydraulics, The McGraw-Hill Companies, Singapore.

[10] Subarkah, I., 1979, Bangunan Air, Idea Dharma, Bandung.

[11] Tanuwidjaja, G., dkk., 2010, Creative Collaboration in Urban Polder in Jakarta, in The Framework of Integrated Water Management. In: Artepolis-3, Creative

Collaboration and the Making of Place, Institute of Technology Bandung, Bandung.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...