• Tidak ada hasil yang ditemukan

smk11 AgribisnisTeknikRuminansia Caturto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "smk11 AgribisnisTeknikRuminansia Caturto"

Copied!
212
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Catur Priyo Nugroho
  • Pengajar:
    • TIM
  • Sekolah: Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Agribisnis
  • Topik: Agribisnis Ternak Ruminansia Jilid 2
  • Tipe: buku teks
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. POTENSI DAN PERAN SEKTOR PETERNAKAN

Bagian ini membahas tentang potensi dan peran sektor peternakan dalam perekonomian, termasuk produk yang dihasilkan seperti daging, susu, dan kulit. Ditekankan bahwa sektor peternakan memiliki kontribusi signifikan terhadap penyediaan protein hewani dan sumber tenaga kerja. Selain itu, buku ini juga membahas peran peternakan dalam pemanfaatan limbah pertanian, yang menjadi penting dalam konteks keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya sektor peternakan dalam agribisnis.

1.1. Pengantar

Pengantar memberikan gambaran umum tentang pentingnya sektor peternakan dalam memenuhi kebutuhan pangan, terutama protein hewani. Siswa diperkenalkan pada konsep dasar mengenai agribisnis dan bagaimana peternakan berkontribusi terhadap perekonomian lokal dan nasional.

1.2. Produk Peternakan

Di bagian ini, berbagai produk peternakan diidentifikasi, termasuk daging, susu, dan produk turunan lainnya. Penjelasan tentang kualitas dan nilai gizi dari produk-produk ini menjadi penting untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya pemilihan produk berkualitas.

1.3. Kontribusi Peternakan

Menjelaskan kontribusi sektor peternakan terhadap perekonomian dan ketahanan pangan. Siswa diajak untuk memahami bagaimana peternakan dapat menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja, serta dampaknya terhadap masyarakat.

II. DASAR BUDIDAYA TERNAK RUMINANSIA BESAR

Bagian ini menjelaskan prinsip-prinsip dasar dalam budidaya ternak ruminansia besar, termasuk identifikasi ternak, pemberian pakan, dan manajemen kesehatan. Siswa diajarkan tentang pentingnya pemilihan bibit yang berkualitas dan cara merawat ternak untuk meningkatkan produktivitas. Materi ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan untuk membekali siswa dengan pengetahuan praktis dalam agribisnis.

2.1. Identifikasi Ternak

Siswa belajar tentang cara mengenali berbagai jenis ternak ruminansia, termasuk ciri-ciri fisik dan karakteristik masing-masing jenis. Pengetahuan ini penting untuk memastikan pemilihan bibit yang sesuai dalam budidaya.

2.2. Menentukan Umur Ternak

Bagian ini membahas teknik untuk menentukan umur ternak, yang penting untuk manajemen pemeliharaan dan reproduksi. Siswa diajarkan cara menghitung usia berdasarkan tanda-tanda fisik dan perilaku.

2.3. Prinsip Pemberian Pakan

Menjelaskan komposisi pakan yang baik untuk ternak ruminansia, termasuk hijauan dan konsentrat. Siswa diajarkan bagaimana memberikan pakan yang seimbang untuk mendukung pertumbuhan dan produksi optimal.

III. MENERAPKAN KAIDAH DAN ATURAN K3

Bagian ini memberikan panduan tentang kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dalam peternakan. Siswa diajarkan pentingnya penerapan prosedur K3 untuk melindungi diri dan ternak dari risiko kecelakaan dan penyakit. Materi ini mendukung tujuan pendidikan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat.

3.1. Persyaratan K3

Menjelaskan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi dalam penerapan K3 di peternakan. Siswa diajarkan untuk mengenali potensi bahaya dan cara mitigasinya.

3.2. Kaidah dan Peraturan K3

Membahas berbagai kaidah dan peraturan yang berlaku dalam penerapan K3. Siswa diperkenalkan pada regulasi yang harus diikuti untuk menjaga keselamatan kerja.

IV. MEMILIH TERNAK UNTUK BIBIT

Bagian ini membahas teknik pemilihan bibit ternak yang baik, termasuk aspek anatomi dan fisiologi reproduksi. Siswa belajar tentang pentingnya pemilihan bibit yang berkualitas untuk meningkatkan hasil produksi. Pengetahuan ini penting untuk keberhasilan usaha peternakan.

4.1. Anatomi dan Fisiologi Reproduksi

Menggambarkan struktur dan fungsi sistem reproduksi pada ternak jantan dan betina. Siswa diajarkan bagaimana memahami proses reproduksi untuk memilih bibit yang sehat.

4.2. Koefisien Teknis

Membahas koefisien teknis yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ternak, seperti berat badan dan umur kawin. Siswa belajar untuk menghitung dan menganalisis data teknis dalam manajemen ternak.

V. MEMBERI PAKAN

Di bagian ini, siswa belajar tentang jenis pakan yang tepat untuk ternak ruminansia, termasuk hijauan dan konsentrat. Pengetahuan tentang pemberian pakan yang baik sangat penting untuk mencapai produksi yang optimal. Materi ini juga mendukung tujuan pendidikan untuk meningkatkan keterampilan praktis siswa dalam manajemen pakan.

5.1. Hijauan Pakan Ternak

Menjelaskan pentingnya hijauan sebagai sumber pakan utama untuk ternak ruminansia. Siswa diajarkan cara memilih dan mengolah hijauan yang baik.

5.2. Konsentrat

Membahas peran konsentrat dalam diet ternak dan bagaimana cara pemberiannya. Siswa belajar untuk merancang ransum pakan yang seimbang.

VI. KANDANG DAN PERALATAN

Bagian ini menjelaskan tentang desain kandang yang baik dan peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan ternak. Siswa belajar bagaimana merancang kandang yang sesuai dengan kebutuhan ternak untuk meningkatkan kenyamanan dan kesehatan. Pengetahuan ini sangat relevan untuk praktik di lapangan.

6.1. Merancang Kandang Ternak

Membahas prinsip-prinsip desain kandang yang baik, termasuk ventilasi dan pencahayaan. Siswa diajarkan cara merancang kandang yang sesuai dengan jenis ternak.

6.2. Tipe Kandang

Menjelaskan berbagai tipe kandang yang dapat digunakan untuk ternak ruminansia, termasuk kelebihan dan kekurangan masing-masing tipe. Siswa belajar untuk memilih tipe kandang yang tepat.

VII. MERAWAT KESEHATAN TERNAK

Bagian ini mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan ternak, termasuk pencegahan penyakit dan pengobatan. Pengetahuan ini penting untuk memastikan produktivitas ternak yang optimal dan mengurangi kerugian akibat penyakit.

7.1. Cara Pencegahan dan Pengobatan Penyakit

Menjelaskan berbagai metode untuk mencegah dan mengobati penyakit pada ternak. Siswa diajarkan untuk mengenali gejala penyakit dan langkah-langkah penanganannya.

VIII. TATA LAKSANA PEMELIHARAAN

Bagian ini membahas tentang tata laksana pemeliharaan ternak, termasuk manajemen harian dan prosedur pemeliharaan. Siswa belajar tentang praktik terbaik dalam pemeliharaan untuk mencapai hasil yang optimal. Pengetahuan ini sangat penting dalam konteks agribisnis.

8.1. Tatalaksana Pemeliharaan Sapi Perah

Menjelaskan prosedur pemeliharaan khusus untuk sapi perah, termasuk pemberian pakan dan perawatan kesehatan. Siswa diajarkan untuk menerapkan teknik pemeliharaan yang efisien.

8.2. Tatalaksana Penggemukan Sapi Potong

Membahas teknik penggemukan sapi potong untuk mencapai berat badan ideal sebelum dijual. Siswa belajar untuk merencanakan dan melaksanakan program penggemukan.

IX. PEMASARAN HASIL

Bagian ini membahas tentang strategi pemasaran hasil ternak, termasuk analisis pasar dan perilaku konsumen. Siswa belajar untuk menyusun rencana pemasaran yang efektif untuk produk peternakan. Pengetahuan ini penting untuk meningkatkan daya saing dalam bisnis agribisnis.

9.1. Konsep Pemasaran

Menjelaskan dasar-dasar pemasaran dan bagaimana menerapkannya dalam konteks agribisnis. Siswa diajarkan untuk memahami pentingnya strategi pemasaran yang baik.

9.2. Menyusun Rencana Pemasaran

Membahas langkah-langkah dalam menyusun rencana pemasaran yang komprehensif. Siswa belajar untuk menganalisis pasar dan menentukan target pasar yang sesuai.

X. ANALISA KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA RUMINANSIA BESAR

Bagian ini mengajarkan siswa tentang analisis kelayakan usaha dalam budidaya ternak ruminansia. Siswa belajar untuk menghitung biaya dan pendapatan serta membuat proyeksi keuangan. Pengetahuan ini penting untuk menentukan potensi keuntungan dalam usaha peternakan.

10.1. Biaya Produksi

Menjelaskan berbagai biaya yang terlibat dalam usaha peternakan, termasuk biaya tetap dan tidak tetap. Siswa diajarkan untuk menghitung biaya secara akurat.

10.2. Perhitungan Pendapatan

Membahas cara menghitung pendapatan dari usaha peternakan. Siswa belajar untuk menganalisis potensi keuntungan dari produk yang dihasilkan.

XI. PENGEMBANGAN AGRIBISNIS PETERNAKAN

Bagian ini membahas tentang strategi pengembangan agribisnis peternakan, termasuk inovasi dan peningkatan kapasitas. Siswa belajar tentang pentingnya adaptasi terhadap perubahan pasar dan teknologi. Pengetahuan ini penting untuk keberlanjutan usaha peternakan.

11.1. Meningkatkan Koordinasi

Menjelaskan pentingnya koordinasi antara berbagai pihak dalam pengembangan agribisnis. Siswa diajarkan untuk bekerja sama dalam kelompok dan jaringan.

11.2. Pengembangan Infrastruktur

Membahas pentingnya infrastruktur yang baik untuk mendukung usaha peternakan. Siswa belajar untuk merencanakan pengembangan fasilitas yang diperlukan.

Gambar

Gambar 42 dan 43.
Gambar. 45. Rumput Setaria
Gambar 50. Kacang Panjang
Gambar. 53. Daun Pisang
+7

Referensi

Dokumen terkait

Fungsi utama dari gedebog (batang pisang adalah untuk menancapkan wayang pada saat pertunjukan. Bertumpuk atas dan bawah, bagian atas disebut sitinggil disusun memanjang sepanjang

Dari hubungan adanya folikulogenesis, gejala estrus dan gambaran sitologi vagina, dapat dideskripsikan bahwa saat terlihatnya gambaran folikel besar (folikel de Graaf), maka

Perkembangan folikel primordial menjadi folikel primer terjadi pada saat hewan mencapai pubertas (Hafez & Hafez 2000). 3) Folikel sekunder ditandai dengan terbentuknya dua

Meningkatnya lama siklus estrus teq'adi karena pada fase proestrus dan fase estrus mencit mengalami peningkatan waktu.. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini diharapkan

Tikus yang diberi ekstrak metanol buah adas cenderung mengalami perpanjangan siklus estrus yaitu pada fase proestrus dan estrus.. Hal ini dapat meningkatkan potensi

Estrus adalah masa keinginan kawin yang ditandai dengan keadaaan tikus tidak tenang, keluar lendir dari dalam vulva, pada fase ini pertumbuhan folikel meningkat

Tahap pertumbuhan selanjutnya yaitu folikel tersier dimana pada folikel ini oositnya berupa oosit sekunder yang berada di bagian tepi folikel, dan memiliki antrum yang lebih besar,

18 Lamanya estrus pada kuda betina dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: (1) ovarium kebanyakan dikelilingi oleh sebuah lapisan serosa dan beberapa folikel bermigrasi