Republik Indonesia
D okumen Pengadaan Secara Elektronik
Pengadaan
Jasa Lainnya
M etode e- LelangSederhana - dengan
Pascakualifikasi-ver 1.1
D O K U M E N P E N G A D A A N
Nomor: 0 3/ PJ- ULP/ JL.M M - 07 / 00 7/ IV/ 2 016 Tanggal: 01 Juni 2016
Untuk Pengadaan
Belanja M akan dan M inum Diklat Prajabatan Kategori I Dan II Kabupaten/ Kota Se Propinsi NTT
Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan Provinsi Nusa Tenggara Timur
D AFTAR ISI
BAB I. UM UM ... 6
BAB III . I NSTRUKSI KEPADA PESERTA (IKP) ... 9
A. UM UM ... 9
C. PENYIAPAN D OKUM EN PENAW ARAN ... 15
13. BIAYA DALAM PENYIAPAN PENAW ARAN ... 15
E. PEM BUKAAN DAN EVALUASI PENAW ARAN ... 23
25. PEM BUKAAN PENAW ARAN ... 23
F. PENETAPAN PEM ENANG PELELANGAN ... 40
31. PENETAPAN PEM ENANG ... 40
32. PENGUM UM AN PEM ENANG ... 40
G. PENUNJUKAN PEM ENANG ... 41
34. PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/ JASA ... 41
35. BAHP,BERITA ACARA LAINNYA, DAN KERAHASIAAN PROSES ... 43
H. PELELANGAN GAGAL DAN TIND AK LANJUT PELELANGAN GAGAL ... 43
36. PELELANGAN GAGAL DAN TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL... 43
I. [JAM I NAN PELAKSANAAN (APABI LA D IPERSYARATKAN)] ... 45
37. JAM INAN PELAKSANAAN ... 45
J. PENAND ATANGANAN KONTRAK ... 46
38. PENANDA-TANGANAN KONTRAK ... 46
BAB IV. LEM BAR DATA PEM ILIHAN (LD P) ... 49
A. LINGKUPPEKERJAAN ... 49
B. SUM BERDANA ... 49
C. JENISKONTRAK ... 49
A. BENTUKSURATPENAW ARAN[PESERTABADANUSAHA/ KEM ITRAAN(KSO)](UNTUK1 (SATU)FILE ... 55
B. BENTUKSURATPENAW ARANPESERTAPERORANGAN(UNTUK1(SATU)FILE ... 57
C. BENTUKSURATPENAW ARANADM INISTRASIDANTEKNIS(UNTUKFILEI–M ETODE2 FILE) ... 59
D. BENTUKSURATPENAW ARANHARGA(UNTUKFILEII–M ETODE2FILE)... 61
E. BENTUKSURATPENAW ARANADM INISTRASIDANTEKNISPESERTAPERORANGAN (UNTUKFILEI–M ETODE2FILE)... 62
F. BENTUKSURATPENAW ARANHARGAPESERTAPERORANGAN(UNTUKFILEII–M ETODE 2FILE) ... 64
G. BENTUKPERJANJIANKEM ITRAAN/ KERJASAM AOPERASI(KSO)... 65
H. BENTUKDOKUM ENPENAW ARANTEKNIS ... 67
I. BENTUKPAKTAI NTEGRITAS ... 68
J. DATAISIANKUALI FI KASI ... 70
BAB VII. PETUNJUK PENGISIAN DATA KUALIFIKASI ... 75
VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI ... 80
BAB IX. BENTUK D OKUM EN KONTRAK ... 83
A. BENTUKSURATPERJANJIAN ... 83
B. BENTUKSURATPERINTAHKERJA(SPK) ... 87
BAB X. SYARAT- SYARAT UM UM KONTRAK (SSUK) ... 92
A. KETENTUANUM UM ... 92
B. PELAKSANAAN,PENYELESAIAN,PERUBAHANDANPEM UTUSANKONTRAK ... 98
C. HAKDANKEWAJIBANPENYEDIA... 112
D. HAKDANKEWAJIBANPPK ... 118
E. PERSONILDAN/ ATAUPERALATANPENYEDIA ... 120
F. PEM BAYARANKEPADAPENYEDIA ... 120
G. PENGAW ASANM UTU ... 126
H. PENYELESAIANPERSELISIHAN ... 127
BAB XI SYARAT- SYARAT KH USUS KONTRAK (SSKK)... 129
LAM PIRAN A–SYARAT- SYARAT KHUSUS KONTRAK ... 133
BAB XIII. DAFTAR KUANTI TAS DAN HARGA ... 136
KETERANGAN (UNTUK KONTRAK HARGA SATUAN ATAU KONTRAK GABUNGAN LUM P SUM DAN HARGA SATUAN)... 136
KETERANGAN (UNTUK KONTRAK LUM P SUM) ... 137
BAB XIV. BENTUK D OKUM EN LAIN ... 143
A. BENTUKSURATPENUNJUKANPENYEDIABARANG/ JASA(SPPBJ) ... 143
B. BENTUKSURATPERINTAHM ULAIKERJA(SPM K) ... 144
C. BENTUKSURAT- SURATJAM INAN ... 146
JAM INAN PELAKSANAAN DARI BANK ... 146
JAM INAN PELAKSANAAN DARI ASURANSI/ PERUSAHAAN PENJAM INAN... 148
JAM INAN UANG M UKA DARI BANK ... 149
JAM INAN UANG M UKA DARI ASURANSI/ PERUSAHAAN PENJAM INAN ... 151
JAM INAN PEM ELIHARAAN DARI BANK ... 152
BAB I. UM UM
A. Dokumen Pengadaan ini disusun ber dasarkan Per atur an Pr esiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beser ta per ubahan dan atur an turunannya.
B. Dalam dokumen ini dipergunakan pengerti an, istilah, dan singkatan
sebagai berikut:
- Jasa
Lainnya : Jasa yang membutuhkan kemampuan ter tentu
yang mengutamakan keter ampilan (skillwar e)
dalam suatu sistem tata kelola yang tel ah dikenal luas di dunia usaha untuk menyelesaikan suatu peker jaan atau segala peker jaan dan/ atau
penyediaan jasa selain Jasa Konsultansi,
pelaksanaan Jasa Lainnya dan pengadaan Bar ang;
- HPS : Har ga Perkir aan Sendiri;
- HEA : Har ga Evaluasi Akhi r;
- Kemitraan/ Kerja Sama
Operasi (KSO) : Ker ja sama usaha antar penyedia yang masing-masing pi hak mempunyai hak, kew ajiban, dan
tanggung jaw ab yang jelas ber dasar kan
perjanjian tertuli s;
- LDP : Lembar Data Pemilihan;
- LDK : Lembar Data Kualifikasi;
- Pokja ULP : Kel ompok Ker ja ULP yang berfungsi untuk melaksanakan pemilihan Penyedia Bar ang/ Jasa;
- PPK : Pejabat Pembuat Komitmen adalah pejabat yang
bertanggung jaw ab atas pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa;
- SPPBJ : Surat Penunjukan Penyedia Bar ang/ Jasa;
- SPM K : Surat Peri ntah M ulai Ker ja;
- LPSE : Layanan Pengadaan Secara Elektr onik adalah unit
kerja K/ L/ D/ I yang di bentuk untuk
menyel enggar akan sistem pelayanan Pengadaan Barang/ Jasa secara Elektr onik;
- Aplikasi SPSE : Aplikasi per angkat lunak Sistem Pengadaan Secar a Elektr onik (SPSE) ber basis w eb yang ter pasang di ser ver LPSE yang dapat diakses melalui w ebsite LPSE;
Elektronik : tampil an/ antarmuka pemakai berbentuk gr afis beri si komponen isian yang dapat diinput oleh pengguna aplikasi;
- Form Isian Elektronik
D ata Kualifikasi : For m isian elektr onik pada aplikasi SPSE yang
digunakan penyedi a bar ang/ jasa untuk
menginputkan dan mengi ri mkan data kual ifikasi;
- E- Lelang : Pr oses pelelangan umum/ terbatas/ seder hana/ pemilihan langsung dengan tahapan sesuai Per pr es 54/ 2010 beser ta perubahan dan aturan tur unannya. Semua istilah “ pelel angan” pada dokumen ini mer ujuk pada pengertian “ e- lelang” .
C. Pelelangan Sederhana dengan pascakualifikasi ini dibi ayai dar i sumber pendanaan sebagaimana ter cantum dalam LDP.
D. Pelelangan Sederhana ini ter buka dan dapat diikuti oleh semua peser ta yang ber bentuk badan usaha atau Kemitr aan/ KSO ser ta per orangan.
E. Pokja ULP mengumumkan pel aksanaan Pelel angan Sederhana dengan
BAB II. PENGUM UM AN PELELANGAN
D ENGAN
PASCAKUALIFIKASI
BAB III.
INSTRUKSI KEPAD A PESERTA (IKP)
A. UM UM 1. Lingkup
Pekerjaan
1.1 Pokja ULP mengumumkan kepada par a peser ta
untuk menyampaikan penaw aran atas paket Pengadaan Jasa Lainnya sebagai mana ter cantum dalam LDP.
1.2 Nama paket dan lingkup peker jaan sebagai mana
tercantum dalam LDP.
1.3 Penyedia yang ditunjuk berkewajiban untuk
menyelesaikan peker jaan dal am jangka w aktu sebagaimana ter cantum dalam LDP, ber dasarkan syar at umum dan syar at khusus kontr ak dengan mutu sesuai spesifikasi tekni s dan har ga sesuai kontr ak.
2. Sumber Dana Pengadaan i ni dibiayai dar i sumber pendanaan sebagaimana tercantum dalam LDP.
3. Peserta Pelelangan
3.1 Pelelangan [Umum/ Seder hana] i ni ter buka dan
dapat di ikuti ol eh semua peserta pengadaan yang ber bentuk badan usaha (per usahaan/ koper asi ), Kemitraan/ KSO atau peser ta per orangan yang memenuhi kuali fikasi.
3.2 Dalam hal peser ta akan atau sedang melakukan
Kemitraan/ KSO, baik dengan perusahaan
nasional maupun asing maka peser ta har us
memiliki Per janjian Kemi tr aan/ Ker ja Sama
Operasi yang memuat per sentase Kemitr aan/ KSO dan per usahaan yang mewaki li Kemitr aan/ KSO tersebut.
3.3 Peserta Kemi traan/ KSO dil ar ang untuk
4. Larangan
4.1 Peserta dan pihak yang terkait dengan pengadaan
ini berkewajiban untuk mematuhi etika
pengadaan dengan tidak melakukan tindakan sebagai berikut:
a. ber usaha mempengaruhi anggota Pokja ULP
dalam bentuk dan car a apapun untuk
memenuhi keinginan peserta yang
ber tentangan dengan Dokumen Pengadaan, dan/ atau per atur an perundang- undangan;
b. mel akukan per sekongkol an dengan peser ta
lain untuk mengatur hasil pelelangan,
sehingga mengur angi/ menghambat/ memper -kecil/ meniadakan per saingan yang sehat dan/ atau mer ugikan pihak lain; dan/ atau
c. membuat dan/ atau menyampaikan dokumen
dan/ atau keter angan lain yang tidak benar untuk memenuhi per syar atan dal am Dokumen Pengadaan ini.
4.2 Peserta yang terbukti melakukan tindakan
sebagaimana di maksud pada angka 4.1 dikenakan sanksi sebagai ber ikut:
a. sanksi administr atif, seper ti digugurkan dar i proses pel elangan atau pembatalan penetapan pemenang;
b. sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam;
c. gugatan secar a per data; dan/ atau
d. pelapor an secar a pi dana kepada pihak per tentangan kepentingan par a pihak yang terkai t, baik secara langsung maupun tidak langsung.
5.2 Per tentangan kepenti ngan sebagaimana dimaksud
pada angka 5.1 antara l ain meli puti :
a. dalam suatu badan usaha, anggota dir eksi , atau dew an komisar is mer angkap sebagai anggota
BUM N/ BUM D yang mengikuti Pengadaan dan
ber saing dengan per usahaan lai nnya,
mer angkap sebagai anggota Pokja ULP atau
pemenang Pelelangan;
c. PA, KPA, PPK, anggota Pokja ULP dan/ atau pejabat lai n yang ber w enang, baik langsung maupun ti dak langsung mengendalikan atau menjalankan perusahaan peserta;
d. hubungan antar a 2 (dua) per usahaan yang
dikendal ikan, baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama yaitu lebih dar i 50% (lima puluh per seratus) pemegang saham dan/ atau sal ah satu pengurusnya sama.
5.3 Pegaw ai K/ L/ D/ I dil ar ang menjadi peser ta
kecuali cuti di luar tanggungan K/ L/ D/ I.
6. Pendayagunaan Produksi Dalam Negeri
6.1 [Peserta berkew ajiban untuk menyampaikan penaw ar an yang mengutamakan mater ial/ bahan pr oduksi dalam negeri dan tenaga ker ja Indonesia.]
6.2 Dalam pelaksanaan pekerjaan Jasa Lainnya
dimungkinkan menggunakan bahan baku, tenaga ahli, dan perangkat lunak yang ber asal dar i luar neger i (impor ) dengan ketentuan:
a. pemilahan atau pembagian komponen har us
benar - benar mencer minkan bagian atau
komponen yang telah dapat diproduksi di dalam negeri dan bagian atau komponen yang masi h har us diimpor;
b. komponen ber upa bahan baku belum
dipr oduksi di dalam neger i dan/ atau
spesifikasi teknis bahan baku yang dipr oduksi di dalam neger i bel um memenuhi per syar atan;
c. peker jaan pemasangan, pabrikasi, pengujian
dan lai nnya sedapat mungkin dilakukan di dalam neger i;
d. semaksi mal mungkin menggunakan jasa
pelayanan yang ada di dalam neger i, seperti jasa asur ansi, angkutan, ekspedisi per bankan, dan pemeli har aan;
e. penggunaan tenaga ahli asing dilakukan
semata- mata untuk mencukupi kebutuhan jeni s keahlian yang bel um dapat diper oleh di Indonesia, disusun ber dasar kan keperluan yang nyata, dan diusahakan secar a ter encana untuk semaksimal mungkin ter jadinya alih pengalaman/ keahlian dar i tenaga ahli asing ter sebut ke tenaga Indonesi a; dan
f. peser ta diw ajibkan membuat daftar
6.3 Pengadaan Bar ang/ Jasa impor di mungkinkan dalam hal :
a. Bar ang/ Jasa ter sebut bel um dapat diproduksi/ dihasilkan di dalam negeri;
b. spesifikasi teknis Bar ang/ Jasa yang dipr oduksi dan/ atau kualifikasi teknis tenaga ahli di anggota Kemitr aan/ KSO hanya boleh memasukkan satu penawar an untuk satu paket peker jaan.
B. D OKUM EN PENGADAAN
8 .Isi Dokumen Pengadaan
8.1 Dokumen Pengadaan ter diri dar i Dokumen
Pemilihan dan Dokumen Kualifikasi .
8.2 Dokumen Pemilihan terdiri dar i:
a.Umum;
b.Pengumuman;
c.Instruksi Kepada Peserta; d.Lembar Data Pemi lihan;
e.Bentuk Surat Perjanjian/ SPK, Syar at-Syar at Umum Kontr ak dan Syar at- Syar at Khusus Kontr ak;
f.Spesifikasi Teknis, KAK, dan/ atau Gambar; g.[Daftar Kuantitas dan har ga (apabila Oper asi (apabila peser ta berbentuk Kemi traan/ KSO)];
4) Dokumen Penaw aran Tekni s.
j. Bentuk Dokumen lain:
1) Sur at Penunjukan Penyedi a Bar ang/ Jasa (SPPBJ);
2) Sur at Perintah M ulai Ker ja (SPM K);
3) [Jaminan Pelaksanaan (apabila dipersyar atkan)];
4) [Jaminan Uang M uka (apabila
dipersyar atkan)]; dan
8.3 Dokumen Kualifikasi mel iputi: a. Lembar Data Kualifikasi; b. Pakta Integri tas;
c. Data Isian Kuali fikasi;
d. Petunjuk Pengisian Data Isian Kuali fikasi; e. Tata Car a Eval uasi Kualifikasi.
8.4 Peserta berkew ajiban memeriksa keselur uhan isi
Dokumen Pengadaan ini. Kelalaian
menyampaikan Dokumen Penaw ar an yang tidak memenuhi per syaratan yang ditetapkan dal am Dokumen Pengadaan ini sepenuhnya mer upakan r isiko peser ta.
9. Bahasa Dokumen Pengadaan
Dokumen Pengadaan beser ta selur uh korespondensi ter tul is dalam pr oses Pengadaan menggunakan Bahasa Indonesia.
10. Pemberian Penjelasan
10.1 Pember ian Penjelasan dilakukan secar a onl ine
melalui aplikasi SPSE sesuai jadw al dalam apli kasi SPSE.
10.2 Ketidakikutser taan peserta pada saat pember ian
penjelasan tidak dapat dijadikan dasar untuk menolak/ menggugurkan penaw ar an.
10.3 Apabi la diperlukan Pokja ULP dapat member ikan
infor masi yang dianggap penting terkait dengan dokumen pengadaan.
10.4 Apabi la dipandang per lu, Pokja ULP dapat
member ikan penjel asan lanjutan dengan car a
melakukan peninjauan lapangan. Biaya
peninjauan lapangan ditanggung ol eh masing-masing peserta.
10.5 Pokja ULP menjaw ab setiap per tanyaan yang
masuk, kecuali untuk substansi per tanyaan yang telah di jaw ab.
10.6 Apabi la di per lukan Pokja ULP pada saat
ber langsungnya pember ian penjelasan dapat menambah w aktu batas akhir tahapan ter sebut sesuai dengan kebutuhan.
10.7 Dalam hal w aktu tahap penjelasan telah ber akhir,
Pesertatidak dapat mengajukan per tanyaan
10.8 Apabi la dipandang per lu, Pokja ULP dapat member ikan penjelasan (ulang).
10.9 Kumpulan tanya jawab pada saat pember ian
penjelasan dalam aplikasi SPSE mer upakan Ber ita Acar a Pember ian Penjelasan (BAPP).
10.10 Jika di laksanakan peninjauan lapangan dapat
dibuat Ber ita Acar a Pember ian Penjelasan
Lanjutan dan diunggah melalui aplikasi SPSE.
11. Perubahan Dokumen Pengadaan
11.1 Apabil a saat pember ian penjelasan ter dapat hal-hal/ ketentuan bar u atau per ubahan penting yang perlu di tampung, maka Pokja ULP menuangkan ke dalam Adendum Dokumen Pengadaan yang menjadi bagian tidak terpisahkan dar i Dokumen Pengadaan.
11.2 Per ubahan rancangan kontr ak, spesifikasi tekni s, KAK, gambar dan/ atau nil ai total HPS, har us mendapatkan per setujuan PPK sebelum dituangkan dalam Adendum Dokumen Pengadaan.
11.3 Apabil a ketentuan baru atau per ubahan penting
ter sebut tidak dituangkan dalam Adendum
Dokumen Pengadaan maka ketentuan baru atau perubahan ter sebut dianggap tidak ada dan ketentuan yang ber laku adalah yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan yang aw al .
11.4 Setelah Pember ian Penjelasan dan sebelum batas
akhir w aktu pemasukan penawar an, Pokja ULP dapat menetapkan Adendum Dokumen Pengadaan, ber dasar kan infor masi baru yang mempengar uhi substansi Dokumen Pengadaan.
11.5 Setiap Adendum yang ditetapkan mer upakan
bagian yang tidak ter pisahkan dar i Dokumen Pengadaan.
11.6 Pokja ULP mengumumkan Adendum Dokumen
Pengadaan dengan cara mengunggah (upload) file
adendum dokumen Pengadaan melalui aplikasi SPSE pali ng lambat 2 (dua) hari sebelum batas akhir pemasukan penaw ar an. Apabi la Pokja ULP
akan mengunggah (upload) file Adendum
11.7 Peser ta dapat mengunduh (download) Adendum
Dokumen Pengadaan yang diunggah (upload)
Pokja ULP pada aplikasi SPSE (apabi la ada).
12. Tambahan W aktu Pemasukan Dokumen Penawaran
Apabil a adendum dokumen pengadaan mengakibatkan kebutuhan penambahan waktu penyiapan dokumen penawar an maka Pokja ULP memperpanjang batas akhir pemasukan penaw ar an.
C. PENYIAPAN DOKUM EN PENAW ARAN 13. Biaya dalam
Penyiapan Penawaran
13.1 Peserta sepenuhnya menanggung bi aya dal am
penyiapan dan penyampaian penaw ar an.
13.2 Pokja ULP tidak bertanggung jawab atas kerugian
apapun yang di tanggung oleh peserta.
14. Bahasa Penawaran
14.1 Semua Dokumen Penaw aran har us menggunakan
Bahasa Indonesia.
14.2 Dokumen penunjang yang terkait dengan
Dokumen Penaw ar an dapat menggunakan Bahasa Indonesia atau bahasa asi ng.
14.3 Dokumen penunjang yang berbahasa asi ng perlu
diser tai penjelasan dalam Bahasa Indonesia. Dalam hal ter jadi per bedaan penafsir an, maka (sampul), dokumen Penaw aran meliputi]:
a. sur at penaw ar an yang didalamnya
mencantumkan: 1) tanggal ;
2) masa ber laku penawar an; dan
3) total harga penaw ar an.
b. [Daftar Kuantitas dan Har ga, apabila diper syar atkan];
c. [sur at per janjian Kemitr aan/ Ker ja Sama Oper asi (apabila peserta berbentuk Kemitr aan/ KSO)] ;
d. dokumen penaw ar an teknis yang ter diri
dar i:
1) metode pel aksanaan;
2) jadw al dan jangka w aktu pelaksanaan peker jaan sampai dengan ser ah teri ma peker jaan;
di persyaratkan);]
4) [layanan pur najual (apabila di persyaratkan);]
5) [asur ansi (apabila diper syar atkan);] 6) [jenis, kapasitas, komposisi, dan
jumlah per al atan (apabila di persyaratkan);]
7) spesifikasi tekni s (bahan/ barang
ter tentu apabila ada);
8) [daftar per soni l (apabila di persyaratkan);]
9) [tenaga teknis/ ter ampil (apabila di persyaratkan);] dan
a. Penawar an Kualifikasi, Administr asi dan
Tekni s (file I); dan
b. Penawar an har ga (file II).
15.2.A) Dokumen Penaw aran Kualifikasi,
Administr asi dan Teknis yang disampaikan pada fil e I, mel iputi: Oper asi (apabila peser ta berbentuk Kemitr aan/ KSO];
c. dokumen penaw ar an teknis yang ter dir i dar i:
1) metode pel aksanaan;
2) jadw al dan jangka w aktu pelaksanaan peker jaan sampai dengan ser ah teri ma peker jaan;
3) [identitas (jenis, tipe dan mer ek) bar ang yang ditaw arkan ter cantum dengan lengkap dan jel as (apabila di persyaratkan);]
4) [layanan pur najual (apabila di persyaratkan);]
5) [asur ansi (apabila diper syar atkan);] 6) [jenis, kapasitas, komposisi, dan
jumlah per al atan (apabila di persyaratkan);]
7) spesifikasi tekni s (bahan/ barang
ter tentu apabila ada);
di persyaratkan);]
9) [tenaga teknis/ ter ampil (apabila di persyaratkan);] dan
10)[bagian peker jaan yang akan di subkontr akkan (apabila ada).]
e. Data kualifikasi (diinputkan melalui for m i si an el ektr onik data kualifikasi).
15.2.B) Dokumen Penaw ar an Har ga yang
di sampaikan pada file II meliputi :
a. Sur at Penawar an Har ga yang didalamnya mencantumkan:
1) tanggal;
2) M asa ber laku penawar an;dan
3) total harga penaw ar an.
b. [r inci an harga penaw ar an (daftar kuantitas dan harga), apabila diper syar atkan].
16. Harga peker jaan dalam mata pembayaran ter sebut dianggap telah ter masuk dalam har ga satuan peker jaan yang l ain dan peker jaan tersebut tetap har us dilaksanakan.]
[Untuk kontr ak lump sum, apabila diper syar atkan peser ta mencantumkan harga satuan untuk tiap mata pembayar an/ peker jaan dalam Daftar Kuanti tas dan Harga.]
16.3 Biaya over head dan keuntungan ser ta semua
pajak, bea, r etr ibusi, dan pungutan lai n yang sah ser ta bi aya asur ansi yang har us dibayar oleh penyedia untuk pelaksanaan Paket Jasa Lainnya ini diper hitungkan dalam total har ga penaw ar an.
17. M ata Uang Penawaran dan Cara Pembayaran
17.1 Semua harga dal am penawar an harus dal am
bentuk mata uang sebagaimana ter cantum dal am dalam LDP.
17.2 Pembayar an atas pelaksanaan peker jaan
dil akukan sesuai dengan car a sebagai mana tercantum dalam dalam LDP dan diur aikan dal am Syar at- Syar at Umum/ Khusus Kontr ak.
18. M asa Berlaku
ketentuan sebagai mana ter cantum dalam LDP.
18.2 Jangka w aktu pelaksanaan peker jaan yang
ditaw arkan tidak melebihi jangka w aktu
sebagaimana ter cantum dalam LDP.
19. Pengisian Data Kualifikasi
19.1 Peserta berkew ajiban untuk menyetujui Pakta
Integr itas dan mengi si for m i sian elektr onik data kuali fikasi dalam aplikasi SPSE.
19.2 Pakta Integritas dan Data Kuali fikasi dianggap
telah di setujui dan ditandatangani oleh peser ta pengadaan, kecuali untuk penyedia bar ang/ jasa yang melakukan Kemitr aan/ Ker ja Sama Oper asi (KSO) Pakta Integr itas dan Data Kualifikasi ditandatangani oleh pejabat yang menurut per janjian Kemitr aan/ Ker ja Sama Oper asi berhak mew akili Kemitraan/ KSO. secara ber sih, tr anspar an, dan pr ofesional.
20.2 Dengan mendaftar sebagai peser ta lelang pada
suatu paket peker jaan melalui aplikasi SPSE, maka peser ta telah menandatangani Pakta Integr itas,
kecuali untuk penyedia bar ang/ jasa yang
melakukan Kemitr aan/ Ker ja Sama Oper asi (KSO),
badan usaha yang ditunjuk mew akili
Kemitraan/ Ker ja Sama Oper asi (KSO) w ajib menyampaikan pakta integr itas melalui fasilitas unggahan l ainnya pada for m isian elektr onik data kuali fikasi di aplikasi SPSE.
21. Penyampulan a. Penaw aran administr asi; b. Penaw aran teknis; c. Penaw ar an harga.
21.1.B)File penaw ar an disandikan/ dienkripsi
dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO)/ Spamkodok.
21.1.C)Peser ta mengiri mkan file penawar an yang telah disandikan/ dienkripsi sesuai dengan jadw al yang telah ditetapkan.
21.1.D) Data kualifikasi diinput dan dikir imkan melalui for m isian elektr onik data kualifikasi pada SPSE.
21.2 [Untuk metode 2 (dua) file]
21.2.A)Penaw aran yang disampaikan ol eh peserta
ter diri dari 2 (dua) Fi le yang memuat Penaw aran Administr asi dan Teknis (File
I) dan Penaw ar an Har ga (File II).
21.2.B)FileI dan file II masing- masing disandikan dengan Aplikasi Pengaman Dokumen (APENDO)/ Spamkodok.
21.2.C)Peser ta mengir imkan file I dan f ile II yang telah disandikan/ dienkripsi sesuai dengan jadw al yang telah ditetapkan.
21.2.D) Data kualifikasi diinput dan dikir imkan melalui for m isian elektr onik data
22.1 Peser ta menyampaikan Dokumen Penawar an
kepada Pokja ULP dengan ketentuan:
a. Data kualifikasi disampaikan melalui for m
i si an elektronik kualifikasi yang ter sedia pada apl ikasi SPSE.
b. Jika for m isian elektr onik kualifikasi yang
ter sedia pada aplikasi SPSE belum
mengakomodir data kualifikasi yang
disyar atkan Pokja ULP, maka data kualifikasi ter sebut diunggah (upl oad) pada fasilitas pengunggahan lai n yang ter sedia pada apl ikasi SPSE.
elektr onik, penyedia bar ang/ jasa menyetujui per nyataan sebagai berikut:
1) yang ber sangkutan dan manajemennya
tidak dalam pengaw asan pengadil an, tidak pailit, dankegiatan usahanya tidak sedang dihentikan;
2) yang ber sangkutan ber ikut pengurus
badan usaha tidak masuk dalam daftar hitam;
3) per orangan yang ber tindak untuk dan atas
nama badan usaha tidak sedang dal am menjalani sanksi pidana;
4) data kualifikasi yang dii sikan benar , dan jika dikemudian har i ditemukan bahw a data/ dokumen yang di sampaikan tidak benar dan ada pemal suan, maka di rektur utama/ pimpinan perusahaan, atau kepala cabang, atau pejabat yang menurut per janjian ker ja sama ber hak mew akili badan usaha yang beker ja sama dan badan usaha yang diw akili ber sedia dikenakan sanksi admi nistr atif, sanksi pencantuman dalam daftar hitam, gugatan secar a
per data, dan/ atau pelaporan secar a
pidana kepada pihak ber w enang sesuai dengan ketentuan peraturan per undang undangan.
5) pi mpinan dan pengurus badan usaha
bukan sebagai pegaw ai K/ L/ D/ I atau pimpi nan dan pengurus badan usaha sebagai pegaw ai K/ L/ D/ I yangsedang
mengambil cuti diluar tanggungan
K/ L/ D/ I.
6) per nyataan l ain yang menjadi syar at
kuali fikasi yang tercantum dal am
dokumen pengadaan.
d. Untuk penyedi a bar ang/ jasa yang berbentuk
konsor sium/ kemitraan/ bentuk ker jasama
l ain, pemasukan kual ifikasi dilakukan oleh
badan usaha yang ditunjuk mew akili
konsor sium/ kemitraan/ bentuk ker jasama
l ain.
e. Peser ta dapat mengir imkan data kualifikasi secar a ber ulang sebelum batas akhir waktu
pemasukan Dokumen Penaw ar an. Data
kualifikasi yang dikir mkan ter akhir akan menggantikan data kualifikasi yang telah terki ri m sebelumnya.
22.1.A)[Untuk metode 1 (satu) fi le (sampul)]:
1) Dokumen penaw ar an disampaikan
pada aplikasi SPSE atau Apendo/
4) Peser ta dapat mengunggah file
penaw ar an secara ber ulang sebelum
batas akhir w aktu pemasukan
Dokumen Penaw aran. File penawar an
ter akhi r akan menggantikan file
penaw ar an yang telah terkir im
sebelumnya.
22.1.B) [Untuk metode 2 (dua) fi le].
1) Dokumen penawar an disampaikan
melalui fitur penyampaian penawar an pada aplikasi SPSE atau Apendo/ Spamkodok.
2) File penaw ar an admini strasi dan teknis
(file I) dienkripsi menggunakan
Apendo/ Spamkodok, sel anjutnya
peserta melakukan enkr ipsi terhadap
file penaw aran har ga (fi le II)
menggunakan Apendo/ Spamkodok.
3) Peser ta pertama- tama mengunggah
(upload) fi le I ber upa file penawar an administr asi dan teknis yang telah ter enkripsi (*.rhs), kemudian setelah
file I ber hasil terki ri m peser ta
melanjutkan dengan mengunggah
(upload) file II ber upa fi le penawar an har ga yang telah terenkripsi (*.rhs) sesuai jadw al yang telah ditetapkan. 4) File I dan File II yang telah dienkr ipsi
di unggah (upload) mel alui tempat/ fasilitas yang telah ter sedia pada aplikasi SPSE.
5) Peser ta dapat mengunggah file
penaw ar an (file I dan fi le II) secar a ber ulang sebelum batas akhir w aktu
pemasukan Dokumen Penawar an. File
dianggap sah sebagai dokumen el ektr onik dan tel ah ditandatangani secar a elektr onik oleh
pemimpi n/ dir ektur per usahaan atau kepala
cabang perusahaan yang diangkat oleh kantor pusat yang di buktikan dengan dokumen otentik atau pejabat yang menurut per janji an ker jasama adalah yang berhak mew akili per usahaan yang beker jasama.
22.3 Peser ta tidak per lu menggunggah (upload) hasi l pemindaian dokumen asli yang bertanda tangan basah dan ber stempel , kecuali surat lain yang memer lukan tanda tangan basah dar i pihak lain.
22.4 Peser ta dapat menggunggah (upload) ulang file penawar an untuk mengganti atau meni mpa file penawar an sebelumnya, sampai dengan batas akhir pemasukan penawar an.
22.5 Pengguna SPSE w ajib mengetahui dan
melaksanakan ketentuan penggunaan Apendo/
Spamkodok yang melekat pada Apendo/
Spamkodok.
22.6 Untuk Peserta yang ber bentuk konsor sium/
kemitraan/ bentuk ker jasama lain, pemasukan penawar an dilakukan oleh badan usaha yang ditunjuk mew akili konsor sium/ kemitr aan/ bentuk ker jasama lain.
23.2 Pokja ULP tidak diperkenankan mengubah w aktu
batas akhir pemasukan penaw ar an kecuali: a. keadaan kahar ;
b. ter jadi gangguan teknis;
c. per ubahan dokumen pengadaan yang
mengakibatkan kebutuhan penambahan w aktu penyiapan dokumen; atau
d. tidak ada peserta yang memasukkan penawar an
sampai dengan batas akhir pemasukan
penaw ar an.
23.3 Dalam hal Pokja ULP mengubah w aktu batas akhir
pemasukan penawar an maka har us menginputkan alasan yang dapat diper tanggungjaw abkan pada aplikasi SPSE.
penawar an tidak ada peserta yang memasukkan penawar an, Pokja ULP dapat memper panjang batas akhir jadw al pemasukkan penaw ar an.
23.5 Pepanjangan jangka w aktu sebagaimana dimaksud
pada angka 23.4 dilakukan pada har i yang sama dengan batas akhir pemasukan penawar an.
24. Dokumen
E. PEM BUKAAN DAN EVALUASI PENAW ARAN 25. Pembukaan
Penawaran
25.1 Pada tahap pembukaan penaw ar an, Pokja ULP
mengunduh (download) dan melakukan dekripsi
file penaw ar an dengan menggunakan Apendo/
Spamkodok sesuai w aktu yang telah di tetapkan.
25.2 Ter hadap f ile penawar an yang tidak dapat dibuka
(di dekr ipsi), Pokja ULP menyampaikan file
penaw ar an ter sebut kepada LPSE untuk mendapat keter angan bahw a file yang ber sangkutan tidak ter sebut dianggap tidak memasukkan penaw ar an. Apabila dapat dibuka, maka Pokja ULP akan
mel anjutkan pr oses atas penaw ar an yang
ber sangkutan.
25.4 Apabila penaw aran yang masuk kur ang dar i 3
(tiga) peser ta maka pelel angan dilanjutkan dengan kl ar ifikasi dan negosiasi teknis dan harga sebagaimana ketentuan angka 27.
25.5 Pokja ULP tidak bol eh menggugurkan penawar an
26. Evaluasi Penawaran
26.1 [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 1 (satu) file Sistem Gugur]:
26.1.A) Sebelum evaluasi penaw ar an, dilakukan
kor eksi ar itmatik dengan ketentuan :
a. untuk kontr ak Harga Satuan atau kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Har ga Satuan :
1) volume dan/ atau jeni s peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga di sesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan; 2) apabi la terjadi kesalahan hasil
perkal ian antar a volume dengan harga satuan peker jaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan peker jaan yang ditaw arkan tidak bol eh diubah;
3) jenis peker jaan yang tidak diberi harga satuan dianggap sudah termasuk dal am har ga satuan pekerjaan yang l ain dan har ga satuan pada daftar kuantitas dan har ga tetap dibiarkan kosong;
4) Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dal am daftar kuantitas dan har ga disesuai kan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dalam dokumen Pengadaan dan harga satuan peker jaan dianggap nol; dan
5) Hasil kor eksi ar itmatik dapat mengubah nilai total harga penaw ar an sehingga ur utan per ingkat dapat menjadi lebih tinggi atau l ebih r endah dar i urutan per ingkat semula];
b. [untuk kontr ak Gabungan Lump Sum dan Harga Satuan pada bagi an Lump Sum : 1) volume dan/ atau jeni s peker jaan yang
ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga (apabi la ada) disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan;
2) Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dal am daftar kuantitas dan har ga (apabi la ada) disesuaikan dengan jenis pekerjaan yang tercantum dal am Dokumen Pengadaan; dan
3) Hasil kor eksi ar itmatik pada bagian l umpsump tidak boleh mengubah nilai total harga penaw ar an].
26.1.B)Total har ga penaw ar an setelah kor eksi
dinyatakan gugur .
26.1.C)Apabi la semua harga penaw ar an setelah
kor eksi ar itmatik melebihi nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal.
26.1.D)Ber dasar kan hasil koreksi ar itmatik Pokja ULP menyusun ur utan dar i penaw aran ter endah.
26.1.E)Pelaksanaan evaluasi sistem gugur , dilakukan ol eh Pokja ULP untuk mendapatkan 3 (tiga) penaw ar an yang memenuhi syar at yang dimulai dengan penaw aran terendah setelah kor eksi ar itmatik.
26.1.F)Apabi la setel ah kor eksi ar itmatik ter dapat kurang dar i 3 (tiga) penawar yang menawar har ga kurang dar i nilai total HPS maka pr oses lelang tetap dilanjutkan dengan melakukan evaluasi penaw aran.
26.2.A) Pokja ULP melakukan evaluasi penaw ar an file
I yang mel iputi:
a. evaluasi administr asi; dan b. evaluasi teknis;
c. evaluasi kualifikasi.
26.2.B) Pokja ULP menginputkan hasil evaluasi
dokumen penaw ar an fil e I pada aplikasi SPSE dan menayangkan hasil evaluasi file I melalui
menu pengumuman atau menu upload
i nformasi lainnya pada aplikasi SPSE.
26.2.C) Selanjutnya Pokja ULP melakukan
pembukaan penaw aran file II:
26.2.C.1)Dokumen penaw aran fi le II mi lik peserta yang tidak lulus evaluasi administr asi dan tekni s, tidak dibuka.
26.2.C.2)Pokja ULP tidak boleh menggugurkan
Dokumen Penawar an fil e II, kecual i penaw aran file II ter sebut ber dasarkan keter angan dar i LPSE atau LKPP tidak dapat dibuka (didekr ipsi).
26.2.C.3)Pokja ULP mel akukan evaluasi harga
dengan ketentuan sebagaimana butir 26.6
26.3 Ketentuan umum dal am melakukan evaluasi
sebagai berikut:
menambah, mengur angi, mengganti, dan/ atau mengubah isi Dokumen Penaw ar an;
c. penaw ar an yang memenuhi syar at adalah
penaw ar an yang sesuai dengan ketentuan, syar at- syar at, dan spesifikasi teknis yang ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan ini,
tanpa ada penyimpangan yang ber sifat
penting/ pokok atau penaw ar an ber syar at;
d. penyimpangan yang ber sifat penting/ pokok
atau penaw ar an bersyar at adalah:
1) penyimpangan dari Dokumen Pengadaan
ini yang mempengar uhi lingkup, kualitas dan hasil/ kiner ja peker jaan; dan/ atau
2) penaw ar an dar i peser ta dengan
per syar atan tambahan yang akan
meni mbulkan per saingan usaha tidak sehat dan/ atau tidak adil diantar a peserta yang memenuhi syar at.
e. Pokja ULP dilar ang menggugurkan penawar an
dengan alasan:
1) ketidakikutsertaan dalam pember ian
penjelasan; dan/ atau
2) kesal ahan yang ti dak substansial , mi salnya kesal ahan pengetikan, penyebutan sebagian nama atau keter angan, sur at penaw ar an tidak berkop perusahaan.
f. par a pihak dilar ang mempengar uhi atau
mel akukan i nter vensi kepada Pokja ULP selama pr oses eval uasi ;
g. apabila dalam evaluasi ditemukan bukti adanya
per sai ngan usaha yang tidak sehat dan/ atau
ter jadi pengatur an ber sama
(kolusi / per sekongkolan) antar a peserta, ULP
dan/ atau PPK, dengan tujuan untuk
memenangkan salah satu peserta, maka:
pemenang dan peserta lain yang terlibat dimasukkan ke dal am Daftar Hitam;
2) pr oses evaluasi tetap dil anjutkan dengan menetapkan peser ta l ainnya yang tidak terlibat; dan
3) apabila tidak ada peser ta l ain sebagai mana dimaksud pada angka 2), maka pelelangan dinyatakan gagal.
26.4 Evaluasi Administrasi:
a. evaluasi ter hadap data administr asi hanya
dilakukan terhadap hal -hal yang tidak dinilai pada saat penil aian kualifikasi;
b. penaw ar an di nyatakan memenuhi per syar atan sebagaimana ter cantum dalam LDP; dan b) ber tanggal.
c. Pokja ULP dapat melakukan kl ar ifikasi terhadap hal- hal yang kur ang jelas dan meragukan;
d. [Untuk metode 1 (satu) fi le apabila dar i 3 (tiga) penaw ar an ter endah ada yang tidak memenuhi per syar atan admi nistr asi maka pokja ULP mel akukan evaluasi administr asi terhadap penaw ar ter endah ber ikutnya (apabila ada)];
e. apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang memenuhi per syar atan administr asi, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi teknis; dan
(satu) file (sampul) Sistem Gugur]:
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap
peser ta yang memenuhi per syar atan admini strasi;
b. unsur - unsur yang dievaluasi teknis
sesuai dengan yang ditetapkan
sebagaimana ter cantum dalam LDP; c. evaluasi teknis di lakukan dengan sistem
gugur dengan ketentuan:
1) Pokja ULP meni lai per syar atan
dengan membandingkan
pemenuhan per syar atan teknis
sebagaimana ter cantum dalam LDP;
2) Penaw ar an di nyatakan memenuhi
per syar atan teknis apabila:
a) spesifikasi tekni s yang
ditawar kan dilengkapi contoh, brosur , dan gambar-gambar sesuai dengan yang ditetapkan
dalam Bab XII Spesifikasi
c) metode pelaksanaan peker jaan
yang ditaw ar kan memenuhi per syar atan substantif sesuai yang ditetapkan dalam Bab XII Spesifikasi Teknis dan Gambar dan diyakini menggambarkan
penguasaan dal am
penyelesaian peker jaan;
d) identitas (jenis, tipe dan mer ek) yang di taw arkan ter cantum
dengan lengkap dan jelas
(apabil a diper lukan);
e) jeni s, kapasitas, komposisi, dan juml ah peralatan minimal yang disediakan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP (apabila diperlukan);
disubkontr akkan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP.
d. [dalam hal eval uasi teknis dengan sistem gugur menggunakan ambang batas nilai teknis, penaw aran dinyatakan lulus teknis apabila masing- masing unsur maupun nilai total keselur uhan unsur memenuhi ambang batas minimal yang ditetapkan dalam LDP;]
e. Pokja ULP (apabila diper lukan) dapat meminta uji mutu/ teknis/ fungsi untuk
ter cantum dalam LDP;
f. apabi la dalam eval uasi teknis ter dapat
hal- hal yang kur ang jel as atau
meragukan, Pokja ULP melakukan
klari fikasi dengan peser ta. Dalam
klari fikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penaw ar an. Hasil
klari fikasi dapat menggugurkan
penaw aran;
g. peser ta yang dinyatakan lulus evaluasi teknis dilanjutkan ke tahap evaluasi har ga;
h. apabi la dar i 3 (tiga) penaw ar an
ter endah setelah koreksi ar itmatik ada yang tidak memenuhi per syar tan teknis maka Pokja ULP dapat melakukan evaluasi terhadap penaw aran terendah ber ikutnya (apabila ada) dimulai dar i evaluasi administr asi;
i. apabi la hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang lulus evaluasi teknis, maka
evaluasi tetap dil anjutkan dengan
evaluasi harga;
j. apabi la ti dak ada peserta yang lul us
evaluasi Teknis maka pel elangan
dinyatakan gagal; dan
k. Ter hadap peserta yang dinyatakan lul us
evaluasi teknis dilanjutkan untuk
dilakukan evaluasi kualifikasi.
26.5.B) [Dalam hal dokumen penaw ar an dengan 2
(dua) f ile Sistem Nilai dan Penilaian Biaya Selama Umur Ekonomis:]
a. evaluasi teknis dilakukan terhadap
peser ta yang memenuhi per syar atan admini strasi;
b. unsur - unsur yang dievaluasi teknis
sesuai dengan yang ditetapkan
sebagaimana ter cantum dalam LDP;
c. evaluasi teknis dilakukan dengan:
[Sistem nilai yaitu evaluasi penilaian dengan cara member ikan nilai angka ter tentu pada setiap unsur yang dinilai ber dasar kan kri teria dan bobot sebagaimana ter cantum dalam LDP, ser ta membandingkan jumlah per olehan nilai dar i par a peserta.
[Sistem penilaian biaya selama umur ekonomi s yai tu evaluasi penilaian yang digunakan khusus untuk mengevaluasi pengadaan dengan memper hitungkan perkir aan biaya oper asi dan pemelihar aan, ser ta nilai sisa selama umur ekonomis jasa lai nnya tersebut].
d. Pokja ULP meni lai persyaratan teknis
mini mal yang harus di penuhi
sebagaimana ter cantum dalam LDP.
e. Penaw ar an dinyatakan memenuhi
per syar atan teknis apabila:
1) spesi fikasi teknis yang ditaw arkan dilengkapi contoh, br osur , dan gambar - gambar sesuai dengan yang ditetapkan dalam Bab XII Spesifikasi Teknis dan Gambar ;
2) jangka w aktu pelaksanaan dan
ser ah ter ima peker jaan tidak
melebihi jangka w aktu yang
ditetapkan dalam LDP;
3) metode pelaksanaan peker jaan yang
ditaw ar kan memenuhi per syar atan substanti f sesuai yang ditetapkan dalam Bab XII Spesifikasi Teknis dan
Gambar dan diyakini
5) jenis, kapasitas, komposisi, dan
jumlah per alatan mi nimal yang disediakan sesuai dengan yang ditetapkan dalam LDP (apabila diperlukan);
6) layanan pur najual sesuai dengan
yang ditetapkan dalam LDP (apabila diperlukan);
7) tenaga teknis/ ter ampil sesuai
dengan yang ditetapkan dal am LDP (apabila diperl ukan); dan
8) bagian peker jaan yang
disubkontr akkan sesuai dengan
yang ditetapkan dalam LDP.
masing-masing unsur maupun nil ai total keselur uhan unsur memenuhi ambang batas mi nimal yang ditetapkan dal am LDP;]
g. Pokja ULP (apabila diperlukan) dapat
meminta uji mutu/ teknis/ fungsi untuk
bahan/ alat tertentu sebagai mana
tercantum dal am LDP;
h. apabila dal am evaluasi tekni s ter dapat
hal- hal yang kur ang jelas atau
mer agukan, Pokja ULP melakukan
klarifikasi dengan peserta. Dal am
klarifikasi peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penaw aran. Hasi l
klarifikasi dapat menggugurkan
penaw ar an;
i . apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peserta yang lulus evaluasi teknis, maka pr oses pel elangan tetap dilanjutkan; dan j. apabila tidak ada peser ta yang lulus
evaluasi teknis maka pel elangan
dinyatakan gagal; dan
k. Ter hadap peser ta yang dinyatakan lulus
evaluasi teknis di lanjutkan untuk
dil akukan evaluasi kualifikasi.
26.6 Evaluasi Har ga[1 (satu) file/ 2 (dua) file]::
26.6.A [ Untuk fi le 2 (dua) pada saat evaluasi penaw ar an file II]
26.6.A.1)[sebelum evaluasi har ga dilakukan kor eksi ar itmatik dengan ketentuan :
a. untuk kontr ak Harga Satuan atau kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Har ga Satuan :
1) volume dan/ atau jenis peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan har ga disesuaikan dengan yang tercantum dal am Dokumen Pengadaan;
2) apabila ter jadi kesalahan hasi l perkalian antar a volume dengan har ga satuan pekerjaan, maka dilakukan pembetulan, dengan ketentuan harga satuan peker jaan yang ditaw arkan tidak boleh di ubah;
har ga tetap dibiarkan kosong; 4) Jenis peker jaan yang tidak
ter cantum dalam daftar kuantitas dan disesuaikan dengan jenis peker jaan yang ter cantum dal am dokumen Pengadaan dan harga satuan peker jaan dianggap nol; dan
5) Hasil koreksi ar itmatik pada bagian har ga satuan dapat mengubah nilai total harga penawar an sehingga urutan peringkat dapat menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dar i ur utan per ingkat semula.]
b. [untuk Kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian Lump Sum :
1) volume dan/ atau jenis peker jaan yang ter cantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) disesuaikan dengan yang ter cantum dalam Dokumen Pengadaan;
2) Jenis peker jaan yang tidak ter cantum dalam daftar kuantitas dan harga (apabila ada) di sesuaikan dengan jenis peker jaan yang tercantum dal am Dokumen Pengadaan; dan 3) Hasil koreksi ar itmatik pada
bagian lumpsump tidak boleh mengubah nilai total harga penawar an.]
26.6.A.2)total har ga penaw ar an setel ah koreksi ar itmatik yang melebi hi nilai total HPS dinyatakan gugur .
26.6.A.3)apabil a selur uh harga penaw ar an setelah kor eksi aritmatik di atas nilai total HPS, pelelangan dinyatakan gagal.
26.6.A.4)Pokja ULP melakukan evaluasi
penaw aran har ga ter hadap semua
penaw aran setelah kor eksi ar itmatik.
har ga.
26.6.B Evaluasi Har ga
26.6.B.1) unsur -unsur yang perl u dievaluasi adalah hal- hal yang pokok atau penting, dengan dal am HPS, dilakukan klarifikasi dengan ketentuan:
a) apabila setelah dilakukan klarifikasi , ternyata harga satuan ter sebut dinyatakan timpang maka harga satuan timpang hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Daftar Kuanti tas dan Harga. Jika terjadi penambahan volume terhadap harga satuan yang
dinyatakan timpang,
dil akukan negosiasi teknis dan harga;
b) apabila setelah dilakukan klarifikasi , ternyata harga satuan ter sebut dapat dilakukan klarifikasi dan kegiatan ter sebut har us tetap dilaksanakan. Har ganya dianggap ter masuk dalam harga satuan peker jaan lai nnya;
b. [untuk kontr ak lump sum:
1) apabila ada per bedaan antar a penulisan nilai harga penawar an antar a angka dan huruf maka nilai yang di akui adalah nil ai dal am tulisan huruf;
tulisan angka; atau
3) apabila penaw aran dalam angka dan huruf tidak jelas, maka penaw ar an dinyatakan gugur] .
26.6.B.2) Dilakukan evaluasi kew ajar an harga
dengan ketentuan sebagai ber ikut:
a. klarifikasi terhadap hasil kor eksi
ar itmatik, apabila ada
kor eksi/ perubahan;
b. klarifikasi kewajar an harga apabila harga penaw aran dibaw ah 80% (delapan puluh per ser atus) HPS dengan ketentuan:
1) apabila peserta tersebut ditunjuk sebagai pemenang lelang, harus
ber sedia untuk menaikkan
Jami nan Pelaksanaan menjadi 5% (lima per ser atus) dari nilai total HPS; dan
2) apabila peserta yang bersangkutan
tidak ber sedia menaikkan nilai
Jami nan Pelaksanaan, maka
penaw ar annya digugurkan dan dimasukkan dalam Daftar Hitam; 3) Hasil klarifikasi dituangkan dal am
Ber ita Acar a yang ditandatangani oleh Pokja ULP dengan Penyedia.
26.6.B.3) [Untuk penilaian sistem nilai, dihitung nil ai kombinasi antar a nilai penawar an teknis dengan nil ai harga penawar an terkoreksi dilakukan dengan cara : a. memberikan Nilai Tertimbang (NT)
ter tinggi 100% (seratus per ser atus) untuk penaw ar an harga ter endah; b. menghitung Nilai Terti mbang (NT)
penawar an har ga peserta lain dengan membandingkan penaw aran harga ter endah dengan harga penaw arannya; c. menghitung Nilai Evaluasi (NE)
i = peser ta]
[Untuk penilaian biaya selama umur ekonomis, dilakukan dengan car a :
a. menghitung biaya oper asional , pemel iharaan, nil ai sisa selama umur ekonomis sebagaimana ditetapkan dalam Dokumen Pengadaan;
b. menjumlahkan harga penawar an dengan biaya oper asional dan biaya pemel ihar aan;
c. hasil penjumlahan pada hur uf b) di kur angi dengan nil ai si sa pada akhir umur ekonomis; dan
d. penetapan pemenang ber dasarkan total harga ter endah pada hasi l hur uf c.]
26.6.B.4) [Untuk 1 (satu) f ile si stem gugur, apabila dar i 3 (tiga) penaw aran ter endah setelah kor eksi aritmatik ada yang tidak memenuhi evaluasi harga maka Pokja ULP dapat melakukan evaluasi terhadap penaw ar terendah berikutnya (apabila ada) dimulai dari evaluasi administr asi];
26.6.B.5) [Untuk 1 (satu) file si stem gugur, apabila hanya ada 1 (satu) atau 2 (dua) peser ta yang lul us eval uasi harga, maka evaluasi tetap dilanjutkan dengan evaluasi kualifikasi; dan
26.6.B.6) [Untuk 1 (satu) fil e sistem gugur apabila tidak ada peser ta yang lul us evaluasi har ga maka pelelangan dinyatakan gagal.]
26.6.C Apabila dal am evaluasi ditemukan i ndikasi persaingan usaha tidak sehat dan/ atau
i ndikasi adanya pengatur an ber sama
(kolusi/ persekongkolan) antar peser ta, maka
peser ta yang ter indikasi ber sekongkol
digugurkan.
26.6.D Apabila dalam evaluasi di temukan bukti
ter jadinya per saingan usaha tidak sehat
dan/ atau terjadi pengaturan ber sama
(kolusi/ persekongkolan), maka pelelangan dinyatakan gagal dan peserta yang terlibat dimasukkan dalam Daftar Hitam.
penaw ar an yang sama maka Pokja ULP memi lih peser ta yang mempunyai kemampuan teknis lebih besar dan hal ini dicatat dal am Ber ita Acara Hasil Pelel angan.]
[ pada metode 1 (satu) sampul sistem gugur, dalam hal ter dapat 2 (dua) calon pemenang memi liki harga penaw aran yang sama maka untuk yang menggunakan si stem gugur tanpa ambang batas Pokja ULP memili h peser ta yang mempunyai kuali fikasi lebih baik, sedangkan untuk yang menggunakan si sem gugur dengan ambang batas maka pokja ULP memilih peser ta yang memiliki kemampuan teknis l ebih baik.]
26.6.F Pokja ULP menyusun ur utan 3 (tiga) terkor eksi yang ter endah].
b.[untuk si stem nilai dimulai dar i yang mempunyai nilai kombinasi ter tinggi] .
c.[untuk sistem penilaian biaya selama umur ekonomis dimulai dar i total harga yang penawar an kur ang dari 3 (tiga)].
27.2 Klari fikasi dan negosiasi teknis dan har ga dilakukan bersamaan dengan evaluasi .
27.3 Klari fikasi dan negosiasi teknis dan har ga dilakukan dengan ketentuan :
a. dilakukan terhadap 2 (dua) peserta (jika ada) secar a ter pisah sampai dengan mendapatkan har ga yang ter endah dan dinilai w ajar ser ta dapat diper tanggungjaw abkan;
b. klari fikasi dan negosiasi teknis dan harga hanya dilakukan ter hadap pekerjaan yang menggunakan Kontr ak Harga Satuan atau Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan pada bagian harga satuan;
Har ga Satuan, penaw ar an har ga setelah kor eksi ar itmatik yang melebihi HPS dinyatakan gugur .]
[untuk peker jaan yang menggunakan Kontr ak Lump Sum, penaw ar an yang melebi hi nilai HPS dinyatakan gugur]
[untuk peker jaan yang menggunakan Kontr ak Gabungan Lump Sum dan Har ga Satuan, penaw aran penaw ar an har ga setelah koreksi ar itmatik yang melebihi nilai HPS dinyatakan gugur .]
28.1 Evaluasi kuali fikasi dilakukan terhadap calon
pemenang l elang serta cal on pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
28.2 Evaluasi Data Kual ifikasi dilakukan dengan
menggunakan metode sistem gugur .
28.3 [Pakta integr itas tel ah dii si dan ditandatangani oleh peser ta sebelum pemasukan penaw ar an (untuk peserta yang melakukan kemitraan/ KSO)]
28.4 Tata car a evaluasi kualifikasi dilakukan sesuai dengan Bab VIII Dokumen Pengadaan ini .
28.5 Peser ta dinyatakan memenuhi per syar atan
kualifikasi apabila:
1) Untuk peser ta yang melakukan
Kemitr aan/ Ker ja Sama Operasi (KSO)
for mulir kualifikasi ditandatangani oleh
pejabat yang menurut per janjian
Kemitr aan/ Ker ja Sama Oper asi ber hak mew akili Kemitr aan/ KSO; atau
2) memi liki ijin usaha sesuai dengan per atur an
perundang-undangan, kecuali peser ta
peror angan;
3) perusahaan yang ber sangkutan dan
manajemennya tidak dalam pengawasan pengadi lan, tidak bangkrut dan ti dak sedang dihentikan kegiatan usahanya;
4) salah satu dan/ atau semua pengur us dan
badan usahanya atau peserta per orangan tidak masuk dalam Daftar Hitam;
5) memi liki Nomor Pokok W ajib Pajak (NPW P) dan tel ah memenuhi kew aji ban perpajakan tahun ter akhir (SPT Tahunan);
peker jaan sebagai Penyedi a dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir , baik di lingkungan pemer intah maupun sw asta ter masuk pengalaman subkontr ak, kecual i bagi Penyedia Usaha M ikr o, Usaha Kecil dan Koper asi Kecil yang bar u ber dir i kur ang dar i yang sesuai untuk usaha non-kecil;
8) dalam hal peser ta akan melakukan
Kemitr aan/ KSO tersebut; dan
b) untuk per usahaan yang melakukan
Kemitr aan/ KSO, evaluasi per syar atan pada hur uf (1) sampai dengan hur uf (7) dilakukan untuk setiap perusahaan yang melakukan Kemitraan/ KSO. data isi an kuali fikasi.
28.7 Evaluasi kualifikasi dalam pr oses pascakualifikasi sudah mer upakan ajang kompetisi, maka data yang kur ang tidak dapat dilengkapi.
28.8 Apabila tidak ada yang lulus evaluasi kualifikasi , maka pelelangan dinyatakan gagal .
28.9 [Untuk metode 2 (dua) file, Pokja ULP membuat Ber ita Acar a Evaluasi Penaw aran File I (Penaw ar an Administr asi dan Teknis, ser ta Dokumen Kualifikasi) yang paling sedikit memuat:
a. nama semua peser ta;
b. hasil evaluasi penaw ar an admi nistr asi dan tekni s ter masuk al asan ketidaklulusan peser ta;
c. nilai evaluasi teknis diur utkan mulai dari yang ter tinggi ;
d. ambang batas ni lai tekni s;
per lu mengenai pelaksanaan pelelangan; f. jumlah peserta yang l ulus dan ti dak lulus
pada setiap tahapan evaluasi ; g. tanggal dibuatnya Ber ita Acar a; dan
h. per nyataan bahw a pelelangan gagal apabila tidak ada penaw ar an yang memenuhi syar at].
29. Pembuktian Kualifikasi
29.1 Pembuktian kualifikasi ter hadap calon pemenang
ser ta calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabila ada).
29.2 Pembuktian kuali fikasi dilakukan diluar aplikasi SPSE (offline).
29.3 Pembuktian kualifikasi dilakukan dengan car a
melihat dokumen asli atau dokumen yang sudah dil egal isir oleh pihak yang berw enang, dan meminta rekamannya.
29.4 Pokja ULP melakukan klarifikasi dan/ atau
ver ifikasi kepada penerbit dokumen, apabila diperlukan.
29.5 Apabi la hasil pembuktian kualifikasi ditemukan
pemalsuan data, peserta digugurkan dan
dimasukkan dalam Daftar Hitam, ser ta dilaporkan kepada Kepol isian atas perbuatan pemal suan tersebut.
29.6 Pokja ULP ti dak perlu memi nta selur uh dokumen
kuali fikasi apabila penyedia bar ang/ jasa sudah per nah melaksanakan peker jaan yang sejenis
dan/ atau data kualifikasi penyedia sudah
terveri fikasi dalam Sistem Infor masi Kiner ja Penyedia (SIKaP).
29.7 Apabi la tidak ada penaw aran yang lul us
pembuktian kuali fikasi, pelelangan dinyatakan
gagal.
a) dibatalkan sebagai calon pemenang; dan
b) dimasukan dalam daftar hitam.
29.9 Apabi la cal on pemenang, calon pemenang
2 mengundurkan diri dengan alasan yang tidak dapat diper tanggungjaw abkan maka:
a) dibatalkan sebagai calon pemenang; dan
b) dimasukan dalam daftar hitam.
30. Berita Acara Hasil Pelelangan
Pokja ULP membuat dan menandatangani Berita Acar a Hasil Pel elangan (BAHP) yang paling sedikit memuat: a. nama selur uh peser ta;
b. har ga penaw ar an atau harga penaw aran terkor eksi, dari masing- masing peser ta;
c. metode evaluasi yang digunakan;
d. unsur - unsur yang dievaluasi;
e. rumus yang di pergunakan;
f. keter angan-keter angan lain yang dianggap per lu
mengenai hal ikhw al pelaksanaan pelelangan;
g. jumlah peser ta yang lulus dan tidak lulus pada setiap tahapan evaluasi; dan
h. tanggal dibuatnya berita acara.
F. PENETAPAN PEM ENANG PELELANGAN 31. Penetapan
Pemenang
31.1 Pokja ULP melakukan penetapan pemenang
melalui aplikasi SPSE setelah melal ui pembahasan inter nal anggota Pokja ULP, atau setelah ditetapkan PA secar a offline untuk nilai paket di
atas Rp100.000.000.000,00 (ser atus miliar
r upiah). Pokja ULP dapat menetapkan pemenang lebih dar i 1 (satu) penyedia sesuai ketentuan yang terdapat dalam pada infor masi paket dal am aplikasi SPSE.
31.2 Apabi la ter jadi keter lambatan dalam menetapkan
pemenang dan akan mengaki batkan sur at
penaw ar an habis masa ber lakunya, maka
dil akukan konfir masi kepada calon pemenang, calon pemenang cadangan 1 dan 2 (apabil a ada) untuk memperpanjang masa ber laku sur at
penaw ar an secar a ter tuli s sampai dengan
perkir aan jadw al penandatanganan kontrak.
31.3 Calon pemenang, calon pemenang cadangan 1
dan 2 (apabila ada) yang tidak ber sedia memper panjang masa berlaku surat penawar an
dianggap mengundurkan di ri dan tidak
dikenakan sanksi .
32. Pengumuman Pemenang
33. Sanggahan 33.1 Peserta yang memasukkan penaw ar an dapat menyampaikan sanggahan secar a elektr onik melalui aplikasi SPSE atas penetapan pemenang kepada Pokja ULP dal am w aktu yang telah ditetapkan dengan diser tai bukti ter jadinya penyimpangan dan dapat ditembuskan secar a offl ine (di luar aplikasi SPSE) kepada PPK, PA/ KPA dan APIP sebagaimana ter cantum dalam LDP.
33.2 Sanggahan di ajukan oleh peser ta apabila terjadi penyimpangan pr osedur meliputi:
a. penyimpangan terhadap ketentuan dan
prosedur yang diatur dal am Per atur an Presiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beser ta per ubahannya dan atur an turunannya serta yang telah ditetapkan dal am Dokumen Pengadaan;
b. r ekayasa tertentu sehingga menghalangi
ter jadinya per saingan usaha yang sehat; dan/ atau
c. penyalahgunaan wew enang oleh Pokja ULP
dan/ atau pejabat yang ber wenang lainnya.
33.3 Pokja ULP w ajib memberikan jaw aban secar a
el ektr onik atas semua sanggahan pali ng lambat [5 (lima) har i kalender (untuk pelelangan umum)]/ [3 (tiga) har i kal ender untuk (pelelangan seder hana)] setelah meneri ma sanggahan.
33.4 Apabi la sanggahan di nyatakan benar maka Pokja
ULP menyatakan pel elangan gagal.
33.5 Sanggahan dianggap sebagai pengaduan, dal am
hal:
a) sanggahan disampaikan tidak melalui aplikasi SPSE (offline), kecuali keadaan kahar atau gangguan teknis;
b) sanggahan ditujukan kepada bukan kepada
Pokja ULP; atau
c) sanggahan di sampaikan diluar masa sanggah.
33.6 Sanggahan yang dianggap sebagai pengaduan
tetap har us ditindaklanjuti.
G. PENUNJUKAN PEM ENANG 3 4. Penunjukan
Penyedia Barang/ Jasa
34.1 Pokja ULP menyampaikan Berita Acara Hasil
Pelelangan (BAHP) kepada PPK dengan tembusan
kepada Kepala ULP sebagai dasar untuk
mener bitkan Sur at Penunjukan Penyedia
34.2 PPK mener bitkan SPPBJ apabila per nyataan peser ta pada formul ir isian kualifikasi masih berlaku, dengan ketentuan:
a. tidak ada sanggahan dar i peser ta; b. sanggahan ter bukti tidak benar ; atau
c. masa sanggah berakhir .
34.3 PPK menginputkan data SPPBJ dan mengunggah
hasil pemindai an SPPBJ yang telah di terbitkan pada apl ikasi SPSE dan mengir imkan SPPBJ ter sebut melal ui apl ikasi SPSE kepada Penyedia yang ditunjuk.
34.4 Penyedia yang ditunjuk wajib mener ima
keputusan ter sebut, dengan ketentuan:
a. apabila yang ber sangkutan mengundurkan
di ri dan masa penaw arannya masih berl aku dengan al asan yang dapat diteri ma secar a obyektif oleh Pokja ULP, peser ta yang ber sangkutan tidak dikenakan sanksi;
b. apabila yang ber sangkutan mengundurkan
di ri dan masa penaw arannya masih berl aku dengan alasan yang tidak dapat diterima secar a obyektif ol eh Pokja ULP, maka di masukkan dalam Daftar Hitam; atau
c. apabila yang ber sangkutan tidak ber sedia
di tunjuk kar ena masa penawar annya sudah
tidak berlaku, maka peserta yang
ber sangkutan tidak dikenakan sanksi.
34.5 Apabila pemenang yang ditunjuk mengundurkan
di ri , maka penunjukan pemenang dapat dil akukan kepada pemenang cadangan sesuai dengan ur utan
per ingkat, selama masa surat penaw ar an
pemenang cadangan masih ber laku atau sudah di perpanjang masa berlakunya.
34.6 Apabila semua pemenang yang ditunjuk
mengundurkan dir i, maka pelelangan dinyatakan gagal oleh PA/ KPA setelah mendapat laporan dar i PPK.
34.7 SPPBJ har us diterbitkan paling lambat [6 (enam) har i ker ja untuk pelelangan umum/ 4 (empat) har i ker ja untuk pelelangan sederhana)] har i ker ja
setel ah pengumuman penetapan pemenang,
apabila tidak ada sanggahan atau 2 (dua) har i ker ja setel ah semua sanggahan dijawab.
34.8 Dalam SPPBJ di sebutkan bahw a penyedia harus
penandatanganan kontrak (apabila di perlukan).
34.9 SPPBJ ditembuskan kepada unit pengaw asan
inter nal.
34.10 Dalam hal PPK tidak bersedi a menerbitkan SPPBJ
kar ena tidak sependapat atas penetapan
pemenang, maka diberitahukan kepada PA/ KPA
untuk di putuskan dengan ketentuan:
a. apabila PA/ KPA sependapat dengan PPK,
di lakukan evaluasi ulang atau pelelangan di nyatakan gagal; atau
b. apabila PA/ KPA sependapat dengan Pokja ULP,
PA/ KPA memutuskan penetapan pemenang ol eh Pokja ULP ber sifat final dan PA/ KPA
memer intahkan PPK untuk menerbitkan SPPBJ.
35. BAHP, Berita tidak dapat diakomodir atau difasilitasi aplikasi SPSE.
35.2 Ber ita Acar a Tambahan lainnya sebagai mana
dimaksud pada angka 35.1 diunggah (upload) ol eh Pokja ULP menggunakan menu upload infor masi lainnya pada aplikasi SPSE.
35.3 Evaluasi penaw aran yang disimpulkan dal am
Ber ita Acara Hasil Pel elangan (BAHP) ol eh Pokja
ULP bersifat r ahasia sampai dengan saat
pengumuman pemenang.
H. PELELANGAN GAGAL D AN TINDAK LANJUT PELELANGAN GAGAL
3 6. Pelelangan
indikasi/ bukti ter jadi persaingan tidak sehat;
c. [seluruh harga penaw ar an ter endah terkor eksi lebih tinggi dar i HPS;]
d. sanggahan dar i peser ta yang memasukkan
Dokumen Penaw ar an atas pel aksanaan
pelel angan yang tidak sesuai dengan ketentuan Per aturan Pr esiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beser ta perubahan dan aturan tur unannya serta Dokumen Pengadaan ternyata benar ;
e. sanggahan dar i peser ta yang memasukkan
f. calon pemenang dan cal on pemenang cadangan 1 dan 2, setelah dilakukan evaluasi dengan sengaja tidak hadir dal am klari fikasi dan/ atau pembukti an kualifikasi.
36.2 PA/ KPA menyatakan pelelangan gagal, apabila:
a. PA/ KPA sependapat dengan PPK yang tidak
ber sedia menandatangani SPPBJ kar ena pr oses Pelelangan tidak sesuai dengan Per atur an
Pr esiden No. 54 Tahun 2010 tentang
Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beserta per ubahan dan atur an turunannya;
b. pengaduan masyar akat adanya dugaan KKN
yang melibatkan Pokja ULP dan/ atau PPK ter nyata benar ;
c. dugaan KKN dan/ atau pelanggaran per saingan
sehat dalam pelaksanaan Pelel angan
dinyatakan benar oleh pihak ber wenang;
d. sanggahan dar i peser ta yang memasukkan
Dokumen Penaw ar an atas kesalahan pr osedur yang ter cantum dal am Dokumen Pengadaan ter nyata benar ;
e. Dokumen Pengadaan tidak sesuai dengan
Per atur an Pr esiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beserta per ubahan dan atur an turunannya;
f. pelaksanaan Pelelangan tidak sesuai atau
menyimpang dar i Dokumen Pengadaan;
g. calon pemenang dan cal on pemenang
cadangan 1 dan 2 mengundurkan dir i; atau h. pelaksanaan Pelelangan melanggar Per atur an
Pr esiden No. 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Bar ang/ Jasa Pemer intah beserta per ubahan dan atur an turunannya.
36.3 [M enteri/ Pimpinan Lembaga/ Pimpinan Institusi menyatakan pelelangan gagal, apabila pengaduan masyar akat atas terjadinya KKN yang melibatkan KPA, ter nyata benar .]
[Kepala Daer ah menyatakan pelelangan gagal, apabila pengaduan masyarakat atas ter jadinya KKN yang melibatkan PA dan/ atau KPA, ter nyata benar .]
36.4 Setelah pelelangan dinyatakan gagal, maka Pokja
ULP member itahukan kepada selur uh peserta.
36.5 Setelah pember itahuan adanya pelelangan gagal,