KIMIA UNSUR. Disusun Oleh : Santi Destiyana Sayekti ( )

65 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KIMIA UNSUR

Disusun Oleh :

(2)

APAKAH ITU KIMIA UNSUR ??

Kimia unsur adalah unsur unsur yang mempunyai sifat kimia Yang berada di lingkungan sekitar kita.

Kimia unsur dalam pelajaran kimia mempelajari tentang unsur – unsur kimia yang mempunyai sifat – sifat khusus

(3)

Kimia Unsur

A. Kelimpahan dan Identifikasi Unsur

B. Golongan Gas Mulia dan Halogen

C. Golongan Alkali dan Alkali Tanah

D. Periode Ketiga dan Periode Keempat

E. Kegunaan Unsur dan Senyawa Kimia

F. Unsur Radioaktif

(4)

Golongan gas mulia dan halogen

Beberapa golongan unsur memiliki nama khusus seperti

golongan VIIIA (gas mulia) dan VIIA (halogen). Golongan

tersebut memiliki nama khusus seperti sifat priodik, sifat

fisik dan sifat kimia. Kekhas sifat ke 2 golongan tersebut

dapat membantu kita unsur-unsur yang lain. Dalam 1

golongan (semakin ke atas) dan dalam 1 periode

(semakin ke kanan).

Berlaku :

- jari jari atom

:

semakin kecil

- Keelektronegatifan

:

semakin besar

- Energi ionisasi

:

semakin besar

(5)
(6)

GAS MULIA

Sifat unsur golongan gas mulia

a. sifat periodik unsur golongan gas mulia

b. Sifat fisik gas mulia

(7)

SIFAT PERIODIK UNSUR GOLONGAN GAS

MULIA

Gas mulia merupakan unsur yang stabil. Gas mulia

sukar bereaksi dengan unsur lain dan sukar menerima

ataupun melepas elktron.

Dengan elektron valensi yang sudah penuh hal unsur gas

mulia yang sangat sukar menerima elektron. Hal ini dapat

dilihat dari harga afinitas elektronnya yang rendah.

Kesetabilan unsur- unsur golongan gas mulia

menyebabkan unsur- unsur ini sukar membentuk ion,

artinya sukar melepas atau menerima elektron.

(8)

Sifat Periodik Unsur Gas Mulia

 

Dengan konfigurasi elektron yang sudah penuh, gas mulia termasuk unsur yang stabil, artinya sukar bereaksi dengan unsur lain, sukar untuk

menerima elektron maupun untuk melepas elektron. Perhatikanlah data afinitas elektron, energi ionisasi, dan jari-jari atom unsur gas mulia pada Tabel di bawah! Data Fisis He Ne Ar Kr Xe Rn Nomor atom Elektron valensi Jari-jari atom (Ǻ) Titik leleh (0C) Titik didih (0C) Energi ionisasi (kj/mol) Afinitas electron (kj/mol) Kerapatan (g/L) 2 2 0,50 -272,2 -268,9 2640 -48 0,178 10 8 0,65 -248,6 -246,0 2080 -120 0,900 18 8 0,95 -189,4 -185,9 1520 -96 1,78 36 8 1,10 -157,2 -153,4 1350 -96 1,78 54 8 1,30 -111,8 -108,1 1170 -77 5,89 86 8 1,45 -71 -62 1040 -9,73

(9)

Unsur Nomor Atom Konfigurasi Elektron He 2 1s2 Ne 10 [He] 2s2 2p6 Ar 18 [Ne] 3s2 3p6 Kr 36 [Ar] 4s2 3d10 4p6 Xe 54 [Kr] 5s2 4d10 5p6 Rn 86 [Xe] 6s2 5d10 6p6

(10)

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom helium, He, 2

Deret kimia gas mulia Golongan, Periode, Blok 18, 1, s Penampilan

Massa atom 4,002602(2)g/mol   Konfigurasi elektron 1s2

Jumlah elektron tiap kulit 2

HELIUM

2 hidrogenhelium → - -↑ He

Ne

(11)

Neon

2, 8 Jumlah elektron tiap kulit

1s2 2s2 2p6 Konfigurasi elektron 20.1797(6) g/mol Massa atom takberwarna Penampilan 18, 2, p Golongan, Periode, Blok

gas mulia Deret kimia

neon, Ne, 10 Nama, Lambang, Nomor atom

Keterangan Umum Unsur

Neon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ne dan nomor atom 10. Neon termasuk kelompok gas mulia yang tak berwarna dan lembam (inert). Zat ini memberikan pendar khas kemerahan jika digunakan di tabung hampa (vacuum discharge tube) dan lampu neon. Sifat ini membuat neon terutama dipergunakan sebagai bahan pembuatan tanda

(12)

ARGON

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang, Nomor atom argon, Ar, 18 Deret kimia gas mulia Golongan, Periode, Blok 18, 3, p Penampilan

Massa atom 39,948(1) g/mol Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p6

Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 8

Ne ↑ Ar ↓ Kr klorin ← argon →  -18

(13)

KRIPTON

2, 8, 18, 8 Jumlah elektron tiap kulit

[Ar] 3d10 4s2 4p6 Konfigurasi elektron 83.798(2) g/mol Massa atom Penampilan 18, 4, p Golongan, Periode, Blok

noble gases Deret kimia

krypton, Kr, 36

Nama, Lambang, Nomor atom

(14)

XENON

Xenon adalah unsur dengan lambang kimia Xe, nomor atom 54 dan massa

atom relatif 131,29; berupa gas mulia, tak berwarna, tak berbau dan tidak

ada rasanya.

Xenon diperoleh dari udara yang dicairkan. Xenon dipergunakan untuk

mengisi lampu sorot, dan lampu berintensitas tinggi lainnya, mengisi bilik

gelembung yang dipergunakan oleh ahli fisika untuk mempelajari partikel

sub-atom.

(15)

RADON

Keterangan Umum Unsur

Nama, Lambang,Nomor atom radon, Rn, 86

Deret kimia gas mulia

Golongan, Periode, Blok 18, 6, p

Penampilan tak berwarna

Massa atom (222) g/mol

Konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6

Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 32, 18, 8

Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan  nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon  terbentuk dari penguraian radium. Radon juga gas yang paling berat dan berbahaya bagi  kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan dalam radioterapi.  Radon dapat menyebabkan kanker paru paru, dan bertanggung jawab atas 20.000 kematian  di Uni Eropa setiap tahunnya 

(16)

SIFAT FISIK GAS MULIA

1.

Tidak Berwarna, tidak berbau, tidak berasa, sedikit larut dalam air.

2.

Mempunyai elektron valensi 8, dan khusus untuk Helium elektron valensinya 2, maka gas mulia bersifat kekal dan diberi valensi nol.

3.

Molekul-molekulnya terdiri atas satu atom (monoatom).

Unsur

K

Titik Didih

0

C

K

Titik Leleh

0

C

Helium

Neon

Argon

Kripton

Xenon

Radon

4,2

27,2

87,3

120

165

211

-268,8

-245,8

-185,7

-153

-108

-62

0,8

24,6

83,9

116

161

202

-272,2

-248,4

-189,1

-157

-112

-71

(17)

Pembuatan dan reaksi gas mulia

Gas mulia dapat di peroleh dari pendingina udara cair secara bertahap (destilasi bertingkat) Sebab titik didik komponennya bervariasi.

• Argon secara khusus dapat diperoleh dari reaksi udara dengan karbit :   CaC2 + N2       CaCN2 + C (bebas dari N2)

  2CaC2 + O       2CaO + 4C (bebas dari O2)   CaO + CO2       CaCO3      (bebas dari CO2) Sebagai sisanya adalah Ar dan gas mulia lain. • He dapat diperolah dengan jalan pemisahan dari gas alam, sebab pada sumber gas alam  tertentu terdapat He dalam jumlah tidak terlalu rendah • Rn terdapat dalam rongga-rongga batuab uranium berasal dari peluruhan Ra     22688Ra       222 Rn + 4He 86 2

(18)

Sifat kimia usur golongan gas mulia

Biloks Senyawa Penampakan 0C Struktur

+2 XeF2 Kristal tak berwarna 129 Linier KrF2, 2SbF5 Padatan 50 Linier

RnF2 - - Linier

+4 XeF4 Kristal tak berwarna 117 Segiempat datar KrF4 - - Segiempat datar

+6 XeF6 Kristal tak berwarna 49,6 Pentagonal bipiramidal cacat

+8 XeO4 Gas tak berwarna - Tetrahedral XeO6-4 Padatan tak

berwarna

(19)

Kegunaan Gas Mulia

He

Pengisi balon udara, pencampur oksigen pada tabung penyelam dan sebagai pendingin untuk suhu mendekati 0 K

Ne

Pengisi bola lampu, lampu TL, lampu reklame, pendingin pada reaktor nuklir

Ar

Kr

Xe

Sebagai obat biaus pada pembedahan. Senyawa Xe dan oksigen: XeO3, XeO4 merupakan oksdator yang sangat kuat

(20)

HALOGEN

Halogen artinya pembentuk garam.

Unsur-unsur halogen merupakan unsur yang

bersifat elektropositif dan mudah bereaksi

dengan unsur elektropositif untuk

membentuk garam. Anda dapat lebih

mengenal sifat-sifat unsur halogen dengan

mempelajari urayan berikut.

fluor

clor

brom

(21)

SIFAT UNSUR HALOGEN

Sifat periodik unsur halogen

Sifat fisik unsur halogen

(22)

a.Sifat periodik unsur halogen

Sifat

unsur Elektron Valensi Atom(Å)Jari-jari Keeletro-negatifan Ionisasi (kJ Energi mol-1) Afinitas Elektron (kJ mol-1) Fluorin 2s2 2p5 0,64 3,98 1.681,0 -328,0 Klorin 3s2 3p5 0,99 3,16 1.251,1 -349,0 Bromin 4s2 4p5 1,14 2,96 1.139,9 -324,7 Iodin 5s2 5p5 1,33 2,66 1.008,4 -295,2 Astatin 6s2 6p5 1,40 2,20 930 -270

(23)

Unsur Titik didih (‘C) Titik leleh (‘C) Fluorin -188,14 -219.62 Klorin -34,6 -100,98 Bromin 58,78 -7,25 Iodin 184,35 113,5 Astatin 337 302

(24)

    Membentuk asam oksi kecuali F 12. Pembentukan asam  oksi   3X2 + 6MOH ®  5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks)  11. Dengan basa kuat  (panas)   X2 + 2MOH ®  MX + MXO + H2O (auto redoks)  10. Dengan basa kuat  MOH (dingin)    2 M + nX2 ®  2MXn (n = valensi logam tertinggi)  9. Reaksi dengan logam  (M) Tidak  dapat  mengusir  F, Cl, Br  X = I Br2 +  KX ®   2KBr  + X2  X = Br dan  I Cl2 + 2KX  ®   2KCl +  X2  X = Cl, Br, I F2 + 2KX ®  2KF X2  8. Reaksi pengusiran pada  senyawa halogenida    7. Kereaktifan terhadap gas  H2     (makin besar sesuai dengan arah panah)  6. Kelarutan oksidator Ungu Coklat Tak  berwarna Tak berwarna 5. Warna larutan (terhadap  pelarut 4)   CCl4, CS2 4. Pelarutnya (organik) Ungu Coklat  merah Kuning  hijau Kuning muda 3. Warna gas/uap Padat Cair Gas Gas 2. Wujud zat (suhu kamar)   Diatom 1. Molekulnya Iodium (I2) Brom (Br2) Klor (Cl2) Fluor (F2) X2 

(25)

+1 +5, +7 + 1 +5, +7 + 1, +3 +5, +7 -1  9. Bilangan Oksidasi Senyawa  Halogen 183 58 -34 -188.2 8. Suhu Didih (0o) 114.0 -72 -101.0 -216.6 7. Suhu Lebur (0o) 6. Potensial Reduksi (Eored > 0) 5. Keelektronegatifan 4. Energi Ionisasi dan Afinitas  Elektron  3. Jari-jari Atom 2. Massa Atom [X] ns2 , np5 1. Konfigurasi elektron 53I  35Br 17Cl 9F Iodium  Brom Klor Fluor UNSUR 

HUBUNGAN ANTARA JARI – JARI ATOM, AFINITAS ELEKTRON, DAN KEREAKTIFAN HALOGEN

(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)

SIFAT KIMIA UNSUR GOLONGAN HALOGEN

1.

Kelarutan

2.

Kereaktifan dan daya pengoksidasi halogen

3.

Reaksi pendesakan halogen

4.

Sifat asam

5.

Reaksi kimia

(32)
(33)
(34)

halogen molecule structure model d(X−X) / pm (gas phase) d(X−X) / pm (solid phase) fluorine F2 143 149 chlorine Cl2 199 198 bromine Br2 228 227 iodine I2 266 272

(35)

HX HF HCl HBr HI Catatan :   makin  besar/kuat  sesuai dengan  arah panah Sifat reduktor Keasaman Kepolaran Kestabilan  terhadap panas

(36)

SIFAT FISIKA DAN KIMIA HIDROGEN HALIDA

HCl HBr HI

1. Bentuk pada suhu

biasa Gas tidak berwarna

2. Dalam pelarut non

polar (Benzana/Toluensa) Larut, tak menghantarkan arus listrik

3. Dalam air Larut, menghantarkan arus listrik

4. Dengan H2SO4, pekat

(oksidator) Tidak teroksidasi Teroksidasi menjadi Br2 Teroksidasi menjadi I2 5. Kestabilan terhadap

(37)

 

X2 Fluor (F2) Klor (Cl2) Brom (Br2) Iodium (I2)

1. Molekulnya Diatom

2. Wujud zat (suhu kamar) Gas Gas Cair Padat

3. Warna gas/uap Kuning muda Kuning hijau Coklat merah Ungu

4. Pelarutnya (organik) CCl4, CS2

5. Warna larutan (terhadap pelarut 4) Tak berwarna Tak

berwarna Coklat Ungu

6. Kelarutan oksidator  

(makin besar sesuai dengan arah panah) 7. Kereaktifan terhadap gas H2

8. Reaksi pengusiran pada senyawa halogenida X = Cl, Br, I F2 + 2KX  2KF X2 X = Br dan I Cl2 + 2KX  2KCl + X2 X = I Br2 + KX  2KBr + X2 Tidak dapat mengusir F, Cl, Br 9. Reaksi dengan logam (M) 2 M + nX2  2MXn (n = valensi logam tertinggi) 10. Dengan basa kuat MOH (dingin) X2 + 2MOH  MX + MXO + H2O (auto redoks) 11. Dengan basa kuat (panas) 3X2 + 6MOH  5MX + MXO3 + 3H2O (auto redoks) 12. Pembentukan asam oksi Membentuk asam oksi kecuali F

 

Catatan :

I2 larut dalam KI membentuk garam poli iodida I2 + KI  Kl3

I2 larut terhadap alkohol coklat  

(38)
(39)

Natrium

Na

Magnesium

Mg

Aluminium

Al

Silikon

Si

Fosfor

P

Belerang

S

Klor

Cl

Argon

Ar

Unsur Periode 3

indeks

Logam Metaloi d Non logam Gas Mulia Tabel Perbandingan Un sur

(40)

Natrium (

Na

)

Sifat Fisis

Nomor atom : 11

Konfigurasi e- : [Ne] 3s1

Massa Atom relatif : 22,98977

Jari-jari atom : 2,23 Å Titik Didih : 892 C Titik Lebur : 495 C Elektronegatifitas : 1 Energi Ionisasi : 495 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 1+ Struktur Atom : Kristal

Logam

Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(41)

Natrium (

Na

)

Kegunaan

•Dipakai dalam pebuatan ester

•NACl digunakan oleh hampir semua makhluk

•Na-benzoat dipakai dalam pengawetan makanan •Na-glutamat dipakai untuk penyedap makanan •Isi dari lampu kabut dalam kendaraan bermotor

•NAOH dipakai untuk membuat sabun, deterjen, kertas •NAHCO3 dipakai sebagai pengembang kue

•Memurnikan logam K, Rb, Cs

•NACO3 Pembuatan kaca dan pemurnian air sadah

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(42)

Natrium (

Na

)

Catatan

Merupakan logam lunak, bewarna putih keperakan, reaktif

Bereaksi dengan cepat dengan air membentuk sodium hidroksida dan hidrogen

Dapat bereaksi dengan Alkohol namun lebih lambat dibanding dengan air

Tidak bereaksi terhadap nitrogen

Merupakan komponen terbesar kedua yang larut di air laut Mudah ditemui pada sumber air alami

Dihasilkan dengan elektrolisis lelehan NaCl Prosesnya disebut proses Downs,

yaitu dengan menambah 58% CaCl2 dan KF pada elektrolisis lelehan NaCL.

Tujuan penambahan untuk

menurunkan titik lebur NaCl hingga mencapai 550 C

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(43)

Magnesium (

Mg

)

Sifat Fisis

Nomor atom : 12

Konfigurasi e- : [Ne] 3s2

Massa Atom relatif : 24,305 Jari-jari atom : 1,72 Å Titik Didih : 1107 C Titik Lebur : 651 C Elektronegatifitas : 1,25 Energi Ionisasi : 738 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : 2+

Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(44)

Kegunaan

Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum

Pemisah sulfur dari besi dan baja

Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan Untuk membuat lampu kilat

Sebagai katalis reaksi organik

Magnesium (

Mg

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(45)

Catatan

Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan

Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat Termasuk unsur reaktif

Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium

Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine

Senyawa yang terbentuk umumnya ikatan ion, namun ada juga berupa ikatan kovalen

Magnesium umumnya dapat diperoleh melalui pengolahan air laut sbg:

-Ca(OH)2 ditambahkan pada air laut agar meganesium mengendap sebagai

Mg(OH)2. Asam klorida kemudian ditambahkan sehingga diperoleh kristal

magnesium klorida

Ca(OH)2 (S) + Mg2+  Mg(OH)

2 (S) + Ca 2+

Mg(OH)2 (s) + 2H+ + Cl-  MgCl

2.6H2O

-Untuk menghindari terbentuknya MgO pada pemanasan

megnesium klorida, sebelum elektrolisis leburan kristal yang terbentuk ditambahkan magnesium klorida yang mengalami hidrolisis sebagian ke dalam campuran leburan natrium dan kalsium klorida

-Magnesium akan diperoleh pada katoda

sedangkan pada anoda akan terbentuk Cl2

-Magnesium (

Mg

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(46)

Alluminium (

Al

)

Sifat Fisis Nomor atom : 13 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 1

Massa Atom relatif : 26,98154 Jari-jari atom : 1,82 Å Titik Didih : 2467 C Titik Lebur : 660 C Elektronegatifitas : 1,45 Energi Ionisasi : 577 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : 3+

Struktur Atom : Kristal Logam Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(47)

Kegunaan

Banyak dipakai dalam industri pesawat Untuk membuat konstruksi bangunan Dipakai pada berbagai macam aloi Untuk membuat magnet yang kuat Tawas sebagai penjernih air

Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa

Membuat berbagau alat masak

Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz, dll

Allumunium (

Al

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(48)

Catatan

Berupa logam lunak bewarna perak

Merupakan penghantar panas yang sangat baik da dapat menghantar listrik Sulit terkorosi karena membentuk lapisan oksida di permukaannya

Tidak beracun, non-magnetik dan sulit terbakar Sumber utamanya adalah biji bauksit

Alumunium dapat diperoleh melalui proses Hall, yaitu:

-biji bauksit dimurnikan dengan menambah NaOH dan HCl sehingga diperoleh Al2O3

Al2O3 (s) + 2NAOH (aq)  2NaAIO2 (aq) + H2O 2NaAIO (aq) +HCL (aq)  Al(OH)3 + NaCl (aq) Al(OH)3  Al2O3 (s) + 3H20

-Al2O3 yang diperoleh kemudian disaring dan dilelehkan baru kemudian dielektrolisis Anoda : 3O2-  O2(g) + 6e

Katoda : 2Al3 + 6e  2Al

-Sebelum elektrolisis, ditambahkan kriolit (NaAIF6)

untuk menurunkan titik leleh AL2O3

Allumunium (

Al

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(49)

Silikon (

Si

)

Sifat Fisis Nomor atom : 14 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 2

Massa Atom relatif : 28,0855 Jari-jari atom : 1,46 Å Titik Didih : 2355 C Titik Lebur : 1410 C Elektronegatifitas : 1,74

Energi Ionisasi : 787 kJ/mol Tingkat Oks. Max : 4+ Struktur Atom : Kristal

Kovalen raksasa

Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(50)

Kegunaan

Dipaki dalam pembuatan kaca

Terutama dipakai dalam pembuatan semi konduktor

Digunakan untuk membuat aloi bersama alumunium, magnesium, dan tembaga

Untuk membuat enamel Untuk membuat IC

Silikon (

Si

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(51)

Catatan

Merupakan unsur elektropositif yang paling banyak dijumpai

Isotop alaminya terdiri atas isotop 28 (92,2%), isotop 29 (4,7%), isotop 30 (3,1%)

Memiliki sifat kimia seperti logam yang lain

Kemampuan semikonduktor akan meningkat jika ditambahkan pengotor suhu

Ditemukan pada banyak senyawa dioksida dan berbagai macam silicate yang ada di alam

Silikon (

Si

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(52)

Fosfor (

P

)

Sifat Fisis Nomor atom : 15 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 3

Massa Atom relatif : 30,97376 Jari-jari atom : 1,23 Å Titik Didih : 280 C Titik Lebur : 44 C Elektronegatifitas : 2,05 Energi Ionisasi : 1060 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : 5+

Struktur Atom : molekul Poliatom Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(53)

Catatan

Berupa logam bewarna putih keperakan dan sangat ringan

Banyak dipakai di industri karena ringan dan mampu membentuk aloi yang kuat

Termasuk unsur reaktif

Sebagian besar logam dapat dihasilkan dengan bantuan magnesium Banyak ditemukan di alam dan dalam mineral : dolomite, magnetite, olivine, serpentine

Senyawa yang terbentuk umumnya ikatan ion, namun ada juga berupa ikatan kovalen

Magnesium umumnya dapat diperoleh melalui pengolahan air laut sbg:

Fosfor (

P

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(54)

Kegunaan

Dipakai pada proses produksi logam, kaca, dan semen Untuk membuat konstruksi pesawat. Logamnya disebut magnalum

Pemisah sulfur dari besi dan baja

Dipakai pada lempeng yang digunakan di industri percetakan Untuk membuat lampu kilat

Sebagai katalis reaksi organik

Fosfor (

P

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(55)

Sulfur (

S

)

Sifat Fisis Nomor atom : 16 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 4

Massa Atom relatif : 32,066 Jari-jari atom : 1,09 Å Titik Didih : 445 C Titik Lebur : 119 C Elektronegatifitas : 2,45 Energi Ionisasi : 1000 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : 6+

Struktur Atom : molekul poliatom Wujud : Padat

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(56)

Kegunaan

Dipakai sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat Digunakan dalam baterai

Dipakai pada fungisida dan pembuatan pupuk Digunakan pada korek dan kembang api

Digunakan sebagai pelarut dalam berbagai proses

Sulfur (

S

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(57)

Catatan

-Zat murninya tidak berbau dan tidak berasa

-Memiliki struktur yang beragam, tergantung konsisi sekitar -Secara alami banyak terdapat di gunung berapi

-Komponen murninya tidak beracun namun senyawa yang terbentuk kebanyakan berbahaya bagi manusia

-Senyawa sulfur yang utama adalah SO2, dan SO3. SO2 berupa gas yang mudah larut dalam air sehigga menyebabkan hujan asam

-Efek yang ditimbulkan dapat sikurangi dengan cara

melewatkan air yang terkontaminasi pada padatan CaCO3. SO3 merupakan bahan utama membuat asam sulfat

SO3 diperoleh dari oksidasi SO2 dengan katalis vanadium

Sulfur (

S

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(58)

Chlor (

Cl

)

Sifat Fisis Nomor atom : 17 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 5

Massa Atom relatif : 35,4527 Jari-jari atom : 0,97 Å Titik Didih : -35 C Titik Lebur : -101 C Elektronegatifitas : 2,85 Energi Ionisasi : 1260 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : 7+

Struktur Atom : molekul diatom Wujud : gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(59)

Kegunaan

Dipakai pada proses pemurnian air Cl2 dipakai pada disinfectan

KCl digunakan sebagai pupuk ZnCl2 digunakan sebagai solder

NH4Cl digunakan sebagai pengisi batere

Digunakan untuk menghilangkan tinta dalam proses daur ulang kertas

Dipakai untuk membunuh bakteri pada air minum Dipakai pada berbagai macam industri

Chlor (

Cl

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(60)

Catatan

Merupakan gas diatomik bewarna kehijauan Termasuk gas yang beracun

Dalam bentuk padat dan cair merupakan oksidator yang kuat Mudah bereaksi dengan unsur lain

Merupakan zat yang paling banyak terkandung di air laut Terdapat juga dalam carnalite dan silvite

Diperoleh dengan cara mengelektrolisis larutan NaCl

Chlor (

Cl

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(61)

Argon (

Ar

)

Sifat Fisis Nomor atom : 18 Konfigurasi e- : [Ne] 3s2 3p 6

Massa Atom relatif : 39,948 Jari-jari atom : 0,88 Å Titik Didih : -186 C Titik Lebur : -189 C Elektronegatifitas : -Energi Ionisasi : 1520 kJ/mol

Tingkat Oks. Max : -Struktur Atom : molekul

monoatom

Wujud : gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(62)

Kegunaan

Sebagai pengisi bola lampu karena Argon tidak bereaksi dengan kawat lampu

Dipakai dalam industri logam sebagai inert saat pemotongan dan proses lainnya

Untuk membuat lapisan pelindung pada berbagai macam proses Untuk mendeteksi sumber air tanah

Dipakai dalam roda mobil mewah

Argon (

Ar

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor |

(63)

Catatan

Merupakan gas yang tidak bewarna dan berasa Tidak reaktif seperti halnya gas mulia yang lain

Dapat diperoleh dengan cara memaskan udarea dengan CaC2 Terdapat sekitar 1% argon di atmosfer

Terbentuk di atmosfer sebagai akibat dari proses sinar kosmik

Argon (

Ar

)

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon|

(64)

Tabel Perbandingan

Sifat Unsur Na Mg Al Si P S Cl Ar Nomor atom 11 12 13 14 15 16 17 18 No massa 23 24 27 28 31 32 35,5 40 Jari-jari ( Å ) 2,23 1,72 1,82 1,46 1,23 1,09 0,97 0,88 Titik Didih 892 1107 2467 2355 280 445 -35 -186 Titik Lebur 98 651 660 1410 44 119 -101 -189 Energi Ionisiasi 495 738 577 787 1060 1000 1260 1520 Elektronegitifitas 1,00 1,25 1,45 1,74 2,05 2,45 2,85

-Tingkat Oks. Max +1 +2 +3 +4 +5 +6 +7

-Struktur Kristal logam Kristal logam Kristal logam Kristal kovalen raksasa Molekul poliato m Molekul poliato m Molekul diatom Molekul monoato m

Wujud padat padat padat padat padat padat gas gas

Natrium | Magnesium | Aluminium | Silikon | Fosfor | Sulfur | Chlor | Argon | tabel

(65)

Thank

You

Figur

Memperbarui...

Related subjects :