• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS STRUKTUR PERKERASAN JALAN DI ATAS TANAH EKSPANSIF (STUDI KASUS RUAS JALAN PURWODADI BLORA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS STRUKTUR PERKERASAN JALAN DI ATAS TANAH EKSPANSIF (STUDI KASUS RUAS JALAN PURWODADI BLORA)"

Copied!
157
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Surat
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Ir. Sobriyah, MS.
    • Ir. Ary Setyawan, M.Sc (Eng), Ph.D.
    • Agus Setiya Budi, S.T., M.T.
    • S.A. Kristiawan, S.T., M.Sc., Ph.D.
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Analisis Struktur Perkerasan Jalan di Atas Tanah Ekspansif (Studi Kasus: Ruas Jalan Purwodadi-Blora)
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2011
  • Kota: Surakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang permasalahan yang dihadapi di ruas jalan Purwodadi-Blora yang terletak di atas tanah ekspansif. Kerusakan yang terjadi pada jalan ini diakibatkan oleh sifat tanah yang mengembang dan menyusut, yang menyebabkan berbagai jenis kerusakan seperti retak, ambles, dan lubang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur perkerasan jalan dan memberikan alternatif desain perbaikan yang tepat. Tujuan dan manfaat penelitian juga diuraikan, serta batasan masalah yang akan dibahas.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menjelaskan pentingnya ruas jalan Purwodadi-Blora sebagai jalur transportasi utama dan dampak kerusakan yang diakibatkan oleh tanah ekspansif. Kerusakan ini mengakibatkan biaya pemeliharaan yang tinggi dan mempengaruhi mobilitas masyarakat. Penjelasan tentang sifat tanah ekspansif dan pengaruhnya terhadap kerusakan perkerasan jalan disajikan untuk memberikan konteks terhadap penelitian ini.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah merinci pertanyaan utama yang akan dijawab melalui penelitian ini, termasuk karakteristik tanah dasar, analisis struktur desain perbaikan perkerasan, dan evaluasi hasil analisis. Ini bertujuan untuk mengarahkan fokus penelitian dan memberikan kerangka kerja yang jelas untuk analisis yang akan dilakukan.

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk mengarahkan penelitian agar tetap fokus. Ini mencakup penggunaan data sekunder, tidak melakukan peninjauan terhadap perbaikan tanah, dan model pembebanan yang digunakan dalam analisis. Pembatasan ini penting untuk menjaga kejelasan dan kedalaman analisis yang dilakukan.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dijelaskan dengan jelas, mencakup identifikasi karakteristik tanah, analisis struktur desain perbaikan, evaluasi hasil analisis, dan pemilihan desain perbaikan yang tepat. Tujuan ini menunjukkan kontribusi penelitian terhadap pengembangan pengetahuan di bidang teknik sipil dan rehabilitasi jalan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian dibagi menjadi manfaat praktis dan teoritis. Manfaat praktis mencakup kontribusi terhadap pemerintah dalam menentukan desain perbaikan yang tepat, sedangkan manfaat teoritis berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang pengaruh tanah ekspansif terhadap perkerasan jalan. Ini menunjukkan relevansi penelitian dalam konteks akademik dan praktis.

1.6. Keaslian Penelitian

Keaslian penelitian ini ditunjukkan dengan membandingkannya dengan penelitian sebelumnya yang relevan. Penelitian ini menyoroti perbedaan lokasi studi dan pendekatan analisis yang digunakan, menunjukkan inovasi dalam metodologi dan konteks yang diangkat.

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas tinjauan pustaka terkait tanah ekspansif dan kerusakan perkerasan jalan yang terjadi akibat sifat tanah ini. Penjelasan mengenai berbagai parameter desain dan teknik konstruksi yang relevan untuk perkerasan jalan di atas tanah ekspansif juga disertakan. Landasan teori ini memberikan dasar akademik yang kuat untuk analisis yang dilakukan dalam penelitian.

2.1. Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka menyajikan informasi mengenai karakteristik tanah ekspansif dan pengaruhnya terhadap kerusakan perkerasan jalan. Berbagai studi kasus dan penelitian sebelumnya disertakan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang masalah yang dihadapi. Ini penting untuk memahami konteks penelitian dan mendasari analisis yang akan dilakukan.

2.2. Landasan Teori

Landasan teori mencakup definisi dan karakteristik tanah ekspansif, serta teknik desain perkerasan jalan yang sesuai. Penjelasan tentang model analisis menggunakan program SAP-2000 dan BISAR 3.0 juga disertakan, yang merupakan alat utama dalam penelitian ini untuk menganalisis struktur perkerasan jalan.

2.2.1. Tanah Ekspansif

Sub-bab ini menjelaskan lebih lanjut mengenai definisi, karakteristik, dan ciri-ciri kerusakan jalan yang terjadi di atas tanah ekspansif. Identifikasi dan klasifikasi tanah ekspansif juga dibahas untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan yang dihadapi dalam perencanaan dan pemeliharaan jalan.

2.2.2. Perkerasan Jalan di Atas Tanah Ekspansif

Bagian ini membahas desain konstruksi jalan di atas tanah ekspansif, teknik konstruksi yang digunakan, serta parameter desain yang perlu dipertimbangkan. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana perkerasan jalan dapat dirancang untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh sifat tanah ekspansif.

2.2.3. Analisa Struktur Perkerasan Jalan

Analisis struktur perkerasan jalan dijelaskan dengan fokus pada pemodelan pembebanan dan parameter karakteristik tanah dasar. Metode analisis menggunakan SAP-2000 dan BISAR 3.0 dijelaskan secara rinci, memberikan gambaran tentang bagaimana analisis dilakukan dan output yang diharapkan.

2.2.4. Evaluasi Hasil Analisis Struktur Perkerasan Jalan

Evaluasi hasil analisis struktur perkerasan jalan dilakukan untuk menentukan efektivitas desain perbaikan yang diusulkan. Ini mencakup analisis terhadap output dari program yang digunakan dan bagaimana hasil tersebut dapat digunakan untuk membuat keputusan yang tepat dalam perbaikan jalan.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian mencakup waktu, lokasi, kebutuhan data, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, dan tahapan penelitian. Ini memberikan gambaran menyeluruh tentang pendekatan yang digunakan dalam penelitian dan bagaimana data akan dianalisis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

3.1. Waktu Penelitian

Waktu penelitian diuraikan untuk memberikan konteks tentang periode pengumpulan data dan analisis yang dilakukan. Ini penting untuk memahami relevansi temporal dari hasil penelitian.

3.2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian dijelaskan dengan detail, termasuk alasan pemilihan lokasi tersebut. Ini memberikan konteks geografis yang penting untuk analisis yang dilakukan.

3.3. Kebutuhan Data

Kebutuhan data diidentifikasi untuk memastikan bahwa semua informasi yang diperlukan untuk analisis tersedia. Ini mencakup data tanah, data lalu lintas, dan data struktural yang relevan.

3.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dijelaskan, termasuk metode survei lapangan dan pengumpulan data sekunder. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana data yang diperlukan diperoleh.

3.5. Teknik Analisa Data

Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis informasi yang dikumpulkan dijelaskan. Ini mencakup metode statistik dan analisis menggunakan perangkat lunak yang relevan.

3.6. Tahapan Penelitian

Tahapan penelitian dirinci untuk memberikan gambaran tentang proses yang diikuti dari awal hingga akhir penelitian. Ini mencakup perumusan masalah, studi pustaka, pengumpulan data, analisis data, dan evaluasi hasil.

IV. HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Hasil analisis dan pembahasan mencakup data kondisi umum, karakteristik tanah dasar, desain perbaikan struktur perkerasan, analisis struktur perkerasan, dan evaluasi hasil analisis. Ini adalah bagian inti dari penelitian yang menyajikan temuan utama dan diskusi tentang implikasi dari hasil tersebut.

4.1. Data Kondisi Umum

Bagian ini menyajikan data kondisi umum dari ruas jalan Purwodadi-Blora, termasuk data lalu lintas dan kondisi eksisting perkerasan. Ini memberikan konteks untuk analisis yang dilakukan.

4.2. Karakteristik Tanah Dasar

Karakteristik tanah dasar dijelaskan dengan detail, termasuk klasifikasi tanah, potensi pengembangan, dan tingkat keaktifan. Ini penting untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam desain perkerasan.

4.3. Desain Perbaikan Struktur Perkerasan

Desain perbaikan struktur perkerasan dijelaskan untuk kedua jenis perkerasan, lentur dan kaku. Ini mencakup rincian tentang lapisan yang digunakan dan metode rehabilitasi yang diterapkan.

4.4. Analisis Struktur Perkerasan

Analisis struktur perkerasan dilakukan menggunakan program SAP-2000 dan BISAR 3.0. Hasil analisis mencakup output mengenai momen, tegangan, dan lendutan yang terjadi pada struktur perkerasan.

4.5. Evaluasi Hasil Analisis Struktur Perkerasan

Evaluasi hasil analisis dilakukan untuk menentukan efektivitas desain perbaikan yang diusulkan. Ini mencakup perbandingan antara hasil dari kedua program analisis.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran disajikan untuk merangkum temuan utama dari penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut serta implementasi desain yang diusulkan. Ini adalah bagian penting untuk memberikan arahan bagi tindakan selanjutnya.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan merangkum hasil utama dari penelitian, menekankan pentingnya pemahaman karakteristik tanah ekspansif dan dampaknya terhadap desain perkerasan jalan. Ini memberikan ringkasan yang jelas tentang kontribusi penelitian.

5.2. Saran

Saran diberikan untuk penelitian lebih lanjut dan implementasi desain perbaikan yang diusulkan. Ini mencakup rekomendasi untuk perbaikan yang lebih efektif dan efisien di masa depan.

Gambar

Gambar 2.1 Retakan memanjang pada tepi perkerasan jalan Ruas Jalan Purwodadi-Blora
Gambar 2.2 Pengangkatan tanah pada tepi perkerasan jalan Ruas jalan
Gambar 2.4  Longsoran pada tepi perkerasan jalan  Ruas jalan Purwodadi-Blora
Tabel 2.1 Tabel 2.1 Tingkat pengembangan tanah (Chen,1975)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Data yang diperlukan dalam proses desain struktur perkerasan kaku dengan. metode USACE adalah sebagai berikut

Tabel Analisa Harga Satuan Pekerjaan Proyek Peningkatan Struktur Jalan Mantingan-Ngawi (Perkerasan Lentur Menggunakan Konstruksi saluran Drainase Cor ditempat Lampiran II.

Berdasarkan perencanaan jalan yang mengacu pada Manual Perkerasan Jalan 2017 menggunakan bagan desain 3A, didapatkan desain susunan perkerasan lentur pada lapis

dapat dilindungi dengan baik, sedangkan pada perkerasan lentur gaya dalam maksimal terjadi pada lapis struktur perkerasan paling bawah, sehingga lapisan

Tujuan dari Perbandingan Konstruksi dan Biaya untuk Struktur Perkerasan Lentur, Kaku, dan Paving Blok pada Jalan Pantai Utara Flores yaitu untuk mengetahui

Namun, struktur perkerasan kaku memiliki keunggulan yang lebih baik dalam hal melindungi lapisan subgrade karena gaya dalam maksimal terjadi pada lapis

Hasil analisis dan perhitungan Tebal struktur perkerasan kaku ruas jalan seputih banyak – rumbia kabupaten lampung tengah provinsi lampung menggunakan metode bina marga

https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/JTSIP 214 KOMPARASI PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN LENTUR FLEXIBLE PAVAMENT DENGAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN JALAN BINA MARGA 2017 DAN