• Tidak ada hasil yang ditemukan

SHABRINA YUSRI ANNISA 21020110141053 BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SHABRINA YUSRI ANNISA 21020110141053 BAB IV"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

44 BAB IV

KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN

4.1. Kesimpulan

Berdasarkan dari pembahasan bab-bab sebelumnya, dapat dimbil beberapa kesimpulan se agai dasar pokok la dasa pera a ga da pere a aa Kantor Pusat Jasa Raharja di Jakarta , yaitu:

1. Jakarta sebagai pusat perusahaan-perusahaan besar di Indonesia, layak dijadikan sebuah lokasi untuk dibangunnya Kantor Pusat asuransi yaitu Jasa Raharja yang mana merupakan Badan Usaha Milik Negara yang mewadahi kegiatan asuransi dan mengontrol kantor Jasa Raharja di seluruh Indonesia dan anak perusahaannya.

2. Jasa Raharja merupakan perusahan jaminan asuransi kecelakaan berkendara untuk warga Indonesia, dilengkapi pula berbagai asuransi lainnya yang ditangani oleh anak perusahaan Jasa Raharja.

3. Dengan mengusung Konsep One Stop Service, menjadikan daya tarik bagi nasabah maupun pengguna gedung lainnya untuk mendapatkan fasilitas yang terintigrasi menjadi satu didalam bangunan Kantor Pusat Jasa Raharja ini, hal ini untuk meningkatkan kenyamanan bagi pengguna bangunan baik nasabah maupun pegawai.

4. Dengan konsep penekanan desain yaitu Post Modern Architecture, menjadi daya tarik bagi pelaku kegiatan di Kantor Pusat Jasa Raharja dalam melakukan aktifitasnya.

4.2. BATASAN

Dala pere a aa Ka tor Pusat Jasa Raharja Di Jakarta agar li gkup bahasan tidak terlalu luas, maka diperlukan batasan-batasan untuk mendapatkan hasil yang baik, yaitu:

1. Kegiatan utama pada Kantor Pusat Jasa Raharja tidak terbatas yang artinya masyarakat dengan golongan ekonomi menengah keatas maupun menengah kebawah berhak untuk mendapatkan jaminan asuransi kecelakaan berkendara.

2. Kantor Pusat Jasa Raharja tidak hanya diperuntukkan untuk Jasa Raharja saja tetapi juga anak perusahaan Jasa Raharja.

3. Perencanaan Kantor Pusat Jasa Raharja dengan penekanan desain Post Modern Architecture di Jakarta ditekan dengan ilmu arsitektur.

4. Besaran kebutuhan ruang hasil studi banding dan wawancara dengan pihak Kantor Pusat Jasa Raharja digunakan sebagai acuan dalam perancangan, yang nantinya mengacu pada standarisasi yang dikeluarkan oleh pihak Jasa Raharja dan standarisasi Neufert.

5. Perencanaan dan perancangan hanya menitikberatkan pada aspek-aspek arsitektural, untuk masalah pendanaan dan perawatan bangunan tidak termasuk dalam lingkup pembahasan.

4.3.ANGGAPAN

1. Permasalahan status tanah, lokasi dan tapak terpilih dianggap dapat diatasi dan siap pakai 2. System jaringan insfrastruktur pada lokasi perencanaan dianggap sudah memadai dan dapat

(2)

45 3. Kondisi daya dukung tanah dianggap memenuhi persyaratan.

4. Teknologi, peralatan, dan material dianggap tersedia dan memungkinkan pelaksanaannya 5. Kantor Pusat hanya digunakan untuk kantor administrasi saja, tidak ada kantor cabang dan

Referensi

Dokumen terkait

Pada bagian ini akan dibahas algoritma Karmarkar, dengan mengingat bahwa masalah program linear yang akan diselesaikan adalah masalah Karmarkar yang terbatas,

Wewenang : Memberikan pelayanan dalam asuhan kebidanan kepada pasien di RSIA “Pondok Tjandra” atas perintah dan supervisi dari dokter spesialis kebidanan dan kandungan

gejala anemia/ dan tahu akan tindakan pengobatan yang harus dilakukan/ agar nantinya tidak menurunkan

Maksud dan tujuan dari Perencanaan Gedung Kejaksaan Tinggi Propinsi Daerah Istimewa Yoyakarta (D.I.Y) dalam tugas akhir ini supaya mahasiswa mampu

Jika manajemen tidak memiliki rencana untuk mengurangi dampak kondisi dan peristiwa terhadap kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya,

Isi dari SMS Reminder ini adalah selain mengingatkan responden untuk mengkonsumsi tablet Fesetiap hari, peneliti juga mengingatkan kembali isi pendidikan kesehatan

In this step, crude glycerol was adsorbed using 60 mesh bentonite at optimum temperature, duration and concentration previously obtained.. The mixtures were cooled,

Menurut Waluyo (2013:283) dalam (Rosa & Shalahudin, 2015)Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan Pajak Penghasilan yang dipotong atas penghasilan yang diterima atau