• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Waktu Siklus Perjalanan Antara Waktu Trans Metro Bandung Koridor II.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Waktu Siklus Perjalanan Antara Waktu Trans Metro Bandung Koridor II."

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PERBANDINGAN WAKTU SIKLUS PERJALANAN

ANTAR WAKTU TRANS METRO BANDUNG

KORIDOR II

IKA SRI ASTUTI SIHOMBING

NRP: 1321903

Pembimbing: TRI BASUKI JOEWONO, Ph.D.

ABSTRAK

Perkembangan transportasi publik yang handal dapat membuat beralihnya masyarakat dari angkutan pribadi ke angkutan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai perbandingan waktu perjalanan Tahun 2013 dan 2015 pada Bus Trans Metro Bandung Koridor II. Variasi waktu perjalanan merupakan hal penting untuk memahami penurunan keandalan kinerja angkutan publik. Penelitian dilakukan selama satu minggu, untuk mendapatkan data primer berupa waktu perjalanan bus. Sedangkan data sekunder yang diperlukan adalah panjang rute, lokasi shelter, dan jumlah armada bus Trans Metro Bandung. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa shelter bus tidak beroperasi dan kondisi rute Cicaheum-Cibeureum di beberapa segmen jalan berpotensi menimbulkan kemacetan. Hasil analisis menunjukkan Bus Trans Metro Bandung memiliki nilai variabilitas dengan rentang 4% sampai 23,7%. Perbandingan waktu perjalanan antar hari menunjukkan bahwa variabilitas pada akhir pekan lebih stabil dibanding pada hari kerja. Pemetaan rute perjalanan, lokasi shelter dan kondisi eksisting lalu lintas menggunakan aplikasi MapInfo yang berbasis GIS. Penelitian dapat dimanfaatkan oleh operator bus Trans Metro Bandung yaitu Perum DAMRI yang mampu mengarahkan pada efektifitas dan efisiensi kinerja Trans Metro Bandung.

(2)

TRAVEL TIME CYCLE RATIO BETWEEN DAYS OF

TRANS METRO BANDUNG CORRIDOR II

IKA SRI ASTUTI SIHOMBING

NRP: 1321903

Supervisor: TRI BASUKI JOEWONO, Ph.D.

ABSTRACT

The development of reliable public transportation will shift people from private vehicles to public transport. This study aims to get the value of the travel time ratio in 2013 and 2015 at Metro Bandung Trans Bus Corridor II. Variation of travel time is important to understand the deteriorations in the reliability of public transport. The study was conducted for a single week to obtain primary data in the form of a bus trip. While secondary data that are needed are routes length, the location of the shelters and the number of the bus fleet Trans Metro Bandung. The results showed that the bus shelters were not operating and Cicaheum-Cibeureum route conditions in some segments are potential to cause congestion. The analysis showed that Bus Trans Metro Bandung has a value of variability with a range of 4% to 23, 7%. The comparison of travel time between the days leads us to the variability on weekends are more stable. Routes, shelter location and condition of existing traffic are mapped using MapInfo as GIS-based application. The findings of this study are useful for Perum DAMRI as operator of Trans Metro Bandung for leading to Trans Metro Bandung’s performance effectiveness and efficiency.

(3)

DAFTAR ISI

4.3 Analisis Perbandingan Variabilitas Waktu Perjalanan Antar Hari 40

4.4 Analisis Rata-rata Waktu Perjalanan Harian 42

4.5 Analisis Perbandingan Waktu Perjalanan Antar Rute 44

(4)

4.7 Analisis Perbandingan Waktu Perjalanan Antar Rit 47

4.8 Pembahasan 48

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 51

5.1 Simpulan 51

5.2 Saran 52

DAFTAR PUSTAKA 53

(5)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Rute Perjalanan Trans Metro Bandung Koridor I 8

Gambar 2.2 Rute Perjalanan Trans Metro Bandung Koridor II 8

Gambar 2.3 Skema Hardware 14

Gambar 2.4 Skema Software 14

Gambar 2.5 Tampilan Operasi Waypoint Mytrack 16

Gambar 2.6 Tampilan Menu Tracking Pada Mytrack 17

Gambar 2.7 Tampilan Menu Measure Distance Pada Mytrack 17

Gambar 2.8 ScreenShot Dari Aplikasi Arcview Yang Menunjukkan

Pembagian Dinamik Dari Rel Kereta Api 19

Gambar 2.9 Screen Shot Dari Aplikasi Transcad Yang Menunjukkan

Fungsi Lebih Lengkap Dari GIS-T 20

Gambar 2.10 Macam-Macam Data Grafis Dalam Map Info 21

Gambar 2.11 Screen Shot Dari Aplikasi Mapinfo Yang Menunjukkan

Data Grafis Mengenai Nama Desa Di Kota Bandung 21

Gambar 2.12 Screen Shot Dari Aplikasi Mapinfo Yang Menunjukkan

Data Tabular Nama Desa Di Kota Bandung 22

Gambar 2.13 Contoh Layer Peta Tematik 22

Gambar 2.14 Contoh Tampilan Mutilayer Peta Tematik 23

Gambar 2.15 Contoh Tampilan Aplikasi MyTrack 23

Gambar 3.1 Rute Perjalanan Bus Trans Metro Bandung 27

Gambar 3.2 Rute Track Yang Ditempuh Koridor II

Cicaheum-Cibeureum 27

Gambar 3.3 Waypoint Selama Berhenti Koridor II

Cicaheum-Cibeureum 28

Gambar 3.4 Diagram Alir Penelitian 30

Gambar 4.1 Rute Perjalanan Tetap Trans Metro Bandung 31

Gambar 4.2 Rute Perjalanan Bus Trans Metro Bandung Pada Hari

Senin 32

Gambar 4.3 Rute Perjalanan Bus Trans Metro Bandung Pada Hari

Kamis 33

Gambar 4.4 Perjalanan Harian Rit Pertama 34

Gambar 4.5 Perjalanan Harian Rit Kedua 35

Gambar 4.6 Perjalanan Harian Rit Ketiga 36

Gambar 4.7 Variabilitas Waktu Perjalanan Satu Minggu 40

Gambar 4.8 Perbandingan Nilai Variabilitas Waktu Perjalanan Antar

Hari 41

Gambar 4.9 Rata-Rata Waktu Perjalanan Per Hari Dalam Diagram Box

Plot 43

Gambar 4.10 Rata-Rata Waktu Perjalanan Per Hari Berdasarkan

Komponennya 44

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Perbandingan Kategori Dasar BRT ITDP dengan Kondisi

Eksisting TMB Koridor I dan II 24

Tabel 3.2 Contoh Lembar Pengisian Survei 28

Tabel 4.1 Nilai η Pada Rit Pertama 37

Tabel 4.2 Nilai η Pada Rit Kedua 37

Tabel 4.3 Nilai η Pada Rit Ketiga 38

Tabel 4.4 Nilai Vx Pada Rute Tetap 38

Tabel 4.5 Nilai Vx Pada Rute Berubah 39

Tabel 4.6 Nilai Vx Keseluruhan Selama Satu Minggu 39

Tabel 4.7 Perbandingan Nilai Vx Antar Hari 41

Tabel 4.8 Komponen Waktu Perjalanan Per Hari 42

Tabel 4.9 Rata-rata Waktu Perjalanan Per Hari 43

Tabel 4.10 Data Waktu Perjalanan untuk Analisis Perbandingan Antar

Rute 45

Tabel 4.11 Data Waktu Perjalanan untuk Analisis Perbandingan Antar

Hari 46

(7)

DAFTAR NOTASI

η Efisiensi waktu perjalanan

η1 Efisiensi waktu perjalanan rit 1

η2 Efisiensi waktu perjalanan rit 2

η3 Efisiensi waktu perjalanan rit 3

Waktu perjalanan rata-rata

tr Waktu bus saat sedang berjalan

ts Waktu saat macet atau lampu lintas atau lintas lintasan kereta atau persimpangan

(8)

DAFTAR SINGKATAN

Anova Analysis Of Variance

BRT Bus Rapid Transit

CD-ROM Compact Disc-Read-Only Memory CPU Central Processing Unit

DAMRI Djawatan Angkoetan Motor Republik Indonesia DISHUB Dinas Perhubungan

GIS Geographic Information System

GIS-T GIS In Transportation

GPS Global Positioning System

GPX GPS Exchange Format

ITDP The Institute For Transportation and Development Policy

ITS Intelligent Transportation Systems

KA Kereta Api

Kep Keputusan

KML Keyhole Markup Language

KMZ Keyhole Markup Language Zipped

Pemkot Pemerintah Kota Perda Peraturan Daerah

RFID Radio-Frequency Identification

ROW Right-Of-Way (Hak Guna Jalan)

ROW-C Right-Of-Way Kategori C (Hak Guna Jalan Beroperasi Lalu Lintas Bercampur)

RPJPD Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Data Waktu Perjalanan 59

L1.1 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 59

L1.2 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 60

L1.3 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 61

L1.4 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cicaheum Cibeureum)

Rit 2 62

L1.5 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 63

L1.6 Data Waktu Perjalanan Hari Senin (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 64

L1.7 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 65

L1.8 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 66

L1.9 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 67

L1.10 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cicaheum Cibeureum)

Rit 2 68

L1.11 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 69

L1.12 Data Waktu Perjalanan Hari Selasa (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 70

L1.13 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 71

L1.14 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 72

L1.15 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 73

L1.16 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 2 74

L1.17 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 75

L1.18 Data Waktu Perjalanan Hari Rabu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 76

L1.19 Data Waktu Perjalanan Hari Kamis (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 77

L1.20 Data Waktu Perjalanan Hari Kamis (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 78

L1.21 Data Waktu Perjalanan Hari Kamis (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 79

(10)

Rit 2

L1.23 Data Waktu Perjalanan Hari Kamis (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 81

L1.24 Data Waktu Perjalanan Hari Kamis (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 82

L1.25 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 83

L1.26 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 84

L1.27 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 85

L1.28 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cicaheum Cibeureum)

Rit 2 86

L1.29 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 87

L1.30 Data Waktu Perjalanan Hari Jumat (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 88

L1.31 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 1 89

L1.32 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 1 90

L1.33 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 2 91

L1.34 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 2 92

L1.35 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cibeureum-Cicaheum)

Rit 3 93

L1.36 Data Waktu Perjalanan Hari Sabtu (Cicaheum Cibeureum)

Rit 3 94

L1.37 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu

(Cibeureum-Cicaheum) Rit 1 95

L1.38 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu (Cicaheum

Cibeureum) Rit 1 96

L1.39 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu

(Cibeureum-Cicaheum) Rit 2 97

L1.40 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu (Cicaheum

Cibeureum) Rit 2 98

L1.41 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu

(Cibeureum-Cicaheum) Rit 3 99

L1.42 Data Waktu Perjalanan Hari Minggu (Cicaheum

Cibeureum) Rit 3 100

Lampiran 2 Peta Tematik 101

L2.1 Peta Tematik Lokasi Penelitian 101

L2.2 Peta Tematik Lokasi Lampu Lalu Lintas 102

L2.3 Peta Tematik Lokasi Shelter 103

(11)

L2.5 Peta Tematik Survei Jumat Rit 2 105

L2.6 Peta Tematik Survei Jumat Rit 3 106

L2.7 Peta Tematik Survei Sabtu Rit 1 107

L2.8 Peta Tematik Survei Sabtu Rit 2 108

L2.9 Peta Tematik Survei Sabtu Rit 3 109

L2.10 Peta Tematik Survei Minggu Rit 1 110

L2.11 Peta Tematik Survei Minggu Rit 2 111

L2.12 Peta Tematik Survei Minggu Rit 3 112

L2.13 Peta Tematik Survei Senin Rit 1 113

L2.14 Peta Tematik Survei Senin Rit 2 114

L2.15 Peta Tematik Survei Senin Rit 3 115

L2.16 Peta Tematik Survei Selasa Rit 1 116

L2.17 Peta Tematik Survei Selasa Rit 2 117

L2.18 Peta Tematik Survei Selasa Rit 3 118

L2.19 Peta Tematik Survei Rabu Rit 1 119

L2.20 Peta Tematik Survei Rabu Rit 2 120

L2.21 Peta Tematik Survei Rabu Rit 3 121

L2.22 Peta Tematik Survei Kamis Rit 1 122

L2.23 Peta Tematik Survei Kamis Rit 2 123

L2.24 Peta Tematik Survei Kamis Rit 3 124

Lampiran 3 Data Tabulasi 125

L3.1 Data Tabulasi Nama Jalan Di Peta Tematik Lokasi

Penelitian 125

L3.2 Data Tabulasi Nama Jalan Di Peta Tematik Lokasi

Penelitian (lanjutan) 126

L3.3 Data Tabulasi Nama Jalan Di Peta Tematik Lokasi Shelter 127 L3.4 Data Tabulasi Nama Jalan Di Peta Tematik Lokasi Shelter

(lanjutan) 128

L3.5 Data Tabulasi Nama Jalan Di Peta Tematik Lokasi Shelter

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Untuk memenuhi kebutuhan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain

masyarakat melakukan perjalanan. Perjalanan merupakan sebuah aktivitas yang

berlangsung dari satu lokasi geografis tertentu ke tempat lainnya melalui jaringan

transportasi (Avineri & Prashker, 2005). Terdapat banyak teknologi baru pada

jaringan transportasi, hal ini merupakan kebijakan yang disediakan kota dengan

mempersiapkan rencana jangka panjang, pembaharuan bertahap, sampai membuat

penggunaan paling efisien dari fasilitas eksisting, untuk memperbaiki kemacetan,

dan menunjukan kegiatan tambahan yang sesuai (Schoon, 1996).

Teknologi transit saat ini sangat bervariasi untuk memenuhi kebutuhan

berpindah masyarakat kota, salah satu antaranya adalah Bus Rapid Transit (BRT)

(Wright and Fjellstrom, 2005). BRT merupakan teknologi baru berbasis ‘bus

cepat’ yang mudah diimplementasikan di perkotaan dengan biaya yang lebih

murah dibandingkan dengan merencanakan kereta (Tumlin, 2012). BRT pada

umumnya memiliki koridor busway pada jalur yang terpisah –dalam ketinggian yang sama atau ketinggian yang berbeda– dan bus yang sudah di modernisasi

(Wright, 2007).

Beberapa kota besar di Indonesia sudah mengembangkan sistem

transportasi berbasis BRT. Salah satu diantaranya adalah Kota Bandung dengan

Trans Metro Bandung, yang sudah beroperasi sejak Tahun 2008 (Sinambela,

2006). Terdapat beberapa hal yang membedakan Trans Metro Bandung dengan

BRT pada umumnya, yaitu Trans Metro Bandung tidak memiliki jalur

khusus/terpisah, terganggu dengan persimpangan, dan tidak memiliki informasi

pasti mengenai kedatangan bus (Dinas Perhubungan, 2013).

Tidak adanya informasi tersebut disebabkan oleh kondisi lalu lintas,

seperti macet, lampu merah, waktu berhenti pada shelter dan persimpangan. Kondisi tersebut mengindikasikan kurangnya keandalan kinerja angkutan publik,

(13)

dilakukan untuk membantu mengidentifikasikan, memperbaiki keandalan

transportasi publik dan mendapatkan waktu perjalanan yang sesingkat mungkin.

Untuk mempermudah penayangan, pemutahiran dan akses data maka

seluruh informasi dari lapangan dapat dikumpulkan, dimodelkan dan dianalisis

menggunakan bentuk informasi peta spasial atau disebut juga Geographic Information System (GIS) atau Sistem Informasi Geografis (Gaile and Willmott, 2003).

Dalam arti luas sistem informasi geografis (GIS) adalah sistem informasi

yang khusus untuk meng-input, mengatur, menganalisa dan pelaporan dari bentuk informasi geografis (terkait spasial) (Shaw and Rodrigue, 2013). Dari berbagai

aplikasi potensial kegunaan GIS, permasalahan mengenai transportasi telah

banyak menerima perhatian. Sebuah cabang tertentu dari GIS yang diterapkan

dalam bidang transportasi adalah GIS-T (GIS in Transportation), yang adalah salah satu area pelopor aplikasi GIS (Waters, 1999).

Beberapa studi yang telah dilakukan di Indonesia dan di luar negeri yang

membahas waktu perjalanan dan kecepatan angkutan publik, dan penggunaan

GIS. Wang et al. (2004) melakukan penelitian di wilayah Cincinnati (Ohio)

mengenai pencitraan jalur potensial Bus Rapid Transit menggunakan sistem

informasi geografis, penelitian ini menitik beratkan penggunaan kombinasi peta,

gambar dan animasi visualisasi yang menyimulisasikan hasil modelling dengan data geografis beserta tabel, sehingga lebih banyak orang mungkin dapat

memahami konsekuensi dari rencana dan desain alternatif.

Hal serupa juga telah diteliti di Indonesia, Mustaqim (2010) di Semarang

untuk menentukan jalur bus alternatif dengan aplikasi GIS. Perdana (2013) juga

melakukan penelitian mengenai aplikasi GIS untuk pemodelan jalur bus Trans

Malang, dengan meneliti waktu tempuh, jumlah lampu merah, lama hambatan,

dan potensi kemacetan yang dilalui, yang menghasilkan beberapa alternatif jalur

bus baru untuk Trans Malan g.

Penelitian mengenai BRT juga telah dilakukan di kota Bandung oleh

Ramadhan (2014) yang meneliti mengenai tingkat waktu perjalanan Bus Trans

Metro Bandung Koridor II, dengan kondisi pada tidak adanya jalur khusus untuk

(14)

membandingkan waktu perjalanan dan kecepatan yang di sepanjang koridor II

dengan data survei pada tahun 2013 dan tahun 2015, disajikan dengan GIS.

Penggunaan GIS akan memudahkan pengguna untuk melihat dan menganalisis

secara visual pada data geografisnya.

1.2 Inti Permasalahan

Perkembangan area perkotaan menjadi daerah perkembangan ekonomi dan

pendidikan mengakibatkan tingginya permintaan untuk berpindah dari daerah

hunian ke daerah urban. Tingginya permintaan tersebut mendesak perbaikan dari

kinerja sarana transportasi kota, dalam hal ini BRT sebagai moda transportasi

yang mampu memindahkan sejumlah besar masyarakat.

Permasalahan umum yang dihadapi oleh Trans Metro Bandung (TMB)

adalah ketidakpastian waktu kedatangan bus, kondisi jalan dan jalur bus yang

masih berbaur dengan lalu lintas yang ada, yang menyebabkan waktu perjalanan

yang berbeda-beda setiap harinya. Studi perbandingan yang diperlukan adalah

menganalisis waktu perjalanan dari TMB koridor II serta menyajikan secara

visual keadaan geografis eksisting dan rencana dalam Sistem Informasi Geografis.

1.3 Tujuan

Tujuan dari dilakukannya studi ini adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis siklus waktu perjalanan bus Trans Metro Bandung Koridor

II (Cicaheum-Cibeureum).

2. Memetakan kondisi pengaruh lalu lintas eksisting pada Trans Metro

Bandung Koridor II.

3. Membandingkan waktu perjalanan bus Trans Metro Bandung Koridor II

data pada tahun 2013 dengan 2015.

1.4 Ruang Lingkup

Ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut:

1. Data yang digunakan merupakan data primer hasil survei yang dilakukan

selama 7 hari selama TMB beroperasi pada hari Senin sampai dengan

(15)

2. Data yang dianalisis dalam studi ini adalah waktu tundaan yang dialami

oleh TMB selama beroperasi, waktu perjalanan yang harus ditempuh dan

waktu tunggu bus di setiap shelter.

3. Data yang digunakan untuk pemetaan adalah data koordinat-koordinat

yang didapat dari Global Positioning System (GPS) agar sesuai dengan koordinat standar dan universal yang sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Data pemetaan untuk perjalanan TMB ditampilkan dari hasil survei

(16)

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1Simpulan

Dari analisis yang telah dilakukan dapat ditarik beberapa simpulan, yaitu:

1. Waktu perjalanan rata-rata dari kesuluruhan data yang diteliti adalah 2 jam 34

menit, nilai waktu perjalanan yang paling rendah selama satu minggu adalah

hari Sabtu pada rit 1 yaitu selama 2 jam, dan nilai tertinggi selama satu

minggu adalah hari Kamis pada rit 3 yaitu selama 3 jam 43 menit. Rentang

waktu perjalanan rata-rata perhari adalah 2 jam 11 menit sampai 3 jam 5

menit. Nilai efisiensi yang rata-rata untuk seminggu adalah 81,9% dan rentang

efisiensi selama seminggu adalah 70,4% hingga 88,9%. Nilai efisiensi

menunjukkan berapa besar waktu perjalanan yang dipengaruhi oleh waktu

antrian di terminal. Variabilitas waktu perjalanan Bus Trans Metro Bandung

Koridor II Rute Cicaheum-Cibeureum tahun 2015 menunjukkan nilai dari 4%

hingga 23,7%. Nilai Variabilitas waktu perjalanan keseluruhan selama satu

minggu adalah sebesar 11,3%, atau 6% lebih tinggi dibanding dengan tahun

2013. Perbandingan variabilitas waktu perjalanan antar hari di tahun 2015

menunjukkan perbedaan yang cukup tinggi, pada hari kerja rute tetap adalah

9,2% dan pada hari kerja rute berubah 3%. Pada akhir pekan variabilitas

waktu adalah sekitar 0,028%, artinya variabilitas waktu perjalanan pada akhir

pekan jauh lebih tidak bervariasi karena nilai variabilitasnya kecil.

2. Berdasarkan data dari lapangan diolah kedalam bentuk spasial dan ditemukan

bahwa bus TMB tidak menaikturunkan penumpang pada shelter eksisting yang disediakan Dinas Perhubungan Kota Bandung.

3. Berdasarkan hasil analisis ada perbedaan dari hasil perbandingan rata-rata

waktu perjalanan antar rute sebesar 35 menit 31 detik. Perbedaan tersebut

diakibatkan berubahnya rute perjalanan TMB, selain dari itu TMB yang

beroperasi di ROW-C memberi dampak yang cukup tinggi pada variabilitas

waktu perjalanan. Untuk perbandingan waktu perjalanan antar hari pada rute

(17)

perbedaan dibanding pada akhir pekan. Pada perbandingan waktu rata-rata

antar rit tidak ditemukan perbedaaan yang signifikan, hal ini disebabkan oleh

semakin bertambahnya lokasi macet di kota Bandung. Lokasi seperti

Alun-alun Bandung yang kini semakin ramai oleh pengunjung Masjid Raya

Bandung dan Gedung Konferensi Asia Afrika, yang berdampak ke daerah di

sekitarnya seperti Jl. Braga, Jl. Perintis Kemerdekaan dan Jl. Lembong.

Pertambahan kemacetan tersebut juga mengakibatkan beberapa perubahan rute

perjalanan, dengan petambahan rute yang paling panjang adalah 3,6 km.

5.2Saran

Untuk perkembangan penelitian selanjutnya diberikan beberapa saran

sebagai berikut:

1. Perlu ditambahnya panel penelitian dengan mengulang penelitian yang sama

pada waktu tertentu.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Arthur R M, Waters, N. M., 1995, GIS To Maximise Photo-Radar Deployment Effectiveness.Proceedings GIS/LIS 95, Vol. 1.Falls Church: ACSM/ASPRS. Avineri, E., Prashker, J. N., 2005, Sensitivity to Travel Time Variability:

Travelers' Learning Perspective, Transportation Research Part C Emerging Technologies.

Bolay, J., Schmid, M., Tejada, G., Hazboun, E., 2012, Technologies and Innovations for Development: Scientific Coorperation for A Sustainable Future. Paris: Springer-Verlag France.

Caliper Corporation, 1996, Travel Demand Modeling With Transcad 3.0, Newton: Caliper Corporation.

Densham, P. J., 1996, Visual Interactive Locational Analysis. In Longley P, Batty M (Eds) Spatial Analysis: Modelling In A GIS Environment, Cambridge: GeoInformation International.

Dinas Perhubungan Kota Bandung, 2013, Infographic: Trans Metro Bandung,

Dinas Perhubungan.

Eboli, L., & Mazzulla, G., (2012), Performance Indicators for An Objective Measure of Public Transport Service Quality, European Transport, 51, 1-21. Elefteriadou, L., Cui, X., 2005, Review of Definition Travel Time Reliability,

Dalam: Report for Florida Department of Transportation. http://www.dot.state.fl.us/planning/statistics/mobilitymeasures/define-ttr.pdf (diakses pada 18 Mei 2015).

Ernst, J.P., 2005, Initiating Bus Rapid Transit in Jakarta, Indonesia, Jakarta: 1093 Journal of Transportation Research Board 20-6.

Gaile, G. L., Willmott, C.J., 2003, Geography in America: at The Dawn of The 21st Century, New York: Oxford University Press Inc.

Garber, N. J., Hoel, L. A., 2010, Fourth Edition: Traffic and Highway Engineering,Stamford: Cengage Learning.

Garret, M., 2014, Encyclopedia of Transportation: Social Science and Policy,

(19)

Giuliano,H., Hanson, S., 2004, The Geography of Urban Transportation, Third Edition,New York: The Guilford Press.

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), 2003 , ITDP Annual Report 2003, https://www.itdp.org/wp-content/uploads/2014/07/2003_

annual _report.pdf. (diakses pada 10 Februari 2015)

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia 2010,

2010,. Pedoman Standar Pelayanan Minimal Transjakarta. Jakarta: Institute for Transportation & Development Policy (ITDP) Indonesia.

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), 2012, The BRT Standard 2012: The BRT Standard Version GOLD, https://www.itdp.org

/?/microsites/brt-standard/ (diakses pada 20 2015)

Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), 2014, The BRT Standard 201: The BRT Standard Version 1.0, https://www.itdp.org/wp-content/uploads/2014/07/BRT-Standard-20141.pdf (diakses pada

2014)

Ivan, I., Benenson, I., Jiang, B., Horák, J., Haworth, J., Inspektor, T., 2015,

Geoinformatics for Intellegent Transportation, New York: Springer International Publishing.

Jan ć, ., 2014, Advanced Transport Systems: Analysis, Modeling, and Evaluation of Performances, London: Springer-Verlag.

Kemp, R. L., Stephani, C. J., 2015, A Handbook of Best Practise Outside the United States, North Carolina: Library of Congress

Cataloguing-in-Publication Data.

Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor

SK.687/AJ.206/DRJD/2002, 2002, Pedoman Teknis Penyelenggraan

Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan Dalam Trayek Tetap

dan Teratur, Dinas Perhubungan Darat.

Keputusan Walikota Bandung No. 551/Kep.764-Dishub/2012, 2012,

Pengoperasian Trans Metro Bandung pada Koridor Cicaheum-Cibeureum,

Dinas Perhubungan.

(20)

Kieu, L., Bhaskar, A., Chung, E., 2014, Public Transport Travel-Time Variability Definitions and Monitoring Journal of Transportation Engineering 141(1), 04014068, http://dx.doi.org/10.1061/(ASCE)TE.1943-5436.0000724

(diakses 8 Mei 2015)

Litman, T., 2009, A Good Example of Bad Transportation Performance Evaluation, Victoria Transport Policy Institute, http://www.vtpi.org/per_ ind.pdf (diakses pada 20 Oktober 2014)

Meyer, M. D., Miller, E. J., 2001, Urban Transport Plan Second Edition, New York: McGraw-Hill.

Meyer, M., 2000, Measuring That Which Cannot Be Measured At Least According to Conventional Wisdom, 26th Annual Meeting on Performance Measures to Improve Transportation Systems and Agency Operations

Irvine: Transportation Research Board,October 29-November 1.

Miller, H. J., Shaw, S. L., 2001, Geographic Information Systems for Transportation (GIS-T): Principles and Application. Oxford: Oxford University Press.

Mustaqim, F., 2010, Sistem Informasi Geografis Jalur Trayek Bus Di Kota Semarang Menggunakan Arcview GIS. Semarang: Universitas Diponegoro. Newman, P., and J. Kenworthy., 2007, Sustainable Urban Form: Transport

Infrastructure and Transport Policies In Threats From Car Traffic to the Quality of Urban Life: Problems, Causes and Solutions, ed. Tommy Garling and Linda Steg, 293-311, Oxford, UK: Elsevier.

Nyerges, T. L., 1989, GIS Support for Micro-Macro Spatial Modeling.

Proceedings Of Autocarto 9. Falls Church: ACSM/ASPRS.

O’ ull van, D., Unw n, D., 1 , Geographic Information Analysis, 2nd Edition,

Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Perdana, G. R., Wihowo, B. S., 2013, Aplikasi Sistem Informasi Geografi (Sig) Untuk Pemodelan Jalur Bus Trans Malang, Malang: Universitas Negeri Malang.

(21)

Peraturan Daerah Kota Bandung No. 8 Tahun 2008, 2008, Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2008-2025, Departemen Perhubungan.

Peraturan Walikota Bandung No. 265 Tahun 2008, 2008, Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Pada Lembaga Teknis Daerah dan Dinas Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung, Departemen Perhubungan.

Prahasta, Eddy., 2001, Konsep–konsep Dasar Sistem Informasi Geografi, Bandung: Informatika.

Ramadhan, H. J., 2014, Travel Time Variability of Trans Metro Bandung Bus Corridor II, Universitas Jember: Simposium XVII FSTPT (22-24 August 2014).

Recker, W., Chung, Y., Park, J., Wang, L., Chen, A., Ji, Z., Liu, H., Horrocks, M.

Oh, J., 2005, Considering Risk-Taking Behavior in Travel Time Reliability, California: PATH Research Report.

Schoon, J. G., 1996, Transportation System and Service Policy: A Project-Based Introduction, New York: Chapman & Hall.

Shaw, J., Rodrigue, J.P., Notteboom, Theo., 2013, The Sage Handbook of Transport Studies, London: Sage Publications Ltd.

Sihombing, I. S. 2011. Evaluasi dan Pemetaan Saluran Drainase di Kampus Politeknik Negeri Bandung Dengan Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis. Bandung: Politeknik Negeri Bandung

Sinambela, L. P., 2008, Reformasi Pelayanan Publik, Jakarta: Bumi Aksara.

Stichling, D., 2015, myTracks - The GPS-Logger, https://itunes.apple.com/en/app/ mytracks-the-gps-logger/id358697908?mt=8 (diakses pada 31 Juli 2015).

Strathman, J. G., T. J. Kimpel, et al., 2001, Bus Transit Operations Control: Review and An Experiment Involving Tri-Met’s Automated Bus Dispatching System. Journal of Public Transportation 4: 1-26. www.upa.pdx.edu/CUS/ publications/docs/PR117.pdf (diakses pada 10 Februari 2015).

(22)

Transportation Cooperative Research Program (TCRP), 2010, Transportation Cooperative Research Program Report 141: A Methodology for Performance Measurement and Peer Comparison in the Public Transportation Industry, Constitution Avenue: Transportation Research

Board.

Tumlin, J., 2012, Sustainable Transportation Planning, New Jersey: John Willey & Sons, Inc.

Turnquist, M., Blume S., 1980, Evaluating Potential Effectiveness of Headway Control Strategies for Transit Systems, Constitution Avenue: Transportation Research Record

UU No. 22 Tahun 2009 Pasal 158 Ayat 1 dan 2, 2009, Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Dinas Perhubungan.

Vuchic, V. R., 1999, Transportation for Livable Cities, New Brunswick, Hoboken: CUPR, Rutgers University.

Vuchic, V. R., 2007, Urban Transit Systems and Technology, New Brunswick, Hoboken: John Wiley & Sons, Inc.

Wang, X., Huang, H., Shi, J, 2004, Potential Bus Rapid Transit Line with GIS,

Vienna: CORP 2004 & GeoMultimedia.

Waters, N.M., 1999, Transportation GIS: GIS-T. In P.A. Longley, M.F. Goodchild, D.J. Maguire, and D.W. Rhind, editors, Geographical Information Systems: Principles, Techniques, Management and Applications, New York: Wiley Devel- Oping Cities, Module 3b: Bus Rapid Transit, ITDP web publication: http://www.itdp.org/read/brtplanningguidedec04.pdf. (diakses a a

(23)

Wright, L., 2007, Bus Rapid Transit Planning Guide, New York: Institute for Transportation and Development Policy.

Wright, L., Fjellstrom, K., 2005, Mass Transit Options, Modul 3a of Sustainable Transport: A Sourcebook for Policy-makers in Developing Cities, GTZ, Frankfurt, http://www.sutp.org/en-dn-th3, ( a a a 2014).

Zahir, U.M.D, Matsui, H., Fujita, M., 1999, Modeling of Transit Vehicle Services

Referensi

Dokumen terkait

Narver dan Slater (1990) mendefinisikan orientasi pasar dari perspektif budaya sebagai budaya organisasi yang paling efektif menciptakan perilaku yang diperlukan

Keberhasilan mengembangbiakkan ayam bangkok - selain ditentukan oleh kemampuan peternak dalam memelihara dan merawat anak ayam yang berhasil ditetaskannya - juga

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana yang dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Keputusan Menteri Kesehatan tentang Penerima Bantuan Program Pendidikan

Proses Utama Sistem Manajemen Mutu di Universitas HKBP Nommensen sesuai dengan tujuan Manual Mutu yaitu penjaminan mutu kegiatan utama ( core business ) yaitu tri dharma

Laporan tersebut menggunakan MONUC sebagai contoh operasi perdamaian PBB yang melaksanakan PoC di DRC sebagai bagian dari seperangkat misi, karena pada awal

Berdasarkan kritik dan saran yang disampaikan oleh 25 orang pasien yang pernah dirawat di Rumah Sakit “X” diperoleh informasi mengenai kualitas pelayanan yang diberikan

[r]

Dalam mempertahankan Kesenian Tari Dolalak, mereka sudah mulai memodifikasi baik dari musik, gerakan, serta pakaian yang digunakan dengan tetap berpijak pada